cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
,
INDONESIA
Jurnal Penelitian Kesehatan Suara Forikes
Published by Forum Ilmiah Kesehatan
ISSN : 20863098     EISSN : 25027778     DOI : -
Core Subject : Health,
Journal of Health Research "Forikes Voice" is a medium for the publication of articles on research and review of the literature. We accept articles in the areas of health such as public health, medicine, nursing, midwifery, nutrition, pharmaceutical, environmental health, health technology, clinical laboratories, health education, and health popular.
Arjuna Subject : -
Articles 215 Documents
Search results for , issue "2024" : 215 Documents clear
Usia sebagai Faktor Risiko dari Tumor Ganas Osteosarkoma Friska Desi Sabita; Yuni Prastyo Kurniati
Jurnal Penelitian Kesehatan SUARA FORIKES Vol 15, No 4 (2024): Oktober-Desember 2024
Publisher : FORIKES

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33846/sf15404

Abstract

Osteosarcoma is an invasive bone tumor malignancy, grows aggressively and has a high mortality rate. One of the risk factors for this cancer is age. On the other hand, industrial areas increase the risk of this disease. The purpose of this study was to analyze age and proximity to industrial areas as risk factors for osteosarcoma. This study used a case-control design. Osteosarcoma was the case group and Giant Cell Tumor of Bone was the control group. A total of 142 samples were taken from medical records of bone tumor histopathology preparations at the Pathology Anatomy Laboratory, Faculty of Medicine, UMS using the purposive sampling method. The age variable was divided into groups of 0-18 years and >18 years. The cut-off point for the distance to the industrial area was 2.5 km. The measurement data of the variables were analyzed using the Chi-square test. The results of the study showed an effect of age on the incidence of osteosarcoma (p value = 0.01); but there was no effect of distance to the industrial area on the incidence of osteosarcoma (p value = 0.369). The conclusion of the study shows that age is a risk factor for osteosarcoma.Keywords: osteosarcoma; age; risk factors ABSTRAK Osteosarkoma adalah keganasan tumor tulang yang bersifat invasif, berkembang secara agresif serta memiliki tingkat mortalitas yang tinggi. Salah satu faktor risiko dari kanker ini adalah usia. Di sisi lain, kawasan industri meningkatkan risiko penyakit ini. Tujuan penelitian ini adalah menganalisis usia dan kedekatan kawasan industri sebagai faktor risko kejadian osteosarkoma. Penelitian ini menggunakan desain case-control. Osteosarkoma merupakan kelompok kasus dan Giant Cell Tumor of Bone merupakan kelompok kontrol. Sejumlah 142 sampel diambil dari rekam medis sediaan histopatologi tumor tulang di Laboratorium Patologi Anatomi FK UMS dengan metode purposive sampling. Variabel usia terbagi menjadi kelompok 0-18 tahun dan >18 tahun. Cut off poin jarak terhadap kawasan industri adalah 2,5 km. Data hasil pengukuran variabel dianalisis menggunakan uji Chi-square. Hasil penelitian menunjukkan adanya pengaruh usia terhadap kejadian osteosarkoma (nilai p = 0,01); namun tidak ada pengaruh jarak dengan kawasan industri terhadap kejadian osteosarkoma (nilai p = 0,369). Kesimpulan penelitian menunjukkan bahwa usia merupakan faktor risiko osteosarkoma.Kata kunci: osteosarkoma; usia; faktor risiko
Membangun Pemahaman Siswa tentang Nilai Gizi Melalui Edukasi Literasi Label Pangan Putri Nur Aini; Ayik Mirayanti Mandagi; Rifka Pramudia Wardani; Nurul Agustina Kurniawati; Rina Pertiwi; Afan Alfayad
Jurnal Penelitian Kesehatan SUARA FORIKES Vol 15, No 4 (2024): Oktober-Desember 2024
Publisher : FORIKES

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33846/sf15439

Abstract

Lack of knowledge of adolescents about consumption patterns causes inappropriate consumption patterns. Changes in increasing knowledge about food labels can be attempted through education. This study aimed to determine the increase in students' knowledge after an intervention in the form of education on reading food labels. The design of this study was one group pretest-posttest. The subjects of this study were 44 intra-school student organization administrator of the Madrasah Aliyah Muhammadiyah 01 Jember. The intervention was carried out using lecture and discussion methods, and supplemented with exercises. The media used were posters and Power Point presentations. Furthermore, a comparative analysis of students' knowledge levels between before and after education was carried out, using a paired samples t-test. The results of the analysis showed that the average level of knowledge about reading food labels before the intervention was given was 40.54. After the intervention, the average increased to 60.68. The p-value of the t-test was 0.000, so it is interpreted that there is a difference in students' knowledge levels between before and after the intervention. Furthermore, it is concluded that food label literacy education is effective in increasing students' knowledge about how to read nutritional information on packaged food labels.Keywords: students; nutritional value; food labels; knowledge  ABSTRAK Kurangnya pengetahuan remaja tentang pola konsumsi menyebabkan terjadinya pola konsumsi yang kurang tepat. Perubahan peningkatan pengetahuan mengenai label pangan dapat diusahakan melalui edukasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peningkatan pengetahuan siswa setelah dilakukan intervensi berupa edukasi pembacaan label pangan. Desain penelitian ini adalah one group pretest-postest. Subjek penelitian ini adalah 44 pengurus Organisasi Siswa Intra Sekolah Madrasah Aliyah Muhammadiyah 01 Jember. Intervensi dilakukan dengan metode ceramah, diskusi, dan dilengkapi dengan latihan. Media yang digunakan poster dan prsentasi Power Point. Selanjutnya dilakukan analisis perbandingan tingkat pengetahuan siswa antara sebelum dan sesudah edukasi, menggunakan paired samples t-test. Hasil analisis menunjukkan bahwa rerata tingkat pengetahuan tentang pembacaan label pangan sebelum diberikan intervensi adalah 40,54. Setelah intervensi, rerata meningkat menjadi 60,68. Nilai p dari uji t adalah 0,000, sehingga ditafsirkan bahwa ada perbedaan tingkat pengetahuan siswa antara sebelum dan sesudah dilakukan intervensi. Selanjutnya disimpulkan bahwa edukasi literasi label pangan efektif untuk meningkatkan pengetahuan siswa tentang cara membaca informasi nilai gizi pada label pangan kemasan.Kata kunci: siswa; nilai gizi; label pangan; pengetahuan  
Pengurangan Scar Luka Insisi Pasca Operasi Caesar Menggunakan Aplikasi Kinesio Taping Hakim, Supartina; Ramadhani, Nur Awalia Syahri
Jurnal Penelitian Kesehatan SUARA FORIKES Vol 15, No 4 (2024): Oktober-Desember 2024
Publisher : FORIKES

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33846/sf15432

Abstract

Incision wounds from cesarean section can cause scars that can then form scar tissue, which can cause discomfort such as itching, pain, and hyperesthesia and even interfere with appearance. Over time, one way to overcome this has been found, namely the use of kinesio taping. The right application of kinesio taping can accelerate the healing of incision wounds. This study aimed to determine the effectiveness of kinesio taping applications to reduce scar tissue from incision wounds after cesarean section. The design of this study was a one group pre-test and post-test, involving 12 mothers within 3 weeks after cesarean section. In the phase before and after the application of kinesio taping, measurements were made of the length, width and color of the incision scars of post-cesarean section patients. Furthermore, a comparative test of the measurement results between before and after the intervention was carried out. The results of the study showed that the p value of the paired samples t-test was 0.000 for length, width and color. This shows that there was a difference in the three indicators between before and after the intervention. Thus, it could be concluded that the application of kinesio taping is effective in reducing scar tissue from incision wounds after cesarean section.Keywords: scar; cesarean section; kinesio taping ABSTRAK  Luka insisi dari operasi caesar dapat menimbulkan bekas luka yang kemudian bisa membentuk jaringan parut, yang dapat menimbulkan ketidaknyamanan seperti gatal, nyeri, dan hiperestesia bahkan menganggu penampilan. Seiring zaman, ditemukan salah satu cara untuk mengatasi hal tersebut yaitu penggunaan kinesio taping. Aplikasi kinesio taping yang tepat dapat mempercepat penyembuhan luka insisi. Penelitian ini bertujuan mengetahui efektivitas aplikasi kinesio taping untuk menurunkan jaringan parut luka insisi pasca operasi caesar. Rancangan penelitian ini adalah one group pre test and post test, dengan melibatkan 12 ibu dalam masa 3 minggu pasca operasi caesar. Pada fase sebelum dan sesudah pemberian aplikasi kinesio taping dilakukan pengukuran panjang, lebar dan warna bekas luka insisi pasien pasca operasi caesar. Selanjutnya dilakukan uji perbandingan hasil pengukuran antara sebelum dan sesudah intervensi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai p dari paired samples t-test adalah 0,000 untuk panjang, lebar dan warna. Ini menunjukkan bahwa ada perbedaan ketiga indikator tersebut antara sebelum dan sesudah intervensi. Dengan demikian bisa disimpulkan bahwa aplikasi kinesio taping efektif untuk menurunkan jaringan parut luka insisi pasca operasi caesar.Kata kunci: jaringan parut; operasi caesar; kinesio taping 
Pengetahuan Perawat Kamar Operasi tentang Keselamatan dan Kesehatan Kerja Sebagai Penentu Kepatuhan Terhadap Standard Operating Procedure Penggunaan Alat Pelindung Diri Martzarini, Virginia; Yuswanto, Tri Johan Agus; Bachtiar, Arief
Jurnal Penelitian Kesehatan SUARA FORIKES Vol 15, No 4 (2024): Oktober-Desember 2024
Publisher : FORIKES

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33846/sf15408

Abstract

Non-compliance with the use of personal protective equipment according to standard operating procedures by surgical nurses is often due to supervision factors, availability of equipment, and others. The operating room is a room that is at risk of threatening the health of officers, especially surgical nurses. This study aimed to determine the relationship between knowledge of hospital occupational safety and health and compliance with the implementation of standard operating procedures in the use of personal protective equipment by surgical nurses in the operating room. The research design used in this study was cross-sectional. The subjects of this study were 20 surgical nurses in the operating room in 2023, which were determined by the total sampling technique. Data on the level of knowledge were collected by filling out a questionnaire; while data on compliance with the use of personal protective equipment were collected through observation. Furthermore, data analysis was carried out using the Chi-square test. The results of the study showed that the p value of the correlation test was 0.001, so it was interpreted that there was a correlation between knowledge of hospital occupational safety and health and compliance with the implementation of standard operating procedures in the use of personal protective equipment by surgical nurses in the operating room. Furthermore, it was concluded that knowledge of occupational safety and health is a determinant of compliance with the implementation of standard operating procedures in the use of personal protective equipment by surgical nurses in the operating room.Keywords: occupational safety and health; operating room; nurse; knowledge; standard operating procedure; personal protective equipmentABSTRAK Ketidakpatuhan penggunaan alat pelindung diri sesuai standard operating procedure oleh perawat bedah sering dilakukan karena faktor pengawasan, ketersediaan alat, dan lain-lain. Kamar operasi adalah ruangan yang beresiko mengancam kesehatan petugas, khususnya perawat bedah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara pengetahuan tentang keselamatan dan kesehatan kerja rumah sakit dengan kepatuhan pelaksanaan standard operating procedure dalam penggunaan alat pelindung diri oleh perawat bedah di kamar operasi. Desain penelitian yang digunakan dalam studi ini adalah cross-sectional. Subyek penelitian ini adalah 20 perawat bedah di kamar operasi pada tahun 2023, yang ditentukan dengan teknik total sampling. Data tentang tingkat pengetahuan dikumpulkan melalui pengisian kuesioner; sedangkan data tentang kepatuhan menggunakan alat pelindung diri dikumpulkan melalui observasi. Selanjutnya dilakukan analisis data menggunakan uji Chi-square. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai p dari uji korelasi adalah 0,001, sehingga ditafsirkan bahwa ada korelasi antara antara pengetahuan tentang keselamatan dan kesehatan kerja rumah sakit dengan kepatuhan pelaksanaan standard operating procedure dalam penggunaan alat pelindung diri oleh perawat bedah di kamar operasi. Selanjutnya disimpulkan bahwa pengetahuan tentang keselamatan dan kesehatan kerja merupakan penentu kepatuhan pelaksanaan standard operating procedure dalam penggunaan alat pelindung diri oleh perawat bedah di kamar operasi.Kata kunci: keselamatan dan kesehatan kerja; kamar operasi; perawat; pengetahuan; standard operating procedure; alat pelindung diri
Erupsi Gigi Incisivus Pertama Permanen pada Anak Down Syndrome menurut Jenis Kelamin Agus Marjianto; Siti Fitria Ulfah
Jurnal Penelitian Kesehatan SUARA FORIKES Vol 15, No 4 (2024): Oktober-Desember 2024
Publisher : FORIKES

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33846/sf15401

Abstract

The growth and development of teeth in each individual is different and not simultaneous. Assessment of tooth maturation can be determined by tooth eruption. Permanent tooth eruption occurs gradually with age. Eruption of permanent incisor teeth is an early indicator of a child's growth and development. This study aimed to analyze the eruption time of the first permanent incisor teeth reviewed from the age of children with down syndrome. This study applied a cross-sectional design involving 51 children with down syndrome who were selected using a simple random sampling technique. Data were collected by examining the oral cavity and then recorded in an odontogram table. Furthermore, an analysis of differences in tooth eruption based on gender was carried out using an independent samples t-test. The results showed that the average eruption of the first permanent incisor teeth in males was 8.225, while in females it was 4.63. The results of the difference test showed a p value = 0.000. Based on the results of the analysis, it could be concluded that the eruption of the first permanent incisor teeth in children with down syndrome is different between males and females. Femaless teeth experience eruption of first permanent incisors earlier.Keywords: tooth eruption; first permanent incisors; down syndrome; girls ABSTRAK Pertumbuhan dan perkembangan gigi geligi pada setiap individu adalah berbeda dan tidak bersamaan. Penilaian maturasi gigi dapat ditentukan dengan erupsi gigi. Erupsi gigi permanen terjadi bertahap sejalan dengan bertambahnya usia. Erupsi gigi incisivus permanen merupakan indikator awal pertumbuhan dan perkembangan anak. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis waktu erupsi gigi incisivus pertama permanen ditinjau dari usia pada anak dengan down syndrome. Penelitian ini menerapkan rancangan cross-sectional dengan melibatkan 51 anak dengan down syndrome yang dipilih dengan teknik simple random sampling. Data dikumpulkan dengan pemeriksaan rongga rongga mulut lalu dicatat pada tabel odontogram. Selanjutnya dilakukan analisis perbedaan erupsi gigi berdasarkan jenis kelamin menggunakan independent samples t-test. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rerata erupsi gigi incisivus pertama permanen pada laki-laki adalah 8,225, sedangkan pada permpuan adalah 4,63. Hasil uji perbedaan menunjukkan nilai p = 0,000. Berdasarkan hasil analisis dapat disimpulkan bahwa erupsi gigi incisivus pertama permanen pada anak dengan down syndrome berbeda antara laki-laki dan perempuan. Anak perempuan gigi mengalami erupsi incisivus pertama permanen lebih awal.Kata kunci: erupsi gigi; incisivus pertama permanen; down syndrome; perempuan
Paparan Boraks pada Produk Makanan Kerupuk di Industri Rumah Tangga (Studi Karakteristik dan Risiko Pajanan) Yenny Ar Tanjung; Sugiyanta Sugiyanta; Nuri Nuri
Jurnal Penelitian Kesehatan SUARA FORIKES Vol 15, No 4 (2024): Oktober-Desember 2024
Publisher : FORIKES

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33846/sf15442

Abstract

 Access to safe food is important for health, but food poisoning remains a major problem. In Indonesia, popular crackers often contain dangerous borax. Although cracker products have been licensed, this does not guarantee safety from hazardous materials such as borax. The purpose of this study was to identify and measure the levels of borax in crackers, calculate the Risk Quotient (RQ) value in cracker products containing borax, and analyze the Excess Cancer Risk (ECR) value in crackers exposed to borax in Jember Regency. This study filled the gap by focusing on the risk of borax exposure in crackers through an environmental health risk analysis method, using a quantitative approach. The study sample consisted of 35 crackers produced by home industries that potentially contain borax. Borax levels were measured using two tests, namely the turmeric test (qualitative) and the photometer (quantitative). Based on the results of qualitative and quantitative tests on cracker samples, it was found that 7 samples contained borax. The RQ value showed that cracker 1 had a value of 2.82 and cracker 2 was 4.26, both exceeding the threshold of 1, so that consumers are at risk of experiencing non-carcinogenic diseases. Meanwhile, the ECR value for cracker 1 was 0.03 and for cracker 2 was 0.04 which exceeds the limit of 0.0001, indicating the potential risk of carcinogenic diseases. Based on the results of the study, it was concluded that there is a potential carcinogenic and non-carcinogenic risk from crackers containing borax.Keywords: crackers; borax; excess cancer risk; risk quotient ABSTRAK Akses makanan aman penting untuk kesehatan, namun keracunan makanan tetap menjadi masalah besar. Di Indonesia, kerupuk yang populer sering mengandung boraks yang berbahaya. Meskipun produk kerupuk te;ah berizin, namun ini belum menjamin keamanan dari bahan berbahaya seperti boraks. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi dan mengukur kadar boraks pada kerupuk, menghitung nilai Risk Quotient (RQ) pada produk kerupuk yang mengandung boraks, serta menganalisis nilai Excess Cancer Risk (ECR) pada kerupuk yang terpapar boraks di Kabupaten Jember. Penelitian ini mengisi kesenjangan dengan fokus pada risiko pajanan boraks pada kerupuk melalui metode analisis risiko kesehatan lingkungan, menggunakan pendekatan kuantitatif. Sampel penelitian terdiri dari kerupuk yang diproduksi oleh industri rumah tangga yang berpotensi mengandung boraks. Kadar boraks diukur menggunakan dua uji, yaitu uji turmerik (kualitatif) dan fotometer (kuantitatif). Berdasarkan hasil uji kualitatif dan kuantitatif terhadap 35 sampel kerupuk, ditemukan bahwa 7 sampel mengandung boraks. Nilai RQ menunjukkan bahwa kerupuk 1 memiliki nilai 2,82 dan kerupuk 2 adalah 4,26, keduanya melebihi ambang batas 1, sehingga konsumen berisiko mengalami penyakit non-karsinogenik. Sementara itu, nilai ECR pada kerupuk 1 adalah 0,03 dan pada kerupuk 2 sebesar 0,04 yang melampui batas 0,0001, menandakan potensi risiko penyakit karsinogenik. Berdasarkan hasil penelitian disimpulkan bahwa ada potensi risiko karsinogenik dan non-karsionogenik dari kerupuk yang mengandung boraks.Kata kunci: kerupuk; boraks; excess cancer risk; risk quotient
Perawatan Luka Berbasis Teori Florence untuk Mendukung Penyembuhan Luka Fase Inflamasi Pasien Pasca Operasi Laparatomi Ikhsania Ikhsania; Tri Johan Agus Yuswanto; Maria Diah Ciptaning Tyas; Wiwin Martiningsih
Jurnal Penelitian Kesehatan SUARA FORIKES Vol 15, No 3 (2024): Juli-September 2024
Publisher : FORIKES

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33846/sf15311

Abstract

Currently, laparotomy surgery is a health problem that is often encountered in hospitals around the world. After a laparotomy surgical procedure, wound care becomes an important focus because it has the potential to become a breeding ground for bacteria, fungi, or viruses that can cause infection. According to Florence's theory, the environment is the main cause of disease in patients. Therefore, wound care with an environmental approach can be integrated into wound care. The purpose of this study was to determine the effect of Florence's theory-based wound care on the inflammatory phase wound healing process in post-laparotomy patients. The design of this study was a posttest only with control group, involving 32 post-laparotomy patients in the Emerald Room of Lavalette Hospital Malang who were selected using a purposive sampling technique, then divided into a treatment group and a control group. The results of wound healing in both groups were measured through observation, then an analysis of differences in wound healing was carried out using an independent samples t-test. The results of wound healing in the treatment group were mostly in the very good category, while in the control group most were in the moderate category. The results of the analysis showed a p value of less than 0.05, which indicated a difference in wound healing speed between the two groups. Based on the results of the study, it was concluded that wound care based on Florence's theory is effective in accelerating wound healing in the inflammatory phase in post-laparotomy patients.Keywords: laparotomy; wound care; Florence's theory ABSTRAK Saat ini, pembedahan laparatomi menjadi masalah kesehatan yang sering di jumpai di rumah sakit di seluruh dunia. Setelah prosedur pembedahan laparatomi, perawatan luka menjadi fokus penting karena berpotensi menjadi tempat berkembang biaknya bakteri, jamur, atau virus yang dapat menyebabkan infeksi. Menurut teori Florence, lingkungan merupakan penyebab utama penyakit pada pasien. Oleh karena itu perawatan luka dengan pendekatan lingkungan dapat diintegrasikan dalam perawatan luka. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh perawatan luka berbasis teori Florence terhadap proses penyembuhan luka fase inflamasi pada pasien pasca operasi laparatomi. Rancangan penelitian ini adalah posttest only with control group, yang melibatkan 32 pasien pasca laparatomi di Ruang Emerald RS Lavalette Malang yang dipilih dengan teknik purposive sampling, selanjutnya dibagi menjadi kelompok perlakuan dan kelompok kontrol. Hasil penyembuhan luka pada kedua kelompok diukur melalui observasi, selanjutnya dilakukan analisis perbedaan penyembuhan luka menggunakan independent samples t-test. Hasil penyembuhan luka pada kelompok perlakuan sebagian besar pada kategori sangat baik, sedangkan pada kelompok kontrol sebagian besar pada kategori sedang. Hasil analisis menunjukkan nilai p kurang dari 0,05, yang mengindikasikan adanya perbedaan kecepatan penyembuhan luka di antara kedua kelompok. Berdasarkan hasil penelitian disimpulkan bahwa perawatan luka berbasis teori Florence efektif untuk mempercepat penyembuhan luka pada fase inflamasi pada pasien pasca operasi laparatomi.Kata kunci: laparatomi; perawatan luka; teori Florence
Length of Stay di Unit Gawat Darurat Berdampak pada Hasil Klinis Pasien Antung Farah Zhafira; Dwiyanti Attoriq; Fathia Qonitati; Reza Rostika; Yudha Nurfauzan; Heri Ridwan; Popi Sopiah
Jurnal Penelitian Kesehatan SUARA FORIKES Vol 15, No 4 (2024): Oktober-Desember 2024
Publisher : FORIKES

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33846/sf15448

Abstract

Length of stay is the length of time an emergency patient waits, calculated from the time the patient arrives at the emergency department until they are transferred or moved to another unit. Length of stay is often associated with adverse events including mortality. In fact, the mortality of patients treated in the emergency department for a shorter time (<6 hours) is 0.6% higher. However, a shorter length of stay may also indicate a lack of resources or reduced bed supply, with subsequent negative consequences for patients. This study aimed to determine the impact of length of stay on the clinical impact of patients in the emergency department. The method used in this study is a literature review. The article search strategy was carried out using online databases, namely PubMed and ScienceDirect. The keywords used in finding articles were Length of Stay, Emergency Department, and health outcome. The number of literature included in the review was 8 articles. The results of the review showed that a long length of stay contributed to the risk of adverse events such as cardiac arrest and death, especially in critically ill patients. On the other hand, a shorter length of stay can increase the chances of better outcomes, although sometimes this can reflect resource limitations. It is further concluded that these findings underscore the importance of time and resource management in the emergency department to improve the quality of care and patient clinical outcomes.Keywords: emergency department; clinical outcomes; length of stay ABSTRAK Length of stay merupakan lamanya waktu tunggu pasien gawat darurat, dihitung sejak pasien tiba di unit gawat darurat hingga dipindahkan atau dipindah ke unit lain. Length of stay sering dikaitkan dengan kejadian buruk termasuk mortalitas. Faktanya, mortalitas pasien yang dirawat di unit gawat darurat dalam waktu yang lebih singkat (<6 jam) adalah 0,6% lebih tinggi. Namun, length of stay yang lebih pendek juga dapat mengindikasi kurangnya sumber daya atau berkurangnya pasokan tempat tidur, dengan konsekuensi negatif selanjutnya bagi pasien. Studi ini bertujuan untuk mengetahui dampak length of stay terhadap dampak klinis pasien di unit gawat darurat. Metode yang digunakan dalam studi ini adalah literature review. Strategi pencarian artikel dilakukan menggunakan online database yaitu PubMed dan ScienceDirect. Kata kunci yang digunakan dalam menemukan artikel yaitu length of stay, emergency department, dan health result. Jumlah literatur yang diikutsertakan dalam telaah adalah 8 artikel. Hasil review menunjukkan bahwa length of stay yang lama berkontribusi terhadap risiko buruk seperti henti jantung dan kematian, terutama pada pasien yang sakit kritis. Di sisi lain, length of stay yang lebih pendek dapat meningkatkan peluang hasil yang lebih baik, meskipun terkadang hal ini dapat mencerminkan keterbatasan sumber daya. Selanjutnya disimpulkan bahwa temuan ini menggarisbawahi pentingnya manajemen waktu dan sumber daya di unit gawat darurat untuk meningkatkan kualitas perawatan dan hasil klinis pasien.Kata kunci: unit gawat darurat; hasil klinis; length of stay
Dukungan Sosial untuk Kesejahteraan Nelayan Tradisional Tulungagung melalui Inisiasi Pembentukan Pos Upaya Kesehatan Kerja (UKK) dan Kepesertaan Jaminan Sosial Paskarini, Indriati; Dwiyanti, Endang
Jurnal Penelitian Kesehatan SUARA FORIKES Vol 15, No 4 (2024): Oktober-Desember 2024
Publisher : FORIKES

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33846/sf.v15i4.5555

Abstract

The problems faced by traditional fishermen are that they are not yet protected by social security and there is no Occupational Health Effort Post (UKK). This study aimed to identify social support as an effort to improve the welfare of traditional fishermen through the initiation of the UKK Post. This study was a qualitative study in order to identify social support, including emotional support, instrumental support, informational support, and appreciation support as well as cross-sectoral efforts to initiate the formation of the UKK Post. Data collection was carried out through focused group discussions involving 29 participants from cross-sector elements. Data were analyzed thematically and then presented descriptively. The results of this study showed an analysis of the conditions and readiness to be able to form the UKK Post from several important relevant aspects and participation in fishermen's social security as an effort to support social support. It could be concluded that the UKK Post and social security participation need to be initiated and efforts to be implemented optimally as an effort to support social support in improving the welfare of fishermen.Keywords: social support; social security; welfare; fishermen; Occupational Health Effort Post ABSTRAK Permasalahan yang dihadapi oleh nelayan tradisional adalah belum terlindungi oleh jaminan sosial dan belum adanya Pos Upaya Kesehatan Kerja (UKK). Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi dukungan sosial sebagai upaya meningkatkan kesejahteraan nelayan tradisional melaui inisiasi Pos UKK. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dalam rangka mengidentifikasi dukungan sosial, meliputi dukungan emosional, dukungan instrumental, dukungan informasional, dan dukungan penghargaan serta upaya lintas sektoral untuk menginisiasi pembentukan Pos UKK. Pengambilan data dilakukan melalui focused group discussion dengan melibatkan 29 partisipan 29 dari unsur lintas sektor. Data dianalisis secara tematik lalu disajikan secara deskriptif. Hasil penelitian ini menunjukkan analisis kondisi dan kesiapan untuk dapat dibentuk Pos UKK dari beberapa aspek penting yang relevan serta kepesertaan jaminan sosial nelayan sebagai upaya dukungan sosial. Dapat disimpulkan bahwa Pos UKK dan kepesertaan jaminan sosial perlu diinisiasi dan diupayakan terlaksana dengan optimal sebagai upaya dukungan sosial dalam mensejahterakan nelayan.Kata kunci: dukungan sosial; jaminan sosial; kesejahteraan; nelayan; Pos Upaya Kesehatan Kerja 
Website Edukasi untuk Perubahan Pengetahuan dan Perilaku Defensive Driving Operator Head Truck Washul, Muhammad; Widjanarti, Maria Paskanita; Fauzi, Rachmawati Prihantina
Jurnal Penelitian Kesehatan SUARA FORIKES Vol 15, No 4 (2024): Oktober-Desember 2024
Publisher : FORIKES

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33846/sf15426

Abstract

The operational activity of unloading and loading packaging at PT X Semarang involves the performance of operators who drive the head truck and chassis. The operators were poorly knowledgeable and behaved towards defensive driving. This study aimed to analyze the effectiveness of the Defensive Driving Site or “Devise” educational website to improve head truck operators’ defensive driving knowledge and behavior. The design of this study was pre-test and post-test with control group. The respondents of the study were 106 head truck operators of PT X Semarang, with the intervention and control groups consisting of 53 respondents each. Before and after the intervention measurements of defensive driving knowledge and behavior were conducted. Comparison of the results between the two groups was analyzed by t -test. The results of the study showed that the p-value for the comparison of knowledge about defensive driving in the intervention group that received an educational website was 0.001 (there was a meaningful difference). The p value for the comparison of defensive driving behavior in the intervention group was 0.001 (there was a meaningful difference). The p-value for the comparison of knowledge about defensive driving in the control group was 0.146 (no meaningful difference). The p-value for the comparison of defensive driving behavior in the control group was 0.226 (no meaningful difference). There was a difference in defensive driving knowledge (p = 0.001) and a difference in defensive driving behavior (p = 0.001) between the intervention group and the control group. It was further concluded that the educational website was successful in improving the knowledge and defensive driving behavior of PT X Semarang head truck operators.Keywords: educational website; defensive driving; knowledge; behavior; operator head truck ABSTRAK Aktivitas operasional bongkar-muat peti kemas di PT X Semarang melibatkan kinerja operator yang mengendarai head truck dan chassis. Para operator berpengetahuan dan berperilaku kurang baik terhadap defensive driving. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efektivitas website edukasi Defensive Driving Site atau “Devise” untuk meningkatkan pengetahuan dan perilaku defensive driving operator head truck. Desain penelitian ini adalah pre-test and post-test with control group. Responden penelitian adalah 106 operator head truck PT X Semarang, dengan kelompok intervensi dan kontrol masing-masing terdiri atas 53 responden. Sebelum dan sesudah intervensi dilakukan pengukuran pengetahuan dan perilaku defensive driving. Perbandingan hasil antara kedua kelompok dianalisis dengan uji t. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai p untuk perbandingan pengetahuan tentang defensive driving pada kelompok intervensi yang mendapatkan website edukasi adalah 0,001 (ada perbedaan bermakna). Nilai p untuk perbandingan perilaku defensive driving pada kelompok intervensi adalah 0,001 (ada perbedaan bermakna). Nilai p untuk perbandingan pengetahuan tentang defensive driving pada kelompok kontrol adalah 0,146 (tidak ada perbedaan bermakna). Nilai p untuk perbandingan perilaku defensive driving pada kelompok kontrol adalah 0,226 (tidak ada perbedaan bermakna). Terdapat perbedaan pengetahuan defensive driving (p = 0,001) dan perbedaan perilaku defensive driving (p = 0,001) antara kelompok intervensi dan kelompok kontrol. Selanjutnya disimpulkan bahwa website edukasi sukses dalam meningkatkan pengetahuan dan perilaku defensive driving head truck operators PT X Semarang.Kata kunci: website edukasi; defensive driving; pengetahuan; perilaku; operator head truck

Filter by Year

2024 2024


Filter By Issues
All Issue Vol 16, No 4 (2025): Oktober-Desember 2025 Vol 16, No 3 (2025): Juli-September 2025 Vol 16, No 2 (2025): April-Juni 2025 (up coming) Vol 16, No 2 (2025): April-Juni 2025 Vol 16, No 1 (2025): Januari-Maret 2025 Vol 15, No 4 (2024): Oktober-Desember 2024 Vol 15, No 3 (2024): Juli-September 2024 Vol 15, No 2 (2024): April-Juni 2024 Vol 15, No 1 (2024): Januari-Maret 2024 2024 Vol 14, No 4 (2023): Oktober - Desember 2023 Vol 14, No 3 (2023): Juli - September 2023 Vol 14, No 2 (2023): April 2023 Vol 14, No 1 (2023): Januari 2023 2023 Vol 13, No 4 (2022): Oktober 2022 Vol 13, No 3 (2022): Juli 2022 Vol 13, No 2 (2022): April 2022 Vol 13, No 1 (2022): Januari 2022 Vol 13 (2022): Nomor Khusus Februari 2022 Vol 13 (2022): Nomor Khusus Januari 2021 2022 Vol 12, No 4 (2021): Oktober 2021 Vol 12, No 3 (2021): Juli 2021 Vol 12, No 2 (2021): April 2021 Vol 12 (2021): Nomor Khusus April 2021 Vol 12 (2021): Nomor Khusus November 2021 Vol 12 (2021): Nomor Khusus Januari 2021 Vol 12, No 1 (2021): Januari Vol 11, No 3 (2020): Juli 2020 Vol 11, No 2 (2020): April 2020 Vol 11, No 1 (2020): Januari 2020 Vol 11 (2020): Nomor Khusus Mei-Juni 2020 Vol 11 (2020): Nomor Khusus Maret-April 2020 Vol 11 (2020): Nomor Khusus November-Desember 2020 Vol 11 (2020): Nomor Khusus Januari-Februari 2020 Vol 11, No 4 (2020): Oktober Vol 10, No 4 (2019): Oktober 2019 Vol 10, No 3 (2019): Juli 2019 Vol 10, No 2 (2019): April 2019 Vol 10, No 2 (2019): April 2019 Vol 10, No 1 (2019): Januari 2019 Vol 9, No 4 (2018): Oktober 2018 Vol 9, No 3 (2018): Juli 2018 Vol 9, No 2 (2018): April 2018 Vol 9, No 1 (2018): Januari 2018 Vol 8, No 4 (2017): Oktober 2017 Vol 8, No 3 (2017): Juli 2017 Vol 8, No 2 (2017): April 2017 Vol 8, No 1 (2017): Januari 2017 Vol 7, No 4 (2016): Oktober 2016 Vol 7, No 3 (2016): Juli 2016 Vol 7, No 2 (2016): April 2016 Vol 7, No 1 (2016): Januari 2016 Vol 6 (2015): Nomor Khusus Hari Kesehatan Nasional More Issue