Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search

FOTODEGRADASI ZAT PEWARNA TEKSTIL (RHODAMIN B) MENGGUNAKAN ADSORBEN BERBASIS MATERIAL KOMPOSIT KALSIUM TITANATE (CATIO3) Ernawati, Lusi; Wahyuono, Ruri Agung; Maharsih, Inggit Kresna; Yusariarta, Ade Wahyu; Laksono, Andromeda Dwi; Kartikowati, Christina Wahyu; Nandiyanto, Asep Bayu Dani
Jurnal Teknik Kimia Vol 14, No 2 (2020): JURNAL TEKNIK KIMIA
Publisher : Program Studi Teknik Kimia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33005/jurnal_tekkim.v14i2.2023

Abstract

Komposit nanopartikel kalsium titanate (CaTiO3) berhasil disintesis melalui metode solid-state dan proses kalsinasi menggunakan kalsium karbonat (CaCO3) dan titanium oksida (TiO2) anatase. Bahan awal ditetapkan dalam perbandingan molar CaCO3/TiO2 yakni (1:1), (1:5), dan (1:7). Kedua bahan campuran CaCO3 dan TiO2 dilarutkan dan dihomogenkan melalui pengadukan. Campuran larutan yang telah homogen, diendapkan, dikeringkan dan dikalsinasi menggunakan suhu 900oC. Morfologi dan sifat mikro struktural dari bahan CaTiO3 dikarakterisasi menggunakan scanning electron microscopy (SEM) dan analisis energy dispersive X-ray (EDX). Komposit nanopartikel CaTiO3 selanjutnya digunakan untuk fotodegradasi zat pewarna Rhodamine B (RhB) di bawah sinar lampu UV. Hasil investigasi menunjukkan bahwa mekanisme penyerapan (adsorbsi) RhB dan sifat fotokatalitik dari CaTiO3 sangat tergantung pada komposisi bahan awal. Studi kinetika menunjukkan bahwa aktivitas fotokatalitik reaksi CaTiO3 terhadap RhB mengikuti model kinetika orde pertama. Lebih lanjut, 100mg RhB dapat terdegradasi sebesar 97.37% 23.34% pada penggunaan komposisi CaTiO3 sebanyak 0.5 hingga 2.0g dalam waktu 40menit. Hasil penelitian menunjukkan bahwa fotokatalis berbasis komposit CaTiO3 sangat efektif dalam mendegradasi zat pewarna RhB. Hal ini dikaitkan dengan besarnya luas permukaan aktif katalis serta kemampuan menghasilkan ion radikal pendegradasi RhB dari proses pemisahan muatan.  Kata kunci: CaTiO3; fotodegradasi ; fotokatalisis ; pewarna tekstil ; rhodamine B DOI : https://doi.org/10.33005/jurnal_tekkim.v14i2.2023
Pengaruh Jenis Pelarut Terhadap Daya Antibakteri Hasil Ekstraksi Daun Sirih Hijau (Piper Betle L.) pada Aktivitas Staphylococcus Epidermidis Luthfi Kurnia Dewi; Aji Hendra Sarosa; Christina Wahyu Kartikowati; Nur Hayati; Risang Parasu; Ersa Amalia
Journal of Innovation and Applied Technology Vol 7, No 1 (2021)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jiat.2021.007.01.6

Abstract

Ekstrak daun sirih hijau (Piper betle L.) mengandung senyawa antibakteri yang terdiri dari senyawa fenol dan turunannya. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan aktivitas antibakteri ekstrak daun sirih hijau pada berbagai jenis pelarut terhadap bakteri Staphylococcus epidermidis. Penelitian ini menggunakan metode refluks dengan tiga jenis pelarut yaitu etanol yang bersifat polar, etil asetat bersifat semi polar, dan n-heksana yang bersifat non polar. Uji antibakteri terhadap bakteri Staphylococcus epidermidis dilakukan dengan metode difusi kertas cakram. Rendemen ekstrak daun sirih hijau tertinggi terdapat pada variabel pelarut etanol yaitu sebesar 4,083%. Hasil uji fitokimia menunjukkan bahwa semua hasil ekstrak positif mengandung tannin dan menunjukkan hasil negatif pada senyawa saponin. Diameter zona hambat tertinggi didapatkan pada variabel pelarut etanol pada aktivitas bakteri Staphylococcus epidermidis yaitu sebesar 23,13 mm. Kadar fenol tertinggi terdapat pada variabel pelarut n-heksana yaitu sebesar 6,85%.
Carbon-coated Single-phase Ti4O7 Nanoparticles as Electrocatalyst Support Christina Wahyu Kartikowati; Aditya Farhan Arif; Osi Arutanti; Takashi Ogi
Indonesian Journal of Science and Technology Vol 6, No 1 (2021): IJOST: VOLUME 6, ISSUE 1, April 2021
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/ijost.v6i1.32519

Abstract

The unique structure of Magnéli phases TiOx renders them effective for the electrochemical applications. This work demonstrates a synthesis of carbon-coated Magnéli phases TiOx (TiOx@C) nanoparticles from 3-aminophenol and rutile titania (TiO2) nanoparticles as a support for platinum (Pt) electrocatalyst. 3-aminophenol was polymerized and carbonized on the surface of TiO2 nanoparticles respectively in a microwave hydrothermal reactor and a tubular furnace. Reduction of the carbon-coated TiO2 (TiO2@C) into TiOx@C was performed in hydrogen atmosphere at 800-1050 °C. The carbon coating effectively prevented TiO2 nanoparticles from sintering, resulted in TiOx@C sizes from 50 to 100 nm. Single-phase Ti4O7 core, which has the highest theoretical electrical conductivity among the Magnéli phases, was obtained from reduction of TiO2@C at 1000 °C. for 10 min C/Ti4O7-supported Pt exhibited an electrochemical surface area of 46 m2 mgPt-1 at 15% Pt loading, slightly higher than that reported for commercial TKK electrocatalyst with 20% Pt loading (44.13 m2 mgPt-1).
Pembuatan Briket Tempurung Kelapa Sesuai SNI Dengan Penambahan KNO3 Larassati, Inggar Tri; Putri, Rossy Ayuanita; Poerwadi, Bambang; Kartikowati, Christina Wahyu
Jurnal Rekayasa Bahan Alam dan Energi Berkelanjutan Vol. 9 No. 1 (2025)
Publisher : Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Briket sering digunakan bahan bakar, standar kualitasnya menggunakan SNI 01-6235-2000 berupa persyaratan mutu kadar air, kadar abu, nilai kalori dan volatile matter. Briket tempurung kelapa komersial memiliki kelemahan waktu nyala api yang lama 15 menit ketika dinyalakan pertama kali. Penyalaan yang lama ini tidak efisien ketika briket digunakan, penambahan oksidator dapat mempercepat nyala api. Maka dari itu, tujuan penelitian ini untuk mempercepat nyala briket serta mengetahui pengaruh penambahan KNO3 dalam bentuk lapisan terhadap kualitas briket sesuai dengan SNI. Jumlah oksidator KNO3 yang digunakan adalah 0,5%- 2% terhadap total arang. KNO3 yang telah tercampur arang diaplikasikan dalam lapisan dengan persentase 5%, 10% dan 15% terhadap total arang setiap briket. Berdasarkan hasil yang didapatkan, dengan penambahan KNO3 pada briket dapat mempercepat waktu nyala dengan waktu tercepat sebesar 31 detik pada briket dengan KNO3 sebesar 2% serta lapisan sebesar 5% dan mempercepat laju pembakaran briket dengan laju pembakaran tercepat 0,120 gram/menit pada briket dengan KNO3 sebesar 2% serta lapisan 15%. Kadar abu briket mengalami peningkatan dengan kadar abu tertinggi sebesar 6,88% pada briket dengan KNO3 sebesar 2% dan nilai kalori mengalami penurunan dengan nilai kalor tertinggi 7214,75kal/gr pada briket dengan KNO3 2%. Penambahan KNO3 pada briket tidak mempengaruhi nilai kadar air.
Integrasi Proses Sentrifugasi-Elektrokoagulasi sebagai Inovasi Pemurnian Biodiesel Minyak Jelantah bagi Siswa Fauziyah, Mar’atul; Kartikowati, Christina Wahyu; Puspitasari, Diah Agustina; Hidayati, A.S. Dwi Saptati Nur; Juliananda, Juliananda; Yulaichah, Siti
Bahasa Indonesia Vol 22 No 03 (2025): Sarwahita : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21009/sarwahita.223.7

Abstract

The utilization of waste cooking oil as a biodiesel feedstock provides a dual benefit, reducing household waste and offering an alternative renewable energy sources. However, biodiesel produced from waste cooking oil via transesterification often contains impurities such as glycerol, soap, and residual catalyst, which can degrade its quality. This community service activity aimed to introduce an innovative biodiesel purification method by integrating centrifugation and electrocoagulation processes to students of the Industrial Chemical Engineering program at SMK Muhammadiyah 1 Kepanjen. Centrifugation was employed to accelerate the separation of biodiesel and glycerol phases, while electrocoagulation effectively and efficiently precipitated dissolved impurities. This integrated process produced a shorter purification time up to 60% faster compared to conventional wet and dry washing methods and resulted in a clearer and more stable biodiesel product. The training was conducted through hands-on laboratory sessions, actively involving students in material preparation, equipment operation, and result evaluation. The learning outcomes showed a significant improvement, with the average student score increasing up to 63%. Furthermore, the program provided added value for the partner school by increasing students’ knowledge of renewable energy, improving their skills in operating laboratory equipment, and offering a project-based learning experience that supports the vocational curriculum. This activity demonstrates a tangible contribution to strengthening vocational competencies and presents a purification approach with strong potential for replication in other vocational schools.   Abstrak Pemanfaatan minyak jelantah sebagai bahan baku biodiesel merupakan salah satu solusi pengelolaan limbah rumah tangga sekaligus sebagai alternatif energi terbarukan. Namun, biodiesel hasil transesterifikasi minyak jelantah ini seringkali mengandung banyak pengotor berupa gliserol, sabun, dan sisa katalis yang dapat menurunkan kualitas biodiesel. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk memperkenalkan inovasi pemurnian biodiesel melalui integrasi proses sentrifugasi dan elektrokoagulasi kepada siswa keahlian teknik kimia industri di SMK Muhammadiyah 1 Kepanjen. Proses sentrifugasi dilakukan guna mempercepat pemisahan fase biodiesel dan gliserol, sedangkan elektrokoagulasi untuk mengendapkan pengotor terlarut secara lebih efektif dan efisien. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa penggunaan metode ini mampu menurunkan waktu pemurnian hingga 60% dibandingkan metode wet dan dry washing konvensional, serta menghasilkan biodiesel yang lebih jernih dengan tingkat kestabilan fase yang lebih baik. Pelatihan dilakukan secara praktik di laboratorium SMK dengan melibatkan siswa secara aktif dalam persiapan bahan, pengoperasian alat, dan evaluasi hasil, sehingga rata-rata nilai pemahaman siswa meningkat 63% setelah pelatihan. Kegiatan ini memberikan manfaat nyata bagi mitra, berupa peningkatan pengetahuan tentang energi terbarukan, keterampilan laboratorium, dan pengalaman pembelajaran berbasis proyek yang relevan dengan kebutuhan industri. Metode pemurnian terintegrasi ini juga berpotensi direplikasi di sekolah kejuruan lain sebagai model pembelajaran vokasi berbasis teknologi terapan.