cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
,
INDONESIA
Jurnal Penelitian Kesehatan Suara Forikes
Published by Forum Ilmiah Kesehatan
ISSN : 20863098     EISSN : 25027778     DOI : -
Core Subject : Health,
Journal of Health Research "Forikes Voice" is a medium for the publication of articles on research and review of the literature. We accept articles in the areas of health such as public health, medicine, nursing, midwifery, nutrition, pharmaceutical, environmental health, health technology, clinical laboratories, health education, and health popular.
Arjuna Subject : -
Articles 215 Documents
Search results for , issue "2024" : 215 Documents clear
Stridor dan Suara Serak pada Kasus Tuberkulosis Laring dengan Keterlibatan Tuberkulosis Paru Jamaluddin Madolangan
Jurnal Penelitian Kesehatan SUARA FORIKES Vol 15, No 3 (2024): Juli-September 2024
Publisher : FORIKES

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33846/sf15347

Abstract

Laryngeal tuberculosis is an infectious disease of the larynx caused by Mycobacterium tuberculosis. Laryngeal tuberculosis can be classified into primary laryngeal tuberculosis (extrapulmonary tuberculosis) and secondary (along with pulmonary tuberculosis). Rare clinical manifestations in tuberculosis are hoarseness and stridor. This case report aimed to discuss the clinical complaints of stridor and hoarseness in patients with laryngeal tuberculosis accompanied by pulmonary tuberculosis involvement. Case reports were selected from patients with rare clinical complaints, namely stridor and hoarseness in patients with laryngeal tuberculosis accompanied by pulmonary tuberculosis. A 31-year-old woman was admitted to the hospital ward with complaints of hoarseness since 2 months ago, but worsened in the last 1 week, while shortness of breath had been experienced since 1 month. The results of physical examination were consciousness = compostmentis, blood pressure = normal, heart rate = 90 times / minute, respiratory rate = 24 times / minute, temperature = 36.50C and SpO2 = 94%. The results of the lung examination showed that the breath sounds were bronchovesicular accompanied by stridor and there were rhonchi in both hemithoraxes. Laryngoscopy examination showed epiglottis and arytenoid hyperemia, edema of the left and right arytenoids, and resistance during abduction movements in the plica vocalis dextra et sinistra. The molecular rapid test for Mycobacterium tuberculosis was positive and the results of the chest CT scan showed a picture of active pulmonary tuberculosis with minimal lesions. The results of the evaluation after the continuation phase of treatment in the third month showed clinical improvement. In conclusion, stridor and hoarseness in patients with secondary laryngeal tuberculosis can occur together, while early diagnosis with anti-tuberculosis drug therapy will improve the patient's prognosis.Keywords: tuberculosis; larynx; lungs; stridor; hoarseness ABSTRAK Tuberkulosis laring merupakan penyakit infeksi pada laring yang disebabkan oleh Mycobacterium tuberculosis. Tuberkulosis laring dapat diklasifikasikan menjadi tuberkulosis laring primer (tuberkulosis ekstra paru) dan sekunder (bersamaan dengan tuberkulosis paru). Manifestasi klinis yang jarang dijumpai pada tuberkulosis adalah suara serak dan stridor. Laporan kasus ini bertujuan untuk mendiskusikan mengenai keluhan klinis stridor dan suara serak pada  pasien tuberkulosis laring yang disertai keterlibatan tuberkulosis paru. Laporan kasus dipilih dari pasien dengan keluhan klinis yang jarang terjadi yakni stridor dan suara serak pada pasien tuberkulosis laring disertai tuberkulosis paru. Seorang perempuan, 31 tahun, dirawat di bangsal rumah sakit dengan keluhan suara serak sejak 2 bulan yang lalu, tetapi memberat dalam 1 minggu terakhir, sedangkan sesak dialami sejak 1 bulan. Hasil pemeriksaan fisik adalah kesadaran = komposmentis, tekanan darah = normal, heart rate = 90 kali/menit, respiratory rate = 24 kali/menit, suhu = 36,50C dan SpO2 =94%. Hasil pemeriksaan paru menunjukkan bahwa suara nafas adalah bronkhovesikular disertai dengan stridor dan terdapat ronkhi pada kedua hemithoraks. Pemeriksaan laringoskopi menunjukkan epiglotis dan aritenoid hiperemia, edema aritenoid sisi kiri dan kanan, dan adanya tahanan saat melakukan gerakan abduksi pada plica vocalis dextra et sinistra. Pemeriksaan tes cepat molekuler Mycobacterium tuberculosis adalah positif dan hasil pemeriksaan CT scan thoraks menunjukkan gambaran tuberkulosis paru aktif dengan lesi minimal. Hasil evaluasi setelah pengobatan fase lanjutan pada bulan ketiga menunjukkan adanya perbaikan klinis. Sebagai kesimpulan, stridor dan suara serak pada pasien tuberkulosis laring sekunder bisa terjadi bersamaan, sedangkan penegakan diagnosis disertai terapi obat anti tuberkulosis yang dini akan mempebaiki prognosis pasien.Kata kunci: tuberkulosis; laring; paru; stridor; suara serak
Formulasi Tablet Effervescent Penurunan Berat Badan dari Ekstrak Daun Jati Belanda, Daun Kumis Kucing, Daun Sirih, Herba Meniran dan Rimpang Kunyit Joana Rachel Marlitha Santoso; Titin Sulastri; Marvel Reuben Suwitono
Jurnal Penelitian Kesehatan SUARA FORIKES Vol 15, No 4 (2024): Oktober-Desember 2024
Publisher : FORIKES

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33846/sf15437

Abstract

Herbal medicine is widely recognized as a plant-based extract that has been effective for generations in Indonesia to treat various diseases. The purpose of this study was to evaluate the physical properties of effervescent tablets from a combination of extracts of jati belanda leaves, kumis kucing leaves, sirih leaves, meniran herbs, and turmeric rhizomes, with various sweeteners, namely cane sugar, stevia, and maltodextrin. This study was an descriptive study. The researchers assessed the physical parameters, namely flow rate, angle of repose, and compressibility for granules; while tablet analysis included weight uniformity, size uniformity, friability, hardness, dissolution time, and pH. The results showed that the formulations with stevia and maltodextrin met most of the test criteria effectively. There was a wider variability in the stevia formulation (3%), indicating challenges in achieving consistent tablet weight due to variations in water content. Friability was 0.66% for maltodextrin indicating good structural integrity. It was concluded that the combination tablet of herbal extracts of Guazuma ulmifolia leaves, Orthosiphon aristatus leaves, Piper betle leaves, Phyllanthus niruri herbs, and Curcuma domestica rhizomes showed a successful formulation into effervescent tablets through wet granules, with the use of cane sugar, stevia, and maltodextrin as sweeteners.Keywords: herbal medicine; weight loss; effervescent tablets ABSTRAK Obat herbal diakui secara luas karena ekstrak berbasis tanaman yang telah efektif selama beberapa generasi di Indonesia untuk mengobati berbagai penyakit. Tujuan penelitian ini adalah mengevaluasi sifat fisik tablet effervescent dari kombinasi ekstrak daun jati belanda, daun kumis kucing, daun sirih, herba meniran, dan rimpang kunyit, dengan berbagai pemanis, yaitu gula tebu, stevia, dan maltodekstrin. Penelitian ini merupakan studi deskriptif. Peneliti menilai parameter fisik yaitu kecepatan alir, sudut diam, dan kompresibilitas untuk granul; sedangkan analisis tablet mencakup keseragaman bobot, keseragaman ukuran, kerapuhan, kekerasan, waktu larut, dan pH. Hasil penelitian menunjukkan bahwa formulasi dengan stevia dan maltodekstrin memenuhi sebagian besar kriteria pengujian secara efektif. Tampak adanya variabilitas yang lebih luas dalam formulasi stevia (3%), yang menunjukkan tantangan dalam mencapai bobot tablet yang konsisten akibat variasi kadar air. Kerapuhan adalah 0,66% untuk maltodekstrin yang menunjukkan integritas struktural yang baik. Disimpulkan bahwa tablet kombinasi ekstrak herbal daun Guazuma ulmifolia, daun Orthosiphon aristatus, daun Piper betle, herba Phyllanthus niruri, dan rimpang Curcuma domestica menunjukkan formulasi yang berhasil menjadi tablet effervescent melalui granulsi basah, dengan penggunaan gula tebu, stevia, dan maltodekstrin sebagai pemanis.Kata kunci: obat herbal; penurunan berat badan; tablet effervescent
Aktivitas Fisik sebagai Determinan Utama Kualitas Tidur Nelayan Tradisional Tony Budianto; Indriati Paskarini
Jurnal Penelitian Kesehatan SUARA FORIKES Vol 15, No 4 (2024): Oktober-Desember 2024
Publisher : FORIKES

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33846/sf15430

Abstract

In their daily work, fishermen are faced with physical and mental risks that can endanger their health, including the risk of sleep disorders. This may be due to the fishermen's work system which is still traditional and other influencing factors. This study aimed to analyze the risk factors of fishermen's sleep quality on Klatak Beach, Tulungagung. This study was a quantitative study with a cross-sectional design. The sample size was 29 fishermen who were selected using the simple random sampling method. Data were collected through questionnaires and then correlation analysis was carried out. The results showed that the p value of the correlation test results between physical activity and sleep quality was 0.011; for the correlation between age and sleep quality was 0.019; while for the correlation between working hours and sleep quality was 0.017. Furthermore, it was concluded that the sleep quality of fishermen on Klatak Beach, Tulungagung was related to the fishermen's physical activity, age and working hours; with the main determinant being physical activity.Keywords: fishermen; sleep quality; physical activity; age; working hours ABSTRAK Dalam pekerjaannya sehari-hari, nelayan dihadapkan pada risiko fisik dan mental yang dapat membahayakan kesehatan mereka, termasuk risiko gangguan tidur. Hal ini mungkin disebabkan oleh sistem kerja nelayan yang masih tradisional dan faktor lain yang mempengaruhi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor risiko dari kualitas tidur nelayan di Pantai Klatak, Tulungagung. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan desain cross-sectional. Ukuran sampel adalah 29 nelayan yang diseleksi menggunakan metode simple random sampling. Data dikumpulkan melalui kuesioner dan selanjutnya dilakukan analisis korelasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai p dari hasil uji korelasi antara aktivitas fisik dengan kualitas tidur adalah 0,011; untuk korelasi antara usia dengan kualitas tidur adalah 0,019; sedangkan untuk korelasi antara jam kerja dengan kualitas tidur adalah 0,017. Selanjutnya disimpulkan bahwa kualitas tidur nelayan di Pantai Klatak Tulungagung berhubungan dengan aktivitas fisik, usia dan jam kerja nelayan; dengan determinan utama adalah aktivitas fisik.Kata kunci: nelayan; kualitas tidur; aktivitas fisik; usia; jam kerja
Kejadian Anemia pada Masa Kehamilan sebagai Faktor Risiko Balita Stunting di Kota Surakarta Hasna Azzahra; Listyani Hidayati; Endang Nur Widiyaningsih
Jurnal Penelitian Kesehatan SUARA FORIKES Vol 15, No 4 (2024): Oktober-Desember 2024
Publisher : FORIKES

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33846/sf15444

Abstract

Anemia can be caused by maternal iron deficiency during pregnancy. Pregnant women who experience anemia are more likely to give birth to babies with low birth weight, who are more likely to experience stunting when they grow up. This study aimed to analyze the significance of anemia during pregnancy as a risk factor for stunting in toddlers. This study used a case-control design. The subjects of this study were 44 toddlers, both in the case group and the control group, who were taken using the multistage random sampling technique. In the groups, matching was carried out based on gender and age categories. Data on stunting incidence were obtained based on anthropometric data for height index according to age from each health center. History of anemia in pregnant women was obtained from the Maternal and Child Health book. Data were analyzed using the Chi-square test. The results of the analysis showed that children from mothers with a history of anemia experienced more stunting (52.3%) than mothers who did not experience anemia. During pregnancy, the average maternal hemoglobin level in the stunting group was 11.1 g/dL, while in the non-stunting group it was 11.9 g/dL. The p value was 0.001, so it was interpreted that there is a relationship between the incidence of anemia during pregnancy and the incidence of stunting. Pregnant women who experience anemia 4.9 times increase the risk of children experiencing stunting. Furthermore, it was concluded that anemia during pregnancy is a risk factor for stunting in toddlers.Keywords: anemia in pregnancy; toddlers; stunting ABSTRAK Anemia dapat diakibatkan oleh defisiensi zat besi ibu selama kehamilan. Ibu hamil yang mengalami anemia berpeluang melahirkan bayi dengan berat badan lahir rendah, yang lebih mungkin mengalami stunting ketika tumbuh dewasa. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis signifikansi anemia pada masa kehamilan sebagai faktor risiko kejadian stunting pada balita. Penelitian ini menggunakan desain kasus-kontrol. Subjek penelitian ini adalah 44 balita, baik pada kelompok kasus maupun kelompok kontrol, yang diambil dengan teknik multistage random sampling. Pada kelompok kelompok dilakukan matching berdasarkan kategori jenis kelamin dan usia. Data kejadian stunting didapatkan berdasarkan data antropometri indeks tinggi badan menurut umur dari masing-masing puskesmas. Riwayat anemia pada ibu hamil didapatkan dari buku Kesehatan Ibu dan Anak. Data dianalisis menggunakan uji Chi-square. Hasil analisis menunjukkan bahwa anak dari ibu dengan riwayat anemia lebih banyak mengalami stunting (52,3%) daripada ibu yang tidak mengalami anemia. Selama kehamilan, rerata kadar hemoglobin ibu pada kelompok stunting adalah 11,1 g/dL, sedangkan pada kelompok non stunting adalah 11,9 g/dL. Nilai p adalah 0,001, sehingga diinterpretasikan bahwa terdapat hubungan antara kejadian anemia pada masa kehamilan dan kejadian stunting. Ibu hamil yang mengalami anemia 4,9 kali meningkatkan risiko anak untuk mengalami stunting. Selanjutnya disimpulkan bahwa anemia pada masa kehamilan merupakan faktor risiko terjadinya stunting pada balita. Kata kunci: anemia kehamilan; balita; stunting
Profil Infeksi Blastocystis sp. pada Penderita Karsinoma Kolorektal Izzati, Ruhilda; Nofita, Eka; Suchitra, Avit; Rusjdi, Selfi Renita; Rustam, Rony; Meinapuri, Malinda
Jurnal Penelitian Kesehatan SUARA FORIKES Vol 15, No 3 (2024): Juli-September 2024
Publisher : FORIKES

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33846/sf15349

Abstract

Blastocystis sp. is one of the intestinal parasites that are often found in humans that cause digestive system disorders. Blastocystis sp. infection is thought to initiate the development of colorectal carcinoma because it induces inflammation in the gastrointestinal tract. This study aimed to determine the picture of Blastocystis sp. infection in colorectal carcinoma patients at Dr. M. Djamil Padang General Hospital. This study was a descriptive study, which was conducted at Dr. M. Djamil Padang General Hospital and the Parasitology Laboratory of the Faculty of Medicine, Andalas University with a sample size of 47 patients with colorectal carcinoma, who were selected using consecutive sampling techniques. The incidence of Blastocystis sp. infection was determined by microscopic examination of feces. Data were analyzed descriptively in the form of frequency tables and percentages. The results showed the incidence of Blastocystis sp. infection. in patients with colorectal carcinoma was 19.1%, most of whom were male (77.8%), under 50 years of age (44.5%), and generally had loose stool consistency (66.7%). Furthermore, it was concluded that the incidence of Blastocystis sp. infection in patients with colorectal carcinoma was quite high.Keywords: Blastocystis sp. infection; colorectal carcinoma; stool examination ABSTRAK Blastocystis sp. merupakan salah satu parasit usus yang sering ditemukan pada manusia yang menimbulkan gangguan sistem pencernaan. Infeksi Blastocystis sp. diduga dapat menginisiasi berkembangnya karsinoma kolorektal karena menginduksi inflamasi pada traktus gastrointestinal. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran infeksi Blastocystis sp. pada penderita karsinoma kolorektal di RSUP Dr. M. Djamil Padang. Penelitian ini adalah studi deskriptif, yang dilaksanakan di RSUP Dr. M. Djamil Padang dan Laboratorium Parasitologi Fakultas Kedokteran Universitas Andalas dengan ukuran sampel 47 pasien dengan karsinoma kolorektal, yang diseleksi dengan teknik consecutive sampling. Kejadian infeksi Blastocystis sp. Ditentukan dengan pemeriksaan tinja secara mikroskopis. Data dianalisis secara deskriptif berupa tabel frekuensi dan persentase. Hasil penelitian menunjukkan angka kejadian infeksi Blastocystis sp. pada penderita karsinoma kolorektal adalah 19,1%, yang sebagian besar berjenis kelamin laki-laki (77,8%), berusia di bawah 50 tahun (44,5%), dan konsistensi tinja umumnya encer (66,7%). Selanjutnya disimpulkan bahwa kejadian infeksi Blastocystis sp. pada pasien dengan karsinoma kolorektal cukup tinggi.Kata kunci: infeksi Blastocystis sp.; karsinoma kolorektal; pemeriksaan tinja

Filter by Year

2024 2024


Filter By Issues
All Issue Vol 16, No 4 (2025): Oktober-Desember 2025 Vol 16, No 3 (2025): Juli-September 2025 Vol 16, No 2 (2025): April-Juni 2025 Vol 16, No 2 (2025): April-Juni 2025 (up coming) Vol 16, No 1 (2025): Januari-Maret 2025 Vol 15, No 4 (2024): Oktober-Desember 2024 Vol 15, No 3 (2024): Juli-September 2024 Vol 15, No 2 (2024): April-Juni 2024 Vol 15, No 1 (2024): Januari-Maret 2024 2024 Vol 14, No 4 (2023): Oktober - Desember 2023 Vol 14, No 3 (2023): Juli - September 2023 Vol 14, No 2 (2023): April 2023 Vol 14, No 1 (2023): Januari 2023 2023 Vol 13, No 4 (2022): Oktober 2022 Vol 13, No 3 (2022): Juli 2022 Vol 13, No 2 (2022): April 2022 Vol 13, No 1 (2022): Januari 2022 Vol 13 (2022): Nomor Khusus Februari 2022 Vol 13 (2022): Nomor Khusus Januari 2021 2022 Vol 12, No 4 (2021): Oktober 2021 Vol 12, No 3 (2021): Juli 2021 Vol 12, No 2 (2021): April 2021 Vol 12 (2021): Nomor Khusus November 2021 Vol 12 (2021): Nomor Khusus Januari 2021 Vol 12 (2021): Nomor Khusus April 2021 Vol 12, No 1 (2021): Januari Vol 11, No 3 (2020): Juli 2020 Vol 11, No 2 (2020): April 2020 Vol 11, No 1 (2020): Januari 2020 Vol 11 (2020): Nomor Khusus Maret-April 2020 Vol 11 (2020): Nomor Khusus November-Desember 2020 Vol 11 (2020): Nomor Khusus Januari-Februari 2020 Vol 11 (2020): Nomor Khusus Mei-Juni 2020 Vol 11, No 4 (2020): Oktober Vol 10, No 4 (2019): Oktober 2019 Vol 10, No 3 (2019): Juli 2019 Vol 10, No 2 (2019): April 2019 Vol 10, No 2 (2019): April 2019 Vol 10, No 1 (2019): Januari 2019 Vol 9, No 4 (2018): Oktober 2018 Vol 9, No 3 (2018): Juli 2018 Vol 9, No 2 (2018): April 2018 Vol 9, No 1 (2018): Januari 2018 Vol 8, No 4 (2017): Oktober 2017 Vol 8, No 3 (2017): Juli 2017 Vol 8, No 2 (2017): April 2017 Vol 8, No 1 (2017): Januari 2017 Vol 7, No 4 (2016): Oktober 2016 Vol 7, No 3 (2016): Juli 2016 Vol 7, No 2 (2016): April 2016 Vol 7, No 1 (2016): Januari 2016 Vol 6 (2015): Nomor Khusus Hari Kesehatan Nasional More Issue