cover
Contact Name
Alex Denny Kambey
Contact Email
-
Phone
+6282196305145
Journal Mail Official
sdperairan@unsrat.ac.id
Editorial Address
Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan Universitas Sam Ratulangi Manado Indonesia 95115
Location
Kota manado,
Sulawesi utara
INDONESIA
JURNAL PERIKANAN DAN KELAUTAN TROPIS
ISSN : 2302609X     EISSN : 23026081     DOI : https://doi.org/10.35800/jpkt
Jurnal Perikanan dan Kelautan Tropis merupakan terbitan berkala ilmiah yang bertujuan menjadi sarana penyebarluasan hasil penelitian dan ilmu pengetahuan dalam bidang Perikanan dan Kelautan di daerah Tropis. Hasil penelitian akan diutamakan untuk diterbitkan. Namun demikian, redaksi juga menerima ulasan ilmiah berupa tinjauan teori, ulasan buku baru, komunikasi singkat dan karya ilmiah lainnya. Artikel bisa ditulis dalam bahasa Indonesia atau Inggris.
Articles 5 Documents
Search results for , issue "Vol. 10 No. 1 (2021)" : 5 Documents clear
Using Of Fish Silase Different Composition Toward The Growth Of Nile Tilapia Oreochromis niloticus Elton R. Lauluw; Sartje Lantu; Henneke Pangkey; Cyska Lumenta; Revol D. Monijung; Adnan S. Wantasen
JURNAL PERIKANAN DAN KELAUTAN TROPIS Vol. 10 No. 1 (2021)
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (243.262 KB) | DOI: 10.35800/jpkt.10.1.2019.25072

Abstract

Silage is prepared by adding the probiotic into the material of bones and flesh of waste from the market.  Silage is used as element substituted with fish meal as feed for tilapia with initial weight of 19.14 to 24.86 grams and a length of 3-5 cm.  There are three types of feed using silage replacing fish meal as much as 10% (treatment A), 20% (treatment B) and 30% (treatment C) and a control used commercial feed (treatment D).  The results obtained are feed in treatment D gives very significant results to the three other feed (A, B and C) in the case of weight, rate of growth and feed efficiency; but in a further test of Duncan, statistical results showed that feed C and D more efficient than feed A.Keywords: low cost artificial feed, silage, growth, tilapia ABSTRAKSilase dipersiapkan melalui penambahan probiotik ke dalam bahan tulang dan daging dari bahan-bahan yang tidak terpakai yang diambil dari pasar.  Silase ini digunakan sebagai elemen yang disubsitusikan dengan tepung ikan untuk diberikan sebagai pakan pada ikan nila dengan berat awal 19,14-24,86 gr dan panjang 3-5 cm.  Ada tiga jenis pakan dengan menggunakan silase menggantikan tepung ikan sebanyak 10 (perlakuan A), 20 (perlakuan B) dan 30% (perlakuan C) dan sebagai kontrol digunakan pakan komersial (perlakuan D). Hasil yang diperoleh adalah pakan uji pada perlakuan D sangat memberikan hasil berbeda yang sangat nyata dengan ketiga pakan lainnya (A, B dan C) dalam hal pertumbuhan berat, laju pertumbuhan dan efisiensi pakan; namun pada uji lanjut Duncan, hasil statistik menunjukkan bahwa pakan C dan pakan D lebih efisien dibandingkan pakan A.Kata kunci: akuakultur, pakan buatan murah, silase, pertumbuhan, ikan nila
Coral Fish Community at Artificial Reef In front of Marine Field Station of Faculty of Fisheries and Marine Science UNSRAT in Kampung Ambong Likupang Village, at The District of North Minahasa Sanjaya Molongio; Ari B. Rondonuwu; Ruddy D. Moningkey
JURNAL PERIKANAN DAN KELAUTAN TROPIS Vol. 10 No. 1 (2021)
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (490.219 KB) | DOI: 10.35800/jpkt.10.1.2019.25073

Abstract

The aim of this study was to looking for the number of species, individual number and coral fish community structure at Artificial Reef in Front Marine Field Station of Faculty of Fisheries and Marine Science UNSRAT in Kampung Ambong Likupang Village at The District of North Minahasa. This research was done at artificial structure consist of different materials i.e iron, concrete struckture and bamboo which were laid at aproximately 9 metres. 23 coral fish species consist of : 3 species of indicator fish, 3 species of herbivorous target fish, 9 species of carnivorous target fish and 8 species mayor fish. The highest number of species was found in May 2019 (21 species) while at the same time low in individual (291) was found. In March 2019, coral fish was found in fair category (17 species) while high number of individual (383) was found in April 2019 (16 species) and the number of individual (321) was found. Diversity of all species that found from March up to May 2019 was 2,373 (good category). The dominance indeks was found 0,132 and could be categorized  as lowKeywords : Artificial, Subtrat, coral reef, fish. ABSTRAKPenelitian ini dilakukan pada substrat buatan dengan bahan yang berbeda yaitu besi, beton dan bambu yang diletakkan pada kedalaman + 9 meter. Ditemukan 23 jenis ikan karang yang meliputi  3 jenis ikan indikator, 3 jenis ikan target herbivora, 9 jenis ikan target karnivora dan 8 jenis ikan mayor. Jenis ikan karang yang tinggi ditemukan pada bulan Mei 2019 yaitu 21 jenis sedangkan jumlah individu rendah 291 individu, pada bulan Maret 2019 ikan karang yang ditemukan tergolong sedang berjumlah 17 jenis sedangkan jumlah individu tinggi yaitu 383 individu dan pada bulan April ikan karang yang ditemukan berjumlah 16 jenis dengan jumlah individu 321. Indeks keanekaragaman (H’) dari keseluruhan jenis mulai dari bulan Maret hingga Mei 2019 yaitu 2,373 dan dikategorikan sedang, indeks dominansi (D) 0,132 dan diketegorikan rendah.Kata kunci: Artifisial, Subtrat, terumbu karang, ikan.
Weight-Length and Condition Factor of Snakehead Fish Channa striata (Bloch, 1793) from Tondano Lake North Sulawesi Musa Amanpokptis; John L. Tombokan; Nego Elvis Bataragoa; Fransine B. Manginsela
JURNAL PERIKANAN DAN KELAUTAN TROPIS Vol. 10 No. 1 (2021)
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1094.423 KB) | DOI: 10.35800/jpkt.10.1.2019.25070

Abstract

Sampling was done in two places, Tolour village and Kaweng village. Samples were taken from fishermen in July and August 2018. Total samples collected were 35 individuals, 20 indivduals from Tolour and 15 from Kaweng. Furthermore, the fish were brought the Faculty of Fisheries and Marine Science, and data recording was in the Freshwater Bioecology Laboratory. They consisted of 16 males and 19 females. Male length ranged from 25.8 to 43.2 cm, and female from 22.0 to 39.6 cm. The weight of males ranged from 157-755 g and female between 38-422g.Weight-length relationship in this study was W = 0.0017L3.4517 for sex combination, W = 0.0116L2.9161 for males and W = 0.0009L3,6426 for females. The growth pattern for combied sex was isometric (b = 3.457). The growth pattern was isometric (b = 2.9161) for male and allometric positive (b = 3.6426) for females. The relative condition factor (Kn) of all individuals was 1.06 ± 0.44, 1.01 ± 0.13 for males and 1.01 ± 0.58 for femaleKey Words: Tondano Lake, Snakehead Fish, Weight-length, condition factor ABSTRAKPengambilan sampel dilakukan di dua tempat yaitu, Kelurahan Tolour Kecamatan Tondano Timur dan Desa Kaweng Kecamatan  Kakas. Sampel diambil dari hasil tangkapan nelayan pada Bulan Juli dan  Agustus 2018. Sampel yang terkumpul  sebanyak 35 ekor, 20 sampel dari Tolour dan 15 dari Kaweng. Selanjutnya ikan dibawah ke Laboraturium Bioekologi Air Tawar  FPIK untuk pengambilan data. Sampel yang digunakan sebanyak 35 individu yang terdiri atas jenis kelamin jantan 16 individu dan betina 19 individu. Ukuran panjang ikan jantan berkisar antara 25,8-43,2 cm, dan ikan betina berkisar antara 22,0-39,6 cm.  Ukuran berat ikan jantan berkisar antara 157-755 g dan ikan betina beratnya berkisar antara 38-422g. Hubungan panjang berat ikan gabus dalam penelitian ini adalah W= 0,0017L3,4517 untuk gabungan jantan betina, W = 0,0116L2,9161 untuk jenis kelamin jantan  dan W = 0,0009L3,6426 untuk jenis kelamin betina.  Pola pertumbuhan untuk gabungan jantan dan betina adalah isometric (b=3,457).  Pola pertumbuhan ikan gabus adalah pola pertumbuhan isometrik (b=2,9161)   untuk jantan dan allometrik positif (b=3,6426) untuk jenis kelamin betina. Faktor kondisi relative (Kn) seluruh individu adalah 1,06  ± 0,44. Faktor Kondisi  jantan adalah 1,01 ± 0,13. Jenis kelamin betina faktor kondisi adalah 1,01 ± 0,58.Kata kunci: Tondano, ikan gabus, berat-panjag, factor kondisi
Gastropods In Mangrove Forest Of Tongkeina Village, Bunaken Sub-District, City Of Manado Dewanti Y Talumingan; Ferdinand F. Tilaar; Jety K. Rangan; Maartinus Baroleh; Victor N. R. Watung; Agung B. Windarto
JURNAL PERIKANAN DAN KELAUTAN TROPIS Vol. 10 No. 1 (2021)
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (476.262 KB) | DOI: 10.35800/jpkt.10.1.2019.25069

Abstract

This research aims to determine the types or species of gastropod and its distribution in mangrove forests in Tongkeina village and to know the species of mangrove in Tongkeina village. The Research was conducted on one sampling point with one 100 meters long line transect which was is laid perpendicular to the outer direction of the mangrove.  To collect gastropod samples, three quadrates with a size of 10x10meters with a distance between the quadrate 5 meters were made. In the quadrate, 15 subquadrates sized 1x1meters were also made. Based on the results, there were 6 species of gastropods and two distribution patterns of i.e., Cluster the species of the Littoraria scabra, Angustassiminea castanea, Terebralia sulcate. The uniform distribution pattern is Ischinocerithium rostratum, Caliostoma jujubinum, and Nerita senegalensis. There are ten mangrove species found and  the most common species is Soneratia alba with a total of 27 individuals.Keywords: Gastropods, forest, Mangrove, Tongkeina village ABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui Jenis-jenis gastropoda serta persebaran pada hutan mangrove di Kelurahan Tongkeina dan untuk mengetahui Jenis-jenis mangrove di Kelurahan Tongkeina. Penelitian hanya di lakukan satu titik pengambilan sampel dimana dibuat 1 line transek dengan Panjang 100meter yang di tarik tegak lurus dari arah terluar mangrove kemudian dibuat 3 kuadrat dengan ukuran 10x10meter dengan jarak antara kuadrat 5 meter, dan di dalam kuadrat dibuat 15 subkuadrat berukuran 1x1 meter. Berdasarkan penelitian hasil ditemukan ada 6 spesies gastopoda dan dua pola persebaran Gastropoda yaitu mengelompok dan seragam, spesies mengelompok yaitu Littoraria scabra, Angustassiminea castanea, Terebralia sulcate. Pola persebaran seragam yaitu Ischinocerithium rostratum, Caliostoma jujubinum, Nerita senegalensis. Mangrove ditemukan 10 Spesies yang terbanyak adalah Soneratia alba dengan jumlah 27 individu.Kata kunci: Gastropoda, Hutan, Mangrove, Kelurahan Tongkeina.
Sustainable Potential of Tuna Fishery Around the Waters of North Sulawesi Province Based on Data from the Bitung Ocean Fisheries Port (PPS) Donald H. Simanjuntak; Lawrence J. L. Lumingas; Joudy R. R. Sangari
JURNAL PERIKANAN DAN KELAUTAN TROPIS Vol. 10 No. 1 (2021)
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (711.626 KB) | DOI: 10.35800/jpkt.10.1.2019.25071

Abstract

This research was conducted in the city of Bitung, North Sulawesi Province with activities centered on the Bitung Ocean Fisheries Port (PPS), which began from mid March to April 2019. The fishing activities studied are using the fishing areas around the waters of  North Sulawesi Province namely the Sulawesi Sea and The Maluku Sea which are included in WPP 715 and 716 based on tuna catch landed data on PPS Bitung. The purpose of this study was to analyze the value of sustainable potential by looking at the level of utilization and Maximum Sustainable Yield (MSY) of tuna in the waters around North Sulawesi Province based on a surplus production model approach (Schaefer Model). This research is expected to be used as a consideration in the management of tuna stocks around the waters of North Sulawesi Province, and can be used as a basis for further research. This study uses a secondary data collection method in the form of fishery statistics documents. The data used are data from tuna fishing and fishing (effort), from 2014 to 2018 (5 years). The results showed that the sustainable potential of tuna fisheries around the waters of North Sulawesi Province based on North Sulawesi PPS data indicated that, the sustainable potential value of tuna that could be caught was 14,173.51 tons / year which is counted as 80% of the value of tuna resources around the waters of North Sulawesi Province. PPS Bitung data which amounted to 17,716.15 tons / year for Hmsy, 1,200.15 trips / year for Emsy, with an average CPUE value of 2014-2018 of 19 tons / trip. The level of tuna utilization around the waters of North Sulawesi Province is based on data from PPS Bitung in 2014, 2017 and 2018 which indicate that there were indications of overfishing with the largest utilization rate in 2014 which reached a value of 155.09%.Keywords: tuna, Bitung, Bitung PPS, sustainable potential, MSY. ABSTRAKKegiatan penelitian ini berlangsung di Kota Bitung, Provinsi Sulawesi Utara dengan kegiatan berpusat di Pelabuhan Perikanan Samudera (PPS) Bitung, yang dimulai  dari pertengahan bulan Maret hingga bulan April 2019. Aktivitas perikanan tangkap yang ditelaah berlangsung di sekitar perairan Provinsi Sulawesi Utara yaitu Laut Sulawesi dan Laut Maluku yang masuk ke dalam WPP 715 dan 716 berdasarkan data tangkapan tuna yang didaratkan di PPS Bitung. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis nilai potensi lestari dengan melihat tingkat pemanfaatan dan maximum sustainable yield (MSY) ikan tuna di sekitar perairan Provinsi Sulawesi Utara berdasarkan pendekatan model produksi surplus (Model Schaefer). Penelitan ini diharapkan dapat digunakan sebagai bahan pertimbangan dalam pengelolaan stok ikan tuna di sekitar perairan Provinsi Sulawesi Utara, serta dapat digunakan sebagai dasar untuk penelitian selanjutnya.  Penelitian ini menggunakan metode pengumpulan data sekunder berbentuk dokumen. Data yang diambil adalah data tangkapan ikan tuna dan upaya penangkapan ikan atau effort (trip), dari tahun 2014 sampai dengan 2018 (5 Tahun). Hasil penelitian menunjukkan potensi lestari perikanan tuna di sekitar perairan Provinsi Sulawesi Utara berdasarkan data PPS Bitung Sulawesi Utara nilai potensi lestari tuna yang bisa ditangkap adalah 14.173,51 ton/tahun 80% dari nilai pemanfaatan sumber daya perikanan tangkap tuna di sekitar perairan Provinsi Sulawesi Utara berdasarkan data PPS Bitung yang sebesar 17.716,15 ton/tahun untuk Hmsy, 1.200,15 trip/tahun untuk Emsy, dengan nilai CPUE rata-rata tahun 2014-2018 sebesar 19 ton/trip. Tingkat pemanfaatan tuna di sekitar perairan Provinsi Sulawesi Utara berdasarkan data PPS Bitung Sulawesi Utara di tahun 2014,2017 dan 2018 sudah yang menandakan adanya indikasi overfishing dengan tingkat pemanfaatan terbesar di tahun 2014 yang mencapai nilai 155,09%.Kata Kunci: ikan tuna, Bitung, PPS Bitung, potensi lestari, MSY.

Page 1 of 1 | Total Record : 5