cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
,
INDONESIA
Jurnal Penelitian Kesehatan Suara Forikes
Published by Forum Ilmiah Kesehatan
ISSN : 20863098     EISSN : 25027778     DOI : -
Core Subject : Health,
Journal of Health Research "Forikes Voice" is a medium for the publication of articles on research and review of the literature. We accept articles in the areas of health such as public health, medicine, nursing, midwifery, nutrition, pharmaceutical, environmental health, health technology, clinical laboratories, health education, and health popular.
Arjuna Subject : -
Articles 404 Documents
Search results for , issue "2022" : 404 Documents clear
Pendidikan Orang Tua dan Obesitas Anak Usia Sekolah Nourmayansa Vidya Anggraini; Serri Hutahaean
Jurnal Penelitian Kesehatan SUARA FORIKES Vol 13, No 4 (2022): Oktober 2022
Publisher : FORIKES

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33846/sf13425

Abstract

Parents need high knowledge regarding the incidence of obesity in children, so research is needed on the relationship between parental education and obesity in children. The research design is cross-sectional. The research subjects were 242 students in grades 1-5 of SD X Depok. Data was collected through filling out questionnaires by parents. Nutritional status was measured using a height meter and body scales. Data were analyzed using Chi-square. The statistical test results showed a value of p = 0.809. It was concluded that there was no relationship between parental education and the incidence of obesity in childrenKeywords: child; child obesity; parent education ABSTRAK Orang tua memerlukan pengetahuan yang tinggi terkait kejadian obesitas pada anak, sehingga diperlukan penelitian tentang hubungan antara pendidikan orantua dengan obesitas pada anak. Rancangan penelitian ini adalah cross-sectional. Subyek penelitian adalah 242 siswa kelas 1-5 SD X Depok. Data dikumpulan melalui pengisian kuesioner oleh orang tua. Status gizi diukur menggunakan meteran tinggi badan dan timbangan badan. Data dianalisis menggunakan Chi-square. Hasil uji statistik menunjukkan nilai p = 0,809. Disimpulkan bahwa tidak terdapat hubungan antara pendidikan orang tua dengan kejadian obesitas pada anakKata kunci: anak; obesitas anak; pendidikan orang tua
Gambaran Perilaku Jajan Anak Usia Sekolah di Kecamatan Pesanggrahan, Jakarta Selatan Rian Agus Setiawan; Nila Rostarina; Dewi Susanti
Jurnal Penelitian Kesehatan SUARA FORIKES 2022
Publisher : FORIKES

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33846/sf13nk322

Abstract

 Inadequate nutritional intake can lead to growth problems and impaired learning outcomes. Snacking culture in school-age children is one of the factors causing low nutritional intake in school-age children. So research is needed that aims to look at the description of snacking behavior in school-age children in the Pesanggrahan Village, South Jakarta. This study used a cross-sectional approach, involving 380 students selected by purposive sampling technique. Data were analyzed descriptively. The results showed that the knowledge, attitudes and behavior of school-aged children's snacks were still relatively good with a percentage of >50%. There needs to be government intervention in supervising snacks that are around the school on a regular basis.Keywords: school children; snacking; knowledge; attitude; behavior ABSTRAK Asupan nutrisi yang kurang dapat mengakibatkan masalah pertumbuhan dan gangguan pada hasil belajar. Budaya jajan pada anak usia sekolah menjadi salah satu faktor penyebab rendahnya intake nutrisi pada anak usia sekolah. Maka diperlukan penelitian yang bertujuan melihat gambaran perilaku jajan pada anak usia sekolah di wilayah Kelurahan Pesanggrahan, Jakarta Selatan. Penelitian ini menggunakan pendekatan cross-sectional, yang melibatkan 380 siswa yang dipilih dengan Teknik purposive sampling. Data dianalisis secara deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengetahuan, sikap dan perilaku jajan anak usia sekolah masih tergolong baik dengan persentase >50%. Perlu adanya campur tangan pemerintah dalam mengawasi jajanan yang ada di sekitar sekolah secara rutin.Kata kunci: anak sekolah; jajan; pengetahuan; sikap; perilaku
Gaya Hidup dan Pemilihan Jenis Gigi Tiruan pada Masyarakat Makassar Dian Handayani; Umar Dg. Palallo
Jurnal Penelitian Kesehatan SUARA FORIKES 2022
Publisher : FORIKES

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33846/sf13nk330

Abstract

Things that can be done in overcoming the problem of tooth loss is the use of dentures. Dentures are teeth created by humans to replace damaged teeth due to the inability of humans to maintain healthy teeth. To beautify the appearance of their teeth, many people make dentures. The choice of dentures can be caused by a lifestyle that includes the amount of salary or income, type of work and level of education. This study aims to determine the effect of lifestyle on the selection of denture types. The design of this study was cross-sectional, with 100 respondents. Data was collected through filling out questionnaires and then analyzed using the Chi-square test. The results showed that the p-value for each lifestyle was: income = 0.050, occupation = 0.000 and education = 0.001. Thus it is concluded that there is a relationship between income, employment and education with the choice of dentures.Keywords: dentures; lifestyle; income; work; education ABSTRAK Hal yang dapat dilakukan dalam mengatasi masalah kehilangan gigi adalah penggunaan gigi tiruan. Gigi tiruan merupakan gigi hasil kreasi manusia untuk mengganti gigi yang rusak akibat ketidakmampuan manusia dalam menjaga kesehatan gigi. Untuk memperindah tampilan giginya, banyak orang membuat gigi tiruan. Pemilihan gigi tiruan bisa disebabkan oleh gaya hidup yang mencakup jumlah gaji atau penghasilan, jenis pekerjaan dan tingkat pendidikannya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh gaya hidup terhadap pemilihan jenis gigi tiruan. Rancangan penelitian ini adalah cross-sectional, dengan jumlah responden 100 orang. Data dikumpulkan melalui pengisian kuesioner lalu dianalisis menggunakan uji Chi-square. Hasil penelitian menunjukkan nilai p untuk masing-masing gaya hidup yaitu: penghasilan = 0,050, pekerjaan = 0,000 dan pendidikan = 0,001. Dengan demikian disimpulkan bahwa ada hubungan antara penghasilan, pekerjaan dan pendidikan dengan pemilihan gigi tiruan.Kata kunci: gigi tiruan; gaya hidup; penghasilan; pekerjaan; pendidikan
Dampak Tsunami Terhadap Kesehatan Mental Anak Bs. Titi Haerana; Alifka Rahmayanti Jamaluddin; Rimawati Aulia Insani Sadarang; Irwandi Rachman; Reski Ihsan Humang
Jurnal Penelitian Kesehatan SUARA FORIKES 2022
Publisher : FORIKES

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33846/sf13nk406

Abstract

Indonesia's geographical, geological, hydrological and demographic conditions make this country prone to natural disasters. One of them is the tsunami disaster which can have an impact on the mental health of children psychologically, this impact is rarely a concern. The impact will cause long-term effects if you don't get the appropriate help. This study aims to assess the impact of the tsunami on children's mental health. The research method used was narrative review which was conducted by searching for published articles related to the impact of the tsunami on mental health. A literature search was conducted from 14 to 30 April 2021 through the Google Scholar database with the search keywords "tsunami impact", "mental health, and "children", with the search year being limited to 2006 to 2021. The actual impact found on child survivors may vary including changes in attitude such as children becoming more sensitive, crying easily, easily angry, when they hear something rumbling they immediately panic and cry, often worry about going home, those who were initially cheerful and intelligent after the earthquake were more silent and withdrawn. These conditions can be handled properly and detected early on by identifying problems with victims of natural disasters so that they don't get worse and have long-term impacts.Keywords: mental health; tsunami disaster; child ABSTRAK Kondisi geografis, geologis, hidrologis maupun demografis Indonesia menjadikan negara ini rawan bencana alam. Salah satunya adalah bencana tsunami yang dapat menimbulkan dampak terhadap kesehatan mental anak psikologis, dampak ini masih jarang menjadi perhatian. Dampak akan menyebabkan efek jangka panjang jika tidak mendapatkan pertolongan yang sesuai. Kajian ini bertujuan untuk menilai dampak tsunami terhadap kesehatan mental anak. Metode penelitian yang digunakan adalah narrative review yang dilakukan dengan mencari artikel terkait dengan dampak tsunami terhadap kesehatan mental yang sudah dipublikasikan. Penelusuran literatur dilakukan pada tanggal 14 sampai 30 April 2021 melalui database Google Scholar dengan kata kunci pencarian “dampak tsunami”, “kesehatan mental, dan “anak”, dengan tahun pencarian dibatasi tahun 2006 sampai 2021. Dampak yang ditemukan pada penyintas anak sebenarnya dapat bervariasi di antaranya yaitu terjadinya perubahan sikap seperti anak menjadi lebih sensitif, mudah menangis, mudah marah, apabila mendengar sesuatu yang bergemuruh langsung panik dan menangis, sering khawatir masuk rumah, yang awalnya ceria dan cerdas setelah gempa lebih banyak diam dan menarik diri. Kondisi tersebut dapat ditangani dengan baik dan dideteksi sejak awal dengan cara melakukan identifikasi masalah pada korban bencana alam agar tidak semakin memburuk dan berdampak jangka panjang.Kata kunci: kesehatan mental; bencana tsunami; anak
Komunikasi Terapeutik Perawat dan Tingkat Kecemasan Pasien Suspek Covid-19 Lina Indrawati; Emilia Wahyuningsih; Hilda Meriyandah Agil
Jurnal Penelitian Kesehatan SUARA FORIKES 2022
Publisher : FORIKES

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33846/sf13nk329

Abstract

Stress and anxiety are normal feelings when facing a crisis like the Covid-19 pandemic, especially for patients who are hospitalized. One of the factors that can reduce the patient's anxiety level is therapeutic communication. The more information you get, the less worried you will be, which in turn will reduce anxiety. This study aims to determine the relationship between nurses' therapeutic communication and the anxiety level of patients with suspected Covid-19. The design of this study was cross-sectional, involving 27 patients selected by convenient sampling technique. The independent variable is therapeutic communication and the dependent variable is anxiety level. Measuring tool was a questionnaire and data were analyzed using the Chi Square test. The results of the statistical test showed a p value of 0.000, which indicated that there was a relationship between nurse therapeutic communication and anxiety levels in suspected Covid-19 patients in the Covid-19 Suspect Room, Cibitung Medika Hospital.Keywords: therapeutic communication; anxiety level; Covid-19 ABSTRAK Stress dan cemas adalah perasaan yang normal saat menghadapi krisis seperti pandemik Covid-19, terutama bagi pasien yang dirawat di rumah sakit. Salah satu faktor yang dapat menurunkan tingkat kecemasan pasien yaitu  komunikasi terapeutik. Semakin banyak informasi yang didapatkan, maka kekhawatiran akan berkurang, yang akhirnya akan menurunkan kecemasan. Penelitian ini bertujuan untuk untuk mengetahui hubungan antara komunikasi terapeutik perawat  dengan tingkat kecemasan pasien suspek Covid-19. Rancangan penelitian ini adalah cross-sectional, dengan melibatkan 27 pasien yang dipilih dengan teknik convenient sampling. Variabel independen adalah komunikasi terapeutik dan variabel dependen adalah tingkat kecemasan. Alat ukur adalah kuesioner dan data dianalisis menggunakan uji Chi Square. Hasil  uji statistik menunjukkan nilai p 0,000, yang menunjukan bahwa ada hubungan komunikasi terapeutik perawat dengan tingkat kecemasan pada pasien suspek Covid- 19 di Ruang Suspek Covid-19, Rumah Sakit Cibitung Medika.Kata kunci: komunikasi terapeutik; tingkat kecemasan; Covid-19
Tingkat Pengetahuan dan Perilaku Pengobatan Sendiri (Studi Kasus di Apotek Kabupaten Kendal) Anisa Rahmawati; Muhammad Ikhsan; Junvidya Heroweti
Jurnal Penelitian Kesehatan SUARA FORIKES 2022
Publisher : FORIKES

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33846/sf13nk319

Abstract

Self-medication is an effort made by the community to treat minor illnesses such as flu, cough, fever and others without a doctor's prescription. In practice, limited knowledge about drugs will be a source of problems. So research is needed that aims to determine the relationship between the level of knowledge and self-medication behavior. This study involved 96 respondents selected by purposive sampling technique. Data was collected through filling out questionnaires and then analyzed descriptively. The results showed that the majority of patients who visited the pharmacy were aged 26-50 years (65%), female (56%), high school educated (68%), income Rp 1,000,000-2,500,000,000 per month (29%), place of residence to the pharmacy <5 km (56%) and work as an employee (51%). The most knowledge level category was moderate (64.5%), while self-medication behavior category was sufficient (62.5%). It was concluded that there was a correlation between education level and knowledge level, between education level and self-medication behavior and between knowledge level and self-medication behavior.Keywords: pharmacy; self-medication behavior; knowledge ABSTRAK Pengobatan sendiri merupakan upaya yang dilakukan masyarakat untuk mengobati penyakit ringan seperti flu, batuk, demam dan lain-lain tanpa resep dokter. Pada pelaksanaannya, keterbatasan pengetahuan tentang obat akan menjadi sumber masalah. Maka diperlukan penelitian yang bertujuan untuk mengetahui hubungan antara tingkat pengetahuan dengan perilaku pengobatan sendiri. Penelitian ini melibatkan 96 responden yang dipilih dengan teknik purposive sampling. Data dikumpulkan melalui pengisian kuesioner lalu dianalisis secara deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mayoritas pasien yang berkunjung ke apotek berusia 26-50 tahun (65%), perempuan (56%), berpendidikan SMA (68%), berpendapatan Rp 1.000.000-2.500.000.000 per bulan (29%), jarak tempat tinggal ke apotek <5 km (56%) dan bekerja sebagai karyawan (51%). Kategori tingkat pengetahuan terbanyak adalah sedang (64,5%), sedangkan kategori perilaku pengobatan sendiri adalah cukup (62,5%). Disimpulkan bahwa ada korelasi antara tingkat pendidikan dengan tingkat pengetahuan, antara tingkat pendidikan dengan perilaku pengobatan sendiri dan antara tingkat pengetahuan dengan perilaku pengobatan sendiri.Kata kunci: apotek; perilaku pengobatan sendiri; pengetahuan
Resiliensi Remaja yang Tinggal di Daerah Rawan Bencana Gempa Bumi Dan Tsunami di Kota Padang Fitri Mailani; Mahathir Mahathir; Yolanda Sukarma
Jurnal Penelitian Kesehatan SUARA FORIKES 2022
Publisher : FORIKES

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33846/sf13nk338

Abstract

The number of earthquake and tsunami natural disasters that occurred in Indonesia. Adolescents are one of the vulnerable groups who directly feel, experience and witness the impact of natural disasters, which can indirectly affect the psychologically immature growth process experienced by adolescents. The purpose of this study was to see an overview of the resilience of adolescents who live in areas prone to earthquakes and tsunamis in the city of Padang. This study used a cross-sectional design, involving 73 adolescents selected by accidental sampling technique. Data were collected through a questionnaire (ARDT-Q37), then analyzed descriptively in the form of frequency and proportion of each youth resilience sub-variable. It was found that the resilience of adolescents living in earthquake and tsunami prone areas was in the good category (56.2%) which was influenced by the components of helping, adaptability, self-confidence, Trusting in God and Hopefulness and social support.Keywords: disaster; teenager; resilienceABSTRAK Banyaknya kejadian bencana alam gempa bumi dan tsunami yang terjadi di Indonesia. Remaja merupakan salah satu kelompok rentan yang secara langsung merasakan, mengalami dan menyaksikan dampak yang ditimbulkan dari bencana alam, yang secara tidak langsung dapat mempengaruhi proses pertumbuhan secara psikologis yang belum matang yang dialami oleh remaja. Tujuan penelitian ini adalah untuk melihat gambaran resiliensi remaja yang tinggal di daerah rawan bencana gempa bumi dan tsunami di Kota Padang. Penelitian ini menggunakan desain cross-sectional, yang melibatkan 73 remaja yang dipilih dengan teknik accidental sampling. Data dikumpulkan melalui kuesioner (ARDT-Q37), lalu dianalisis secara deskriptif berupa frekuensi dan proporsi masing-masing sub-variabel resiliensi remaja. Didapatkan gambaran resiliensi remaja yang tinggal di daerah rawan bencana gempa bumi dan tsunami berada pada kategori baik (56,2%) yang dipengaruhi oleh komponen helping, adaptability, self-confidence, Trusting in God and Hopefulness serta social supporting.Kata kunci: bencana; remaja; resiliensi
Strategi Pencegahan Keterlambatan Pengembalian Dokumen Rekam Medis Rawat Jalan Poli KIA di Puskesmas Siliragung Kabupaten Banyuwangi Novita Nuraini; Dewi Candra Agustin; Dony Setiawan Hendyca Putra; Indah Muflihatin
Jurnal Penelitian Kesehatan SUARA FORIKES 2022
Publisher : FORIKES

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33846/sf13nk444

Abstract

According to the hospital's minimum service standards, the target for delays in returning medical record documents must reach 0% with 100% completeness of contents. The purpose of this study is to devise and implement strategies to prevent delays in returning medical record documents outpatient MCH poly. This type of research was qualitative using the PDCA method. The research subjects were medical record coordinators, medical record officers, MCH poly officers, DPJP, midwives, and heads of health center. Data were collected through interviews, observation, documentation studies, NGT and brainstorming. The validity test of the data was carried out by triangulating sources, time and techniques. The results of the research at the Plan stage were the identification of factors causing delays in DRM returns based on 5M, the man element, namely education that was still not in accordance with medical record qualifications, lack of knowledge of officers regarding DRM returns, lack of work experience due to a relatively new working period. The element of money was the insufficient budget for medical record facilities. The material element was that there are still incomplete DRM fillings. The machine element was that there were still problems with errors/slowness when inputting patient data on a computer/laptop, there was no telephone in the filing room, the use of expedition books was not optimal. The element of the method was that there was no SOP related to DRM returns and was also a priority problem with the proposed plan, namely making SOPs related to returning DRM and changing items in the expedition book. The do stage was carried out in April-May where before and after implementation there was a decrease. The Check stage had met the target so that the proposed planning activities could be continued in the action stage. The Action stage was validation and socialization regarding the SOP for returning DRM every month and optimizing the filling out of expedition books. It is recommended to optimize the filling out of expedition books, socialize SOPs every month, and evaluate the performance of officers.Keywords: PDCA; outpatient; medical records; public health center ABSTRAK Menurut standar pelayanan minimal rumah sakit, target keterlambatan pengembalian dokumen rekam medik harus mencapai 0% dengan kelengkapan isi 100%. Tujuan penelitian ini yaitu untuk menyusun dan melaksanakan strategi pencegahan keterlambatan pengembalian dokumen rekam medik rawat jalan poli KIA. Jenis penelitian yaitu kualitatif dengan menggunakan metode PDCA. Subjek penelitian yaitu koordinator rekam medis, petugas rekam medis, petugas poli KIA, DPJP, bidan, dan kepala puskesmas. Data dikumpulkan melalui wawancara, observasi, studi dokumentasi, NGT dan brainstorming. Uji keabsahan data dilakukan dengan triangulasi sumber, waktu dan teknik. Hasil penelitian pada tahap Plan adalah identifikasi faktor penyebab keterlambatan pengembalian DRM berdasarkan 5M, unsur man yaitu pendidikan yang masih belum sesuai dengan kualifikasi rekam medis, kurangnya pengetahuan petugas terkait pengembalian DRM, kurangnya pengalaman kerja akibat masa kerja yang terbilang baru. Unsur money yaitu anggaran dana yang kurang memenuhi untuk fasilitas rekam medis. Unsur material yaitu masih terdapat ketidaklengkapan pengisian DRM. Unsur machine yaitu masih terjadi kendala error/lemot saat input data pasien dalam komputer/laptop, tidak adanya telepon dalam ruang filing, kurang optimalnya penggunaan buku ekspedisi. Unsur method yaitu tidak adanya SOP terkait pengembalian DRM dan juga menjadi prioritas masalah dengan rencana usulan yaitu pembuatan SOP terkait pengembalian DRM dan perubahan item dalam buku ekspedisi. Tahap do dilakukan pada bulan April-Mei dimana sebelum dan sesudah pelaksanaan mengalami penurunan. Tahap Check telah memenuhi target sehingga usulan kegiatan perencanaan dapat dilanjutkan dalam tahap action. Tahap Action yaitu pengesahan dan sosialisasi terkait SOP pengembalian DRM setiap bulan serta pengoptimalan pengisian buku ekspedisi. Disarankan pengoptimalan pengisian buku ekspedisi, sosialisasi SOP setiap bulan, dan evaluasi kinerja petugas.Kata kunci: PDCA; rawat jalan; rekam medis; puskesmas
Pemetaan Persebaran dan Pengukuran Balita Stunting di Kabupaten Jember Berbasis Sistem Informasi Geografis Niyalatul Muna; Dinda Meidy Herdayanti; Feby Erawantini; Muhammad Yunus
Jurnal Penelitian Kesehatan SUARA FORIKES 2022
Publisher : FORIKES

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33846/sf13nk326

Abstract

Stunting is a growth and development disorder experienced by children due to malnutrition, repeated infections, and inadequate psychosocial stimulation. Efforts are needed to reduce the prevalence of stunting. Geographical information systems can be utilized in efforts to reduce the prevalence of stunting as a material for consideration in decision making from a regional perspective and as a medium for sharing information about stunting. This mapping system uses the Inkscape application to digitize maps. This study aims to design and build a geographic information system for the distribution of stunting events in Jember Regency. The system development method used was the prototype method. This research produced a geographic information system that can display a map equipped with color gradations as an indicator of the high and low prevalence of stunting in toddlers in Jember Regency and information about stunting.Keywords: geographic information system; stunting; prototypes; Inkscape ABSTRAK Stunting merupakan gangguan pertumbuhan dan perkembangan yang dialami anak akibat gizi buruk, infeksi berulang, dan stimulasi psikososial yang tidak memadai. Diperlukan upaya untuk menurunkan prevalensi stunting. Sistem informasi geografis dapat dimanfaatkan dalam upaya penurunan prevalensi stunting sebagai bahan pertimbangan pengambilan keputusan melalui perspektif kewilayahan dan sebagai media untuk berbagi informasi tentang stunting. Sistem pemetaan ini menggunakan aplikasi Inkscape untuk melakukan digitasi peta. Penelitian ini bertujuan untuk merancang dan membangun sistem informasi geografis persebaran kejadian stunting di Kabupaten Jember. Metode pengembangan sistem yang digunakan yaitu metode prototype. Penelitian ini menghasilkan sebuah sistem informasi geografis yang dapat menampilkan peta yang dilengkapi dengan gradasi warna sebagai indikator tinggi rendahnya prevalensi stunting pada balita di Kabupaten Jember dan Informasi mengenai stunting.Kata kunci: sistem informasi geografis; stunting; prototype; Inkscape
Manajemen Penanganan Konstipasi pada Anak Kanker dengan Pendekatan Teori Konservasi Levine Munqidz Zahrawaani; Allenidekania Allenidekania; Zesi Aprilia
Jurnal Penelitian Kesehatan SUARA FORIKES 2022
Publisher : FORIKES

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33846/sf13nk301

Abstract

Children with cancer who experience constipation due to the effects of chemotherapy have an increased prevalence. Constipation is considered an important problem with a significant impact on lifestyle. Constipation that occurs in children with chemotherapy needs to be given appropriate nursing care using an approach that focuses on conservation, namely the Levine Conservation Model, which is oriented towards energy conservation, structural integrity conservation, personal integrity conservation and social integrity conservation. The purpose of this case report is to provide an overview of the application of the Levine Conservation Model in providing nursing care to children with a diagnosis of cancer who are undergoing chemotherapy with constipation. The results of the nursing evaluation indicated that constipation problems could be resolved during treatment.Keywords: chemotherapy; constipation; cancer in children; Levine Conservation  ABSTRAK Anak pengidap kanker yang mengalami konstipasi akibat efek dari kemoterapi mengalami peningkatan prevalensi. Konstipasi dianggap sebagai masalah penting dengan dampak signifikan pada gaya hidup. Konstipasi yang terjadi pada anak dengan kemoterapi perlu diberikan asuhan keperawatan yang tepat menggunakan pendekatan yang berfokus kepada konservasi yakni Model Konservasi Levine, yang berorientasi pada konservasi energi, konservasi integritas struktural, konservasi intergritas personal dan konservasi integritas sosial. Tujuan case report ini adalah memberikan gambaran tentang penerapan Model Konservasi Levine dalam memberikan asuhan keperawatan pada anak dengan diagnosis kanker yang menjalani kemoterapi dengan konstipasi. Hasil evaluasi keperawatan menunjukkan bahwa masalah konstipasi dapat teratasi selama perawatan.Kata kunci: kemoterapi; konstipasi; kanker pada anak; Konservasi Levine

Filter by Year

2022 2022


Filter By Issues
All Issue Vol 16, No 4 (2025): Oktober-Desember 2025 Vol 16, No 3 (2025): Juli-September 2025 Vol 16, No 2 (2025): April-Juni 2025 (up coming) Vol 16, No 2 (2025): April-Juni 2025 Vol 16, No 1 (2025): Januari-Maret 2025 Vol 15, No 4 (2024): Oktober-Desember 2024 Vol 15, No 3 (2024): Juli-September 2024 Vol 15, No 2 (2024): April-Juni 2024 Vol 15, No 1 (2024): Januari-Maret 2024 2024 Vol 14, No 4 (2023): Oktober - Desember 2023 Vol 14, No 3 (2023): Juli - September 2023 Vol 14, No 2 (2023): April 2023 Vol 14, No 1 (2023): Januari 2023 2023 Vol 13, No 4 (2022): Oktober 2022 Vol 13, No 3 (2022): Juli 2022 Vol 13, No 2 (2022): April 2022 Vol 13, No 1 (2022): Januari 2022 Vol 13 (2022): Nomor Khusus Februari 2022 Vol 13 (2022): Nomor Khusus Januari 2021 2022 Vol 12, No 4 (2021): Oktober 2021 Vol 12, No 3 (2021): Juli 2021 Vol 12, No 2 (2021): April 2021 Vol 12 (2021): Nomor Khusus April 2021 Vol 12 (2021): Nomor Khusus November 2021 Vol 12 (2021): Nomor Khusus Januari 2021 Vol 12, No 1 (2021): Januari Vol 11, No 3 (2020): Juli 2020 Vol 11, No 2 (2020): April 2020 Vol 11, No 1 (2020): Januari 2020 Vol 11 (2020): Nomor Khusus Mei-Juni 2020 Vol 11 (2020): Nomor Khusus Maret-April 2020 Vol 11 (2020): Nomor Khusus November-Desember 2020 Vol 11 (2020): Nomor Khusus Januari-Februari 2020 Vol 11, No 4 (2020): Oktober Vol 10, No 4 (2019): Oktober 2019 Vol 10, No 3 (2019): Juli 2019 Vol 10, No 2 (2019): April 2019 Vol 10, No 2 (2019): April 2019 Vol 10, No 1 (2019): Januari 2019 Vol 9, No 4 (2018): Oktober 2018 Vol 9, No 3 (2018): Juli 2018 Vol 9, No 2 (2018): April 2018 Vol 9, No 1 (2018): Januari 2018 Vol 8, No 4 (2017): Oktober 2017 Vol 8, No 3 (2017): Juli 2017 Vol 8, No 2 (2017): April 2017 Vol 8, No 1 (2017): Januari 2017 Vol 7, No 4 (2016): Oktober 2016 Vol 7, No 3 (2016): Juli 2016 Vol 7, No 2 (2016): April 2016 Vol 7, No 1 (2016): Januari 2016 Vol 6 (2015): Nomor Khusus Hari Kesehatan Nasional More Issue