cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota manado,
Sulawesi utara
INDONESIA
TEKNO
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Engineering,
Arjuna Subject : -
Articles 931 Documents
Evaluasi Implementasi Keselamatan Dan Kesehatan Kerja Serta Lingkungan (K3L) Pada Proyek Pembangunan Gedung Pelayanan Kanker Terpadu RSUP Prof. Dr. R. D. Kandou Manado Topayu, Luthfiyah R.; Malingkas, Grace Y.; Sumanti, Febrina P. Y.
TEKNO Vol. 24 No. 95 (2026): TEKNO
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35793/jts.v24i95.66938

Abstract

Pembangunan Gedung Pelayanan Kanker Terpadu RSUP Prof. Dr. R. D. Kandou Manado merupakan proyek konstruksi berskala besar dan berisiko tinggi. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi sejauh mana implementasi Keselamatan dan Kesehatan Kerja serta Lingkungan (K3L) pada pekerjaan struktur (kolom, balok, dan pelat lantai) sesuai dengan regulasi yang berlaku, serta mengidentifikasi hambatan yang muncul di lapangan. Metode penelitian yang digunakan adalah analisis deskriptif dengan pendekatan kualitatif dan kuantitatif melalui teknik triangulasi data yang menggabungkan hasil kuesioner, observasi lapangan, dan wawancara. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara tertulis prosedur implementasi Keselamatan dan Kesehatan Kerja serta Lingkungan (K3L) telah sesuai dengan UU No. 1 Tahun 1970, PP No 50 Tahun 2012, dan Permen PU No. 10 Tahun 2021. Namun, masih ditemukan kesenjangan antara dokumen prosedur perencanaan (RKK dan CSA) dengan implementasi di lapangan. Meskipun tingkat kesadaran pekerja dikategorikan sangat baik (93%), hal tersebut tidak menjamin kepatuhan pada penggunaan alat pelindung diri khusus ketinggian (Full Body Harness), penempatan fasilitas darurat (APAR dan Kotak P3K), pengelolaan limbah cair (air bercampur semen) dan limbah padat (sisa beton), serta pengendalian debu. Adapun faktor-faktor penghambat implementasi Keselamatan dan Kesehatan Kerja serta Lingkungan (K3L) meliputi faktor perilaku pekerja seperti rasa percaya diri berlebihan (Overconfidence) dan persepsi yang keliru terhadap bahaya medis trauma suspensi, serta kendala teknis berupa keterbatasan lahan yang menyebabkan prioritas mobilisasi kendaraan berat mengesampingkan fasilitas pengelolaan limbah cair dan padat. Secara keseluruhan, lemahnya pengawasan dan kendala teknis menjadi hambatan terbesar dalam implementasi Keselamatan dan Kesehatan Kerja serta Lingkungan (K3L). Kata kunci: implementasi K3L, pekerjaan struktur, triangulasi data, hambatan K3L, proyek rumah sakit
Perencanaan Bangunan Pengaman Pantai Di Pantai Mokupa Kabupaten Minahasa Wenur, Rafael C.; Thambas, Arthur H.; Dundu, Ariestides K. T.; Mamoto, Jeffry D.; Jasin, Muhammad I.; Supit, Cindy J.
TEKNO Vol. 24 No. 95 (2026): TEKNO
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35793/jts.v24i95.66956

Abstract

Pantai Mokupa di Kecamatan Tombariri, Kabupaten Minahasa, merupakan kawasan strategis yang dilalui Jalan Trans Sulawesi serta dimanfaatkan sebagai lokasi aktivitas perikanan nelayan. Kedekatan infrastruktur jalan dengan garis pantai menyebabkan kawasan ini rentan terhadap dinamika pesisir, terutama abrasi yang berlangsung secara berkelanjutan. Perubahan garis pantai yang terus mengarah ke daratan menunjukkan perlunya perencanaan bangunan pengaman yang mampu mengendalikan pergerakan sedimen sesuai karakteristik hidrodinamika setempat. Penelitian ini bertujuan merencanakan bangunan pengaman pantai berupa groin tipe T sebagai upaya menstabilkan garis pantai dan mengurangi dampak abrasi di Pantai Mokupa. Metode penelitian meliputi analisis gelombang rencana, pasang surut, serta perhitungan transport sedimen sejajar pantai sebagai dasar penentuan dimensi dan tata letak bangunan. Hasil analisis menunjukkan bahwa transport sedimen sejajar pantai mencapai 5689,428 m³/tahun, yang mengindikasikan dominasi pergerakan material sepanjang pantai sehingga pendekatan pengendalian menggunakan groin tipe T dinilai paling sesuai. Berdasarkan hasil perencanaan diperoleh dimensi groin tipe T dengan elevasi mercu 7,4 m, lebar puncak 4,6 m, lebar toe protection 7,84 m, dan tinggi toe protection 3,217 m. Dimensi tersebut dirancang untuk mampu menahan perpindahan sedimen dan mendorong terbentuknya akumulasi material di sekitar bangunan. Penerapan groin tipe T diharapkan dapat meningkatkan stabilitas garis pantai, melindungi keberadaan Jalan Trans Sulawesi, serta mendukung keberlanjutan aktivitas masyarakat pesisir di Pantai Mokupa. Kata kunci: groin tipe T, abrasi pantai, transport sedimen sejajar pantai, stabilitas garis pantai, bangunan pengaman pantai
Analisis Penjadwalan Proyek Konstruksi Menggunakan Metode PERT Pada Proyek Pembangunan Gedung SD Katolik 10 St. Theresia Manado Mangindaan, Sheren H.; Tjakra, Jermias; Sumanti, Febrina P. Y.
TEKNO Vol. 24 No. 95 (2026): TEKNO
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35793/jts.v24i95.66959

Abstract

Pesatnya perkembangan pembangunan infrastruktur di Indonesia menuntut penerapan sistem penjadwalan proyek yang efektif dan realistis agar taget waktu pelaksanaan dapat tercapai secara optimal. Namun, pelaksanaan proyek konstruksi sering menghadapi ketidakpastian akibat variasi kondisi lapangan, keterbatasan sumber daya, serta faktor lingkungan yang memengaruhi durasi pekerjaan sehingga penjadwalan deterministik sering kali kurang mampu menggambarkan durasi pelaksanaan secara realistis. Oleh karena itu, metode Program Evaluation and Review Technique (PERT) digunakan sebagai pendekatan penjadwalan probabilistik dengan tiga estimasi waktu, yaitu optimis, pesimis, dan paling mungkin untuk menentukan waktu harapan setiap aktivitas. Analisis dilakukan melalui penyusunan network planning, identifikasi lintasan kritis, serta perhitungan varians dan deviasi standar untuk mengevaluasi risiko keterlambatan proyek. Hasil penelitian pada proyek pembangunan Gedung SD Katolik 10 St. Theresia Manado menunjukkan durasi penyelesaian proyek sebesar 34,19 minggu dengan peluang penyelesaian sesuai target waktu sebesar 63,68%, yang termasuk kategori probabilitas sedang. Hasil ini menunjukkan bahwa metode PERT mampu memberikan estimasi durasi proyek yang lebih realistis serta menjadi dasar yang kuat dalam pengendalian waktu pelaksanaan proyek konstruksi. Kata kunci: metode PERT, network planning, penjadwalan proyek, jalur kritis, probabilitas
Model Numerik Perubahan Garis Pantai Di Pantai Tanjung Labuo Kecamatan Bolang Itang Timur Nadeak, Alvin G.; Thambas, Arthur H.; Dundu, Ariestides K. T.
TEKNO Vol. 24 No. 95 (2026): TEKNO
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35793/jts.v24i95.67029

Abstract

Garis pantai merupakan batas dinamis antara daratan dan lautan yang terus mengalami perubahan akibat pengaruh gelombang, arus, dan transport sedimen. Perubahan ini dapat menyebabkan abrasi maupun akresi yang berdampak pada lingkungan pesisir. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis serta memprediksi perubahan garis pantai menggunakan model numerik CEDAS dengan modul NEMOS. Lokasi penelitian berada di Pantai Tanjung Labuo, Kecamatan Bolang Itang Timur, Kabupaten Bolaang Mongondow Utara. Data yang digunakan meliputi data angin, gelombang, pasang surut, topografi, dan batimetri. Simulasi dilakukan untuk periode prediksi 10 tahun. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perubahan garis pantai didominasi oleh proses akresi dengan nilai maksimum 10,04 m dan rata-rata perubahan sebesar 6,28 m. Tidak ditemukan indikasi abrasi signifikan pada periode simulasi. Hasil ini menunjukkan bahwa wilayah penelitian cenderung mengalami penambahan daratan akibat proses sedimentasi, sehingga dapat menjadi dasar dalam perencanaan pengelolaan wilayah pesisir secara berkelanjutan. Kata kunci: perubahan garis pantai, akresi, abrasi, CEDAS NEMOS, GENESIS
Analisis Pengaruh Bentuk Sambungan Base Plate Terhadap Panjang Tekuk Lentur Kolom Baja Zat, Ahmad; Handono, Banu D.; Pandaleke, Ronny E.
TEKNO Vol. 24 No. 95 (2026): TEKNO
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35793/jts.v24i95.67038

Abstract

Praktik desain struktur baja umumnya menetapkan asumsi tumpuan jepit sempurna dengan nilai faktor panjang tekuk teoritis (K) sebesar 0,5. Kondisi aktual di lapangan menunjukkan bahwa tumpuan pasti memiliki tingkat fleksibilitas rotasi yang menjadikannya berperilaku semi-kaku. Tingkat kekakuan rotasi aktual pada sambungan tersebut secara langsung memengaruhi dan mengubah kapasitas faktor panjang tekuk elemen kolom. Studi ini mengevaluasi fenomena tersebut dengan menganalisis pengaruh modifikasi bentuk pada tiga variasi tumpuan base plate, yaitu model tanpa pengaku angkur eksterior (S1), tanpa pengaku angkur interior (S2), dan berpengaku angkur interior (S3). Studi ini menganalisis nilai kekakuan rotasi awal menggunakan metode Component-Based Finite Element Method (CBFEM) pada perangkat lunak IDEA StatiCa untuk kemudian mengintegrasikannya ke dalam analisis stabilitas Eigen-buckling menggunakan perangkat lunak MASTAN2. Hasil analisis membuktikan bahwa model S1 paling optimal mereduksi nilai K menjadi 0,537, sedangkan penambahan pengaku pada S3 justru memicu gaya pengungkit yang menurunkan kekakuan sehingga nilai K meningkat menjadi 0,546, meskipun seluruh nilai aktual tersebut masih memenuhi batas aman rekomendasi desain AISC (K=0,65). Kata Kunci: kolom baja, base plate, tekuk lentur, IDEA StatiCa, MASTAN2
Studi Analisis Perilaku Kekakuan Sambungan Balok Kolom Baja Sumbu Minor Lalujan, Edgard P. S.; Handono, Banu D.; Pandaleke, Ronny E.
TEKNO Vol. 24 No. 95 (2026): TEKNO
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35793/jts.v24i95.67040

Abstract

Perancangan sambungan merupakan aspek kritikal dalam struktur baja. Untuk struktur baja dengan profil I/HWF, sambungan terbagi menjadi sambungan sumbu kuat dan sumbu lemah. Kurangnya studi literatur ataupun standar yang meneliti sambungan balok-kolom penahan momen di sumbu minor kolom menjadi alasan pembuatan penelitian ini. Perilaku sambungan balok-kolom sumbu minor diamati dari tiga tipe variasi sambungan penahan gaya momen, yaitu Sambungan A (Box Strengthened + Haunch), Sambungan B (Stub + Haunch), dan Sambungan C (Endplate + Haunch). Analisis dilakukan dengan menggunakan perangkat lunak IDEA Statica dengan didasarkan metode Component-Based Finite Element Method (CBFEM). Penelitian ini menggunakan metode studi komparatif berdasarkan tiga parameter pembanding utama, yaitu kekakuan, kekuatan, distribusi tegangan dan regangan. Hasilnya menunjukkan bahwa Sambungan A (Box Strengthened + Haunch) merepresentasikan kinerja sambungan terbaik dan merupakan satu-satunya sambungan yang terklasifikasi sebagai sambungan Terkekang Penuh (Fully Restrained), sedangkan sambungan B dan C terklasifikasi sebagai sambungan Terkekang Sebagian (Partially Restrained). Sambungan A berhasil mendistribusikan tegangan dengan baik pada komponen skin plate, pelat diafragma dan flange kolom, juga sangat meminimalisir tegangan dan regangan pada badan kolom (Web). Sebaliknya, pada sambungan B dan C, distribusi tegangan yang besar terjadi pada badan kolom, sehingga kegagalan terjadi pada badan kolom, sebelum sambungan dan elemen baloknya mencapai kekakuan dan kapasitas maksimumnya. Kata kunci: sambungan balok-kolom baja, sumbu lemah, box-strengthened, haunch, kekakuan sambungan, CBFEM, IDEA StatiCa
Analisis Kinerja Kontraktor Konstruksi Pada Proyek Penggantian Jembatan Minaesa, Kecamatan Wori, Kabupaten Minahasa Utara Purukan, Vindicia V. V.; Pratasis, Pingkan A. K.; Mangare, Jantje B.
TEKNO Vol. 24 No. 95 (2026): TEKNO
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35793/jts.v24i95.67041

Abstract

Abstrak Kemajuan teknologi telah meningkatkan tingkat persaingan dalam industri konstruksi sehingga menuntut kontraktor untuk meningkatkan kualitas kinerja, baik profesionalisme, kemampuan teknis serta kualitas layanan. Namun, dalam praktiknya banyak proyek konstruksi masih menghadapi kendala seperti keterlambatan, pembengkakan biaya, penurunan kualitas pekerjaan yang umumnya berkaitan dengan kinerja kontraktor. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang dapat berpengaruh terhadap kinerja kontraktor konstruksi serta menilai bagaimana kinerja kontraktor konstruksi pada Proyek Penggantian Jembatan Minaesa, Kecamatan Wori, Kabupaten Minahasa Utara. Metode penelitian menggunakan metode kuantitatif melalui penilaian indikator kinerja kontraktor, dengan data yang diperoleh melalui penyebaran kuesioner dan dianalisis dengan bantuan program SPSS. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kemampuan kontraktor dalam mengidentifikasi risiko serta kemampuan dalam mengambil keputusan secara cepat, tepat dan efektif merupakan faktor yang berpengaruh terhadap kinerja kontraktor konstruksi. Dari hasil penelitian diharapkan kemampuan dalam mengidentifikasi risiko serta kemampuan dalam pengambilan keputusan lebih ditingkatkan agar dapat mendukung kelancaran pelaksanaan proyek. Kata kunci: analisis kinerja, proyek konstruksi, kontraktor
Menganalisis Akurasi Hasil Pengukuran Topografi Menggunakan Metode Bowditch Dan Metode Koordinat Polaris Pada Pemetaan Situasi Wantania, Jonathan; Lefrandt, Lucia I. R.; Rompis, Semuel Y. R.
TEKNO Vol. 24 No. 95 (2026): TEKNO
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35793/jts.v24i95.67043

Abstract

Pengukuran topografi merupakan kegiatan penting dalam bidang survei dan pemetaan yang berfungsi sebagai dasar dalam perencanaan dan pelaksanaan pembangunan. Tingkat ketelitian hasil pengukuran sangat mempengaruhi kualitas informasi spasial yang dihasilkan, khususnya dalam kegiatan pemetaan situasi. Oleh karena itu, diperlukan metode pengukuran yang mampu memberikan hasil yang akurat dan efisien sesuai dengan kondisi lapangan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dan membandingkan akurasi hasil pengukuran topografi menggunakan metode Bowditch dan metode koordinat polaris, serta menilai efisiensi penerapan kedua metode tersebut dalam pemetaan situasi. Perbandingan dilakukan untuk mengetahui kelebihan dan keterbatasan masing-masing metode sehingga dapat dijadikan acuan dalam pemilihan metode pengukuran yang tepat. Penelitian dilaksanakan di Fakultas Teknik Universitas Sam Ratulangi Manado dengan menggunakan alat ukur Total Station. Metode Bowditch diterapkan pada pengukuran poligon tertutup dengan koreksi kesalahan sudut dan jarak secara proporsional, sedangkan metode koordinat polaris digunakan untuk menentukan posisi titik detail berdasarkan pengukuran sudut dan jarak dari titik referensi. Data hasil pengukuran diolah menggunakan AutoCAD Civil3D dan dianalisis tingkat akurasinya menggunakan parameter Root Mean Square Error (RMSE) berdasarkan standar ketelitian peta Peraturan Kepala Badan Informasi Geospasial (BIG) Nomor 15 Tahun 2014. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kedua metode menghasilkan koordinat dan elevasi yang memenuhi standar ketelitian pemetaan situasi. Metode Bowditch memberikan hasil yang lebih stabil dan akurat pada pengukuran poligon tertutup, sedangkan metode koordinat polaris lebih efisien dalam pengambilan data titik detail dengan waktu pelaksanaan yang lebih singkat. Kata kunci: pengukuran topografi, metode Bowditch, metode koordinat Polaris
Perencanaan Bangunan Pengaman Pantai Di Pesisir Desa Paret Kecamatan Kotabunan Kabupaten Bolaang Mongondow Timur Supit, Raja M. P.; Thambas, Arthur H.; Supit, Cindy J.; Mamoto, Jeffry D.; Jasin, Muhammad I.; Dundu, Ariestides K. T.
TEKNO Vol. 24 No. 95 (2026): TEKNO
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35793/jts.v24i95.67058

Abstract

Pantai Paret yang berada di Kecamatan Kotabunan, Bolaang Mongondow Timur, Provinsi Sulawesi Utara adalah salah satu pantai yang pesisirnya dijadikan sebagai pemukiman desa serta tempat bersandarnya kapal-kapal nelayan. Menurut informasi warga, bangunan pengaman pantai yang ada di Lokasi tidak melindungi seluruh pemukiman karena perkembangan desa sehingga sebagian dicapai limpasan gelombang laut. Berdasarkan permasalahan yang terjadi maka perlu untuk melakukan perencanaan pengaman pantai yang tepat di pesisir desa paret, Kecamatan Kotabunan, Kabupaten Bolaang Mongondow Timur. Perencanaan pengaman Pantai dengan mengumpulkan data sekunder dari website ECMWF (European Centre for Medium-Range Weather Forecasts) dan juga SRGI, berupa data angin, pasang surut, juga melalui software penunjang yang ada. Dari hasil analisis data didapatkan pengaman pantai Revetment dengan lapis pelindung 1 kubus beton, dan lapis pelindung 2 batu boulder, dengan Tinggi Mercu 3,63 m, Lebar puncak 1,8 m, kemiringan 1:3, tinggi toe protection 1,29 m, dan lebar toe protection 3,43 m. Kata kunci: Pantai Paret, gelombang, pengaman pantai, revetment
Analisis Pengaruh Penggunaan Limbah Kaca Soda-Lim Lolos Saringan No. 50 Tertahan Saringan No.100 Sebagai Pengganti Sebagian Agregat Halus Terhadap Aspal Campuran AC-WC Menggunakan Material Dari Quarry Kakaskasen Sajow, Mattew A. D.; Lalamentik, Lucia G. J.; Manoppo, Mecky R. E.
TEKNO Vol. 24 No. 95 (2026): TEKNO
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35793/jts.v24i95.67065

Abstract

Perkerasan jalan menggunakan campuran Asphalt Concrete – Wearing Course (AC-WC) memerlukan agregat dengan kualitas baik agar mampu menahan beban lalu lintas serta memberikan stabilitas yang tinggi. Namun ketersediaan agregat alami semakin terbatas, sehingga diperlukan material alternatif yang dapat digunakan sebagai bahan substitusi sebagian agregat. Salah satu material yang berpotensi dimanfaatkan adalah limbah kaca soda-lime yang banyak ditemukan sebagai limbah rumah tangga dan industri. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh penambahan limbah kaca sebagai substitusi sebagian agregat halus terhadap karakteristik Marshall campuran AC-WC. Variasi penambahan limbah kaca yang digunakan adalah 0%, 5%, 10%, 15%, 20%, dan 25% dari berat agregat halus. Pengujian dilakukan dengan metode Marshall Test untuk memperoleh parameter stabilitas, flow, VIM, VMA, dan VFB. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penambahan limbah kaca memberikan pengaruh terhadap karakteristik Marshall campuran aspal. Nilai stabilitas cenderung meningkat pada variasi tertentu namun menurun pada kadar limbah kaca yang lebih tinggi. Nilai VIM dan VMA menunjukkan perubahan yang dipengaruhi oleh bentuk dan tekstur permukaan partikel kaca. Secara umum, penggunaan limbah kaca sebagai substitusi sebagian agregat halus masih dapat digunakan dalam campuran AC-WC pada variasi tertentu dengan tetap memenuhi spesifikasi yang berlaku. Kata kunci: AC-WC, soda-lime glass, karakteristik Marshall, kadar aspal optimum