cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota salatiga,
Jawa tengah
INDONESIA
ATTARBIYAH: Journal of Islamic Culture and Education
ISSN : 25486020     EISSN : -     DOI : -
ATTARBIYAH: Journal of Islamic Culture and Education is published periodically, twice a year (June and December), by State Institute for Islamic Studies (IAIN) Salatiga, Indonesia.
Arjuna Subject : -
Articles 12 Documents
Search results for , issue "Vol 1, No 2 (2016)" : 12 Documents clear
ALIRAN-ALIRAN FILSAFAT PENDIDIKAN DAN IMPLEMENTASINYA DALAM PENGEMBANGAN KURIKULUM PENDIDIKAN ISLAM Nursikin, Mukh
ATTARBIYAH: Journal of Islamic Culture and Education Vol 1, No 2 (2016)
Publisher : ATTARBIYAH: Journal of Islamic Culture and Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (304.838 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk memberikan arah yang jelas dan tepat bagi masyarakat tentang kebijakan pendidikan dan implementasinya dengan menggunakan teori pendidikan, yang diinspirasi oleh filsafat pendidikan, dengan pendekatan naturalistik. Narasumber diambil secara snowball dan purposive. Data dikumpulkan melalui teknik observasi, indepth interview, wawancara dan dokumentasi, kemudian dideskripsikan, reduksi, seleksi, dan dianalisa. Dalam proses pendidikan, aliran filsafat progresivisme konstruktivisme dan humanisme menghendaki agar peserta didik dapat menggunakan kemampuannya secara konstruktif dan komprehensif dalam mengembangkan pengetahuan dan potensi yang dimilikinya, tanpa menunggu arahan dan petunjuk dari guru atau siswa lainnya. Dalam pengembangan kurikulum pendidikan; 1) filsafat progresivisme menghendaki kurikulum yang bersifat luwes dan terbuka, dapat dirubah dan dibentuk, sesuai dengan perkembangan zaman dan Iptek; 2) filasafat konstruktifisme menghendaki praktik pembelajaran yang konstruktif, berpusat pada peserta didik, mementingkan kecakapan hidup, membentuk kemampuan riil yang terwujud dalam pengetahuan, sikap, dan perilaku hidup secara nyata, melalui berbagai penilaian yang otentik dengan memanfaatkan proses dan hasil; 3) filsafat humanisme, menghendaki pelayanan peserta didik untuk menemukan makna dalam belajar sesuai tingkat pertumbuhan dan perkembangannya, dengan mengakomodasi kebutuhan pengembangan kemampuan, minat, bakat dan kebutuhan khusus peserta didik, serta mendorong untuk berprestasi dan mencapai keberhasilan, dengan memberikan penghargaan atas capaian prestasi tersebut, baik berupa ungkapan verbal maupun non-verbal. The purpose of this research is to provide clear and appropriate directions for public about education policies and its implementation by using educational theory inspired by the role of educational philosophy. This research used naturalistic approach. Informants are determined with snowball and purposive technique. Data were collected through observation, indepth interview, interviews and documentation, then described, reduction, selection and analyzed. In educational  process progressivism, contructivsm and humanism philosophy wanted tha the students were able to use their abilities constructively and comprehensive in developing their  own knowledge and potensial without guidance from the teacher or other students. In curriculum development of education, progressivism  requires  flexible and open curriculum can be changed and formed in accordance with the changing time and the development of science and technology. Curriculum development in  contructivism phylosophy oriented in competence that aplicated contructivic lesson, students center, life skill, real ability, that can be seen through cognitive, psicomotor and affective in real life by using various outhentic assesments in process and result. In humanism, curriculum development stressed in students service for discovering the understanding of learning  due to their growth and developing with their ability, talent and the special need of the students, encourage them improve their achievement by giving reward for their achievement in verbal or  non-verbal expression. Kata kunci: progresivisme, konstruktivisme, humanisme
URGENSI DAN SIGNIFIKANSI PENDIDIKAN ISLAM MULTIKULTURAL TERHADAP KOMPLEKSITAS KEBERAGAMAAN DI INDONESIA Nugroho, Muhammad Aji
ATTARBIYAH: Journal of Islamic Culture and Education Vol 1, No 2 (2016)
Publisher : ATTARBIYAH: Journal of Islamic Culture and Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (604.689 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menampilkan ekspresi agama yang sesuai dengan sumber autientiknya, baik dalam pemikiran, perbuatan, dan persekutuan (fellowship), yaitu sebuah ekspresi yang memberikan kebaikan yang nyata bagi kehidupan, mampu membebaskan manusia dari kebodohan, kemiskinan, permusuhan dan keterbelakangan. Penelitian ini adalah penelitian kepustakaan (Library Research), termasuk penelitian kualitatif yang datanya berupa dokumen, catatan peristiwa yang berbentuk tulisan, gambar, atau karya monumental yang dilakukan dengan jalan membaca literatur, berupa buku, majalah, jurnal atau data lainnya. Penelitian ini menemukan bahwa kompleksitas fenomena keberagaman telah memunculkan konflik dan ketegangan kultural antar-etnik karena proses interaksi sosial yang masih rapuh dalam kesadaran tentang pluralitas dan multikulralitas di satu sisi dan fanatisme ajaran agama pada sisi lain, sebagai bentuk dari lemahnya solidaritas. Oleh sebab itu perlu mereposisi dan merevisi sistem pendidikan agama dengan memadukan integralitas kaitan agama antara sakral-transenden dan profan-fenomena sosial atau budaya. Maka, keberadaan pendidikan multikultural dalam kompleksitas keberagamaan menjadi sangat signifikan, karena mampu; 1) menciptakan kesalehan sosial dan bukan hanya kesalehan individual, 2) membentuk peserta didik menjadi masyarakat yang humanis, 3) mencetak individu yang dapat menyerap cakrawala, 4) mencetak peserta didik yang cerdas, kreatif, dan aktif membaca problem realitas di sekitarnya untuk kemudian memberikan alternatif pemecahan, dan 5) menampilkan wajah agama yang damai. The research objective is to show the expression of religion that appropriate with the authentic source, in thougt, deed and fellowship, an expression that gives real kindness for the life, can acquit people from stupidity, poverty, backwardness. This is library research, belong to qualitative research, the data are from document, writing’s event note, pictures or monumental works, for example  books, magazines, journals etc. The research can find that the complexity of the phenomenon of religiosity have led to conflick and cultural tensions between ethnic because of the weakness of social interaction for about plurality and multicultural in one hand and in the other hand about fanatism religious teachings as the form of the solidarity weakness. Thus it is necessary to reposed and revised the system of religion education by blending  intergralittas religiious connection beetween the sacred trancedent and profane social or cultural  phenomenon. So the existence of multicultural education in the complexity of religiousity to be very significant because it can 1) create social piety, not only individually  2) forming students into humane sociaty 3) create individuals who absorb knowledge 4) create students who are intelegent, creative and active reading problem surrounding reality to provide alternative solving and 5) show a religion of peace. Kata kunci: multikulturalitas, kompleksitas keberagamaan, pendidikan multikultural
POLA PENDIDIKAN ISLAM BAGI USIA LANJUT Muhammad, Tasnim
ATTARBIYAH: Journal of Islamic Culture and Education Vol 1, No 2 (2016)
Publisher : ATTARBIYAH: Journal of Islamic Culture and Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (694.848 KB)

Abstract

Artikel ini bertujuan untuk menjelaskan pola pendidikan Islam bagi usia lanjut. Hal ini sangat penting sebab usia lanjut merupakan suatu masa yang sangat krusial karena mulai berkurangnya semua unsur yang ada dalam diri pribadi mereka, baik fisik maupun psikis. Demi mewujudkan kehidupan usia lanjut yang bahagia dan berkualitas, membutuhkan upaya-upaya sinergis dari berbagai pihak. Terdapat bermacam-macam kegiatan yang bisa diselenggarakan untuk menfasilitasi para usia lanjut agar bisa menikmati kehidupannya dengan bahagia, antara lain  melalui pemberian layanan pendidikan sebagai berikut: a) menyelenggarakan layanan pendidikan agama Islam secara berkelompok; b) memberikan penyuluhan kesehatan usia lanjut; c) menyelenggarakan pelatihan keterampilan; d) memberikan modal usaha kecil yang disertai dengan pendampingan; e) mengadakan pengabdian sosial melalui dakwah kepada masyarakat; f) memberikan fasilitas mobil antar jemput bagi para anggota usia lanjut. Kegiatan pada kelompok-kelompok usia lanjut ini sifatnya pilihan sesuai dengan minat, potensi, dan kebutuhan masing-masing. Melalui berbagai kegiatan positif tersebut diharapkan keinginan para usia lanjut meninggal dengan husnul khotimah dapat tercapai. This article aims to explain the pattern of Islamic education for the elderly. This is very important because the elderly is a very crucial period because it began to decrease all the elements that exist in their personal self, both physically and psychologically. In order to realize the life of a happy old age and quality, requires a synergistic efforts of various parties, and also the happy and qualified life in the old age needs the cooperative efforts among all the sides. There are some activities to facilitate the old people enjoying their life happily. Some of them are: a) having the Islamic education service in group; b) giving the health education for the old people; c) having the skill training; d) giving the small capitals with the guidance.; e) having the charity through the dakwah department; f) facilitating the old people by giving the picking-up service car. Through these activities, the old people can choose as they want and need. Hopefully, the old people can reach their hope to be come husnul khotimah.  Kata kunci: usia lanjut, pendidikan Islam, husnul khotimah
EFEK METODE PEMBELAJARAN TAHFIDZUL QUR’AN TERHADAP PRESTASI BELAJAR TAHFIDZUL QUR’AN Nugroho, Bekti Taufiq Ari
ATTARBIYAH: Journal of Islamic Culture and Education Vol 1, No 2 (2016)
Publisher : ATTARBIYAH: Journal of Islamic Culture and Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (639.618 KB)

Abstract

Penelitian ini merupakan penelitian eksperimen yang bertujuan untuk mengetahui efektivitas metode hanifida yang dibandingkan metode klasikal dengan audio visual. Populasi dan sampel diambil dari siswa kelas 5 (lima) MI Syafaat Muhammadiyah Baki Sukoharjo, dan SDIT Al-Anis kartasuro dengan jumlah masing masing 30 siswa. Keduanya memiliki karakter yang sama dilihat dari kurikulum yang dipakai,. Data diambil dari nilai kemampuan awal, kemudian tes prestasi hasil belajar Tahfidzul Qur’an, sedangkan hipotesis diuji menggunakan analisis two ways anova. Dari hasil analisa data diperoleh kesimpulan; 1) Metode pembelajaran Tahfidzul Qur’an tidak berpengaruh terhadap prestasi belajar Tahfidzul Qur’an; 2) nilai prestasi belajar Tahfidzul Quran yang menggunakan metode hanifida pada kelas 5 SDIT Al-Anis Kartasura  memiliki rata-rata 89.87, median 93.00, modus sebesar 97, dan standar deviasi 8.693. Sedangkan nilai kategori siswa Tahfidzul Qur’an pada metode hanifida memiliki rata-rata 84.45 dan standar deviasinya sebesar 4.045 pada kategori siswa kurang pandai, sedangkan untuk rata-rata 95.59 dan standar deviasi sebesar 2.551 terdapat pada kategori siswa pandai pada metode hanifida;  3) hasil perhitungan dengan analisis two ways anova yang dilakukan dengan bantuan paket program statistik SPSS. versi 16.0 dengan signifikansi 5% diperoleh nilai signifikansi metode klasikal dengan audio visual dan metode hanifida dengan nilai (sign.) adalah 0.209 > α 0.05, maka hipotesis tidak terbukti. Nilai signifikansi kategori siswa terhadap Tahfidzul Qur’an yang nilai (sign.) 0.000< α 0.05; maka hipotesis yang diajukan terbukti. Sedangkan untuk metode dan kategori siswa diperoleh nilai (sign.) adalah 0.388> α 0.05, maka hipotesis tidak terbukti. This experimental research is aimed to know the effectiveness of hanifida method compared with classical with audio visual method. The population and sample were taken from fifth grade MI Syafaat Muhammadiyah Baki Sukoharjo and SDIT Al-Anis Kartasura, every school 30 students. From the curriculum they used, both of the school had the same character. The data was taken from the score of the beginning ability, then achievement test from Tahfidzul  Qur’an. On the other hand, hypothesis was tested by using analysis two way anova. The result from data analysis can be concluded; 1) the method of teaching  Tahfidzul Quran, didn’t influence to the achievement Tahfidzul Qur’an; 2) the score of achievement Tahfidzul which was used hanifida method the students of  fifth grade SDIT Al-Anis Kartasura had average score 89,87, median 93.00, modus 97 and deviation standard 8.693. the score of studends tahfidz Al Qu’an catagory that used  hanifida method had average score 84.45. deviation standard 2.045 for the weak students, and  average sore 95.59, deviation standard 2.551 for clever students by using hanifida method. 3) the result of analysis two ways anova which was done by using statistic program SPSS version 16.0 , signification 5%, can be obtained the score signification of classica method with audio visual and hanifida, the score (sign) is 0.209>a so the hypothesis was not proved. The signification score students catagory to tahfidz al Qur’an which has score (sign) 0.000< a so the hypothesis was proved. The method and students catagory that get score (sign) is 0.388>a 0.05, the hypothesis was not proved. Kata kunci: efek metode, pembelajaran Tahfidzul Qur’an, kategori siswa
PENDIDIKAN KARAKTER UNTUK ANAK USIA DINI DALAM PERSPEKTIF ISLAM DAN IMPLEMENTASINYA DALAM MATERI SAINS Billah, Arif
ATTARBIYAH: Journal of Islamic Culture and Education Vol 1, No 2 (2016)
Publisher : ATTARBIYAH: Journal of Islamic Culture and Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (344.67 KB)

Abstract

Penelitian ini dilatari oleh maraknya kasus-kasus moral yang menjadi viral di media sosial, yang mengindikasikan telah terjadi degradasi moral di negeri tercinta ini, khususnya pada kalangan remaja. Diantaranya adalah munculnya video siswa Sekolah Dasar (SD) yang memarahi gurunya, siswi Sekolah Menengah Atas (SMA) yang berkata kotor pada aparat kepolisian yang sedang bertugas, hingga tindakan pelecehan seksual oleh pelajar. Fenomena tersebut meniscayakan adanya perbaikan pada sektor pendidikan. Salah satunya adalah melalui pendidikan karakter. Berkenaan dengan ini, yang paling tepat adalah dimulai sejak anak usia dini (dibawah 6 tahun), sehingga dapat menjadi pondasi awal dalam berperilaku di masa yang akan datang. Kehidupan anak tidak dapat terlepas dari sains dan teknologi, kreativitas dan aktivitas sosial. Hal tersebut menjadi relevan untuk mengimplementasikan pendidikan karakter untuk anak usia dini yang sesuai dengan perspektif Islam dalam materi sains. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif deskriptif kepustakaan. Penulis menelusur berbagai karya, baik dalam bentuk buku, jurnal, maupun artikel. Setelah melakukan studi kepustakaan dari berbagai literatur, ditemukan hasil bahwa pembentukan karakter yang paling efektif jika diterapkan sejak anak usia dini. Apabila pendidikan karakter telah masuk pada ranah terkecil dan dimulai sedini mungkin maka akan lahir generasi penerus yang memilki kepribadian berkualitas sehingga mampu menjadi penopang bagi bangsa yang hebat, tangguh dan mampu berperan dalam tataran dunia. Pembelajaran sains dapat dipergunakan sebagai sarana untuk mengembangkan kemampuan kognitif, afektif, dan psikomotorik. Dengan kata lain, sains bisa menjadi salah satu media pengembangan pendidikan karakter untuk anak usia dini. The background of this research is that there are so many moral cases becoming viral in social media, it indicates moral degradation in our beloved country especially for adolescense. For example we can see video about elementary school student who scolded his teacher, the sudent of senior high school who told rudely to the police and sexual harrassment of the students. The pheomenon necessitates better  education, especially character building. This will be the most appropriate if it is started at an early age (under 6 years old), so that could be the initial foundation for their behaviour in the future. A child’s life can not be separated from science and technology, creativity and social activity. Thus, it is relevant to implement character education which is in line with Islamic perspective in science-related materials. This research is a qualitative descriptive literature. Authors searched the various works in form of books, journals and articles. After conducting a literature study from various books, journals and articles. It was found that the character education could be formed when applied at an early age. If the character education begins at an early age, it is expected to produce generations who have qualified character so they will be able to contibute their nation become great and stong  nation and can involve  the world. Learning science can be used to develop the ability of coqnitive, psychomotor and affective. In other words, science can be used as a medium to develop the character at an early age. Kata Kunci: pendidikan karakter, pendidikan karakter untuk anak usia dini, pengembangan materi sains
ANTARA KESEHATAN MENTAL DAN PENDIDIKAN KARAKTER: PANDANGAN KEISLAMAN TERINTEGRASI Nurrohim, Ahmad
ATTARBIYAH: Journal of Islamic Culture and Education Vol 1, No 2 (2016)
Publisher : ATTARBIYAH: Journal of Islamic Culture and Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (539.392 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menemukan titik integrasi antara kesehatan jiwa dan pendidikan karakter. Dinamika studi keilmuan islam dituntut mengembangkan paradigma penyatuan ilmu keislaman dengan ilmu eksakta maupun ilmu humaniora. Penelitian ini berusaha memberikan sumbangsih di bidang ilmu pendidikan dengan mengintegrasikan dengan ilmu kesehatan mental dan ilmu tafsir. Integrasi ilmu kesehatan mental diharapkan memberikan kemapanan dalam konsepsi memahami dinamika manusia. Integrasi dengan ilmu tafsir dimaksudkan untuk menemukan orisinalitas konsep dalam islam. Harapannya, penelitian ini mampu menemukan konsep komprehesif, holistik, mendalam dan aplikatif dalam dunia pendidikan, sehingga mampu memperkaya keilmuan pendidikan di satu sisi dan memberikan solusi terbaik persoalan kemanusiaan di sisi lain. Penelitian ini merupakan penelitian pustaka berjenis kualitatif. Sumber informasi penelitian ini adalah Al-Qur’an, Al-Hadis dan karya sarjana-sarjana di bidang ilmu kesehatan mental dan pendidikan karakter. Metode dokumentasi digunakan untuk mengumpulkan data penelitian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa aspek tazkiyah nafs merupakan titik integrasi antara kesehatan jiwa dan pendidikan karakter, dalam kerangka membangun individu sehat dan berkarakter. This library research aimed to find the point of integration between mental health and character education. The dynamics of Islamic study is presecuted to develop  the paradigm unity of Islamic study, exact sciences and humanities. This research try to contribute pedagogic by intergrating mental health science with  Tafseer. Hopefully the intergration of mental health science gives the steady in conception in understanding of human dynamics. Integration with Tafseer meant to find originality in Islam. So this research is able to find the concept of comprehensive, holistic, in depth and applicable in the world of education.This is a qualitative research that used informaton from Al-Qur’an, Al-Hadis, books of mental health experts and character education experts. The documentation method was used to collect the data of research. This research try to reveal and to ta’shil  the understanding of mental, mental health and tazkiyah nafs then aplicate this understanding into character education. The result of the research indicates that tazkiyah nafs is the point of integration between mental health and character education for building healthy and  characteristic individual. Kata kunci: mental, sehat mental, tazkiyah nafs
ANTARA KESEHATAN MENTAL DAN PENDIDIKAN KARAKTER: PANDANGAN KEISLAMAN TERINTEGRASI Ahmad Nurrohim
ATTARBIYAH: Journal of Islamic Culture and Education Vol 1, No 2 (2016)
Publisher : IAIN Salatiga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18326/attarbiyah.v1i2.273-302

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menemukan titik integrasi antara kesehatan jiwa dan pendidikan karakter. Dinamika studi keilmuan islam dituntut mengembangkan paradigma penyatuan ilmu keislaman dengan ilmu eksakta maupun ilmu humaniora. Penelitian ini berusaha memberikan sumbangsih di bidang ilmu pendidikan dengan mengintegrasikan dengan ilmu kesehatan mental dan ilmu tafsir. Integrasi ilmu kesehatan mental diharapkan memberikan kemapanan dalam konsepsi memahami dinamika manusia. Integrasi dengan ilmu tafsir dimaksudkan untuk menemukan orisinalitas konsep dalam islam. Harapannya, penelitian ini mampu menemukan konsep komprehesif, holistik, mendalam dan aplikatif dalam dunia pendidikan, sehingga mampu memperkaya keilmuan pendidikan di satu sisi dan memberikan solusi terbaik persoalan kemanusiaan di sisi lain. Penelitian ini merupakan penelitian pustaka berjenis kualitatif. Sumber informasi penelitian ini adalah Al-Qur’an, Al-Hadis dan karya sarjana-sarjana di bidang ilmu kesehatan mental dan pendidikan karakter. Metode dokumentasi digunakan untuk mengumpulkan data penelitian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa aspek tazkiyah nafs merupakan titik integrasi antara kesehatan jiwa dan pendidikan karakter, dalam kerangka membangun individu sehat dan berkarakter. This library research aimed to find the point of integration between mental health and character education. The dynamics of Islamic study is presecuted to develop  the paradigm unity of Islamic study, exact sciences and humanities. This research try to contribute pedagogic by intergrating mental health science with  Tafseer. Hopefully the intergration of mental health science gives the steady in conception in understanding of human dynamics. Integration with Tafseer meant to find originality in Islam. So this research is able to find the concept of comprehensive, holistic, in depth and applicable in the world of education.This is a qualitative research that used informaton from Al-Qur’an, Al-Hadis, books of mental health experts and character education experts. The documentation method was used to collect the data of research. This research try to reveal and to ta’shil  the understanding of mental, mental health and tazkiyah nafs then aplicate this understanding into character education. The result of the research indicates that tazkiyah nafs is the point of integration between mental health and character education for building healthy and  characteristic individual. Kata kunci: mental, sehat mental, tazkiyah nafs
ALIRAN-ALIRAN FILSAFAT PENDIDIKAN DAN IMPLEMENTASINYA DALAM PENGEMBANGAN KURIKULUM PENDIDIKAN ISLAM Mukh Nursikin
ATTARBIYAH: Journal of Islamic Culture and Education Vol 1, No 2 (2016)
Publisher : IAIN Salatiga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18326/attarbiyah.v1i2.303-334

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk memberikan arah yang jelas dan tepat bagi masyarakat tentang kebijakan pendidikan dan implementasinya dengan menggunakan teori pendidikan, yang diinspirasi oleh filsafat pendidikan, dengan pendekatan naturalistik. Narasumber diambil secara snowball dan purposive. Data dikumpulkan melalui teknik observasi, indepth interview, wawancara dan dokumentasi, kemudian dideskripsikan, reduksi, seleksi, dan dianalisa. Dalam proses pendidikan, aliran filsafat progresivisme konstruktivisme dan humanisme menghendaki agar peserta didik dapat menggunakan kemampuannya secara konstruktif dan komprehensif dalam mengembangkan pengetahuan dan potensi yang dimilikinya, tanpa menunggu arahan dan petunjuk dari guru atau siswa lainnya. Dalam pengembangan kurikulum pendidikan; 1) filsafat progresivisme menghendaki kurikulum yang bersifat luwes dan terbuka, dapat dirubah dan dibentuk, sesuai dengan perkembangan zaman dan Iptek; 2) filasafat konstruktifisme menghendaki praktik pembelajaran yang konstruktif, berpusat pada peserta didik, mementingkan kecakapan hidup, membentuk kemampuan riil yang terwujud dalam pengetahuan, sikap, dan perilaku hidup secara nyata, melalui berbagai penilaian yang otentik dengan memanfaatkan proses dan hasil; 3) filsafat humanisme, menghendaki pelayanan peserta didik untuk menemukan makna dalam belajar sesuai tingkat pertumbuhan dan perkembangannya, dengan mengakomodasi kebutuhan pengembangan kemampuan, minat, bakat dan kebutuhan khusus peserta didik, serta mendorong untuk berprestasi dan mencapai keberhasilan, dengan memberikan penghargaan atas capaian prestasi tersebut, baik berupa ungkapan verbal maupun non-verbal. The purpose of this research is to provide clear and appropriate directions for public about education policies and its implementation by using educational theory inspired by the role of educational philosophy. This research used naturalistic approach. Informants are determined with snowball and purposive technique. Data were collected through observation, indepth interview, interviews and documentation, then described, reduction, selection and analyzed. In educational  process progressivism, contructivsm and humanism philosophy wanted tha the students were able to use their abilities constructively and comprehensive in developing their  own knowledge and potensial without guidance from the teacher or other students. In curriculum development of education, progressivism  requires  flexible and open curriculum can be changed and formed in accordance with the changing time and the development of science and technology. Curriculum development in  contructivism phylosophy oriented in competence that aplicated contructivic lesson, students center, life skill, real ability, that can be seen through cognitive, psicomotor and affective in real life by using various outhentic assesments in process and result. In humanism, curriculum development stressed in students service for discovering the understanding of learning  due to their growth and developing with their ability, talent and the special need of the students, encourage them improve their achievement by giving reward for their achievement in verbal or  non-verbal expression. Kata kunci: progresivisme, konstruktivisme, humanisme
POLA PENDIDIKAN ISLAM BAGI USIA LANJUT Tasnim Muhammad
ATTARBIYAH: Journal of Islamic Culture and Education Vol 1, No 2 (2016)
Publisher : IAIN Salatiga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18326/attarbiyah.v1i2.335-364

Abstract

Artikel ini bertujuan untuk menjelaskan pola pendidikan Islam bagi usia lanjut. Hal ini sangat penting sebab usia lanjut merupakan suatu masa yang sangat krusial karena mulai berkurangnya semua unsur yang ada dalam diri pribadi mereka, baik fisik maupun psikis. Demi mewujudkan kehidupan usia lanjut yang bahagia dan berkualitas, membutuhkan upaya-upaya sinergis dari berbagai pihak. Terdapat bermacam-macam kegiatan yang bisa diselenggarakan untuk menfasilitasi para usia lanjut agar bisa menikmati kehidupannya dengan bahagia, antara lain  melalui pemberian layanan pendidikan sebagai berikut: a) menyelenggarakan layanan pendidikan agama Islam secara berkelompok; b) memberikan penyuluhan kesehatan usia lanjut; c) menyelenggarakan pelatihan keterampilan; d) memberikan modal usaha kecil yang disertai dengan pendampingan; e) mengadakan pengabdian sosial melalui dakwah kepada masyarakat; f) memberikan fasilitas mobil antar jemput bagi para anggota usia lanjut. Kegiatan pada kelompok-kelompok usia lanjut ini sifatnya pilihan sesuai dengan minat, potensi, dan kebutuhan masing-masing. Melalui berbagai kegiatan positif tersebut diharapkan keinginan para usia lanjut meninggal dengan husnul khotimah dapat tercapai. This article aims to explain the pattern of Islamic education for the elderly. This is very important because the elderly is a very crucial period because it began to decrease all the elements that exist in their personal self, both physically and psychologically. In order to realize the life of a happy old age and quality, requires a synergistic efforts of various parties, and also the happy and qualified life in the old age needs the cooperative efforts among all the sides. There are some activities to facilitate the old people enjoying their life happily. Some of them are: a) having the Islamic education service in group; b) giving the health education for the old people; c) having the skill training; d) giving the small capitals with the guidance.; e) having the charity through the dakwah department; f) facilitating the old people by giving the picking-up service car. Through these activities, the old people can choose as they want and need. Hopefully, the old people can reach their hope to be come husnul khotimah.  Kata kunci: usia lanjut, pendidikan Islam, husnul khotimah
URGENSI DAN SIGNIFIKANSI PENDIDIKAN ISLAM MULTIKULTURAL TERHADAP KOMPLEKSITAS KEBERAGAMAAN DI INDONESIA Muhammad Aji Nugroho
ATTARBIYAH: Journal of Islamic Culture and Education Vol 1, No 2 (2016)
Publisher : IAIN Salatiga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18326/attarbiyah.v1i2.179-210

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menampilkan ekspresi agama yang sesuai dengan sumber autientiknya, baik dalam pemikiran, perbuatan, dan persekutuan (fellowship), yaitu sebuah ekspresi yang memberikan kebaikan yang nyata bagi kehidupan, mampu membebaskan manusia dari kebodohan, kemiskinan, permusuhan dan keterbelakangan. Penelitian ini adalah penelitian kepustakaan (Library Research), termasuk penelitian kualitatif yang datanya berupa dokumen, catatan peristiwa yang berbentuk tulisan, gambar, atau karya monumental yang dilakukan dengan jalan membaca literatur, berupa buku, majalah, jurnal atau data lainnya. Penelitian ini menemukan bahwa kompleksitas fenomena keberagaman telah memunculkan konflik dan ketegangan kultural antar-etnik karena proses interaksi sosial yang masih rapuh dalam kesadaran tentang pluralitas dan multikulralitas di satu sisi dan fanatisme ajaran agama pada sisi lain, sebagai bentuk dari lemahnya solidaritas. Oleh sebab itu perlu mereposisi dan merevisi sistem pendidikan agama dengan memadukan integralitas kaitan agama antara sakral-transenden dan profan-fenomena sosial atau budaya. Maka, keberadaan pendidikan multikultural dalam kompleksitas keberagamaan menjadi sangat signifikan, karena mampu; 1) menciptakan kesalehan sosial dan bukan hanya kesalehan individual, 2) membentuk peserta didik menjadi masyarakat yang humanis, 3) mencetak individu yang dapat menyerap cakrawala, 4) mencetak peserta didik yang cerdas, kreatif, dan aktif membaca problem realitas di sekitarnya untuk kemudian memberikan alternatif pemecahan, dan 5) menampilkan wajah agama yang damai. The research objective is to show the expression of religion that appropriate with the authentic source, in thougt, deed and fellowship, an expression that gives real kindness for the life, can acquit people from stupidity, poverty, backwardness. This is library research, belong to qualitative research, the data are from document, writing’s event note, pictures or monumental works, for example  books, magazines, journals etc. The research can find that the complexity of the phenomenon of religiosity have led to conflick and cultural tensions between ethnic because of the weakness of social interaction for about plurality and multicultural in one hand and in the other hand about fanatism religious teachings as the form of the solidarity weakness. Thus it is necessary to reposed and revised the system of religion education by blending  intergralittas religiious connection beetween the sacred trancedent and profane social or cultural  phenomenon. So the existence of multicultural education in the complexity of religiousity to be very significant because it can 1) create social piety, not only individually  2) forming students into humane sociaty 3) create individuals who absorb knowledge 4) create students who are intelegent, creative and active reading problem surrounding reality to provide alternative solving and 5) show a religion of peace. Kata kunci: multikulturalitas, kompleksitas keberagamaan, pendidikan multikultural

Page 1 of 2 | Total Record : 12