cover
Contact Name
Beta Andri Anggiano Uliansyah
Contact Email
beta.uliansyah@pknstan.ac.id
Phone
+628567074554
Journal Mail Official
jurnal.mkp@pknstan.ac.id
Editorial Address
Sekretariat Jurusan Manajemen Keuangan Gedung K Lantai 4, Politeknik Keuangan Negara STAN Jalam Bintaro Utama Sektor V Bintaro Jaya Tangerang Selatan 15222 Telepon(021)7361654-58
Location
Kota tangerang selatan,
Banten
INDONESIA
Jurnal Manajemen Keuangan Publik
ISSN : -     EISSN : 25811207     DOI : http://dx.doi.org/10.31092/jmkp
Core Subject : Economy,
Jurnal Manajemen Keuangan Publik (MKP) adalah jurnal ilmiah nasional yang diterbitkan oleh Politeknik Keuangan Negara STAN Redaksi Jurnal Manajemen Keuangan Publik menerima artikel/tulisan ilmiah dengan tinjauan berbagai keilmuan (multi disiplin) yang fokus kepada penelitian yang berhubungan dengan pengelolaan keuangan publik yang mencakup : Penganggaran Manajemen Belanja dan Pendapatan Manajemen Aset dan Penilaian Manajemen Investasi Pemerintah Manajemen Hutang dan Pembiayaan Penilaian Kinerja dan Perilaku Organisasi Publik Sistem Informasi Keuangan Keuangan Pusat dan Daerah (Desentralisasi Fiskal) Akuntansi Pemerintahan
Articles 96 Documents
Evaluasi Usability Website Menggunakan System Usability Scale Pada Aplikasi SIPD e-BMD Pemerintah Kota Salatiga Sulistyanti, Yeni Sri
JURNAL MANAJEMEN KEUANGAN PUBLIK Vol 9 No 2 (2025): Transformasi Tata Kelola Keuangan Publik: Inovasi Pembiayaan, Digitalisasi, dan S
Publisher : Polytechnic of State Finance STAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31092/jmkp.v9i2.3592

Abstract

This study aims to measure the usability level of the Regional Government Electronic Information System for Regional Property (SIPD e-BMD) application using the System Usability Scale (SUS). The SIPD e-BMD application is part of the SIPD application, designed and developed by the Ministry of Home Affairs of the Republic of Indonesia which is mandatory for local governments to use, but there are not many studies evaluating its usefulness or usability. The Salatiga City Government has been using the SIPD e-BMD for more than two years but the output of the application is not yet fully usable especially for financial reports so it is necessary to conduct a usability evaluation. The data used in this study are primary data obtained through questionnaires, observations and interviews with application users to obtain information related to user perceptions. The collected questionnaire data were then analyzed to calculate the SUS score and assess the level of usability of the application. The results showed that the SIPD e-BMD application obtained a SUS score of 49.3. This scale indicates that the application is starting to be accepted by users. This application has several advantages including ease of use, an adequate system for archiving data, providing a complete report format and a system flow that complies with regulations. However, this application still has weaknesses, including that the calculations in the depreciation report are not yet accurate and it takes time to troubleshoot.  
Pengembangan Indikator Kinerja Transformasi UMKM Ultra Mikro dalam Mendorong Pertumbuhan Ekonomi Kota Cirebon M Heru Akhmadi; Roseli Rahmawati Nurkholis Putri
JURNAL MANAJEMEN KEUANGAN PUBLIK Vol 10 No 1 (2026): Ekonomi Publik, Kebijakan Fiskal/Negara, dan Pembangunan Daerah
Publisher : Polytechnic of State Finance STAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31092/jmkp.v10i1.3426

Abstract

Artikel ini bertujuan untuk menganalisis efektivitas program pembiayaan Ultra Mikro (UMi) terhadap perkembangan UMKM ultra mikro di Kota Cirebon, yang memiliki kontribusi signifikan terhadap perekonomian daerah, tetapi menghadapi kendala seperti akses pembiayaan dan literasi digital.  Fokus masalah penelitian ini ialah mengevaluasi efektivitas program pembiayaan Ultra Mikro (UMi) dalam mengatasi kendala akses pembiayaan dan literasi digital yang dihadapi UMKM ultra mikro di Kota Cirebon. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan kombinasi data primer berupa wawancara semi-terstruktur dengan DKUKMPP Kota Cirebon, konsultan UMKM, dan KPPN Cirebon, serta data sekunder dari laporan monitoring KPPN dan statistik DKUKMPP. Hasil analisis menunjukkan bahwa indikator kinerja berbasis IKTUM lebih relevan dibandingkan dengan indikator DJPb dalam menilai keberhasilan program UMi, karena mencakup aspek digitalisasi usaha, kolaborasi eksternal, dan keberlanjutan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa meskipun terdapat peningkatan produktivitas dan keberlanjutan usaha UMKM, tantangan seperti literasi keuangan yang rendah dan minimnya digitalisasi masih menjadi kendala. Penelitian ini merekomendasikan penyesuaian indikator evaluasi untuk mencakup keamanan digital dan diversifikasi pasar, serta perlunya peningkatan kolaborasi lintas lembaga untuk mendukung transformasi UMKM ultra mikro di Kota Cirebon.
Estimasi Harga Sewa Ruang Perkantoran menggunakan Machine Learning di Provinsi DKI Jakarta Imanishi Dwi Alfiansyah; Edy Riyanto
JURNAL MANAJEMEN KEUANGAN PUBLIK Vol 10 No 1 (2026): Ekonomi Publik, Kebijakan Fiskal/Negara, dan Pembangunan Daerah
Publisher : Polytechnic of State Finance STAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31092/jmkp.v10i1.3525

Abstract

Harga sewa ruang perkantoran sangat dipengaruhi oleh beberapa faktor seperti atribut dari properti, kondisi permintaan dan penawaran pasar, dan persepsi pelaku pasar dalam mengambil keputusan. Perkembangan teknologi saat ini menuntut semua hal dapat diolah dengan cepat, salah satunya yaitu, penilaian properti. Penelitian ini memanfaatkan teknik web scraping untuk menentukan estimasi harga sewa ruang perkantoran yang bertujuan untuk mengobservasi akurasi dari model algoritma dan mengestimasi harga sewa ruang perkantoran beserta tingkat akurasinya. Menggunakan 292 dataset, penelitian ini mencoba mengobservasi dan melakukan estimasi dengan teknik web scraping yang dikombinasikan dengan model random forest pada machine learning melalui split data approach dan cross validation approach. Model melalui cross validation approach mampu menunjukan akurasi yang lebih baik yaitu sebesar 93,4%, sedangkan akurasi estimasi harga sewa ruang perkantoran menghasilkan nilai yang tidak berbeda jauh dengan data pasarnya dimana terdapat skor RMSE sebesar Rp 16.288.
Tax-Oriented Fair Production Cost Model: A Study in Central Sulawesi and North Maluku Rondang Pratama Setiawan
JURNAL MANAJEMEN KEUANGAN PUBLIK Vol 10 No 1 (2026): Ekonomi Publik, Kebijakan Fiskal/Negara, dan Pembangunan Daerah
Publisher : Polytechnic of State Finance STAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31092/jmkp.v10i1.3707

Abstract

The nickel industry in Indonesia has been experiencing rapid growth in line with increasing global demand. This growth impacts state revenues, particularly regarding Land and Building Tax (PBB) for the mineral and coal sector (Minerba). However, the government has not established a standardized reference for determining reasonable production costs. This study aims to identify the factors influencing nickel production costs and develop a model for determining the fairness of production costs in the nickel industry. The research employs multiple linear regression to identify significant factors affecting production costs and constructs a production cost model using the stepwise method. The results indicate that production volume has a significant impact on production costs, where each additional ton of production increases production costs by IDR 252,553.7. Meanwhile, other variables such as land area, nickel grade, location, and macroeconomic factors do not significantly influence production costs. The resulting production cost calculation model is as follows: Bp = 3,87 x 10^10 + 252,553.7 x Prod + U This model can serve as a reference for determining the fairness of nickel production costs and support tax policy in calculating PBB Minerba
Intergovernmental Transfer Dynamics in Indonesia’s Fiscal Decentralization: Evidence from a Punctuated Equilibrium Perspective Farisa Noviyanti
JURNAL MANAJEMEN KEUANGAN PUBLIK Vol 10 No 1 (2026): Ekonomi Publik, Kebijakan Fiskal/Negara, dan Pembangunan Daerah
Publisher : Polytechnic of State Finance STAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31092/jmkp.v10i1.3881

Abstract

This study examined the dynamics of fiscal decentralization reform in Indonesia using the framework of Punctuated Equilibrium Theory (PET). Since the early 2000s, intergovernmental transfers have expanded steadily and have become the primary source of subnational government revenue. However, the COVID-19 pandemic and the enactment of Law No. 1 of 2022 on Central–Regional Financial Relations marked an important institutional shift in Indonesia’s fiscal governance. This research analyzed annual intergovernmental transfer allocations from 2001 to 2025 obtained from official State Budget data. The study applies distributional analysis of annual growth rates and complemented the quantitative assessment with qualitative policy document review. The results indicated that changes in transfer allocations followed a leptokurtic distribution, characterized by many small incremental adjustments and a limited number of large fiscal shifts. The period after 2020 showed a clear deviation from the previous expansionary pattern, suggesting the occurrence of a fiscal punctuation triggered by economic shock and regulatory reform. These findings indicated that Indonesia’s fiscal decentralization trajectory reflected prolonged periods of incremental stability interrupted by episodic structural adjustments. The study contributes to the literature on public finance and policy dynamics by demonstrating how institutional structure and crisis events interact in shaping fiscal decentralization reform in developing countries.
Fleksibilitas yang Terkondisi: Implementasi Kebijakan BLU Pengelola Dana sebagai Special Mission Vehicle Agung Arie Pratama; Iqbal Miftakhul Mujtahid; Riswanda Riswanda
JURNAL MANAJEMEN KEUANGAN PUBLIK Vol 10 No 1 (2026): Ekonomi Publik, Kebijakan Fiskal/Negara, dan Pembangunan Daerah
Publisher : Polytechnic of State Finance STAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31092/jmkp.v10i1.4063

Abstract

Penelitian ini mengevaluasi implementasi kebijakan BLU Pengelola Dana sebagai Special Mission Vehicle (SMV) di Kementerian Keuangan, dengan fokus pada tiga dimensi: fleksibilitas keuangan, kinerja layanan, dan kapabilitas internal. Tiga BLU Pengelola Dana: LPDP, LDKPI, dan BPDP, memainkan peran strategis dalam pembiayaan pembangunan nasional sektor pendidikan, kerja sama pembangunan internasional, dan perkebunan. Namun, fleksibilitas yang diberikan secara regulasi kerap berhadapan dengan tekanan kelembagaan yang membatasi efektivitas implementasi kebijakan. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi multi-kasus pada ketiga institusi. Data diperoleh melalui analisis dokumen, wawancara mendalam, observasi, dan triangulasi. Analisis mengintegrasikan perspektif NPM, Teori Akuntabilitas, dan Teori Institusional dalam kerangka Input-Process-Output-Outcome (IPO-O), dilengkapi analisis lintas kasus untuk mengidentifikasi pola umum pada ketiga dimensi. Temuan menunjukkan bahwa meskipun kebijakan BLU secara normatif memberikan fleksibilitas keuangan dan otonomi manajerial, BLU dalam praktiknya menghadapi tekanan koersif, normatif, dan politis dari multi-aktor kebijakan, sekaligus tekanan akuntabilitas ganda dari kementerian induk maupun kementerian teknis. Fleksibilitas regulatif menjadi terkondisi oleh tekanan tersebut (conditioned flexibility), sementara otonomi manajerial beroperasi dalam jejaring pengawasan multi-aktor (embedded autonomy), dimana diskresi operasional dibatasi oleh kuatnya kendali lintas kelembagaan. Pola kinerja yang dihasilkan bersifat input-strong, outcome-weak: capaian administratif konsisten tinggi, tetapi pengukuran outcome belum optimal. Penelitian ini menyimpulkan bahwa efektivitas BLU sebagai SMV ditentukan oleh kapasitas organisasi dalam menyeimbangkan fleksibilitas manajerial dengan akuntabilitas publik di bawah tekanan kelembagaan. Secara konseptual, penelitian ini berkontribusi pada model implementasi kebijakan BLU bahwa fleksibilitas kelembagaan di sektor publik tidak bersifat absolut, melainkan terus dinegosiasikan antara tuntutan manajerial, tekanan institusional, serta keharusan menjaga legitimasi dan stabilitas tata kelola.

Page 10 of 10 | Total Record : 96