cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota adm. jakarta pusat,
Dki jakarta
INDONESIA
Warta Ardhia : Jurnal Perhubungan Udara
ISSN : 02159066     EISSN : 25284045     DOI : -
Core Subject : Engineering,
Warta Ardhia is an Air Transport Journal containing research, review related to evaluation policy and technological development with the scope of air transport, airport, aircraft, flight navigation, aviation human resources, flight safety and security. Warta Ardhia is managed by Civil Aviation Research and Development Center of Ministry of Transportation of The Republic Indonesia and published 2 (two) times a year, June and December.
Arjuna Subject : -
Articles 5 Documents
Search results for , issue "Vol 39, No 4 (2013)" : 5 Documents clear
Simulasi Perancangan Drainase Muka Tanah pada Bandar Udara Achmad Yani Semarang Sebagai Salah Satu Usaha Pencegahan Banjir Ataline Muliasari; Lupi Wahyuningsih
WARTA ARDHIA Vol 39, No 4 (2013)
Publisher : Research and Development Agency of The Ministry of Transportation

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (314.061 KB) | DOI: 10.25104/wa.v39i4.127.305-316

Abstract

Drainage is defined as surface water drainage, either by gravity or by pump which aims to prevent inundation, maintain and lower the water level im order to avoid the amount of water. Ahmad Yani Airport has a poor drainage systems. Furthermore, land subsidence in Semarang area potential for experiencing flooding when the rainy season with a fairly high rainfall. Based on the results of processing the data showed that it is needed the land surface drainage channel with a cross-sectional shape of a trapezium. When the width of the base of the cross section is 3 meters , then the required channel depth is 3.9 meters with a hydraulic radius is 0.82-meter, and hydraulic depth is 3.05 meters. Drainase didefinisikan sebagai pembuangan air permukaan, baik secara gravitasi maupun dengan pompa yang bertujuan untuk mencegah terjadinya genangan, menjaga dan menurunkan permukaan air sehingga genangan air dapat dihindarkan. Bandar Udara Ahmad Yani dengan kondisi sistem drainase yang kurang baik dan penurunan permukaan tanah di wilayah Semarang, maka bila musim penghujan tiba dengan curah hujan yang cukup tinggi selalu berpotensi untuk mengalami banjir. Berdasarkan hasil pengolahan data juga didapatkan hasil bahwa untuk menyesuaikan antara curah hujan di wilayah Semarang dengan luas area Bandar udara Achmad Yani diperlukan saluran drainase muka tanah berupa saluran dengan bentuk penampang trapezium. Bila lebar dasar dari penampang trapezim tersebut adalah 3 meter, maka diperlukan saluran sedalam 3,9 meter dengan Jari-jari hydraulic 0,82 meter, dan kedalaman hydraulic 3,05 meter.
Persaingan Airbus dan Boeing di Industri Jasa Angkutan Udara Indonesia Minda Mora
WARTA ARDHIA Vol 39, No 4 (2013)
Publisher : Research and Development Agency of The Ministry of Transportation

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (626.063 KB) | DOI: 10.25104/wa.v39i4.123.244-258

Abstract

Airbus and Boeing are the largest aircraft industry in the world today. Competition between the two companies has been characterized as a duopoly , particularly in the jetliner market since 1990. Aircraft market is usually divided into two categories of products , namely narrow -body aircraft and wide-body aircraft. Indonesia is one of potential market for Airbus and Boein . This study aims to determine the map competition between Airbus and Boeing in Indonesian airline by calculating market share of those two companies . The calculations show that In the period of 2001 to 2013 , Airbus began to enter the market of Indonesia airline , by taking 38.8 % market share of sales of single aisle aircraft , while the res , 61.2 % , was taken by Boein . For selling twin-aisle aircraft , Airbus dominates with a market share of 87.8 %. Airbus dan Boeing merupakan dua raksasa industri pesawat terbang di dunia pada saat ini. Persaingan antara kedua perusahaan tersebut telah ditandai sebagai duopoli, khususnya di pasar pesawat jet sejak tahun 1990. Pasar pesawat terbang biasanya dibagi menjadi dua kategori produk, yaitu pesawat berbadan sempit dan pesawat berbadan lebar. Indonesia merupakan salah satu negara yang menjadi pasar yang potensial bagi Airbus dan Boeing untuk memasarkan pesawat-pesawat produksinya. Kajian ini bertujuan untuk mengetahui peta persaingan antara Airbus dan Boeing di pasar industri jasa angkutan udara Indonesia dengan menghitung pangsar pasar ke dua perusahaan tersebut di Indonesia. Hasil perhitungan menunjukkan bahwa Pada kurun waktu 2001 sampai dengan 2013, Airbus mulai memasuki pasar perusahaan jasa angkutan udara Indonesia, dengan mengambil 38.8% pangsa pasar penjualan pesawat udara berlorong tunggal, sedangkan sisanya, 61.2%, diambil oleh Boeing. Untuk penjualan pesawat udara berlorong ganda, Airbus mendominasi dengan pangsa pasar sebesar 87.8%.
Peluang Transportasi Publik dalam Pangsa Pasar Pengguna Akses Darat Bandara Soekarno-Hatta Tito Yusmar
WARTA ARDHIA Vol 39, No 4 (2013)
Publisher : Research and Development Agency of The Ministry of Transportation

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (349.986 KB) | DOI: 10.25104/wa.v39i4.124.259-280

Abstract

The growth of air transportation gives negative impact in its ground access system in which the flow of people who accessing the airport creates road congestion. This problem is also supported with the highly dependence of people on private car use and leave public transport as unattractive mode to be used in accessing the airport. This research attempts to find out which travel attributes of transportation mode that influence the mode choice of people who accessing the airport as the ground access users. Taking one case study at Soekarno-Hatta International Airport in Jakarta, Indonesia, the data are collected from this airport through survey process. Further, the statistical methods are conducted to get the results. Six determined travel attributes; cost, travel time, walking distance, ease of transfer, ease of carrying luggage and comfort, significantly influence and give differences on the user’s mode choice in which four of them; walking distance, ease of transfer, ease of carrying luggage and comfort, are being perceived very satisfactory for car. The research concludes with potential steps in improving public transportation which give access to the airport that might help attract more people to use it and increase its mode share. Pertumbuhan transportasi udara membawa dampak negatif bagi jalur akses darat menuju bandara dimana kepadatan dan kemacetan jalan semakin meningkat seiring bertambahnya jumlah orang yang mengakses bandara. Permasalahan ini turut didukung oleh tingginya ketergantungan masyarakat dalam menggunakan kendaraan pribadi sementara transportasi publik hanya menjadi alternatif yang dinilai tidak menarik untuk digunakan. Penelitian ini bertujuan untuk mencari dan menilai atribut perjalanan dari moda transportasi yang digunakan untuk mengakses bandara yang memengaruhi pilihan moda pengguna akses darat bandara. Dengan mengambil satu studi kasus di bandara internasional Soekarno-Hatta di Jakarta, Indonesia, survey dilakukan sebagai proses pengumpulan data. Enam atribut perjalanan, yaitu biaya, waktu tempuh, jarak berjalan, kemudahan transfer, kemudahan membawa barang bawaan, dan kenyamanan, secara signifikan memengaruhi dan memberikan perbedaan terhadap pemilihan moda dimana empat atribut diantaranya, yaitu jarak berjalan, kemudahan transfer, kemudahan membawa barang bawaan, dan kenyamanan, dinilai sangat memuaskan untuk moda mobil pribadi. Kesimpulan dari penelitian ini mendorong langkah-langkah potensial dalam meningkatkan daya saing transportasi publik yang digunakan untuk mengakses bandara sehingga dapat menarik lebih banyak pengguna dan meningkatkan pangsa pasarnya.
Analisa Perbandingan Penerapan Airport Sustainability di Bandar Udara Internasional Soekarno Hatta dan Bandar Udara Internasional Schiphol Faridha Nahar
WARTA ARDHIA Vol 39, No 4 (2013)
Publisher : Research and Development Agency of The Ministry of Transportation

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (189.735 KB) | DOI: 10.25104/wa.v39i4.125.281-293

Abstract

The complex activities that occur at the airport lead to several negative impacts, such as air pollution, noise, and high levels of water consumption. If these negative impacts are allowed to happen without any treatment then environmental degradation will be increasingly out of control. Airport sustainability is one of the concepts offered as a solution to overcome or minimize the environmental damage caused by activities that occur at the airport. Although its main focus is on environmental awareness, this concept basically covers three aspects; environmental, economic, and social. Soekarno Hatta International Airport is one of the airports in Indonesia that apply airport sustainability concept. Even though this concept has been implemented since 2009, its implementation has not been maximized so far. This is in contrast to the application of airport sustainability in Schiphol International Airport in the Netherlands that has achieved ACI Europe Best Airport Award. The aim of this study is to provide recommendations in what steps that can be taken by Soekarno Hatta International Airport to make improvements in the application of airport sustainability by comparing the existing application of airport sustainability between Soekarno Hatta International Airport and Schiphol International Airport. Comparisons were made using ten variables grouped into environmental, economic, and social aspects. Based on data collection and analysis conducted, Soekarno Hatta International Airport has to do some improvements as the results, namely fostering good relationship with stakeholders, establishing policies related to airport sustainability concept, and encouraging technology development on airport facilities. Kompleksnya kegiatan yang terjadi di bandar udara menyebabkan beberapa dampak negatif, seperti pencemaran udara, kebisingan, dan tingginya tingkat konsumsi air bersih. Airport sustainability merupakan salah satu konsep yang ditawarkan sebagai solusi untuk mengatasi atau meminimalisasi kerusakan lingkungan yang terjadi akibat aktivitas-aktivitas di bandar udara, meliputi tiga aspek, yaitu lingkungan, ekonomi, dan sosial. Bandar Udara Internasional Soekarno Hatta merupakan salah satu bandar udara di Indonesia yang menerapkan airport sustainability. Penelitian ini bertujuan untuk memberikan rekomendasi langkah-langkah apa saja yang dapat diambil oleh Bandar Udara Internasional Soekarno Hatta untuk melakukan perbaikan pada penerapan airport sustainability dengan cara membandingkan penerapan airport sustainability pada Bandar Udara Internasional Soekarno Hatta dan Bandar Udara Internasional Schiphol. Perbandingan dilakukan dengan menggunakan sepuluh variabel yang dikelompokkan ke dalam tiga aspek, yaitu lingkungan, ekonomi, dan sosial. Berdasarkan pengumpulan data dan analisa yang dilakukan diperoleh hasil bahwa Bandar Udara Internasional Soekarno Hatta harus melakukan beberapa perbaikan, yaitu pembinaan hubungan baik dengan seluruh stakeholders, penetapan kebijakan-kebijakan terkait pelaksanaan airport sustainability, dan pengembangan teknologi pada beberapa fasilitas bandar udara.
Pangsa Pasar Penumpang Maskapai Lion Air di Bandara Pattimura Ambon Lukiana Lukiana
WARTA ARDHIA Vol 39, No 4 (2013)
Publisher : Research and Development Agency of The Ministry of Transportation

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (401.391 KB) | DOI: 10.25104/wa.v39i4.126.294-304

Abstract

Increasing number of Airline companies in Indonesia result in increasing domestic market share competition. One of the airline in Indonesia is Lion Air which has a large fleet. One of the airport that has a growth rate of air transport demand is Pattimura airport in Ambon. The aim of this research was to determine the Strenght, Weaknesses, Opportunities and Threat (SWOT) of Lion Air in Pattimura Airport, Ambon. The goal is to provide an input to Lion Air in order to maintain and increase the air transport services in Pattimura Airport. This research used Diskriptif Quantitative analysis and SWOT method. From the calculation and rating for each of the IFAS and EFAS seen that the position of Lion Air is located in Quadrant II, namely quadrants strategy Strength - Threat at coordinates (0.67 ; 0.52). It means that Lion Air has an internal strength as a strong factor to take advantage of existing opportunities. Perusahaan penerbangan yang berjumlah 16 semakin meningkatkan persaingan dalam pangsa pasar domestik. Salah satunya adalah maskapai Lion Air dengan jumlah armada yang besar. Salah satu bandara yang mempunyai tingkat pertumbuhan permintaan angkutan udara cukup tinggi adalah bandar udara Pattimura-Ambon.Maksud kajian adalah untuk mengetahui keunggulan, kelemahan, peluang, dan tantangan yang dimiliki oleh perusahaan penerbangan Lion Air. Tujuannya adalah memberikan bahan masukan kepada Lion Air dalam upaya mempertahankan penyediaan layanan jasa angkutan udara di Bandara Pattimura-Ambon. Metodologi yang digunakan dalam penelitian ini Diskriptif Kuantitatif analisis dan SWOT. Dari hasil perhitungan pembobotan dan rating untuk masing-masing IFAS dan EFAS terlihat bahwa posisi PT. Lion Mentari Air terletak pada Kuadran II, yaitu kuadran yang menerapkan strategi Strength-Threat, pada koordinat (0,67; -0,52), di mana hal ini berarti bahwa Lion Air memiliki kekuatan sebagai faktor internal yang kuat untuk memanfaatkan peluang yang ada.

Page 1 of 1 | Total Record : 5