cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota yogyakarta,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
Creative Information Technology Journal
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Creative Information Technology Journal (CITEC) merupakan jurnal yang berisi hasil penelitian ilmiah di bidang ilmu komputer, teknik komputer, informatika, sistem informasi, dan teknik industri. Jurnal ini bertujuan untuk menjembatani adanya kesenjangan antara kemajuan teknologi informasi secara faktual dengan hasil penelitian yang ada.
Arjuna Subject : -
Articles 175 Documents
Analisis Penerapan Metode Profile Matching untuk Mengukur Kesenjangan Digital (Studi Kasus: RSUD Panembahan Senopati Bantul) Wahyu Ciptaningrum; Ema Utami; Eko Pramono
Creative Information Technology Journal Vol 7, No 1 (2020): Januari - Juni
Publisher : UNIVERSITAS AMIKOM YOGYAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24076/citec.2020v7i1.239

Abstract

Kesenjangan digital memiliki definisi tentang perbedaan kemampuan individu atau sekelompok masyarakat dalam mengikuti perkembangan teknologi informasi dan komunikasi. Salah satu Organisasi Perangkat Daerah di Kabupaten Bantul yang telah menerapkan e-government ialah Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Panembahan Senopati. Pemanfaatan TIK pada RSUD adalah sebagai pendukung pengambilan keputusan dibidang keuangan dan pelayanan. Dalam pemanfaatan TIK tersebut, terdapat beberapa permasalahan seperti kurangnya sumber daya manusia yang IT minded, sehingga dibutuhkan pengukuran kesenjangan digital. Penelitian ini menggunakan metode statistika nonparametrik untuk mengetahui kesenjangan digital di lingkungan isntansi RSUD tersebut signifikan atau tidak. Selanjutnya, variabel-variabel kesenjangan digital diukur kemudian diberi perankingan menggunakan metode profile matching. Berdasarkan hasil analisis dan pembahasan tentang pengukuran kesenjangan digital pada pegawai RSUD Panembahan Senopati Kabupaten Bantul yang dilakukan, dapat diambil kesimpulan bahwa perankingan tingkat kesenjangan digital pada pegawai RSUD Panembahan Senopati kabupaten Bantul dimulai dari yang paling tinggi ialah pada aspek penggunaan e-government, yaitu dengan indeks 4,2 disusul oleh penggunaan internet dengan indeks sebesar 4,1 dan yang memiliki kesenjangan paling rendah ialah aspek penggunaan internet dengan indeks sebesar 1,2.Kata Kunci—Kesenjangan Digital, Profile Matching, statistikAbstractDigital divide has definition about the difference between a person or a society to follow the information technology. One of Government’s Organization in Bantul Regency that has implemented e-government is Panembahan Senopati Regional General Hospital. The use of ICT in the house of Panembahan Senopati General Hospital is become a supporter of decision making in the financial and service fields. In the implementation ICT, there are problems that the lack of human resources that are IT minded, so we need to measure the digital divide. This research uses nonparametric statistical methods to determine digital gap in the hospital environment is significant or not. Next, the digital gap variables are measured then ranked using the profile matching method. Based on the results of the analysis and discussion of digital gap measurement at Panembahan Senopati Hospital employees, it can be concluded that the ranking of the digital gap level at Panembahan Senopati Hospital staffs starts from the highest is in the aspect of e-government use, with the index 4.2 and followed by the use of internet with an index of 4.1 and lowest gap was the aspect of internet use with an index 1.2.Keywords—3-5 Digital Divide, Profile Matching, Statistics.Kesenjangan digital memiliki definisi tentang perbedaan kemampuan individu atau sekelompok masyarakat dalam mengikuti perkembangan teknologi informasi dan komunikasi. Salah satu Organisasi Perangkat Daerah di Kabupaten Bantul yang telah menerapkan e-government ialah Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Panembahan Senopati. Pemanfaatan TIK pada RSUD adalah sebagai pendukung pengambilan keputusan dibidang keuangan dan pelayanan. Dalam pemanfaatan TIK tersebut, terdapat beberapa permasalahan seperti kurangnya sumber daya manusia yang IT minded, sehingga dibutuhkan pengukuran kesenjangan digital. Penelitian ini menggunakan metode statistika nonparametrik untuk mengetahui kesenjangan digital di lingkungan isntansi RSUD tersebut signifikan atau tidak. Selanjutnya, variabel-variabel kesenjangan digital diukur kemudian diberi perankingan menggunakan metode profile matching. Berdasarkan hasil analisis dan pembahasan tentang pengukuran kesenjangan digital pada pegawai RSUD Panembahan Senopati Kabupaten Bantul yang dilakukan, dapat diambil kesimpulan bahwa perankingan tingkat kesenjangan digital pada pegawai RSUD Panembahan Senopati kabupaten Bantul dimulai dari yang paling tinggi ialah pada aspek penggunaan e-government, yaitu dengan indeks 4,2 disusul oleh penggunaan internet dengan indeks sebesar 4,1 dan yang memiliki kesenjangan paling rendah ialah aspek penggunaan internet dengan indeks sebesar 1,2. Kata Kunci—Kesenjangan Digital, Profile Matching, statistikDigital divide has definition about the difference between a person or a society to follow the information technology. One of Government’s Organization in Bantul Regency that has implemented e-government is Panembahan Senopati Regional General Hospital. The use of ICT in the house of Panembahan Senopati General Hospital is become a supporter of decision making in the financial and service fields. In the implementation ICT, there are problems that the lack of human resources that are IT minded, so we need to measure the digital divide. This research uses nonparametric statistical methods to determine digital gap in the hospital environment is significant or not. Next, the digital gap variables are measured then ranked using the profile matching method. Based on the results of the analysis and discussion of digital gap measurement at Panembahan Senopati Hospital employees, it can be concluded that the ranking of the digital gap level at Panembahan Senopati Hospital staffs starts from the highest is in the aspect of e-government use, with the index 4.2 and followed by the use of internet with an index of 4.1 and lowest gap was the aspect of internet use with an index 1.2. Keywords—3-5 Digital Divide, Profile Matching, Statistics.
Penerapan Metode Analytcal Hierarchy Process Pada Sistem Pendukung Keputusan Penerimaan Karyawan PT.SDN Yusuf Wahyu Setiya Putra; Muhamad Teguh Prayitno
Creative Information Technology Journal Vol 8, No 1 (2021): Januari - Juni
Publisher : UNIVERSITAS AMIKOM YOGYAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24076/citec.2021v8i1.258

Abstract

Proses seleksi penerimaan karyawan secara manual, khususnya pada proses perhitungan nilai akhir setiap calon karyawan akan sangat membutuhkan banyak waktu, apalagi apabila jumlah calon karyawan yang mengikuti seleksi sangat besar. Sistem Pendukung Keputusan (SPK) adalah sistem yang berbasis personal komputer terdiri atas beberapa komponen yaitu komponen sistem bahasa (language), komponen sistem pengetahuan (knowledge), & komponen sistem pemrosesan perkara (duduk perkara processing) yang saling berkaitan satu menggunakan lainnya, didalam merogoh suatu keputusan melalui pengunaan data-data dan contoh-contoh keputusan supaya bisa memecahkan suatu pertarungan. Dalam penelitian yang akan dilaksanakan memakai Metode Analytical Hierarchy Process (AHP). Melakukan penyelesaian menggunakan AHP memiliki kaidah - kaidah yang dimana harus memahaminya, diantaranya: penyusunan hirarki, evaluasi perbandingan berpasangan, sintesa prioritas, & konsistensi logika. Berdasarkan analisa data yang dilakukan, diperoleh konklusi bahwa sistem pendukung keputusan karyawan menggunakan metode AHP bisa merampungkan banyak sekali perkara yang terdapat diperusahaan. sistem bisa menangani pertarungan tentang rekrutmen karyawan & sistem bisa menaruh output secara seksama & sempurna dan cepat menurut output perengkingan melalui perhitungan matrik berpasangan & nilai kriteria menurut masing-masing bobot nilai yang dipengaruhi secara sahih menurut output yang diperoleh. menurut output penelitian yang dilakukan bisa diperoleh output menurut perhitungan AHP ini terbukti sangat membantu perusahaan pada melakukan penyaringan penerimaan karyawan.Kata Kunci—AHP, Sistem, Pendukung, Keputusan, SPKThe selection process for hiring employees manually, especially in the process of calculating the final value of each prospective employee, will require a lot of time, especially if the number of prospective employees participating in the selection is very large. Using data and decision models to solve a problem, this study uses the Analytical Hierarchy Process (AHP) method. The basic principles of solving problems with AHP have rules which must be understood, including hierarchical arrangement, pairwise comparative assessment, priority synthesis, and logical consistency. Based on the data analysis, it is concluded that the employee decision support system using the AHP method can solve various problems that exist in the company. The system can handle problems regarding employee recruitment and the system is able to provide accurate and precise and fast results from the results of the ranking through the calculation of paired matrices and the criteria value of each weighted value that is determined correctly from the results obtained. From the results of research conducted, it can be obtained from the calculation of AHP which is proven to be very helpful for companies in screening employee acceptance.Keywords—AHP, System, Support, Decision, SPK
Sistem Pengendalian Suhu Serta Kelembaban Ruang Sarang Walet Menggunakan Fuzzy Berbasis Mikrokontroler Akhmad Syarif; Kusrini Kusrini; Eko Pramono
Creative Information Technology Journal Vol 6, No 2 (2019): Juli - Desember
Publisher : UNIVERSITAS AMIKOM YOGYAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24076/citec.2019v6i2.240

Abstract

Sarang walet merupakan tempat memproduksi air liur burung walet yang telah mengeras. Dalam pembuatan sarang walet harus memiliki kriteria-kriteria. Beberapa kriteria tersebut adalah suhu ruangan walet idealnya adalah 26-29 derajat celcius. Kelembaban udara juga berpengaruh terhadap sarang walet. Biasanya untuk mengatasi hal ini terdapat kolam air untuk menampung air pada ruangan. Air yang ada pada kolam tersebut di gunakan untuk mengatur kelembaban udara. Sehingga akan menjadi mirip seperti goa pada umum nya. Tingkat kelembaban dari 70 sampai 90 derajat celcius. Pada Intensitas cahaya 0 lux (gelap total) adalah intensitas cahaya yang disukai oleh Burung Walet untuk bersarang. Untuk bisa mendapatkan suhu dan kelembaban ideal diperlukan system automatis dalam mengontrol suhu dan kelembaban secara realtime. Dengan system automatisasi yang di atur melalui mikrokontroller menggunakan metode Fuzzy Sugeno untuk menghasilkan puteran air pada keran sehingga mempermudah kontrol ruang sarang walet dan juga data suhu serta kelembaban yang di kirim ke database untuk mempermudah monitoring suhu dan kelembaban dari website. Hasilnya adalah dengan penggunaan sistem kontrol suhu dan kelembaban menggunakan metode fuzzy Sugeno didapatkan hasil dengan 3 parameter yaitu suhu, kelembaban dan cahaya adalah 61.11%, sedangkan dengan 2 parameter yaitu suhu dan kelembaban adalah 39.29% dari 18x percobaan. Kata Kunci—Microcontroller, Arduino, Fuzzy Sugeno, IoTSwallow's nest is a place to produce hardened swallow birds' saliva. In making swallow nests must have criteria. Some of these criteria are the ideal walet room temperature is 26-29 degrees Celsius. Humidity also affects swallow's nest. Usually to overcome this there is a pool of water to hold water in the room. The water in the pool is used to regulate the humidity of the air. So it will be like a cave in general. Humidity levels from 70 to 90 degrees Celsius. At 0 Lux (total dark) light intensity is the intensity of light favored by Swallow for nesting. To be able to get the ideal temperature and humidity needed an automatic system to control temperature and humidity in real time. With the automation system that is set through a microcontroller using the Fuzzy Sugeno method to produce water spin on the tap making it easier to control swallow nest space and temperature and humidity data sent to the database to facilitate monitoring of temperature and humidity from the website. The result is the use of a temperature and humidity control system using the Sugeno fuzzy method obtained results with 3 parameters namely temperature, humidity and light is 61.11%, while with 2 parameters namely temperature and humidity is 39.29% from 18x experiments. Keywords—Microcontroller, Arduino, Fuzzy Sugeno, IoT
Analisis Dan Optimasi Rendering Pada Autodesk Maya Dengan Menggunakan UE4 Winarja Winarja; M Suyanto; Asro Nasiri
Creative Information Technology Journal Vol 7, No 2 (2020): Juli - Desember
Publisher : UNIVERSITAS AMIKOM YOGYAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24076/citec.2020v7i2.260

Abstract

Proses rendering pada pembuatan film 3D animasi merupakan pekerjaan yang sangat memakan banyak waktu dikarenakan banyaknya frame yang diperlukan untuk membuat film 3D animasi. Pada proses rendering satu frame dalam film 3D animasi biasanya membutuhkan waktu hingga beberapa jam dikarenakan proses kalkulasi render yang terdiri dari data model, data shader, data texture, dan data lighting dalam sebuah shot pada adegan 3D animasi. Dengan menggunakan proses render secara frame per frame maka proses render akan memerlukan waktu yang lama sehingga penulis akan melakukan penelitian pada proses rendering dengan menggunakan software game engine pada Unreal Engine 4 sebagai kalkulasi render secara realtime. Dari data yang semula dilakukan proses render pada software maya dan selanjutnya akan dilakukan perubahan data dari file maya diubah menjadi FBX file sebagai data yang akan di proses pada software Unreal Engine 4 (UE4). Dengan penggunaan game engine sebagai hasil akhir dalam menampilkan hasil render secara realtime sangatlah membantu dalam mendapatkan kelancaran pada sebuah proses produksi pada film 3D animasi. Kata Kunci—animasi 3D, rendering, real time render, game engine.The rendering process in making animated 3D movies is a very time-consuming job due to the large number of frames needed to make animated 3D films. In the rendering process one frame in an animated 3D movie usually takes up to several hours because the rendering calculation process consists of model data, shader data, texture data, and lighting data in a shot on a 3D animated scene. By using the rendering process in a frame per frame, the rendering process will require a long time so the writer will conduct research on the rendering process by using the game engine software on Unreal Engine 4 as a realtime rendering calculation. From the data that was originally done in the virtual software rendering process and then the data will be changed from the virtual file to be converted into FBX file as data that will be processed in the Unreal Engine 4 software (UE4). Using the game engine as the final result in displaying rendering results in realtime is very helpful in getting fluency in a production process in 3D animated films.Keywords—3D animation, rendering, real time rendering, game engine.
Model E-Readiness Untuk Pengukuran Kesiapan Pengelolaan Aduan E-Lapor DIY Dwi Lestari; Wing Wahyu Winarno; Mei P Kurniawan
Creative Information Technology Journal Vol 7, No 2 (2020): Juli - Desember
Publisher : UNIVERSITAS AMIKOM YOGYAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24076/citec.2020v7i2.249

Abstract

Pemanfaatan TIK secara efektif dan efisien telah digunakan untuk meningkatkan pelayanan publik yang diselenggarakan oleh Pemerintah. Pemerintah Daerah DIY telah mengembangkan aplikasi aduan E-Lapor sejak 2018, akan tetapi pengelolaanya aduan yang masuk belum terespon tepat waktu sesuai dengan SOP E-Lapor DIY dimana aduan yang masuk harus direspon paling lambat 5 hari kerja. Sehingga untuk mengetahui hambatan dan kendala dalam pengelolaan E-Lapor DIY diperlukan pengukuran kesiapan faktor-faktor dalam pengelolaan E-Lapor DIY. Suksesnya pengelolaan E-lapor DIY bukan hanya dipengaruhi oleh faktor infrastruktur TIK saja, akan tetapi faktor yang turut mempengaruhi tingkat kesiapan. Telah dikembangkan pada tingkat negara tertentu beberapa model e-readiness yang mengidentifikasi dari faktor-faktor perspektif makro. Sebelum melakukan pengukuran e-readiness terdapat hal yang krusial yang perlu dilakukan yaitu dengan pemilihan model e-readiness yang tepat. Penelitian ini menggunakan pendekatan studi literatur dengan membandingkan beberapa model e-readiness yang telah popular dan sudah sering diadopsi dalam penelitian di Indonesi. Penelitian ini akan menghasilkan sebuah rekomendasi model e-readiness Mutula Brakel yang paling sesuai untuk pengukuran kesiapan dalam pengelolaan aduan melalui aplikasi E-lapor DIY.Kata Kunci— e-lapor, e-readiness, tik, mutula dan brakel Effective and efficient use of ICT has been used to improve public services provided by the Government. The Regional Government of DIY has developed the E-Lapor complaint application since 2018, but the management of complaints that come in yet responded on time in accordance with the E-Lapor DIY procedure where the incoming complaint must be responded to no later than 5 working days. Efforts to determine the obstacles in managing E-Lapor DIY are needed to measure the readiness of the factors in managing E-Lapor DIY. The success of E-Lapor DIY management is not only influenced by ICT infrastructure factors, but also factors that influence the level of readiness. There are several e-readiness models that have been developed by identifying factors from a macro perspective at a particular country level. The selection of the right e-readiness model is an important thing that needs to be done, before measuring e-readiness. This research will compare several popular e-readiness models and are often adopted in research in Indonesia with a literature study approach. This study produces recommendations for the Mutula Brakel e-readiness model that is suitable for measuring readiness in complaint management through the E-Lapor DIY application. Keywords— e-lapor, e-readiness, ICT, mutula dan brakel
Analisis Variable yang Memengaruhi Minat Pemilihan Perguruan Tinggi Musthofa Galih Pradana; Azriel Christian Nurcahyo; Fandli Supandi
Creative Information Technology Journal Vol 7, No 1 (2020): Januari - Juni
Publisher : UNIVERSITAS AMIKOM YOGYAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24076/citec.2020v7i1.202

Abstract

Kebijakan Promosi dari Universitas untuk mendapatkan mahasiswa baru merupakan hal yang vital bagi kelancaran proses penerimaan Mahasiswa Baru. Pihak lembaga perlu mengkaji dan melakukan analisis yang baik sebelum melakukan promosi. Di era sekarang, banyak media yang dapat dijadikan sebagai media promosi. Dengan berkembangnya cara penyebaran informasi serta banyaknya media pihak yang berkepentingan sudah seharusnya jeli mana yang mendapat prioritas lebih dari semua banyak lini media tempat promosi. Ketika tingkat prioritas sudah ditentukan maka upaya promosi akan menjadi lebih mudah dan lebih tepat sasaran. Akan tetapi penentuan tingkat prioritas tidak dapat dilakukan secara asal dan sembarangan. Perlu dilakukan pengkajian yang lebih dalam bukan hanya sekedar intuisi belaka. Penelitian ini membahas tentang pengaruh promosi dengan minat calon mahasiswa memilih AMIKOM sebagai universitas pilihan dengan acuan tiga variable yaitu sosial media, website, dan referensi alumni. Pengolahan data menggunakan software SPSS dan SPSS AMOS untuk mencari validitas, reliabilitas dan uji hipotesis. Hasil yang didapatkan adalah semua variable signifikan, dengan urutan dari nilai tertinggi ke terendah adalah Sosial Media, Referensi Alumni, dan Website. Kata Kunci—Promosi, Validitas, Reliabilitas, HipotesisPromotion policy from the University to get new students is vital for the smooth process of admission of New Students. The institution needs to review and conduct a good analysis before conducting a promotion. In this era, many media can be used as promotional media. With the development of ways of disseminating information and the many media interested parties it should be observant which gets priority over all the many lines of media wherepromotion. When the priority level has been determined, the promotion effort will be easier and more targeted. However, the determination of priority levels cannot be done arbitrarily and carelessly. Deeper studies need to be done not just mere intuition. This study discusses the effect of promotion with the interest of prospective students choosing AMIKOM as the university of choice with three variables reference, namely social media, website, and alumni reference. Data processing using SPSS and SPSS AMOS software to find validity, reliability, and hypothesis testing. The results obtained are all significant variables, with the order from highest to lowest values are Social Media, Alumni Reference, and Website.Keywords— Promotion, Validity, Reliability, Hypothesis
Implementasi Metode Profile Matching Untuk Menentukan Penerima Beasiswa Bidikmisi Elvis Pawan; Wahyu Wijaya Widianto; Patmawati Hasan
Creative Information Technology Journal Vol 8, No 1 (2021): Januari - Juni
Publisher : UNIVERSITAS AMIKOM YOGYAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24076/citec.2021v8i1.257

Abstract

Proses seleksi beasiswa bidikmisi secara manual, mulai dari pengajuan formulir sampai penetuan mahasiswa penerima beasiswa semua dikerjakan secara manual sehingga pada proses pemberian bantuan pendidikan kepada mahasiswa terkdang tidak objektif karena banyaknya minat mahasiswa dari tahun ke tahun yang mengajukan permohonan beasiswa bidikmisi, keterbatasan waktu yang dimiliki kerap menyulitkan tim dalam menentukan mahasiswa yang tepat untuk menerima beasiswa. Diperlukan sebuah SPK yang dapat mempermudah pekerjaan tim dan dapat membantu memperoleh penerima beasiswa secara objektif. Sistem pendukung keputusan yang diusulkan dengan menggunakan metode profile matching dengan mempertimbangkan beberapa kriteria seperti potensi akademik, ekonomi keluarga, jumlah tanggungan orang tua, kelengkapan berkas, dan transportasi ke kampus. Penelitian ini menghasilkan sebuah sistem pendukung keputusan dan berdasarkan data yang dimasukkan pada sistem jika nilai core factor (CF) sebesar 65% dan secondary factor sebesar 35%, maka dari data yang ada terdapat lima orang yang berhak memperoleh beasiswa menurut rangking satu sampai lima yaitu M03, M09, M06, M07, dan M08. Dari pengujian yang dilakukan sebanyak 84% responden menjawab positif terhadap hasil sistem pendukung keputusan karena dapat membantu mereka untuk menjalakan tugas dan tanggungjawab sebagai tim seleksi. Kata kunci— Profile_Matching; Beasiswa; SPK; BidikmisiThe manual selection process for Bidikmisi scholarships, starting from submitting forms to determining scholarship recipients, is all done manually so that the process of providing educational assistance to students is sometimes not objective because of the high interest of students who apply for Bidikmisi scholarships from year to year. makes it difficult for the team to determine the right student to receive the scholarship. A DSS is needed that can facilitate the team and can help objectively obtain scholarship recipients. The proposed decision support system uses the profile matching method by considering several criteria such as academic potential, family economy, number of dependents of parents, completeness of files, and transportation to campus. This research produces a decision support system and based on the data entered in the system if the core factor (CF) value is 65% and the secondary factor is 35%, then from the existing data, five people are entitled to receive scholarships according to rank one to five, namely M03, M09, M06, M07, and M08. From the tests carried out, 84% of respondents answered positively to the results of the decision support system because it can help them carry out their duties and responsibilities as a selection team.Keywords— Profile Matching; scholarships; DSS; Bidikmisi
Pengembangan Prototype Tes Psikologi Perencanaan Karir Siswa SMA Agam Saka Jati; Kusrini Kusrini; Hanif Al Fatta
Creative Information Technology Journal Vol 5, No 1 (2017): November-Januari
Publisher : UNIVERSITAS AMIKOM YOGYAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24076/citec.2017v5i1.169

Abstract

Karir adalah salah satu hal penting yang perlu disiapkan dalam kehidupan seseorang. Perencanaan karir idealnya dilakukan pada masa remaja. Meskipun demikian, banyak siswa SMA masih belum bisa menentukan dan mengambil keputusan tentang pemilihan studi lanjut di Perguruan Tinggi. Lembaga Psikologi DTC membutuhkan pengembangan sistem agar dapat menggantikan peran dari sesi konseling untuk dapat memberikan rekomendasi jurusan kepada siswa yang berasal dari bimbingan belajar yang bekerja sama dengan mereka. Karena keterbatasan tenaga ahli untuk konseling di beberapa kota, maka dibutuhkan pengembangan sistem untuk meningkatkan kualitas pelayanan. Pada penelitian ini, prototype psikotes yang akan dikembangkan adalah tes perencanaan karir. Tes perencanaan karir ini adalah tes model CBT (Computer Base Test) yang berisi tes kognitif (bakat) dan tes minat. Bentuk dari tes kognitif adalah multiple choice menggunakan teori Sternberg. Bentuk dari tes minat adalah forced choice menggunakan teori Holland. Hasil dari prototype ini berupa report yang berisi tentang hasil dari tes kognitif, tes minat dan rekomendasi jurusan yang cocok untuk siswa SMA.Kata Kunci — Sistem Pakar, Psikologi, Kognitif, Minat, Sternberg, Holland.Career is one of the important things that need to be prepared in a person's life. Career planning is ideally done in adolescence. Even so, many high school students still cannot determine and make decisions about the selection of advanced studies in college. The DTC Psychology Institute requires the development of a system so that it can replace the role of the counseling session to be able to provide recommendations of college majors to students from tutoring agency who collaborate with the DTC. Because of the limited expert for counseling in several cities, it is necessary to develop a system to improve service quality. In this study, the prototype psychological test that will be developed is a career planning test. This career planning test is a Computer Base Tes) model that contains cognitive tests (aptitude) and interest tests. The form of cognitive test is multiple choice using Sternberg’s theory. The form of interest test is forced choice using Holland’s theory. The results of this prototype is a report containing the results of cognitive tests, interest tests and recommendations of college majors that are suitable for high school students.Keywords— Expert System, Psychology, Cognitive, Interet, Sternberg, Holland.
Audit Keamanan Aplikasi E-Cash Menggunakan Iso 27001 Paradise Paradise; Kusrini Kusrini; Asro Nasiri
Creative Information Technology Journal Vol 5, No 4 (2018): Agustus - Oktober
Publisher : UNIVERSITAS AMIKOM YOGYAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24076/citec.2018v5i4.209

Abstract

Mandiri e-cash adalah uang elektronik yang dikeluarkan oleh Bank Mandiri, berbasis server yang memanfaatkan teknologi aplikasi di handphone atau yang disebut sebagai uang tunai di handphone. Dalam pelaksanaannya, mandiri e-cash memberikan kemudahan kepada pengguna dalam proses transaksi keuangan, akan tetapi disamping itu banyak juga keluhan masyarakat akan maraknya tindak kejahatan dunia maya melalui mandiri e-cash. Keamanan adalah hal penting yang harus diperhatikan oleh pihak bank, mengingat pentingnya data-data yang ada pada aplikasi ini. Untuk mengukur keamanan informasi tersebut penulis akan melakukan audit menggunakan ISO 27001 untuk memastikan Bank Mandiri bekerja sesuai dengan procedure yang ada. ISO/IEC 27001:2005 adalah standar keamanan sistem informasi yang mempunyai 27 klausul untuk mengukur tingkat keamanan bank. Hasil audit didapatkan dari observasi, wawancara, dan pembagian kuisoner kepada responden yang telah dipilih. Hasil yang didapat dari penelitian ini adalah tingkat maturity level dari hasil perhitungan beberapa klausul yang dipilih. Dari hasil tersebut akan ditemukan rekomendasi dan saran untuk aplikasi Mandiri E-Cash.Kata Kunci — Audit, E-Cash, ISO 27001Mandirie-cash is an electronic money issued by Bank Mandiri, a server-based technology applications in mobile phones or called as cash in mobile. In practice, independent e-cash provides convenience to users in the process of financial transactions, but also many complaints besides communities will be rampant cyberspace crimes through mandiri e-cash. Security is important things that must be considered by the bank, given the importance of the existing data on this application. To measure the information security writers will use ISO 27001 audit to ensure Bank Mandiri working in accordance with the existing procedure. ISO/IEC 27001:2005 information systems security is a standard which has 27 clauses to measure the level of security of a company or organization. Audit results obtained from observation, interview, and Division kuisoner to selected respondents. The results obtained from this research is the level of maturity level of the results of the calculations of some of the selected clause. The results will be found from recommendations and suggestions for the standalone application E-Cash.Keyword — Auditing, E-Cash, ISO 27001
Pola Tekstur Permukaan untuk Klasifikasi Mutu Ubin Teraso Menggunakan GLCM dan KNN Doni Briyan Wahyudi; Kusrini Kusrini; Ferry Wahyu Wibowo
Creative Information Technology Journal Vol 5, No 1 (2017): November-Januari
Publisher : UNIVERSITAS AMIKOM YOGYAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24076/citec.2017v5i1.166

Abstract

Ubin teraso adalah pelapis lantai ataupun tembok yang menggunakan bahan batu marmer, kristal kuarsa, granit, gelas, dan bahkan pelat logam. Industri ubin teraso tetap terjaga meskipun tergolong karya klasik, karena sifatnya yang mewah. Proses pengendalian mutu dilakukan dengan memeriksa tekstur permukaannya. Fitur tekstur dari permukaan ubin teraso bisa diekstraksi melalui pengolahan citra digital, sehingga bisa ditentukan nilai kehalusannya yang menyatakan sebagai produk layak jual atau gagal produksi. Penelitian ini melakukan analisis fitur gray level co-occurence matrix (GLCM) citra permukaan ubin teraso, yaitu angular second moment (ASM), contrast, inverse different moment (IDM), entropy, dan correlation. Nilai varians dan simpangan baku masing-masing fitur tersebut digunakan sebagai indikator kemampuan dan akurasi melakukan klusterisasi data. Algoritma k-nearest neighbor (KNN) digunakan untuk menerima masukan dari masing-masing lima fitur tersebut untuk didapatkan hasil pembelajaran maupun pengenalan dan dibandingkan dengan kondisi sebenarnya. Hasil akhir dari penelitian ini menunjukkan bahwa dari kelima fitur GLCM terdapat empat fitur yang layak digunakan sebagai alat klusterisasi data pada mutu ubin teraso, yaitu ASM, IDM, entropy, dan correlation. Sementara fitur contrast dinyatakan tidak layak sebagai pembeda klasifikasi. Selain itu, pengenalan menggunakan KNN untuk klasifikasi mutu pada ubin teraso menghasilkan akurasi 85% bagi mutu “layak jual” dan 85% bagi mutu “gagal produksi”.Kata Kunci — GLCM, k-nearest neighbor, ubin teraso, kendali mutu, ekstraksi fitur teksturTerrazzo tiles are decorative covering materials for floor and wall consisted of quartz sand, marble, granite, glass, and metal coating. Nowadays, the terrazzo tile industry is maintained despite old fashioned, due to its luxurious nature. The quality control process is carried out by examining the surface texture. Texture features of the terrazzo tile surface can be extracted through digital image processing, so that the fineness value can be determined which states that it is a good product or production defects. This study analyzed calculation of the gray level co-occurrence matrix (GLCM) features from the terrazzo tile surface image data, namely angular second moment (ASM), contrast, inverse different moment (IDM), entropy, and correlation. Variance values and standard deviations of each feature are used as accuracy indicators for data clustering. K-nearest neighbor algorithm (KNN) is used to obtain learning and recognition results and will be compared with actual conditions. The final results indicate that only four features are feasible to be used as data clustering tools, namely ASM, IDM, entropy, and correlation, while the contrast feature is considered inappropriate. In addition, usage of KNN for quality classification on terrazzo tiles produces 85% accuracy for all quality.Keywords—GLCM, k-nearest neighbor, terrazzo tiles, quality control, texture feature extraction