cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota manado,
Sulawesi utara
INDONESIA
TEKNO
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Engineering,
Arjuna Subject : -
Articles 951 Documents
Pola Sedimentasi Di Muara Sungai Sosoan Atep Oki Damopolii, Olivia; Jasin, Muhammad I.; Thambas, Arthur H.; Dundu, Ariestides K. T.; Mamoto, Jeffry D.; Supit, Cindy J.
TEKNO Vol. 24 No. 95 (2026): TEKNO
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35793/jts.v24i95.67171

Abstract

Muara sungai merupakan wilayah peralihan antara daratan dan laut yang memiliki dinamika tinggi akibat pengaruh proses hidrodinamika. Muara Sungai Sosoan Atep Oki yang berada di Desa Atep Oki, Kecamatan Lembean Timur, Kabupaten Minahasa, menunjukkan adanya permasalahan sedimentasi yang ditandai oleh pendangkalan muara serta perubahan bentuk morfologi kawasan pantai. Penelitian ini bertujuan mengkaji pola sedimentasi yang terjadi di Muara Sungai Sosoan Atep Oki serta mengidentifikasi faktor-faktor hidrodinamika yang berperan, meliputi gelombang, pasang surut, dan arus sungai. Metode penelitian yang digunakan meliputi analisis data angin untuk peramalan gelombang menggunakan Sverdrup-Munk-Bretschneider (SMB), analisis karakteristik gelombang pecah, serta perhitungan angkutan sedimen sejajar pantai dengan metode CERC. Data yang dianalisis merupakan dan sekunder pada tahun 2020-2024. Hasil penelitian menunjukkan bahwa proses sedimentasi di muara sungai lebih dominan dipengaruhi oleh aktivitas gelombang laut, terutama gelombang yang datang dengan arah membentuk sudut terhadap garis pantai sehingga menghasilkan transport sedimen sejajar pantai. Kondisi tersebut memicu terbentuknya endapan berupa lidah pasir (sand spit) dan pasir gosong (sand bar) di sekitar muara, yang berpotensi menyebabkan penutupan alur muara searah dengan arah dominan pergerakan sedimen. Pengaruh pasang surut dan arus sungai relative lebih kecil dibandingkan pengaruh gelombang. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi sebagai bahan pertimbangan dalam pengelolaan kawasan pesisir dan penanganan permasalahan sedimentasi di Muara Sungai Sosoan Atep Oki. Kata kunci: sedimentasi, muara sungai Sosoan Atep Oki, gelombang, transport sedimen
Pengaruh Kepadatan Titik Kontrol Terhadap Akurasi Peta Topografi Menggunakan GNSS Geodetik Lasaru, Natalino T. J.; Lefrandt, Lucia I. R.; Rompis, Semuel Y. R.
TEKNO Vol. 24 No. 95 (2026): TEKNO
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35793/jts.v24i95.67234

Abstract

Pemetaan topografi merupakan dasar penting dalam bidang teknik sipil, geodesi, dan perencanaan wilayah, khususnya untuk perancangan infrastruktur dan analisis lahan. Akurasi peta topografi sangat menentukan keberhasilan perencanaan dan pelaksanaan konstruksi, karena kesalahan pemetaan dapat berdampak pada ketidaktepatan desain, peningkatan biaya, serta risiko kegagalan struktur. Salah satu faktor yang memengaruhi akurasi peta topografi adalah kepadatan titik kontrol yang digunakan dalam proses pemetaan. Secara teoritis, titik kontrol berfungsi sebagai acuan geometris dalam pembentukan peta topografi. Kepadatan dan distribusi titik kontrol berpengaruh terhadap kualitas interpolasi elevasi dan pembentukan kontur. Evaluasi ketelitian peta dilakukan dengan membandingkan hasil pemodelan terhadap titik referensi (checkpoint) menggunakan parameter statistik seperti Root Mean Square Error (RMSE), mengacu pada standar ketelitian peta yang ditetapkan oleh Badan Informasi Geospasial (BIG). Penelitian ini dilakukan menggunakan metode survei GNSS Geodetik dengan pendekatan Real Time Kinematic (RTK) pada lahan Agriculture & Landscape di Wusa, Kota Manado. Tiga skenario kepadatan titik kontrol diterapkan, yaitu 1 titik per 1 hektar, 1 titik per 2,5 hektar, dan 1 titik per 5 hektar. Data pengukuran diolah menggunakan perangkat lunak pemetaan untuk menghasilkan peta topografi pada setiap skenario, kemudian dilakukan uji akurasi menggunakan perhitungan RMSE planimetris dan vertikal. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kepadatan titik kontrol yang lebih tinggi menghasilkan nilai RMSE yang lebih kecil dan kualitas peta topografi yang lebih baik. Skenario dengan kepadatan 1 titik per 1 hektar memberikan tingkat akurasi tertinggi dan memenuhi standar ketelitian peta skala besar sesuai ketentuan BIG. Penelitian ini merekomendasikan pemilihan kepadatan titik kontrol yang sesuai dengan kebutuhan skala peta untuk memperoleh hasil pemetaan yang akurat dan efisien. Kata kunci: peta topografi, kepadatan titik kontrol, GNSS Geodetik
Kajian Bentuk Dan Kekasaran Kulit Pondasi Tiang Pancang Tunggal Vertikal Akibat Beban Lateral Pada Tanah Lempung Martinus, Frederik H.
TEKNO Vol. 23 No. 94 (2025): TEKNO
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35793/jts.v23i94.67252

Abstract

Bangunan-bangunan dan jembatan-jembatan sering didukung oleh pondasi tiang pancang, dimana pondasi tiang pancang termasuk dalam kelompok pondasi dalam dengan kemampuan memikul beban lateral atau beban horisontal dari bangunan diatasnya. Beban lateral yang ditimbulkan dari bangunan atas itu sendiri bisa menimbulkan defleksi pada pondasi tiang pancang. Defleksi yang terjadi dari pondasi tiang pancang pada suatu bangunan itu harus bisa diperhitungkan untuk menjamin keamanan dari bangunan di atasnya. Defleksi yang terjadi pada sangat bergantung dari daya dukung pondasi itu sendiri. Berdasarkan hal tersebut maka diadakan suatu penelitian mengenai pembebanan lateral pada pondasi tiang pancang dengan variasi bentuk penampang dan kekasaran kulit pondasi tiang pancang tunggal dengan media tanah lempung. Penelitian ini sendiri bertujuan untuk mencari pengaruh dari bentuk penampang dan kekasaran kulit tiang pancang akibat pembebanan lateral yang dilaksanakan di laboratorium dan berdasarkan kajian analitis yang didukung oleh teori yang relevan dengan pembebanan lateral pada tiang pancang. Metode penentuan beban batas yang digunakan adalah Spesifikasi Praktis dan oleh Meyerhof dan Yalcin (1984) untuk pendekatan perhitungan beban batas lateral pada tiang pancang tunggal pada tanah lempung. Prosedur yang sistematis, praktis dan rasional telah dikembangkan sebagai alat bantu dalam penentuan besarnya beban lateral batas pada tiang pancang tunggal. Perbandingan antara hasil percobaan dan perhitungan analitis beban batas lateral tiang pancang tunggal, menunjukkan bahwa daya dukung lateral batas terbesar ditimbulkan oleh penampang dengan α = 20° - Kasar. Kata kunci: daya dukung, tiang pancang vertikal, bentuk, kekasaran
Analisis Produktivitas Tenaga Kerja pada Pekerjaan Pemasangan Bata Ringan Dan Plesteran Dinding Pada Proyek Pembangunan Rumah Sakit Lembean Cristiani, Chrise; Mangare, Jantje B.; Pratasis, Pingkan A. K.
TEKNO Vol. 24 No. 95 (2026): TEKNO
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35793/jts.v24i95.67253

Abstract

Produktivitas tenaga kerja menjadi salah satu indikator penting dalam menilai keberhasilan pelaksanaan proyek konstruksi, khususnya dalam pencapaian sasaran waktu, biaya, dan mutu pekerjaan. Penelitian ini dilakukan untuk mengkaji tingkat produktivitas tenaga kerja pada pekerjaan pemasangan bata ringan dan plesteran dinding serta mengidentifikasi faktor-faktor yang berpengaruh terhadap produktivitas pada Proyek Pembangunan Rumah Sakit Hermana Lembean. Metode analisis yang diterapkan adalah work sampling, yaitu teknik pengamatan langsung di lapangan dengan mencatat aktivitas tenaga kerja pada interval waktu tertentu guna mengklasifikasikan kegiatan menjadi pekerjaan efektif, pekerjaan penunjang (essential contributory), dan pekerjaan tidak produktif. Pengamatan dilakukan terhadap 4 orang tenaga kerja yang dibagi dalam 2 kelompok, masing-masing terdiri dari 1 tukang dan 1 pekerja (kenek). Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada pekerjaan pemasangan bata ringan, kelompok 1 membutuhkan waktu baku sebesar 37,98 menit/m² untuk menyelesaikan pekerjaan 1 m², sedangkan kelompok 2 membutuhkan waktu baku sebesar 38,40 menit/m² untuk menyelesaikan pekerjaan 1 m². Pada pekerjaan plesteran dinding, kelompok 1 membutuhkan waktu baku sebesar 29,25 menit/m², sedangkan kelompok 2 membutuhkan waktu baku sebesar 34,52 menit/m² untuk menyelesaikan pekerjaan 1 m².Berdasarkan hasil tersebut dapat disimpulkan bahwa terdapat perbedaan tingkat produktivitas tenaga kerja pada masing-masing kelompok. Perbedaan ini dipengaruhi oleh pengalaman kerja, keterampilan tenaga kerja, metode pelaksanaan, serta kondisi lingkungan kerja. Semakin kecil waktu baku yang dibutuhkan, maka semakin tinggi tingkat produktivitas tenaga kerja yang dihasilkan. Kata kunci: produktivitas tenaga kerja, work sampling, bata ringan, plesteran dinding, proyek konstruksi
Evaluasi Kinerja Biaya Dan Waktu Pada Proyek Konstrksi Showroom Dan Bengkel HAKA AUTO BYD Cabang Manado Spaer, Dhiwa D. R.; Sumanti, Febrina P. Y.; Tjakra, Jermias
TEKNO Vol. 24 No. 95 (2026): TEKNO
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35793/jts.v24i95.67257

Abstract

Proyek pembangunan Showroom dan Bengkel HAKA AUTO BYD Cabang Manado memerlukan pengendalian waktu dan biaya yang terukur agar pelaksanaan sesuai dengan rencana dan anggaran. Penelitian bertujuan untuk mengevaluasi kinerja biaya dan jadwal proyek dengan menggunakan metode Earned Value Management serta memperbaiki akurasi analisis jadwal melalui pendekatan Earned Schedule (ES). Data yang dianalisis meliputi nilai Planned Value (PV), Earned Value (EV), Actual Cost (AC), serta indikator kinerja seperti Analisa Varians, dan Indeks Kinerja. Analisis dilakukan pada periode minggu ke-2 hingga minggu ke-15. Hasil penelitian menunjukkan proyek mengalami ketidaksesuaian jadwal pada beberapa minggu.Perhitungan Estimate to Complete (ETC) dan Estimate at Complete (EAC) memperlihatkan total biaya penyelesaian diperkirakan Rp 16.740.000.000, lebih rendah dari Budget at Complete (BAC) sebesar Rp 18.583.651.000, sehingga menghasilkan Variance at Completion (VAC) yang positif.Nilai Schedule Variance in Time dan Schedule Performance Indeks in Time menunjukkan adanya keterlambatan sebenarnya pada beberapa fase pekerjaan. Berdasarkan hasil akhir perhitungan EAS(t) menggunakan metode Earned Schedule, waktu penyelesaian proyek diperkirakan berada pada durasi 20-21 minggu, sedangkan rata-rata estimasi waktu tersisa pada pertengahan proyek mencapai 5-6 minggu. Kata kunci: earned value management, earned schedule, kinerja biaya dan jadwal, varians biaya dan jadwal, estimasi penyelesaian proyek
Pengaruh Kegiatan Perkebunan Terhadap Kualitas Air Danau Moat Di Kabupaten Bolaang Mongondow Timur Gerald Pongoh; Herawaty Riogilang; Revo L. Inkiriwang
TEKNO Vol. 24 No. 95 (2026): TEKNO
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35793/jts.v24i95.67373

Abstract

Danau Moat merupakan salah satu sumber daya air penting yang dimanfaatkan masyarakat untuk kebutuhan domestik, perikanan, pariwisata, dan aktivitas lainnya. Namun, meningkatnya aktivitas perkebunan di kawasan daerah tangkapan air berpotensi menimbulkan pencemaran melalui limpasan pupuk kimia/organik, pestisida, limbah sisa panen dan gagal panen serta erosi tanah yang masuk ke badan air. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kualitas air Danau Moat dengan mengukur parameter Biological Oxygen Demand (BOD), Chemical Oxygen Demand (COD), Dissolved Oxygen (DO), Total Suspended Solid (TSS), pH, Nitrat (NO₃⁻), dan Fosfat (PO₄³⁻), serta membandingkannya dengan baku mutu air kelas II berdasarkan Peraturan Pemerintah Nomor 22 Tahun 2021. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar parameter masih berada dalam ambang batas baku mutu. Namun, nilai BOD pada titik I yang berdekatan dengan area perkebunan melebihi standar yang ditetapkan, mengindikasikan tingginya beban bahan organik akibat aktivitas perkebunan. Nilai COD pada titik I tersebut juga berada pada ambang batas, sementara parameter DO, TSS, Nitrat, Fosfat, dan pH relatif memenuhi kriteria kualitas air kelas II. Kondisi ini menunjukkan adanya tekanan pencemaran yang bersumber dari aktivitas perkebunan, terutama melalui limpasan permukaan saat hujan. Oleh karena itu, diperlukan pengelolaan lahan dan penerapan sistem konservasi daerah tangkapan air (DTA) secara berkelanjutan guna menjaga keseimbangan ekosistem danau serta menjamin keberlanjutan pemanfaatan sumber daya air bagi masyarakat di sekitar danau moat. Kata kunci: kualitas air, aktivitas perkebunan, BOD, baku mutu air, Danau Moat
Pengaruh Sand Cushion Terhadap Daya Dukung Fondasi Dangkal Di Atas Tanah Lempung Agnes T. Mandagi; Alva N. Sarajar; Elsania H. Mende
TEKNO Vol. 24 No. 95 (2026): TEKNO
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35793/jts.v24i95.67406

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi efektivitas penggunaan sand cushion (zona penggantian pasir) sebagai solusi perbaikan tanah dasar guna meningkatkan kestabilan fondasi dangkal. Fokus utama penelitian diarahkan pada perbandingan kondisi teknis antara tanah asli dengan tanah yang telah diberikan tambahan sand cushion melalui berbagai variasi ketebalan. Hasil analisis data menunjukkan bahwa penerapan sand cushion membantu meningkatkan kekuatan tanah dalam menahan beban bangunan. Berdasarkan data yang didapat, diperoleh nilai daya dukung untuk masing-masing variasi ketebalan (h): 0,25=135 kPa; 0,5=153 kPa; 0,75 = 172 kPa dan 1,0 = 193 kPa. Peningkatan nilai daya dukung ultimit ini dipicu oleh besarnya nilai sudut geser dalam (v) pada material pasir yang secara langsung memperkuat faktor perlawanan tanah seiring dengan bertambahnya tebal sand cushion. Melalui perhitungan penurunan, terkonfirmasi bahwa lapisan ini berfungsi efektif sebagai zona penyebar tegangan yang mampu meminimalkan beban langsung pada lapisan lempung guna mencegah deformasi yang berlebihan. Dengan demikian, metode penggantian sebagian tanah dengan pasir merupakan strategi yang efisien dalam mengoptimalkan kinerja serta stabilitas struktur fondasi pada lahan lunak. Kata kunci: sand cushion, nilai daya dukung ultimit, penurunan, deformasi
Perencanaan Desain Tebal Perkerasan Lentur Ruas Jalan Girian – Likupang Dengan Metode Bina Marga 2024 Pasuhuk, Piere J.; Sendow, Theo K.; Lalamentik, Lucia G. J.
TEKNO Vol. 24 No. 95 (2026): TEKNO
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35793/jts.v24i95.67453

Abstract

Jalan sebagai prasarana transportasi darat memiliki peran strategis dalam mendukung pertumbuhan ekonomi dan pembangunan, sehingga perencanaan perkerasan harus dilakukan secara tepat, seperti ruas jalan Girian Likupang STA 0+000 – STA 2+917. Penelitian ini bertujuan menganalisis tebal perkerasan lentur menggunakan Manual Desain Perkerasan Jalan No. 03/M/BM/2024. data yang digunakan berdasarkan observasi langsung di lapangan meliputi survei LHR 1×24 jam, dan nilai CBR tanah dasar segmen I 7% dan segmen II 6, dengan pendekatan mekanistik-empiris melalui perhitungan umur rencana, pertumbuhan lalu lintas, distribusi arah dan lajur, serta beban sumbu standar kumulatif (CESA). Hasil analisis menunjukkan tebal perkerasan berdasarkan MDPJ 2024 sebesar 535 mm (AC-WC 40 mm, AC-BC 65 mm, AC-BASE 80 mm, LFA Kelas A 200 mm, LFA Kelas B 150 mm). Untuk tanah dasar segmen II yang memiliki nilai CBR kurang dari 6% direkomendasikan untuk dilakukan stabilisasi tanah dasar atau penggantian material. Sehingga perencanaan perkerasan dapat dilakukan dengan ketebalan yang lebih kecil dan biaya yang lebih ekonomis, serta perbanyak titik pengambilan sampel tanah dasar dalam pengujian CBR laboratorium untuk memiliki data yang lebih akurat. Kata kunci: perkerasan lentur, MDPJ 2024, CESA, CBR, Girian - Likupang
Analisis Data Pasang Surut Di Pelabuhan Torosik Bolaang Mongondow Selatan Menggunakan Metode Least Square Otay, Gloria N.; Mamoto, Jeffry D.; Dundu, Ariestides K. T.; Jasin, Muhammad I.; Thambas, Arthur H.; Supit, Cindy J.
TEKNO Vol. 24 No. 95 (2026): TEKNO
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35793/jts.v24i95.67526

Abstract

Pelabuhan Torosik adalah aset pemerintah pusat yang berada di wilayah Bolsel. Direncanakan peresmian pelabuhan dibuka langsung oleh Bupati Hi Herson Mayulu (H2M). Kehadiran transportasi laut akan meningkatkan perekonomian rakyat, dimana seluruh masyarakat akan dipermudah melakukan perjalan laut. Selain itu terinformasi dengan beroperasinya Pelabuhan Torosik, kedepan Pemerintah Pusat lewat Kementrian Perhubungan (Kemenhub), setelah beroperasinya pelabuhan yang selesai di bangun pada tahun 2014 ini, akan memberikan manfaat bagi daerah, terlebih khusus bagi masyarakat. Apalagi beroperasinya pelabuhan tersebut sudah dinanti lama oleh masyarakat Bolsel. Pelabuhan Torosik dibangun lewat Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN) sejak tahun 2011. Proses penganggaran dilakukan secara bertahap selama tiga tahun sampai 2014.Pelabuhan Torosik secara resmi telah dihibahkan Pemkab Bolsel kepada Pemerintah Pusat. Kata kunci: pasang surut, Metode Least square, Pelabuhan Torosik
Metode Pelaksanaan Bored Pile Dan Pile Cap Pada Proyek Pembangunan Gedung Pelayanan Kanker Terpadu RSUP Prof. Dr. R. D. Kandou Manado Lalawi, Maharani K. G.; Pratasis, Pingkan A. K.; Malingkas, Grace Y.
TEKNO Vol. 24 No. 95 (2026): TEKNO
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35793/jts.v24i95.67528

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui metode pelaksanaan pekerjaan pondasi bored pile dan pile cap pada Proyek Pembangunan Gedung Pelayanan Kanker Terpadu RSUP Prof. Dr. R. D. Kandou Manado. Metode penelitian yang digunakan adalah metode deskriptif dengan pengumpulan data melalui studi literatur, observasi lapangan, wawancara, serta dokumen proyek. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pekerjaan bored pile dilakukan melalui tahapan persiapan, pengeboran, pemasangan tulangan, dan pengecoran beton menggunakan pipa tremie. Selanjutnya pekerjaan pile cap meliputi pemotongan kepala tiang, galian tanah, pemasangan lantai kerja, pembesian, bekisting, pengecoran, dan curing beton. Dapat disimpulkan bahwa metode pelaksanaan bored pile dan pile cap pada proyek ini telah dilakukan secara sistematis sesuai prosedur teknis sehingga menghasilkan pondasi yang kuat dan stabil. Kata kunci: bored pile, pile cap, metode pelaksanaan