cover
Contact Name
Alam Budiman Thamsi
Contact Email
alambudiman.thamsi@umi.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
geomine@umi.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kota makassar,
Sulawesi selatan
INDONESIA
Jurnal Geomine
ISSN : 24432083     EISSN : 25412116     DOI : -
Core Subject : Science,
Jurnal Geomine (JG) merupakan jurnal yang memuat artikel-artikel ilmiah yang mengkaji ilmu-ilmu dan pengembangan dalam bidang pertambangan, geologi dan geofisika. Jurnal Geomine (JG) memiliki No.ISSN : 2443-2083 (Cetak) dan No.ISSN : 2541-2116 (Online). Jurnal Geomine diterbitkan oleh Prodi Jurusan Teknik Pertambangan Fakultas Teknologi Industri Universitas Muslim Indonesia. Terbit 3 (tiga) kali dalam setahun pada Bulan April, Agustus dan Desember.
Arjuna Subject : -
Articles 230 Documents
PEMODELAN DAN ESTIMASI SUMBERDAYA NIKEL LATERIT DAERAH “X” MENGGUNAKAN SOFTWARE DATAMINE STUDIO 3 PADA PT. VALE INDONESIA LUWU TIMUR SULAWESI SELATAN Diansyah Afriandi
Jurnal Geomine Vol 2, No 1 (2015): Edisi Agustus
Publisher : Universitas Muslim Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (648.908 KB) | DOI: 10.33536/jg.v2i1.32

Abstract

Pemodelan endapan merupakan suatu tahapan yang dilakukan setelah kegiatan eksplorasi pemboran untuk memberikan gambaran kondisi geologi dan karakteristik geometri suatu endapan. Pemodelan endapan nikel laterit yang dilakukan dengan konsep model blok. Dari hasil model blok endapan nikel laterit yang didapatkan kemudian dilakukan estimasi atau penaksiran terhadap jumlah sumberdaya. Dalam penelitian ini metode estimasi yang digunakan yaitu metode  Inverse Distance Weighting menggunakan  software  Datamine Studio 3. Penelitian dilakukan menggunakan data titik bor sebanyak 69 titik dan jarak spasi bor 50 meter menghasilkan jumlah sumberdaya yang telah dihitung dalam bentuk model blok pada zona Limonit sebanyak 4.185.000 ton dengan rata – rata kadar Ni : 1,06 %, Fe : 40,80 % dan MgO : 1,29 %. Zona saprolit sebanyak 1.473.748 ton dengan rata – rata kadar Ni 1,76 %, Fe : 15 %, dan MgO : 19,84 %. Berdasarkan klasifikasi sumberdaya yang digunakan dalam penelitian ini, sumberdaya yang ada pada daerah penelitian diklasifikasikan sebagai sumberdaya “tertunjuk” ( indicated )
IDENTIFIKASI AIR TANAH MENGGUNAKAN METODE RESISTIVITAS KELURAHAN PARANGLOE KECAMATAN TAMALANREA MAKASSAR La Ode Muh Yazid Amsah
Jurnal Geomine Vol 5, No 1 (2017): Edisi April
Publisher : Universitas Muslim Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (226.788 KB) | DOI: 10.33536/jg.v5i1.91

Abstract

Air tanah merupakan salah satu sumber daya air selain air sungai dan air hujan, air tanah juga mempunyai peranan yang sangat penting terutama dalam menjaga keseimbangan dan ketersediaan bahan baku air untuk kepentingan rumah tangga (domestik) maupun untuk kepentingan industri. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui distribusi resistivitas batuan untuk menentukan letak dan kedalaman akuifer melalui metode geolistrik tahanan jenis. Metode penelitian terdiri atas penelitian lapangan dan penelitian di laboratorium. Hasil penelitian menunjukan bahwa lapisan aquifer pada lokasi penelitian berada pada nilai resistivitas 1.26 Ωm – 79.4 Ωm dengan jenis batuan yaitu alluvial dengan kedalaman aquifer berada pada kedalaman 20-50 meter dibawah permukaan tanah. 
ANALISIS KESTABILAN LERENG DENGAN METODE BISHOP PADA PENABANGAN NIKEL Zainul Syafar
Jurnal Geomine Vol 4, No 3 (2016): Edisi Desember
Publisher : Universitas Muslim Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (439.906 KB) | DOI: 10.33536/jg.v4i3.70

Abstract

Dalam sistem penambangan terbuka pengambilan ore nikel  erat kaitannya dengan kestabilan lereng atau bench pada area penambangan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui nilai faktor keamanan dan memberikan rekomendasi desain bagi lereng yang tidak stabil. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode bishop dengan dengan standar nilai keamanannya adalah ≥1,3.  Data  yang diperlukan  dalam penelitian ini  adalah data geometri lereng , kohesi,  berat jenis, dan fraction angle. Dari 7 lereng yang analisis yang dilakukan terdapat lereng A, C, D dan F digolongkan stabil dengan nilai faktor keamanan 2,19; 2,51; 2,11 dan 2,45  dan tiga lereng yang  tidak stabil dalam kondisi jenuh yaitu lereng B, E dan G dengan nilai faktor keamanan 0,845; 1,20 dan 1,11. Untuk ketiga lereng tersebut dilakukan desain ulang dengan menambah jarak datar maka diperoleh nilai faktor keamanannya menjadi 1,317; 1,317 dan 1,302. Dari penelitian yang dilakukan semua lereng digolongkan stabil dengan nilai faktor keamanan 1,44-1,89 kecuali lereng B, E dan G tidak stabil  dengan nilai faktor keamanannya 0,804-1,20 dan harus dilakukan perancangan ulang lereng dengan metode cut back yaitu menambah jarak datarnya sehingga nilai faktor keamanannya menjadi 1,309-1,379.
ANALISIS PENGARUH KEDALAMAN LUBANG LEDAK, BURDEN DAN SPACING TERHADAP PEROLEHAN FRAGMENTASI BATUGAMPING Herman Herman
Jurnal Geomine Vol 3, No 1 (2015): Edisi Desember
Publisher : Universitas Muslim Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (311.624 KB) | DOI: 10.33536/jg.v3i1.23

Abstract

Geometri peledakan berpengaruh terhadap volume bongkaran batuan yang akan diledakkan. Tujuan dilakukan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh geometri peledakan terhadap hasil fragmentasi. Metodologi penelitian yang digunakan adalah dengan pengamatan langsung di lapangan. Adapun data-data yang dibutuhkan/diperoleh adalah kedalaman lubang ledak, pola peledakan, isian bahan peledak tiap lubang dan jumlah bahan peledak dalam satu kali kegiatan peledakan. Berdasarkan hasil penelitian, terdapat ketidaksesuaian geometri peledakan yang direncanakan dengan geometri aktual yang diterapkan di lapangan saat peledakan. Dimana terjadi over size karena hasil fragmentasi yang direncanakan seharusnya 50,30  cm, namun aktual di lapangan diperoleh 54,47 cm. Hal tersebut sangat dipengaruhi oleh perbedaan yang sangat besar antara kedalaman lubang tembak yang diterapkan sebesar 5,30 cmsedangkan yang direncanakan seharusnya 6,20 cm, meskipun faktor geometri peledakan yang lain juga berbeda, namun perbedaannya tidak terlalu besar jika dibandingkan dengan  aktor kedalaman lubang ledak. Berdasarkan hasil yang diperoleh maka dapat disimpulkan bahwa geometri peledakan khususnya kedalaman lubang ledak sangat berpengaruh terhadap hasil fragmentasi
KAJIAN SISTEM PENYALIRAN PADA TAMBANG TERBUKA KABUPATEN TANAH BUMBU PROVINSI KALIMANTAN SELATAN Syarifuddin Syarifuddin; Sri Widodo; Arif Nurwaskito
Jurnal Geomine Vol 5, No 2 (2017): Edisi Agustus
Publisher : Universitas Muslim Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (493.817 KB) | DOI: 10.33536/jg.v5i2.132

Abstract

Salah satu kegiatan penting yang dilakukan pada usaha pertambangan adalah sistem penyaliran tambang. Tujuan penelitian adalah untuk mengendalikan air limpasan yang masuk kebukaan tambang agar proses penambangan tidak terganggu. Adapun metode yang digunakan untuk menghitung curah hujan rata-rata  dan volume air limpasan yang masuk ke sumuran serta luas kolam pengendapan yang dibutuhkan, yaitu dengan menggunakan metode distribusi Gumber, metode monobe, dan untuk perhitungan debit limpasan menggunakan metode empiris dan rasional. Dari hasil penelitian curah hujan rata-rata maksimum pada lokasi penelitian yaitu 781,1mm/tahun, curah hujan rencana diambil periode ulang dua tahun sebesar 86,48mm/hari serta debit limpasan maksimum yang masuk diestimasikan sebesar 116,136m3/jam yang akan masuk ke sump. Jumlah air tambang perhari yang dapat diatasi 528 m3/jam dengan pompa yang digunakan satu   unit (1) dengan kapasitas 25liter/second. Jadi untuk mengendalikan air limpasan yang masuk kebukaan tambang dibutuhkan kapasitas kolam sebagai tempat pengendapan sebesar 900m3 dengan waktu pengerukan partikel kolam pengendapan maksimal dapat dilakukan setiap 307 hari sekali.
ANALISIS PENANGANAN KONSENTRASI HIDROGEN SULFIDA DALAM MINYAK BUMI LAPANGAN TIAKA KABUPATEN MOROWALI UTARA PROVINSI SULAWESI TENGAH Ayu Wandira Bande
Jurnal Geomine Vol 4, No 2 (2016): Edisi Agustus
Publisher : Universitas Muslim Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (584.425 KB) | DOI: 10.33536/jg.v4i2.51

Abstract

Hidrogen Sulfida (H2S) merupakan materi yang sangat beracun, tidak berwarna, dalam konsentrasi yang rendah berbau seperti telur busuk dan juga lebih berat daripada udara. Tujuan dari  penelitian ini  untuk  untuk  menurunkan konsentrasi gas  H2S  dari  sumbernya hingga mencapai konsentrasi 10  ppm. Metode penelitian dilakukan dengan cara. Process Acid Gas Removal atau proses penghilangan gas asam (hidrogen sulfida) dengan metode injeksi bahan kimia H2S Scavenger, diperlukan data diantaranya data monitoring konsentrasi H2S dan data produksi minyak. Penelitian ini dilakukan dengan sistem monitoring konsentrasi gas H2S per hari pada bagian manifold, tangki penampungan (T500), dan pada bagian FSO atau kapal tanker tempat  pengumpulan  akhir  minyak bumi. Setelah dilakukan optimasi dengan perubahan injeksi takaran bahan kimia sebanyak 5,6,7,8 dan 9 galon per hari didapatkan injeksi bahan kimia sebanyak 9 galon per day paling tepat untuk menurunkan konsentrasi gas H2S dari sumbernya hingga mencapai konsentrasi 10 ppm pada saat minyak yang telah terproses masuk ke dalam tangki penampungan akhir. 
PENGARUH GEOMETRI PELEDAKAN TERHADAP FRAGMENTASI BATUANPADA PT. PAMAPERSADA NUSANTARA SITE ADARO PROVI Riski Lestari Handayan
Jurnal Geomine Vol 3, No 1 (2015): Edisi Desember
Publisher : Universitas Muslim Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (645.868 KB) | DOI: 10.33536/jg.v3i1.12

Abstract

Fragmentasi hasil peledakan adalah salah satu faktor untuk menentukan keberhasilan suatu peledakan.Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk memprediksi ukuran fragmentasi hasilpeledakan.Metode penelitian yang digunakan yaitu metode  kuz-ram , untuk memprediksi ukuran fragmentasi batuan, dan data yang digunakan adalah data geometri peledakan, data geotek perusahaan yaitu faktor batuan, dan dokumentasi. Dari hasilpenelitian yang dilakukan, fragmentasi rata-rata memiliki ukuran kurang lebih 71,22 % lebih kecil dari 75 cm, karena yangmenjadi patokan dasar ukuran fragmentasi adalah 78 cm. Stemming yang terlalu panjang akan menyebabkan energi yang dihasilkan dari bahan peledak tidak menyebar secara merata sehingga ukuran fragmentasi kebanyakan yang  oversize ,  burden dan  spacing juga mempengaruhi ukuran fragmentasi, jika  burden sembilan meter dan  spacing 10 meter dipakai pada material yang keras dengan bahan peledak yang digunakan sedikit, maka daya hancur untuk materialnya akan kurang dan menyebabkan fragmentasi yang dihasilkan menjadi  oversize
STUDI PENURUNAN KADAR BESI PADA BIJIH FELSPAR ASAL MEDAN DENGAN METODE BIOLEACHING DAN MAGNETIK SEPARATOR Muhammad Idris Juradi
Jurnal Geomine Vol 6, No 1 (2018): Edisi April
Publisher : Universitas Muslim Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (547.713 KB) | DOI: 10.33536/jg.v6i1.180

Abstract

Pada umunya bahan pengotor yang sering dijumpai pada bijih felspar adalah kuarsa, oksida besi dan mika yang dapat mempengaruhi kualitas bahan baku felspar. Untuk memperoleh felspar yang siap pakai dengan kualitas yang baik, bijih felspar harus melalui proses benefisiasi terlebih dahulu. Adanya prospek terkait penggunaan bakteri dalam meningkatkan kualitas bahan baku feldspar yang ramah lingkungan, prosesnya memerlukan investasi dan energi yang relatif lebih rendah. Penelitian ini bertujuan untuk mempelajari pengaruh beberapa variabel bioleaching dan pemisahan magnetik terkait penurunan kadar besi. Proses bioleaching cukup efektif dalam menurunkan kadar Fe, dari 0,63% menjadi 0,0312% dengan persentase penurunan 95.047%
PENDUGAAN KETEBALAN AQUIFER AIR TANAH UNTUK PENGEMBANGAN KAWASAN SOFIFI MALUKU UTARA Hasbi Bakri
Jurnal Geomine Vol 4, No 1 (2016): Edisi April
Publisher : Universitas Muslim Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (521.274 KB) | DOI: 10.33536/jg.v4i1.37

Abstract

Pembangunan dan pengembangan kota erat kaitannya dengan ketersediaan sumberdaya airtanah guna menyokong laju pertumbuhan kawasan. Penelitian ini bertujuan untuk memberikan rekomendasi pemboran di daerah Sofifi Propinsi Maluku Utara. Metode penelitian yang digunakan yaitu metode geolistrik tahanan jenis dengan menggunakan konfigurasi Schlumberger. Adapun data-data yang diperoleh adalah nilai beda potensial (volt), kuat arus (ampere), panjang bentangan, dan spasi elektroda terkecil. Hasil penelitian geolistrik menunjukkan bahwa akuifer airtanah memiliki resistivitas yang bervariasi yaitu pada kedalaman antara 20 – 64,5 meter dengan tahanan jenis berkisar 50 – 150 Ωm; batuan akuifer airtanah terdiri dari batupasir, tufa kasar dan tufa halus. Berdasarkan hasil tersebut, dapat disimpulkan bahwa pemboran untuk penyediaan sumberdaya airtanah disarankan di atas 50 meter.
PERHITUNGAN CADANGAN BATUBARA DENGAN METODE CIRCULAR USGS 1983 DI PT. PACIFIC PRIMA COAL SITE LAMIN KAB. BERAU PROVINSI KALIMATAN TIMUR Anshariah Anshariah
Jurnal Geomine Vol 1, No 1 (2015): Edisi April
Publisher : Universitas Muslim Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (224.187 KB) | DOI: 10.33536/jg.v1i1.1

Abstract

Menindak lanjuti hasil eksplorasi batubara yang dilakukan PT. Pacific Prima Coal, di Desa Labanan dan Tumbit Melayu, Kecamatan Teluk Bayur, Kabupaten Berau, Provinsi Kalimantan Timur, maka penelitian ini bermaksud menghitung cadangan batubara dengan metode  circular USGS 1983. Perhitungan diawali dengan menghitung sumberdaya batubara guna mendapatkan cadangan yang diinginkan, berdasarkan bentuk lapisan yang berhasil didata melalui kedudukan batubara, titik-titik koordinat, elevasi, tebal lapisan, dan kedalaman setiap pemboran berdasarkan daerah prospek. Hasil perhitungan cadangan yang dikerjakan menggunakan metode  circular USGS  1983 dengan bantuan software MineScape 4.118 c. Maka didapatkan hasil keseluruhan perhitungan cadangan per blok yang memenuhi target PT. Pacific Prima Coal untuk  overburden (OB) adalah 4.764.308.336 Ton, sedangkan cadangan batubara sebesar 9.259.100.76 Ton dengan luas Area 29.8 Ha dan nilai stripping ratio 5,1:1 sedangkan jumlah keseluruhan hasil perhitungan cadangan per blok yang tidakmemenuhi target PT. Pacific Prima Coal untuk  overbarden (OB) adalah 13.950.640.19 Ton, cadangan batubara sebesar 1.525.605.487 Ton dengan luas Area 92.76 Ha dan nilai  stripping ratio 9,1:1. Adapun target keseluruhan  stripping ratio yang ingin dicapai untuk blok utara yaitu 6:1

Page 5 of 23 | Total Record : 230