cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota ambon,
Maluku
INDONESIA
Jurnal Bimbingan dan Konseling Terapan
Published by Universitas Pattimura
ISSN : 25494511     EISSN : 25499092     DOI : -
Core Subject : Education, Social,
Jurnal Bimbingan dan Konseling Terapan ISSN: 2549-4511 (print), ISSN: 2549-9092 (online) has been published by Pattimura University, focused on: Guidance and counseling, Education and Psychology.
Arjuna Subject : -
Articles 7 Documents
Search results for , issue "Volume 3, Issue 2, July 2019" : 7 Documents clear
Kesiapan Belajar Siswa SMP Negeri 21 Kerinci Novrialdy, Eryzal; Syahniar, Syahniar; Said, Azrul; Atyarizal, Rozi
Jurnal Bimbingan dan Konseling Terapan Volume 3, Issue 2, July 2019
Publisher : Guidance and Counseling Study Program, Pattimura University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30598/jbkt.v3i2.1008

Abstract

Kesiapan belajar merupakan bagian integral dari kegiatan belajar. Gangguan kondisi fisik, kurangnya peralatan belajar, kurangnya motivasi dalam belajar, kurangnya keterampilan belajar dan kurangnya kemauan untuk mengulang pelajaran membuat siswa tidak siap untuk memberikan respon yang tepat dalam kegiatan belajar. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan kesiapan belajar siswa yang dilihat dari kondisi fisik, mental, emosional, kebutuhan, motif, tujuan, keterampilan belajar dan pengetahuan sebelumnya. Jenis penelitian ini adalah penelitian deskriptif yang menggambarkan kesiapan belajar siswa di SMP N 21 Kerinci. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah skala kesiapan belajar. Sampael penelitian ini berjumlah 101 siswa SMP N 21 Kerinci. Berdasarkan hasil penelitian terungkap bahwa rata-rata kesiapan belajar siswa berada pada kategori sedang. Hasil penelitian ini diharapkan dapat menjadi masukan bagi guru Bimbingan dan Konseling dalam membuat program layanan untuk meningkatkan kesiapan belajar siswa.
PENGEMBANGAN MEDIA CAREER MAP UNTUK MEMBANTU PERENCANAAN KARIER SISWA KELAS X SMA NEGERI 12 SURABAYA Sitompul, Nelly; Wiyono, Bambang Dibyo
Jurnal Bimbingan dan Konseling Terapan Volume 3, Issue 2, July 2019
Publisher : Guidance and Counseling Study Program, Pattimura University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30598/jbkt.v3i2.846

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menghasilkan sebuah produk yaitu media Career Map yang dapat memenuhi kriteria akseptabilitas, sehingga dapat membantu perencanaan karier siswa. Model pengembangan yang digunakan peneliti adalah model pengembangan 4D yang terdiri dari 4 tahap, yaitu: Define (Pendefinisian), Design (Perancangan), Develop (Pengembangan) dan Disseminate (Penyebaran). Model pengembangan ini dikembangkan oleh S. Thiagarajan, Dorothy S. Semmel, dan Melvyn I. Semmel. Peneliti membatasi penelitian pengembangan ini sampai pada tahap 3, yaitu Develop (Pengembangan) dan tidak melakukan tahap 4, yaitu Disseminate (Penyebaran). Setelah media Career Map selesai dikembangkan, maka perlu adanya uji validasi dan uji coba. Hasil yang diperoleh dari uji ahli materi adalah 81,95 % dengan kategori penilaian produk sangat baik, tidak perlu revisi dan hasil untuk buku panduan adalah 83,3 % dengan kategori sangat baik, tidak perlu revisi. Selanjutnya, dari uji ahli media diperoleh  96,2 % dengan kategori sangat baik, tidak perlu revisi dan hasil untuk buku panduan 98 % dengan kategori sangat baik, tidak perlu revisi. Kemudian, calon pengguna (Konselor) diperoleh hasil 95,8 % dengan kategori sangat baik, tidak perlu revisi dan oleh calon pengguna (siswa) diperoleh hasil 88,8 % dengan kategori sangat baik, tidak perlu revisi. Dengan demikian produk berupa media Career Map telah memenuhi kriteria akseptabilitas yang mencakup aspek kegunaan, kelayakan, ketepatan dan kepatutan.
Peran Konselor dalam Meningkatkan Perilaku Prososial Anak Dengan Media Permainan Bentengan Dwi Pratama, Beny
Jurnal Bimbingan dan Konseling Terapan Volume 3, Issue 2, July 2019
Publisher : Guidance and Counseling Study Program, Pattimura University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30598/jbkt.v%vi%i.792

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi dari temuan banyaknya anak yang memiliki perilaku prososial rendah. Perilaku prososial rendah ini, terlihat dari kurangnya kesadaran anak untuk mengembangkan kemampuan yang dimilikinya, kurangnya bekerja sama dengan orang lain (membina hubungan), kurang bisa saling menghargai dan menghormati, kesulitan dalam diri anak untuk berbagi dengan temannya dan kurangnya mengikuti aturan-aturan atau pelajaran yang diberikan oleh guru. Dari kasus tersebut, penelitian ini bisa menjadi dasar pengembangan pedoman bagi guru dalam membantu permasalahan anak yang memiliki perilaku prososial rendah kedepannya. Oleh Karena itu, dalam penelitian ini tim kami fokus untuk meningkatkan perilaku prososial anak di TK Perwanida Kepatihan Kabupaten Ponorogo. Strategi yang kami pakai dalam meningkatkan perilaku prososial tersebut melalui layanan bimbingan kelompok dengan media permainan bentengan.Penelitian ini menggunakan model analisis interaktif (Interactive Model of Analisys) yang memiliki tiga komponen yaitu : reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Dari hasil teknik analisa data diatas terdapat peningkatan sebelum dilakukannya siklus dan setelah dilakukan siklus. Hal ini berarti bahwa gejala masalah perilaku prososial yang ditunjukkan oleh siswa di TK Perwanida Kepatihan Ponorogo setelah mendapatkan layanan bimbingan kelompok dengan menggunakan media permainan bentengan mengalami peningkatan. Dengan demikian, maka dapat disimpulkan bahwa layanan bimbingan kelompok dengan menggunakan media permainan bentengan dapat meningkatkan perilaku prososial anak.Kata Kunci: Prososial, Layanan Bimbingan Kelompok, Permainan Bentengan
Peningkatan Self Concept Siswa Sekolah Dasar Melalui Teknik Scaffolding Takaria, Johannis -
Jurnal Bimbingan dan Konseling Terapan Volume 3, Issue 2, July 2019
Publisher : Guidance and Counseling Study Program, Pattimura University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30598/jbkt.v3i2.1024

Abstract

AbstractThe purpose of the study was to analyze the differences in the increase in self-concept of elementary school students through scaffolding techniques in Saparua District, Central Maluku Regency, Maluku Province. The method used was a quasi-experimental design with one group pretest-posttest and involved 30 elementary school students as research samples. The test uses paired sample t-test and it is identified that there are differences in students' self concepts before and after scaffolding techniques are applied. Self-concept enhancement was analyzed using N-gain, where each self-concept indicator achieved an increase in the medium category. The indicators of attitude and self-confidence increased by 31%, The indicators of View of ability and disability increased by 43%, and indicators of self-sensitivity increased by 52%, and the indicators of views of others towards themselves was 45%. These result are due to the effectiveness of scaffolding, because by scaffolding students can be helped to solve a problem.
IMPLEMENTASI MODEL PEMBELAJARAN TIPE STAD DALAM MENINGKATKAN MOTIVASI BELAJAR BELAJAR SISWA PADA KOMPETENSI DASAR MENGANALISIS PERMASALAHAN KETENEGAKERJAAN DALAM PEMBANGUNAN EKONOMI SMA NEGERI 7-AMBON Papilaya, Josef
Jurnal Bimbingan dan Konseling Terapan Volume 3, Issue 2, July 2019
Publisher : Guidance and Counseling Study Program, Pattimura University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30598/jbkt.v3i2.1109

Abstract

Pendidikan merupakan kebutuhan utama bagi setiap manusia, karena melalui pendidikan kita akan memiliki ilmu pengetahuan yang akan menjadikan generasi-generasi yang cerdas dan unggul. Pendidikan juga adalah pondasi kemajuan peradaban suatu bangsa, dimana jika mutu pendidikan suatu bangsa baik maka kualitas suatu bangsa itupun baik.Tujuan penelitian ini adalah :1) Memperbaiki dan meningkatkan kualitas isi, masukan, proses dan  hasil pembelajaran. 2) Menumbuh-kembangkan budaya meneliti para pendidik agar lebih proaktif mencari solusi terhadap permasalahan pembelajaran ;3) Menumbuhkan dan meningkatkan produktivitas meneliti para pendidik, khususnya dalam mencari solusi masalah-masalah pembelajaran. 4) Meningkatkan kolaborasi antar pendidik dalam memecahkan masalah pembelajaran Pada siklus 1 pembelajaran telah berjalan dengan baik walaupun dalam keterlaksanaan model pembelajaran tersebut masih sering didapati siswa yang belum mengerti dan melaksanakan langkah-langka pembelajaran dengan tepat. Walaupun demikian, prosentase pelaksanaan pembelajaran oleh guru pada siklus 1 mencapai  72,04 % dan keterlaksanan pembelajaran oleh siswa mencapai 87, 34 % dengan  kriteria sangat baik.Pada siklus II keterlaksanan pembelajaran oleh guru maupun siswa telah berjalan dengan baik dibandingkan pada siklul pertama  karena kekurangan yang ditemukan pada siklus pertama dijadikan bahan evaluasi untuk diperbaiki pada siklus II. Persentase keterlaksaan pembelajaran oleh guru pada siklus II meningkat menjadi 78,07% dan keterlaksaan pembelajaran oleh siswa, motivasi meningkat menjadi 94,98 %.  Dengan kriteria sangat baik.     
IMPLEMENTASI PEMBELAJARAN BERBASIS BUDAYA LOKAL DALAM MENINGKATKAN SIKAP POSITIF DISIPLIN SISWA SEKOLAH DASAR Johannes, Nathalia Yohanna; Ritiauw, Samuel Patra; Mahananingtyas, Elsinora; Nurhayati, Nurhayati
Jurnal Bimbingan dan Konseling Terapan Volume 3, Issue 2, July 2019
Publisher : Guidance and Counseling Study Program, Pattimura University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30598/jbkt.v3i2.1110

Abstract

The aim of conducting this research is to know the implementation of cultural local based learning in enhancing positive attitude of discipline to fourth grade students of SD Negeri 85 Ambon. The result of preliminary observation showed that the students were less of positive attitude. The less of students' less positive attitude can be seen on time discipline, not neatly in wearing uniform,disobey school rules, and undisciploned in attitude. Based on these problems, the research was carried out to increase positive discipline of attitude toward the implementation of cultural local based learning.  
Pengembangan Kompetensi Profesionalisme Guru di Era Digital (Abad 21) Notanubun, Zainuddin
Jurnal Bimbingan dan Konseling Terapan Volume 3, Issue 2, July 2019
Publisher : Guidance and Counseling Study Program, Pattimura University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30598/jbkt.v3i2.1108

Abstract

The development of information and communication technology (ICT) brings change in all lines of life. 21st century Learners live in a digital environment full of information flows. Many negaries reform the objectives and practice of education due to the influence of ICT development and various forms of educational innovation. The greatest hope of educational innovation is the support and integration of ICT in the learning process, thus enhancing the quality of student learning experience. The characteristics of 21st century students are very different from previous era students. In the 21st century one must have four skills (communication, colaboration, critical Thinking and problem Sorving and Creativity and Innovation). This skill has always been reflected in the learning that will be implemented by a professional teacher, by having the competence of pedagogic, professional, personality, and social competence

Page 1 of 1 | Total Record : 7