cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Rekayasa Bahan Alam dan Energi Berkelanjutan
Published by Universitas Brawijaya
ISSN : 25482300     EISSN : 25482181     DOI : -
Jurnal Rekayasa Bahan Alam dan Energi Terbarukan merupakan jurnal elektronik yang mempublikasikan hasil penelitian, knowledge sharing dari dosen, mahasiswa maupun kalangan industri yang berfokus pada teknologi kimia pengolahan bahan alam dan energi secara berkelanjutan. Jurnal ini terbit 2 kali dalam setahun.
Arjuna Subject : -
Articles 4 Documents
Search results for , issue "Vol. 9 No. 1 (2025)" : 4 Documents clear
Pemanfaatan Kulit Bawang Merah dan Daun Belimbing Wuluh sebagai Green Corrosion Inhibitor pada Baja Karbon Ramadhana, Rucita; Suharti, Profiyanti Hermien
Jurnal Rekayasa Bahan Alam dan Energi Berkelanjutan Vol. 9 No. 1 (2025)
Publisher : Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Korosi merupakan salah satu fenomena penurunan kualitas baja secara bertahap karena adanya reaksi dengan lingkungan. Hal ini dapat berakibat fatal karena dapat mengurangi umur serta kekuatan dari suatu bangunan konstruksi. Carbon steel merupakan material pada rangka konstruksi yang sering digunakan namun memiliki kelemahan mudah terkorosi. Pemanfaatan inhibitor merupakan salah satu cara yang paling efektif untuk mengendalikan laju korosi. Salah satu senyawa yang dapat digunakan untuk menurunkan laju korosi adalah flavonoid dan tanin yang dapat diperoleh dari kulit bawang merah (KBM) dan daun belimbing wuluh (DBW). Pemanfaatan KBM dan DBW sebagai inhibitor alami atau Green Corrosion Inhibitor masih jarang dilakukan pada reaksi korosi Carbon Steel. Pada studi ini menggunakan metode ekstraksi maserasi dengan menggunakan pelarut etanol 70% untuk mendapatkan ekstrak dari serbuk KBM dan DBW serta metode selisih penurunan berat untuk mengetahui laju korosi pada pelat baja karbon. Variasi fraksi massa serbuk KBM dan DBW masing-masing adalah 1,24%; 2,48%; dan 3,72% (w/w). Sampel baja karbon direndam selama 72 jam dan kemudian dilakukan uji korosi dengan mengalirkan air laut selama 30 hari pada sampel. Hasil pengujian menunjukkan ekstrak KBM dan DBW dapat memperlambat laju korosi sehingga berpotensi untuk dimanfaatkan sebagai Green Corrosion Inhibitor.
Pembuatan Briket Tempurung Kelapa Sesuai SNI Dengan Penambahan KNO3 Larassati, Inggar Tri; Putri, Rossy Ayuanita; Poerwadi, Bambang; Kartikowati, Christina Wahyu
Jurnal Rekayasa Bahan Alam dan Energi Berkelanjutan Vol. 9 No. 1 (2025)
Publisher : Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Briket sering digunakan bahan bakar, standar kualitasnya menggunakan SNI 01-6235-2000 berupa persyaratan mutu kadar air, kadar abu, nilai kalori dan volatile matter. Briket tempurung kelapa komersial memiliki kelemahan waktu nyala api yang lama 15 menit ketika dinyalakan pertama kali. Penyalaan yang lama ini tidak efisien ketika briket digunakan, penambahan oksidator dapat mempercepat nyala api. Maka dari itu, tujuan penelitian ini untuk mempercepat nyala briket serta mengetahui pengaruh penambahan KNO3 dalam bentuk lapisan terhadap kualitas briket sesuai dengan SNI. Jumlah oksidator KNO3 yang digunakan adalah 0,5%- 2% terhadap total arang. KNO3 yang telah tercampur arang diaplikasikan dalam lapisan dengan persentase 5%, 10% dan 15% terhadap total arang setiap briket. Berdasarkan hasil yang didapatkan, dengan penambahan KNO3 pada briket dapat mempercepat waktu nyala dengan waktu tercepat sebesar 31 detik pada briket dengan KNO3 sebesar 2% serta lapisan sebesar 5% dan mempercepat laju pembakaran briket dengan laju pembakaran tercepat 0,120 gram/menit pada briket dengan KNO3 sebesar 2% serta lapisan 15%. Kadar abu briket mengalami peningkatan dengan kadar abu tertinggi sebesar 6,88% pada briket dengan KNO3 sebesar 2% dan nilai kalori mengalami penurunan dengan nilai kalor tertinggi 7214,75kal/gr pada briket dengan KNO3 2%. Penambahan KNO3 pada briket tidak mempengaruhi nilai kadar air.
Perancangan Sistem Hibrid Berbasis Panel Surya dan LPG Sebagai Energi Alternatif Terbarukan Pratama, Defrianto; Hadiningrum, Kunlestiowati; Muldiani, Ratu Fenny
Jurnal Rekayasa Bahan Alam dan Energi Berkelanjutan Vol. 9 No. 1 (2025)
Publisher : Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

A Hybrid System Based on Solar Panels and LPG offers an alternative energy solution that combines renewable solar energy with LPG for improved efficiency and reliability. Solar panels capture sunlight and convert it into electricity, which can be used immediately or stored in batteries for later use, such as at night or during cloudy weather. Solar energy is eco-friendly, renewable, and widely available. However, when solar energy is insufficient, LPG is used as a backup fuel for a generator to ensure continuous power supply. Although not renewable, LPG is cleaner than other fossil fuels like coal or oil. The hybrid system's advantage lies in its efficiency, as solar panels reduce LPG consumption, while LPG ensures uninterrupted power. This combination makes the system more reliable by providing energy even when one source is unavailable. Despite the use of LPG, this system is more environmentally friendly than relying solely on fossil fuels, as it reduces the overall need for LPG. Keywords: Solar Cells, LPG, Hybrid
Penetapan Heat rate pada Pengeringan Biji Kakao menggunakan Tunnel Dryer Bahan Bakar Gas Sugiarto, Bambang; Wijanarko, Hendro; Pinasti, Amy Anggun; Rahmi, Hafizatur; Sulistyawati, RR Endang
Jurnal Rekayasa Bahan Alam dan Energi Berkelanjutan Vol. 9 No. 1 (2025)
Publisher : Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pengeringan biji kakao merupakan salah satu proses krusial dalam menentukan mutu akhir kakao, terutama dalam hal aroma, cita rasa, dan stabilitas produk. Penelitian ini bertujuan menetapkan heat rate pada proses pengeringan biji kakao menggunakan tunnel dryer dengan bahan bakar gas. Metode penelitian ini meliputi pengambilan data primer dari hasil pengolahan biji kakao yang meliputi tahapan fermentasi, sortasi, dan pengeringan serta pengolahan agar menjadi coklat bubuk. Pada saat pengeringan di lakukan pengamatan setiap 60 menit selama 5 jam dengan variabel suhu 50-60OC, 60-70OC, 70-80OC, 80-90OC dan 90-100OC. Hasil yang diperoleh menunjukan bahwa suhu optimal untuk pengeringan biji coklat adalah 60-70OC sesuai dengan suhu yang dianjurkan untuk pengeringan bahan makanan dan pada suhu tersebut biji kakao sudah mencapai kadar air akhir sebesar 4,01%, dengan nilai perpindahan panas konveksi dan konduksi optimal sebesar 2540,89 watt dan 304,57 watt atau setara dengan 2396,7 kkal/jam. Efisiensi penggunaan gas LPG yaitu 1/3 tabung gas LPG 3 kg untuk waktu pengeringan selama 5 jam.

Page 1 of 1 | Total Record : 4