cover
Contact Name
Jamil Suprihatiningrum
Contact Email
inklusi@uin-suka.ac.id
Phone
+62274-515856
Journal Mail Official
inklusi@uin-suka.ac.id
Editorial Address
https://ejournal.uin-suka.ac.id/pusat/inklusi/ET
Location
Kab. sleman,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
Inklusi Journal of Disability Studies
ISSN : 23558954     EISSN : 25809814     DOI : https://doi.org/10.14421/ijds
Core Subject : Social,
INKLUSI accepts submission of manusciprts on disability issues from any discipline. We are promoting an interdisciplinary approach to work on disability rights and social inclusion of the people with disabilities.
Articles 7 Documents
Search results for , issue "Vol. 3 No. 1 (2016)" : 7 Documents clear
Penyesuaian Sosial pada Mahasiswa Tuli Dwi Sri Lestari
INKLUSI Vol. 3 No. 1 (2016)
Publisher : PLD UIN Sunan Kalijaga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (325.634 KB) | DOI: 10.14421/ijds.030106

Abstract

Auditory system is a very important part of human being. From the system men can receive and realize the sounds around them. As communication is an important part to adapt to the environment (let alone an academical environment), being deaf will certainly impede their communications. This research is conducted to see how social adaptation of the deaf students in an academic environment in higher education settings. This is a qualitative research based on a phenomenology approach. The research shows that the three subjects of the research have a good social adaptation in their academic environment. This success is particularly achieved by using their available personal and social resources. The biggest factors that influence their social adaptations are the acceptance and support from their family. To fully believe in the God’s will also makes them stronger to face the real life as an individual with hearing disability.[Pendengaran merupakan indera yang sangat penting bagi manusia. Melalui indera pendengaran manusia dapat menangkap dan menyadari suara-suara di sekelilingnya. Kehilangan pendengaran pada seseorang akan menghambat komunikasi terhadap lingkungan sekitar, sedangkan komunikasi sendiri merupakan hal yang sangat penting dalam proses menyesuaikan diri di dalam lingkungan sekitar, termasuk lingkungan perkuliahan. Untuk itu dilakukan penelitian yang bertujuan melihat bagaimana penyesuaian sosial pada Tuli yang menempuh pendidikan di bangku perkuliahan. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan fenomenologi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa ketiga informan memiliki penyesuaian sosial yang cenderung baik di dalam perkuliahan dengan cara mendayagunakan potensi yang dimilikinya. Faktor terbesar yang mempengaruhi penyesuaian sosial pada ketiga informan adalah penerimaan dan dukungan dari keluarga. Adanya kepercayaan terhadap kuasa Tuhan juga menjadi penguat untuk menjalani kehidupan sebagai individu dengan keterbatasan pendengaran.]
Konseptualisasi dan Internalisasi Nilai Profetik: Upaya Membangun Demokrasi Inklusif bagi Kaum Difabel di Indonesia Abdullah Fikri
INKLUSI Vol. 3 No. 1 (2016)
Publisher : PLD UIN Sunan Kalijaga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (366.161 KB) | DOI: 10.14421/ijds.030107

Abstract

This paper focuses on the disability in the context of inclusive democracy that is based on the prophetic values. There are two terms used in this paper. First, inclusive democracy; this term asserts that the people with disability are not the object in a social and political system, conversely, the people with disability are positioned as the subject in citizenship. The people with disability are part of the political system and society and they have the rights to engage and compete in the political practices. Second, “prophetic values” that refers to the elaboration of disability studies and Islamic studies, where the later is related to the earlier. Disability studies with the prophetic social science are prominent as a social transformation in order to get a better humanist and transcendence understanding of disability in the local context of Indonesia. The result of this study shows that the inclusive democracy, in terms of Indonesian local context, is constructed by four prophetic values: humanism, liberation, transcendence and inclusive society.[Tulisan ini akan membahas difabilitas dalam konteks demokrasi inklusif berbasis nilai-nilai profetik. Ada dua term yang digunakan dalam tulisan ini. Pertama, “demokrasi inklusif”; term ini ingin menegaskan bahwa difabel bukan lagi sebagai orang yang hanya dijadikan objek saja, akan tetapi kaum difabel diposisikan sebagai subjek warganegara. Dengan kata lain, kaum difabel merupakan bagian dari entitas sistem politik dan sistem masyarakat, yang memiliki hak untuk ikut serta dalam kompetisi politik praktis. Kedua, “nilai-nilai profetik”; sebagai elaborasi kajian difabilitas dan studi Islam, maka penting melakukan interelasi antara difabilitas dengan nilai-nilai profetik. Kajian disabilitas dengan Ilmu Sosial Profetik (ISP), sebagai upaya melakukan transformasi sosial, agar  didapatkan sebuah pemahaman yang lebih humanis-transenden terhadap kaum difabel dalam konteks ke-Indonesiaan. Adapun hasil dari kajian ini adalah bahwa demokrasi inklusif berbasis paradigma profetik dalam konteks ke-Indonesiaan, dikonstruksi atas empat pilar, yaitu nilai humanisasi, liberasi, transendensi, dan masyarakat inklusif.]
Soal Ujian Bahasa Arab dengan Teks Braille: Studi di Pusat Pengembangan Bahasa UIN Sunan Kalijaga Abdal Chaqil Harimi
INKLUSI Vol. 3 No. 1 (2016)
Publisher : PLD UIN Sunan Kalijaga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (540.888 KB) | DOI: 10.14421/ijds.030104

Abstract

This study conducted from a Research and Development (R&D) method developed by Borg and Gall. The step of this research is started by identifying the research problem, then followed by gathering the information/data, design validation, trial of the product, revision of the product, trial of the usage, revision of the product, and mass production. Methods of collecting data used are interview, observation, and testing. Descriptive qualitative model by Miles and Huberman is used as a method of data analysis. The result shows that the Braille questionnaire for final examination (UAS) is accessible for the student with visual disabilities because of the clarity and neat presentation of the product. Therefore, students with visual disabilities support the development of the Braille model questionnaire because they can do the examination comfortably and independently. [Penelitian ini merupakan penelitian pengembangan yang berdasar pada model Borg and Gall yakni research and development (R&D) dengan prosedur penelitian dimulai dari potensi dan masalah, mengumpulkan informasi/data, validasi desain, perbaikan desain, ujicoba produk, revisi produk, ujicoba pemakaian, revisi produk, pembuatan produk masal. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah wawancara, observasi/ pengamatan, dan tes. Analisis data yang digunakan adalah analisis data deskriptif kualitatif dengan model Miles dan Huberman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa soal UAS Braille ini mudah digunakan dalam arti aksesibel digunakan mahasiswa tunanetra karena tulisan memang jelas dan rapi. Selain itu mahasiswa tunanetra sangat mendukung keberadaan model soal seperti ini karena hal ini akan membuat mereka mengerjakan soal dengan nyaman dan mandiri.]
Menelisik Pengalaman Relasi Agama dan Disabilitas Arif Maftuhin
INKLUSI Vol. 3 No. 1 (2016)
Publisher : PLD UIN Sunan Kalijaga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (188.29 KB) | DOI: 10.14421/ijds.030108

Abstract

Modul Kimia Berbasis EPUB untuk Siswa Tunanetra: Materi Larutan Elektrolit dan Non-Elektrolit Benny Yanuar Dwi Satrio
INKLUSI Vol. 3 No. 1 (2016)
Publisher : PLD UIN Sunan Kalijaga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (274.634 KB) | DOI: 10.14421/ijds.030105

Abstract

Nowadays, teaching tools, especially for chemistry subject, are limited. Several studies have been conducted to advance the teaching tools through Research and Development approach. The aim of this research is to generate a digital module in chemistry using the subject of electrolyte and non-electrolyte solution through .epub format. This research has been drawn upon procedural development model by Borg and Gall.  The development of Epub module of chemistry has been supervised and peer reviewed by senior lecturers (expert in material and media subject) and senior high school teachers of student with special needs by considering the perspective of student with visual disabilities. The chemistry module has been assessed and scored by material experts with percentage of 87.14% which represents very good quality, whereas the media experts score 85,45% which means a very good quality. According to high school teachers for student with visual disabilities’, the score is 86.4%. The score from 7 students with visual disabilities shows 94% which signifies a very good quality of chemistry module.[Saat ini, media pembelajaran khususnya untuk mata pelajaran kimia masih terbatas. Berbagai studi telah dilakukan untuk mengembangkan media pembelajaran melalui metode Research and Development (R&D). Tujuan penelitian untuk menghasilkan modul digital kimia dengan materi pokok larutan elektrolit dan non elektrolit dalam format .epub. Penelitian telah dilakukan dengan model pengembangan prosedural oleh Borg dan Gall. Pengembangan epub modul kimia dibimbing oleh dosen pembimbing dan mendapatkan penilaian dari peer reviewers, dosen ahli (ahli materi dan ahli media), guru siswa difabel netra, dan siswa difabel netra. Hasil penelitian menunjukkan bahwa modul kimia yang dikembangkan, menurut penilaian ahli materi mendapatkan persentase keidealan 87,14% dan kualitas Sangat Baik (SB), sedangkan menurut penilaian ahli media mendapatkan skor persentase keidealan 85,45% dan kualitas Sangat Baik (SB). Berdasarkan penilaian guru siswa difabel netra SMA/MA, modul kimia mendapatkan persentase keidealan 86,40% dan kualitas Sangat Baik (SB) dan berdasarkan respons tujuh siswa difabel netra mendapatkan persentase keidealan 94%.]
Implementasi Kurikulum 2013 pada Anak Berkebutuhan Khusus (ABK) di SD Muhammadiyah Sapen Yogyakarta Mayasari Mayasari
INKLUSI Vol. 3 No. 1 (2016)
Publisher : PLD UIN Sunan Kalijaga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (275.391 KB) | DOI: 10.14421/ijds.030101

Abstract

This paper seeks to analize the implementation of 2013 Curricula in the case of students with disability at a Muhammadiyah Elementary School in Yogyakarta. The research found that the implementation is done gradually in a way to adapt to the condition of the students. In the teaching process, a student with disability may choose a subject that he/she needs to learn. The learning objectives and outputs can be modified to meet the level of the student’s ability or by adapting the length of learning to be longer than other non-disabled students.The supporting factors include no discrimination among all students of various abilities and the local government support. The challenging factors include the lack of special assistance teachers, the inefficiency in the learning process, and the lack of disability knowledge among the teachers.[Tujuan penelitian ini untuk menganalisis Implementasi Kurikulum 2013 pada ABK di SD Muhammadiyah Sapen, Yogyakarta. Jenis penelitian adalah penelitian kualitatif, dengan pendekatan fenomenologis. Penelitian menemukan bahwa implementasi kurikulum 2013 di SD Muhammadiyah Sapen dilakukan secara bertahap dan disesuaikan dengan gradasi berat atau ringannya kondisi peserta didik. Dalam proses pembelajaran ABK dapat  menentukan sendiri tema atau hal yang akan dipelajarinya pada hari tersebut. Selanjutnya untuk penyusunan RPP, khusus untuk anak ABK, SK/KD bisa diturunkan dan disesuaikan berdasarkan kemampuan anak.Faktor pendukung terlaksananya kegiatan ini  meliputi adanya kerjasama yang baik antar guru dan orang tua dan adanya dukungan penuh dari pemerintah provinsi dan pemerintah kabupaten/kota. Pemerintah bertanggungjawab dalam mempersiapkan atau memberikan bantuan profesional kepada  guru dan kepala sekolah untuk melaksanakan kurikulum di kabupaten/kota terkait.  terjalinnya kerjasama yang baik dengan Diknas-diknas, diantaranya Diknas pariwisata. Faktor penghambatnya meliputi, belum tersedianya tenaga khusus untuk penanganan anak tunarungu dan tunagrahita, belum adanya Guru Pendamping Khusus, kurang efisiennya waktu pembelajaran, dan masih kurangnya pemahaman guru tentang penanganan masalah anak-anak ABK.]
Pengaruh Konsep Desain Universal Terhadap Tingkat Kemandirian Difabel: Studi Kasus Masjid UIN Sunan Kalijaga dan Masjid Universitas Gadjah Mada Cut Rezha Nanda Keumala
INKLUSI Vol. 3 No. 1 (2016)
Publisher : PLD UIN Sunan Kalijaga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (371.835 KB) | DOI: 10.14421/ijds.030102

Abstract

As the lack of consciousness for the importance of universal environment without any physical border, gender, and age for every society leads to a minimum policy to support universal design concept to be applied in public facilities building plan. This is also happened in most of mosques building in Indonesia, where it is not easily accessible to all jammaat including the children, adults, the elders, and the diffabled. The circulation on a mosque should not give barriers to people who wanted to do worship activities, especially the diffabled. A universal design mosque concept is one of the most important to be concerned and applied so the building will be accessible to all Muslims. This research aims to know how far is the universal design concept affect the independence of the disabled. The study was done at UIN Sunan Kalijaga mosque and UGM Campus Mosque in Yogyakarta. The researcher did a field observation to the research objects to see how far is the universal design concept is applied. The research method done is quantitative method with independency scale of measure for the disabled’s within the building. The data was analyzed by the comparison of two independent sample using t-test statistics analysis method. The end result in this research stated that the disable’s perception on independency level raise positively towards the universal design concept applied in the mosque‘s design planning. [Belum banyaknya kesadaran akan pentingnya lingkungan yang universal tanpa batasan fisik, gender dan usia bagi semua masyarakat, mengakibatkan kebijakan mengenai pembangunan fasilitas umum masih belum secara tegas mendukung konsep desain universal. Hal tersebut juga terjadi pada sebagian besar masjid di Indonesia, dimana masjid tidak dapat diakses oleh semua golongan jama’ah antara lain anak-anak, dewasa, lansia maupun difabel. Sirkulasi pada bangunan masjid tidak seharusnya memiliki hambatan bagi jama’ah yang ingin beribadah, terutama difabel. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui pengaruh konsep desain universal terhadap tingkat kemandirian difabel pada desain bangunan masjid. Studi kasus dilakukan pada Masjid UIN Sunan Kalijaga dan Masjid Kampus UGM di Yogyakarta. Peneliti melakukan observasi pada objek penelitian untuk melihat sejauh mana objek penelitian menerapkan konsep desain universal. Metode penelitian yang digunakan adalah metode kuantitatif dengan alat ukur skala kemandirian difabel di dalam bangunan. Data dianalisis dengan metode komparasi dua sample independen menggunakan analisis statistik t-test. Hasil akhir penelitian menyatakan bahwa persepsi difabel terhadap tingkat kemandirian berpengaruh secara positif dengan adanya konsep desain universal pada desain bangunan masjid.]

Page 1 of 1 | Total Record : 7