cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota manado,
Sulawesi utara
INDONESIA
MEDIA MATRASAIN
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Engineering,
Arjuna Subject : -
Articles 6 Documents
Search results for , issue "Vol 13, No 2 (2016)" : 6 Documents clear
RUANG KREATIF DI KAWASAN MEGAMAS – MANADO Solang, Steven; Warouw, Fela; Egam, Pingkan P.
MEDIA MATRASAIN Vol 13, No 2 (2016)
Publisher : Department of Architecture, Engineering Faculty - Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Konsep kota kreatif dari Charles Landry merupakan sebuah konsep penataan dan pengembangan kota yang menekankan pada keterpaduan seluruh pemangku kebijakan kota dan lingkungan kreatif kota dalam memberdayakan dan mewadahi kreativitas warga kota. Kota Manado memiliki potensi ekonomi kreatif dan peran serta creative class dalam mewujudkan Manado sebagai kota kreatif namun tidak sebanding dengan lingkungan kreatif yang mendukung. Fenomena tersebut juga terjadi di Kawasan Megamas sebagai salah satu kawasan dengan ruang publik yang menjadi salah satu tujuan kunjungan warga kota. Penelitian ini bertujuan untuk menjabarkan kriteria ruang kreatif di kawasan Megamas. Penelitian dilaksanakan dengan memakai pendekatan kuantitatif rasionalistik untuk mengetahui keadaan atau fenomena yang terjadi di lokasi penelitian secara sistematis, faktual dan akurat mengenai fakta-fakta, sifat-sifat serta hubungan antara fenomena yang diteliti. Pengambilan data primer melalui observasi lapangan, wawancara dan kuesioner pada masyarakat yang ada di lokasi penelitian. Hasil penelitian menemukan kawasan Megamas belum memenuhi syarat sebagai ruang kreatif untuk menunjang kota Manado menjadi kota Kreatif. Kata kunci : kota kreatif, ruang kreatif, kota Manado, kawasan Megamas
EVALUASI DAN PENGEMBANGAN PRINSIP KOTA HIJAU TROPIS PESISIR PADA KAWASAN PEMERINTAHAN KOTA TAHUNA KABUPATEN KEPULAUAN SANGIHE Mohede, Nancy M.L.; Sangkertadi, .; Wuisang, Cynthia E.V.
MEDIA MATRASAIN Vol 13, No 2 (2016)
Publisher : Department of Architecture, Engineering Faculty - Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Observasi Awal menunjukan bahwa Trend pertumbuhan Kota Tahuna semakin meningkat dan menyebabkan perkembangan  kurang terkendali, karenanya perlu dipersiapkan suatu kawasan didaerah pesisir untuk kegiatan pusat pemerintahan berdasar pada suatu konsep kota  berwawasan lingkungan, dan berkarakter khas. Penelitian ini dilaksanakan di Kawasan Pemerintahan Kota Tahuna Kabupaten Kepulauan Sangihe, bersifat deskriptif kuantitatif dengan metode survey. Data primer diperoleh melalui observasi Land Ecological Enhancement dan Movement Connectivity sebagai variabel independen dan Sustainable Urban Neighborhood Characteristics sebagai variabel dependen. Metode Analisis data  digunakan adalah analisis deduktif dalam presentasi dan pengujian konsep kota hijau tropis pesisir melalui data angka dan scoring. Hasil penelitian menjelaskan bahwa Peningkatan Ekologi Lahan memiliki nilai maximal 19, nilai kawasan 1 (Tona II): 14, nilai kawasan 2 (Tona I): 14, nilai kawasan 3 (Tidore): 10. Indikator  perlu ditambahkan: area hijau untuk publik perlindungan fauna dan lahan produktif. Pergerakan dan konektivitas memiliki nilai maximal 26, nilai kawasan 1 (Tona II): 19, nilai kawasan 2 (Tona I): 15, nilai kawasan 3 (Tidore): 18. Indikator  perlu ditambahkan pedestrian way, aksesibilitas universal, jaringan dan tempat parkir pesepeda & fasilitas parkir kendaraan umum. Karakteristik keberlanjutan nilai maximal 27, nilai kawasan 1 (Tona II: 21, nilai kawasan 2 (Tona I): 12, nilai kawasan 3 (Tidore): 11. Indikator  perlu ditambahkan kerawanan terhadap bencana, green coastal, permeabilitas, konservasi kawasan bersejarah dan langgam arsitektur tradisional.Berdasarkan hasil penelitian disimpulkan bahwa dari tiga kelurahan di evaluasi dua kelurahan yakni kelurahan Tidore dan kelurahan Tona I belum memenuhi unsur – unsur kota hijau sedangkan hasil evaluasi untuk Kelurahan Tona II memenuhi unsur – unsur kota hijau namun perlu penambahan jalur pesepeda,  aksesibilitas dan fasilitas parkir. Kategori karakteristik khas keberlanjutan diperlukan untuk mencerminkan karakteristik tropis pesisir berkelanjutan. Dalam merumuskan konsep strategis dan prinsip dasar panduan rancang kawasan pemerintahan ditetapkan pada pola penataan ruang terbuka hijau dan sirkulasi dengan memasukan unsur – unsur karakteristik keberlanjutan diantaranya kerawanan terhadap bencana, waterfront city, langgam arsitektur tradisional. Kata kunci: Kota hijau tropis pesisir, pergerakan dan konektivitas, kawasan pemerintahan
Pedoman Penulisan Ilmiah Suryono, .
MEDIA MATRASAIN Vol 13, No 2 (2016)
Publisher : Department of Architecture, Engineering Faculty - Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

-
REPRESENTASI RUANG TARI MAENGKET PADA DESAIN ARSITEKTUR MANADO ART CENTER Mangantar, Horalto V.; Waani, Judy O.; Sangkertadi, .
MEDIA MATRASAIN Vol 13, No 2 (2016)
Publisher : Department of Architecture, Engineering Faculty - Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian tesis desain ini bertujuan untuk mencari dan menemukan suatu metode rancangan arsitektur berdasarkan Teori Dekonstruksi Derrida yang memandang struktur ruang sebagai sesuatu yang dinamis, yang harus selalu dibuka dan digerakkan menurut prinsip-prinsip differance, trace,dan decentring. Model penelitian perancangan ini adalah berdasarkan teori mediasi Hersberger (Lang,1987), yaitu dengan cara melakukan architectural meaning (pemaknaaan arsitektural) terhadap struktur ruang Tari Maengket kontemporer, dan selanjutnya pemaknaan tersebut direpresentasikan menjadi struktur ruang arsitektur, dan pengujian terhadap temuan metode ini dilakukan melalui rancangan objek arsitektur Manado Art Center.Melalui  penelitian ini penulis menemukan suatu metode rancangan arsitektur yang unik serta suatu rancangan arsitektur yang lebih kreatif dan dinamis karena didasari oleh suatu sistem berpikir yang menganalis struktur ruang secara lebih kreatif dan tidak konvensional.Temuan metode rancangan ini diharapkan menjadi pilihan yang lain bagi para arsitek, mahasiswa arsitektur, dan pelaku perancangan lainnya dalam melakukan praktik rancangan arsitektur. Kata Kunci: metode rancangan arsitektur, teori dekonstruksi Derrida, architectural meaning, struktur ruang, tari Maengket kontemporer
EKISTICS DALAM PERMUKIMAN NELAYAN PESISIR PANTAI SINDULANG SATU Dariwu, Claudia T.; Waani, Judy O.; Warouw, Fela
MEDIA MATRASAIN Vol 13, No 2 (2016)
Publisher : Department of Architecture, Engineering Faculty - Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kawasan pesisir merupakan suatu ekosistem yang khas yang dapat di lihat dari berbagai sudut pandang. Adanya kondisi seperti ini sangat mendukung bagi wilayah pesisir dijadikan daerah yang potensial dalam pengembangan wilayah keseluruhan. Visi Kota Manado adalah Manado sebagai Kota Pariwisata Dunia dan mengangkat potensi kawasan-kawasan pesisirnya untuk menjadi potensi unggulan wisata khususnya kawasan pesisir pantai yang memiliki keunikan khusus, salah satunya kawasan permukiman nelayan pesisir pantai Sindulang Satu. Penelitian ini mengkaji mengenai keberlanjutan masyarakat nelayan dengan mengetahui bagaimana kondisi permukiman nelayan pesisir pantai Sindulang Satu menurut prinsip teori Ekistics (man, society, nature, network, shells). Jenis penelitian yang digunakan adalah kuantitatif dengan mengunakan pendekatan penelitian terapan (Applied Research). Hasil Penelitian ini, menyimpulkan bahwa penilaian mengenai Kondisi Permukiman Nelayan Pesisir Pantai Sindulang Satu menurut prinsip Ekistics (man, shells, society, network, nature) diperoleh elemen yang memberi kontribusi yang paling besar terhadap kesejahteraan di permukiman nelayan pesisir pantai Sindulang satu ada pada elemen society. Kemudian secara berurutan diikuti oleh shells dan nature memiliki porsi seimbang. Terakhir elemen network dan man, elemen ini memberi kontribusi paling kecil. Kata kunci : Ekistics, Permukiman Nelayan, Kawasan Pesisir
PRODUK RANCANGAN URBAN DESAIN : PENDEKATAN KONSEP “MARRIAGE OLD AND NEW” PADA PERANCANGAN KAWASAN WISATA RELIGI SCHWARZ DI LANGOWAN - MINAHASA Atteng, Richard E.; Kumurur, Veronica A.; Wuisang, Cynthia E.V.
MEDIA MATRASAIN Vol 13, No 2 (2016)
Publisher : Department of Architecture, Engineering Faculty - Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Langowan adalah salah satu wilayah di kabupaten Minahasa provinsi Sulawesi Utara yang telah berkembang dan dipersiapkan menjadi salah satu kota otonom baru yaitu Kota Langowan. Di perkotaan Langowan teridentifikasi adanya satu kawasan bersejarah yang berkaitan dengan Kristenisasi di Minahasa oleh Misionaris Kristen Johann Gottlieb Schwarz. Dalam perkembagan Langowan menjadi kota yang definitif muncul kekuatiran terjadinya demolisi terhadap kawasan bersejarah ini termasuk pula objek-objek bersejarah didalamnya. Untuk itu perlu dilakukan penelitian untuk mengidentifikasi kawasan termasuk artefak dan bangunan-bangunan bersejarah didalamnya. Penelitian dilakukan dengan metode kualitatif deskriptif dengan pendekatan historis. Kawasan bersejarah dari Schwarz di Langowan yang telah dikonotasikan sebagai Kawasan Schwarz merupakan objek penelitian yang dikaji berdasarkan Sejarah Penginjilan Schwarz di Minahasa serta Sejarah Langowan. Adapun pengumpulan data diperoleh dari wawancara, obsevasi, studi dokumentasi, data dari beberapa institusi terkait, dan studi literatur. Data yang diperoleh selanjutnya dilakukan analisis dengan teknik deskriptif naratif.Hasil dari penelitian ini adalah berupa penentuan delineasi kawasan Schwarz serta penentuan artefak dan bangunan bersejarah di dalam Kawasan Schwarz.Dalam koteks urban desain, hasil dari penelitian ini merupakan input untuk dijadikan acuan pengembangan kawasan dalam bentuk perancangan sebagai kawasan wisata religi. Perancangan kawasan Schwarz dilakukan melaui pendekatan konsep Marriage Old And New untuk menghasilkan produk rancangan urban desain secara kontekstual. Kata kunci : Urban desain, marriage old and new, kawasan Schwarz, wisata religi, Langowan

Page 1 of 1 | Total Record : 6