cover
Contact Name
Bustanul Arifin
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
jurnalstaia@gmail.com
Editorial Address
Jl. Ngoro-Kandangan KM 3 PA Rejoagung Jombang 61473
Location
Kab. jombang,
Jawa timur
INDONESIA
AT-Tahdzib: Jurnal Studi Islam dan Muamalah
Published by STAI At-Tahdzib
ISSN : 20897723     EISSN : 25031929     DOI : -
Core Subject : Education,
AT-Tahdzib: Jurnal Studi Islam diterbitkan oleh Sekolah Tinggi Agama Islam At-Tahdzib Ngoro Jombang pada bulan September 2013. Berisi kajian studi Islam, muamalah dan bidang-bidang keilmuan. Sesuai dengan peraturan penulisan yang diterbitkan dua kali (bulan Maret Dan September ) dalam setahun dan publikasi penelitian keagamaan, muamalah (ekonomi Islam) serta keilmuan lainnya sebagai tanggung jawab ilmiah dan perwujudan Tri Darma Perguruan Tinggi.
Articles 7 Documents
Search results for , issue "Vol 6 No 1 (2018): At-Tahdzib" : 7 Documents clear
Analisa Kritis Teori Feminisme Liberal dalam Konstruksi Pendidikan Islam Prespektif Kesetaraan Gender Robi'ul Afif Nurul
AT-Tahdzib: Jurnal Studi Islam dan Muamalah Vol 6 No 1 (2018): At-Tahdzib
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Islam At-Tahdzib Ngoro Jombang Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (472.539 KB)

Abstract

Sejarah perbedaan gender terjadi mulai sebuah proses yang sangat panjang terbentuknya perbedaan gender ini disebabkan banyak hal, antara lain dibentuk disoialisasi, diperkuat bahkan dikonstruksi secara sosial dan cultural melaui berbagai wacana seperti agama, politik maupun psikologi. Melalui proses yang panjang, sosialisasi gender akhirnya dianggap sebagai ketentuan tuhan, seolah-olah gender adalah bersifat biologis yang tidak bias di ubah-ubah lagi, sehingga perubahan gender dianggap sebagai kodrat laki-lakimaupun kodrat perempuan. Karena di anggap sebagai kodrat upaya untuk menolak perbedaan gender tersebut dianggap sebagai perbutan melawan ketentuan tuhan. Bermula dari kesadaran akan subordinasi dan ketertinandasan perempuan oleh system yang patriakis inilah muncul kajian tentang perempuan yang kemudian dengan istilah “Feminisme”. Dimana salah satu gagasan prmbebasan yang mengkonsentrasikan pada upaya pengangkatan status perempuan agar setara dengan laki-laki dan bebas dari eksploitasi dan tidak mengenal adanya diskriminasi jenis kelamin dan mengenai persoalan mengapa kaum perempuan mengalami ketertindasan dan ketidak adilan, hal ini telah memunculkan aliran feminism liberal. Penelitian pustaka ini secara spesifik mengkaji bagaimana teori feminisme liberal dalam konstruksi pendidikan islam prespektif kesetraraan gender. Kajian terhadap masalah tersebut berawal dari problematika gender yang membutuhkan teori feminisme liberal hadir dalam pendidikan islam ditinjau dari prespektif kesetaraan gender. Tujuan utama dalam penelitian ini adalah untuk mengetahui teori feminisme liberal dalam konstruksi pendidikan islam prespektif kesetaraan gender dan untuk mengetahui konsep pendidikan islamprespektif kesetaraan gender. Dan hasil penelitian ini diharapkan bermanfaat bagi peneliti, para praktisi pendidikan dan masyarakat pada umumnya untuk dijadikan bahan pijakan secara teoritis bagi problematika ketidak adilan gender yang tak kunjung usai yang juga merupakan tanggung jawab pendidikan islam. Penelitian ini termasuk pendekatan kulitatif yang fokus pada kajian putaka dengan menggunakan metode pengumpulan data dengan dokumentasi dan teknik analisa data yang berupa deskrptif dan content analysis. Hasil penelitian tersebutmenunjukkan bahwa ketidakadilan gender yang sebagian besar menimpa perempuan masih sangat memprihatinkan, sehingga membutuhkan analisa kritis teori feminism liberal dalam kontruksi pendidikan islam prespektif kesetaraan gender yakni dengan memberikan kesempatan dan peluang bagi perempuan untuk mendapatkan pendidikan baik secara individu maupun kelompok. Karena perempuan adalah mahkluk yang rasional, kemampuan dan potensinya sama dengan lali-laki. Menanggapi hal tersebut diatas, pendidikan merupakan proses untuk mengembalikan nilai-nilai kemanusiaan yang telah terkikis karena relasi social yang dominatif. Dalam hal ini, pendidikan islam pada khususnya dituntut untuk mampu tampil sebagai wahana paling utama baik secara konsepsional maupun dalam pelaksanaanya untuk berperan aktif dalam mengatasi problem masyarakat terhadap ketidakadilan gender.
Kritik Ibn Al-Jawzi Terhadap Ulama Muhammad Kudhori
AT-Tahdzib: Jurnal Studi Islam dan Muamalah Vol 6 No 1 (2018): At-Tahdzib
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Islam At-Tahdzib Ngoro Jombang Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (256.465 KB)

Abstract

Abstrak: Diskursus tentang kritik pemikiran di kalangan ulama, baik yang bersifat us}u>l maupun furu>‘ belum pernah selesai. Perbedaan pemahaman atas teks-teks agama sering kali menimbulkan gesekan di antara mereka. Ibn al-Jawzi> merupakan salah satu ulama yang sangat gencar dalam melakukan kritik terhadap ulama yang dianggap “menyimpang”. Tidak main-main, para ulama dari berbagai disiplin ilmu mendapatkan kritik tajam darinya. Ulama tasawuf adalah ulama yang menjadi bulan-bulanan Ibn al-Jawzi> dalam kitabnya Talbi>s Ibli>s. Efek dari kritik yang dilontarkan oleh Ibn al-Jawzi> terhadap ulama tasawuf masih dapat dirasakan sampai sekarang. Kelompok-kelompok yang anti terhadap tasawuf seringkali menggunakan argumentasi Ibn al-Jawzi> untuk menyerang tasawuf tanpa melihat esensi dasar kritiknya terhadap tasawuf. Kritik Ibn al-Jawzi> terhadap para ulama sebenarnya bukan pada esensi keilmuannya. Melainkan lebih kepada penyimpangan yang dilakukan oleh oknum ulama dalam disiplin-disiplin ilmu yang mereka tekuni. Kritik Ibn al-Jawzi> juga disebabkan perbedaan dalam memahami teks-teks agama serta perbedaan ijtihad dalam menentukan kelayakan hadis. Kata kunci: Ibn al-Jawzi>, kritik, ulama, tasawuf.
Hak Berpikir, Hak Reproduksi, Dan Hak Kepemilikan Dalam Islam (Tinjauan Historis, Yuridis, dan Sosiologis) Sokhi Huda
AT-Tahdzib: Jurnal Studi Islam dan Muamalah Vol 6 No 1 (2018): At-Tahdzib
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Islam At-Tahdzib Ngoro Jombang Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (361.682 KB)

Abstract

Rights of thinking, reproduction rights, and property rights are part of the study of the values of civil society. First, historically, freedom of thought is inspired by the spirit of Islamic teachings, especially the first revelation, iqra'. The influence of iqra' is directly acquired by Muslims themselves, even contributing to the intellectual development of the world. Second, reproductive rights for women have a valid reference from the Qur'an, which must be protected and preserved for future generations. Respecting and safeguarding reproductive rights are the effort to preserve family, community, country, and religion. Thirdly, in Islamic law, property rights receive serious and detailed attention as does the taxonomy of the areas of Islamic law. In the taxonomy, the right of ownership obtains a juridical portion of all fields.
Strategi Penyuluh Agama Islam Dalam Menangkal Faham Radikalisme di Kabupaten Nganjuk Muhamad Umar Fauzi
AT-Tahdzib: Jurnal Studi Islam dan Muamalah Vol 6 No 1 (2018): At-Tahdzib
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Islam At-Tahdzib Ngoro Jombang Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (755.701 KB)

Abstract

Extension of Islam is one component of officials who are owned by the Ministry of Religious Affairs in terms of preaching to all levels of society in Nganjuk. Nganjuk district was once thrown by the event of suspected terrorist arrest in Kertosono sub-district. This suggests that a seemingly calm situation in a region can not guarantee that the area is free from radical nests. Therefore, extension agents as the spearhead of the Ministry of Religious Affairs that directly interact with the community at all levels, the role and strategy of extension of Islam is very reliable to prevent the development of radical ideology in Nganjuk district. The approach in this research is deductive and inductive. The type of research used is qualitative research. Researcher is an instrument or tool of research and collect data using observation method, interview, and documentation. The data analysis used is interactive model analysis consisting of; (1). Data reduction (selection of data by theme); (2). Display data (data presentation); and (3). Conclusion / verification. And by examination technique using Trianggulasi. From the research results can be obtained the conclusion that: Extension of Islamic Religion of Nganjuk district amounted to 8 civil servant and 160 Counselor Non-civil servant. There are eight types of specialization of the capability of the established Islamic Counselor. To prevent the development of radical ideology in Nganjuk district, the strategy used is: Placing one counselor of Islam who has competence in the field of Radicalism in every sub-district, Hearings with the authorities to become partners in counseling, Seeking then told to the public about the characteristics and the danger of radical groups,, Strengthening aqidah understanding Ahlusunnah wal Jamaah and instilling love soul of the country, Encouraging people to be active in religious activities held by moderate Islamic organizations.
Macam-Macam Bentuk Kecerdasan Spiritual Dalam Konsep Pendidikan Luqman Al-Hakim Yazidul Busthomi
AT-Tahdzib: Jurnal Studi Islam dan Muamalah Vol 6 No 1 (2018): At-Tahdzib
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Islam At-Tahdzib Ngoro Jombang Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (688.463 KB)

Abstract

Kecerdasan adalah nilai lebih dari setiap manusia dalam mengembangkan pola pikirnya sehingga mampu berkembang dan berpikir dengan jernih untuk menimbang, memutuskan serta menghadapi sesuatu dengan berpusat pada masalah-masalah yang dihadapi dengan solusi cemerlang. Seseorang yang cerdas, pembicaraan yang ia sampaikan akan terstruktur dan memiliki nilai. Saat dia berbicara, maka yang keluar adalah ide, gagasan, solusi, hikmah, ilmu dan dzikir, sehingga pembicaraannya senantiasa bermanfaat. Kecerdasan merupakan salah satu anugerah besar dari Allah kepada manusia dan menjadikannya sebagai salah satu kelebihan manusia dibandingkan dengan makhluk lainnya. Karena dengan kecerdasannya, manusia dapat terus menerus mempertahankan dan meningkatkan kualitas hidupnya yang semakin kompleks, melalui proses berpikir dan belajar secara terus menerus. Kecerdasan spiritual adalah kemampuan untuk memberi makna ibadah terhadap setiap perilaku dan kegiatan, melalui langkah-langkah dan pemikiran yang bersifat fitrah, menuju manusia yang seutuhnya, dan memiliki pola pemikiran tauhidi, serta berprinsip "hanya karena Allah". Macam-macam bentuk kecerdasan spiritual dalam konsep pendidikan Luqman al-Hakim yaitu sebagai berikut: 1. Larangan berbuat syirik 2. Kepercayaan kepada pembalasan Allah 3. Perintah shalat 4. Amar ma'ruf dan nahi munkar 5. Perintah untuk sabar 6. Larangan bersifat sombong 7. Sederhanalah dalam bersuara dan merendahkan suara.
Analisis Potensi Industri Halal Bagi Pelaku Usaha Di Indonesia Aan Nasrullah
AT-Tahdzib: Jurnal Studi Islam dan Muamalah Vol 6 No 1 (2018): At-Tahdzib
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Islam At-Tahdzib Ngoro Jombang Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (715.717 KB)

Abstract

This study aims to analyze the potential of industrial halal products for business actors in Indonesia, this is considering to halal products experience rapid development in the midst of increasing religious tendency of Indonesian society and on the other side of the Muslim population in the middle class have increased revenue, resulting in demand for products halal is also increasing. The data used in this study is secondary data sourced from several publications of goverment agencies with the analytical tools used are qualitative descriptive. This study found the potential of halal industry for business actors in Indonesia, among others: First, the need for Halal Products (goods and services). Second, Halal Product Diversity. Third, the completeness of the Legal Framework. Fourth, Many Business Executors in Halal Product Market. Fifth, Halal Product Export Needs.
Urgensi Kodifikasi Hukum Keluarga Islam Dalam Dunia Muslim Muchammad Hammad
AT-Tahdzib: Jurnal Studi Islam dan Muamalah Vol 6 No 1 (2018): At-Tahdzib
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Islam At-Tahdzib Ngoro Jombang Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (443.271 KB)

Abstract

Hukum Islam adalah hukum yang bersumber dari dan menjadi bagian dari agama Islam. Salah satu produk hukum yang dihasilkan dari ijtihad para mujtahid adalah mengenai hukum-hukum yang berkenaan dengan masalah-masalah di dalam keluarga, yang selanjutnya disebut hukum keluaraga Islam. Hingga dewasa ini, telah banyak negara-negara Muslim yang menjadikan hukum keluarga Islam sebagai sebuah perundang-undangan yang mengatur urusan di lingkungan keluarga umat Islam. Seiring berubahnya waktu dan kondisi, hukum keluarga Islam yang telah dikodifikasi terus mengalami pembaharuan guna menjawab masalah-masalah yang timbul di dalam keluarga masyarakat Muslim. Selanjumya penelitian ini berusaha menjawab permasalahan mengapa upaya kodifikasi hukum keluarga Islam di dunia Muslim menjadi sebuah hal yang penting untuk dilakukan?. Dengan mentelaah beberapa literaratur kepustakaan, serta menggunakan pendekatan normatif,sosiologis, dan historis dapat diambil kesimpulan bahwa upaya kodifikasi hukum keluarga Islam di dunia Muslim menjadi urgen dikarenakan tiga faktor: Pertama, Hukum Keluarga Islam menduduki posisi yang lebih penting dibandingkan dengan hukum-hukum lain dalam rumpun hukum muamalah Islam. Kedua, Adanya nilai positif dari upaya kodifikasi hukum keluarga Islam. Ketiga, Hukum Islam lebih dapat diterima dan diterapkan di masyarakat dibandingkan dengan hukum Barat

Page 1 of 1 | Total Record : 7