cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota ternate,
Maluku utara
INDONESIA
AGRIKAN Jurnal Ilmiah Agribisnis dan Perikanan
ISSN : 19796072     EISSN : 26210193     DOI : -
Core Subject : Agriculture,
Bidang kajian dimuat meliputi agribisnis, teknologi budidaya, sumberdaya perikanan, kelautan, sosial ekonomi kelautan dan perikanan, bioteknologi perikanan. Sejak tahun 2017 mulai diterbitkan secara elektronik kerjasama Pusat Studi Pesisir dan Pulau-Pulau Kecil, Sekolah Tinggi Ilmu Pertanian Wuna Raha.
Arjuna Subject : -
Articles 826 Documents
Pengaruh Kedalaman Terhadap Kelangsungan Hidup (Survival Rate) Benih Tiram Mutiara (Pinctada maxima) Stadia Spat Raismin Kota
Agrikan: Jurnal Agribisnis Perikanan Vol 9, No 1 (2016)
Publisher : Sangia Research Media and Publishing LLC

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29239/j.agrikan.9.1.30-38

Abstract

Tiram mutiara banyak ditemukan di perairan Indonesia salah satunya adalah tiram mutiara jenis Pinctada maxima. Jenis ini dikenal mampu menghasilkan mutiara yang berukuran cukup besar di kelasnya. Penelitian ini bertujuan melihat pengaruh kedalaman yang berbeda terhadap kelangsungan hidup (Survival Rate) benih tiram mutiara (Pinctada maxima) dan mengetahui kedalaman terbaik untuk kelangsungan hidup benih tiram mutiara stadia spat. Hasil pengamatan menunjukkan bahwa kelangsungan hidup benih tiram mutiara stadia spat tertinggi terjadi pada perlakuan K2 (kedalaman 6 m) dengan kelangsungan hidup (SR) sebesar 96% dikuti K1 (kedalaman 2 m) 92%, dan terendah K4 (kedalaman 14 m) sebesar 79%. Berdasarkan hasil Analisa Sidik Ragam (ANASRA) menunjukkan bahwa kelangsungan hidup tiram mutiara stadia spat pada masing-masing perlakuan Tidak Berbeda Nyata (non signifikan) dimana F hitung < F tabel 5 % (3,80 < 4.07), Hal ini disebabkan juga karena kualitas perairan yang diukur berada pada kisaran toleransi yang disukai tiram mutiara. Hasil pengamatan kualitas air seperti suhu 26,8 oC 28,9 oC, pH 78, salinitas 3234 ppt serta kecepatan arus 2027 cm/detik.
Pole and Line Fishery Sustainability Status Based on Business Feasibility At the Bacan Coastal Fishing Port, South Halmahera Regency Adi Noman Susanto
Agrikan: Jurnal Agribisnis Perikanan Vol 14, No 2 (2021)
Publisher : Sangia Research Media and Publishing LLC

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29239/j.agrikan.14.2.278-285

Abstract

The waters of Bacan Island are a fishing ground for skipjack tuna (Katsuwonus pelamis), using pole and line fishing gear with FADs. The pole and line fishery business carried out by fishermen or entrepreneurs at the Bacan coastal fishing port should earn a continuous profit. Therefore, a business feasibility study on the pole and line fishery business is very important given the considerable uncertainty in the business, because this fishery business is highly dependent on the fishing season and natural factors. The research has been carried out in the coastal fishing port of Bacan. Data collection in the field was carried out for 2 weeks, from 6 to 19 May 2021. The study used a descriptive survey method. Data related to investment, operational, maintenance costs, average number of catches/trips, average number of fishing trips and fish prices were obtained through structured interviews using questionnaires with respondents (ship owners, skippers, and crew fishermen). Sampling of respondents was done by purposive sampling. The results showed that financially (profit) and investment (Net B/C, IRR, BEP, and PP) the pole and line fishery business KM Mina Maritim 145 capacity 30 GT and KM Inka Mina 520 capacity 37 GT was feasible to be cultivated throughout the year. Based on business feasibility (financial and investment criteria), the huhate fishery business of the two ships has high sustainability. The pole and line fishery business in the research location has a high sustainability status, therefore it needs attention from the local government, so that the fishery business continues for the sake of increasing regional income and community welfare while still paying attention to the sustainability of the natural resources used.
Analisis usaha pengolahan kopi jahe instan di Ternate Yonette Maya Tupamahu
Agrikan: Jurnal Agribisnis Perikanan Vol 7, No 2 (2014)
Publisher : Sangia Research Media and Publishing LLC

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29239/j.agrikan.7.2.68-74

Abstract

Penelitian bertujuan untuk mengetahui proses produksi kopi jahe instan, mengetahui besarnya keuntungan industri kecil,, dan menganalisis besarnya nilai tambah pengolahan kopi jahe instan. Metode analisis data yang digunakan yaitu teknik analisis kualitatif mengenai proses produksi kopi jahe instan dan analisis kuantitatif, yaitu analisis pendapatan dan nilai tambah Metode Hayami. Hasil penelitian menunjukkan proses produksi kopi jahe instan adalah : a) kopi dan jahe dicuci bersih lalu jahe dikupas dan diiris; b) kopi dan jahe dijemur; c) kopi dan jahe disangrai secara terpisah; d) kopi dan jahe digiling secara terpisah hingga menjadi bubuk; e) bubuk kopi dan jahe dicampur;  f) pengemasan; g) pemasaran. Besarnya pendapatan industri kecil kopi jahe instan adalah Rp 103.706.496 per tahun. Nilai tambah yang diperoleh dari pengolahan 1 kg bahan baku kopi jahe adalah Rp. 26.355,52 per kg. Nilai tambah yang diperoleh masih merupakan nilai tambah kotor, karena belum dikurangi dengan imbalan tenaga kerja. Rasio nilai tambah yang diperoleh yaitu 57,29%, berarti dalam pengolahan kopi dan jahe menjadi produk bubuk kopi jahe, memberikan nilai tambah sebesar 57,29% dari nilai produk. Imbalan tenaga kerja pengolahan kopi jahe yaitu sebesar Rp 4.750 atau 18,02 % dari nilai tambah. Sedangkan keuntungan adalah sebesar Rp 21.605,52 atau 81,98 % dari nilai produk.
Indeks Keberlanjutan Pembangunan Pulau Kecil untuk Wisata Bahari Menggunakan Modifikasi Kombinasi Rapsmile dan Rapbeachtour (Studi Kasus Pulau Benan dan Pulau Abang, Kepulauan Riau) Apdillah, Dony; Susilo, Setyo Budi; Kurniawan, Rika; Amrifo, Viktor
Agrikan: Jurnal Agribisnis Perikanan Vol 13, No 1 (2020)
Publisher : Sangia Research Media and Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29239/j.agrikan.13.1.127-138

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menilai status keberlanjutan pembangunan pulau kecil untuk kepentingan pariwisata bahari di Pulau Benan dan Pulau Abang, Kepulauan Riau. Modifikasi dari kombinasi metode Rapsmile dan Rapbeachtour menghasilkan Rapsmiletourman yang berbasis metode Rapfish telah digunakan dalam kajian ini. Modifikasi metode dimaksudkan untuk melengkapi metode sebelumnya agar dihasilkan metode yang memiliki kekhususan dalam menilai pembangunan pulau-pulau kecil yang berorientasi spesifik pada kepentingan pariwisata bahari. Hasil penelitian menunjukan bahwa pembangunan pulau kecil di Pulau Benan untuk kepentingan pariwisata bahari berada dalam status cukup berkelanjutan sementara Pulau Abang masih berada dalam status kurang berkelanjutan. Berdasarkan indikator (atribut) dari lima dimensi yang dipertimbangkan, dimensi teknologi dan kelembagaan di kedua pulau memberikan peran yang besar dalam membentuk indeks keberlanjutan pembangunan pulau.
Impact of Covid-19 on Income of Tilapia (Oreochromis niloticus) and Carp (Cyprinus carpio) Cultivation in Saketi District, Pandeglang Regency, Banten Province Ryan Gagas Setiyanto
Agrikan: Jurnal Agribisnis Perikanan Vol 15, No 1 (2022): SI: The Turning Point
Publisher : Sangia Research Media and Publishing LLC

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29239/j.agrikan.15.1.182-187

Abstract

Tilapia is a freshwater fish commodity that is widely cultivated. Another type of fish that is widely cultivated and favored by the community is goldfish. Carp is one type of fish that has high economic value and is widely cultivated because it has a high adaptability to environmental conditions and available food. The fisheries sector has an important role for the country, because it employs many people directly or indirectly, provides food and contributes to survival. The impact of the Covid-19 pandemic is worsening public health, eliminating jobs and people's income. The purpose of this study was to determine the income of tilapia cultivation business actors in Saketi District before and after the covid-19 pandemic and to find out the factors that affect the income of tilapia fish farming business actors in Saketi District after covid-19. The location of data collection is carried out in November-December 2021. Data collection is carried out in Saketi District, Pandeglang Regency, Banten. The location chosen in this research is Saketi District, Pandeglang Regency, Banten. The main impact experienced by cultivators is a declining level of sales and high production costs. The percentage increase in the selling price of tilapia reached 28.57% and the increase in carp reached 62.16% since the start of the pandemic. The dependence of aquaculture business actors on feed results in high production costs, so that aquaculture business actors reduce production in order to overcome the declining amount of income and increasing feed prices.
Analisis karakteristik transformasi industri penangkapan dalam komunitas masyarakat nelayan (Studi kasus masyarakat nelayan di Desa Panambuang Kab. Halmahera Selatan Provinsi Maluku Utara) Armain Naim
Agrikan: Jurnal Agribisnis Perikanan Vol 4, No 2 (2011)
Publisher : Sangia Research Media and Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29239/j.agrikan.4.2.22-17

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk (1) Mengidentifikasi Karakteristik transformasi industri penangkapan yang berlangsung pada komunitas masyarakat nelayan di Desa Panambuang Kec. Bacan Selatan terkait dengan perkembangan investasi, teknologi alat tangkap dan manajemen, (2) Menganalisis proses berlangsungnya transformasi ikatan Patron-klien, akibat terjadinya kelompok kerja pada alat tangkap pole and line, (3) Menganalisis strategi masyarakat nelayan dalam pengembangan usaha perikanan tangkap yang berkelanjutan ditengah terus berlangsungnya proses diferensiasi sosial, komersialisasi ekonomi akibat transformasi teknologi alat tangkap. Hasil penelitian menunjukkan bahwa transformasi teknologi alat tangkap pole and line pada waktu yang akan datang diharapkan dapat memberikan dampak yang baik dalam upaya memperoleh hasil tangkapan yang optimal. Hal ini dapat dipahami mengingat dalam pelaksanaannya di lapangan bahwa akses kebutuhannya terhadap sumberdaya perikanan sangat dipengaruhi oleh kekuatan modal yang dimiliki oleh pemilik kapal. Mekanisme patron klien sebagai (institusi ekonomi) tidak bisa memberikan solusi bagi pemerataan kesempatan dan akses yang merata terhadap sumberdaya alam. Bila hal ini terus berlangsung dan sumberdaya ikan terus menurun karena tingkat penangkapan yang tinggi, dikhawatirkan dapat menjadi pemicu pecahnya konflik horizontal antar kelompok-kelompok nelayan
Pengaruh bobot bibit berbeda terhadap pertumbuhan rumput laut (Kappaphycus alvarezii) strain coklat metode long line menggunakan rumpon ganda Rochmady Rochmady; Sulaeman Sulaeman; La Saluddin
Agrikan: Jurnal Agribisnis Perikanan Vol 8, No 2 (2015)
Publisher : Sangia Research Media and Publishing LLC

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29239/j.agrikan.8.2.1-7

Abstract

Pengetahuan tentang budidaya rumput laut terkait upaya mendapatkan hasil produksi yang besar diduga terkait erat dengan penggunaan bobot awal bibit. Penelitian dilaksanakan untuk mengetahui pengaruh bobot awal bibit yang berbeda terhadap pertumbuhan rumput laut K. alvarezii strain coklat metode long line menggunakan rumpun ganda. Penelitian dilaksanakan bulan Maret-April 2014. Perlakuan penelitian terdiri atas bobot awal bibit sebesar 50±0,05g, 75±0,05g, dan 100±0,05g. Pengamatan bobot rumput laut dilakukan dengan interval waktu 9 hari sekali pengamatan, selama 45 hari pemeliharaan. Desain penelitian menggunakan model Rancangan Acak Lengkap (RAL). Parameter yang diuji Pertumbuhan Mutlak (PM) dan Laju Pertumbuhan Spesifik (LPS). Data hasil pengukuran dianalisis menggunakan sidik ragam (ANOVA). Hasil analisis menunjukkan pertumbuhan mutlak tertinggi diperoleh pada rumput laut dengan bobot awal bibit sebesar 100±0,05g mencapai  bobot sebesar 556,41g dan terendah pada bobot awal bibit sebesar 50±0,05g mencapai bobot sebesar 366,71g. Sementara Laju Pertumbuhan Spesifik (LPS) tertinggi diperoleh pada rumput laut dengan bobot awal bibit sebesar 50±0,05g mencapai 15,55% dan terendah pada bobot awal bibit sebesar 100±0,05g mencapai 13,99%. Perlakuan bobot awal bibit rumput laut K. alvarezii strain coklat metode long line menggunakan rumpun ganda memberikan pengaruh terhadap pertumbuhan mutlak (PM), laju pertumbuhan spesifik (LPS) selama masa pemeliharaan.
Kajian beberapa disain alat tangkap bubu dasar di perairan Kepulauan Ternate Propinsi Maluku Utara Fikri R. Malik
Agrikan: Jurnal Agribisnis Perikanan Vol 6, No 1 (2013)
Publisher : Sangia Research Media and Publishing LLC

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29239/j.agrikan.6.1.52-57

Abstract

Alat tangkap bubu dasar di perairan kepulauan ternate provinsi Maluku Utara masih banyak digunakan. Penelitian ini bertujuan untuk mendisain bubu dasar sehingga dapat meningkatkan hasil tangkapan yang diinginkan, menentukan efektifitas disain bubu dasar untuk menangkap ikan target berdasarkan aspek biologis, aspek teknis, dan aspek ekonomis, kemudian menganalisis kelayakan usaha dari desain alat tangkap bubu dasar. Penelitian ini menggunakan tiga jenis alat tangkap bubu dasar yaitu bubu dasar hasil disain tipe ‘+’, bubu dasar hasil disain tipe Y, dan bubu dasar tradisional yang biasa dipakai nelayan di Kepulauan Ternate. Pengoperasian ketiga tipe bubu dasar dilaksanakan selama 30 kali secara bersamaan. Analisis dilakukan terhadap aspek biologis, aspek teknis dan aspek ekonomis. Penelitian ini menunjukkan bahwa disain alat tangkap bubu dasar tipe ‘+’ lebih efektif untuk menangkap ikan target berdasarkan aspek biologis, aspek teknis, dan aspek ekonomis dibandingkan alat tangkap bubu dasar tradisional. Penggunaan desain alat tangkap bubu “+” dapat meningkatkan hasil tangkapan ikan demersal ekonomis penting. Hasil analisis R/C rasio dan BEP, disain alat tangkap bubu dasar tipe ‘+’ layak secara ekonomis untuk dikembangkan oleh nelayan sebagai jenis alat tangkap bubu alternatif.
The influence of fishing tools using different feed towards variation of Loligo sp. catches in the Takalar Sea of South Sulawesi, Indonesia Daris, Lukman; Massiseng, Andi Nur Apung; Jaya, Jaya; Irsandi, Irsandi
Agrikan: Jurnal Agribisnis Perikanan Vol 14, No 1 (2021)
Publisher : Sangia Research Media and Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29239/j.agrikan.14.1.25-32

Abstract

Fishery is one of the human activities to utilize aquatic resources in fresh, brackish and marine waters. This effort is made to meet the needs of human life for the availability of animal protein for growth and as a source of meeting other economic needs. Fishery business consists of components that are interrelated with one another, namely capture fisheries and aquaculture and supported by marketing and processing of fishery products. One of the fishing gear used by fishermen around the coast is a hand line. The purpose of this study was to find out which light are effective in the operation of hand line fishing gear in Takalar waters. The data collection technique was done by using the trial method (Expermental fishing), by conduction trials using two different lamps, namely LED lights (light emitting diode) and petromax lamps. This research was conducted in Takalar Waters in July-August 2020. The results showed that the size structure of the squid and cuttlefish caught on the LED lights ranged from 6- 27.5 cm, totaling 310 tail, weighing 41.15 kg (69.51%), whilw the size structure of the squid caught in the petromax lamp ranges 9,5-27,6 cm totaling 136 tail, weighing 17.91 kg (30.49%), significantly different from the result of t-student.
Efektivitas Program CCDP-IFAD terhadap Mutu Mikrobiologi dan Organoleptik Ikan Asap di Kota Ternate (Studi Kasus Kelompok Industri Pengasapan Kelurahan Faudu Kecamatan Pulau Hiri) Ibnu Wahab Laitupa
Agrikan: Jurnal Agribisnis Perikanan Vol 10, No 1 (2017)
Publisher : Sangia Research Media and Publishing LLC

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29239/j.agrikan.10.1.22-26

Abstract

Sumberdaya ikan yang begitu besar tak berbanding lurus dengan realita masyarakat pesisir Kota Ternate yang masih di bawah garis kemiskinan. Program Coastal Community Development Project – International Fund for Agricultural Development (CCDP-IFAD) hadir sebagai upaya pemberdayaan ekonomi, salah satunya upaya pengembangan industri pengasapan ikan. Penelitian ini dimaksudkan sebagai penelitian evaluatif dan bertujuan menganalisis efektivitas program CCDP-IFAD terhadap mutu mikrobiologi dan organoleptik ikan asap dari nelayan penerima program serta pendapatan nelayan pengasapan ikan di Kelurahan Faudu Kota Ternate. Metode yang digunakan adalah kualitatif dan kuantitatif. Analisis inferensi sampel berpasangan untuk membandingkan nilai pendapatan, dan analisis ragam untuk membandingkan mutu organoleptik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) Uji inferensi sampel berkesimpulan bahwa adanya program tidak berpengaruh signifikan pada kenaikan pendapatan (2) Uji organoleptik pada parameter kenampakan, rasa, aroma dan tekstur berdasarkan analisis ragam tidak berbeda nyata dengan produk domestik. Uji Mikrobiologi (ALT) menujukkan bahwa seluruh produk memenuhi standar SNI.