cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
,
INDONESIA
Jurnal Penelitian Kesehatan Suara Forikes
Published by Forum Ilmiah Kesehatan
ISSN : 20863098     EISSN : 25027778     DOI : -
Core Subject : Health,
Journal of Health Research "Forikes Voice" is a medium for the publication of articles on research and review of the literature. We accept articles in the areas of health such as public health, medicine, nursing, midwifery, nutrition, pharmaceutical, environmental health, health technology, clinical laboratories, health education, and health popular.
Arjuna Subject : -
Articles 215 Documents
Search results for , issue "2024" : 215 Documents clear
Wiliam Flexion Exercise dan Infrared untuk Meningkatkan Fleksibilitas Trunk dan Menurunkan Low Back Pain pada Lansia Prananto, Bintang Arsy Wahyu; Suprapto, Sentot Imam; Indasah, Indasah
Jurnal Penelitian Kesehatan SUARA FORIKES Vol 15, No 3 (2024): Juli-September 2024
Publisher : FORIKES

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33846/sf15312

Abstract

Elderly people are susceptible to low back pain due to physical decline triggered by changes in connective tissue structure. Decreased trunk flexibility in the elderly can cause pain. Non-pharmacological therapies such as physiotherapy are used to treat low back pain, especially through the William flexion exercise and infrared methods. This study aimed to analyze the differences in trunk flexibility by providing a combination of William flexion exercise and infrared with William flexion exercise in elderly low back pain sufferers. This study applied a pretest-posttest with control group design. The treatment group was given a combination of William flexion exercise and infrared, while the control group was only given William flexion exercise. The impacts measured were trunk flexibility measured using the Chair Sit and Reach Test and pain levels measured using the Numeric Rating Scale. Data were analyzed using the Wilcoxon Signed Rank Test and the Mann-Whitney U test. The results showed that there was an increase in trunk flexibility with an average of 8.00 and a decrease in pain of 8.00 in the control group, and there was an increase in trunk flexibility with an average of 8.00 and a decrease in pain of 14 in the treatment group. Both experienced significant improvements. The results of the Mann-Whitney U test showed that there was no significant difference between the two groups. Furthermore, it was concluded that the combination of William flexion exercise and infrared or single administration of William flexion exercise was able to increase trunk flexibility and reduce pain in the elderly with low back pain.Keywords: low back pain; elderly; William flexion; infrared ABSTRAK Lansia rentan mengalami low back pain akibat kemunduran fisik yang dipicu oleh perubahan struktur jaringan penghubung. Penurunan fleksibilitas trunk pada lansia dapat menyebabkan nyeri. Terapi non-farmakologis seperti fisioterapi digunakan untuk penanganan low back pain, terutama melalui metode William flexion exercise dan infrared. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perbedaan fleksibilitas trunk dengan pemberian kombinasi William flexion exercise dan infrared dengan William flexion exercise pada penderita low back pain pada lansia. Penelitian ini menerapkan rancangan pretest-posttest with control group. Kelompok perlakuan diberikan kombinasi William flexion exercise dan infrared, sedangkan kelompok kontrol hanya diberikan William flexion exercise. Dampak yang diukur adalah fleksibilitas trunk yang diukur menggunakan Chair Sit and Reach Test dan tingkat nyeri yang diukur menggunakan skala Numeric Rating Scale. Data dianalisis menggunakan Wilcoxon Signed Rank Test dan Mann-Whitney U test. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat peningkatan fleksibilitas trunk dengan rata-rata 8,00 dan penurunan rasa nyeri sebesar 8,00 pada penderita kelompok kontrol, dan terdapat peningkatan fleksibilitas trunk dengan rata-rata 8,00 dan penurunan rasa nyeri sebesar 14 pada kelompok perlakuan. Keduanya mengalami peningkatan secara signifikan. Hasil Mann-Whitney U test menunjukkan bahwa tidak ada perbedaan yang bermakna di antara kedua kelompok. Selanjutnya disimpulkan bahwa kombinasi William flexion exercise dan infrared maupun pemberian tunggal William flexion exercise mampu meningkatkan fleksibilitas trunk dan menurunkan rasa nyeri pada lansia dengan low back pain.Kata kunci: low back pain; lansia; William flexion; infrared
Edukasi Video Animasi Perilaku 3M (Menutup, Menguras dan Mengubur) untuk Meningkatkan Pengetahuan dalam Pencegahan Demam Berdarah Dengue pada Anak Usia Sekolah Putu Arsienda Dahata Ulmafema; Ni Luh Kompyang Sulisnadewi; I Ketut Labir
Jurnal Penelitian Kesehatan SUARA FORIKES Vol 15, No 3 (2024): Juli-September 2024
Publisher : FORIKES

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33846/sf15331

Abstract

Dengue Hemorrhagic Fever is an infectious disease mediated by mosquito bites carrying the dengue virus, which comes from the Flaviviridae family and carries a trigger virus known as serotype (DENV-1, DENV-2, DENV-3, and DENV-4). This disease is life-threatening for children and adults. Efforts that can be made to prevent this are the 3M behavior, namely covering, draining and burying objects that can hold water. The purpose of this study was to analyze the effectiveness of animated video education about 3M behavior to increase knowledge about preventing Dengue Hemorrhagic Fever. The design of this study was one group pretest and posttest, involving 53 elementary school students, selected using the total sampling technique. The level of knowledge in the period before and after the provision of animated video education was measured by filling out a questionnaire. Furthermore, data on the level of knowledge were compared analytically using the Wilcoxon test. The results showed that in the period before education, the level of knowledge in the good category was nil (0%); however, after being given education, the level of knowledge in the good category increased to 89%. The p-value of the data analysis is 0.000, so it is interpreted that there is a significant difference in the level of knowledge between before and after the provision of animated video education about 3M. Based on the results of the study, it was concluded that animated video education of 3M behavior can effectively increase students' knowledge about DHF prevention through 3M.Keywords: Dengue Hemorrhagic Fever; closing, draining and burying; education; animated video; knowledge ABSTRAK Dengue Hemorrhagic Fever adalah penyakit infeksi yang diperantarai oleh gigitan nyamuk yang membawa virus dengue, yang berasal dari keluarga Flaviviridae dan membawa virus pemicu yang dikenal dengan serotipe (DENV-1, DENV-2, DENV-3, dan DENV-4). Penyakit ini mengancam jiwa anak-anak maupun orang dewasa. Upaya yang dapat dilakukan untuk mencegah hal tersebut adalah perilaku 3M yaitu menutup, menguras dan mengubur benda yang dapat menampung air. Tujuan penelitian ini adalah menganalisis efektivitas edukasi video animasi tentang perilaku 3M untuk meningkatkan pengetahuan tentang pencegahan Dengue Hemorrhagic Fever. Rancangan penelitian ini adalah one grup pretest and posttest, yang melibatkan 53 siswa sekolah dasar, yang dipilih dengan teknik total sampling. Tingkat pengetahuan pada periode sebelum dan sesudah pemberian edukasi video animasi diukur melalui pengisian kuesioner. Selanjutnya data tentang tingkat pengetahuan tersebut dibandingkan secara analitik menggunakan uji Wilcoxon. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada periode sebelum edukasi, tingkat pengetahuan dalam kategori baik adalah nihil (0%); namun setelah diberikan edukasi, tingkat pengetahuan dalam kategori baik meningkat menjadi 89%. Nilai p dari analisis data adalah 0,000, sehingga ditafsirkan bahwa ada perbedaan tingkat pengetahuan secara signifikan antara sebelum dan sesudah pemberian edukasi video animasi tentang 3M. Berdasarkan hasil penelitiam disimpulkan bahwa edukasi video animasi perilaku 3M secara efektif dapat meningkat pengetahuan siswa tentang pencegahan DHF melalui 3M.Kata kunci: Dengue Hemorrhagic Fever; menutup, menguras dan mengubur; edukasi; video animasi; pengetahuan
Persepsi Keparahan dan Manajemen Glukosa Mandiri pada Pasien Diabetes Mellitus Tipe 2 Hasri, Shania Nursiah; Oktamianti, Puput; Candi, Cicilya; Kurtanty, Dien
Jurnal Penelitian Kesehatan SUARA FORIKES Vol 15, No 1 (2024): Januari-Maret 2024
Publisher : FORIKES

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33846/sf15114

Abstract

Routine self-management of glucose is a crucial aspect for people with type 2 diabetes mellitus which is related to preventing complications as a form of diabetes management at home. Patients need unwavering confidence in their ability to consistently control the disease. Therefore, this study aimed to examine the relationship between perceived severity as part of one's beliefs and glucose self-management in patients with type 2 diabetes mellitus. This research was a quantitative study with a cross-sectional design. This study involved 274 "prolanis" patients in Jakarta who were selected using a simple random sampling technique. Data was collected through filling out questionnaires directly by respondents. Next, hypothesis testing was carried out using the Chi-square test. The results of the analysis found that the p value = 0.001 with OR = 11.055, thus it was interpreted that there was a significant relationship between perceived severity and glucose self-management, in this case diabetes patients with low perceived severity were 11 times more at risk of having poor glucose self-management compared with patients who had a high perception of severity. It was concluded that perceived severity is a risk factor for self-management of glucose in patients with type 2 diabetes mellitus.Keywords: diabetes mellitus type 2; glucose self-management; perception of severity ABSTRAK Manajemen glukosa mandiri secara rutin merupakan aspek krusial bagi penderita diabetes mellitus tipe 2 yang berkaitan dengan pencegahan komplikasi sebagai bentuk penanganan diabetes di rumah. Pasien memerlukan keyakinan yang teguh terhadap kemampuan mereka mengendalikan penyakit secara konsisten. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk menguji hubungan antara persepsi keparahan sebagai bagian dari keyakinan seseorang dengan manajemen glukosa mandiri pada pasien diabetes melitus tipe 2. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan rancangan cross-sectional. Penelitian ini melibatkan 274 pasien “prolanis” di Jakarta  yang dipilih dengan teknik simple random sampling. Data dikumpulkan melalui pengisian kuesioner secara langsung oleh responden. Selanjutnya dilakukan pengujian hipotesis menggunakan uji Chi-square. Hasil analisis menemukan bahwa nilai p = 0,001 dan OR = 11,055, dengan demikian diinterpretasikan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara persepsi keparahan dengan manajemen glukosa mandiri, dalam hal ini pasien diabetes dengan persepsi keparahan yang rendah lebih berisiko untuk memiliki manajemen glukosa mandiri yang buruk 11 kali dibandingkan dengan pasien yang memiliki persepsi keparahan yang tinggi. Disimpulkan bahwa bahwa persepsi keparahan merupakan faktor risiko bagi manajemen glukosa mandiri pasien diabetes melitus tipe 2.Kata kunci: diabetes melitus tipe 2; manajemen glukosa mandiri; persepsi keparahan
Kombinasi Transcutaneus Electrical Nerve Stimulation dan Integrated Neuromuscular Inhibition Technique untuk Menurunkan Nyeri dan Meningkatkan Kemampuan Fungsional Pasien dengan Hernia Nukleus Pulposus Lumbal Sudaryanto Sudaryanto; Rahmat Nugraha; Hasbiah Hasbiah; Tiar Erawan; Aya Aimal Syaqshana
Jurnal Penelitian Kesehatan SUARA FORIKES Vol 15, No 2 (2024): April-Juni 2024
Publisher : FORIKES

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33846/sf15229

Abstract

Herniated nucleus pulposus can press on nerves or spinal cord, causing pain and spinal cord dysfunction. This study aimed to determine the effectiveness of the combination of Transcutaneous Electrical Nerve Stimulation and Integrated Neuromuscular Inhibition Technique to reduce pain and improve functional ability in patients with lumbar herniated nucleus pulposus. The method used in this study was a case report, involving two patients with lumbar herniated nucleus pulposus who met the criteria, namely patients with grade 1-2 lumbar herniated nucleus pulposus, not accompanied by severe stenosis of the spinal canal, not obese, and experiencing bulging in the L4-S1 area. Transcutaneous Electrical Nerve Stimulation and Integrated Neuromuscular Inhibition Technique were given 8 times. Measurement of pain levels was carried out using the Visual Analog Scale and measurement of functional ability was carried out using the Patient Specific Functional Scale. Furthermore, the data were analyzed descriptively. The results of the study showed that patient I experienced a decrease in silent pain from 3 to 0, tenderness from 6 to 1, and motion pain from 7 to 2, then experienced an increase in functional ability from 16 to 29; while patient II experienced a decrease in silent pain from 3 to 0, tenderness from 6 to 1, and motion pain from 8 to 3, then experienced an increase in functional ability from 14 to 25. Furthermore, it was concluded that the combination of Transcutaneous Electrical Nerve Stimulation and Integrated Neuromuscular Inhibition Technique can reduce pain and increase the functional ability of patients with lumbar hernia nucleus pulposus.Keywords: lumbar hernia nucleus pulposus; pain; functional ability; Transcutaneous Electrical Nerve Stimulation; Integrated Neuromuscular Inhibition Technique ABSTRAK Hernia nukleus pulposus dapat menekan saraf atau sumsum tulang belakang sehingga menyebabkan nyeri dan disfungsi sumsum tulang belakang. Studi ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas kombinasi Transcutaneus Electrical Nerve Stimulation dan Integrated Neuromuscular Inhibition Technique untuk menurunkan nyeri dan meningkatkan kemampuan fungsional pasien dengan hernia nukleus pulposus lumbal. Metode yang digunakan pada studi ini adalah case report, yang melibatkan dua pasien dengan hernia nukleus pulposus lumbal yang memenuhi kriteria yaitu penderita hernia nukleus pulposus lumbal grade 1-2, tidak disertai dengan stenosis berat kanal spinal, tidak mengalami obesitas, dan mengalami bulging pada area L4-S1. Transcutaneus Electrical Nerve Stimulation dan Integrated Neuromuscular Inhibition Technique diberikan sebanyak 8 kali intervensi. Pengukuran tingkat nyeri dilakukan dengan menggunakan Visual Analog Scale dan pengukuran kemampuan fungsional dilakukan dengan menggunakan Patient Specific Functional Scale. Selanjutnya data dianalisis secara deskriptif. Hasil studi menunjukkan bahwa pasien I mengalami penurunan nyeri diam dari 3 menjadi 0, nyeri tekan dari 6 menjadi 1, dan nyeri gerak dari 7 menjadi 2, kemudian mengalami peningkatan kemampuan fungsional dari 16 menjadi 29; sedangkan pasien II mengalami penurunan nyeri diam dari 3 menjadi 0, nyeri tekan dari 6 menjadi 1, dan nyeri gerak dari 8 menjadi 3, kemudian mengalami peningkatan kemampuan fungsional dari 14 menjadi 25. Selanjutnya disimpulkan bahwa kombinasi Transcutaneus Electrical Nerve Stimulation dan Integrated Neuromuscular Inhibition Technique dapat menurunkan nyeri dan meningkatkan kemampuan fungsional pasien dengan hernia nukleus pulposus lumbal. Kata kunci: hernia nukleus pulposus lumbal; nyeri; kemampuan fungsional; Transcutaneus Electrical Nerve Stimulation; Integrated Neuromuscular Inhibition Technique
Faktor Ekonomi, Pendidikan, Pengetahuan dan Sikap Ibu sebagai Prediktor Kejadian Gizi Kurang pada Balita Lailaturohmah Lailaturohmah
Jurnal Penelitian Kesehatan SUARA FORIKES 2024
Publisher : FORIKES

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33846/sf15nk109

Abstract

Nutrition for toddlers, especially at the rapid development stage aged 1-5 years, has a crucial role in supporting children's growth and development. Malnutrition in children can result in potentially detrimental nutritional conditions. This study aimed to evaluate the relationship between maternal attitudes, socio-cultural factors, and the incidence of malnutrition among toddlers (12-59 months) in Kotagajah, Central Lampung. This research implemented a cross-sectional design, involving 100 toddlers selected using accidental sampling technique. Data was collected by researchers through filling out questionnaires. Next, the collected data was analyzed using the Chi-square test. The results of the analysis showed that 36% of toddlers experience malnutrition. Hypothesis testing analysis for the role of each factor obtained a p-value of 0.000. Furthermore, it was concluded that economic factors, attitudes, education and knowledge of mothers were related to the incidence of malnutrition in toddlers.Keywords: malnutrition; toddlers; attitude; social; culture ABSTRAK Gizi pada balita, khususnya pada tahap perkembangan pesat usia 1-5 tahun, memiliki peran krusial dalam mendukung pertumbuhan dan perkembangan anak. Kekurangan gizi pada anak dapat mengakibatkan kondisi gizi kurang yang berpotensi merugikan. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi hubungan antara sikap ibu, faktor sosial budaya, dan kejadian gizi kurang pada balita (12-59 bulan) di Kotagajah Lampung Tengah. Penelitian ini menerapkan desain cross-sectional, yang melibatkan 100 balita yang dipilih dengan teknik accidental sampling. Data dikumpulkan oleh peneliti melalui pengisian kuesioner. Selanjutnya data yang telah terkumpul dianalisis menggunakan uji Chi-square. Hasil analisis menunjukkan bahwa 36% balita mengalami gizi kurang. Analisis uji hipotesis untuk peran masing-masing faktor didapatkan nilai p = 0,000. Selanjutnya disimpulkan bahwa faktor ekonomi, sikap, pendidikan, dan pengetahuan ibu dengan kejadian gizi kurang pada balita.Kata kunci: gizi kurang; balita; sikap; sosial; budaya
Motivasi Ibu Hamil sebagai Determinan Akurasi Konsumsi Tablet Fe Rury Narulita Sari; Nisa Ardhianingtyas; Maria Ulfa
Jurnal Penelitian Kesehatan SUARA FORIKES Vol 15, No 2 (2024): April-Juni 2024
Publisher : FORIKES

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33846/sf15223

Abstract

One form of physiological adaptation of pregnant women is hemodilution which causes anemia in pregnancy, so that anemia becomes a health problem in pregnant women with the highest prevalence. One of the efforts to prevent anemia is to promote iron consumption and provide Fe tablet supplements. Therefore, research is needed that aims to analyze the relationship between the motivation of pregnant women and the accuracy of Fe tablet consumption by pregnant women. This study was an observational study with a cross-sectional design. The respondents of the study were 41 pregnant women who checked their pregnancies at PMB Haryati, A.Md.Keb Madiun Regency, who were selected using a simple random sampling technique. Maternal motivation was measured using a questionnaire, while the accuracy of Fe tablet consumption was measured through interviews. Data were analyzed using the Chi-square test. The results of the study showed that most pregnant women (65.8%) had high motivation to consume Fe tablets, but most pregnant women (58.5%) were not accurate in consuming Fe tablets. The results of the hypothesis test showed a p value = 0.001, which means there was a correlation between motivation and the accuracy of Fe tablet consumption. Furthermore, it was concluded that the motivation of pregnant women is a determinant of accuracy in consuming Fe tablets.Keywords: pregnancy anemia; Fe tablets; accuracy of consumption; motivation ABSTRAK Salah satu bentuk adaptasi fisiologis ibu hamil adalah hemodilusi yang menyebabkan anemia, sehingga anemia menjadi masalah kesehatan pada ibu hamil dengan prevalensi tertinggi. Salah satu upaya pencegahan anemia adalah promosi konsumsi zat besi serta pemberian suplemen tablet Fe. Maka diperlukan penelitian yang bertujuan untuk menganalisis hubungan antara motivasi ibu hamil dengan akurasi konsumsi tablet Fe oleh ibu hamil. Penelitian ini merupakan studi observasional dengan desain cross-sectional. Responden penelitian adalah 41 ibu hamil yang memeriksakan kehamilan di PMB Haryati, A.Md.Keb, Kabupaten Madiun, yang dipilih dengan teknik simple random sampling. Motivasi ibu diukur menggunakan kuesioner, sedangkan akurasi konsumsi tablet Fe diukur melalui wawancara. Data dianalisis dengan uji Chi-square. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar ibu hamil (65,8%) memiliki motivasi tinggi untuk mengonsumsi tablet Fe, namun sebagian besar ibu hamil (58,5%) tidak akurat dalam mengonsumsi tablet Fe. Hasil uji hipotesis menunjukkan nilai p = 0,001, yang berarti ada korelasi antara motivasi dengan akurasi konsumsi tablet Fe. Selanjutnya disimpulkan bahwa motivasi ibu hamil merupakan determinan akurasi konsumsi tablet Fe.Kata kunci: anemia kehamilan; tablet Fe; akurasi konsumsi; motivasi
Efikasi Suplementasi Mikronutrien Selama Kehamilan dalam Pencegahan Kejadian Infeksi Warrantia Citta Citti Putri; Murtiyana Sari; Fitri Ayu Wahyuni; Erina Diani Putri
Jurnal Penelitian Kesehatan SUARA FORIKES Vol 15, No 3 (2024): Juli-September 2024
Publisher : FORIKES

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33846/sf15318

Abstract

During pregnancy, nutritional fulfillment plays a very important role. Micronutrients play an important role in maintaining the immune system and influencing the incidence of infection. Pregnant women are more susceptible to infection because hormonal changes during pregnancy can affect the immune system and make it more susceptible to pathogen attacks. Therefore, this study was conducted with the aimed of determining the efficacy of supplementation on the incidence of urinary tract infections during pregnancy. This study was a descriptive study. Samples were obtained using purposive sampling techniques from January to May 2024. Nutrient consumption was measured by filling out a questionnaire guided by health workers. The collected data were then analyzed using descriptive statistics, referring to the UNIMMAP (United Nations International Multiple Micronutrient Antenatal Preparation) formulation consisting of 15 essential vitamins and minerals, including vitamin A, vitamin D, vitamin E, niacin, vitamin B complex, vitamin C, zinc, iron, selenium, copper, and iodine. The results showed that only 10% of pregnant women received 15 types of micronutrients according to the UNIMMAP formulation, the other 90% still received supplements, although not as many as 15 types. It could be concluded that the majority of pregnant women receive supplements that do not meet 15 types of micronutrients.Keywords: pregnancy; micronutrients; supplements ABSTRAK Selama kehamilan, pemenuhan nutrisi memegang peranan yang sangat penting. Mikronutrien memiliki peran yang penting dalam menjaga sistem kekebalan tubuh dan mempengaruhi kejadian infeksi. Wanita hamil lebih rentan terhadap infeksi karena perubahan hormon selama kehamilan dapat mempengaruhi sistem kekebalan tubuh serta membuatnya lebih rentan terhadap serangan patogen. Oleh karena itu penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk mengetahui efikasi suplementasi terhadap kejadian infeksi saluran kemih selama kehamilan. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif. Sampel diperoleh dengan teknik purposive sampling pada bulan Januari sampai Mei 2024. Konsumsi nutrien diukur melalui pengisian kuesioner yang dipandu oleh tenaga kesehatan. Data yang terkumpul selanjutnya dianalisis dengan statistika deskriptif, yang mengacu kepada formulasi UNIMMAP (United Nations International Multiple Micronutrient Antenatal Preparation) yang terdiri atas 15 vitamin dan mineral esensial, termasuk vitamin A, vitamin D, vitamin E, niacin, vitamin B kompleks, vitamin C, zinc, zat besi, selenium, copper, dan iodine. Hasil penelitian menunjukkan bahwa hanya 10% wanita hamil yang mendapatkan 15 jenis mikronutrien sesuai dengan formulasi UNIMMAP, 90% lainnya tetap mendapatkan suplemen, meskipun tidak sebanyak 15 jenis. Dapat disimpulkan bahwa mayoritas wanita hamil mendapatkan suplementasi yang belum memenuhi 15 jenis mikronutrien.Kata kunci: kehamilan; mikronutrien; suplemen
Faktor-Faktor Tingkat Kecemasan Perawat di Unit Stroke dalam Menghadapi Kegawatdaruratan dalam Masa Pasca Pandemi Covid-19 Tri Wahyuni Ismoyowati
Jurnal Penelitian Kesehatan SUARA FORIKES 2024
Publisher : FORIKES

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33846/sf15nk134

Abstract

The emergence of Covid-19 at the end of 2019 caused anxiety in various circles. Nurses are at the forefront in handling and caring for patients 24 hours a day who are at high risk of exposure, which can cause anxiety. So research was needed with the aim of finding out the factors related to the level of anxiety of nurses in the stroke unit when facing emergencies during the Covid-19 pandemic. The design of this research was cross-sectional. This research involved all nurses in hospital stroke units in Yogyakarta in 2022, a total of 37 respondents. The data collection tool used was an anxiety level questionnaire which was a modification of HARS. Data were analyzed using the Spearman correlation test. The results of the analysis showed that the respondents were aged 46-55 years, had a D3 education, and had worked >10 years. The prevalence level of nurse anxiety was 21.62%. Furthermore, the p value for each factor was age = 0.271, education = 0.854, and length of service = 0.609. It was concluded that there was no relationship between age, education and length of service and the level of anxiety among nurses in the stroke unit when dealing with emergencies during the Covid-19 pandemic in hospitals in Yogyakarta.Keywords: Covid-19; Emergency; stroke unit; nurse anxiety ABSTRAK Munculnya Covid-19 di akhir tahun 2019 menimbulkan kecemasan di berbagai kalangan. Perawat merupakan garda terdepan dalam penanganan dan perawatan pasien selama 24 jam beresiko tinggi untuk terpapar, yang bisa menimbulkan kecemasan. Maka diperlukan penelitian dengan tujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan tingkat kecemasan perawat di unit stroke dalam menghadapi kegawatdaruratan dalam masa pandemi Covid-19. Desain penelitian ini adalah cross-sectional. Penelitian ini melibatkan seluruh perawat di unit stroke rumah sakit di Yogyakarta pada tahun 2022, sejumlah 37 responden. Alat pengumpul data yang digunakan adalah kuesioner tingkat kecemasan yang merupakan modifikasi dari HARS. Data dianalisis menggunakan uji korelasi Spearman. Hasil analisis menunjukkan bahwa responden berusia 46-55 tahun, berpendidikan D3, dan memiliki masa kerja >10 tahun. Prevalensi tingkat kecemasan perawat adalah 21,62%. Selanjutnya nilai p untuk masing-masing faktor adalah usia = 0,271, pendidikan = 0,854, dan masa kerja = 0,609. Disimpulkan bahwa tidak ada hubungan antara usia, pendidikan dan masa kerja dengan tingkat kecemasan pada perawat di unit stroke dalam menghadapi kegawatdaruratan dalam masa pandemi Covid-19 rumah sakit di Yogyakarta.Kata kunci: Covid-19; kegawatdaruratan; unit stroke; kecemasan perawat
Motivasi dan Perubahan Lingkungan Kerja untuk Meningkatkan Kinerja Perawat di Rumah Sakit Febry Talakua; Astusti R.; Merlis Simon
Jurnal Penelitian Kesehatan SUARA FORIKES Vol 15, No 4 (2024): Oktober-Desember 2024
Publisher : FORIKES

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33846/sf15419

Abstract

Motivation and a good, clean and comfortable work environment will support nurses' performance to always be optimal. Nurse performance is one of the important parameters in efforts to improve health services. This study aimed to determine the effect of motivation and work environment on improving nurse performance in hospitals. This type of research was a quasi-experimental with a one group pretest and posttest design. This study involved 137 nurses in hospitals selected using accidental sampling techniques. Performance was measured by filling out questionnaires. The collected data were analyzed using paired samples t-test. The results of this study indicated that the p value for the test of differences in performance between before and after providing motivation and improving the work environment was 0.000, so it was interpreted that there was a significant difference in nurse performance. Furthermore, it was concluded that providing motivation and improving the work environment has succeeded in improving nurse performance in hospitals.Keywords: nurses; hospitals; performance; motivation; work environment ABSTRAK Motivasi serta lingkungan kerja yang baik, bersih dan nyaman akan mendukung kinerja perawat untuk selalu maksimal. Kinerja perawat adalah salah satu parameter penting dalam upaya meningkatkan pelayanan kesehatan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh motivasi dan lingkungan kerja terhadap peningkatan kinerja perawat di rumah sakit. Jenis penelitian ini adalah eksperimental kuasi dengan rancangan one group pretest and postest. Penelitian ini melibatkan 137 perawat di rumah sakit yang dipilih dengan teknik accidental sampling. Kinerja diukur melalui pengisian kuesioner. Data yang telah terkumpul dianalisis dengan paired samples t-test. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa nilai p untuk uji perbedaan kinerja antara sebelum dan sesudah pemberian motivasi dan perbaikan lingkungan kerja adalah 0,000, sehingga diinterpretasikan bahwa ada perbedaan kinerja perawat secara signifikan. Selanjutnya disimpulkan bahwa pemberian motivasi dan perbaikan lingkungan kerja berhasil meningkatkan kinerja perawat di rumah sakit.Kata kunci: perawat; rumah sakit; kinerja; motivasi; lingkungan kerja 
Kurangnya Asupan Protein dan Zat Besi pada Remaja Putri di Daerah Manggarai, Nusa Tenggara Timur Janggu, Jayanthi Petronela; Manggul, Makrina Sedista; Nanur, Fransiska Nova; Trisnawati, Reineldis
Jurnal Penelitian Kesehatan SUARA FORIKES Vol 15, No 1 (2024): Januari-Maret 2024
Publisher : FORIKES

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33846/sf15129

Abstract

Anemia is a global health problem that is often experienced by young women, one of the causes of which is inadequate nutritional intake, especially protein and iron. The aim of this study was to determine the average and proportion of protein and iron intake in adolescent girls. This research applied descriptive methods to 83 adolescent girls aged 13-14 years who were selected using purposive sampling techniques. Measurement of nutritional intake was carried out using the estimated food record sheet. Once collected, the data was analyzed descriptively in the form of means and percentages of each intake. The results of the study showed that the average protein intake only met 67%, namely 40.4 grams/day and the average iron intake only met 28%, namely 4.3 mg/day. It was concluded that the protein and iron intake of adolescent girls was below the nutritional adequacy standard and there was a failure to obtain protein and iron due to eating habits which resulted in a lack of portions and variety of food consumed.Keywords: adolescent girls; anemia; protein intake; iron intake ABSTRAK Anemia adalah masalah kesehatan global yang sering dialami oleh remaja putri, yang salah satu penyebabnya adalah asupan gizi yang tidak memadai terutama protein dan zat besi. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui rerata dan proporsi asupan protein dan zat besi pada remaja putri. Penelitian ini menerapkan metode deskriptif yang dilakukan pada 83 remaja putri berusia 13-14 tahun yang dipilih dengan teknik purposive sampling. Pengukuran asupan nutrisi dilakukan menggunakan lembar estimated food record. Setelah terkumpul, data dianalisis secara deskriptif berupa rerata dan persentase dari masing-masing asupan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rerata asupan protein hanya memenuhi 67% yaitu sebesar 40,4 gram/hari dan rerata asupan zat besi hanya memenuhi 28% yaitu sebesar 4,3 mg/hari. Disimpulkan bahwa asupan protein dan zat besi remaja putri berada di bawah standar angka kecukupan gizi dan adanya kegagalan mendapatkan protein dan zat besi akibat kebiasaan makan yang berdampak pada kurangnya porsi dan ragam makanan yang dikonsumsi.Kata kunci: remaja putri; anemia; asupan protein; asupan zat besi

Filter by Year

2024 2024


Filter By Issues
All Issue Vol 16, No 4 (2025): Oktober-Desember 2025 Vol 16, No 3 (2025): Juli-September 2025 Vol 16, No 2 (2025): April-Juni 2025 (up coming) Vol 16, No 2 (2025): April-Juni 2025 Vol 16, No 1 (2025): Januari-Maret 2025 Vol 15, No 4 (2024): Oktober-Desember 2024 Vol 15, No 3 (2024): Juli-September 2024 Vol 15, No 2 (2024): April-Juni 2024 Vol 15, No 1 (2024): Januari-Maret 2024 2024 Vol 14, No 4 (2023): Oktober - Desember 2023 Vol 14, No 3 (2023): Juli - September 2023 Vol 14, No 2 (2023): April 2023 Vol 14, No 1 (2023): Januari 2023 2023 Vol 13, No 4 (2022): Oktober 2022 Vol 13, No 3 (2022): Juli 2022 Vol 13, No 2 (2022): April 2022 Vol 13, No 1 (2022): Januari 2022 Vol 13 (2022): Nomor Khusus Februari 2022 Vol 13 (2022): Nomor Khusus Januari 2021 2022 Vol 12, No 4 (2021): Oktober 2021 Vol 12, No 3 (2021): Juli 2021 Vol 12, No 2 (2021): April 2021 Vol 12 (2021): Nomor Khusus April 2021 Vol 12 (2021): Nomor Khusus November 2021 Vol 12 (2021): Nomor Khusus Januari 2021 Vol 12, No 1 (2021): Januari Vol 11, No 3 (2020): Juli 2020 Vol 11, No 2 (2020): April 2020 Vol 11, No 1 (2020): Januari 2020 Vol 11 (2020): Nomor Khusus Mei-Juni 2020 Vol 11 (2020): Nomor Khusus Maret-April 2020 Vol 11 (2020): Nomor Khusus November-Desember 2020 Vol 11 (2020): Nomor Khusus Januari-Februari 2020 Vol 11, No 4 (2020): Oktober Vol 10, No 4 (2019): Oktober 2019 Vol 10, No 3 (2019): Juli 2019 Vol 10, No 2 (2019): April 2019 Vol 10, No 2 (2019): April 2019 Vol 10, No 1 (2019): Januari 2019 Vol 9, No 4 (2018): Oktober 2018 Vol 9, No 3 (2018): Juli 2018 Vol 9, No 2 (2018): April 2018 Vol 9, No 1 (2018): Januari 2018 Vol 8, No 4 (2017): Oktober 2017 Vol 8, No 3 (2017): Juli 2017 Vol 8, No 2 (2017): April 2017 Vol 8, No 1 (2017): Januari 2017 Vol 7, No 4 (2016): Oktober 2016 Vol 7, No 3 (2016): Juli 2016 Vol 7, No 2 (2016): April 2016 Vol 7, No 1 (2016): Januari 2016 Vol 6 (2015): Nomor Khusus Hari Kesehatan Nasional More Issue