cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota manado,
Sulawesi utara
INDONESIA
TEKNO
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Engineering,
Arjuna Subject : -
Articles 942 Documents
Analisis Probabilitas Kestabilan Lereng Galian Pada Kawasan Penambangan Nikel Di Provinsi Sulawesi Selatan Ranni, Velin A.; Legrans, Roski R. I.; Mandagi, Agnes T.
TEKNO Vol. 24 No. 95 (2026): TEKNO
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35793/jts.v24i95.67529

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi kestabilan lereng di Provinsi Sulawesi Selatan melalui pendekatan deterministik dan probabilistik, dengan menggunakan parameter faktor keamanan (FK) dan probabilitas kelongsoran (PK) sebagai dasar penilaian. Analisis dilakukan pada variasi sudut lereng 55°, 60°, 65°, 70°, 75°, dan 80° dengan tinggi bench 7 meter, serta dua alternatif lebar berm, yaitu 6 meter dan 3 meter. Metode analisis yang digunakan adalah Morgenstern-Price dan Bishop Simplified, baik pada kondisi statis maupun dinamis, dengan tinjauan terhadap tegangan efektif dan tegangan total. Hasil analisis menunjukkan bahwa metode Morgenstern-Price menghasilkan nilai FK antara 1,45–5,40 pada berm 6 meter dan 1,44–6,13 pada berm 3 meter, sedangkan metode Bishop Simplified menghasilkan nilai FK antara 1,42–5,25 pada berm 6 meter dan 1,32–4,68 pada berm 3 meter. Secara deterministik, seluruh skenario memenuhi kriteria aman karena nilai FK > 1. Namun, hasil probabilistik memperlihatkan bahwa nilai PK pada berm 6 meter berada pada rentang 0%–75%, sedangkan pada berm 3 meter berada pada rentang 0%–32%. Temuan ini menegaskan bahwa penilaian kestabilan lereng tidak dapat hanya didasarkan pada FK, karena beberapa skenario dengan analisis tegangan efektif masih menunjukkan risiko kegagalan yang tinggi meskipun tergolong aman secara deterministik. Sebaliknya, sebagian besar skenario dengan analisis tegangan total memperlihatkan nilai PK mendekati 0%. Secara keseluruhan, hasil penelitian ini menunjukkan bahwa variasi sudut lereng, lebar berm, metode analisis, kondisi pembebanan, dan jenis analisis berpengaruh signifikan terhadap kestabilan lereng. Oleh karena itu, evaluasi desain lereng perlu mempertimbangkan FK dan PK secara simultan agar keputusan teknis yang diambil lebih andal dan mampu meminimalkan risiko kegagalan. Kata kunci: studi pendahuluan, kestabilan lereng, faktor keamanan, probabilitas kelongsoran, analisis tegangan efektif, analisis tegangan total
Analisis Kestabilan Lereng Galian Pada Area PLTP Tawa Songa Halmahera Selatan Tandialo, Dika G.; Legrans, Roski R. I.; Sarajar, Alva N.
TEKNO Vol. 24 No. 95 (2026): TEKNO
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35793/jts.v24i95.67530

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kestabilan lereng galian di area PLTP Tawa Songa, Halmahera Selatan, baik pada kondisi awal maupun setelah penerapan perkuatan. Analisis dilakukan menggunakan metode Bishop Simplified dan Morgenstern-Price dengan bantuan perangkat lunak Rocscience Slide V.6, mencakup empat kondisi: (1) lereng dalam kondisi undrained (φ = 0) tanpa muka air tanah (MAT), (2) lereng dalam kondisi undrained (φ = 0) dengan MAT, (3) kondisi drained dengan MAT, serta (4) kondisi drained dengan pengaruh beban gempa. Hasil analisis pada kondisi awal tanpa perkuatan menunjukkan bahwa nilai Faktor Keamanan (FK) berdasarkan metode Bishop Simplified berada pada rentang 0,749–1,400, sedangkan metode Morgenstern-Price menghasilkan nilai FK 0,753–1,571. Nilai tersebut belum sepenuhnya memenuhi kriteria stabilitas yang disyaratkan oleh SNI 8460:2017, yaitu FK statis ≥ 1,5 dan FK dinamis ≥ 1,1. Setelah penerapan perkuatan dengan metode soil nailing, nilai FK mengalami peningkatan signifikan. Pada kondisi statis, nilai FK menggunakan metode Bishop Simplified dan Morgenstern-Price masing-masing mencapai 1,885 dan 1,822 pada lereng H1, 1,780 dan 1,785 pada lereng H2, serta 2,209 dan 2,216 pada lereng H3. Pada kondisi dinamis dengan pengaruh beban gempa, nilai FK meningkat menjadi 1,223 dan 1,250 pada lereng H1, 1,148 dan 1,180 pada lereng H2, serta 1,455 dan 1,506 pada lereng H3. Secara keseluruhan, hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan perkuatan soil nailing mampu meningkatkan stabilitas lereng sehingga seluruh lereng memenuhi standar keamanan statis dan dinamis sesuai SNI 8460:2017. Temuan ini menegaskan pentingnya penerapan perkuatan lereng dalam mendukung keberlanjutan operasional PLTP serta meminimalkan risiko kegagalan geoteknik. Kata kunci: stabilitas lereng, faktor keamanan, soil nailing, PLTP