cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota denpasar,
Bali
INDONESIA
Forum Arkeologi
Published by Balai Arkeologi Bali
ISSN : 08543232     EISSN : 25276832     DOI : -
Core Subject : Humanities, Art,
Forum Arkeologi Journal as a media for disseminating various information related to culture in the past, based on the results of archaeological research and cultural scientific studies. Forum Arkeologi Journal is a scientific journal published by Balai Arkeologi Bali since 1988. Forum Arkeologi Journal published twice a year. Each article published in Forum Arkeologi reviewed by at least two peer-reviewers who have the competence and appropriate field of expertise. Editorial received writings of archaeological research, history, ethnography, anthropology, and other supporting science related to human and culture. Forum Arkeologi is accredited as national scientific journal number 772 / AU1 / P2MI-LIPI / 08 / 2017. Starting at the end of 2016, Forum Arkeologi begins to use electronic journal systems following technological and information developments and facilitate reader access.
Arjuna Subject : -
Articles 553 Documents
RUMAH ADAT "UMA MBATANGU" SUMBA TIMUR SIMBOL KEARIFAN HARMONISASI MANUSIA DENGAN ALAMNYA Made Geria
Forum Arkeologi VOLUME 21, NOMOR 2, JULI 2008
Publisher : Balai Arkeologi Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1857.52 KB) | DOI: 10.24832/fa.v21i2.625

Abstract

SUMBERDAYA ARKEOLOGI KEWAR NUSA TENGGARA TIMUR DAN FUNGSINYA Ayu Kusumawati
Forum Arkeologi VOLUME 21, NOMOR 2, JULI 2008
Publisher : Balai Arkeologi Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2154.418 KB) | DOI: 10.24832/fa.v21i2.616

Abstract

CIRI PRASEJARAH PADA CANDI SUKUH TINJAUAN AKULTURASI BUDAYA Ayu Kusumawati
Forum Arkeologi VOLUME 21, NOMOR 3, OKTOBER 2008
Publisher : Balai Arkeologi Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1780.407 KB) | DOI: 10.24832/fa.v21i3.666

Abstract

PENGEMBANGAN PENELITIAN IKONOGRAFI BALI A.A. Gde Bagus
Forum Arkeologi VOLUME 19, NOMOR 2, OKTOBER 2006
Publisher : Balai Arkeologi Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1166.33 KB) | DOI: 10.24832/fa.v19i2.639

Abstract

POLA RUANG PERMUKIMAN DAN ARSITEKTUR TRADISIONAL KAMPUNG ADAT DUARATO Nyoman Rema; A.A. Gde Bagus
Forum Arkeologi VOLUME 33, NOMOR 1, April, 2020
Publisher : Balai Arkeologi Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2055.843 KB) | DOI: 10.24832/fa.v33i1.581

Abstract

Duarato Traditional Village is one of the traditional villages in Belu Regency, East Nusa Tenggara, which has space pattern and traditional architecture that still preserved today and reflect the concept of life. This study aims to determine the settlement pattern and architecture of Duarato traditional houses. Data were collected through literature study, direct observation, and interview with traditional figures. The data analyzed qualitatively, then a conclusion is drawn. This study resulted in the unique pattern of the village settlements and the architecture of traditional houses have become the characteristic of Duarato Traditional Village. Based on the analysis, Duarato settlement belongs to cluster pattern. The most sacred area for ancestor worship is built on the highest land and/or the direction of sunrise. The center of activity is in K’sadan, which is surrounded by houses and bosok. The traditional house is in the form of wooden stage house. The space pattern of the house is divided vertically and horizontally which functioned for profane or sacred activities. It is meaningful as an effort to maintain the constancy of tribe personalities. Kampung Adat Duarato merupakan salah satu kampung adat di Kabupaten Belu, Nusa Tenggara Timur, yang memiliki pola ruang dan arsitektur traditional yang masih lestari dan mencerminkan konsep kehidupan masyarakatnya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pola ruang permukiman dan arsitektur rumah adat Duarato. Data penelitian ini dikumpulkan melalui studi pustaka, observasi langsung, dan wawancara kepada tokoh adat. Setelah data terkumpul kemudian dianalisis secara kualitatif, dilanjutkan dengan penyimpulan. Penelitian ini menghasilkan temuan bahwa pola ruang permukiman kampung dan arsitektur tradisional rumah adat cukup unik yang menjadi ciri khas Kampung Adat Duarato. Berdasarkan dari hasil analisis, Kampung Adat Duarato menganut pola cluster atau mengelompok. Areal paling suci untuk pemujaan leluhur dibangun pada lahan yang paling tinggi dan/atau arah matahari terbit. Pusat kegiatan berada pada k’sadan, yang dikelilingi oleh rumah dan bosok. Rumah adat kampung ini secara arsitektur berupa rumah panggung dengan konstruksi kayu. Pola ruang rumah ini terbagi secara vertikal dan horizontal yang difungsikan untuk kegiatan yang bersifat profan maupun sakral, yang bermakna sebagai upaya menjaga keajegan kepribadian suku.
PREFACE FORUM ARKEOLOGI VOLUME 33, NOMOR 1, APRIL 2020 Forum Arkeologi
Forum Arkeologi VOLUME 33, NOMOR 1, April, 2020
Publisher : Balai Arkeologi Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (262.872 KB) | DOI: 10.24832/fa.v33i1.672

Abstract

KONSTELASI KERUANGAN BIARA SANGKILON, KAWASAN KEPURBAKALAAN PADANG LAWAS BAGIAN SELATAN PADA ABAD XI—XIV MASEHI Andri Restiyadi; Lolita Refani Lumban-Tobing; Anik Juli Dwi Astuti; Churmatin Nasoichah; Mochammad Fauzi Hendrawan
Forum Arkeologi VOLUME 33, NOMOR 1, April, 2020
Publisher : Balai Arkeologi Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2772.421 KB) | DOI: 10.24832/fa.v33i1.587

Abstract

Biara Sangkilon is one of the many biaras in the in Padang Lawas archaeological area located in Sangkilon Village, Lubuk Barumun District, Padang Lawas Regency. In general, the arrangement of biaras in this region has its own characteristics, namely the main building facing the mandapa, with one gate. The problem raised in this paper is how the spatial constellation of Biara Sangkilon is? The writing purpose of this article is to get a description of the space boundaries based on the distinction of spatial functions and their relationships in the Biara Sangkilon Complex. Through descriptive-analytical research it can be seen in fact through the form of structure, distance, findings artifactual, and boundaries, there is a fairly clear division of space between sacred space, and profane at Biara Sangkilon. Biara Sangkilon merupakan salah satu dari sekian banyak biara di Kawasan Kepurbakalaan Padang Lawas yang terletak di Desa Sangkilon, Kecamatan Lubuk Barumun, Kabupaten Padang Lawas. Secara umum, susunan biara-biara yang terdapat di kawasan ini memiliki ciri khas tersendiri yaitu bangunan utama berhadapan dengan mandapa, dengan satu pintu gerbang. Adapun permasalahan yang diangkat dalam makalah ini adalah bagaimanakah konstelasi keruangan Biara Sangkilon? Tujuan dari penulisan artikel ini untuk mendapatkan gambaran tentang batas-batas ruang yang didasarkan pada pembedaan fungsi-fungsi ruang beserta relasirelasinya yang terdapat di Kompleks Biara Sangkilon. Melalui penelitian yang bersifat deskriptifanalitis dapat diketahui ternyata melalui bentuk struktur, jarak, temuan artefaktual, dan batasbatas, terdapat pembagian ruang yang cukup jelas antara ruang sakral, dan profan di Biara Sangkilon. 
APPENDIX FORUM ARKEOLOGI VOLUME 33, NOMOR 1, APRIL 2020 Forum Arkeologi
Forum Arkeologi VOLUME 33, NOMOR 1, April, 2020
Publisher : Balai Arkeologi Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (346.429 KB) | DOI: 10.24832/fa.v33i1.673

Abstract

PELESTARIAN GUA-GUA PRASEJARAH DI KAWASAN KARST SANGKULIRANG-MANGKALIHAT (BERBASIS PEMBERDAYAAN MASYARAKAT LOKAL) Ida Bagus Putu Prajna Yogi
Forum Arkeologi VOLUME 33, NOMOR 1, April, 2020
Publisher : Balai Arkeologi Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (908.264 KB) | DOI: 10.24832/fa.v33i1.597

Abstract

The Sangkulirang-Mangkalihat Karst region in East Kalimantan is so wide and rich in prehistoric archeological remains, that requires strategies to maintain its sustainability. Various threats to the preservation of karst have begun to emerge, and certainly they also have impacts on preservation of existing archeological resources. Problems that arise are how the threats of preservation of prehistoric caves in the Sangkulirang-Mangkalihat Karst Area and how the conservation strategy is. Five management concepts that exist in the theory of archaeological resource management according to Pearson and Sullivan will be used as the aim of the research reference in determining the strategy of preservation and utilization of cultural heritage areas. Local people have an important role in this preservation. The close access to conservation objects and strong ties to the environment have been ensured as a reason that local people must be involved in this preservation. However, regulations made for conservation areas must benefit local people. Wilayah Karst Sangkulirang-Mangkalihat di Kalimantan Timur sangat kaya tinggalan arkeologi prasejarah, dengan wilayah yang sangat luas memerlukan strategi untuk mempertahankan keberlanjutannya. Berbagai ancaman terhadap pelestarian karst sudah mulai muncul, dan yang pasti itu juga berdampak pada pelestarian sumber daya arkeologis yang ada. Permasalahan yang muncul ialah; Bagaimanakah ancaman kelestarian gua-gua prasejarah di Kawasan Karst Sangkulirang-Mangkalihat dan bagaimana startegi pelestariannya. Lima konsep pengelolaan yang ada dalam teori pengelolaan sumberdaya arkeologi menurut Pearson dan Sullivan, akan digunakan sebagai tujuan penelitian ini dalam menentukan strategi pelestarian dan pemanfaatan kawasan cagar budaya. Masyarakat setempat memiliki peran penting dalam pelestarian ini. Kedekatan akses ke objek konservasi dan ikatan kuat dengan lingkungan telah dipastikan sebagai alasan bahwa masyarakat harus terlibat dalam pelestarian ini. Tetapi peraturan dibuat untuk kawasan konservasi harus bermanfaat bagi masyarakat lokal.
POTENSI ARKEOLOGI SITUS DOROBATA KABUPATEN DOMPU NTB Ayu Ambarawati
Forum Arkeologi VOLUME 25, NOMOR 3, NOVEMBER 2012
Publisher : Balai Arkeologi Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24832/fa.v25i3.607

Abstract

Dorabata is an archeological remains which is located in the village of Kandai Satu, Dompu District, Dompu Regency, West Nusa Tenggara. Cultural heritage remains are in the forms of monuments which is the only building with Hindu influence. Dorobata buildings still have many questions about the function of the building because it has not found its special characteristic which became a sign of certain culture period. After excavations were done, it was found many things which can be said to have relation with some activities at this place. Objects found during excavation works were in the form of pottery, fragments of pottery, gacuk, jars, jugs beak, a bronze fragment and pedupaan. In this study the various issues that need to be investigated again. The problems that arise are how the historical aspect of Dorobata site is and what the meaning of the monument of Dorobata site is. The purpose of this study is to know how big the archaeological potential in Dompu Regency. The method in this study is the method of library research, survey and excavation. Preliminary conclusion is Dorobata is a Hindu worship sites in the past. Dorabata merupakan tinggalan arkeologi yang terletak di kampung Kandai Satu Kecamatan Dompu Kabupaten Dompu Nusa Tenggara Barat. Tinggalan warisan budaya berupa bangunan monumental di Dorobata satusatunya bangunan Hindu yang masih dapat dikatakan utuh. Bangunan Dorobata masih menyimpan berbagai pertanyaan apakah fungsi bangunan itu karena belum ditemukannya ciri yang khusus yang menjadi pertanda hasil budaya suatu masa. Namun setelah dilakukan penggalian di situs ini dan menemukan benda-benda yang dapat dipastikan memiliki kaitan dengan aktivitas yang pernah terjadi dilokasi ini. Benda-benda yang berhasil ditemukan saat penggalian berupa gerabah, pecahan-pecahan keramik, gacuk, buli-buli, cucuk kendi, fragmen perunggu dan pedupaan. Dalam penelitian ini berbagai masalah yang perlu diteliti kembali. Permasalahan yang muncul antara lain bagaimana aspek kesejarahan situs Dorobata? apa makna bangunan Situs Dorobata? tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui seberapa besar portensi arkeologi yang ada di Kabupaten Dompu. Metode yang dipergunakan dalam penelitian ini adalah studi pustaka, survei dan ekskavasi. Kesimpulan awal dari situs ini adalah Dorobata merupakan situs pemujaan agama Hindu di masa lalu.

Filter by Year

1989 2021


Filter By Issues
All Issue VOLUME 34, NOMOR 2, OKTOBER 2021 VOLUME 34, NOMOR 1, APRIL 2021 VOLUME 33, NOMOR 2, OKTOBER 2020 VOLUME 33, NOMOR 1, April, 2020 VOLUME 32, NOMOR 2, OKTOBER, 2019 VOLUME 32, NOMOR 1, APRIL, 2019 VOLUME 31, NOMOR 2, OKTOBER, 2018 VOLUME 31, NOMOR 1, APRIL 2018 VOLUME 30, NOMOR 2, OKTOBER 2017 VOLUME 30, NOMOR 1, APRIL 2017 VOLUME 29, NOMOR 3, NOVEMBER 2016 VOLUME 29, NOMOR 2, AGUSTUS 2016 VOLUME 29, NOMOR 1, APRIL 2016 VOLUME 28, NOMOR 3, NOVEMBER 2015 VOLUME 28, NO 3, NOVEMBER 2015 VOLUME 28, NOMOR 2, AGUSTUS 2015 VOLUME 28, NOMOR 1, APRIL 2015 VOLUME 27, NOMOR 3, NOVEMBER 2014 VOLUME 27, NOMOR 2, AGUSTUS 2014 VOLUME 27, NOMOR 1, APRIL 2014 VOLUME 26, NOMOR 3, NOVEMBER 2013 VOLUME 26, NOMOR 2, AGUSTUS 2013 VOLUME 26, NOMOR 1, APRIL 2013 VOLUME 25, NOMOR 3, NOVEMBER 2012 VOLUME 25, NOMOR 2, AGUSTUS 2012 VOLUME 25, NOMOR 1, APRIL 2012 VOLUME 25, NO 1, APRIL 2012 VOLUME 24, NOMOR 3, NOVEMBER 2011 VOLUME 24, NOMOR 2, AGUSTUS 2011 VOLUME 24, NOMOR 1, APRIL 2011 VOLUME 23, NOMOR 3, NOVEMBER 2010 VOLUME 23, NOMOR 2, AGUSTUS 2010 VOLUME 23, NOMOR 1, APRIL 2010 VOLUME 22, NOMOR 1, MEI 2009 VOLUME 21, NOMOR 3, OKTOBER 2008 VOLUME 21, NOMOR 2, JULI 2008 VOLUME 21, NOMOR 1, MEI 2008 VOLUME 20, NOMOR 1, MEI 2007 VOLUME 19, NOMOR 2, OKTOBER 2006 VOLUME 19, NOMOR 1, MEI 2006 VOLUME 17, NOMOR 1, JUNI 2004 VOLUME 16, NOMOR 3, SEPTEMBER 2003 VOLUME 16, NOMOR 2, JUNI 2003 VOLUME 15, NOMOR 2, SEPTEMBER 2002 VOLUME 15, NOMOR 1, JUNI 2002 VOLUME 14, NOMOR 1, JULI 2001 VOLUME 13, NOMOR 2, NOVEMBER 2000 VOLUME 13, NOMOR 1, JUNI 2000 VOLUME 11, NOMOR 2, DESEMBER 1999 VOLUME 11, NOMOR 2, DESEMBER 1998 VOLUME 11, NOMOR 1, JANUARI 1998 VOLUME 10, NOMOR 2, NOVEMBER 1997 VOLUME 10, NOMOR 1, JUNI 1997 VOLUME 9, NOMOR 1, JANUARI 1996 VOLUME 8, NOMOR 2, MARET 1995 VOLUME 6, NOMOR 2, SEPTEMBER 1993 VOLUME 6, NOMOR 1, MARET 1993 VOLUME 2, NOMOR 2, FEBRUARI 1990 VOLUME 2, NOMOR 1, FEBRUARI 1989 More Issue