cover
Contact Name
Alam Budiman Thamsi
Contact Email
alambudiman.thamsi@umi.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
geomine@umi.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kota makassar,
Sulawesi selatan
INDONESIA
Jurnal Geomine
ISSN : 24432083     EISSN : 25412116     DOI : -
Core Subject : Science,
Jurnal Geomine (JG) merupakan jurnal yang memuat artikel-artikel ilmiah yang mengkaji ilmu-ilmu dan pengembangan dalam bidang pertambangan, geologi dan geofisika. Jurnal Geomine (JG) memiliki No.ISSN : 2443-2083 (Cetak) dan No.ISSN : 2541-2116 (Online). Jurnal Geomine diterbitkan oleh Prodi Jurusan Teknik Pertambangan Fakultas Teknologi Industri Universitas Muslim Indonesia. Terbit 3 (tiga) kali dalam setahun pada Bulan April, Agustus dan Desember.
Arjuna Subject : -
Articles 9 Documents
Search results for , issue "Vol 4, No 2 (2016): Edisi Agustus" : 9 Documents clear
PENENTUAN KUALITAS ASPAL BUTON DENGAN MENGGUNAKAN METODE SOKHLET KABUPATEN BUTON PROVINSI SULAWESI TENGGARA Nur Asmiani
Jurnal Geomine Vol 4, No 2 (2016): Edisi Agustus
Publisher : Universitas Muslim Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (505.888 KB) | DOI: 10.33536/jg.v4i2.54

Abstract

Aspal alam adalah aspal yang terdapat  di alam yang terkandung dalam deposit batuan dengan jumlah kandungan air  dan kadar bitumen yang berubah-ubah, yang disebabkan oleh cuaca. Adapun tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui tingkat kualitas aspal buton. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan metode sokhlet dan proses pengambilan data yang dilakukan yaitu dengan cara mencatat jumlah kandungan air aspal dan kadar bitumen dari setiap sampel yang diuji laboratorium. Dari ke tujuh sampel yang diuji laboratorium hasil penelitian dengan rata-rata kandungan air aspal sebesar 0,68% dan kadar bitumen 25,96%. Dari hasil tersebut dapat disimpulkan bahwa aspal berkualitas baik.
STUDI PENENTUAN KUALITAS DAN KUANTITAS MINYAK BUMI PADA LAPANGAN MINYAK TIAKA Anshariah Anshariah
Jurnal Geomine Vol 4, No 2 (2016): Edisi Agustus
Publisher : Universitas Muslim Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (299.349 KB) | DOI: 10.33536/jg.v4i2.50

Abstract

Nilai BSW dan °API minyak adalah penentu utama kualitas dan kuantitas minyak bumi, dimana untuk mencari nilai tersebut harus melalui beberapa tahapan dan uji laboratorium. Tujuan penelitian ini untuk menentukan kualitas dan kuantitas minyak pada lapangan minyak Tiaka, dari beberapa tanki yang diambil sample minyaknya. Metode penelitian yang digunakan untuk menentukan kualitas minyak bumi menggunakan interpolasi tables 5 dan 6 pada buku standart perminyakan pertamina. Adapun data yang diperlukan yakni data BSW, °API dan suhu. Sedang Metode penelitian untuk menentukan kuantitas minyak bumi menggunakan nilai NETT. Hasil penelitian menunjukan dari 8 tanki yang diambil samplenya, diketahui tanki 5C masih belum sesuai standart dan wajib di treatment ulang. karena cairan dalam tanki masih mengandung air 144,67 Bbls serta kandungan BSWnya diatas 0,50%. Secara umum minyak pada daerah penelitian tergolong kualitas minyak sedang karena °API minyaknya berada di angka 29,7. Total NETTnya 185.775,00 Bbls.
ANALISIS GEOMETRI JALAN DI TAMBANG UTARA PADA PT. IFISHDECO KECAMATAN TINANGGEA KABUPATEN KONAWE SELATAN PROVINSI SULAWESI TENGGARA Aldiyansyah Aldiyansyah
Jurnal Geomine Vol 4, No 2 (2016): Edisi Agustus
Publisher : Universitas Muslim Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (405.518 KB) | DOI: 10.33536/jg.v4i2.55

Abstract

Penelitian ini lebih ditekankan pada geometri jalan yaitu pada lebar jalan dan kemiringan memanjang (grade) jalan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendapatkan geometri jalan yang dibuat sesuai dengan standarisasi, untuk mendapatkan kemiringan memanjang (grade) yang sesuai. Metode penelitian yang dilakukan di lapangan yaitu dengan cara melakukan pengukuran jalan hauling hingga menuju front penambangan   dengan memperhitungkan jarak, lebar, dan kemiringan dengan menyesuaikan standarisasi perhitungan teknis, kemudian dari data tersebut diolah menggunakan autocad 2007 sehingga memudahkan dalam proses analisis. Proses pengambilan data yang dilakukan di lapangan yaitu dengan melakukan pengamatan secara langsung mengenai studi kasus seperti melakukan pengukuran jarak, lebar, dan kemiringan jalan dan aspek pendukung kegiatan pengangkutan seperti melihat alat angkut yang digunakan di lapangan. Hasil penelitian yang didapatkan bahwa lebar jalan angkut untuk keadaan lurus yaitu 5 m dan 9 m sedangkan pada keadaan tikungan yaitu 8,11 m dan 14,25 m. kesimpulan yang didapatkan bahwa keadaan lebar jalan pada STA 57 – 58 masih mengalami kekurangan yaitu 4 m dan harus dilakukan penambahan yaitu sebesar 1 m dan kemiringan memanjang pada STA 9 – 10 yaitu mencapai 30,48% dan harus dilakukan pemotongan sebesar 25%.
ANALISIS PENANGANAN KONSENTRASI HIDROGEN SULFIDA DALAM MINYAK BUMI LAPANGAN TIAKA KABUPATEN MOROWALI UTARA PROVINSI SULAWESI TENGAH Ayu Wandira Bande
Jurnal Geomine Vol 4, No 2 (2016): Edisi Agustus
Publisher : Universitas Muslim Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (584.425 KB) | DOI: 10.33536/jg.v4i2.51

Abstract

Hidrogen Sulfida (H2S) merupakan materi yang sangat beracun, tidak berwarna, dalam konsentrasi yang rendah berbau seperti telur busuk dan juga lebih berat daripada udara. Tujuan dari  penelitian ini  untuk  untuk  menurunkan konsentrasi gas  H2S  dari  sumbernya hingga mencapai konsentrasi 10  ppm. Metode penelitian dilakukan dengan cara. Process Acid Gas Removal atau proses penghilangan gas asam (hidrogen sulfida) dengan metode injeksi bahan kimia H2S Scavenger, diperlukan data diantaranya data monitoring konsentrasi H2S dan data produksi minyak. Penelitian ini dilakukan dengan sistem monitoring konsentrasi gas H2S per hari pada bagian manifold, tangki penampungan (T500), dan pada bagian FSO atau kapal tanker tempat  pengumpulan  akhir  minyak bumi. Setelah dilakukan optimasi dengan perubahan injeksi takaran bahan kimia sebanyak 5,6,7,8 dan 9 galon per hari didapatkan injeksi bahan kimia sebanyak 9 galon per day paling tepat untuk menurunkan konsentrasi gas H2S dari sumbernya hingga mencapai konsentrasi 10 ppm pada saat minyak yang telah terproses masuk ke dalam tangki penampungan akhir. 
ANALISIS GLYCOL PADA PROSES DEHYDRATION GAS STASIUN G-8 ASET TARAKAN PROVINSI KALIMANTAN UTARA Nurliah Jafar
Jurnal Geomine Vol 4, No 2 (2016): Edisi Agustus
Publisher : Universitas Muslim Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (225.846 KB) | DOI: 10.33536/jg.v4i2.56

Abstract

Dalam kegiatan stasiun pengumpul gas menggunakan sistem separasi untuk memisahkan fluida dan gas, salah satunya dengan menggunakan dehydration unit (DHU). Tujuan dari  penelitian ini adalah untuk mengetahui faktor-faktor penyebab terjadinya losses glycol. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah mengkaji secara teknis kondisi dari alat dehidrasi, mengontrol laju sirkulasi dan meghitung laju sirkulasi. Sistem DHU menggunakan chemical TEG (triethylene glycol) yang akan terus ditambahkan selama proses dehidrasi. Banyaknya penggunaan chemical dikarenakan tidak sesuainya inlet wet gas dengan laju alir glycol di contactor. Pada Bulan Agustus Tahun 2016 laju alir glycol mencapai 12 GPM selama proses regenerasi berlangsung. Sedangkan  glycol  yang berhasil diregenerasi hanya memerlukan laju sirkulasi sebesar 2,28 GPM. Hal ini menyebabkan sering terjadinya losses pada saat pengontakan di contactor karena laju sirkulasi yang masuk tidak sama dengan yang keluar. Pemakaian glycol perharinya mencapai 14,3 gallon, sedangkan glycol yang berhasil diregenerasi dan akan masuk kembali kedalam sistem dehidrasi sebesar 0,45 gallon. Dari hasil tersebut diketahui terdapat kesalahan dalam laju sirkulasi dilapangan yang akan mengakibatkan banyak glycol brubah foam didalam contactor, yaitu tempat pengontakan antara glycol dengan gas basah untuk memisahkan kandungan air yang terbawa oleh gas dari sumur produksi.
ANALISIS POWDER FACTOR DAN FRAGMENTASI HASIL LEDAKAN MENGGUNAKAN PERHITUNGAN KUZ-RAM PADA TAMBANG BATUBARA DI PROVINSI KALIMANTAN TIMUR Agus Ardianto Budiman
Jurnal Geomine Vol 4, No 2 (2016): Edisi Agustus
Publisher : Universitas Muslim Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (591.979 KB) | DOI: 10.33536/jg.v4i2.52

Abstract

Nilai powder factor dan fragmentasi batuan hasil ledakan merupakan indikasi penting dalam menilai keberhasilan dari kegiatan peledakan. Adapun tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui nilai powder factor dan hasil fragmentasi ledakan pada tambang batubara. Metode penelitian yang dilakukan yaitu dengan menggunakan perhitungan Kuz-Ram. Data-data yang dibutuhkan antara lain, data geometri pengeboran, geometri peledakan, fragmentasi dan digging time. Hasil penelitian menunjukkan, diperoleh nilai powder factor pada lokasi penelitian yaitu 0,20m³/ton untuk material sandy clay stone, sedangkan untuk material sand stone diperoleh nilai powder factor yaitu 0,24m³/ton. Untuk hasil digging time yang didapatkan yaitu 9,79 - 10,04detik. Kemudian untuk ukuran fragmentasi 60cm yang dihasilkan kurang dari 10% dari total keseluruhan fragmen yang ada. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa, dengan standar perhitungan Kuz-Ram yang 10%, didapatkan fragmentasi hasil ledakan dalam kategori baik, sedangkan untuk standar digging time berdsarkan standar 11detik, sudah dianggap optimal.
STUDI PEMBORAN DAN PELEDAKAN TAMBANG BAWAH TANAH KABUPATEN HALMAHERA UTARA PROVINSI MALUKU UTARA Nur Asmiani
Jurnal Geomine Vol 4, No 2 (2016): Edisi Agustus
Publisher : Universitas Muslim Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (387.606 KB) | DOI: 10.33536/jg.v4i2.57

Abstract

Kegiatan operasi penambangan dengan menggunakan metode tambang bawah tanah sangat bergantung pada keberhasilan proses penggalian batuan itu sendiri. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui efisiensi pemboran dan peledakan tambang bawah tanah serta efisiensi pengeboran dan kemajuan heading dalam 1 round. Pengamatan dan pengambilan data yang meliputi drill patern, geometri peledakan, spesifikasi explosive, drill and blast equipment, penggunaan bahan peledak, perlengkapan pemboran. Aktual rata-rata pemboran yang didapatkan pada saat pengamatan lapangan adalah sebesar 2,986 meter. Rata-rata kemajuan heading yang didapatkan dalam 1 round peledakan adalah sebesar 2,876 meter dengan persentase kemajuan heading 96% dari rata-rata kedalaman pemboran aktual. Efisiensi pemboran yang didapatkan pada saat pengamatan lapangan adalah sebesar 85,44%.
ANALISIS PERBANDINGAN KANDUNGAN UNSUR NIKEL (Ni) DAN BESI (Fe) DARI DATA TITIK BOR DENGAN REALISASI PENAMBANGAN Nurliah Jafar
Jurnal Geomine Vol 4, No 2 (2016): Edisi Agustus
Publisher : Universitas Muslim Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (85.116 KB) | DOI: 10.33536/jg.v4i2.53

Abstract

Salah satu kendala dalam penambangan nikel adalah adanya perubahan kadar nikel (Ni) dan kadar besi (Fe) dari data hasil pemboran yang tidak sesuai dengan kadar hasil realisasi penambangan. Penelitian bertujuan untuk mengetahui persentase perubahan kadar nikel (Ni) dan besi (Fe) dari data hasil pemboran dengan hasil realisasi penambangan. Metode penelitian meliputi pengolahan sampel dari hasil pemboran dan hasil realisasi penambangan di laboratorium untuk diketahui kadarnya. Tahap selanjutnya dilakukan pengolahan dan analisis data kadar untuk mengetahui rata-rata dari kadar nikel dan besi. Hasil identifikasi data titik bor menghasilkan kadar rata-rata Ni = 1,90% dan Fe = 22,86% sedangkan hasil kadar rata-rata hasil realisasi penambangan Ni = 1,86% dan Fe = 20,55%. Sedangkan kadar yang hilang akibat proses penambangan yaitu Ni = 0,04% dan Fe = 2,31%. Dari hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa kadar hasil identifikasi data titik bor mengalami penurunan kadar setelah  ditambang, dimana persentase perubahan nikel sebesar 2,10% sedangkan besi sebesar 10.10%.
ANALISIS RASIO BAHAN PEREKAT DENGAN CAMPURAN BATUBARA, SEKAM PADI TERHADAP KEKUATAN DAYA REKAT BIO-BRIKET Mustafiah Mustafiah
Jurnal Geomine Vol 4, No 2 (2016): Edisi Agustus
Publisher : Universitas Muslim Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (167.667 KB) | DOI: 10.33536/jg.v4i2.58

Abstract

Salah satu faktor yang menentukan kualitas bio-briket batubara-sekam padi adalah kekuatan daya rekatnya.  Beberapa implikasi yang dapat ditimbulkan dari hal tersebut yaitu sulitnya penyalaan pada proses   pembakaran awal, lama penyimpanan, serta nilai kalorinya. Untuk mengatasi problem trsebut, maka  perlu dilakukan  perbaikan terhadap daya rekat dengan jalan mengoptimasi rasio campuran  berbagai bahan perekat dengan  batubara-sekam padi. Pada penelitian ini digunakan bahan perekat tepung sagu dan parafindan hasilnya menunjukkan bahwa daya rekat bio-briket cendrung meningkat seiring dengan meningkatnya rasio bahan perekat  yaitu perekat tepung kanji dan parafin masing-masing memberikan kekuatan daya rekat dengan beban tekan  1,59 kg/cm2 pada rasio campuran 3: 20, nilai kalor 5573 kkal/kg untuk perekat kanji dan 1,16 kg/cm2 pada rasio campuran 4 : 20, nilai kalor 7300 kkal/kg untuk perekat parafin.

Page 1 of 1 | Total Record : 9