cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
,
INDONESIA
Jurnal Penelitian Kesehatan Suara Forikes
Published by Forum Ilmiah Kesehatan
ISSN : 20863098     EISSN : 25027778     DOI : -
Core Subject : Health,
Journal of Health Research "Forikes Voice" is a medium for the publication of articles on research and review of the literature. We accept articles in the areas of health such as public health, medicine, nursing, midwifery, nutrition, pharmaceutical, environmental health, health technology, clinical laboratories, health education, and health popular.
Arjuna Subject : -
Articles 99 Documents
Search results for , issue "2026" : 99 Documents clear
F: Pola Spasial Temporal Variabilitas Iklim dan Ketersediaan Dokter dengan Kejadian Tuberkulosis Paru di Kota Palembang Pratiwi, Laura Dwi; Saputra, Yoerdy Agusmal; Septiawati, Dwi; Ardillah, Yustini
Jurnal Penelitian Kesehatan SUARA FORIKES Vol 17, No 4 (2026): April 2026
Publisher : FORIKES

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Bukti tentang pengaruh variabilitas iklim terhadap kejadian tuberkulosis paru (TB) bersifat heterogen dan sering dimodifikasi oleh determinan layanan kesehatan. Studi ini mengevaluasi hubungan spasial-temporal antara variabel meteorologi dan kejadian TB paru dewasa serta peran ketersediaan tenaga kesehatan di Kota Palembang selama Januari 2020–Oktober 2025. Desain ekologi menggunakan data kejadian TB bulanan yang diagregasi per kecamatan dipadukan dengan data iklim (suhu, kelembapan, curah hujan, lama penyinaran matahari, dan kecepatan angin) dan indikator ketersediaan tenaga kesehatan. Analisis meliputi deret waktu untuk mengevaluasi asosiasi temporal dan analisis spasial untuk mengidentifikasi heterogenitas kejadian antar-kecamatan serta hubungan dengan distribusi dokter. Secara temporal tidak ditemukan asosiasi linier dan konsisten antara variabilitas iklim bulanan dan fluktuasi kejadian TB paru pada periode studi. Analisis spasial mengungkap heterogenitas kejadian antar-kecamatan yang berkaitan dengan ketersediaan dokter: kecamatan dengan ketersediaan tenaga medis lebih tinggi menunjukkan kejadian TB paru lebih banyak, mengindikasikan potensi detection bias, sedangkan kecamatan dengan tenaga kesehatan rendah berisiko under-reporting dan keterlambatan diagnosis. Variabilitas iklim tidak menjelaskan secara konsisten fluktuasi bulanan TB paru pada tingkat agregat; sebaliknya, kapasitas deteksi yang dipengaruhi distribusi tenaga kesehatan tampak berperan penting pada pola spasial notifikasi. Rekomendasi programatik meliputi pemerataan layanan primer, penguatan pendekatan active case finding dan kemitraan public–private, serta integrasi indikator pelayanan dalam surveilans spasial. Penelitian lanjutan dengan desain multilevel dan data individu diperlukan untuk menguji hubungan kausal.
Forecasting the Growing Demand for Inpatient Beds Using Hospital Efficiency Indicators Najihah, Salma Aribatun; Suhenda, Andi; Mariani, Dini; Sukawan, Ari
Jurnal Penelitian Kesehatan SUARA FORIKES Vol 17, No 4 (2026): April 2026
Publisher : FORIKES

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

in process
F: Peran Diskusi dalam Konsistensi Pemakaian Kondom pada Kelompok Lelaki Seks Lelaki (LSL) terhadap Kejadian HIV di Indonesia Tahun 2019 Apriliani, Putri Naya
Jurnal Penelitian Kesehatan SUARA FORIKES Vol 17, No 4 (2026): April 2026
Publisher : FORIKES

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Angka kejadian Human Immunodeficiency Virus (HIV) pada kelompok lelaki seks lelaki (LSL) yang terus meningkat disebabkan oleh faktor interpersonal dan intrapersonal. Konsistensi pemakaian kondom dan peran diskusi pasangan menjadi hal krusial yang mempengaruhi kejadian HIV. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran diskusi konsistensi pemakaian kondom dan hubungannya terhadap kejadian HIV pada kelompok LSL di Indonesia. Menggunakan data sekunder, yaitu Survei Terpadu Biologis dan Perilaku (STBP) tahun 2019, mencakup 13 provinsi yang mewakili Indonesia. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan pendekatan observasional analitik dan desain studi cross-sectional. Hasil menunjukkan bahwa ada hubungan antara peran diskusi konsistensi pemakaian kondom dengan kejadian HIV (p-value<0,05 ; aOR 0,71 ; 95% CI 0,58 – 0,86). Selain itu, variabel perancu yang meliputi umur, status perkawinan, persepsi berisiko, riwayat gejala IMS, akses kondom, dan pernah melakukan tes HIV juga berhubungan signifikan dengan kejadian HIV. Namun penelitian ini memiliki keterbatasan seperti kemungkinan adanya bias respon dan ingatan dan banyaknya missing value pada dataset. 
HbA1c Levels as a Primary Predictor of Diabetic Neuropathy in Patients with Diabetes Mellitus Asmara, Satria Akbar Putra; Habibah, Ulil Albab; Fauziyati, Ana
Jurnal Penelitian Kesehatan SUARA FORIKES Vol 17, No 4 (2026): April 2026
Publisher : FORIKES

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33846/sf170405

Abstract

One of the most common and debilitating long‑term complications of diabetes mellitus is diabetic neuropathy, whose prevalence varies widely across countries. This condition significantly increases the risk of lower‑extremity amputation and diabetic foot ulceration, underscoring the importance of early identification of its predictors. This review aimed to examine recent evidence regarding the association between HbA1c levels and the occurrence of diabetic neuropathy among individuals with diabetes mellitus. A literature search was conducted for articles published between 2015 and 2025 across PubMed, ScienceDirect, and Google Scholar, yielding 12 eligible studies. Of these, eight studies reported a significant association between HbA1c and diabetic neuropathy. Elevated HbA1c levels and wide HbA1c variability were consistently linked to an increased risk and greater severity of neuropathic complications. Longitudinal analyses demonstrated that HbA1c serves as a strong predictor of neuropathy when monitored over time rather than assessed as a single measurement. Moreover, the combination of HbA1c with age and duration of diabetes produced a sensitivity of 78.6% and a specificity of 52.3% (p < 0.0001), indicating enhanced predictive accuracy when these variables are evaluated together. These findings highlight the need for clinicians to assess not only absolute HbA1c values but also HbA1c variability over time to prevent progressive nerve damage. Age and duration of diabetes should likewise be considered essential predictors in evaluating neuropathy risk. In conclusion, this literature review demonstrates that HbA1c is a principal predictor of diabetic neuropathy, reinforcing its critical role in comprehensive glycemic monitoring strategies.Keywords: HbA1c variability; diabetic neuropathy; diabetes mellitus
Limited Impact of a WhatsApp‑Based Motivational Messaging Program Grounded in Swanson’s Caring Theory on Nurses’ Compassion Fatigue and Job Satisfaction Sulistiyowati, R. R. Woro; Suprapti, Fitriana; Wardhani, Bantari Wisynu Kusuma
Jurnal Penelitian Kesehatan SUARA FORIKES Vol 17, No 5 (2026): May 2026
Publisher : FORIKES

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

 in process
Fast track: PENGALAMAN AYAH YANG TERLIBAT DALAM PERAWATAN KANGURU PADA BAYI PREMATUR Raden, Natalia Damaiyanti Putri; Manggul, Makrina Sedista; Bandur, Paskalinda Maria Yosefa
Jurnal Penelitian Kesehatan SUARA FORIKES Vol 17, No 4 (2026): April 2026
Publisher : FORIKES

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perawatan Kanguru sering kali diidentifikasi sebagai perawatan yang dilakukan oleh ibu, dan sebagian besar penelitian menitikberatkan pada efek perawatan kanguru yang dilakukan oleh ibu. Keterlibatan ayah dalam pengasuhan anak seringkali terabaikan. Masalah privasi selama menyusui, memompa ASI, dan pelaksanaan Perawatan Kanguru kadang membuat ayah terpisah dari unit perawatan. Tanggung jawab seperti memberikan dukungan finansial dan menjadi pelindung sosial keluarga dianggap sebagai tugas ayah. Akibatnya, ayah biasanya hanya memberikan dukungan dari jauh karena peran mereka yang diterima secara sosial, seperti mendukung ibu, memberikan dukungan keuangan kepada keluarga, dan melindungi keluarga. Dampak sosiologis menyebabkan ayah tetap absen dalam pengasuhan bayi, yang berdampak negatif pada peran pengasuhan dan ikatan antara ayah dan bayi. Perawatan Kanguru yang dilakukan oleh ayah dapat meningkatkan kemampuan mereka untuk berperan aktif dalam kehidupan bayinya dan membantu mereka memahami peran mereka sendiri sebagai seorang ayah. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi pengalaman ayah yang terlibat dalam perawatan kanguru. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan pendekatan fenomenologis deskriptif. Subjek penelitian dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Data dianalisis menggunakan metode Colaizzi. Penelitian ini mengungakapkan 6 Tema utama yaitu Kesadaran dan Pengetahuan Ayah tentang Perawatan Kanguru, Motivasi dan Harapan Ayah dalam Perawatan Kanguru, Pengalaman Emosional Ayah dalam Perawatan Kanguru, Penguatan Peran Ayah melalui Perawatan Kanguru, Hambatan dan Tantangan dalam Pelaksanaan Perawatan Kanguru, Strategi dan Dukungan untuk Meningkatkan Keterlibatan Ayah. Perlu adanya cuti ayah yang setara dengan cuti ibu, sehingga ayah bisa membantu istrinya dalam merawat bayi mereka. Tenaga kesehatan harus mendorong dan membantu ayah untuk mempraktikkan perawatan kanguru. Selain itu, direkomendasikan untuk menciptakan lingkungan yang mendukung praktik kanguru serta meningkatkan manajemen rumah sakit terkait kebijakan institusi. Memiliki struktur fisik di rumah sakit yang memungkinkan ruangan menjadi lebih ramah bagi ayah akan memperkuat peran mereka sehingga dapat menghabiskan malam bersama bayi mereka.
Family Support Serves as Key determinants Influencing the Utilization of the Integrated Health Service Post for the Elderly Pratiwi, Anggun; Yetti, Husna; Rasyid, Rosfita
Jurnal Penelitian Kesehatan SUARA FORIKES Vol 17, No 5 (2026): May 2026
Publisher : FORIKES

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

in process
The Role of Ward Head Caring Leadership in Enhancing Nurses’ Work Motivation in Hospitals Utaminingsih, Retno; Bunga, Asnet Leo
Jurnal Penelitian Kesehatan SUARA FORIKES Vol 17, No 4 (2026): April 2026
Publisher : FORIKES

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33846/sf170409

Abstract

Nurses' work motivation plays a crucial role in the quality of nursing services. One factor that significantly shapes work motivation is the ward head's leadership style, specifically caring leadership. This study aims to explore and summarize scientific evidence regarding the influence of ward head's caring leadership on nurses' work motivation in inpatient wards. The method used was a systematic literature review by examining 16 research journals obtained from the PubMed, CINAHL (EBSCOHost), Scopus, and Google Scholar databases. The literature search was conducted following the PRISMA protocol. Articles published between 2020 and 2025 were selected based on inclusion criteria, and those that met these criteria were evaluated for quality through critical appraisal. This study shows that caring leadership has a positive impact on nurses' work motivation and well-being, and can reduce burnout. Effective leadership improves nurses' work engagement by increasing motivation, affective commitment, and reducing work stress levels. Furthermore, the implementation of a caring work environment model has been shown to be effective in creating a healthy work atmosphere and reducing burnout in nurses. Caring leadership improves nurses' work motivation, well-being, and engagement, as well as reducing burnout. The implementation of a caring work environment model has been proven to create a healthy work atmosphere and reduce nurses' stress levels.Keywords: Leadership; nurse managers; work motivation; nursing staff; job satisfaction; inpatient care
Peran Pusat Komando Dalam Mengatur Arus Pasien: Temuan Di Rumah Sakit Umum Prof. I.G.N.G. Ngoerah Provinsi Bali Ulandari, Luh Putu Sinthya
Jurnal Penelitian Kesehatan SUARA FORIKES Vol 17, No 5 (2026): May 2026
Publisher : FORIKES

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The command centre has been tested at Prof. Dr. I.G.N.G Ngoerah General Central Hospital for the past year. However, the performance of the command centre has never been evaluated. This study aims to assess the performance of the command centre system by examining its effectiveness and efficiency in managing patient flow in hospitals. This research will be conducted from December 2024 to May 2025 using a mixed methods approach. Secondary data, consisting of referral numbers and response time reports, were analysed descriptively. Primary data were collected through in-depth interviews and FGDs with 7 WM informants and 4 FGD groups, and then analysed using thematic analysis. The system command centre increased the number of incoming referrals received by 53%. Incoming referrals that were not accepted decreased by 26%. The command centre can reduce patient congestion in the emergency room because direct referral patients are transferred to rooms according to their needs without having to go through the emergency room. Response time varies for each KSM, ranging from 14 minutes to 136 minutes. However, as of January 2025, approximately 93% of referrals have a response time of ≤ 60 minutes, with an average of about 20 minutes per referral. The use of a command centre is able to increase the effectiveness and efficiency of the referral process, ensuring that referred patients receive care appropriate to their medical condition and needs.

Page 10 of 10 | Total Record : 99


Filter by Year

2026 2026


Filter By Issues
All Issue Vol 17, No 5 (2026): May 2026 Vol 17, No 4 (2026): April 2026 Vol 17, No 3 (2026): March 2026 Vol 17, No 2 (2026): February 2026 Vol 17, No 1 (2026): January 2026 2026 Vol 16, No 4 (2025): Oktober-Desember 2025 Vol 16, No 3 (2025): Juli-September 2025 Vol 16, No 2 (2025): April-Juni 2025 Vol 16, No 2 (2025): April-Juni 2025 (up coming) Vol 16, No 1 (2025): Januari-Maret 2025 Vol 15, No 4 (2024): Oktober-Desember 2024 Vol 15, No 3 (2024): Juli-September 2024 Vol 15, No 2 (2024): April-Juni 2024 Vol 15, No 1 (2024): Januari-Maret 2024 2024 Vol 14, No 4 (2023): Oktober - Desember 2023 Vol 14, No 3 (2023): Juli - September 2023 Vol 14, No 2 (2023): April 2023 Vol 14, No 1 (2023): Januari 2023 2023 Vol 13, No 4 (2022): Oktober 2022 Vol 13, No 3 (2022): Juli 2022 Vol 13, No 2 (2022): April 2022 Vol 13, No 1 (2022): Januari 2022 Vol 13 (2022): Nomor Khusus Februari 2022 Vol 13 (2022): Nomor Khusus Januari 2021 2022 Vol 12, No 4 (2021): Oktober 2021 Vol 12, No 3 (2021): Juli 2021 Vol 12, No 2 (2021): April 2021 Vol 12 (2021): Nomor Khusus November 2021 Vol 12 (2021): Nomor Khusus Januari 2021 Vol 12 (2021): Nomor Khusus April 2021 Vol 12, No 1 (2021): Januari Vol 11, No 3 (2020): Juli 2020 Vol 11, No 2 (2020): April 2020 Vol 11, No 1 (2020): Januari 2020 Vol 11 (2020): Nomor Khusus Maret-April 2020 Vol 11 (2020): Nomor Khusus November-Desember 2020 Vol 11 (2020): Nomor Khusus Januari-Februari 2020 Vol 11 (2020): Nomor Khusus Mei-Juni 2020 Vol 11, No 4 (2020): Oktober Vol 10, No 4 (2019): Oktober 2019 Vol 10, No 3 (2019): Juli 2019 Vol 10, No 2 (2019): April 2019 Vol 10, No 2 (2019): April 2019 Vol 10, No 1 (2019): Januari 2019 Vol 9, No 4 (2018): Oktober 2018 Vol 9, No 3 (2018): Juli 2018 Vol 9, No 2 (2018): April 2018 Vol 9, No 1 (2018): Januari 2018 Vol 8, No 4 (2017): Oktober 2017 Vol 8, No 3 (2017): Juli 2017 Vol 8, No 2 (2017): April 2017 Vol 8, No 1 (2017): Januari 2017 Vol 7, No 4 (2016): Oktober 2016 Vol 7, No 3 (2016): Juli 2016 Vol 7, No 2 (2016): April 2016 Vol 7, No 1 (2016): Januari 2016 Vol 6 (2015): Nomor Khusus Hari Kesehatan Nasional 2010: Template More Issue