cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota manado,
Sulawesi utara
INDONESIA
TEKNO
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Engineering,
Arjuna Subject : -
Articles 33 Documents
Search results for , issue "Vol. 20 No. 81 (2022): TEKNO" : 33 Documents clear
Studi Tentang Faktor-Faktor Penentu Peran Serta Masyarakat Dalam Pembangunan Bidang Pekerjaan Umum Di Kota Bitung Alexander Imanuel Watimenna
TEKNO Vol. 20 No. 81 (2022): TEKNO
Publisher : TEKNO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kota Bitung sebagai salah satu pintu gerbang di Sulawesi Utara yang secara Nasional, maupun Internasional mempunyai kedudukan dan peranan penting sebagai kota pelabuhan perlu mendapat dukungan dari pemerintah dan masyarakatnya untuk membangun kota dan mengupayakan agar potensi alamnya dapat mendatangkan devisa bagi kesejahteraan penduduknya. Untuk itu dibutuhkan adanya suatu kerjasama yang baik dan saling menguntungkan antara pemerintah dan masyarakat melalui wadah atau instansi teknis pelaksana pembangunan seperti Dinas Pekerjaan Umum dan Kimpraswil Kota Bitung. Instansi ini diharapkan agar memperhatikan, membina, bahkan memberdayakan masyarakat untuk berpartisipasi dalam pembangunan demi kebaikan dan kemajuan kota. Musyawarah pembangunan desa (Musbangdes) yang selama in dijalankan secara rutin untuk pengusulan program pembangunan dirasakan perlu untuk diberdayakan secara tulus dan sungguh-sungguh sehingga apa yang dirasakan perlu diprogramkan itulah yang menjadi prioritas utama untuk dikerjakan dalam proyek pembangunan, sehingga masyarakat tidak apriori bahkan mau memberikan dirinya untuk berpartisipasi, karena merasa dihargai dan didengar akan usulan-usulannya. Suatu model yang ideal dan dapat dijadikan acuan dari peran serta adalah pembangunan gedung ibadah, seperti gereja, dimana secara mandiri jemaat merasa terpanggil dan mau memberikan dirinya sejak dari perencanaan, usaha dana, sampai pada pelaksanaan bahkan Kontrol atau evaluasi yang pada gilirannya wadah tersebut digunakan bersama untuk kepentingan bersama, dan akhirnya rasa kecintaan memiliki akan wadah tersebut sangat tinggi.Untuk itu dibutuhkan suatu kajian melalui penelitian tentang faktor-faktor penentu peran sera masyarakat dalam pembangunan bidang pekerjaan umum, dengan metode survey dan teknik pengumpulan data yang menggunakan kuisioner, serta wawancara dengan masyarakat yang terlibat langsung dalam musbang maupun yang tidak masing-masing berjumlah 150 orang pada 15 Kelurahan yang ada di Kota Bitung.Adapun hail analisis data dengan metode pengujian Chi-Square ternyata memberikan gambaran bahwa faktor-faktor yang mempengaruhi tentang peran serta masyarakat adalah Informasi yang diterima masyarakat dengan hasil uji 17,328 dan Status kepemilikan lahan dengan hasil uji 53,125 yang mana kedua faktor ini adalah unggulan yang harus diperhatikan, sedangkan faktor pendidikan hasil ujinya hanya 6,838 dan domisili hasil ujinya hanya 10,413 serta pendapatan hasil ujinya hanya 4,918 melihat dari hasil uji ini maka dapatlah disimpulkan sebagai berikut Bahwa Faktor- faktor yang mempengaruhi peran serta masyarakat dalam bidang pembangunan di Kota Bitung adalah Status Kepemilikan lahan, Informasi yang diterima masyarakat, pendidikan dan domisili. Sedangkan peran serta masyarakat di kota Bitung yang selama ini ada dan terjadi hanya sebatas pada memberikan usulan program yang telah ditentukan oleh pemerintah terlebih dahulu' sedangkan peran serta dalam bentuk tenaga dan pengawasan sangat kecil dan terbatas pada masyarakat ber profesi dan keahlian yang sesuai. Pada dasarnya masyarakat Kota Bitung adalah masyarakat yang ingin mandiri, dan memiliki keinginan-keinginan sendiri dalam mengatur pembangunan pad lingkungannya, ternyata hal ini sejalan dengan Misi Kota Bitung itu sendiri yaitu menciptakan masyarakat yang berkualitas, berkemampuan tinggi, mandiri dan mampu bersaing dengan tetap menjaga kelestarian nilai-nilai budaya, untuk itu memberikan pelayanan kepada masyarakat dibutunkan ketulusan dan kesungguhan dari pihak pemerintah dan sebaiknya tidak hanya menjadi penyedia tetapi lebih dari itu yakni sebagai pemberdaya. Kata kunci – masyarakat, pembangunan, Pekerjaan Umum, Kota Bitung
Pengaruh Pendidikan Pelatihan Dan Pengawasan Terhadap Kinerja Pegawai Di Lingkungan Bidang Sumber Daya Air Dinas Pekerjaan Umum Provinsi Sulawesi Utara Josephin Djaine Laloan
TEKNO Vol. 20 No. 81 (2022): TEKNO
Publisher : TEKNO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pendidikan dan Pelatihan merupakan suatu usaha untuk meningkatkan kemampuan teknis, teoritis, konseptual, dan moral pegawai sesuai dengan kebutuhan pekerjaan. Pegawai baru sangat memerlukan kegiatan Pendidikan dan pelatihan yang berhubungan dengan tugas dan pekerjaan mereka. Demikian pula dengan pegawai lama saat menghadapi situasi dan kondisi tertentu, misalnya karena di promosikan atau adanya perubahan cara kerja tertentu, terkadang membuat mereka memerlukan Pendidikan dan Pelatihan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menjelaskan dan mengetahui Pengaruh Pendidikan Pelatihan dan Pengawasan Terhadap Kinerja Pegawai di Lingkungan Bidang Sumber Daya Air Dinas Pekerjaan Umum Provinsi Sulawesi Utara. Permasalahan yang diteliti dalam penelitian ini adalah tergolong penelitian survey. Pendekatan dalam penelitian ini adalah kuantitatif. Sifat dari penelitian ini adalah deskriptif dan korelasional. Populasi dalam penelitian ini adalah semua pegawai di Lingkungan Bidang Sumber Daya Air Dinas Pekerjaan Umum Provinsi Sulawesi Utara yang berjumlah 63 pegawai.Secara parsial variable Pendidikan Pelatihan dan Pengawasan berpengaruh secara signifikan terhadap kinerja pegawai. Hal ini dapat diketahui melalui nilai thitung yang lebih besar dari nilai ttable dan nilai probability (sig.) < 0.05. Berdasarkan Analisa data diatas dapat diketahui bahwa terdapat pengaruh secara simultan antara variable Pendidikan Pelatihan (X1) dan variable pengawasan (X2) yang signifikan terhadap Kinerja Pegawai (Y). Hal ini diketahui melalui nilai sig. < 0.05. Pengaruh variable bebas terhadap variable terikat sangat kuat. Hal ini diketahui melalui nilai koefisien determinasi R sebesar 0.984 hal ini menunjukan bahwa korelasi atau pengaruh antara variable X1, X2 terhadap variable Y adalah kuat. Sedangkan nilai R² adalah diambil dari nilai adjusted R Square karena penelitian ini memiliki variable lebih dari 2. Besar Adjusted R square adalah 0.968. Hal ini berarti 96.8% perubahan variable Y disebabkan oleh perubahan variable X1 dan X2, sedangkan sisanya 3.2% dipengaruhi factor lain diluar X1 dan X2. Dari nilai t yang muncul maka dapat diketahui bahwa variable Pengawasan berpengaruh lebih dominan secara signifikan terhadap Kinerja Pegawai. Dari nilai B dan t diketahui bahwa variable Pendidikan dan Pelatihan memiliki pengaruh yang dominan. Hal ini ditegaskan bahwa nilai B yang diperoleh sebesar 0.801 yang artinya 0.801 poin mempengaruhi Kinerja Pegawai. dan nilai t yang di peroleh sebesar 51.637. Kata kunci – Pendidikan, pelatihan, pengawasan
Manajemen Proyek Anggaran Biaya Pada Pelaksanaan Proyek Konstruksi Pembangunan Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) Dodo Type-E Di Jalan A. A. Maramis Kecamatan Mapangaet Kota Manado Leidy Magrid Rompas
TEKNO Vol. 20 No. 81 (2022): TEKNO
Publisher : TEKNO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian Manajemen Proyek Anggaran Biaya Pada Pelaksanaan Proyek Konstruksi Pembangunan Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) DODO Type - E di Jalan A. A. Maramis Kecamatan Mapanget Kota Manado bertujuan untuk menerapkan prinsip-prinsip manajemen proyek pada proyek pembangunan SPBU agar anggaran biaya yang digunakan tidak melebihi dari anggaran dan bahkan lebih kecil dari anggaran yang direncanakan. Adapun untuk analisis pada studi ini adalah pengendalian penerimaan, pengendalian pembiayaan, analisa varians dan analisa likuiditas. Pengendalian penerimaan dan pembiayaan dibuat dalam bentuk analisa akuntansi. Dari hasil analisa diperoleh bahwa pengendalian penerimaan dan pengendalian pembiayaan sudah maksimal, hal ini dapat dilihat dari analisa akuntansinya, neraca akhir tiap bulan menunjukkan nilai positif. Sehingga tidak perlu adanya tambahan modal dari Bank. Dari perhitungan analisa varians, perkiraan total biaya sampai akhir proyek Rp 7.000.000.000,00 lebih kecil dari anggaran biaya proyek Rp 6.050.000.000., keuntungan yang diperoleh sebesar Rp 950.000.000,00 (13,57 % dari anggaran biaya proyek) dan perkiraan total waktu sampai akhir proyek dapat diselesaikan sesuai dengan jadwal yang direncanakan yaitu 6 bulan, walaupun terjadi keterlambatan pada bulan Juli dan Agustus. Perhitungan current ratio tiap bulan menunjukkan nilai lebih dari satu, yang artinya likuiditas proyek baik. Kata kunci – analisa akuntansi, analisa varians, analisa likuiditas
Analisis Konsolidasi Lempung Pulutan Dengan Tambahan Geopolimer (Abu Beton) Rivaldo A. Tulandi; Steeva G. Rondonuwu; Alva N. Sarajar
TEKNO Vol. 20 No. 81 (2022): TEKNO
Publisher : TEKNO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tanah lempung merupakan tipe tanah lunak yang memiliki karakteristik indeks mampat besar, daya dukung rendah, kemampuan mengikat air besar dan mengalami konsolidasi. Konsolidasi ialah peristiwa terjadinya deformasi pada lempung lunak akibat keluarnya air pori dari dalam tanah. Karena kondisi inilah maka lempung dikategorikan sebagai tanah yang tidak stabil untuk pekerjaan teknik sipil, sehingga perlu perbaikan tanah. Perbaikan tanah yang dilakukan pada penelitian ini adalah menambah bahan campuran untuk memperkecil deformasi vertikal akibat konsolidasi. Maka dari itu dilakukan pengujian dengan menambahkan bahan campuran berupa abu beton yang diambil dari sisa bangunan tua. Sampel tanah yang digunakan dalam penelitian ini diambil dari Desa Pulutan Kecamatan Remboken Kabupaten Minahasa. Pada penelitian ini dilakukan pengujian sifat-sifat fisis dari sampel tanah Pulutan, kemudian dilakukan pengujian konsolidasi untuk mendapatkan nilai indeks pemampatan (Cc) dan koefisien konsolidasi (Cv) pada sampel tanah asli dan sampel tanah yang dicampurkan geopolimer berupa abu beton dengan variasi campuran 2%, 5% dan 10%, dengan tanah asli tanpa campuran sebagai datum. Dari hasil pengujian konsolidasi dengan menggunakan alat Oedometer maka ditemukan bahwa koefisien konsolidasi (Cv) untuk tanah asli adalah 0,675 cm/menit  untuk tanah dengan variasi campuran 2% adalah 0,519 cm/menit, untuk tanah dengan variasi campuran 5% adalah 0,58 cm/menit, sedangkan untuk variasi campuran 10% adalah 0,0261 cm/menit. Dari hasil penelitian menunjukan bahwa semakin tinggi penambahan abu beton maka semakin kecil nilai koefisien konsolidasi Cv dan semakin kecil deformasi yang terjadi Kata kunci – tanah lempung, konsolidasi, abu beton, Koefisien konsolidasi, indeks pemampatan
Analisis Kestabilan Bendung Penahan Fly Ash Dengan PLAXIS 3D, Studi Kasus: Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) Kema Ivan Martua Hutasoit; Fabian J. Manoppo; Agnes T. Mandagi
TEKNO Vol. 20 No. 81 (2022): TEKNO
Publisher : TEKNO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Bendung penahan limbah yang terletak di Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) Kema, Kecamatan Kema, Kabupaten Minahasa Utara, Provinsi Sulawesi Utara adalah bendung penahan limbah fly ash. Dalam pembuangan dari imbah itu sendiri perlu adanya Bendung penahan limbah supaya tidak mencemari lingkungan disekitarnya Pembangunan bendung penahan limbah ini mempunyai resiko tinggi berupa kemungkinan terjadinya kegagalan, sehingga perlu dilakukan analisis bendung baik dari segi Deformasi, hingga Safety Factor, Adapun dalam hal menganalisis digunakan program (software) yaitu PLAXIS 3D yang merupakan program dengan metode elemen hingga bertujuan khusus untuk menganalisis masalah-masalah di bidang geoteknik. Penelitian yang dilakukan ada 2 jenis pemodelan, yaitu bendung tanpa Geogrid dan bendung dengan Geogrid. Untuk kondisi bendung terdapat 6 kondisi yaitu 1. bendung kosong; 2. bendung terisi sebagian oleh Fly Ash; 3. bendung terisi penuh oleh Fly Ash; 4. bendung terisi sebagian oleh Air; 5. bendung terisi penuh oleh Air; 6. bendung terisi penuh oleh Fly Ash dan Air. Kondisi terkritis terletak pada bendung terisi penuh oleh Fly Ash untuk kedua pemodelan. Kondisi terkritis pada bendung tanpa geogrid didapatkan SF: 1,672 dengan Deformasi: 0,3743 m. Kondisi terkritis pada bendung dengan geogrid didapatkan SF: 1,695 dengan Deformasi: 0,3805 m. Kata kunci – PLAXIS 3D, geogrid, SF, deformasi
Optimasi Waktu Dan Biaya Menggunakan Metode Time Cost Trade Off Pada Proyek Peningkatan Ruas Jalan Tondano–Kembes–Manado Seksi II Cindy G. Salindeho; Pingkan A. K. Pratasis; Febrina P. Y. Sumanti
TEKNO Vol. 20 No. 81 (2022): TEKNO
Publisher : TEKNO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pelaksanaan proyek konstruksi pada umumnya memiliki resiko mengalami keterlambatan. Oleh karenanya sebelum pelaksanaan proyek dimulai harus diawali dengan perencanaan dan penjadwalan kegiatan proyek yang tepat dan hati-hati. Pengelolaan proyek dilakukan sedemikian rupa agar dapat memastikan waktu pelaksanaan proyek sesuai kontrak dan tepat waktu. Salah satu alasan dilakukannya penelitian pada proyek Peningkatan Ruas Jalan Tondano Kembes Manado Seksi II adalah untuk menghitung percepatan waktu pelaksanaan proyek dan menganalisis berapa besar waktu dan biaya yang dibutuhkan ketika dilakukan percepatan. Metode percepatan yang dilakukan adalah metode Time Cost Trade Off, dimana metode ini merupakan kompresi jadwal untuk mendapatkan proyek yang lebih menguntungkan dari segi waku (durasi), biaya, dan pendapatan. Penelitian ini juga menerapkan Crashing Program dengan menggunakan alternatif penambahan jam kerja (lembur). Crashing dilakukan pada lintasan kritis yang dihasilkan dari analisis network planning pada Microsoft Project 2016. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa menerapkan metode Time Cost Trade Off dengan alternatif penambahan 2 jam kerja (lembur) menghasilkan biaya optimum Rp. 5.912.057.520 dengan waktu optimum 62 hari kerja. Sedangkan untuk alternatif penambahan 4 jam kerja (lembur) menghasilkan biaya optimum Rp. 5.948.006.062 dengan waktu optimum 61 hari kerja.. Kata kunci – Time Cost Trade Off, Crashing Program, penambahan jam kerja, Microsoft Project
Analisis Karakteristik Gelombang Di Pantai Matabulu Kecamatan Nuangan Kabupaten Bolaang Mongondow Provinsi Sulawesi Utara Tommy A. Tiranda; M. Ihsan Jasin; Jeffry D. Mamoto
TEKNO Vol. 20 No. 81 (2022): TEKNO
Publisher : TEKNO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pantai Matabulu yang terletak di Kecamatan Nuangan Kabupaten Bolaang Mongondow Timur adalah salah satu kawasan yang digunakan oleh sebagian masyarakat sebagai tempat pemukiman. Namun pantai Matabulu ternyata sudah mulai terancam erosi dan sedimentasi yang dipengaruhi oleh banyak faktor. Bila dibiarkan maka lama-kelamaan keadaan ini akan menyebabkan dampak yang negatif yaitu rusaknya pantai dan juga dapat mengganggu akan aktifitas keseharian masyarakat setempat. Untuk melindungi pantai Matabulu dari kerusakan maka dibangun bangunan pelindung pantai. Hal-hal yang diperlukan dalam perencanaan yaitu ketersedian data primer dan data sekunder. Data- data sekunder tersebut antara lain: data angin, dan data batimetri. Kemudian data tersebut dianalisa untuk mendapatka n tinggi gelombang maksimum dan gelombang pecah. Berdasarkan hasil analisa tugas akhir ini     didapatkan hasil Tinggi gelombang maksimum (Hb) = 1.2 m Gelombang pecah pada kedalaman (db) = 2,5 m. Kata kunci – pantai Matabulu, karakteristik gelombang, refraksi, shoaling, gelombang pecah
Optimalisasi Waktu Pada Pelaksanaan Pekerjaan Pembangunan Puskesmas Remboken Rawat Inap Di Kabupaten Minahasa Christian Ezra Mamesah; Febrina P. Y. Sumanti; Jantje B. Mangare
TEKNO Vol. 20 No. 81 (2022): TEKNO
Publisher : TEKNO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kecamatan Remboken merupakan salah satu kecamatan di kabupaten Minahasa yang memiliki tingkat pertumbuhan populasi yang baik dan dalam rangka menunjang kelancaran pertumbuhan daerah dan kesejahteraan masyarakat maka pemerintah daerah melalui instansi dinas kesehatan sedang melakukan pembangunan fasilitas rawat inap pada Puskemas. Proyek pembangunan Puskesmas Remboken direncanakan selesai dalam waktu 150 hari kalender, namun ada beberapa masalah dalam pembangunan proyek tersebut sehingga dapat menimbulkan keterlambatan waktu dalam pelaksanaan proyek tersebut. Karena itu diperlukan evaluasi penjadwalan untuk mengatasi hal tersebut. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menentukan jalur-jalur keritis pada jaringan kerja dan menghitung serta menganalisis waktu penyelesaian pembangunan setelah dilakukan evaluasi penjadwalan menggunakan metode PERT. Langkah-langkah yang dilakukan adalah menyusun Jaringan Kerja dengan metode PERT, menentukan jalur kritis dan melakukan perhitungan probabilitas penyelesaian proyek. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa setelah melakukan evaluasi penjadwalan dengan metode PERT didapatkan total durasi waktu yaitu 144,33 dibulatkan menjadi 145 hari dengan probabilitas waktu penyelesaian proyek sebesar Z = 1,96 jika dikonversikan adalah sama dengan 0,9750 = 97,50 % dan terdapat 1 jalur kritis yang melintasi 8 jenis pekerjaan. Kata kunci – manajemen proyek, jaringan kerja, PERT, lintasan kritis, kurva distibusi normal
Analisis Studi Kelayakan Properti Finansial Proyek Pembangunan Perumahan Kharisma Koka Rivi K. Lantang; Jermias Tjakra; Grace Y. Malingkas
TEKNO Vol. 20 No. 81 (2022): TEKNO
Publisher : TEKNO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Keuntungan Bisnis Properti berupa proteksi daya beli terhadap inflasi dan mendapatkan nilai tambah dari pengembangannya, seperti dijadikan perumahan atau bangunan komersial. PT Kharisma Mitra Sejahtera berinvestasi dengan membangun proyek pembangunan di daerah Koka, maka dari itu melalui penelitian ini dilakukan analisis kelayakan investasi untuk mengetahui kelayakan proyek pembangunan ini. Perencanaan anggaran biaya proyek pembangunan Perumahan Kharisma Koka dihitung dari biaya pembelian lahan, biaya pembangunan infrastruktur penunjang, biaya administrasi, sehingga dapat diketahui besar biaya modal yang dibutuhkan. Penelitian dilakukan dengan menggunakan metode analisis aspek finansial dengan kriteria Net Present Value, Internal Rate Return dan Benefit Cost Ratio. Dari hasil penelitian diketahui bahwa investasi proyek properti ini ialah layak, dengan hasil NPV sebesar RP44,923,549 bernilai positif, IRR sebesar 35 %, nilai ini lebih besar dari suku bunga (rate) yaitu 3 % sehingga investasi ini layak. PT Kharisma Mitra Sejahtera berinvestasi dengan membangun proyek pembangunan di daerah Koka, maka dari itu melalui penelitian ini dilakukan analisis kelayakan investasi untuk mengetahui kelayakan proyek pembangunan ini. Perencanaan anggaran biaya proyek pembangunan Perumahan Kharisma Koka dihitung dari biaya pembelian lahan, biaya pembangunan infrastruktur penunjang, biaya administrasi, sehingga dapat diketahui besar biaya modal yang dibutuhkan. Penelitian dilakukan dengan menggunakan metode analisis aspek finansial dengan kriteria Net Present Value, Internal Rate Return dan Benefit Cost Ratio. Dari hasil penelitian diketahui bahwa investasi proyek properti ini ialah layak, dengan hasil NPV sebesar RP44,923,549 bernilai positif, IRR sebesar 35 %, nilai ini lebih besar dari suku bunga (rate) yaitu 3 % sehingga investasi ini layak. Kata kunci – property, kelayakan investasi
Analisis Rencana Anggaran Biaya Dan Waktu Pelaksanaan Pekerjaan Pada Pembangunan Gedung GKI Moses Wanggo Kecamatan Muara Tami, Jayapura Alfaris D.D. Supusepa; Febrina P. Y. Sumanti; A. K. T. Dundu
TEKNO Vol. 20 No. 81 (2022): TEKNO
Publisher : TEKNO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan menghitung rencana anggaran biaya dan merencanakan waktu pelaksanaan proyek. Keberhasilan sebuah proyek menuntut adanya pelaksanaan manajemen yang baik. Analisis rencana anggaran biaya dan penetuan kurva S rencana dapat digunakan untuk pengawasan dan pengendalian pelaksanaan proyek, mengurangi resiko keterlambatan dan pembekakan biaya proyek. Setelah data terkumpul, kemudian dianalisis rencana anggaran biaya (RAB) dan dilakukan perencanaan jadwal pelaksanaan pekerjaan. Perhitungan rencana anggaran biaya dan rencana jadwal pelaksanaan pekerjaan dihitung dan direncanakan menggunakan software Microsoft Excel. Berdasarkan hasil analisa rencana anggaran biaya dan jadwal pelaksanaan pekerjaan, diperoleh biaya dan waktu pelaksanaan yang dibutuhkan untuk membangun gedung GKI Moses Wanggo Kecamatan Muara Tami, Jayapura senilai Rp. 1.158.060.000,00 dalam waktu 180 hari. Kata kunci – rencana anggaran biaya, kurva

Page 1 of 4 | Total Record : 33