cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
,
INDONESIA
Jurnal Penelitian Kesehatan Suara Forikes
Published by Forum Ilmiah Kesehatan
ISSN : 20863098     EISSN : 25027778     DOI : -
Core Subject : Health,
Journal of Health Research "Forikes Voice" is a medium for the publication of articles on research and review of the literature. We accept articles in the areas of health such as public health, medicine, nursing, midwifery, nutrition, pharmaceutical, environmental health, health technology, clinical laboratories, health education, and health popular.
Arjuna Subject : -
Articles 295 Documents
Search results for , issue "2023" : 295 Documents clear
Hubungan Tingkat Kecemasan dengan Intensitas Nyeri pada Pasien Kanker Nasofaring di Rumah Sakit Kanker Dharmais Jakarta Ely Wahyuni
Jurnal Penelitian Kesehatan SUARA FORIKES Vol 14, No 4 (2023): Oktober - Desember 2023
Publisher : FORIKES

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33846/sf.v14i4.4009

Abstract

Kecemasan sebelum tindakan medis khususnya tindakan yang akan dilakukan pada pasien KNF merupakan suatu kewajaran bagi pasien. Nyeri pada pasien KNF terjadi pada area atas tenggorok dan di belakang hidung. Nyeri yang terjadi pada pasien kanker merupakan hal kewajaran, nyeri timbul disebabkan terjadinya fibrosis jaringan sehingga memberikan respon nyeri pada syaraf tepi. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan tingkat kecemasan terhadap intensitas nyeri pada pasien kanker nasofaring di Rumah Sakit Kanker Dharmais Jakarta. Desain penelitian ini deskriptif kuantitatif yang menggunakan desain analisis korelasi dengan pendekatan cross-sectional. Sampel sebanyak 40 pasien kanker nasofaring. Hasil penelitian didapatkan sebagian besar berusia >25-35 tahun (65.0%) laki-laki (75.0%) Pendidikan SMP/SMA (45.0%) dan tidak bekerja (55.0%) kecemasan ringan (65,0%) dan nyeri ringan (52.0%). Ada hubungan tingkat kecemasan terhadap intensitas nyeri pada pasien kanker nasofaring di Rumah Sakit Kanker Dharmais Jakarta dengan uji Chi Square ddidapatkan pvalue: 0,000 (α:<0,05). Diharapkan RS mendapatkan gambaran tingkat kecemasan terhadap intensitas nyeri pada pasien kanker nasofaring sehingga RS dapat meningkatkan pelayanan sehingga terciptanya standar asuhan keperawatan yang tepat sehingga kecemasan berkurang dan berdampak terhadap penurunan intensitas nyeri.
Hubungan antara Preferensi dengan Frekuensi Konsumsi Junk Food pada Mahasiswa di Jabodetabek Cut Athira Sauma; Septa Indra Puspikawati; Rinda Istiqumilaily; Zolla Gracia Amardiani
Jurnal Penelitian Kesehatan SUARA FORIKES Vol 14, No 4 (2023): Oktober - Desember 2023
Publisher : FORIKES

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33846/sf.v14i4.4025

Abstract

Junk food merupakan makanan yang digemari dan banyak dikonsumsi, namun memiliki berbagai dampak bagi gizi kesehatan. Mahasiswa termasuk dalam kelompok usia terbanyak yang mengonsumsi junk food. Tingginya konsumsi junk food pada mahasiswa disebabkan oleh berbagai faktor yang mempengaruhi preferensi dalam memilih makanan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara preferensi dengan frekuensi konsumsi junk food pada mahasiswa di Jabodetabek. Metode penelitian ini adalah observasional-analitik dengan design study cross-sectional yang dilakukan pada 246 mahasiswa di Jabodetabek dengan cara menyebarkan kuesioner preferensi menggunakan skala hedonik, faktor-faktor yang mempengaruhi preferensi, serta Food Frequency Questionnaire (FFQ). Hasil penelitian menunjukkan bahwa mayoritas mahasiswa suka (63,4%) dan sering mengonsumsi junk food (53,7%). Hasil uji statistik menggunakan chi-square menunjukkan bahwa preferensi (Sig.0,000) berhubungan dengan frekuensi konsumsi junk food pada mahasiswa di Jabodetabek. Kesimpulan penelitian merupakan terdapat hubungan antara preferensi dengan frekuensi konsumsi junk food pada mahasiswa di Jabodetabek. Saran yang dapat diberikan, Pemerintah dapat melakukan pembatasan peredaran junk food modern agar dapat melindungi konsumen dari dampak berlebihan mengkonsumsi junk food, sertadapat lebih meningkatkan produksi usaha makanan mikro dan menengah yang sehat sehingga dapat mendorong daya beli masyarakat terhadap makanan lokal sehat. Dapat pula dijadikan sebagai bahan rekomendasi kampus untuk membuka kantin yang menjual makanan-makanan sehat.
Hubungan Aktivitas Fisik Dengan Kejadian Diabetes Melitus Tipe 2 Di Wilayah Kerja Puskesmas Banjarejo Nabilla Fitriq Lailattul Lutfiah
Jurnal Penelitian Kesehatan SUARA FORIKES Vol 14, No 3 (2023): Juli - September 2023
Publisher : FORIKES

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33846/sf.v14i3.3923

Abstract

Diabetes melitus merupakan penyakit kronis yang menimbulkan gangguan metabolisme, yang ditandai dengan peningkatan kadar glukosa darah di atas normal. Angka kejadian diabetes melitus tipe 2 termasuk dalam 10 besar tren penyakit di kota Madiun. Berdasarkan data Puskesmas Banjarejo, jumlah penderita diabetes melitus tipe 2 pada lansia usia 60-74 tahun pada tahun 2022 sebanyak 58 kasus. Tujuan untuk menganalisis hubungan aktivitas fisik dengan kejadian diabetes melitus tipe 2 di Puskesmas Banjarejo. Metode penelitian dengan desain studi kasus kontrol. Populasi meliputi seluruh penderita diabetes melitus tipe 2 di wilayah kerja Puskesmas Banjarejo. Sampel terdiri dari 78 responden. Teknik pengambilan sampel menggunakan simple random sampling. Data penelitian ini diperoleh melalui kuesioner dan wawancara. Analisis data meliputi analisis univariat dan analisis bivariat dengan menggunakan uji Chi-Square. Hasil penelitian menunjukkan adanya hubungan aktivitas fisik dengan kejadian diabetes melitus tipe 2 (P value = 0,000; OR = 14,481; CI 95% = 3,823-54,858). Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa variabel aktivitas fisik berhubungan dengan kejadian diabetes melitus tipe 2.
Pengaruh Pemberian Senam Aerobic Low Impact terhadap Tekanan Darah pada Lansia Hipertensi Ayu Made Dalem Galang Canangjaya; Ketut Sudiantara; I Wayan Mustika; I Ketut Gama; I Wayan Suardana
Jurnal Penelitian Kesehatan SUARA FORIKES Vol 14, No 4 (2023): Oktober - Desember 2023
Publisher : FORIKES

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33846/sf14409

Abstract

One effort that can be made to lower blood pressure is by doing low impact aerobic exercise, which is light exercise that can be done by elderly people with hypertension and can improve blood circulation in the body. This study aimed to determine the effect of providing low impact aerobic exercise on blood pressure in elderly people with hypertension in the Banyakdem Community Health Center working area. The design of this research was one group pretest and posttest. This study involved 38 hypertension sufferers who were selected using a purposive sampling technique. The treatment was carried out 6 times in 2 weeks, with a duration of 20 minutes. The results showed that before treatment, the average systolic blood pressure was 164.32 mmHg and diastolic blood pressure was 95.89 mmHg. Meanwhile, after treatment, the average systolic blood pressure was 153.79 mmHg and diastolic blood pressure was 87.21 mmHg. Paired samples t-test showed the p value was 0.000 for systolic blood pressure and 0.000 for diastolic blood pressure. So it could be concluded that providing low impact aerobic exercise has the effect of lowering blood pressure in elderly people with hypertensionKeywords: elderly; low impact aerobic exercise; hypertension ABSTRAK Salah satu upaya yang dapat dilakukan untuk menurunkan tekanan darah adalah dengan melakukan senam aerobic low impact yang merupakan olahraga ringan yang dapat diterapkan oleh lansia dengan hipertensi dan dapat memperlancar peredaran darah dalam tubuh. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian senam aerobic low impact terhadap tekanan darah pada lansia dengan hipertensi di wilayah kerja Puskesmas Bebandem. Rancangan penelitian ini adalah one group pretest and posttest. Penelitian ini melibatkan 38 penderita hipertensi yang dipilih dengan teknik purposive sampling. Perlakuan dilakukan 6 kali dalam 2 minggu, dengan durasi 20 menit. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebelum perlakuan, rerata tekanan darah sistolik adalah 164,32 mmHg dan diastolik adalah 95,89 mmHg. Sedangkan sesudah perlakuan, rerata tekanan darah sistolik adalah 153,79 mmHg dan diastolik adalah 87,21 mmHg. Paired samples t-test menunjukkan nilai p adalah 0,000 untuk tekanan darah sistolik dan 0,000 untuk tekanan darah diastolik. Sehingga dapat disimpulkan bahwa pemberian senam aerobic low impact berpengaruh menurunkan tekanan darah lansia dengan hiprtensiKata kunci: lansia; senam aerobic low impact; hipertensi
Dampak Intervensi Pendidikan Gizi Seimbang Terhadap Status Anemia Remaja Puteri (Studi Kohort) di SMAN Kabupaten Maros Eka Suprapti; Siti Aqma; Vivi Adriana Suardi; Yanti Mustarin; Ferawati Taherong
Jurnal Penelitian Kesehatan SUARA FORIKES Vol 14, No 3 (2023): Juli - September 2023
Publisher : FORIKES

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33846/sf14316

Abstract

Objective: Nutritional problems that occur in adolescents are a continuation of nutritional problems at a young age, namely iron deficiency anemia and underweight and overweight. This study was conducted with the aim of knowing the impact of a balanced nutrition education intervention on anemia status (based on hemoglobin, Hematocrit, MCV, MCH, MCHC levels) in female adolescents at SMA N Kab. Maros. Methods: The design of this study was a pre-post intervention study (cohort study, subjects studied experimentally by Sitti Patimah in 2015). The sample in this study were 171 young girls in class XII at Lima SMAN Maros Regency. This research was conducted on September 24 – October 24 2016. Data analysis used the Wilcoxon signed rank test. Results: Results There was no impact of providing balanced nutrition education on female adolescent blood hemoglobin levels (p=0.741>0.05). There is an impact of providing balanced nutrition education on the blood hematocrit level of female adolescents (p=0.000 <0.05). There was an impact of providing balanced nutrition education on blood MCV levels of female adolescents (p=0.000 <0.05). There was no impact of providing balanced nutrition education on female adolescents' blood MCH levels (p=0.886 > 0.05). There is an impact of providing balanced nutrition education on MCHC blood levels of female adolescents (p=0.000 <0.05). Conclusion: From the results of the study, there is anemia of deficiency of vitamins, proteins, iron, therefore students should consume nutritious food (adequate consumption of energy, protein, vitamins C and Fe) by consuming a variety of foods in the daily menu.Keywords: anemia; balanced nutrition; girl adolescent  ABSTRAK Objective: Masalah gizi yang terjadi pada remaja merupakan kelanjutan dari masalah gizi pada usia anak yaitu anemia defisiensi besi serta kekurangan dan kelebihan berat badan. Penelitian ini dilakukan dengan bertujuan untuk menegetahui dampak intervensi pendidikan gizi seimbang terhadap status anemia (berdasarkan kadar hemoglobin, Hematokrit, MCV, MCH, MCHC) pada remaja puteri di SMA N Kab. Maros. Metode : Desain penelitian ini adalah pre-post intervension study (study kohort, subyek yang diteliti secara eksperimen oleh Sitti Patimah pada tahun 2015). Sampel dalam penelitian ini adalah remaja puteri kelas XII di Lima SMAN Kabupaten Maros sebanyak 171 remaja puteri. Penelitian ini dilaksanakan pada tanggal 24 September – 24 Oktober 2016. Analisis data menggunakan uji Wilcoxon signed Rank test. Hasil : Hasil Tidak ada dampak pemberian pendidikan gizi seimbang terhadap kadar hemoglobin darah remaja puteri (p=0,741>0,05). Ada dampak pemberian pendidikan gizi seimbang terhadap kadar hematokrit darah remaja puteri (p=0,000 < 0,05). Ada dampak pemberian pendidikan gizi seimbang terhadap kadar MCV darah remaja puteri (p=0,000 < 0,05).Tidak ada dampak pemberian pendidikan gizi seimbang terhadap kadar MCH darah remaja puteri (p=0,886 > 0,05). Ada dampak pemberian pendidikan gizi seimbang terhadap kadar MCHC darah remaja puteri (p=0,000 < 0,05).  Kesimpulan : Dari hasil penelitian, terjadi anemia defisiensi Vitamin, protein, zat besi, maka dari itu sebaiknya Siswi mengkonsumsi makanan bergizi (konsumsi energi, protein, vitamin C dan Fe tercukupi) dengan mengkonsumsi makanan yang beragam dalam menu sehari.Kata kunci: anemia; gizi seimbang; remaja puteri  
Peningkatan Kadar Malondialdehid (MDA) Akibat Paparan Asap Rokok Sampurna, Sampurna; Masyhudi, Masyhudi; Pritasari, Alteriana Mydriati Sita; Zulaikhah, Siti Thomas; Pratama, Arrizki Azka Pratama
Jurnal Penelitian Kesehatan SUARA FORIKES Vol 14, No 4 (2023): Oktober - Desember 2023
Publisher : FORIKES

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33846/sf14423

Abstract

Exogenous free radicals can come from exposure to cigarette smoke containing various hazardous chemical components. Free radicals cause oxidative stress and pathological conditions, such as lipid peroxidation, decreased antioxidant levels, protein oxidation and deoxyribonucleic acid. Lipid peroxidation is characterized by increased levels of malondialdehyde. The purpose of this study was to analyze the impact of cigarette smoke exposure on malondialdehyde levels in Wistar strain rats exposed to cigarette smoke. The design of this study was post-test only with control group. The sample of this study was 12 male Wistar strain rats kept in the laboratory. The sample criteria were rats weighing 150-200 grams and aged 2 months. The samples were divided into 2 groups randomly, namely group K1 (given standard feed et libitum + distilled water) and group K2 (given standard feed et libitum + distilled water + exposure to cigarette smoke 3 cigarettes / day). Treatment was given for 14 days. On the 15th day, blood samples were taken from mice to examine malondialdehyde levels using ELISA (Enzyme-Linked Immunosorbent Assay). Data were analyzed using the Mann-Whitney test. The results of the analysis showed that the average malondialdehyde levels in K1 were 1.54±0.55 mmol/L; while in K2 it was 9.77±4.32 mmol/L. The p-value of the comparative analysis was 0.004; which means there was a difference in malondialdehyde levels between the two groups. Furthermore, it was concluded that exposure to cigarette smoke increased malondialdehyde levels in Wistar strain mice.Keywords: cigarette smoke; malondialdehyde; free radicals ABSTRAK Radikal bebas eksogen dapat berasal dari paparan asap rokok yang mengandung berbagai macam komponen kimia berbahaya. Radikal bebas menyebabkan stres oksidatif dan keadaan patologis, seperti peroksidasi lipid, penurunan kadar antioksidan, oksidasi protein dan deoxyribonucleic acid. Peroksidasi lipid ditandai dengan meningkatnya kadar malondialdehyde. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis dampak paparan asap rokok terhadap kadar malondialdehyde pada tikus galur wistar yang dipapar asap rokok. Desain penelitian ini adalah post test only with control group. Sampel penelitian ini adalah 12 ekor tikus jantan galur wistar yang dipelihara di laboratorium. Kriteria sampel adalah tikus dengan berat badan 150-200 gram dan berumur 2 bulan. Sampel dibagi menjadi 2  kelompok secara random, yaitu kelompok K1 (diberi pakan standar et libitum + aquadest) dan kelompok K2 (diberi pakan standar et libitum + aquadest + paparan asap rokok 3 batang/hari). Perlakuan diberikan selama 14 hari. Pada hari ke-15, dilakukan pengambilan sampel darah tikus untuk pemeriksaan kadar malondialdehyde menggunakan ELISA (Enzyme-Linked Immunosorbent Assay). Data dianalisis menggunakan uji Mann-Whitney. Hasil analisis menunjukkan bahwa rerata kadar malondialdehyde pada  K1 adalah 1,54±0,55 mmol/L; sedangkan pada K2 adalah 9,77±4,32 mmol/L. Nilai p dari analisis perbandingan adalah 0,004; yang berarti ada perbedaan kadar malondialdehyde di antara kedua kelompok. Selanjutnya disimpulkan bahwa paparan asap rokok meningkatkan kadar malondialdehyde pada tikus galur wistar.Kata kunci: asap rokok; malondialdehyde; radikal bebas
Penerapan Hygiene, Sanitasi dan Keberadaan Escherichia coli pada Jamu Beras Kencur dan Kunyit Asam Putri, Weny Dwi; Novianti, Siti; Muharry, Andy
Jurnal Penelitian Kesehatan SUARA FORIKES Vol 14, No 4 (2023): Oktober - Desember 2023
Publisher : FORIKES

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33846/sf14422

Abstract

The herbal medicine business is a business carried out by individuals who make fresh herbal medicine using traditional medicinal plants in liquid preparations that are sold directly to customers. In Setiaratu Village, Cibeureum, Tasikmalaya, hygiene and sanitation problems are still found in the manufacture of herbal medicine. The purpose of this study was to describe the hygiene, sanitation and presence of Escherichia coli in rice kencur and turmeric tamarind herbal medicine in Setiaratu Village, Cibeureum, Tasikmalaya. The type of research used in this scientific activity was a descriptive study. The subjects of the study were 7 herbal medicine makers in Setiaratu Village who were selected using the total sampling technique, and their final products, namely rice kencur and turmeric tamarind herbal medicine. Data were collected through observation, then analyzed using descriptive statistical methods. The results of the study showed that: 1) personal hygiene did not meet the requirements, while raw material hygiene met the requirements; 2) water sources met the requirements, while building and equipment sanitation did not meet the requirements; 3) there was Escherichia coli in rice kencur and turmeric tamarind herbal medicine. It was concluded that the herbal medicine business in Setiaratu Village was still contaminated by Escherichia coli and did not meet the requirements for personal hygiene and building and equipment sanitation.Keywords: herbal medicine; Escherichia coli; personal hygiene; building sanitation; equipment sanitation ABSTRAK Usaha jamu gendong adalah usaha yang dilakukan oleh individu yang dibuat segar menggunakan tanaman obat tradisional dalam sediaan cairan yang dijual langsung kepada pelanggan. Di Kelurahan Setiaratu, Cibeureum, Tasikmalaya masih ditemukan masalah hygiene dan sanitasi pembuatan jamu. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan hygiene, sanitasi dan keberadaan Escherichia coli pada jamu beras kencur dan kunyit asam di Kelurahan Setiaratu, Cibeureum, Tasikmalaya. Jenis penelitian yang digunakan dalam aktivitas ilmiah ini adalah studi deskriptif. Subyek penelitian adalah 7 pembuat jamu di Kelurahan Setiaratu yang dipilih dengan teknik total sampling, serta produk akhir mereka yaitu jamu beras kencur dan kunyit asam. Data dikumpulkan melalui observasi, lalu dianalisis dengan metode statistika deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: 1) hygiene perorangan tidak memenuhi persyaratan, sedangkan hygiene bahan baku memenuhi persyaratan; 2) sumber air memenuhi persyaratan, sedangkan sanitasi bangunan dan peralatan tidak memenuhi persyaratan; 3) terdapat Escherichia coli pada jamu beras kencur dan kunyit asam. Disimpulkan bahwa usaha jamu gendong di Kelurahan Setiaratu masih tercemari oleh Escherichia coli dan tidak memenuhi persyaratan hygiene perorangan serta sanitasi bangunan dan perlatan.Kata kunci: jamu gendong; Escherichia coli; hygiene perorangan; sanitasi bangunan; sanitasi peralatan
Dukungan Keluarga Berhubungan dengan Kecemasan Mobilisasi Dini dan Personal Hygiene Pasien Post Operasi Laparatomi Cinta Septanium Krisno Putri; Dr. Tri Johan Agus Agus Yuswanto, SKp.MKep.; Naya Ernawati
Jurnal Penelitian Kesehatan SUARA FORIKES Vol 14, No 4 (2023): Oktober - Desember 2023
Publisher : FORIKES

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33846/sf14405

Abstract

Family support is important for postoperative patients. Postoperative patients who experience anxiety will be reluctant to carry out early mobilization and personal hygiene for fear of pain, fear of loose stitches, or wounds that do not heal quickly. The purpose of this study was to determine the relationship between family support and anxiety of early mobilization and personal hygiene in postoperative laparotomy patients. This type of research is quantitative in nature with a cross sectional approach. The sample in this study was 66 respondents, using a purposive sampling technique. The results showed that 74% of respondents had good family support, 56% of respondents experienced mild anxiety, 64% of respondents had good personal hygiene. Spearman correlation results of family support with anxiety of early mobilization p-value = 0.001, r = -0.397 and family support with personal hygiene p-value = 0.003, r = 0.364. There is a relationship between family support and early mobilization anxiety and personal hygiene in postoperative laparotomy patients. The family as a support system needs to provide support to help reduce the anxiety experienced by patients.Keywords:  family support; anxiety early mobilization; personal hygiene ABSTRAK Dukungan keluarga  merupakan hal yang penting bagi pasien pasca operasi. Pasien post operasi yang mengalami kecemasan akan enggan melakukan mobilisasi dini dan personal hygiene karena takut akan rasa nyeri, khawatir jahitan lepas, maupun luka tidak cepat sembuh. Tujuan dari penelitian ini yaitu mengetahui hubungan dukungan keluarga dengan ansietas mobilisasi dini dan personal hygiene pada pasien post operasi laparatomi. Jenis penelitian ini yaitu kuantitatif bersifat korelasi dengan pendekatan cross sectional. Sampel pada penelitian ini 66 responden, dengan Teknik pengambilan purposive sampling. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 74% responden memiliki dukungan  keluarga baik, 56% responden mengalami kecemasan ringan, 64% responden melakukan personal hygiene baik. Hasil korelasi spearman dukungan keluarga dengan ansietas mobilisasi dini p-value = 0,001, r = – 0,397 dan dukungan keluarga dengan personal hygiene p-value = 0,003, r = 0,364. Adanya hubungan antara dukungan keluarga dengan ansietas mobilisasi dini dan personal hygiene pada pasien post operasi laparatomi. Keluarga sebagai support system perlu memberikan dukungan untuk membantu mengurangi kecemasan yang dialami pasien.Kata kunci: dukungan keluarga; ansietas mobilisasi dini; personal hygiene
Keterlibatan Kader Kesehatan dalam Merespon Pandemi COVID-19 : Sebuah Studi Fenomenologi Syamikar Baridwan Syamsir; Agus Setiawan; Henny Permatasari; Bani Bacan Hacantya Yudanagara; Heru Supriyatno
Jurnal Penelitian Kesehatan SUARA FORIKES Vol 14, No 4 (2023): Oktober - Desember 2023
Publisher : FORIKES

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33846/sf.v14i4.3157

Abstract

Since the establishment of COVID-19 as a global pandemic, at the same time it has had an impact on many aspects including the health system. Various efforts have been made both at the global and national levels. Active participation from the community through the involvement of health cadres has an important role in handling a pandemic. This study aims to explore the involvement of health cadres as part of community members in responding to the COVID-19 pandemic, especially in the community. This study used a descriptive phenomenological study with semi-structured in-depth interviews involving 13 health cadres in Makassar City who were selected using a purposive sampling technique. Data were analyzed using thematic analysis with the Colaizzi data analysis method. The results of this study indicate that various roles have been carried out by health cadres during the COVID-19 pandemic. There are at least three (3) main themes generated in this study, namely, (1) providing education and health promotion for COVID-19; (2) implementing community-based surveillance (SBM) as a strategy for handling the COVID-19 pandemic; (3) helping maintain essential health services during the COVID-19 pandemic. The emergence of COVID-19 as a global pandemic has brought major changes to the order of people's lives in various aspects, including aspects of the health care system. Handling this pandemic is of course not only the responsibility of the government but also the shared responsibility of all levels of society. Health cadres as part of the community members have a vital role to help accelerate the handling and control of the pandemic.
Fatigue dan Depresi Terbukti Menurunkan Kualitas Tidur Pasien Gagal Ginjal Kronik yang menjalani Hemodialisis Muhammad Awaludin; Utami Sasmita Lestari; Nur Anindhita Kurniawaty Wijaya; Muhamad Nurmansyah
Jurnal Penelitian Kesehatan SUARA FORIKES Vol 14, No 4 (2023): Oktober - Desember 2023
Publisher : FORIKES

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33846/sf14421

Abstract

Fatigue is a common symptom in patients with chronic diseases such as chronic kidney failure which is characterized by symptoms of mental weakness, physical weakness or both. Mental weakness can affect the psychological condition of patients which can have an impact on psychological stress such as depression. The purpose of this study was to determine the relationship between fatigue and depression with sleep quality in chronic kidney failure patients undergoing hemodialysis. This study was an observational analytical study with a cross-sectional design. The sample in this study was 102 chronic kidney failure patients undergoing hemodialysis at Prof. R.D Kandou Manado Hospital. Data were analyzed using the Chi-square test. The results showed a p-value of 0.001 for sleep quality and 0.000 for depression. Furthermore, it was concluded that fatigue and depression were related to sleep quality in chronic kidney failure patients undergoing hemodialysis.Keywords: hemodialysis; sleep quality; fatigue; depression ABSTRAK Fatigue merupakan gejala umum pada pasien penyakit kronik seperti gagal ginjal kronik yang ditandai gejala kelemahan mental, kelemahan fisik atau keduanya. Kelemahan mental dapat mempengaruhi kondisi psikologis pasien yang dapat berdampak pada stres psikologis seperti depresi. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan antara fatigue dan depresi dengan kualitas tidur pasien gagal ginjal kronik yang menjalani hemodialisis. Penelitian ini adalah penelitian analitik observasional dengan desain cross-sectional. Sampel pada penelitian ini adalah 102 pasien gagal ginjal kronik yang menjalani hemodialisis di RSUP Prof. R.D Kandou Manado. Data dianalisis menggunakan uji Chi-square. Hasil penelitian menunjukkan nilai p adalah 0,001 untuk kualitas tidur dan 0,000 untuk depresi. Selanjutnya disimpulkan bahwa fatigue dan depresi berhubungan dengan kualitas tidur pasien gagal ginjal kronik yang menjalani hemodialisis. Kata kunci: hemodialisis; kualitas tidur; fatigue; depresi 

Filter by Year

2023 2023


Filter By Issues
All Issue Vol 16, No 4 (2025): Oktober-Desember 2025 Vol 16, No 3 (2025): Juli-September 2025 Vol 16, No 2 (2025): April-Juni 2025 Vol 16, No 2 (2025): April-Juni 2025 (up coming) Vol 16, No 1 (2025): Januari-Maret 2025 Vol 15, No 4 (2024): Oktober-Desember 2024 Vol 15, No 3 (2024): Juli-September 2024 Vol 15, No 2 (2024): April-Juni 2024 Vol 15, No 1 (2024): Januari-Maret 2024 2024 Vol 14, No 4 (2023): Oktober - Desember 2023 Vol 14, No 3 (2023): Juli - September 2023 Vol 14, No 2 (2023): April 2023 Vol 14, No 1 (2023): Januari 2023 2023 Vol 13, No 4 (2022): Oktober 2022 Vol 13, No 3 (2022): Juli 2022 Vol 13, No 2 (2022): April 2022 Vol 13, No 1 (2022): Januari 2022 Vol 13 (2022): Nomor Khusus Februari 2022 Vol 13 (2022): Nomor Khusus Januari 2021 2022 Vol 12, No 4 (2021): Oktober 2021 Vol 12, No 3 (2021): Juli 2021 Vol 12, No 2 (2021): April 2021 Vol 12 (2021): Nomor Khusus Januari 2021 Vol 12 (2021): Nomor Khusus April 2021 Vol 12 (2021): Nomor Khusus November 2021 Vol 12, No 1 (2021): Januari Vol 11, No 3 (2020): Juli 2020 Vol 11, No 2 (2020): April 2020 Vol 11, No 1 (2020): Januari 2020 Vol 11 (2020): Nomor Khusus Januari-Februari 2020 Vol 11 (2020): Nomor Khusus Mei-Juni 2020 Vol 11 (2020): Nomor Khusus Maret-April 2020 Vol 11 (2020): Nomor Khusus November-Desember 2020 Vol 11, No 4 (2020): Oktober Vol 10, No 4 (2019): Oktober 2019 Vol 10, No 3 (2019): Juli 2019 Vol 10, No 2 (2019): April 2019 Vol 10, No 2 (2019): April 2019 Vol 10, No 1 (2019): Januari 2019 Vol 9, No 4 (2018): Oktober 2018 Vol 9, No 3 (2018): Juli 2018 Vol 9, No 2 (2018): April 2018 Vol 9, No 1 (2018): Januari 2018 Vol 8, No 4 (2017): Oktober 2017 Vol 8, No 3 (2017): Juli 2017 Vol 8, No 2 (2017): April 2017 Vol 8, No 1 (2017): Januari 2017 Vol 7, No 4 (2016): Oktober 2016 Vol 7, No 3 (2016): Juli 2016 Vol 7, No 2 (2016): April 2016 Vol 7, No 1 (2016): Januari 2016 Vol 6 (2015): Nomor Khusus Hari Kesehatan Nasional More Issue