cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota yogyakarta,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
Creative Information Technology Journal
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Creative Information Technology Journal (CITEC) merupakan jurnal yang berisi hasil penelitian ilmiah di bidang ilmu komputer, teknik komputer, informatika, sistem informasi, dan teknik industri. Jurnal ini bertujuan untuk menjembatani adanya kesenjangan antara kemajuan teknologi informasi secara faktual dengan hasil penelitian yang ada.
Arjuna Subject : -
Articles 175 Documents
Implementasi Metode Certainty Factor pada Sistem Pakar Diagnosa Penyakit Ayam Berbasis Android Muqorobin Muqorobin; Prabowo Budi Utomo; Muhammad Nafi’Uddin; Kusrini Kusrini
Creative Information Technology Journal Vol 5, No 3 (2018): Mei-Juli
Publisher : UNIVERSITAS AMIKOM YOGYAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24076/citec.2018v5i3.198

Abstract

Penelitian ini dilakukan berdasarkan kebutuhan akan adanya alat bantu bagi peternak maupun penyuluh dalam mendiagnosis penyakit pada ayam. Basis pengetahuan sepenuhnya diambil dari pengetahuan pakar yang dapat mendiagnosa dan menentukan nama penyakit yang diderita oleh ayam. Penelitian ini dibuat berdasarkan hasil analisis dengan membandingkan 4 jurnal internasional yang berjudul “Expert system of quail disease diagnosis using forward chaining method, An Expert System for Management of Poultry Diseases, Developling Mobile Expert Web-based System Using Brainstroming Method, Disease Diagnosis System”. Berdasarkan keempat jurnal tersebut dapat dikembangkan inovasi baru berupa Sistem pakar diagnosa penyakit ayam menggunakan metode Certainty Factor. Metodologi penelitian menggunakan wawancara dan studi literature sehigga dapat menggumpulkan data yang lebih lengkap. Sistem Pakar ini akan di implementasikan kedalam sebuah aplikasi mobile berbasis android dengan harapan memudahkan user dalam menggunakan karena dibuat kedalam aplikasi android sehingga bisa di install dalam handphone. Hasil akhir berupa suatu informasi data penyakit dengan nilai Certainty Factor/kepastian.Kata Kunci — Diagnosa Penyakit Ayam, Sistem Pakar, Android, Certainty FectorThis study was conducted based on the need for tools for farmers and extension workers in diagnosingdiseases in chickens. The knowledge base is completely drawn from the expert knowledge that can diagnose and determine the name of the disease suffered by chickens. This study was based on the results of the analysis by comparing four international journals entitled "Expert system of quail disease diagnosis using forward chaining method, An Expert System for Management of Poultry Diseases, Developing Mobile Expert Web-based System Using Brainstroming Method, Disease Diagnosis System". Based on the four journals can be developed a new innovation in the form of expert system of chicken disease diagnosis using Certainty Factor method. The research methodology uses interviews and literature studies so that it can collect more complete data. Expert System will be implemented into an android-based mobile application with the hope of facilitating the user in using because it is made into the android application that can be installed in the mobile phone. The final result is an information of disease data with Certainty Factor value/certainty.Keywords — Diagnosis of Chicken Disease, Expert System, Android, Certainty Fector
Mengukur Tingkat Kematangan Tata Kelola Sistem Informasi Akademik Menggunakan COBIT 4.1 dan Balanced Scorecard Elvis Pawan; Ema Utami; Asro Nasiri
Creative Information Technology Journal Vol 5, No 2 (2018): Februari-April
Publisher : UNIVERSITAS AMIKOM YOGYAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24076/citec.2018v5i2.180

Abstract

Dalam perkembangan lembaga pendidikan sangat ditentukan oleh teknologi informasi (TI). Pada STIMIK Sepuluh Nopember Jayapura terdapat masalah dalam hal belum menyadari pentingnya untuk meningkatkan efisiensi biaya. Sehingga perlu dilakukan pengukuran untuk mengetahui tingkat kematangan lembaga dalam hal pengelolaan efisiensi biaya. Tata kelola TI sangat dibutuhkan untuk mengetahui sejauh mana pemanfaatan TI demi tercapaianya visi dan misi lembaga. Salah satu proses penting dalam penerapan tata kelola TI adalah melakukan evaluasi untuk mengetahui sejauh mana institusi menerapkan tata kelola yang baik. Penelitian ini menjelaskan bagaimana lembaga pendidikan dapat meningkatkan efisiensi biaya dan kontribusinya terhadap profitabilitas bisnis. Balanced Scorecard merupakan sebuah kerangka kerja yang baik untuk melakukan penilaian terhadap kinerja Organisasi. Dalam hal ini COBIT dan Balanced scorecard memberikan sebuah patokan pada financial perspektif yang dapat dijadikan acuan manajemen sebuah institusi yang ingin melakukan pembenahan khususnya dalam efisiensi biaya. Penelitian ini menghasilkan cara meningkatkan maturity level yang dapat dijadikan acuan oleh lembaga dalam menyusun tata kelola TI yang sesuai dengan best practice COBIT 4.1. Pada penelitian ini diperoleh kesimpulan bahwa tingkat kematangan tata kelola lembaga saat ini khususnya PO5 = 2,37 dan DS6=2,69, berada pada level 2.Kata Kunci — Tata Kelola TI, COBIT, Balanced ScorecardIn the development of educational institutions is largely determined information technology (IT). STIMIK Sepuluh November Jayapura there were problems in terms of not realizing the importance of increasing cost efficiency. Necessary to measure the maturity level of the institution in terms of managing cost efficiency. IT governance of an institution is needed to find out how far IT is used for achieving vision and mission. The most important processes in implementing IT governance is conducting an evaluation that aims to determine the extent of institutions in implementing good governance. This study explains how an educational institution can improve cost efficiency and its contribution to business profitability. The Balanced Scorecard is a good framework for assessing Organizational performance. COBIT and the Balanced Scorecard provide a benchmark for financial perspective that can be used as a reference for management in an institution that wants to make improvements, especially cost efficiency. This study has a way to improve the maturity level that can be used as a reference by the institution in compiling IT governance that is in accordance with COBIT best practices. In this study concluded that the current maturity level of institutional governance, especially PO5=2.37 and DS6=2.69, is at level 2Keywords— 3-5 IT Governance, COBIT, Balanced Scorecard
Analisis Keamanan Dalam Desain Database PMB (Penerimaan Mahasiswa Baru) Dengan MySQL Sofyan Pariyasto; Ema Utami; Suwanto Raharjo
Creative Information Technology Journal Vol 5, No 4 (2018): Agustus - Oktober
Publisher : UNIVERSITAS AMIKOM YOGYAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24076/citec.2018v5i4.155

Abstract

Keamanan dalam desaian suatu database merupakan hal yang sangat penting untuk diterapkan dalam membangun sebuah sistem informasi. Sering kali dalam implementasi keamanan database tidak begitu diperhatikan, baik dari segi tipe data, panjang data, maupun paramter yang berkaitan dengan transaksi data. Kesalahan dalam desain database biasanya baru akan disadari pada saat aplikasi sudah selesai dan sudah digunakan. Untuk memastikan sebuah sistem informasi berjalan dengan lancar maka akan digunakan analisa data berdasarkan rentang data tertinggi dan data terendah. Dengan menggunakan analisa rentang data maka data yang nilainya lebih rendah dari paremeter yang ditentukan akan dirubah ke nilai terendah yang sesuai dengan paramter. Begitu juga data yang nilainya lebih tinggi dari paramter yang telah ditentukan akan dirubah ke nilai tertinggi yang sesuai dengan parameter. Dari hasil pengujian yang dilakukan sebelum adanya filter check dan patameter tipe data dengan memasukan data yang berupa huruf, angka minus serta angka yang melebihi batas atas pada kolom nilai, data masih bisa tersimpan ke database. Pengujian selanjutnya dilakukan dengan memasukan angka -2,-3,-4,-5,-7,-7 serta angka diatas ambang batas atas 12,13,14,15,16,17, dari hasil pengujian yang dilakukan dapat disimpulkan bawah sebuah database dengan fungsi trigger jauh lebih aman dibandingkan dengan database yang hanya menerapkan fungsi pembatasan berdasarkan tipe datanya saja.Kata Kunci —Keamanan Desain Database MySQL, Analisis Keamanan DatabaseSecurity in the design of a database is very important to be applied in building an information system. Often in the implementation of a database security is not given much attention, both in terms of data types, length, and parameters relating to data transactions. Errors in database design are usually only noticed when the application is complete and has been used. To ensure an information system runs well, data analysis will be used based on the highest and lowest data ranges. By using data range analysis, data whose value is lower than the specified parameter will be changed to the lowest value in accordance with the parameters. Data whose value is higher than predetermined parameters will be changed to the highest value in accordance with parameters. Results of tests conducted before the filter check and data type patameter by entering data in the form of letters, minus numbers and numbers that exceed the upper limit in the value column, data can still be saved to database. Further testing is done by entering the numbers -2, -3, -4, -5, -7, -7 and numbers above the upper threshold of 12,13,14,15,16,17, from some of the results of tests conducted can be concluded below a database with a trigger function is more secure than a database that only applies restrictions based on its data type.Keywords— Security Database Design MySQL, Security Analysis Database
Sistem Penilaian Karakteristik Anjing Menggunakan Metode Weighted Product Christine Christine; Halim Agung
Creative Information Technology Journal Vol 5, No 1 (2017): November-Januari
Publisher : UNIVERSITAS AMIKOM YOGYAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24076/citec.2017v5i1.127

Abstract

Anjing merupakan hewan yang paling banyak populasinya di tahun 2016 menurut survey populasi hewan kesayangan oleh asosiasi pembuat makanan hewan di Inggris (PFMA). Dengan banyaknya jenis anjing dan perbedaan karakteristik, tidak semua manusia dapat memilih jenis anjing yang sesuai dengan situasi dan kondisi mereka. Maka dari itu sistem penilaian karateristik anjing dibuat yang bertujuan untuk memudahkan user dalam memilih jenis anjing yang sesuai dengan situasi dan kondisi user tersebut. Sistem ini dibuat dengan menggunakan metode weighted product karena metode ini lebih efisien dibandingkan metode lain yang termasuk dalam penyelesaian masalah MADM (Multi Attibute Decision Making). Sistem ini dibuat berdasarkan data anjing yang terdaftar di American Kennel Club. Variabel-variabel yang terdapat dalam sistem ini meliputi kategori kelompok, lingkungan yang cocok, level energi, kerontokan bulu, tingkat kesulitan grooming, tingkat kepatuhan, size anjing, dan seringnya gonggongan. Hasil yang didapatkan dari sistem penilaian ini adalah 20 dari 30 pengujian sesuai dengan perhitungan manual. Sehingga tingkat kecocokan dari metode weighted product adalah 67%. Kesimpulan yang didapat dari penilitian ini adalah metode weighted product cukup efisien untuk diterapkan dalam sistem penilaian karakteristik anjing.Kata Kunci — Rekomendasi Jenis Anjing, Weighted Product, Memilih Anjing, Karakteristik, Sistem Penilaian.The dog is the most populous animal in the year 2016 according to a survey of pets population by the association of animal feed makers in the UK (PFMA). With many dog breeds and characteristic differences, not all humans can choose the type of dog that suits their circumstances. Therefore, the system of characteristic assessment of dogs made that aims to facilitate the user in selecting the type of dog that suits the situation and condition of the user. This system is made using the weighted product method because this method is more efficient than other methods which are included in solving the MADM (Multi Attibute Decision Making) problem. This system is based on dog data registered with American Kennel Club. The variables contained in this systeminclude group categories, suitable environments, energy levels, shedding, grooming difficulty level, adherence level, dog size, and frequent barking. The results obtained from this scoring system are 20 out of 30 tests according to manual calculations. So the match rate of weighted product method is 67%. The conclusion of this research is that the weighted product method is efficient enough to be applied in the dog's characteristic rating system.Keywords — Dog’s Breed Recomendation, Weighted Product, Choosing Dog, Characteristic, Scoring System.
Stemming Kata Berimbuhan Tidak Baku Bahasa Indonesia Menggunakan Algoritma Jaro-Winkler Distance Mudawil Qulub; Ema Utami; Andi Sunyoto
Creative Information Technology Journal Vol 5, No 4 (2018): Agustus - Oktober
Publisher : UNIVERSITAS AMIKOM YOGYAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24076/citec.2018v5i4.218

Abstract

Bahasa merupakan media untuk mengekspresikan keinginan, gagasan, dan perasaan. Dalam kaitannya dengan bahasa indonesia, bahasa dapat mencerminkan prilaku dalam sebuah masyarakat. Bahasa indonesia dapat digunakan secara formal maupun non-formal. Bahasa non-formal berbentuk kata tidak baku yang biasanya digunakan dalam komentar atau posting dalam media sosial. Salah satu contoh kata tidak baku adalah “nemenin” yang kata formalnya “menemani” dan kata dasarnya adalah “teman”. Dalam penelitian ini akan dilakukan pengujian akurasi algoritma Jaro-Winkler distance dalam mengubah kata imbuhan tidak baku menjadi bentuk dasarnya, proses ini disebut dengan stemming. Penelitian ini menggunakan data sebanyak 60 kata berimbuhan tidak baku. Hasil pengujian menunjukkan tingkat akurasi algoritma Jaro-Winkler sebesar 85% atau 51 kata berhasil di-stemming (3 overstemming, 6 unstemming, 0 understemming).Kata Kunci—Kata Imbuhan Tidak Baku, Stemming, Jaro-Winkler DistanceLanguage that represents the media to attract interest, regulate, and feel. In reversing it with Indonesian, language can reflect behavior in a society. Indonesian can be used formally or informally. Non-formal language in the form of non-formal words used in comments or posts on social media. One example of a non-formal word is "accompanying" the formal word "accompany" and the basic word is "friend". In this research, the Jaro-Winkler algorithm will be tested the distance in changing non-formal affix words into a form of interaction, this process is called stemming. This research uses data as many as 60 words that are not standardized. The test results show the level of testing of the Jaro-Winkler algorithm is 85% or 51 words successfully stemmed (3 overstemming, 6 unstemming, 0 understemming).Keywords— Non-Formal Affix, Stemming, Jaro-Winkler Distance