cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
,
INDONESIA
Jurnal Penelitian Kesehatan Suara Forikes
Published by Forum Ilmiah Kesehatan
ISSN : 20863098     EISSN : 25027778     DOI : -
Core Subject : Health,
Journal of Health Research "Forikes Voice" is a medium for the publication of articles on research and review of the literature. We accept articles in the areas of health such as public health, medicine, nursing, midwifery, nutrition, pharmaceutical, environmental health, health technology, clinical laboratories, health education, and health popular.
Arjuna Subject : -
Articles 295 Documents
Search results for , issue "2023" : 295 Documents clear
Dukungan Sosial Menurunkan Kecemasan Pada Penyintas COVID-19 di Wilayah Kerja Puskesmas Matani, Kota Tomohon Baithesda Suba; Felicia Febrina Aotama; Jonathan Brayen Renaldy Mangundap
Jurnal Penelitian Kesehatan SUARA FORIKES 2023
Publisher : FORIKES

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33846/sf.v0i0.3137

Abstract

Pandemi COVID-19 yang telah berlangsung hampir tiga tahun sejak 2019 masih dan akan terus menjadi masalah kesehatan dunia. Salah satu dampak yang ditimbulkan oleh kondisi ini khususnya pada penyintas COVID-19 adalah kecemasan. Dukungan sosial merupakan faktor yang dapat menurunkan kecemasan pada penyintas Covid-19. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara dukungan sosial dengan kecemasan penyintas Covid-19 di wilayah kerja Puskesmas Matani. Kota Tomohon. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatifdengan desain korelasional cross-sectionaldan pengambilan data (n=110) dengan teknik Cluster Sampling.Variabel independent adalah dukungan sosial dan variabel dependent adalah kecemasan.Kuesioner yang digunakan adalah Multidimensional Scale of Perceived Social Support dan Zung Self-Rating Anxiety. Hasil penelitian menunjukan hubungan yang signifikan dengan arah negatif antara dukungan sosial dengan kecemasan (r = -0.720,  p value = 0.001). Dapat disimpulkan bahwa semakin tinggi dukungan sosial yang diberikan maka semakin rendah tingkat kecemasan yang dialami oleh penyintas Covid-19.  Oleh karena itu, peran keluarga, masyarakat, dan pemerintah menjadi penting untuk memastikan para penyintas COVID-19 mendapat dukungan sosial, terutama dalam waktu 6 bulan pemulihan dari COVID-19.Kata kunci: dukungan sosial; kecemasan; penyintas COVID-19
Penerapan Mobilisasi Progresif Level I pada Pasien dengan Risiko Dekubitus yang Terpasang Ventilator Mutiarani Jazilatul Fikriyyah; Vinami Yulian; Suratman Suratman
Jurnal Penelitian Kesehatan SUARA FORIKES 2023
Publisher : FORIKES

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33846/sf14nk136

Abstract

Critical patients who are in the intensive care unit (ICU) generally experience bedrest and require breathing assistance, namely a mechanical ventilator. In bedrest patients, the risk of decubitus ulcers increases due to circulatory obstruction. Normally the skin cannot tolerate prolonged pressure so that patients with immobilization and long bed rest have a greater risk of developing decubitus ulcers. One of the interventions that can be given to patients is progressive mobilization. Giving progressive mobilization will affect the processes of perfusion, diffusion, and distribution of blood and oxygen flow throughout the body so that it will reduce the incidence of pressure sores or even not occur. This study aimed to study the application of level I progressive mobilization in order to prevent decubitus ulcers in at-risk patients. This study was a case report involving 2 respondents in the ICU room of Pandan Arang Regional General Hospital, Boyolali. Participants used to carry out Level I Progressive Mobilization consisted of two ICU patients with mechanical ventilation. The measurement tool used to identify the risk of decubitus ulcers was the Braden Scale. The results of the analysis showed that there was a change in the decubitus ulcer risk score in the two patients involved. Furthermore, it was concluded that the implementation of level I progressive mobilization could prevent or reduce the risk of decubitus ulcers in at-risk patients.Keywords: progressive mobilization; risk of decubitus ulcers; mechanically ventilated patients ABSTRAK Pasien kiritis yang ada di intensive care unit (ICU) umumnya mengalami bedrest dan memerlukan alat bantu nafas yakni ventilator mekanik. Pada pasien bedrest, risiko terjadinya ulkus dekubitus meningkat karena adanya hambatan sirkulasi. Normalnya kulit tidak dapat mentolerir tekanan yang lama sehingga pasien dengan imobilisasi dan tirah baring yang lama memiliki resiko besar mengalami ulkus dekubitus. Salah satu intervensi yang bisa diberikan kepada pasien adalah mobilisasi progresif. Pemberian mobilisasi yang progresif akan mempengaruhi proses perfusi, difusi, dan distribusi aliran darah dan oksigen ke seluruh tubuh sehingga akan menurunkan kejadian luka tekan atau bahkan tidak terjadi. Studi ini bertujuan untuk mempelajari penerapan mobilisasi progresif level I dalam rangka mencegah terjadinya ulkus dekubitus pada pasien yang berisiko. Studi ini merupakan case report yang melibatkan 2 responden di ruang ICU Rumah Sakit Umum Daerah Pandan Arang, Boyolali. Partisipan yang digunakan untuk melaksanakan Mobiliasi Progresif level I terdiri dari dua pasien ICU dengan ventilasi mekanik. Alat ukur yang digunakan untuk mengidenfikasi risiko ulkus dekubitus adalah Braden Scale. Hasil analisis menunjukkan adanya perubahan skor risiko ulkus dekubitus pada kedua pasien yang terlibat. Selanjutnya disimpulkan bahwa penerapan mobilisasi progresif level I dapat mencegah atau menurunkan risiko terjadinya ulkus dekubitus pada pasien yang berisiko.Kata kunci: mobilisasi progresif; risiko ulkus dekubitus; pasien dengan ventilasi mekanik
Hubungan Aktivitas Fisik dan Kebugaran Jasmani dengan Kualitas Tidur Lansia Diah Priyantini; Daviq Ayatulloh
Jurnal Penelitian Kesehatan SUARA FORIKES 2023
Publisher : FORIKES

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33846/sf.v0i0.3373

Abstract

Introduction: Ageing process is decreasing physical fitness in elderly. Elderly more than 60 year that still have good physical fitness can increase their physiological condition. But, in the fact getting older decrease 30-50% physical fitness, factors that cause are physical activity and sleep quality. This study was aimed to explain correlation between physical activity and sleep quality with physical fitness level in elderly. Methods: This study used correlational descriptive with cross sectional design. The population was elderly that have MMSE score ≥ 17 and barthel index >60. Sample size were 102 respondents with total sampling. Independent variable were physical activity and sleep quality, and dependen variable was physical fitness. Instrument for this research used questionnaire 1x24 hours activity recall and Pittsburgh Sleep Quality Index for independent variable, and for dependent variable use six minutes walking test, five times sit to stand test, chair sit and reach test and body mass index. Data analyze use chi square α ≤ 0,05. Results and Analysis: Results showed that there was significant correlation between physical activity and sleep quality with physical fitness (p = 0,000).  Physical activity that category in moderate until hard and good sleep quality can make elderly’s physical fitness better, because physical fitness was result from metabolism that happened in sleep cycle. Discussion: it can be concluded that physical activity and sleep quality had effect to keep physical fitness, so elderly that lived in elderly care facilities can improve their physical activity and sleep quality to increase physical fitness.
Pola Relasi Lansia dalam Pemenuhan Kebutuhan Psikologis: Studi Deskriptif di UPT Pelayanan Sosial Tresna Werdha Jember Riska Herlin Andrianti; Hadi Prayitno; Nur Dyah Gianawati
Jurnal Penelitian Kesehatan SUARA FORIKES Vol 14, No 2 (2023): April 2023
Publisher : FORIKES

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33846/sf14207

Abstract

The neglected elderly choose to live in a nursing home with the hope that they can get psychological peace of mind for the problems they are experiencing. This study aims to identify, identify, and analyze the relationship patterns of the elderly in fulfilling psychological needs in nursing homes: "UPT PSTW Jember". This study used the concepts of patterns, relationships, elderly, needs, elderly psychology, and social welfare. Psychology was one part of the condition of social welfare. The approach used in this research was a qualitative study. Data collection techniques were carried out by means of direct or covert active participation observation, semi-structured interviews, and documentation studies. Researchers used the method of analysis reduction, view, conclusion and verification; while to test the validity of the data using the source and method triangulation method. The results showed the low quality of the elderly's relationships which was marked by frequent quarrels between the elderly, resulting in the elderly often moving rooms. Frequently changing rooms would automatically change friends in one room, or one guest house. This made the elderly often felt pressured and uncomfortable. They had to accept the inconvenience, given the condition that they no longer had anything or anyone. Some of the elderly who were in "UPT PSTW Jember" were experiencing love, but because of the prohibition, the elderly who were in love interact secretly.Keywords: pattern; relation; elderly; need; psychological; social welfare ABSTRAK Lansia yang terlantar memilih tinggal panti werdha dengan harapan agar bisa mendapatkan ketenangan secara psikologis atas masalah yang dialami. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui, mengidentifikasi, dan menganalisis pola relasi lansia dalam pemenuhan kebutuhan psikologis di panti werdha: “UPT PSTW Jember”. Penelitian ini menggunakan konsep pola, relasi, lansia, kebutuhan, psikologi lansia, dan kesejahteraan sosial. Psikologi menjadi salah satu bagian dari kondisi kesejahteraan sosial. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah studi kualitatif. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan cara observasi partisipasi aktif secara terus terang maupun tersamar, wawancara semi terstruktur, dan studi dokumentasi. Peneliti menggunakan metode analisis reduksi, tampilan, kesimpulan dan verifikasi; sedangkan untuk uji keabsahan data menggunakan metode triangulasi sumber dan metode. Hasil penelitian menunjukkan rendahnya kualitas relasi lansia yang ditandai dengan seringnya terjadi pertengkaran antar lansia, sehingga mengakibatkan lansia sering dipindah kamar. Seringnya berpindah kamar secara otomatis akan mengubah teman dalam satu kamar, maupun satu wisma. Hal ini menjadikan lansia kerap kali merasa tertekan dan merasa tidak nyaman. Ketidaknyamanan itu harus diterima oleh mereka, mengingat kondisi yang sudah tidak memiliki apa-apa dan siapa-siapa. Beberapa lansia yang berada di “UPT PSTW Jember” mengalami kasmaran, namun karena adanya larangan, maka lansia yang kasmaran melakukan interaksi secara diam-diam.Kata kunci: pola; relasi; lansia; kebutuhan; psikologis; kesejahteraan sosial
Determinan Kunjungan Ibu Balita ke Petugas Kesehatan Nancy Natalia Dharmawan; Katmini Katmini; Yenny Puspitasari
Jurnal Penelitian Kesehatan SUARA FORIKES 2023
Publisher : FORIKES

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33846/sf.v0i0.3359

Abstract

-  
Pelaksanaan Layanan Konseling dan Tes HIV Sukarela di Puskesmas Kedungmundu Kota Semarang Ritkha Aulia Fulansari; Septo Pawelas Arso; Wulan Kusumastuti
Jurnal Penelitian Kesehatan SUARA FORIKES 2023
Publisher : FORIKES

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33846/sf14nk131

Abstract

Voluntary HIV counseling and testing services are an "entrance gate" for HIV control to achieve Indonesia's target of ending HIV AIDS by 2030. However, in 2020 due to COVID-19, most of the number of visits to voluntary HIV counseling and testing services in Semarang City has decreased, including at the Kedungmundu Health Center. The purpose of this study was to analyze the implementation of voluntary HIV testing and counseling services at the Kedungmundu Health Center. This study used a qualitative approach. Data were obtained from selected informants using purposive sampling technique. Data was collected through interviews, observations, and documentation studies. The results showed that the increasing number of voluntary HIV testing and counseling services at the Kedungmundu Health Center was motivated by several aspects including: the quality and quantity of staff, staff motivation and attitude, adequate budget, ease of service time, staff service schedule, clear information or directions and consistency, understanding of measures and objectives, services in accordance with SOPs, good coordination, monitoring, evaluation and coaching, good recording and reporting, support from non-governmental organizations, government support, and community support. It was concluded that the multifactorial background to the use of voluntary HIV testing and counseling services at the Kedungmundu Health Center, Semarang City, had been explored.Keywords: policy implementation; voluntary HIV counseling and testing; community health center ABSTRAK Layanan konseling dan tes HIV sukarela merupakan “pintu masuk” bagi pengendalian HIV untuk mencapai target Indonesia mengakhiri HIV AIDS pada tahun 2030. Namun, pada tahun 2020 akibat COVID-19, sebagian besar jumlah kunjungan layanan konseling dan tes HIV sukarela di Kota Semarang mengalami penurunan, termasuk di Puskesmas Kedungmundu. Tujuan penelitian ini adalah menganalisis pelaksanaan layanan konseling dan tes HIV sukarela di Puskesmas Kedungmundu. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif. Data diperoleh dari para informan yang dipilih dengan teknik purposive sampling. Data dikumpulkan melalui wawancara, pengamatan, dan studi dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa meningkatnya jumlah pemanfaatan layanan konseling dan tes HIV sukarela di Puskesmas Kedungmundu dilatarbelakangi oleh beberapa aspek meliputi: kualitas dan kuantitas petugas, motivasi dan sikap petugas, anggaran yang memadai, kemudahan waktu layanan, jadwal pelayanan petugas, informasi atau arahan yang jelas dan konsisten, pemahaman tentang ukuran dan tujuan, pelayanan yang sesuai dengan SOP, koordinasi yang baik, adanya monitoring, evaluasi serta pembinaan, pencatatan dan pelaporan yang baik, dukungan lembaga swadaya masyarakat, dukungan pemerintah, serta dukungan masyarakat. Dsismpulkan bahwa telah tergali multifaktor yang melatarbelakangi pemanfaatan layanan konseling dan tes HIV sukarela di Puskesmas Kedungmundu, Kota Semarang.        Kata kunci: implementasi kebijakan; konseling dan tes HIV sukarela; pusat kesehatan masyarakat
Kinerja Pengelola Program Stunting Berbasis Pelayanan Gugus Pulau di Dinas Kesehatan Provinsi Maluku Nurfadila Tutupoho; Sahrir Sillehu; Ratna Wulandari
Jurnal Penelitian Kesehatan SUARA FORIKES 2023
Publisher : FORIKES

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33846/sf14nk208

Abstract

Stunting describes chronic malnutrition during a period of growth and development from the beginning of life. The performance of the management of the island cluster-based stunting program in Maluku is a strategic step in shortening the span of control of access to health services for people who are in the archipelago, as many as 56 island clusters spread across Maluku. In realizing this, competent human resources are needed in their fields. The purpose of this study was to evaluate the performance of stunting program managers in terms of reporting. This type of research was a descriptive study. The data was obtained from reports from the stunting program managers from 11 regencies and cities in Maluku. The data that had been obtained was then analyzed descriptively and presented in terms of frequency and proportion. The results of the analysis showed that there were several districts/cities that had very good stunting reduction coverage, while several other districts had stunting reduction coverage that was not optimal, which was influenced by difficult geographical locations.Keywords: stunting; health program; manager performance; island cluster ABSTRAK Stunting menggambarkan kekurangan gizi yang bersifat kronik pada masa pertumbuhan dan perkembangan sejak awal kehidupan. Kinerja pengelola program stunting berbasis gugus pulau di Maluku merupakan langkah strategis dalam memperpendek rentang kendali akses pelayanan kesehatan kepada masyarakat yang berada di kepulauan, sebanyak 56 gugus pulau yang tersebar di Maluku. Dalam mewujudkan hal tersebut dibutuhkan sumberdaya manusia yang kompeten di bidangnya. Tujuan penelitian ini adalah mengevaluasi kinerja pengelola program stunting dalam hal pelaporan. Jenis penelitian ini adalah studi deskriptif. Data diperoleh dari laporan pengelola program stunting dari 11 kabupaten dan kota di Maluku. Data yang telah diperoleh selanjutnya dianalisis secara deskriptif dan dipresentasikan dalam bentuk frekuensi dan proporsi. Hasil analisis menunjukkan bahwa ada beberapa kabupaten/kota yang memiliki cakupan penurunan stunting yang sangat baik, sedangkan beberapa kabupaten lain memiliki cakupan penurunan stunting yang belum maksimal, yang dipengaruhi oleh letak geografis yang sulit.Kata kunci: stunting; program kesehatan; kinerja pengelola; gugus pulau 
Konsumsi Sayur dan Buah untuk Menurunkan Risiko Obesitas pada Remaja di Jakarta Nourmayansa Vidya Anggraini; Sang Ayu Made Adyani
Jurnal Penelitian Kesehatan SUARA FORIKES 2023
Publisher : FORIKES

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33846/sf14nk311

Abstract

Excessive fat accumulation in obesity increases the risk of health problems. Adolescents are at risk of obesity which may persist into adulthood. Obesity that occurs in teenagers may also be caused by low fiber intake. This study aimed to determine the relationship between vegetable and fruit consumption and the risk of obesity in adolescents at SMP X Jakarta. This research applieed an observational study with a cross-sectional design. This research involved 157 teenagers selected using a multistage sampling technique. In the first stage, purposive sampling was applied, then continued with simple random sampling. Vegetable and fruit consumption was measured by filling out a questionnaire, while height and weight were measured directly by researchers. Data were analyzed using the Chi-square test. The analysis results showed the p value = 0.026. It was concluded that there is a relationship between vegetable and fruit consumption and the risk of obesity in adolescents. It is hoped that teenagers will pay more attention to the nutrition contained in the food they consume.Keywords: teenagers; risk of obesity; vegetable and fruit ABSTRAK Penumpukan lemak secara berlebihan pada obesitas meningkatkan risiko gangguan kesehatan. Remaja memiliki risiko obesitas yang kemungkinan dapat terjadi hingga dewasa. Obesitas yang terjadi pada remaja mungkin juga disebabkan oleh asupan serat yang rendah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui adanya hubungan antara konsumsi sayur dan buah dengan risiko obesitas pada remaja di SMP X Jakarta. Penelitian ini menerapkan studi observasional dengan rancangan cross-sectional. Penelitian ini melibatkan 157 remaja yang dipilih dengan teknik multistage sampling. Pada tahap pertama diterapkan purposive sampling, lalu dilanjutkan dengan simple random sampling. Konsumsi sayur dan buah diukur melalui pengisian kuesioner, sedangkan tinggi badan dan berat badan diukur secara langsung oleh peneliti. Data dianalisis menggunakan uji Chi-square. Hasil analisis menunjukkan nilai p = 0,026. Disimpulkan bahwa terdapat hubungan antara konsumsi sayur dan buah dengan risiko obesitas pada remaja. Diharapkan agar remaja lebih memperhatikan gizi yang terkandung di dalam makanan yang dikonsumsi.Kata kunci: remaja; risiko obesitas; sayur dan buah
Fiksasi Nesting untuk Menjaga Stabilitas Tanda Vital Bayi dengan Sepsis (Pendekatan Teori Keperawatan Kolcaba) Dorce Sisfiani Sarimin; Tati S Ponidjan; Ivana Liunsanda; Rolly HS Rondonuwu; Yourisna Pasambo; Robin Dompas
Jurnal Penelitian Kesehatan SUARA FORIKES 2023
Publisher : FORIKES

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33846/sf14nk115

Abstract

Septicemia neonatorum is a condition in which there is a bacterial infection in the blood throughout the body. Based on data collected from the Manado District/City Health Office, it is known that throughout 2016 there were 250 cases of infant death. Causes of death in the perinatal group were Intra Uterine Fetal Death (IUFD) = 29.5% and Low Birth Weight (LBW) = 11.2%. This study aims to apply Nesting Fixation to maintain the stability of vital signs in infants with neonatal sepsis. This research was a qualitative study with a case study approach, which involved 4 infants with neonatal sepsis which were determined based on the researchers' criteria using a purposive sampling technique. The fixation nesting intervention performed on the four babies resulted in changes in respiratory frequency that decreased significantly, the oxygen saturation value increased significantly, and the babies' body temperature was maintained within normal limits. It was concluded that giving nesting fixation can reduce respiratory frequency, increase oxygen saturation and maintain normal body temperature in infants with neonatal sepsis who experience oxygenation problems and are at risk of hypothermia.Keywords: neonate; sepsis; nesting fixation; inhalation; oxygen saturation; body temperature ABSTRAK Septicemia neonatorum adalah suatu kondisi di mana terdapat infeksi bakteri dalam darah di seluruh tubuh. Berdasarkan data yang dihimpun dari Dinas Kesehatan Kabupaten/Kota Manado, diketahui bahwa sepanjang tahun 2016 terdapat 250 kasus kematian bayi. Penyebab kematian pada kelompok perinatal adalah Intra Uterine Fetal Death (IUFD) = 29,5% dan Low Birth Weight (BBLR) = 11,2%. Penelitian ini bertujuan untuk menerapkan Nesting Fixation untuk menjaga stabilitas tanda vital bayi dengan sepsis neonatal. Penelitian ini merupakan studi kualitatif dengan pendekatan studi kasus, yang melibatkan 4 bayi dengan sepsis neonatorum yang ditentukan berdasarkan kriteria peneliti dengan menggunakan teknik purposive sampling. Intervensi fiksasi nesting yang dilakukan pada keempat bayi menghasilkan perubahan frekuensi pernapasan yang menurun secara signifikan, nilai saturasi oksigen meningkat secara signifikan, dan suhu tubuh bayi terjaga dalam batas normal. Disimpulkan bahwa pemberian fiksasi nesting dapat menurunkan frekuensi pernafasan, meningkatkan saturasi oksigen serta menjaga kenormalan suhu tubuh bayi dengan sepsis neonatorum yang mengalami masalah oksigenasi dan risiko hipotermia.Kata kunci: neonatus; sepsis; fiksasi nesting; pernafasan; saturasi oksigen; suhu tubuh
Studi Kasus: Cylindrical Grip Terhadap Peningkatan Kekuatan Otot Pasien Stroke Non Hemoragik Dengan Masalah Keperawatan Gangguan Mobilitas Fisik Di Rumah Sakit SwastaYogyakarta Tahun 2022 Rahmawati Vita Kurniasari; Tri Wahyuni Ismoyowati
Jurnal Penelitian Kesehatan SUARA FORIKES 2023
Publisher : FORIKES

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33846/sf.v0i0.3113

Abstract

Stroke merupakan penyakit disebabkan karena gangguan pembuluh darah otak yang bermanifestasi berupa defisit neurologi fokal dan global. Salah satu defisit neurologi adalah disfungsi motorik area broadman empat dan enam, pada pasien stroke berakibat mengalami keterbatasan gerak tubuh atau gangguan mobilitas fisik. Hal ini dapat diatasi dengan latihan Cylindrical Grip. Mengetahui Cylindrical Grip terhadap kekuatan otot pasien Stroke Non Hemoragik dengan gangguan mobilitas fisik Di Rumah Sakit Bethesda Yogyakarta Tahun 2022. Desain penelitian deskriptif dengan pendekatan studi kasus. Teknik pengambilan sampel purposive sampling dengan Stroke Non Hemoragik. Metode pengumpulan data dengan wawancara, observasi, pemeriksaan fisik dan studi dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pasien mengalami kelemahan ekstremitas kiri mengakibatkan gangguan mobilitas fisik. Salah satu upaya untuk meningkatkan kekuatan otot dengan cylindrical grip. Hasil penelitian ini menunjukkan adanya peningkatan kekuatan otot dari 3 menjadi 4 dengan dilakukan Cylindrical Grip. Cylindrical Grip merupakan genggam benda berbentuk silinder yang efektif meningkatkan kekuatan otot, hasil penelitian sebelum dilakukan intervensi kekuatan otot 3 pada tangan kiri setelah intervensi selama 2 hari kekuatan otot 4 di tangan kiri. Bagi peneliti lain penelitian ini dapat dikembangkan dengan teori terbaru terkait nursing management serta didukung jurnal penelitian untuk mengatasi gangguan mobilitas fisik pada pasien stroke.Kata Kunci: Cylindrical Grip; Mobilitas Fisik; Stroke

Filter by Year

2023 2023


Filter By Issues
All Issue Vol 16, No 4 (2025): Oktober-Desember 2025 Vol 16, No 3 (2025): Juli-September 2025 Vol 16, No 2 (2025): April-Juni 2025 Vol 16, No 2 (2025): April-Juni 2025 (up coming) Vol 16, No 1 (2025): Januari-Maret 2025 Vol 15, No 4 (2024): Oktober-Desember 2024 Vol 15, No 3 (2024): Juli-September 2024 Vol 15, No 2 (2024): April-Juni 2024 Vol 15, No 1 (2024): Januari-Maret 2024 2024 Vol 14, No 4 (2023): Oktober - Desember 2023 Vol 14, No 3 (2023): Juli - September 2023 Vol 14, No 2 (2023): April 2023 Vol 14, No 1 (2023): Januari 2023 2023 Vol 13, No 4 (2022): Oktober 2022 Vol 13, No 3 (2022): Juli 2022 Vol 13, No 2 (2022): April 2022 Vol 13, No 1 (2022): Januari 2022 Vol 13 (2022): Nomor Khusus Februari 2022 Vol 13 (2022): Nomor Khusus Januari 2021 2022 Vol 12, No 4 (2021): Oktober 2021 Vol 12, No 3 (2021): Juli 2021 Vol 12, No 2 (2021): April 2021 Vol 12 (2021): Nomor Khusus November 2021 Vol 12 (2021): Nomor Khusus Januari 2021 Vol 12 (2021): Nomor Khusus April 2021 Vol 12, No 1 (2021): Januari Vol 11, No 3 (2020): Juli 2020 Vol 11, No 2 (2020): April 2020 Vol 11, No 1 (2020): Januari 2020 Vol 11 (2020): Nomor Khusus Maret-April 2020 Vol 11 (2020): Nomor Khusus November-Desember 2020 Vol 11 (2020): Nomor Khusus Januari-Februari 2020 Vol 11 (2020): Nomor Khusus Mei-Juni 2020 Vol 11, No 4 (2020): Oktober Vol 10, No 4 (2019): Oktober 2019 Vol 10, No 3 (2019): Juli 2019 Vol 10, No 2 (2019): April 2019 Vol 10, No 2 (2019): April 2019 Vol 10, No 1 (2019): Januari 2019 Vol 9, No 4 (2018): Oktober 2018 Vol 9, No 3 (2018): Juli 2018 Vol 9, No 2 (2018): April 2018 Vol 9, No 1 (2018): Januari 2018 Vol 8, No 4 (2017): Oktober 2017 Vol 8, No 3 (2017): Juli 2017 Vol 8, No 2 (2017): April 2017 Vol 8, No 1 (2017): Januari 2017 Vol 7, No 4 (2016): Oktober 2016 Vol 7, No 3 (2016): Juli 2016 Vol 7, No 2 (2016): April 2016 Vol 7, No 1 (2016): Januari 2016 Vol 6 (2015): Nomor Khusus Hari Kesehatan Nasional More Issue