cover
Contact Name
Hadi
Contact Email
jpsmipaunsri@mipa.unsri.ac.id
Phone
+6282374210479
Journal Mail Official
jpsmipaunsri@mipa.unsri.ac.id
Editorial Address
Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Jl. Palembang-Prabumulih Km. 32 Inderalaya Ogan Ilir
Location
Kab. ogan ilir,
Sumatera selatan
INDONESIA
Jurnal Penelitian Sains
Published by Universitas Sriwijaya
ISSN : 14107058     EISSN : 25977059     DOI : 10.26554
Core Subject : Science, Education,
Jurnal Penelitian Sains (JPS) MIPA UNSRI merupakan wahana komunikasi ilmiah di bidang sains serta lintas ilmu yang terkait; diterbitkan sejak 1 Oktober 1996 oleh UP2M FMIPA Universitas Sriwijaya. Jurnal ini berisikan tulisan atau karangan ilmiah dalam berbagai bidang tersebut yang diangkat dari hasil penelitian, survei, atau telaah pustaka, yang belum pernah dipublikasikan dalam terbitan lain.
Arjuna Subject : -
Articles 739 Documents
Aktivitas Campuran Ekstrak Kulit Manggis (Garcinia mangostana L.) dan Kayu Secang (Caesalpina sappan L.) terhadap Bacillus cereus Miksusanti Miksusanti; Fitrya Fitrya; Nike Marfinda
Jurnal Penelitian Sains Vol 14, No 3 (2011)
Publisher : Faculty of Mathtmatics and Natural Sciences

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (584.314 KB) | DOI: 10.56064/jps.v14i3.214

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisa aktivitas antibakteri kombinasi dari ekstrak air kayu secang dan kulit manggis terhadap pertumbuhan bakteri Bacillus cereus. Ekstrak dimaserasi menggunakan pelarut aquademineral dan di- freezdrying. Aktivitas antibakteri diuji menggunakan metode difusi sumur. Parameter yang digunakan ialah diameter zona hambat. Hasil penelitian pada perbandingan kombinasi manggis dan secang 2 : 8, 4 : 6, 5 : 5, 6 : 4, 8 : 2 dengan zona hambat terhadap B. cereus yaitu 18,4, 16,8, 17,3, 13,5, 14,6 mm. Pada penentuan KHM terlihat bahwa campuran ekstrak memiliki aktivitas antibakteri terhadap B. cereus dengan konsentrasi hambat minimum (KHM) adalah 0,075% (750 ppm). Total fenol pada manggis yaitu 94,047 mg/g. Total fenol pada secang yaitu 590,428 mg/g.
Isolasi, Seleksi dan Karakterisasi Kapang Selulolitik Termotoleran, Serta Penambahan N, untuk Meningkatkan Laju Dekomposisi Jerami Padi Almunady T. Panagan
Jurnal Penelitian Sains No 15 (2004)
Publisher : Faculty of Mathtmatics and Natural Sciences

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (941.58 KB) | DOI: 10.56064/jps.v0i15.272

Abstract

Telah dilakukan penelitian pengomposan jerami padi dengan penambahan inokulum fungi selulolitik termotoleran dan nitrigen. Inokuladalah Actinomyces sp yang masuk dalam famili Actinomycetaceae. Inokulum Actinomyces sp diisolasi dari kayu lapuk yang berasal dari puncak, dengan laju respirasi pada serbuk jerami padi yang didelignifikasi dan non delignifikasi dengan kadar air 60%, masing-masing 648,0 dan 1629,0 mg CO2-C/kg/hari. Aktifitas CMC-Ase sebesar 2934,3 IU/ml filtrat, pada hari kelima.Slama proses pengomposan terjadi penurunan nisbah C/N jerami padi dari 34,2 menjadi berkisar antara 15,5 (I atau kontrol) sampai 13,0 (IV). Hasil penelitian pengomposan menunjukkan bahwa pemberian hara N (1 g urea dalam 100 g jerami padi), pemberian inokulum Actinomyces sp (10 ml dalam 100 g jerami padi) dan kombinasi keduanya mampu mempercepat proses pengomposan jerami padi. Hal ini tercermin dengan lebih tingginya suhu proses pengomposan, penyusutan bobot, penyusutan volume dan penurunan nisbah C/N, sedangkan unsur hara kompos yang terbentuk meningkat.
Karakteristik dan Pengaruh Ion Ca2+ pada Adsorpsi Ion Bikromat oleh Humin Noormaisyah Saleh
Jurnal Penelitian Sains Vol 14, No 2 (2011)
Publisher : Faculty of Mathtmatics and Natural Sciences

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (588.807 KB) | DOI: 10.56064/jps.v14i2.113

Abstract

Telah dilakukan penelitian tentang interaksi antara humin dan Cr(VI) dalam medium air. Studi yang dilakukan mengenai pengaruh Ca2+ pada adsorpsi Cr(VI). Adsorpsi Cr(VI) dalam humin menurun dengan semakin meningkatnya pH, sesuai dengan kenyataan bahwa Cr(VI) berada dalam bentuk CrO4 2− atau Cr2O7 2−. Kehadiran Ca2+ sebagai kation penjembatan secara signifikan meningkatkan adsorpsi Cr(VI) pada pH tinggi (pH di atas 6). Hasil pengamatan dengan adanya Ca2+ menunjukkan bahwa laju adsorpsi Cr(VI) menurun sesuai dengan kenaikan pH. Hal ini menunjukkan bahwa OH- berperan penting dalam adsorpsi Cr(VI). Pada kondisi yang sama, kapasitas, tetapan kesetimbangan, dan energi adsorpsi Cr(VI) tidak tergantung pada pH.
Pengembangan Model Ellips Untuk Pendugaan Fluktuasi Muka Air Tanah pada Lahan Rawa Pasang Surut Ngudiantoro Ngudiantoro; Hidayat Pawitan; Muhammad Ardiansyah; M. Yanuar J. Purwanto; Robianto H. Susanto
Jurnal Penelitian Sains Vol 11, No 3 (2008)
Publisher : Faculty of Mathtmatics and Natural Sciences

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (8466.827 KB) | DOI: 10.56064/jps.v11i3.403

Abstract

Banyak fenomena pergerakan objek dalam alam berupa elips. Gerakan fluktuasi permukaan air di bawah tanah antara dua saluran tersier juga mungkin digambarkan dalam bentuk elips. Permukaan air di bawah tanah di atas area dataran rendah berubah-ubah sesuai dengan ruang serta waktu. Faktor-faktor yang mempengaruhi fluktuasi permukaan air di bawah tanah adalah curah hujan, evapotranspiration, rapi dari permukaan air laut, konduktivitas hidrolik tanah dan sistem reklamasi penjaringan. Tujuan-tujuan penelitian ini untuk mengembangkan satu model fluktuasi permukaan air bawah tanah terhadap area dataran rendah. Hasil dari penelitian adalah diharapkan mendukung pengembangan agrikultur terhadap area dataran rendah, terutama manajemen air, karena manajemen air berperan penting pada agrikultur terhadap area dataran rendah. Kirkham telah merumuskan persamaan dari ketinggian permukaan air di bawah tanah dan pengaturan jarak parit sebagai digambarkan oleh elips Dupuit-Forchheimer. Model fluktuasi permukaan air di bawah tanah dikembangkan pada penelitian ini berbasis pada konsep lonjong. Berlawanan dengan Kirkham, perbatasan parit di model difluktuasi permukaan air di bawah tanah adalah terletak di atas titik utama dari elips (fokus dan titik puncak elips). Hasilnya dari penelitian itu adalah memperkirakan model tabel dalamnya air terhadap area dataran rendah rapi serta persamaan pengaturan jarak parit di blok tersier. Simulasi dari permodelan menunjukkan bahwa parameter dari permukaan air di saluran tersier mempunyai sensitifitas tinggi ke/pada model.
Modifikasi Profil Pasta Pati Ganyong dengan Heat Moisture Treatment dan Gum Xanthan untuk Produk Roti Parwiyanti Parwiyanti; Filli Pratama; Agus Wijaya; Nura Malahayati
Jurnal Penelitian Sains Vol 19, No 1 (2017)
Publisher : Faculty of Mathtmatics and Natural Sciences

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (361.292 KB) | DOI: 10.56064/jps.v19i1.11

Abstract

Modifikasi pati ganyong dengan Heat Moisture Treatment (HMT) dan gum xanthan (GX) diharapkan dapat mengubah profil pasta pati ganyong sehingga dapat diaplikasikan sebagai bahan baku atau tambahan dalam pengolahan produk roti.  Penelitian ini menggunakan rancangan acak kelompok faktorial dengan 2 perlakukan dan 3 ulangan.  Perlakuan yang diberikan adalah suhu HMT (80oC dan 100oC) pada kadar air pati 15%, waktu 8 jam dan konsentrasi GX (0, 0,5; 1; 1,5; 2 %).  Data dianalisis dengan sidik ragam (ANOVA) pada α=0.05, dilanjutkan dengan uji BNJ (α=0.05).  Parameter yang diamati adalah profil pasta (suhu gelatinisasi, waktu gelatinisasi, viskositas puncak, viskositas akhir, breakdown, dan setback).  Hasil penelitian menunjukkan bahwa modifikasi pati ganyong dengan kombinasi perlakuan suhu HMT dan konsentrasi GX menghasilkan pati termodifikasi dengan profil pasta yang berbeda nyata antar perlakuan, kecuali perlakuan konsentrasi GX berpengaruh tidak nyata terhadap waktu gelatinisasi dan interaksi suhu HMT dan konsentrasi GX berpengaruh tidak nyata terhadap setback.  Perlakuan terbaik sebagai bahan roti adalah suhu HMT 80oC dan konsentrasi GX 1,5%.  Profil pasta pada perlakuan terbaik adalah suhu gelatinisasi 72,25±0,23oC; waktu gelatinisasi 6,16±0,04 menit, viskositas puncak 4556±107,01 cP, viskositas akhir 5141±64,00 cP, breakdown 2235±27,51 cP, setback 2818±15,52 cP.
Pertumbuhan Skeleton Fetus Mencit (Mus Musculus L.) Setelah Pemberian Morfin Selama Masa Organogenesis Arum Setiawan
Jurnal Penelitian Sains No 13 (2003)
Publisher : Faculty of Mathtmatics and Natural Sciences

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (666.756 KB) | DOI: 10.56064/jps.v0i13.305

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mempelajari pengaruh morfin terhadap pertumbuhan skeleton fetus mencit (Mus musculus L.) setelah pemberian morfin selama masa organogenesis. Tiga puluh ekor mencit dibagi menjadi 5 kelompok perlakuan dengan masing-masing 6 ulangan. Pemberian morfin secara intramuskular dilakukan pada hari ke-6 sampai hari ke-15 kebuntingan. Dosis morfin yang diberikan adalah 0,02; 0,05 dan 0,13 mg/20 gr bb. Kelompok yang lain adalah sebagai kontrol dan plasebo. Pada hari ke-18 kebuntingan mencit dibedah untuk diambil fetusnya. Pertumbuhan dan perkembangan skeleton fetus mencit diamati dengan menggunakan metode pewarnaan Alcian Blue-Alizarin Red S. Hasil pengamatan menunjukkan bahwa morfin yang diberikan selama masa organogenesis menyebabkan terhambatnya pertumbuhan skeleton fetus mencit.
Menentukan Distribusi Temperatur dengan Menggunakan Metode Crank Nicholson Siti Sailah
Jurnal Penelitian Sains Vol 13, No 2 (2010)
Publisher : Faculty of Mathtmatics and Natural Sciences

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1747.631 KB) | DOI: 10.56064/jps.v13i2.146

Abstract

Dalam suatu benda yang memiliki gradien temperatur maka akan terjadi perpindahan energi atau perambatan panas dari bagian yang bertemperatur tinggi ke bagian yang bertemperatur rendah. Proses perambatan panas tersebut dapat diperlihatkan oleh distribusi temperaturnya. Perhitungan distribusi temperatur melibatkan persamaan diferensial parsial. Bentuk model matematis perambatan panas adalah persamaan parabolik. Persamaan panas 1D ini didekati dengan menggunakan metode Crank Nicholson serta penyelesaian Gauss-Seidel. Hasil menunjukkan bahwa terjadi perambatan panas menuju bagian tengah benda karena ujung-ujung benda dipertahankan bertemperatur 00C dan temperatur menurun sebagai fungsi waktu karena terjadi perpindahan panas ke bagian lain.
Pemetaan Sebaran Lamun di Perairan Teluk Tomini Provinsi Gorontalo Zulkifli Dahlan; Nofrizal Nofrizal
Jurnal Penelitian Sains Vol 10, No 1 (2007)
Publisher : Faculty of Mathtmatics and Natural Sciences

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (5091.987 KB) | DOI: 10.56064/jps.v10i1.436

Abstract

Pemetaan sebaran lamun di perairan Tanjung Kramat dan Torosiaji di Teluk Tomini Provinsi Gorontalo telah dilakukan pada bulan juli 2005. Peta tentang sebaran lamun merupakan informasi dasar dalam pengelolaan lamun d wilayah ini. Posisi sebaran lamun dilakukan dengan menentukan koordinat titik-titik terluar dari padang lamun menggunakan alat Geographic Positioning System (GPS). Data yang diperoleh dikonversi ke dalam decimal degree untuk digambarkan dalam bentuk peta dengan bantuan perangkat lunak Surfer versi 07. Jenis lamun di perairan Tanjung Kramat terdiri dari Thalassemia hemprichii, Halophila minor dan Syringodium isoetifolium, di Perairan Torosiaji di susun oleh Enhalus acoroides, Thalassemia hemorichii, Halodule uninervis dan Cymodoceae rotundata.
Efektivitas Elektroda pada Proses Elektrokoagulasi untuk Pengolahan Air Asam Tambang Ashari Ashari; Dedik Budianta; Dedi Setiabudidaya
Jurnal Penelitian Sains Vol 17, No 2 (2015)
Publisher : Faculty of Mathtmatics and Natural Sciences

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (170.482 KB) | DOI: 10.56064/jps.v17i2.47

Abstract

Air limpasan dari aktivitas pertambangan batubara sangat berpotensi pada pembentukan air asam tambang. Air asam tambang yang berasal dari mine sump area tambang Air Laya PT. Bukit Asam (Persero), Tbk. mempunyai nilai pH rendah yaitu berkisar dari 3 sampai 5, kondisi ini akan melarutkan unsur-unsur logam seperti Fe dan Mn pada batuan yang dilalui oleh air asam tambang tersebut. Elektrokoagulasi merupakan metode untuk melakukan proses koagulasi dengan menggunakan tegangan listrik searah yang didasarkan pada peristiwa elektrokimia. Penelitian dilakukan dengan sistem batch skala laboratorium yaitu menggunakan volume air asam tambang 1,8 L, elektroda besi (Fe) 8 cm x 11 cm x 0,8 mm sebanyak 3 lempeng sebagai katoda dan elektroda aluminium (Al) 8 cm x 11 cm x 0,8 mm sebanyak 3 lempeng sebagai anoda. Percobaan dilakukan dengan interval waktu 15 menit, 30 menit, 45 menit dan 60 menit, lalu menggunakan tegangan 6 V, 12 V, dan 24 V untuk jarak elektroda yaitu 1,5 cm dan 2 cm. Dengan tetap mempertimbangkan faktor ekonomi maka diketahui waktu, jarak dan tegangan DC yang paling efektif digunakan untuk proses elektrokoagulasi adalah 12 Volt dan 45 menit yang akan menghasilkan persen peningkatan nilai pH = 32,96 ; persen penurunan logam Fe = 94,0111 ; dan persen penurunan logam Mn = 88,2878, akan tetapi faktor jarak antara elektroda tidak berpengaruh pada proses ini.
Pengaruh Penambahan Enzim Bromelin Kasar Dari Kulit Nenas (Ananas Sativus) Terhadap Jumlah Minyak, Bilangan Asam Dan Bilangan Peroksida pada Pembuatan Minyak Kelapa I.A. Rivai Bakti; Rifnida Susanti
Jurnal Penelitian Sains No 9 (2001)
Publisher : Faculty of Mathtmatics and Natural Sciences

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (783.168 KB) | DOI: 10.56064/jps.v0i9.337

Abstract

Enzim Bromelin yang diisolasi dari kulit nenas, dengan menggunakan metoda Anson mempunyai Aktivitas  Proteolitiknya yaitu 15,96 μmol/menit, dan mampu meningkatkan jumlah minyak kelapa dari kelapa parut dua kali dari tanpa penambahan enzim bromelin. Tetapi enzim bromelin dapat juga mempengaruhi peningkatan bilangan asam dan bilangan peroksidanya meskipun dalam peningkatan yang kecil. Dari hasil penelitian menunjukkan bahwa bilangan asam dan bilangan peroksida minyak kelapa masih dibawah Standar Industri Indonesia (SII).Hal ini diketahui dengan memvariasikan lama pemeraman dan konsentrasi enzim bromelin, yaitu 18 jam, 21 jam dan 24 jam dengan konsentrasi larutan enzim bromelin yang ditambahkan ke kelapa parut sebesar 0,3%, 0,6%, 0,9% dan 1,2% terhadap kelapa parut.