cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
,
INDONESIA
Jurnal Penelitian Kesehatan Suara Forikes
Published by Forum Ilmiah Kesehatan
ISSN : 20863098     EISSN : 25027778     DOI : -
Core Subject : Health,
Journal of Health Research "Forikes Voice" is a medium for the publication of articles on research and review of the literature. We accept articles in the areas of health such as public health, medicine, nursing, midwifery, nutrition, pharmaceutical, environmental health, health technology, clinical laboratories, health education, and health popular.
Arjuna Subject : -
Articles 404 Documents
Search results for , issue "2022" : 404 Documents clear
Efektifitas Gel Daun Sirih Merah (Piper crocatum Ruiz & Pav) 15% dan Salep Povidon Iodin 10% untuk Penyembuhan Luka Perineum Ibu Nifas Rismahara Lubis; Yusniar Siregar; Awaluddin Saragih
Jurnal Penelitian Kesehatan SUARA FORIKES 2022
Publisher : FORIKES

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33846/sf13nk339

Abstract

Perineal tears that are not handled properly can cause infection. Several ways to treat perineal wounds due to childbirth have been widely studied, one of which is by using herbal plants such as red betel leaves which are known to have antiseptic and antibacterial effects. This study aims to analyze the differences in the effectiveness of 15% red betel leaf gel and 10% Povidone Iodine ointment for healing perineal wounds in postpartum mothers. This experimental research design was a posttest only with a control group. The population of this study was all postpartum women who had perineal tears with the sample being postpartum women who had grade 2 perineal tears who met the inclusion criteria totaling 30 people in each group. The difference test was performed using the Mann-Whitney U. The results of the analysis showed that there was a difference in the average number of days required for the second degree perineal wound to heal. Postpartum mothers who were intervened by giving red betel leaf gel 15% faster, namely 5.40 (3-8) days, compared to the group given Povidone Iodine ointment 10%, namely 9.50 (8.40-10.60) days. It was concluded that 15% red betel leaf gel heals perineal wounds faster.Keywords: red betel leaf; povidone iodine; perineal wound ABSTRAK Robekan perineum yang tidak ditangani dengan baik dapat menimbulkan infeksi. Beberapa cara untuk  perawatan luka perineum akibat persalinan telah banyak diteliti, salah satunya dengan menggunakan tanaman herbal seperti daun sirih merah yang diketahui memiliki efek antiseptik dan antibakteri. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perbedaan efektifitas gel daun sirih merah 15% dan salep Povidon Iodin 10% untuk penyembuhan luka perineum pada ibu postpartum. Rancangan penelitian eksperimental ini adalah posttest only with control group. Populasi penelitian ini adalah seluruh ibu nifas yang mengalami robekan perenium dengan sampel adalah ibu nifas yang mengalami robekan perenium derajat 2 yang memenuhi kriteria inklusi berjumlah masing-masing kelompok 30 orang. Uji perbedaan dilakukan menggunakan Mann-Whitney U. Hasil analisis menunjukkan bahwa ada perbedaan rerata jumlah hari yang diperlukan untuk penyembuhan luka perineum derajat II. Ibu nifas yang diintervensi dengan pemberian gel daun sirih merah 15% lebih cepat yaitu 5,40 (3-8) hari, dibandingkan dengan kelompok yang diberi salep Povidone Iodine 10% yaitu 9,50 (8,40-10,60) hari. Disimpulkan bahwa gel daun sirih merah 15% lebih cepat menyembuhkan luka perineum.Kata Kunci: daun sirih merah; povidone iodine; luka perineum
Peningkatan Pengetahuan Kontrasepsi pada Calon Pengantin Melalui Komunikasi Persuasif Ade Muzayanah; Agustina Agustina
Jurnal Penelitian Kesehatan SUARA FORIKES 2022
Publisher : FORIKES

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33846/sf13nk316

Abstract

Public knowledge about contraception is still lacking resulting in low use of contraception. Therefore, research is needed which aims to determine the effect of contraceptive education on the knowledge of prospective brides at the KUA of Cilincing District, which will be carried out from March to June 2022. This research is an experimental study with a pretest-posttest two group design with poster and video media, involving 96 prospective brides. selected by purposive sampling technique. The collected data were analyzed using the Wilcoxon signed ranks and Mann Whitney tests. The results showed that the value of p = 0.000 to test the difference in effectiveness. It was concluded that contraceptive education using video media was more effective than poster media.Keywords: future bride and groom; education; contraception; knowledge ABSTRAK Pengetahuan masyarakat mengenai kontrasepsi masih sangat kurang menimbulkan rendahnya penggunaan kontrasepsi. Maka diperlukan penelitian yang bertujuan untuk mengetahui pengaruh edukasi kontrasepsi terhadap pengetahuan calon pengantin di KUA Kecamatan Cilincing yang dilaksanakan bulan Maret-Juni 2022. Penelitian ini merupakan studi eksperimental dengan rancangan pretes-posttest two group design dengan media poster dan video, yang melibatkan 96 calon pengantin yang dipilih dengan teknik purposive sampling. Data yang telah terkumpul dianalisis dengan uji Wilcoxon signed ranks dan Mann Whitney. Hasil penelitian menunjukkan nilai p = 0,000 untuk uji perbedaan efektifitas. Disimpulkan bahwa edukasi kontrasepsi dengan media video lebih efektif jika dibandingkan melalui media poster.Kata kunci: calon pengantin; edukasi; kontrasepsi; pengetahuan
Faktor Penyebab Ketidaklengkapan Pengisian Dokumen Rekam Medis Rawat Inap Rumah Sakit Azis, Anisya; Alfiansyah, Gamasiano; Wijayanti, Rossalina Adi; Selviyanti, Erna
Jurnal Penelitian Kesehatan SUARA FORIKES 2022
Publisher : FORIKES

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33846/sf.v13i0.2177

Abstract

The standard for completing medical record documents is 100%, but in some hospitals it is still common to find incomplete filling of medical record documents. So a study is needed that aims to analyze the factors that cause incomplete filling of medical record documents for inpatients at the hospital by using the 5M management elements, namely Man, Materials, Method, Machine, and Money. This study is a literature review of 14 articles obtained from Google Scholar, Garuda, and Crossref. Of the 14 articles reviewed, the causes of incomplete filling in medical record documents for inpatients at the hospital are the lack of discipline of doctors in completing medical records, lack of facilities and infrastructure to support medical record filling, lack of socialization regarding filling out medical record documents, lack of reward and punishment, and limited funds.Keywords: incompleteness; medical records; inpatient; hospital ABSTRAK Standar kelengkapan pengisian dokumen rekam medis adalah 100%, namun pada di beberapa rumah sakit masih sering ditemukan ketidaklengkapan pengisian dokumen rekam medis. Maka diperlukan studi yang bertujuan untuk menganalisis faktor penyebab ketidaklengkapan pengisian dokumen rekam medis pasien rawat inap di rumah sakit dengan menggunakan unsur manajemen 5M, yaitu Man, Materials, Method, Machine, dan Money. Studi ini merupakan literature review terhadap 14 artikel yang didapatkan dari Google Scholar, Garuda, dan Crossref. Dari 14 artikel yang ditelaah, penyebab ketidaklengkapan pengisian dokumen rekam medis pasien rawat inap di rumah sakit adalah kurangnya kedisiplinan dokter dalam melengkapi rekam medis, kurangnya sarana dan prasarana pendukung pengisian rekam medis, kurangnya sosialisasi mengenai pengisian dokumen rekam medis, belum adanya reward dan punishment, dan terbatasnya dana.Kata kunci: ketidaklengkapan; rekam medis; rawat inap; rumah sakit
Peningkatan Pencegahan Catheter Associated Urinary Tractus Infection Melalui Penerapan Hasil Pengembangan Bundle CAUTI Berbasis Proses Keperawatan Waluyo Waluyo; Kusnanto Kusnanto; Yanis Kartini
Jurnal Penelitian Kesehatan SUARA FORIKES 2022
Publisher : FORIKES

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33846/sf13nk334

Abstract

CAUTI can be prevented by implementing proven evidence-based practices such as the CAUTI bundle. The research objective was to develop a nursing process-based CAUTI bundle for CAUTI prevention. The research design is a mixed method. The first stage was the observation of 50 nurses carrying out the CAUTI bundle on 53 patients for 1 month. Data were analyzed descriptively, continued with literature studies, conducted FGDs with 31 participants, consulted with 7 experts, compiled the nursing process-based CAUTI module bundle, and compiled the CAUTI SPO bundle. The second stage was a module trial with a one-group pre-post test design, which involved 51 nurses and 116 patients who had urinary catheters attached. Data were analyzed using the Wilcoxon signed rank test. The results of phase 1 research showed that the implementation of the CAUTI bundle before development was included in the sufficient category at 63.24%. The results of the second phase of the study, namely the implementation of the CAUTI bundle as a result of the development before socialization, were included in the sufficient category (60.12%), and after socialization, it was included in the good category (78.71%). The results of the development module trial showed a significant difference between before and after treatment with a p = 0.000. Each component of the CAUTI bundle is explained briefly about the concept, proper assessment, problems encountered, action plans, efforts to improve compliance, how to ensure the right actions are taken and how to take the right actions. The implementation of the CAUTI bundle as a result of this development involves nurses, PPI committee and management.Keywords: CAUTI bundles; nursing process; CAUTI prevention ABSTRAK CAUTI dapat dicegah dengan menerapkan praktik berbasis bukti yang sudah teruji seperti bundle CAUTI. Tujuan penelitian adalah mengembangkan bundle CAUTI berbasis proses keperawatan terhadap pencegahan CAUTI. Desain penelitian ini adalah mixed method. Tahap pertama adalah observasi 50 perawat dalam melaksanakan bundle CAUTI  pada 53 pasien selama 1 bulan.  Data dianalisis secara deskriptif, dilanjutkan studi literatur, melaksanakan FGD dengan 31 partisipan, konsultasi dengan 7 pakar, menyusun modul bundle CAUTI berbasis proses keperawatan, dan menyusun SPO bundle CAUTI. Tahap kedua adalah uji coba modul dengan rancangan one-group pre-post test design, yang melibatkan 51 perawat dan 116 pasien yang terpasang kateter urin. Data dianalisis menggunakan Wilcoxon signed rank test. Hasil penelitian tahap 1 menunjukkan bahwa pelaksanaan bundle CAUTI sebelum pengembangan termasuk dalam kategori cukup 63,24%. Hasil penelitian tahap kedua yaitu pelaksanaan bundle CAUTI hasil pengembangan sebelum sosialisasi termasuk dalam kategori cukup (60,12%), dan sesudah sosialisasi termasuk dalam kategori baik (78,71%). Hasil uji coba modul hasil pengembangan menunjukkan perbedaan yang signifikan antara sebelum dengan setelah perlakuan dengan nilai p = 0,000. Setiap komponen bundle CAUTI dijelaskan tentang konsep secara singkat, pengkajian yang tepat, masalah yang dihadapi, rencana tindakan, upaya meningkatkan kepatuhan, cara memastikan tindakan yang tepat tetap dilakukan dan bagaimana cara melakukan tindakan yang tepat. Pelaksanaan bundle CAUTI hasil pengembangan ini melibatkan perawat, komite PPI dan pihak manajemen.Kata kunci: bundle CAUTI; proses keperawatan; pencegahan CAUTI
Kombinasi Infrared dan William Flexion Exercise Efektif Menurunkan Nyeri dan Meningkakan Fleksibilitas Otot Pada Kasus Low Back Pain Miogenik Nurul Halimah; Angria Pradita; Mokhtar Jamil
Jurnal Penelitian Kesehatan SUARA FORIKES Vol 13, No 4 (2022): Oktober 2022
Publisher : FORIKES

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33846/sf.v13i4.2663

Abstract

Low back pain is a contemporary neurophysiological pain that distorts pain perception and causes limitation of physical activity. So research is needed which aims to determine the effect of a combination of infrared and William flexion exercises on changes in pain intensity and muscle flexibility. The research design was one group pretest–posttest, involving 40 patients with low back pain who were selected using a purposive sampling technique. The intervention given was physiotherapy in the form of infrared combined with William flexion exercises for a month. Pain level was measured using a visual analogue scale (VAS) and Modified Schober Test (MST) which were measured before and after 8 times of physiotherapy. The hypothesis was tested with the Wilcoxon test. The median VAS value before the intervention was 6.00 and after the intervention was 2.00 with a p value of 0.00. The median MST value pre-intervention was 18.00 and post-intervention was 25.00 with a p-value of 0.00. It was concluded that the combination of infrared and william flexion exercise can reduce pain and increase muscle flexibility in cases of myogenic low back pain.Keywords: low back pain; infrared; William flexion exercise ABSTRAK Low back pain merupakan nyeri neurofisiologis kontemporer yang mendistorsi persepsi nyeri dan menyebabkan keterbatasn aktivitas fisik. Maka diperlukan penelitian yang bertujuan untuk mengetahui pengaruh kombinasi infrared dan latihan William flexion terhadap perubahan intensitas nyeri dan fleksibilitas otot. Rancangan penelitian ini one group pretest–posttest, yang melibatkan 40 penderita low back pain yang dipilih dengan teknik purposive sampling. Intervensi yang diberikan adalah fisioterapi berupa infrared yang dikombinasikan dengan latihan William flexion selama sebulan. Tingkat nyeri diukur menggunakan visual analogue scale (VAS) dan Modified Schober Test (MST) yang diukur sebelum dan setelah 8 kali fisioterapi. Hipotesis diuji dengan Wilcoxon test.  Nilai VAS median pra intervensi adalah 6,00 dan pasca intervensi adalah 2,00 dengan nilai p 0,00. Nilai median MST pra intervensi adalah 18,00 dan pasca intervensi adalah 25,00 dengan nilai p 0,00. Disimpulkan bahwa kombinasi infrared dan william flexion exercise dapat menurunkan nyeri dan meningkatkan fleksibilitas otot pada kasus low back pain miogenik.Kata kunci: low back pain; infrared; William flexion exercise
Mutu Pengelolaan Obat di Puskesmas Kabupaten Lombok Tengah Nusa Tenggara Barat Almahera Almahera; Titik Sunarni; Ika Purwidyaningrum
Jurnal Penelitian Kesehatan SUARA FORIKES 2022
Publisher : FORIKES

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33846/sf13nk320

Abstract

The community health center is one of the basic health service facilities that is responsible for organizing public health efforts, but in practice it is still constrained in realizing standardized pharmaceutical services. So research is needed that aims to determine the quality of drug administration. This descriptive research was conducted in thirteen community health centers in Central Lombok District. Data taken from primary and secondary sources. There were 28 indicators of drug management and 9 indicators had met predetermined standards. Required item accuracy = 195.40%, item suitability with disease pattern = 76.56%, planning accuracy = 230.26%, psychotropic storage = 85.71%, precursor storage = 66.67%, OOT = 50%, high -alert = 82.36% and drug availability rate = 28.67%. It was concluded that the drug management indicators at the Central Lombok District Health Center did not meet the established standards and improvements needed to be made starting from the planning stage to the control stage.Keywords: community health center; drug management; quality ABSTRAK Pusat kesehatan masyarakat merupakan salah satu fasilitas pelayanan kesehatan dasar yang bertanggung jawab menyelenggarakan upaya kesehatan masyarakat, tetapi dalam pelaksanaanya masih terkendala dalam mewujudkan pelayanan kefarmasian yang terstandar. Maka diperlukan penelitian yang bertujuan untuk mengetahui mutu pengelolaan obat. Penelitian deskriptif ini dilakukan di tiga belas puskesmas di Kabupaten Lombok Tengah. Data diambil dari sumber primer dan sekunder. Ada 28 indikator pengelolaan obat dan 9 indikator sudah memenuhi standar yang telah ditentukan. Ketepatan item permintaan = 195,40%, kesesuaian item dengan pola penyakit = 76,56%, ketepatan perencanaan = 230,26%, penyimpanan psikotropik = 85,71%, penyimpanan prekursor = 66,67%, OOT = 50%, high-alert = 82,36% dan tingkat ketersediaan obat = 28,67%. Disimpulkan bahwa indikator pengelolaan obat di puskesmas Kabupaten Lombok Tengah belum memenuhi standar yang telah ditetapkan dan perlu dilakukan perbaikan mulai dari tahapan perencanaan sampai dengan pengendalian.Kata kunci: pusat kesehatan masyarakat; pengelolaan obat; mutu
Penerapan Manajemen Risiko di Ruang Filing Rumah Sakit Almira Kusumaningrum; Maya Weka Santi; Indah Muflihatin; Sabran Sabran
Jurnal Penelitian Kesehatan SUARA FORIKES 2022
Publisher : FORIKES

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33846/sf.v0i0.2379

Abstract

Risk management is important to prevent and avoid occupational health and safety hazards, so a study is needed to analyze the application of management in the filing room. This study is a literature review. The results of the study show that 3 articles (17.6%) have implemented and have safety risk management procedures; 11 articles (64.7%) have implemented it but it is still not optimal, and 3 articles (17.6%) have not implemented it and there are no procedures. The cause of the risk that most often occurs in the filing room is the ergonomic factor, which is 41.17%. The risk that often occurs in the filing room is respiratory problems (52.94%) which is included in the moderate risk level. The highest risk control is requiring officers to use personal protective equipment (52.94%). It was concluded that most hospitals have implemented risk management but it is not optimal, ergonomics is the main cause, respiratory disorders are the main risk.Keywords: risk management; occupational health and safety; filing room ABSTRAK Manajemen risiko penting untuk mencegah dan menghindari risiko bahaya kesehatan dan keselamatan kerja, sehingga diperlukan studi untuk menganalisis penerapan manajemen di ruang filing. Studi ini merupakan literature review. Hasil studi menunjukkan bahwa 3 artikel (17,6%) sudah menerapkan dan ada prosedur manajemen risiko keselamatan; 11 artikel (64,7%) sudah menerapkan namun masih belum optimal, dan 3 artikel (17,6%) belum menerapkan dan belum ada prosedur. Penyebab risiko yang paling sering terjadi di ruang filing adalah faktor ergonomi yaitu 41,17%. Risiko yang sering terjadi di ruang filing adalah gangguan pernapasan (52,94%) yang termasuk dalam tingkat risiko moderate. Pengendalian risiko tertinggi yaitu mewajibkan petugas menggunaan alat pelindung diri (52,94%). Disimpulkan bahwa sebagian besar rumah sakit sudah menerapkan manajemen risiko namun belum optimal, ergonomi merupakan penyebab utama, gangguan pernapasan merupakan risiko utama. Kata kunci: manajemen risiko; keselamatan dan kesehatan kerja; ruang filing
Efektivitas Handrub Berbasis Alkohol Sama dengan Hypochlorous Acid dengan Waktu Kontak yang Berbeda Masfiyah, Masfiyah; Rahayu, Rahayu; Bellarinatasari, Nika
Jurnal Penelitian Kesehatan SUARA FORIKES 2022
Publisher : FORIKES

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33846/sf13nk424

Abstract

HAIs (Healthcare-Associated Infections) cause mortality, morbidity, prolonged hospitalization, and economic losses. HAIs can be prevented by good hand washing. Washing hands with alcohol has been shown to be effective in killing microorganisms. Alcohol as a halal handrub is used, but some are still concerned about its halalness. This study aims to compare the killing ability of hypochlorous acid-based handrub for 60 seconds compared to alcohol for 20 seconds. This research was an experimental study with a pretest-posttest design with a control group. The research was conducted at the Integrated Biomedical Laboratory of FK Unissula. The study population consisted of 7 janitors and security officers who had previously been trained in washing hands using WHO's 6 steps (20 seconds). The alcohol used was made based on the WHO formulation, while the hypochlorous acid used was at a concentration of 110 ppm. Preliminary research was conducted to determine the contact time of hypochlorous acid, the result was 60 seconds. Tests were carried out on the number of bacteria on the hands before and after washing hands using hypochlorous acid and alcohol. The percentage decrease in the number of colonies between pre and post between the two groups was analyzed using the Mann-Whitney U test. The result of the percentage reduction of colonies that grew on nutrient agar medium, alcohol compared to hypochlorous acid was p = 0.084. Most of the microorganisms are gram positive, dominated by Bacillus sp and Coagulase negative Staphylococcus. Hypochlorous acid-based handrub has the same effectiveness as alcohol in killing microorganisms.Keywords: alcohol; hypochlorous acid; effectiveness ABSTRAK HAIs (Healthcare-Associated Infections) menyebabkan mortalitas, morbiditas, rawat inap memanjang, dan kerugian ekonomi. HAIs dapat dicegah dengan cuci tangan yang baik. Cuci tangan menggunakan alkohol terbukti efektif membunuh mikroorganisme. Alkohol sebagai handrub halal digunakan, tetapi beberapa masih khawatir tentang kehalalanmya. Penelitian ini bertujuan untuk membandingkan kemampuan membunuh handrub berbahan dasar hypochlorous acid selama 60 detik dibandingkan alkohol selama 20 detik. Penelitian ini adalah penelitian experimental dengan rancangan pretest-posttest with control group. Penelitian dilakukan di laboratorium Biomedik Terintegrasi FK Unissula. Populasi penelitian adalah petugas kebersihan dan petugas keamanan sebanyak 7 orang, yang sebelumnya sudah dilatih cuci tangan menggunakan 6 langkah WHO (20 detik). Alkohol yang digunakan dibuat berdasarkan formulasi WHO, sedangkan hipochlorous acid yang digunakan dengan konsentrasi sebesar 110 ppm.  Penelitian pendahuluan dilakukan untuk mengetahui waktu kontak hipochlorous acid, didapatkan hasil 60 detik. Dilakukan pengujian tentang jumlah bakteri pada tangan sebelum dan sesudah cuci tangan menggunakan hypochlorous acid dan alkohol. Persentase penurunan jumlah koloni antara pre dan post antara kedua kelompok dianalisis dengan menggunakan Mann-Whitney U test. Hasil persentase penurunan koloni yang tumbuh pada medium nutrient agar, alkohol dibandingkan hypochlorous acid adalah p = 0,084. Sebagian besar mikroorganisme adalah gram positif, didominasi oleh Bacillus sp dan Coagulase negative Staphylococcus. Handrub berbasis hypochlorous acid mempunyai efektivitas yang sama dengan alkohol dalam membunuh mikroorganisme. Kata kunci: alkohol; hypochlorous acid; efektivitas
Pemanfaatan Terapi Herbal sebagai Tatalaksana Batuk pada Balita Arum Meiranny; Is Susiloningtyas; Umi Hanik Makmuroh
Jurnal Penelitian Kesehatan SUARA FORIKES 2022
Publisher : FORIKES

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33846/sf13nk310

Abstract

Common health problems in toddlerhood are fever, diarrhea, sore throat, runny nose and cough. Furthermore, it is important to conduct a study to examine the management of cough in toddlers. This study is a literature review that comes from databases of health journals, namely Pubmed, Elsevier, and Google Scholar. Articles that are appropriate to the topic of discussion are then reviewed and used as a reference in writing this literature review. Proper cough management can relieve cough symptoms and will not exacerbate existing symptoms. It was concluded that Sambiloto, honey, lime and ginger can be an alternative to reduce cough symptoms.Keywords: toddler; cough; herbal therapyABSTRAK Masalah kesehatan yang umum terjadi pada masa balita adalah demam, diare, radang tenggorokan, pilek dan batuk. Selanjutnya penting dilakukan studi untuk menelaah penatalaksanaan batuk pada balita. Studi ini merupakan tinjauan literatur yang berasal dari database jurnal kesehatan yaitu Pubmed, Elsevier, dan Google Scholar. Artikel yang sesuai dengan topik bahasan, selanjutnya ditelaah dan dijadikan acuan dalam penulisan literature review ini. Penatalaksanaan batuk yang tepat dapat meringankan gejala batuk dan tidak akan memperpaah gejala yang ada. Disimpulkan bahwa sambiloto, madu, jeruk nipis, dan jahe dapat menjadi alternatif untuk mengurangi gejala batuk.Kata kunci: balita; batuk; terapi herbal
Jahe Sebagai Evidence Based Nursing untuk Mengurangi Mual pada Pasien Gagal Ginjal Kronis yang Menjalani Hemodialisa Nanda Tia Adila; Beti Kristinawati; Muhtarul Anam
Jurnal Penelitian Kesehatan SUARA FORIKES 2022
Publisher : FORIKES

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33846/sf13nk328

Abstract

Hemodialysis is one of the actions as a kidney function aid to remove metabolic waste by using high technology, with nausea as one of the complications. Therefore, an Evidence Based Nursing study is needed regarding the implementation of extra ginger to reduce nausea in chronic kidney failure patients undergoing hemodialysis. The results of data collection were analyzed to examine differences between groups with the Mann-Whitney test. The test results show a p-value of less than 0.001 (there is a significant difference). It was concluded that giving extra ginger was effective in relieving nausea in patients undergoing hemodialysis.Keywords: ginger; nauseous; hemodialysisABSTRAK Hemodialisa merupakan salah satu tindakan sebagai pembantu fungsi ginjal untuk pengeluaran sisa metabolisme tubuh dengan menggunakan teknologi tinggi, dengan mual sebagai salah satu komplikasi. Maka diperlukan studi Evidence Based Nursing tentang penerapan implementasi ekstra ginger untuk mengurangi mual terhadap pasien gagal ginjal kronis yang menjalani hemodialisa. Hasil pengumpulan data dianalisis untuk menguji perbedaan antar kelompok dengan uji Mann-Whitney. Hasil pengujian menunjukkan nilai p kurang dari 0,001 (ada perbedaan bermakna). Disimpulkan bahwa pemberian ekstra ginger efektif untuk meredakan mual pada pasien yang menjalani hemodialisa.Kata kunci: jahe; mual; hemodialisa

Filter by Year

2022 2022


Filter By Issues
All Issue Vol 16, No 4 (2025): Oktober-Desember 2025 Vol 16, No 3 (2025): Juli-September 2025 Vol 16, No 2 (2025): April-Juni 2025 (up coming) Vol 16, No 2 (2025): April-Juni 2025 Vol 16, No 1 (2025): Januari-Maret 2025 Vol 15, No 4 (2024): Oktober-Desember 2024 Vol 15, No 3 (2024): Juli-September 2024 Vol 15, No 2 (2024): April-Juni 2024 Vol 15, No 1 (2024): Januari-Maret 2024 2024 Vol 14, No 4 (2023): Oktober - Desember 2023 Vol 14, No 3 (2023): Juli - September 2023 Vol 14, No 2 (2023): April 2023 Vol 14, No 1 (2023): Januari 2023 2023 Vol 13, No 4 (2022): Oktober 2022 Vol 13, No 3 (2022): Juli 2022 Vol 13, No 2 (2022): April 2022 Vol 13, No 1 (2022): Januari 2022 Vol 13 (2022): Nomor Khusus Februari 2022 Vol 13 (2022): Nomor Khusus Januari 2021 2022 Vol 12, No 4 (2021): Oktober 2021 Vol 12, No 3 (2021): Juli 2021 Vol 12, No 2 (2021): April 2021 Vol 12 (2021): Nomor Khusus April 2021 Vol 12 (2021): Nomor Khusus November 2021 Vol 12 (2021): Nomor Khusus Januari 2021 Vol 12, No 1 (2021): Januari Vol 11, No 3 (2020): Juli 2020 Vol 11, No 2 (2020): April 2020 Vol 11, No 1 (2020): Januari 2020 Vol 11 (2020): Nomor Khusus Mei-Juni 2020 Vol 11 (2020): Nomor Khusus Maret-April 2020 Vol 11 (2020): Nomor Khusus November-Desember 2020 Vol 11 (2020): Nomor Khusus Januari-Februari 2020 Vol 11, No 4 (2020): Oktober Vol 10, No 4 (2019): Oktober 2019 Vol 10, No 3 (2019): Juli 2019 Vol 10, No 2 (2019): April 2019 Vol 10, No 2 (2019): April 2019 Vol 10, No 1 (2019): Januari 2019 Vol 9, No 4 (2018): Oktober 2018 Vol 9, No 3 (2018): Juli 2018 Vol 9, No 2 (2018): April 2018 Vol 9, No 1 (2018): Januari 2018 Vol 8, No 4 (2017): Oktober 2017 Vol 8, No 3 (2017): Juli 2017 Vol 8, No 2 (2017): April 2017 Vol 8, No 1 (2017): Januari 2017 Vol 7, No 4 (2016): Oktober 2016 Vol 7, No 3 (2016): Juli 2016 Vol 7, No 2 (2016): April 2016 Vol 7, No 1 (2016): Januari 2016 Vol 6 (2015): Nomor Khusus Hari Kesehatan Nasional More Issue