cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
Sistem : Jurnal Ilmu-Ilmu Teknik
ISSN : 02167131     EISSN : 25496867     DOI : 10.37303
Core Subject : Engineering,
Jurnal Sistem diterbitkan 3 (tiga) kali setahun oleh Fakultas Teknik Universitas Wisnuwardhana Malang, sebagai sarana informasi dan forum kajian masalah-masalah teknik. Berisi tentang tulisan ilmiah, ringkasan hasil penelitian, pembahasan kepustakaan dan pemikiran kritis yang orisinil dan up to date. Redaksi menerima para ahli, praktisi dan siapa saja yang berminat untuk menyumbangkan tulisan yang belum pernah diterbitkan dalam media lain.
Arjuna Subject : -
Articles 209 Documents
MENINGKATKAN KEKUATAN LAPISAN LOGAM DAN DAYA REKAT PROSES COATING YANG MENGGUNAKAN POWDER COATING DENGAN TREATMENT Sudarto, Sudarto
SISTEM Jurnal Ilmu Ilmu Teknik Vol 19 No 3 (2023)
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Wisnuwardhana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37303/sistem.v19i3.278

Abstract

Proses pengecatan atau penyepreyan yang menggunakan powder atau bubuk cat dengan cara melapisi logam adalah proses terakhir yang dilakukan guna mempercantik atau memperindah dan untuk melindungi logam dari korosi. Pelapisan atau pengecatan dengan bubuk cat merupakan pelapisan logam selain untuk mempercantik atau memperindahjuga untuk menahan korosi itu drngan menggunakan bahan resin yang kering guna mencapai daya rekat dengan kekuatan serta ketahanan terhadap korosi pada logam dengan optimal. Sebelum proses pengecatan atau penyepreyan dilakukan kondisi logam atau material harus bersih dari beberapa hal yang menyebabakan hasil coating menjadi tidak bagus atau mengalami kendala, proses pembersihan ini disebut treatment permukaan materila atau logam yang bertujuan meningkatkan gaya adhesi diantar bubuk cat dengan logma atau meterial yang akan dicat atau di spray. Treatment merupakan tindakan awal yang memegang peranan yang sangat penting dalam menentukan hasil dan kualitas pada pengecatan atau penyepreyan yang akan dihasilkan. Pada penelitian ini untuk mengetahui pengaruh awal dalam melakukan terhadap daya rekat dan kekuatan pada pelapisan di proses pengecatan atau penyepreyan dengan menggunakan powder coating atau cat bubuk.Dalam proses treatment ini merupakan titik awal memeperoleh hasil yang memuaskan dalam proses coating atau penyepreyan. Proses ini merupakan proses yang harus dilakukan dalam proses coating yang mana logam atau meterial harus beenar benar bersih dari kotoran maupun debu yang akan mempengaruhi prose coating maupun hasilnya.
EVALUASI PENYEBAB CHANGE ORDER PADA PROYEK BANGUNAN GEDUNG DI KALIMANTAN Pratama, Hariyono Seputro Youngky
SISTEM Jurnal Ilmu Ilmu Teknik Vol 19 No 3 (2023)
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Wisnuwardhana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37303/sistem.v19i3.279

Abstract

Penelitian bertujuan mencari penyebab change order (CO) proyek bangunan gedung di Propinsi Kalimantan Selatan dan Kalimantan Barat yang direncanakan oleh joint venture dua konsultan klasifikasi besar dari Makassar dan Jakarta. Proyek di Kalimantan Selatan berupa gedung satu hingga lima lantai sebanyak 12 buah (luas total 28.795 m2), dikerjakan oleh kontraktor klasifikasi besar dari Jakarata; di Kalimantan Barat berupa lima buah gedung satu hingga empat lantai (luas total 22.480 m2) dikerjakan oleh joint venture dua kontraktor klasifikasi besar dari Jakarta. Rancangan menggunakan penelitian kualitatif; fokus penelitian pada bidang struktur dan arsitektur. Sumber data dari dokumen individu konsultan yang terlibat dalam kegiatan proyek. Pengolahan dengan cara mengelompokkan data pekerjaan konstruksi dan arsitektur; dua kelompok tersebut dikelompokkan lagi menjadi sub bidang struktur dan arsitektur, lalu di analisis berdasarkan studi literatur. Kesimpulannya CO disebabkan karena konsultan perencana terlambat menyelesaikan pekerjaan yang mengakibatkan: (1) hasil gambar detail tidak sesuai dengan kondisi lapangan; (2) fondasi mengalami perubahan kedalaman, di Kalimantan Selatan perlu dikurangi, di Kalimantan Barat kedalamannya perlu ditambah; (4) perubahan pekerjaan fondasi di Kalimantan Selatan menyebabkan beaya proyek bertambah 0,95% dari beaya aslinya, sedangkan perubahan pekerjaan di Kalimantan Barat tidak mengubah beaya pelaksanaan proyek.
ANALISIS KAWASAN INDUSTRI PASCA PANEN HASIL BUMI SUMBAWA BARAT Sarbini, Sarbini; Suci, Rahayu Puji
SISTEM Jurnal Ilmu Ilmu Teknik Vol 20 No 1 (2024)
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Wisnuwardhana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37303/sistem.v20i1.280

Abstract

Kawasan industri turunan smelter memiliki dampak pemasukan bagi pemerintah pusat dan pemerintah daerah namun tidak berdampak luas pada masyarakat luas di P sumbawa dan Nusa Tenggara Barat. Nusa Tenggara memiliki beberapa hasil bumi yang melimpah dan masih dapat dikembangkan lagi. Dengan menfaatkan sarana prasaran jalan, pelabuhan, listrik dan air untuk Kawasan industri smelter dapat lebih efesien dimanfaatkan oleh Kawasan Industri Pasca Panen. Industri pasca panen dibutuhkan dan dirasakan dampak secara langsung pada petani dan masyarakat luas. Dari peluang mengelola pasca panen hasil bumi NTB dapat menarik investasi estimasinya sebesar 127.642.500 USD atau senilai 2, 04 trilyun rupiah. ( kurs 16.000/usd) dan kesempatan kerja sebesar 1297 pekerja. Lahan yang disarankan agar efesien didekat Pelabuhan Lalar dengan luas lahan minimal 38 ha.
ANALISIS POSTUR KERJA UNTUK MENGURANGI RISIKO MUSCULOSKELETAL DISORDERS MENGGUNAKAN METODE RAPID UPPER LIMB ASSESSMENT (RULA) Rhomadan, Adytia Sharul
SISTEM Jurnal Ilmu Ilmu Teknik Vol 20 No 1 (2024)
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Wisnuwardhana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37303/sistem.v20i1.281

Abstract

IKM Sadex merupakan salah satu usaha pengrajin Shuttlecock yang berlokasi di Desa Sumengko, Kecamatan Sukomoro, Kabupaten Nganjuk. Pada proses pembuatan shuttlecock pekerja mudah terjangkin risiko musculoskeletal disorders yang disebabkan karena postur pekerja yang kurang ergonomis. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui analisis postur kerja dapat mengurangi risiko musculoskeletal disorders pada IKM Sadex. Penelitian ini menggunakan metode Rapid Upper Limb Assessment (RULA). Hasil dari pengukuran postur tubuh pekerja IKM Sadex dari 9 proses produksi terdapat 2 proses dengan risiko tinggi yaitu pada proses pelurusan dengan skor akhir 7 dan bagian pengetesan (b) dengan skor akhir 6 yang berada pada level 3 dan 4 maka diperlukan perbaikan segera. Sedangkan ke 7 proses lainnya pada kondisi sedang dengan skor akhir masing-masing 3 dan 4 pada posisi level 2 perubahan kemungkinan diperlukan. setelah diberikan usulan dengan memberi rancangan fasilitas kerja berupa kursi dan meja yang disesuaikan dengan data antropometri postur tubuh pekerja IKM Sadex mendapatkan hasil ukuran Tinggi Kursi 49.09 cm, Panjang Kursi 46.09 cm, Lebar Kursi 43.10 cm, Tinggi Sandaran Kursi 55.09 cm, Lebar Sandaran Kursi 43.10 cm, Tinggi Meja 68.60 cm, Panjang Meja 83.09 cm, dan Lebar Meja 67.60 cm. Dari usulan rancangan fasilitas kerja berupa kursi dan meja yang telah disesuaikan postur tubuh pekerja masing-masing proses mengalami penurunan skor hingga mendapatkan skor akhir 2 dan 3 yang berada pada level 1 dan 2 yang berarti pada kondisi aman atau dapat diterima.
ANALISIS BIAYA TRANSPORTASI DISTRIBUSI PENGIRIMAN BARANG DENGAN METODE SAVING MATRIX Syaichu, Achmad; Sukarsono, Agustin; Zaki, Ahmad
SISTEM Jurnal Ilmu Ilmu Teknik Vol 20 No 1 (2024)
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Wisnuwardhana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37303/sistem.v20i1.282

Abstract

Distribusi merupakan salah satu faktor penting bagi perusahaan untuk dapat melakukan pengiriman barang secara tepat kelokasi, agar kegiatan ditribusi barang lebih efisien, maka dilakukanlah penentuan jalur transportasi dengan metode saving matrix. Saving matrix merupakan metode yang digunakan untuk menetukan jarak, rute, waktu dan ongkos dalam pelaksanaan pengiriman barang. Bergerak dalam bidang penjualan berbagai kebutuhan untuk pertanian. Hasil penelitian menyatakan bahwa proses pendistribusian barang dalam satu kali pengiriman barang kelokasi dilakukan tanpa melihat terlebih dahulu dari kapasitas angkut dengan armada yang ada, dengan menggunakan metode saving matrix didapat rute distribusi yang lebuh efisien dari rute awal metode saving matrix didapat rute distribusi yang lebih efisien dari rute awal sebanyak 3 rute distribusi menjadi 3 jalur pengiriman. Dengan 3 jalur pengiriman barang kerasidenan madiun dan kerasidenan nganjuk, didapat juga jarak tempuh yang lebih pendek 600km dari jarak tempuh perusahaan, itu membuat rute usulan lebih efisien 10,97% dari rute perusahaan, dengan menggunakan jarak tempuh dan rute yang lebih efisien membuat biaya transportasi lebih efisien 8.6% dari biaya tansportasi, dan perusahaan dapat menghemat dari Rp. 32.088.000,- menjadi Rp. 29.328.000,- untuk biaya transportasi selama satu tahun yang dilakukan saat ini.
PENGENDALIAN KUALITAS PRODUK ROTI TAWAR DENGAN METODE STATISTICAL QUALITY CONTROL (SQC) Rahmawati, Nazulah
SISTEM Jurnal Ilmu Ilmu Teknik Vol 20 No 1 (2024)
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Wisnuwardhana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37303/sistem.v20i1.283

Abstract

UMKM Niki Sari Bakery merupakan usaha yang bergerak dibidang industri makanan dengan salah satu produknya adalah roti tawar. Namun, pada proses produksi masih terdapat banyak cacat produk. Hal ini dikarenakan UMKM Niki Sari Bakery belum melakukan pengendalian kualitas. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengendalian kualitas pada produk roti tawar serta memberikan usulan tindakan perbaikan kualitas untuk mengurangi cacat produk roti tawar. Metode penelitian yang digunakan adalah metode Statistical Quality Control (SQC) diantaranya yaitu check sheet, histogram, diagram pareto, control chart dan diagram sebab akibat. Hasil penelitian menunjukkan terdapat tiga jenis cacat produk pada roti tawar, yaitu gosong, kulit terkelupas dan bentuk tidak sesuai standar. Berdasarkan diagram pareto bahwa jenis cacat produk roti tawar yang paling dominan adalah kulit terkelupas sebesar 42,8% dan cacat gosong sebesar 37,9%. Control chart menunjukkan terdapat titik-titik yang berada diluar batas kendali yang berarti terdapat penyimpangan pada proses produksi. Diagram sebab akibat menunjukkan faktor penyebab cacat produk roti tawar yaitu faktor manusia, faktor mesin, faktor metode dan faktor lingkungan. Usulan tindakan perbaikan kualitas yang dapat dilakukan untuk mengurangi cacat produk roti tawar yaitu dengan memberikan jam kerja dan waktu istirahat yang sesuai, membuat peraturan agar karyawan disiplin dalam bekerja, memeriksa dan perawatan rutin terhadap mesin oven dan peralatan yang digunakan, membuat SOP (Standard Operating Procedure) proses produksi, membentuk tim pengawas, membuat ventilasi udara, melakukan pelatihan kepada karyawan, intruksi kerja pada setiap proses produksi serta membuat ruangan khusus untuk proses fermentasi adonan.
IMPLEMENTASI PENGEMBANGAN WILAYAH HINTERLAND DAN TRANSPORTASI MULTIMODA DI WILAYAH MAKASAR Ade, Putut; Tanu, Yoga; Fortuna, Dhea; Sutantio, Erian; Kurniawan, Hadi; Basuki, Minto
SISTEM Jurnal Ilmu Ilmu Teknik Vol 20 No 1 (2024)
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Wisnuwardhana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37303/sistem.v20i1.284

Abstract

Untuk kepentingan Masterplan Percepatan dan Perluasan Pembangunan Ekonomi Indonesia (MP3EI), peran pelabuhan menjadi sangat penting. Dalam skenario yang berbeda, jika MP3EI bisa digabungkan secara efektif, implikasinya barang akan dilintasi sebelum menjadi lebih intens. Inisiatif utama MP3EI adalah konsep Tol Laut, yang membentuk koordinasi logistik antara Wilayah Indonesia Barat dan Wilayah Indonesia Timur. Tujuan dari studi ini adalah untuk memahami sektor apa, jika ada, yang merupakan sektor fundamental dan non-fondasi perekonomian Kota Makassar dan sekitarnya. Masalah yang ada adalah dermaga dan fasilitas bongkar muat memerlukan penyesuaian kecuali pelabuhan khusus kontainer Makassar dan Bitung, akan membatasi pembebasan fasilitas sisi darat. Secara geometris, jalan raya hinterland dan pelabuhan belum mampu memberikan kondisi angling peti kemas. Potensi permintaan transportasi laut container akan berkembang pesat seiring dengan perkembanganpengolahanindustridalam pengembanganwilayah pada strategi regional atau koridor kkonomi dalam MasterPlan Percepatan dan Perluasan Pembangunan Ekonopmi Indonesia di Indonesia Bagian Timur. Telah terjadi perubahan fungsi pelabuhan menjadi wadah multigunamelayani dan tradisional pelabuhan. MP3EL, Pedalaman, dan Transportasi Multimoda
APLIKASI MRP METHOD DALAM PEMELIHARAAN KUBIKEL 20KV DI DEPARTEMEN PLANNING INVENTORY CONTROL PT. PDN Balol, Wirawan Aryanto; Haryanto, Sony
SISTEM Jurnal Ilmu Ilmu Teknik Vol 20 No 1 (2024)
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Wisnuwardhana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37303/sistem.v20i1.285

Abstract

Dalam dunia industry terkini proses produksi dikatakan mampu bersaing jika dapat memenuhi ekspektasi target Perusahaan dan ekspektasi konsumen akan sebuah produk yang berkualitas. Dalam perusahaan sendiri menginginkan produk yang dihasilkan dibuat dengan efisien dalam arti untuk membuat sebuah produk diharapkan menggunakan sumber daya seminimal mungkin agar prosentase laba yang didapat semakin meningkat. Persediaan bahan baku oleh para manager dianggap mewakili 50% dari modal perusahaan. Oleh karena itu butuh teknik dan strategi yang tepat agar modal yang besar ini dapat memberi kontribusi positif bagi kemajuan perusahaan. Dari penelitian ini dapat kita lihat bagaimana menentukan kebutuhan bahan, lalu model lot sizing apa yang tepat dan juga menetapkan daftar kebutuhan bahan. Dengan data yang tersedia yaitu seperti catatan historis penggunaan bahan dan jadwal pekerjaan pemeliharaan diolah dan dianalis untuk mendapatkan hasil yang bisa dijadikan acuan dalam perbaikan sistem pengadaan persediaan bahan. Hasilnya dari analisis ini didapatkan nominal biaya bahan untuk bulan juni sebesar Rp. 96.784,- atau sebesar 98,5% dari biaya persediaan dengan teknik yang digunakan sebelum penelitian ini.
PENGARUH SISTEM BONUS PRODUKSI TERHADAP PRODUKTIFITAS PADA INDUSTRI UMKM SEPATU “X” Sarbini, Sarbini
SISTEM Jurnal Ilmu Ilmu Teknik Vol 21 No 1 (2025)
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Wisnuwardhana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37303/sistem.v21i1.303

Abstract

Produktifitas pada umkm sepatu diperlukan peningkatannya karena permintaan pesanan melebihi kapasitas produksi. Kendalanya pada produksi sepatu memakai sistem upah Borongan atau pekerja dibayar berdasar jumlah produksi masing masing pekerja. pengaruh sistem bonus produksi. Produktifitas adalah proses suatu organisasi, individu, atau sistem dalam menghasilkan hasil atau output tertentu berdasarkan jumlah sumber daya yang digunakan. Salah satu cara untuk memotivasi pekerja borongan dengan memberi motivasi berupa sistem bonus produksi agar produktifitas meningkat. Hasil penelitian menunjukkan Produktivitas karyawan mengalami peningkatan dari rata-rata produksi sebelum diberlakukan system bonus sebesar 16,6%, namun ada perbedaan antarapeningkatan produksi pekrja yang sudah terampil dengn pekerja yang belum terampil.
STUDI KOMPARASI KONSTRUKSI BAJA DENGAN KONSTRUKSI BETON BERTULANG DITINJAU DARI SEGI STRUKTUR DAN BIAYA Pratama, Hariyono Seputro Youngky; Prianto, Kusnul; Purwatama, Arif
SISTEM Jurnal Ilmu Ilmu Teknik Vol 21 No 1 (2025)
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Wisnuwardhana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37303/sistem.v21i1.304

Abstract

Pada proyek Pembangunan Parkir Bertingkat Gedung A20 Universitas Negeri Malang ini secara struktur dibedakan menjadi dua bagian yang berbeda, dengan rincian struktur bawah menggunakan material beton bertulang lalu untuk struktur atas menggunakan material baja yang terdiri dari : struktur kolom, struktur balok, dan plat lantainya. Oleh Karena itu dengan penjelasan tersebut perlu adanya pembandingan konstruksi baja dan beton dalam berbagai hal, seperti kekuatan struktural, keandalan, dan biaya. Dari hasil Komparasi antara struktur baja dengan struktur beton bertulang pada gedung parkir A20 Universitas Negeri Malang dapat ditarik suatu kesimpulan yaitu dari perbedaan komponen yang terjadi seperti pada struktur baja memiliki banyak item pekerjaan, seperti pekerjaan voute, pekerjaan plat plendes juga suport untuk plat bordes mengakibatkan penambahan biaya yang cukup signifikan dengan kenaikan biaya dari struktur beton sebesar 31,85%. Alternatif yang lebih ekonomis berdasarkan perbandingan kedua material tersebut yaitu baja dan beton bertulang adalah beton bertulang.