cover
Contact Name
Bhimo Rizky Samudro
Contact Email
bhimosamudro@staff.uns.ac.id
Phone
+6282241068480
Journal Mail Official
jiep@mail.uns.ac.id
Editorial Address
Department of Development Economiecs Faculty of Economics and Business, Universitas Sebelas Maret Jl Ir. Sutami 36A Kentingan Surakarta 57126 Central Java Province, Indonesia
Location
Kota surakarta,
Jawa tengah
INDONESIA
Jurnal Ilmu Ekonomi dan Pembangunan
ISSN : 14122200     EISSN : 25481851     DOI : https://doi.org/10.20961/jiep
The Jurnal Ilmu Ekonomi dan Pembangunan (JIEP) invites papers on a wide range of topics, including the following : Economic Theories and Methodologies Econometric Finance and Monetary Economy Review of Government Policy and Macroeconomic Regional Economy Globalization and Localization Approach to Economic Political Economy Institutional Economy Environmental Economy Health Economy & Public Health Sustainable Economy Pancasila Economy, Grass-Roots Based Economy, Islam Economy, and other critical study.
Articles 144 Documents
AFFECTING FACTORS FARMER WELFARE IN INDONESIA Herry Maridjo; Yohanes Maria Vianey Mudayen
Jurnal Ilmu Ekonomi dan Pembangunan Vol 23, No 2 (2023): Jurnal Ilmu Ekonomi dan Pembangunan
Publisher : EP FEB UNS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/jiep.v23i2.60442

Abstract

This study aims to analyze the factors influencing the economic welfare of farmer households in Indonesia, focusing on the impact of arable land area, total production costs, labor allocation, and the percentage of land ownership. The research also seeks to specify the agricultural household economic model and propose alternative policy measures to enhance farmer welfare. Utilizing data from the Indonesian Family Life Survey (IFLS), the study employs Ordinary Least Squares (OLS) and Fixed Effect panel data models for analysis. The findings reveal that larger arable land areas, increased workload, and higher percentages of owned land significantly improve national farming income, thereby enhancing farmer welfare. Conversely, higher total production costs negatively impact welfare levels in both upland and rice field contexts. The economic model's specifications across eight structural equations align well with theoretical expectations, indicating robustness and consistency with observed agricultural phenomena. Policy simulations suggest that promoting employment opportunities in the off-farm sector could be an effective strategy to boost farmer welfare. Such policies may lead to a reduction in labor allocated to agriculture, increased overall household income, higher expenditures on food consumption from agricultural outputs, and an expanded household income surplus. These findings provide valuable insights for policymakers aiming to formulate targeted interventions that address the challenges faced by farmers, ultimately improving their economic well-being and ensuring sustainable agricultural development in Indonesia.
ANALISIS KETIMPANGAN PENDAPATAN TERHADAP KUALITAS LINGKUNGAN HIDUP DI INDONESIA Aaqilla Shafa Adelia
Jurnal Ilmu Ekonomi dan Pembangunan Vol 22, No 1 (2022): Jurnal Ilmu Ekonomi dan Pembangunan
Publisher : EP FEB UNS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/jiep.v22i1.88600

Abstract

Pergeseran arah pembangunan ekonomi dari sektor pertanian ke sektor industri di Indonesia berdampak pada kualitas lingkungan hidup. Peningkatan aktivitas ekonomi yang terkonsentrasi pada sektor industri menyebabkan percepatan pertumbuhan ekonomi, namun juga mengakibatkan peningkatan penggunaan sumber daya dalam proses produksi. Masalah seperti ketimpangan pendapatan, tingginya kepadatan penduduk, dan proses industrialisasi juga turut berkontribusi terhadap penurunan kualitas lingkungan. Artikel ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh pertumbuhan ekonomi, ketimpangan pendapatan, kepadatan penduduk, dan industrialisasi terhadap kualitas lingkungan hidup di Indonesia. Pendekatan penelitian yang digunakan adalah pendekatan kuantitatif menggunakan data sekunder dan analisis yang dilakukan menggunakan metode regresi panel dengan menggabungkan data cross-section dari 34 Provinsi di Indonesia dan data time- series dari tahun 2015 hingga 2020. Model terbaik yang dihasilkan adalah Model Random Effect. Temuan penelitian menunjukkan bahwa pertumbuhan ekonomi, ketimpangan pendapatan, dan kepadatan penduduk memiliki pengaruh signifikan dan berdampak negatif terhadap kualitas lingkungan, sementara industrialisasi tidak memiliki pengaruh yang signifikan terhadap kualitas lingkungan hidup.Kata Kunci: Kualitas Lingkungan, Pertumbuhan Ekonomi, Ketimpangan Pendapatan, Kepadatan Penduduk, IndustrialisasiJEL Klasifikasi: Q56, O47, D31, J11, L52
DETERMINANTS OF WORKING STATUS OF THE ELDERLY POPULATION IN THE BANGKA BELITUNG ISLANDS PROVINCE Sri Hapsari Murni Handayani
Jurnal Ilmu Ekonomi dan Pembangunan Vol 23, No 1 (2023): Jurnal Ilmu Ekonomi dan Pembangunan
Publisher : EP FEB UNS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/jiep.v23i1.58032

Abstract

This study examines the factors influencing employment among the elderly population in the Bangka Belitung Islands, where the elderly population increased by 41,85% from 2010 to 2020, reaching 8,27%. Notably, 45,38% of the elderly were employed in 2020. Using data from the 2020 National Socio-Economic Survey (SUSENAS), this research analyzes individuals aged 60 and above through descriptive analysis and binary logistic regression. The results indicate significant predictors of employment among the elderly include rural residency, being the head of the household, gender, age, and marital status. Specifically, elderly individuals who live in rural areas, are male, currently married, aged 60-69, and are household heads are more likely to be employed. In contrast, poverty status and education level do not significantly impact employment. This study highlights the demographic and social factors that influence the employment tendencies of the elderly, providing insights for policy development to support this population segment.
ANALISIS KINERJA KEUANGAN PENGUSAHA BATIK DI KAMPOENG BATIK LAWEYAN (STUDI KASUS SEBELUM DAN PASCA PANDEMI COVID-19) Bielsa Aditya Denora; Guntur Riyanto
Jurnal Ilmu Ekonomi dan Pembangunan Vol 21, No 2 (2021): Jurnal Ilmu Ekonomi dan Pembangunan
Publisher : EP FEB UNS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/jiep.v21i2.88584

Abstract

Kota Surakarta adalah salah satu produsen batik di Indonesia. Kampoeng Batik Laweyan merupakan salah satu destinasi wisata penghasil batik di Kota Surakarta. Mayoritas pelaku industri batik di Kampoeng Batik Laweyan merupakan UMKM. UMKM batik di Kampoeng Batik Laweyan masih menggunakan peralatan yang tradisional. Adanya pandemi Covid-19 pada tahun 2020 memberikan dampak yang signifikan terhadap kinerja keuangan Kampoeng Batik Laweyan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh adopsi teknologi, modal, letak usaha, pengalaman usaha, dan jumlah tenaga kerja sebagai variabel kontrol dalam melihat perbaikan kinerja keuangan UMKM. Penelitian ini dilakukan dengan pendekatan kuantitatif menggunakan analisis regresi linier berganda dengan menggunakan data cross section dengan alat analisis IBM SPSS Statistics 25. Data yang digunakan dalam penelitian ini berupa data primer yang didapatkan dari para pelaku UMKM batik di Kampoeng Batik Laweyan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kinerja keuangan UMKM belum mengalami perbaikan kinerja keuangan sepenuhnya sejak terjadinya pandemi Covid-19. Berdasarkan hasil uji hipotesis didapatkan hasil bahwa adopsi teknologi dan modal memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap perbaikan kinerja keuangan UMKM batik, sedangkan jumlah tenaga kerja berpengaruh negatif dan signifikan, serta letak usaha dan pengalaman usaha tidak berpengaruh signifikan terhadap perbaikan kinerja keuangan UMKM batik di Kampoeng Batik Laweyan.Kata Kunci: UMKM, Kinerja Keuangan, Pasca Covid-19JEL Klasifikasi: L26, G30, I18
NONPARAMETRIC TRUNCATED SPLINE REGRESSION MODELING ON POVERTY RATES IN NORTH SUMATRA Hasrat Ifolala Zebua
Jurnal Ilmu Ekonomi dan Pembangunan Vol 23, No 1 (2023): Jurnal Ilmu Ekonomi dan Pembangunan
Publisher : EP FEB UNS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/jiep.v23i1.48665

Abstract

This study aims to investigate the relationship between the Human Development Index (HDI) and poverty levels in North Sumatra. Using data from Central Bureau of Statistics (BPS), the study employs a nonparametric truncated spline regression model to analyze the relationship. The findings reveal that HDI significantly impacts poverty levels, with higher HDI associated with lower poverty rates. The model used in this study offers a robust approach to understanding the dynamics between HDI and poverty, and the results underscore the importance of improving HDI to reduce poverty. The research highlights an R-Squared value of 82.35%, indicating a strong correlation between HDI and poverty in the region.
ANALYSIS OF THE FACTORS THAT INFLUENCE POVERTY IN THE DISTRICTS/CITIES OF YOGYAKARTA SPECIAL REGION Nuryana Nurul Hasanah; Unggul Priyadi
Jurnal Ilmu Ekonomi dan Pembangunan Vol 24, No 1 (2024): Jurnal Ilmu Ekonomi dan Pembangunan
Publisher : EP FEB UNS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/jiep.v24i1.83365

Abstract

This study aims to identify the key factors influencing poverty in the districts/cities of Yogyakarta from 2010 to 2019 using panel data regression analysis. The Fixed Effect Model was determined to be the most appropriate for this analysis. The findings reveal that the Human Development Index (IPM), average years of schooling, open unemployment rate, and minimum wage are significant determinants of poverty in the region. The model explains 99.54% of the variation in poverty levels (R² = 0.9954). These results underscore the importance of targeted policy interventions in education, employment, and wage regulation to effectively reduce poverty in Yogyakarta.
ANALISIS FAKTOR FAKTOR YANG MEMENGARUHI KEPUTUSAN WANITA MENJADI WIRAUSAHAWAN (STUDI KASUS PENGUSAHA CATERING/MAKANAN DI KECAMATAN POLOKARTO KABUPATEN SUKOHARJO) Sinta Dewi Laksmi Santosa; Dwi Prasetyani
Jurnal Ilmu Ekonomi dan Pembangunan Vol 21, No 1 (2021): Jurnal Ilmu Ekonomi dan Pembangunan
Publisher : EP FEB UNS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/jiep.v21i1.88562

Abstract

Wanita sebagai agen perubahan dan pembangunan sudah tidak diragukan lagi kemampuannya. Data Ikatan Wanita Pengusaha Indonesia tahun 2015 sebanyak 60% dari 49,9 juta jumlah pengusaha di Indonesia adalah wanita. Meningkatnya jumlah pengusaha wanita ini menjalar dan masuk di setiap kabupaten bahkan pada tingkat kecamatan dalam bentuk Usaha Kecil Mikro dan Menengah (UMKM) dan menjadi kekuatan ekonomi yang baru muncul . Pengusaha wanita tumbuh semakin banyak sejalan dengan kebutuhan di lingkungan masyarakat , serta tuntutan pribadi untuk melakukan suatu hal yang bermanfaat dan menghasilkan uang. Tujuan dari penelitian ini guna mengetahui factor factor yang berpengaruh terhadap keputusan wanita berwirausaha terkhusus UMKM catering atau makanan. Faktor factor tersebut diukur melalui enam variable yaitu : minat , motivasi , social media, pemberdayaan diri , modal, dan peran suami. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan data primer dari 64 responden pengusaha wanita yang berasal dari Kecamatan Polokarto Kabupaten Sukoharjo. Teknik pencarian data penelitian dengan menggunakan kuesioner. Model ini diuji dengan data dari survei di antara 64 pengusaha wanita di Kecamatan Polokarto Sukoharjo menggunakan Teknik Analisis Faktor. Hasil reduksi dan penamaan factor baru ,mengonfirmasi bahwa faktor dominan utama didominasi oleh dukungan keluarga, minat, dan motivasi. Dukungan keluarga menjadi keputusan utama bagi wanita di Kecamatan Polokarto Kabupaten Sukoharjo untuk menjadi wirausahawan.Kata Kunci: Pengusaha Wanita, UMKM, KeputusanJEL Klasifikasi: L26, O12, O16
CITY RESILIENCE STRATEGIES IN DEALING WITH THE AFTERMATH OF THE COVID-19 PANDEMIC: USING SOCIO-ECOLOGICAL SYSTEMS Faizah Lailaturrohmah; Achmad Room Fitrianto
Jurnal Ilmu Ekonomi dan Pembangunan Vol 22, No 2 (2022): Jurnal Ilmu Ekonomi dan Pembangunan
Publisher : EP FEB UNS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/jiep.v22i2.53990

Abstract

This study addresses the critical problem of urban vulnerability exposed by the Covid-19 pandemic, aiming to identify and evaluate effective resilience strategies within urban environments. Utilizing a qualitative descriptive methodology, this research draws on an extensive review of literature and environmental observations to analyze the strategies employed by cities in response to the pandemic. The study focuses on the socio-ecological systems approach, exploring how it can be applied to strengthen urban resilience. The findings reveal that resilience can be significantly enhanced through strategies that emphasize community engagement, adaptive governance, and the development of sustainable infrastructure. These insights provide valuable guidance for policymakers and urban planners in crafting resilient cities capable of withstanding future crises. The study concludes that a holistic, community-driven approach is essential for fostering urban resilience in the face of global challenges.
DEMAND ANALYSIS OF WHITE CRYSTAL SUGAR IN INDONESIA Atri Cahyaningtyas; Fx. Sugiyanto; Aranka Ignasiak –Szulc
Jurnal Ilmu Ekonomi dan Pembangunan Vol 23, No 2 (2023): Jurnal Ilmu Ekonomi dan Pembangunan
Publisher : EP FEB UNS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/jiep.v23i2.62073

Abstract

This study aims to analyze the impact of white crystal sugar prices, brown sugar prices, tea prices, and income on the demand for white crystal sugar in Indonesia, addressing the ongoing supply deficit caused by inefficiencies in the national sugar industry. As sugar is a staple food in Indonesia, maintaining a stable supply and price is crucial. This research utilizes a quantitative approach through linear regression analysis of panel data, using secondary data from the Central Statistics Agency (BPS) and the Ministry of Agriculture, covering annual data from 34 provinces in Indonesia from 2015 to 2019. The findings reveal that, during this period, the demand for white crystal sugar showed a negative trend, while prices of brown sugar, tea, and income levels exhibited a positive trend. At a 0.05 significance level, all independent variables, except for brown sugar prices, significantly affect white crystal sugar demand. Interestingly, by incorporating the income effect as a control variable, white crystal sugar demonstrates characteristics of Giffen goods, suggesting that higher income does not necessarily reduce its consumption. These findings highlight the unique demand patterns of sugar in Indonesia and imply that policy measures should focus on addressing supply chain inefficiencies to stabilize the sugar market and ensure affordability for the lower-income population.
PENENTU PERTUMBUHAN SEKTOR PERTANIAN DI INDONESIA Hilmi Abqori; Siti Aisyah Tri Rahayu
Jurnal Ilmu Ekonomi dan Pembangunan Vol 22, No 1 (2022): Jurnal Ilmu Ekonomi dan Pembangunan
Publisher : EP FEB UNS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/jiep.v22i1.88601

Abstract

Potensi kekayaan sumber daya alam menjadikan sektor pertanian sebagai penyumbang ekonomi yang baik. Dilakukannya penelitian ini dengan tujuan untuk mengetahui penentu laju pertumbuhan sektor pertanian di Indonesia tahun 1988 - 2021. Penggunaan metode kuantitatif dan dukungan model analisis Error Correction Model (ECM). Didapatkan hasil bahwa bahwa luas lahan, anggaran pengeluaran pemerintah untuk sektor pertanian, penanaman modal dalam negeri untuk sektor pertanian dan ekspor pertanian berpengaruh positif dan signifikan terhadap pertumbuhan sektor pertanian Indonesia dalam jangka panjang. Sementara anggaran pengeluaran pemerintah untuk sektor pertanian dan ekspor pertanian berpengaruh positif dan signifikan dalam jangka pendek. Namun untuk lahan pertanian dan penanaman modal untuk sektor pertanian berpengaruh positif namun tidak signifikan terhadap pertumbuhan sektor pertanian Indonesia. Selain itu, alat penunjang pertanian tidak dapat memberikan dampak positif dan signifikan terhadap pertumbuhan sektor pertanian di Indonesia baik dalam jangka panjang maupun jangka pendek.Kata Kunci: Luas Lahan, Anggaran belanja Pemerintah, Bantuan Alat dan Mesin, Penanaman Modal Dalam Negeri, Ekspor, Produk Domestik BrutoJEL Klasifikasi: Q15, H61, H54, E22, F14, E01