cover
Contact Name
Wiwit Apit Sulistyowati
Contact Email
wiwit.apit@gmail.com
Phone
+628562734789
Journal Mail Official
ejournaljka@gmail.com
Editorial Address
Jalan Pemuda No.32, Sunyaragi, Kesambi, Kota Cirebon, Jawa Barat 45132
Location
Kota cirebon,
Jawa barat
INDONESIA
Jurnal Kajian Akuntansi
ISSN : 25799975     EISSN : 25799991     DOI : http://dx.doi.org/10.33603/jka
Core Subject : Economy,
Jurnal Kajian Akuntansi adalah jurnal yang diterbitkan oleh Lembaga Penelitian Universitas Swadaya Gunung Jati. Jurnal Kajian Akuntansi diterbitkan dalam bentuk print and online (Open Journal System) pada tahun 2017. Jurnal Kajian Akuntansi menerbitkan artikel naskah dua kali setahun (Juni dan Desember). Ada 16 artikel setiap volume. Topik artikel mencakup Akuntansi Keuangan, Akuntansi Syariah, Keuangan, Sistem Informasi Akuntansi, Audit, Akuntansi Perilaku, Akuntansi Manajemen, Perpajakan, Tata Kelola Perusahaan, Akuntansi Pendidikan, Akuntansi Sektor Publik, Akuntansi Lingkungan dan Akuntansi Etika dengan mengacu pada standar dan prosedur penelitian ilmiah yang ditetapkan oleh dewan editorial untuk publikasi. Artikel naskah dapat berasal dari peneliti, akademisi, praktisi, dosen, mahasiswa dan pengamat akuntansi lainnya yang tertarik dalam penelitian di bidang akuntansi.
Articles 238 Documents
Penggunaan Teori Sosial dalam Paradigma Interpretif pada Penelitian Akuntansi Nanang Shonhadji
Jurnal Kajian Akuntansi Vol 5, No 1 (2021): JUNI 2021
Publisher : Universitas Swadaya Gunung Jati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33603/jka.v5i1.3972

Abstract

AbstractThe development of the scope of accounting research has led to a more dynamic paradigm of accounting research and the use of social theory to uncover a phenomenon. This study aims to interpret and explain social theory in the interpretive paradigm and its use for the development of accounting research. Qualitative research methods with interpretive paradigms were used in this study and in-depth interviews with key informants were conducted to obtain data. The results of the study revealed that the interpretive paradigm became very relevant to be used in the scope of accounting research to express the true realities that occur between accountant and science of accounting, the environment, and organizational culture. The results of this study also reveal that social theory ethnographic, ethnomethodology, phenomenology, symbolic interactions and structuration in their methodology provide a variety of concerns that want to be expressed in different ways and focus of observation. The results of this study also reveal that the use of social theories as a research method in accounting research related to other social sciences such as sociology and anthropology were able to answer the scope and phenomena of the accountant interactions.Keywords: Accounting; Ethnography; Ethnomethodology; Phenomenology; Symbolic interaction and Structuration.Abstrak Berkembangnya ruang lingkup penelitian akuntansi menyebabkan semakin dinamisnya paradigma penelitian akuntansi dan penggunaan teori sosial untuk mengungkap suatu fenomena. Penelitian ini bertujuan untuk memaknai dan menjelaskan teori sosial dalam paradigma interpretif dan pemanfaatannya untuk perkembangan penelitian akuntansi. Metode penelitian kualitatif dengan paradigma interpretif digunakan dalam penelitian ini dan wawancara mendalam terhadap informan kunci dilakukan untuk memperoleh data. Hasil penelitian mengungkapkan bahwa paradigma interpretif menjadi sangat relevan digunakan pada penelitian di bidang akuntansi dalam mengungkapkan realitas yang sebenarnya terjadi antara akuntan dengan ilmu akuntansi, lingkungan, dan budaya organisasi. Hasil penelitian ini juga mengungkapkan bahwa teori sosial etnografi, etnometodologi, fenomenologi, interaksi simbolik dan strukturasi dalam metodologinya memberikan keragaman perhatian yang ingin diungkap dengan cara dan fokus pengamatan yang berbeda. Hasil penelitian ini juga mengungkapkan bahwa penggunaan teori teori sosial sebagai metode penelitian dalam penelitian akuntansi berkaitan dengan ilmu sosial lain seperti sosiologi dan antropologi yang mampu menjawab lingkup dan fenomena interaksi para pelaku akuntansi tersebut. Dengan demikian maka penelitian akuntansi tidak bisa memisahkan antara subjek dan objek penelitian.Kata kunci: Akuntansi; Etnografi; Etnometodologi; Fenomenologi; Interaksi simbolik dan Strukturasi.
Implementasi SAK ETAP dan Kualitas Laporan Keuangan UMKM terkait Akses Modal Perbankan Teti Rahmawati; Oktaviani Rita Puspasari
Jurnal Kajian Akuntansi Vol 1, No 1 (2017): JUNI 2017
Publisher : Universitas Swadaya Gunung Jati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33603/jka.v1i1.510

Abstract

Abstract The aim of this research is analyze further about the quality of finance statement UMKM, the readiness of UMKM in implementing SAK ETAP when compiling the finance statement, and assess the impact of SAK ETAP implementation when UMKM is compiling the finance statement. This research method is explanatory survey that comes from primary data. Data collection techniques through qustionnaire and direct interview. UMKM in Kuningan regency has not been ready to implement SAK ETAP in compiling the finance statement because mostly the businessman have not understood SAK ETAP yet. Business measurement, term of business establishment, socialization and training of SAK ETAP, education background and also the last owner education grade influence toward the perceive of business man which is related with the significance of accountancy process to UMKM. Business measurement, term of business establishment, socialization and training of SAK ETAP, education background and the owner education grade, also management professionalism influence toward the doers comprehension of UMKM which is related with implementation of SAK ETAP. The impact of implementation SAK ETAP indicated that finance statement quality influence toward the ease of banking capital access. Keywords: UMKM; SAK ETAP; Finance statement quality; Banking access.AbstrakPenelitian ini bertujuan menganalisis kualitas laporan keuangan UMKM, kesiapan UMKM dalam mengimplementasikan SAK ETAP pada saat penyusunan laporan keuangan dan menilai dampak dari pengimplementasian SAK ETAP ketika UMKM di wilayah Kabupaten Kuningan menyusun laporan keuangan. Penelitian ini menggunakan metode explanatory survey yang bersumber pada data primer. Teknik Pengumpulan data melalui kuesioner dan wawancara langsung. UMKM di Kabupaten Kuningan belum siap untuk mengimplementasikan SAK ETAP dalam menyusun laporan keuangan karena sebagian besar pelaku usaha belum memahami SAK ETAP. Ukuran usaha, lama usaha berdiri, pemberian sosialisasi dan pelatihan SAK ETAP, latar belakang pendidikan serta jenjang pendidikan terakhir dari pemilik berpengaruh terhadap persepsi pelaku usaha terkait pentingnya proses akuntansi pada UMKM. Ukuran usaha, lama usaha berdiri, pemberian informasi dan sosialisasi SAK ETAP, latar belakang dan jenjang pendidikan terakhir pelaku usaha, serta profesionalisme manajemen berpengaruh terhadap pemahaman pelaku UMKM terkait implementasi SAK ETAP. Dampak dari implementasi SAK ETAP memberikan indikasi kuat bahwa kualitas laporan keuangan berpengaruh terhadap besarnya kemudahan akses modal perbankan.Kata Kunci: UMKM; SAK ETAP; Kualitas laporan keuangan; Akses perbankan.
Faktor-faktor yang Mempengaruhi Audit Judgment: Studi Empiris Big Four di Jakarta Ignatius Edward Riantono
Jurnal Kajian Akuntansi Vol 2, No 2 (2018): DESEMBER 2018
Publisher : Universitas Swadaya Gunung Jati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33603/jka.v2i2.1747

Abstract

AbstractThis study aims to examine the effect of the complexity of audit assignments, audit work experience, perceptions of auditor professional ethics, audit skills, and gender differences in audit judgment both partially and simultaneously. The data used in this study is the primary data. Data obtained through a questionnaire that was answered in full by respondents from KAP The Big Four in Jakarta in 2015. The sampling method used was purposive sampling. The research method used is regression analysis multiple linear processed with SPSS 20.0 for windows with level of significance of 5%. The results of this study indicate that partially there are 3 variables that can influence audit judgment namely audit work experience, perceptions of auditor professional ethics, and gender differences as well as simultaneously complexity of audit assignments, audit work experience, perception of professional ethics auditors, audit skills, and gender differences, can influence audits judgment.Keywords: Experience; Perceptions of professional ethics; Skills; Gender difference; Judgment AbstrakPenelitian ini bertujuan untuk menguji pengaruh kompleksitas penugasan audit, pengalaman kerja audit, persepsi etika profesional auditor, kemahiran audit, dan perbedaan gender terhadap audit judgment baik secara parsial maupun simultan. Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data primer. Data diperoleh melalui kuesioner yang dijawab lengkap oleh responden dari KAP The Big Four di Jakarta pada tahun 2015. Metode pengambilan sampel yang digunakan adalah purposive sampling. Metode penelitian yang digunakan adalah analisis regresi linear berganda yang diolah dengan SPSS 20.0 for windows dengan level of significance 5%. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa secara parsial terdapat 3 variabel yang dapat mempengaruhi audit judgment yaitu pengalaman kerja audit, persepsi etika profesional auditor, dan perbedaan gender serta secara simultan kompleksitas penugasan audit, pengalaman kerja audit, persepsi etika professional auditor, kemahiran audit, dan perbedaan gender, dapat mempengaruhi audit judgment.Kata kunci: Pengalaman kerja; Persepsi etika profesional; Kemahiran; Perbedaan gender; Audit judgment
Analisis Capital Asset Pricing Model (CAPM) serta Model Multifaktor Fama dan French di Bursa Efek Indonesia Ferikawita Magdalena Sembiring; Esi Fitriani Komara
Jurnal Kajian Akuntansi Vol 4, No 2 (2020): DESEMBER 2020
Publisher : Universitas Swadaya Gunung Jati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33603/jka.v4i2.3538

Abstract

AbstractThe purposes of this study are to test and prove the ability of explaining Fama and French multifactor models and compare their performance with Capital Asset Pricing Model (CAPM) as the first of asset pricing model proposed by Sharpe. Data of non-financial stock prices and other relevant financial statement data for the period January 2009 - December 2016 are used in this study which has been formed into 40 portfolios, based on the previous researches. The research method used is the explanatory research method. The results are: (1) Both models, three factors and five factors, can explain the portfolio well, but the firm's size factor becomes redundant in the three-factor model while the investment factor becomes redundant in the five-factor model, (2) The five factor model become more good model compared to three-factor, where market risk, firm value, and company profitability consistently influence returns, and the effect is getting stronger in the five-factor model, (3) Market risk is not the only determinant, but is dominant in influencing returns fluctuation..Keywords: Beta; CAPM; Five factor model; Three factor model.Abstrak Tujuan penelitian ini adalah menguji dan membuktikan kemampuan menjelaskan model multifaktor Fama dan French serta membandingkan kinerjanya dengan Capital Asset Pricing Model (CAPM), sebagai model penilaian aset (asset pricing model) yang pertama kali diusulkan oleh Sharpe. Data-data berupa data harga saham non keuangan dan data laporan keuangan lain yang relevan selama periode Januari 2009 Desember 2016 digunakan, termasuk untuk membentuk 40 portofolio, berdasarkan hasil penelitian sebelumnya. Metode penelitian yang digunakan adalah metode explanatory research. Hasilnya adalah bahwa: (1) Kedua model, baik tiga faktor maupun lima faktor, dapat menjelaskan portofolio dengan baik, namun faktor ukuran perusahaan menjadi redundant dalam model tiga faktor sedangkan faktor investasi menjadi redundant dalam model lima faktor, (2) Lima faktor relatif menjadi model yang lebih baik dibandingkan dengan tiga faktor, di mana faktor risiko pasar, nilai perusahaan, dan profitabilitas perusahaan secara konsisten berpengaruh terhadap return, dan pengaruh tersebut ditemukan semakin kuat pada model lima faktor, (3) Faktor risiko pasar bukan satu-satunya faktor penentu return namun bersifat dominan dalam mempengaruhi fluktuasi return.Kata Kunci: Beta; CAPM; Model lima factor; Model tiga Faktor.
Efektivitas Pengendalian Internal atas Transaksi Kas Rosy Aprieza Puspita Zandra; Zumrotus Sholihah
Jurnal Kajian Akuntansi Vol 2, No 1 (2018): JUNI 2018
Publisher : Universitas Swadaya Gunung Jati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33603/jka.v2i1.1009

Abstract

Banking activities need an assessment of the level of profitability is conducive so that the business to be achieved can be maximized. To maximize the rate of return of such profits, the control and supervision of stricter controls of cash control that occur in the operation. This study intends to observe, and understand the description of the internal control system of cash transactions that occur within the object of research environment. The object chosen in this study is the Sharia Rural Bank (BPRS) Bhakti Sumekar Sumenep. Descriptive research is used in this research, with informants taken based on purposive sampling technique. Based on the results of research, it is known that the internal cash control is quite effective that can be seen from the level of compliance and vigilance of the bank in maintaining its wealth. However, the actual implementation that has occurred is still not in accordance with the standart operating procedure that has been used.
Determinant of Village Community Welfare Improvement Purwanto Purwanto; Hasna Safira
Jurnal Kajian Akuntansi Vol 4, No 1 (2020): JUNI 2020
Publisher : Universitas Swadaya Gunung Jati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33603/jka.v4i1.2973

Abstract

AbstractVillage Fund Allocation (ADD) has been allocated by the Central Government since 2015, where it is increased with an average of 40% each year. Its main target is to accelerate the village level development both physical and human resources, improve public basic services, and reduce inequality as well as poverty. The research was conducted in Cimerang Village, Padalarang Subdistrict, West Bandung Regency and aimed at analyzing the influence of ADD Financial Management Accountability, Village Policy, and Village Institutions to the Improvement of Village Community Welfare. This research used a combination of quantitative and qualitative methods, by processing primary data obtained from respondents from the village community and village officials. The results indicated that three independent variables partially had a significant positive effect on improving the village community welfare. Accountability and creation of Village-Owned Enterprises (BUMDes) are a priority scale for Cimerang Village, including the establishment of Puskesmas, PAUD and SMA / SMK buildings.Keywords: Accountability; BUMDes; Village fundAbstrakDana Desa (DD) dialokasikan oleh Pemerintah Pusat sejak tahun 2015, dengan anggaran Rp 20,80 triliun, dan di tahun 2020 dianggarkan menjadi Rp 72 triliun, mengalami kenaikan signifikan dalam kurun waktu 5 tahun. Prioritas penggunaan DD sesuai aturan (Permendesa PDTT, No.11/2019) harus memberikan manfaat sebesar besarnya bagi masyarakat desa berupa: a. peningkatan kualitas hidup; b. peningkatan kesejahteraan; c. penanggulangan kemiskinan; dan d. peningkatan pelayanan publik (kesehatan, pendidikan, dan sosial). Penelitian ini dilakukan di Desa Cimerang, Kecamatan Padalarang, Kabupaten Bandung Barat, dengan tujuan untuk menganalisis pengaruh Akuntabilitas Pengelolaan Keuangan DD, Kebijakan Desa, dan Kelembagaan Desa terhadap Peningkatan Kesejahteraan Masyarakat Desa. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif, data primer yang diperoleh dari penyebaran kuesioner diperoleh dari 135 responden masyarakat desa setempat dan Perangkat Lembaga Desa. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa secara parsial, ketiga variabel independen berpengaruh positif signifikan terhadap Peningkatan Kesejahteraan Masyarakat Desa. Dengan potensi lahan pertanian yang luas, temasuk di dalamnya holtikultura, dan peternakan, penciptaan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) merupakan skala prioritas bagi Desa Cimerang dalam upaya kemandirian Desa, dan dari hasil usaha dapat digunakan dalam peningkatan kualitas kesehatan serta pendidikan, misalnya pendirian Poliklinik yang memberikan pelayan kesehatan lebih beragam dibandingkan Posyandu, pembangunan sekolah setara menengah atas. Pengaruhnya sangat berarti bagi peningkatan kesejahteraan masyarakat setempat.Kata kunci: Akuntabilitas; BUMDes; Dana desa
Analisis Perbedaan Kualitas Akrual dan Persistensi Laba Sebelum dan Sesudah Konvergensi IFRS Atik Tri Andari
Jurnal Kajian Akuntansi Vol 1, No 2 (2017): DESEMBER 2017
Publisher : Universitas Swadaya Gunung Jati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33603/jka.v1i2.825

Abstract

AbstractThe quality of profit is the ability of the earnings in reflecting the truth of the company's earnings and helping predict future earnings. Indonesia is one of the G-20 member countries applying International Financial Reporting Standard (IFRS). The existence of IFRS encourages managers to conduct high quality financial reporting, resulting in high profit quality as well. There are two measurements of earning quality used in this research that is accrual quality and profit persistence . This study aims to obtain new empirical evidence whether there are differences in accrual quality and profit persistence between before and after convergence IFRS. The population that is used in this research is all manufacturing companies in Indonesia in 2006-2013. The sample in this research is obtained by purposive sampling method. The results show that there are significant differences in accrual quality between before and after IFRS convergence. However, the results of the study also proved that there is no difference in earnings persistence between before and after IFRS convergence. The results of this study provide evidence that after the IFRS convergence of an efficient motive that reflects the actual state of earnings, but not necessarily predict earnings in the future manufacturing companies in Indonesia.Keywords: Accrual quality; IFRS convergence; Profit persistence. AbstrakKualitas laba merupakan kemampuan laba dalam merefleksikan kebenaran laba perusahaan dan membantu memprediksi laba mendatang. Indonesia merupakan salah satu negara anggota G-20 yang menerapkan International Financial Reporting Standard (IFRS). Adanya IFRS ini mendorong manajer untuk melakukan pelaporan keuangan yang berkualitas tinggi, sehingga menghasilkan kualitas laba yang tinggi pula. Ada dua pengukuran kualitas laba yang digunakan dalam penelitian ini yaitu kualitas akrual dan persistensi laba. Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh bukti empiris baru apakah terdapat perbedaan kualitas akrual dan persistensi laba antara sebelum dan sesudah konvergensi IFRS. Populasi yang digunakan dalam penelitian ini adalah seluruh perusahaan manufaktur di Indonesia tahun 2006-2013. Sampel dalam penelitian ini diperoleh dengan metode purposive sampling. Hasil penelitian membuktikan bahwa terdapat perbedaan yang signifikan kualitas akrual antara sebelum dan sesudah konvergensi IFRS. Akan tetapi, hasil penelitian juga membuktikan bahwa tidak terdapat perbedaan persistensi laba antara sebelum dan sesudah konvergensi IFRS. Hasil studi ini memberikan bukti bahwa sesudah konvergensi IFRS adanya motif efficient yang mencerminkan keadaan laba yang sebenarnya, akan tetapi tidak belum tentu memprediksikan laba di masa yang akan datang perusahaan manufaktur di Indonesia.Kata Kunci: IFRS; Konvergensi; Kualitas akrual; Persistensi laba.
Peran Mekanisme Corporate governance dalam Penentuan Leverage Perusahaan Pertambangan di Indonesia Kayati Kayati; Apri Dwi Astuti; Agung Yulianto
Jurnal Kajian Akuntansi Vol 3, No 2 (2019): DESEMBER 2019
Publisher : Universitas Swadaya Gunung Jati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33603/jka.v3i2.2561

Abstract

AbstractThe decision of capital structure is one of the strategic policies that must be considered by the management of the company, where the alternative source of funding taken can benefit the company. The purpose of this article is to test how the role of corporate governance mechanism includes board size and audit committee in determining the debt level of the mining company. The sample in this study is a mining company listed on the Indonesia Stock Exchange in 2012-2015. The data analysis technique used in this study is a regression analysis that begins with a classic assumption test. The study shows that the board size affects leverage, while the Audit Committee does not affect leverage. This result means that the board size is effective in corporate policy, especially with regards to the company's capital structure decisions. But on the other hand, monitoring of the audit committee can be said to be quite effective so that the company does not take any policy that will affect the over-levered condition. The impact of the research is that the company can optimize the decision of capital structure, especially in the determination of the portion of external funding source in the form of debt, so that it can avoid the default debt condition and it increases company value.Keywords: Audit committee; Board size; LeverageAbstrak Keputusan struktur modal merupakan salah satu kebijakan strategis yang harus dipertimbangkan oleh manajemen perusahaan, dimana alternatif sumber pendanaan yang diambil dapat memberikan keuntungan bagi perusahaan. Artikel ini bertujuan untuk menguji bagaimana peran mekanisme corporate governance mencakup board size dan komite audit dalam penentuan tingkat hutang perusahaan pertambangan. Sampel dalam studi ini adalah perusahaan pertambangan yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia tahun 2012-2015. Teknik analisis data yang digunakan dalam studi ini adalah analisis regresi yang diawali dengan uji asumsi klasik. Hasil studi menunjukkan bahwa board size berpengaruh terhadap leverage, sedangkan komite audit tidak berpengaruh terhadap leverage. Artinya, board size berperan efektif dalam kebijakan perusahaan terutama yang berkaitan dengan keputusan struktur modal perusahaan. Namun di sisi lain, monitoring komite audit dapat dikatakan cukup efektif sehingga perusahaan tidak mengambil kebijakan yang akan berdampak pada kondisi over-levered. Dampak dari hasil penelitian tersebut adalah perusahaan mampu mengoptimalkan keputusan struktur modal, terutama dalam penentuan porsi sumber pendanaan eksternal berupa hutang, sehingga dapat terhindar dari kondisi debt default serta berpotensi dapat meningkatkan nilai perusahaanKata kunci: Board size; Komite audit; Leverage
Pengaruh Teknologi Informasi terhadap Proses Pembelajaran dan Prestasi Akademik Mahasiswa Nor Hasan; Noorlailie Soewarno; Isnalita Isnalita
Jurnal Kajian Akuntansi Vol 3, No 1 (2019): JUNI 2019
Publisher : Universitas Swadaya Gunung Jati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33603/jka.v3i1.2130

Abstract

This study aimed to obtain empirical evidence regarding the correlation of the use of information technology to the learning process (lectures) and its impact on student academic achievement. This study used path analysis or analysis that not only tested the direct influence of independent variable to the dependent variable, but also explained the presence or absence of indirect influence given by the independent variable through the intervening variable to the dependent variable. This study uses questionnaires media that are disseminated through electronic media. The statements contained in the questionnaire were measured using the Likert scale of 5 (five) points, then processed using Path Analysis, and interpreted. Total respondents in this study as many as 204 students of Master of Accounting who have been through the course of information technology management. The results of this study indicate that information technology influences student academic achievement and influences the learning process and has an impact on student academic achievement.Keywords : Information technology; Learning process; Student academic achievement.
Studi Eksperimental atas Kontrol Diri dan Gaya Hidup: Dampaknya pada Niat Kecurangan Tan, Debora Agnez Pranata; Intiyas Utami
Jurnal Kajian Akuntansi Vol 5, No 1 (2021): JUNI 2021
Publisher : Universitas Swadaya Gunung Jati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33603/jka.v5i1.3581

Abstract

Abstract The purpose of this research is to examine the causality relationship between self-control and lifestyle as well as the interaction of those two variables on the intention to commit fraud in the procurement of goods and services in the government sector. This research used laboratorioum experimental design of 2x2 between subjects with 80 participants of an undergraduate accounting study program at one university in Central Java. The participants whose role as an employee in the procurement of goods and services who want to commit fraud on the basis of the level of self-control and lifestyle. The results showed, first individuals with low levels of self-control will have a higher fraud intention than individuals with high levels of self-control. Second, individuals with high lifestyle levels will have a higher fraud intention than individuals with low lifestyle levels. Third, in conditions of low self-control and high lifestyle, the subject has the intention of highest to do fraud.Keywords: Fraud intention; Lifestyle; Self-control.Abstrak Tujuan dari riset ini adalah untuk menguji hubungan kausalitas antara variabel tekanan situasional dan variabel tingkat integritas serta interaksi kedua variabel tersebut pada niat untuk melakukan kecurangan. Penelitian ini menggunakan desain eksperimental laboratorium 2 x 2 between subject dengan 80 partisipan mahasiswa prodi Akuntansi pada salah satu universitas di Jawa Tengah. Partisipan akan berperan sebagai seorang pegawai pengadaan barang dan jasa yang hendak melakukan niat kecurangan atas dasar tingkat pengendalian diri dan tuntutan akan gaya hidup yang dimiliki. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pertama, individu dengan tingkat kontrol diri yang rendah akan cenderung memiliki niat melakukan kecurangan yang tinggi daripada individu dengan tingkat kontrol diri yang tinggi. Kedua, individu dengan tingkat gaya hidup yang tinggi akan cenderung memiliki niat melakukan kecurangan yang lebih tinggi daripada individu dengan tingkat gaya hidup yang rendah. Ketiga, dalam kondisi tingkat kontrol diri yang rendah dan tingkat gaya hidup yang tinggi maka subjek akan memiliki niat untuk melakukan kecurangan yang tinggi.Kata Kunci: Gaya hidup; Kontrol diri; Niat kecurangan.

Page 2 of 24 | Total Record : 238