cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
,
INDONESIA
Jurnal Penelitian Kesehatan Suara Forikes
Published by Forum Ilmiah Kesehatan
ISSN : 20863098     EISSN : 25027778     DOI : -
Core Subject : Health,
Journal of Health Research "Forikes Voice" is a medium for the publication of articles on research and review of the literature. We accept articles in the areas of health such as public health, medicine, nursing, midwifery, nutrition, pharmaceutical, environmental health, health technology, clinical laboratories, health education, and health popular.
Arjuna Subject : -
Articles 1,733 Documents
Smartphone Addiction sebagai Pemicu Nyeri De Quervain Syndrome pada Mahasiswa Kesehatan Faiza, Hani Irfana; Aktifah, Nurul
Jurnal Penelitian Kesehatan SUARA FORIKES Vol 16, No 1 (2025): Januari-Maret 2025
Publisher : FORIKES

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33846/sf16148

Abstract

Excessive and uncontrolled smartphone use can lead to addiction, which in turn can lead to de Quervain syndrome pain due to overuse. Individuals who engage in repetitive hand movements can develop de Quervain syndrome pain. The purpose of this study was to analyze the relationship between smartphone addiction and de Quervain syndrome pain in college students. This was a quantitative study with a cross-sectional approach. The subjects were 138 college students selected using a stratified random sampling technique. Both variables were measured by completing the smartphone addiction scale-short version questionnaire for addiction and the numeric rating scale for pain. Data analysis was performed using the Spearman correlation test. The results showed a p-value of 0.003 with a rho of 0.254, indicating a weak positive correlation between smartphone addiction and de Quervain syndrome pain in college students. Therefore, it can be concluded that smartphone addiction is a trigger for de Quervain syndrome pain in college students.Keywords: de Quervain syndrome pain; smartphone addiction; college students ABSTRAK Penggunaan smartphone yang berlebihan dan tidak terkendali dapat menyebabkan adiksi, yang selanjutnya menimbulkan nyeri de quervain syndrome akibat penggunaan berlebih. Individu yang melakukan gerakan tangan secara berulang dapat menyebabkan nyeri de quervain syndrome. Tujuan penelitian ini adalah menganalisis hubungan antara smartphone addiction dengan nyeri de quervain syndrome pada mahasiswa. Penelitian ini merupakan studi kuantitatif dengan pendekatan cross-sectional. Subyek penelitian adalah 138 mahasiswa yang dipilih dengan teknik stratified random sampling. Kedua variabel diukur melalui pengisian kuesioner smartphone addiction scale-short version untuk adiksi dan numeric rating scale untuk nyeri. Analisis data dilakukan dengan uji korelasi Spearman. Hasil analisis menunjukkan nilai p adalah 0,003 dengan rho adalah 0,254, sehingga dapat diinterpretasikan bahwa ada korelasi positif lemah antara smartphone addiction dengan nyeri de quervain syndrome pada mahasiswa. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa smartphone addiction merupakan pemicu nyeri de quervain syndrome pada mahasiswa.Kata kunci: nyeri de quervain syndrome; smartphone addiction; mahasiswa
Cognitive Behavior Therapy untuk Mengatasi Masalah Psikologis Pasien Kanker Marthalila, Eko Putra; Novieastari, Enie; Hargiana, Giur; Gayatri, Dewi
Jurnal Penelitian Kesehatan SUARA FORIKES Vol 16, No 1 (2025): Januari-Maret 2025
Publisher : FORIKES

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33846/sf16163

Abstract

Cancer is one of the leading causes of death worldwide. Patients with cancer face many challenges and problems, one of which is psychological problems including depression, stress, anxiety, and sleep disorders. The purpose of this study was to determine the effectiveness of cognitive behavioral therapy to overcome psychological problems in cancer patients. The method used in this study was a systematic review through several databases, namely PoQuest, ScienceDirect, Sage Journals, and SpringerLink. The procedure used was Preferred Reporting Items for Systematic reviews and Meta-Analyses. Literature searches were carried out with systematic and strict steps, including critical appraisal using Critical Appraisal Skills Programme, so that 10 research articles were obtained with a randomized controlled trial design that met the criteria. The results of the study showed that based on a review of the selected articles, cognitive behavioral therapy, both in standard and combination formats, is effective in helping cancer patients with psychological problems including depression, stress, anxiety, and sleep disorders. A tailored approach, a combination with other methods such as hypnosis and the use of technology shows good potential for future psychological interventions. The conclusion of the study showed that cognitive behavioral therapy is an effective option to overcome psychological problems in cancer patients.Keywords: cancer patients; psychological problems; cognitive behavioral therapy ABSTRAK Kanker merupakan salah satu penyebab utama kematian di seluruh dunia. Pasien dengan penyakit kanker menghadapi banyak tantangan dan permasalahan, salah satunya masalah psikologis meliputi depresi, stress, kecemasan, dan gangguan tidur. Tujuan dari studi ini adalah untuk mengetahui efektivitas cognitive behavioral therapy untuk mengatasi masalah psikologis pasien kanker. Metode yang digunakan dalam studi ini adalah systematic review melalui beberapa database yaitu PoQuest, ScienceDirect, Sage Journals, dan SpringerLink. Prosedur yang digunakan adalah Preferred Reporting Items for Systematic reviews and Meta-Analyses. Penelusuran literatur dilakukan dengan langkah yang sistematis dan ketat, termasuk critical appraisal dengan menggunakan Critical Appraisal Skills Programme, sehingga didapatkan 10 artikel penelitian dengan rancangan randomized controlled trial yang memenuhi kriteria. Hasil studi menunjukkan bahwa berdasarkan tinjauan terhadap artikel-artikel terpilih, cognitive behavioral therapy, baik dalam format standar maupun kombinasi, efektif untuk membantu penerita kanker dengan masalah psikologis meliputi depresi, stress, kecemasan, dan gangguan tidur. Pendekatan yang disesuaikan, kombinasi dengan metode lain seperti hipnosis dan penggunaan teknologi menunjukkan potensi baik untuk intervensi psikologis di masa depan. Kesimpulan studi menunjukkan bahwa cognitive behavioral therapy merupakan pilihan yang efektif untuk mengatasi masalah psikologis pasien kanker.Kata kunci: pasien kanker; masalah psikologis; cognitive behavioral therapy
Penilaian dan Penerapan Ergonomi bagi Kesehatan Kerja Karyawan Pengguna Komputer Chairani, Nadila; Harahap, Reni Agustina; Harahap, Shelly Safira Maulia; Zulaika, Thalita; Sinaga, Riantania; Syahri, Yasmine Anta; Sari, Dea Purnama; Ayenti, Erika; Thoibah, Baldatun
Jurnal Penelitian Kesehatan SUARA FORIKES Vol 16, No 1 (2025): Januari-Maret 2025
Publisher : FORIKES

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33846/sf16152

Abstract

Ergonomics is concerned with human comfort at home, at work, and during leisure activities. It is widely believed that humans are at the heart of ergonomics. Human capacity, awareness, and limited abilities form the foundation of ergonomics. The purpose of this study was to determine how corporate ergonomics impact employee health. This study used a qualitative approach. Data were collected through in-depth interviews. The data obtained were then analyzed narratively, referring to several related articles. The results indicate that the company has implemented ergonomics appropriately. The implementation of ergonomics in the office ensures that workers have the tools, resources, and environment they need to perform their work efficiently and comfortably. In this company, employees tend to use computers with desks that are appropriate for their posture and chairs that are comfortable for working. Furthermore, it was concluded that the company's ergonomic assessment has been conducted well and complies with office ergonomics regulations.Keywords: ergonomics; occupational health; office; workers ABSTRAK Ergonomi berkaitan dengan kenyamanan manusia di rumah, di tempat kerja, dan saat beraktivitas di waktu senggang. Hingga kini diyakini bahwa manusia adalah inti dari ergonomi. Kapasitas manusia, kesadaran, dan kemampuan terbatas membentuk landasan ergonomi. Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengetahui bagaimana egronomi perusahaan terhadap kesehatan karyawan di perusahaan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam secara langsung. Selanjutnya data yang diperoleh dianalisis secara naratif, dengan merujuk kepada beberapa artikel yang terkait. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan ergonomi di perusahaan sudah dilakukan dengan semestinya. Penerapan ergonomi di kantor memastikan bahwa pekerja memiliki alat, sumber daya, dan lingkungan yang mereka perlukan untuk melaksanakan pekerjaan mereka secara efisien dan nyaman. Pada perusahaan ini, karyawan cenderung menggunakan komputer dengan meja yang digunakan sesuai dengan postur tubuh dan juga kursi yang digunakan nyaman dipakai saat bekerja. Selanjutnya disimpulkan bahwa penilaian ergonomi di perusahaan ini sudah dilakukan dengan baik dan sesuai dengan aturan ergonomi perkantoran.Kata kunci: ergonomi; kesehatan kerja; perkantoran; pekerja  
Akses Informasi Kesehatan tentang Bullying dan Literasi Kesehatan pada Remaja Yati, Yati; Wiarsih, Wiwin; Mulyono, Sigit; Permatasari, Henny
Jurnal Penelitian Kesehatan SUARA FORIKES Vol 16, No 2 (2025): April-Juni 2025
Publisher : FORIKES

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33846/sf16242

Abstract

Low health literacy contributes to health disparities, especially among adolescents who are vulnerable to problems such as bullying. Bullying has a negative impact on the physical, mental, and social health of adolescents. In the digital era, the internet has become the main source of health information, including bullying. However, low digital health literacy makes it difficult for adolescents to sort out accurate information, thus hampering their efforts to recognize, prevent, and deal with bullying. This study aimed to systematically review issues related to access to health information about bullying on health literacy in adolescents. This study was a systematic review that examines how adolescents receive access to health information about bullying in order to evaluate health literacy. Articles were obtained from several databases, namely ProQuest, PubMed, SAGE Journals, Springer Link, ScienceDirect, Oxford Academic, and Taylor & Francis. Article selection used the Preferred Reporting Items for Systematic Reviews and Meta-Analyses protocol. The results of the study indicated that access to adequate health information plays an important role in improving adolescent health literacy. Good health literacy allows adolescents to make informed decisions in dealing with bullying, understand their health risks, and support their long-term well-being. Access to health information and health literacy play an important role in helping adolescents prevent the risk of bullying, especially through education delivered on social media. On the other hand, low health literacy is a challenge because adolescents have difficulty distinguishing reliable information, which influences decision-making and increases the risk of bullying. It is concluded that access to information and health literacy play an important role in handling bullying in adolescents.Keywords: adolescents; bullying; health literacy; access to information ABSTRAK Literasi kesehatan yang rendah berkontribusi pada kesenjangan kesehatan, terutama di kalangan remaja yang rentan terhadap masalah seperti bullying. Bullying berdampak buruk pada kesehatan fisik, mental, dan sosial remaja. Di era digital, internet menjadi sumber utama informasi kesehatan, termasuk bullying. Namun, rendahnya literasi kesehatan digital menyulitkan remaja memilah informasi akurat, sehingga menghambat upaya mereka dalam mengenali, mencegah, dan menangani bullying. Studi ini bertujuan untuk meninjau secara sistematis hal-hal yang berkaitan dengan akses informasi kesehatan tentang bullying terhadap literasi kesehatan pada remaja. Studi ini merupakan systematic review yang mempelajari tentang bagaimana remaja menerima akses informasi kesehatan tentang bullying guna mengevaluasi literasi kesehatan. Artikel diperoleh dari beberapa basis data yairu ProQuest, PubMed, SAGE Journals, Springer Link, ScienceDirect, Oxford Academic, dan Taylor & Francis. Pemilihan artikel menggunakan protokol Preferred Reporting Items for Systematic Reviews and Meta-Analyses. Hasil studi menunjukkan bahwa akses terhadap informasi kesehatan yang memadai berperan penting dalam meningkatkan literasi kesehatan remaja. Literasi kesehatan yang baik memungkinkan remaja membuat keputusan yang tepat dalam mengatasi bullying, memahami risiko kesehatannya, serta mendukung kesejahteraan jangka panjang mereka. Akses informasi kesehatan dan literasi kesehatan berperan penting dalam membantu remaja mencegah risiko bullying, terutama melalui edukasi yang disampaikan di media sosial. Sebaliknya, literasi kesehatan yang rendah menjadi tantangan karena remaja kesulitan membedakan informasi terpercaya, sehingga memengaruhi pengambilan keputusan dan meningkatkan resiko terhadap bullying. Disimpulkan bahwa akses informasi dan literasi kesehatan berperan penting dalam penanganan bullying pada remaja.Kata kunci: remaja; bullying; literasi kesehatan; akses informasi
Umur sebagai Faktor Risiko Utama Kejadian Hipertensi di Daerah Peri Urban Subantara, Dandi Oka
Jurnal Penelitian Kesehatan SUARA FORIKES Vol 16, No 1 (2025): Januari-Maret 2025
Publisher : FORIKES

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33846/sf16136

Abstract

The incidence of hypertension is increasing significantly, and if left untreated and uncontrolled, it can lead to dangerous complications. The purpose of this study was to determine the significance of the determinants of hypertension in peri-urban areas. The study design was cross-sectional, involving 434 hypertension sufferers selected using a purposive convenience sampling technique. Risk factor data were collected through questionnaires, while blood pressure was measured directly. Descriptive analysis was then conducted, concluding with a Chi-square test. The results showed that the p-value for each factor associated with hypertension was age = 0.000, sex = 0.001, occupation = 0.003, and education = 0.005. The factor not associated with hypertension was family history of hypertension (p = 0.838). The dominant factors affecting hypertension severity were age and sex. In conclusion, the determinants of hypertension severity in Mangkubuni District are age, gender, occupation, and education.Keywords: hypertension; age; sex; occupation; education ABSTRAK Angka kejadian hipertensi meningkat cukup tinggi, yang bila dibiarkan terus-menerus dan tidak terkontrol dapat menimbulkan komplikasi yang berbahaya. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui signifikansi faktor-faktor penentu derajat hipertensi di daerah peri urban. Desain penelitian ini adalah cross-sectional, dengan melibatkan 434 penderita hipertensi yang dipilih dengan teknik purposive convenience sampling. Data faktor risiko dikumpulkan melalui pengisian kuesioner, sedangkan tekanan darah diukur secara langsung. Selanjutnya dilakukan analisis secara deskriptif dan diakhiri dengan uji Chi-square. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai p untuk masing-masing faktor yang berhubungan dengan derajat hipertensi adalah umur = 0,000, jenis kelamin = 0,001, pekerjaan = 0,003, pendidikan = 0,005. Faktor yang tidak berhubungan dengan derajat hipertensi adalah riwayat keluarga hipertensi (p = 0,838). Faktor yang dominan terhadap derajat hipertensi adalah umur dan jenis kelamin. Sebagai kesimpulan, determinan derajat hipertensi di Kecamatan Mangkubuni adalah umur, jenis kelamin, pekerjaan dan pendidikan.Kata kunci: hipertensi; umur; jenis kelamin; pekerjaan; pendidikan
Panas, Kebisingan dan Ventilasi sebagai Risiko Kesehatan Pekerja Wanita pada Mesin Hot press Yuhdi, Ahmad Noor; Nasri, Sjahrul Meizar
Jurnal Penelitian Kesehatan SUARA FORIKES Vol 16, No 2 (2025): April-Juni 2025 (up coming)
Publisher : FORIKES

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33846/sf.v16i2.5863

Abstract

in process
Analisis Hasil Medical Check Up Staf Operasional Perusahaan Inspeksi Kaitannya dengan Fit to Work Mukminin, Muhammad Faisal Amirul; Nasri, Sjahrul Meizar
Jurnal Penelitian Kesehatan SUARA FORIKES Vol 16, No 2 (2025): April-Juni 2025 (up coming)
Publisher : FORIKES

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33846/sf.v16i2.5889

Abstract

 in process
Karakteristik Efusi Pleura pada Penderita TB Paru di RSUP Dr. Wahidin Sudirohusodo Lestari, Eka Wardhana; Juhamran, Reeny Purnamasari; Anggita, Dwi; Wiriansya, Edward Pandu; Hasbi, ⁠Berry Erida; Djaharuddin, Irawaty
Jurnal Penelitian Kesehatan SUARA FORIKES Vol 16, No 2 (2025): April-Juni 2025 (up coming)
Publisher : FORIKES

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33846/sf.v16i2.5918

Abstract

in process 
Penurunan Tingkat Kecemasan Pasien Pra Operasi Katarak Secara Efektif Menggunakan Metode Sokratik-Demonstrasi Astuti, Noni Tri; Muzaenah, Tina
Jurnal Penelitian Kesehatan SUARA FORIKES Vol 16, No 2 (2025): April-Juni 2025
Publisher : FORIKES

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33846/sf16201

Abstract

Worldwide, cataract is the leading cause of blindness, including in Indonesia. Cataract surgery procedures often cause significant anxiety in patients, which can affect the surgery and recovery process. Perioperative health education with the Socratic-demonstration method is expected to reduce patient anxiety levels. The purpose of this study was to determine the effectiveness of perioperative health education with the Socratic-demonstration method to reduce anxiety levels in pre-cataract surgery patients. This experimental study used a pre-post-oner group design, involving 45 patients who were going to undergo cataract surgery at RSI Purwokerto, who were selected using a purposive sampling technique. Data on anxiety levels in the pre- and post-intervention phases were collected by filling out an anxiety level questionnaire (APAIS). Furthermore, data analysis was carried out using the Wilcoxon test. The results of the analysis showed that the majority of patients were aged >65 years, male, had elementary school education and worked as housewives. The p-value of the hypothesis test was 0.000, so it was interpreted that there was a difference in anxiety levels between before and after the intervention. Furthermore, it could be concluded that health education with the Socratic-demonstration method is effective in reducing the level of patient anxiety before cataract surgery.Keywords: cataract; surgery; anxiety; health education; Socratic-demonstration method ABSTRAK Di seluruh dunia, katarak merupakan penyebab kebutaan tertinggi, termasuk di Indonesia. Prosedur operasi katarak sering menimbulkan kecemasan yang signifikan pada pasien, sehingga dapat berpengaruh terhadap proses operasi dan pemulihan. Pendidikan kesehatan perioperatif dengan metode sokratik-demonstrasi diharapkan dapat mengurangi tingkat kecemasan pasien. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui efektifitas pendidikan kesehatan perioperatif dengan metode sokratik-demonstrasi untuk mengurangi tingkat kecemasan pasien pre operasi katarak. Penelitian eksperimental ini menggunakan rancangan oner grourp prerterst-postterst, dengan melibatkan 45 pasien yang akan menjalani operasi katarak di RSI Purwokerto, yang dipilih dengan teknik purposive sampling. Data tentang tingkat kecemasan pada fase sebelum dan sesudah intervensi dikumpulkan melalui pengisian kuesioner tingkat kecemasan (APAIS). Selanjutnya dilakukan analisis data menggunakan uji Wilcoxon. Hasil analisis menunjukkan bahwa mayoritas pasien berusia >65 tahun, dengan jenis kelamin laki-laki, berpendidikan SD dan bekerja sebagai ibu rumah tangga. Nilai p dari uji hipotesis adalah 0,000, sehingga diinterpretasikan bahwa ada perbedaan tingkat kecemasan antara sebelum dan sesudah dilakukan intervensi. Selanjutnya dapat disimpulkan bahwa pendidikan kesehatan dengan metode sokratik-demonstrasi efektif untuk mengurangi tingkat kecemasan pasien sebelum operasi katarak.Kata kunci: katarak; operasi; kecemasan; pendidikan kesehatan; metode sokratik-demonstrasi
Kondisi Mata Kering Sebagai Determinan Status Kesehatan Mata Para Penjahit Silaen, Desi Hartati
Jurnal Penelitian Kesehatan SUARA FORIKES Vol 16, No 2 (2025): April-Juni 2025 (up coming)
Publisher : FORIKES

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33846/sf16209

Abstract

Visual impairment is a common health problem among textile industry workers, particularly tailors. Sewing involves high visual acuity and accommodation, as well as concentration that requires attention to detail and close-up focus, resulting in eye fatigue and dry eyes. The purpose of this study was to analyze the significance of factors affecting eye health in the tailoring community in Tambora Flats, West Jakarta, in order to improve the work environment and tailor productivity. This study used a cross-sectional approach and involved 55 tailors as a sample, selected using a total sampling method. Data were collected through questionnaires and visual acuity measurements through a complete eye examination, focusing on variables such as lighting, working hours, and working distance. The results showed that 90.9% of tailors experienced visual impairment and 94.5% of tailors reported dry eyes. The p-value for the dry eye factor was less than 0.05, indicating a significant relationship between dry eye conditions and eye health. The p-value for lighting and working hours was greater than 0.05, indicating no relationship between these two factors and eye health. It was further concluded that dry eye conditions are a determinant of the eye health status of tailors in the informal sector.Keywords: tailors; visual impairment; eye health; dry eyes. ABSTRAK Gangguan penglihatan adalah salah satu masalah kesehatan yang sering ditemukan di kalangan pekerja industri tekstil, khususnya penjahit. Aktivitas menjahit melibatkan ketelitian visual dan akomodasi yang tinggi, serta konsentrasi yang membutuhkan perhatian pada detail dan fokus mata jarak dekat, sehingga mengakibatkan kelelahan mata dan mata kering. Tujuan penelitian ini adalah menganalisis signifikansi faktor-faktor yang memengaruhi kesehatan mata pada komunitas penjahit di Rusunawa Tambora, Jakarta Barat, dalam rangka perbaikan lingkungan kerja dan produktifitas penjahit. Penelitian ini menggunakan pendekatan cross-sectional dan melibatkan 55 penjahit sebagai sampel, yang dipilih dengan metode total sampling. Data dikumpulkan melalui pengisian kuesioner dan pengukuran visus melalui pemeriksaan mata lengkap, dengan fokus pada variabel seperti pencahayaan, lama kerja, dan jarak kerja. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 90,9% penjahit mengalami gangguan penglihatan dan 94,5% penjahit melaporkan mata kering. Nilai p untuk faktor mata kering adalah kurang dari 0,05, sehingga diketahui adanya hubungan yang signifikan antara kondisi mata kering dengan kesehatan mata. Nilai p untuk pencahayaan dan lama kerja adalah lebih dari 0,05, sehingga diinterpretasikan bahwa tidak ada hubungan antara kedua faktor tersebut dengan kesehatan mata. Selanjutnya disimpulkan bahwa kondisi mata kering merupakan determinan bagi status kesehatan mata penjahit di sektor informal.Kata kunci: penjahit; gangguan penglihatan; kesehatan mata; mata kering

Filter by Year

2010 2026


Filter By Issues
All Issue Vol 17, No 1 (2026): January 2026 (up coming) Vol 16, No 4 (2025): Oktober-Desember 2025 Vol 16, No 3 (2025): Juli-September 2025 Vol 16, No 2 (2025): April-Juni 2025 (up coming) Vol 16, No 2 (2025): April-Juni 2025 Vol 16, No 1 (2025): Januari-Maret 2025 Vol 15, No 4 (2024): Oktober-Desember 2024 Vol 15, No 3 (2024): Juli-September 2024 Vol 15, No 2 (2024): April-Juni 2024 Vol 15, No 1 (2024): Januari-Maret 2024 2024 Vol 14, No 4 (2023): Oktober - Desember 2023 Vol 14, No 3 (2023): Juli - September 2023 Vol 14, No 2 (2023): April 2023 Vol 14, No 1 (2023): Januari 2023 2023 Vol 13, No 4 (2022): Oktober 2022 Vol 13, No 3 (2022): Juli 2022 Vol 13, No 2 (2022): April 2022 Vol 13, No 1 (2022): Januari 2022 Vol 13 (2022): Nomor Khusus Februari 2022 Vol 13 (2022): Nomor Khusus Januari 2021 2022 Vol 12, No 4 (2021): Oktober 2021 Vol 12, No 3 (2021): Juli 2021 Vol 12, No 2 (2021): April 2021 Vol 12 (2021): Nomor Khusus November 2021 Vol 12 (2021): Nomor Khusus Januari 2021 Vol 12 (2021): Nomor Khusus April 2021 Vol 12, No 1 (2021): Januari Vol 11, No 3 (2020): Juli 2020 Vol 11, No 2 (2020): April 2020 Vol 11, No 1 (2020): Januari 2020 Vol 11 (2020): Nomor Khusus Maret-April 2020 Vol 11 (2020): Nomor Khusus November-Desember 2020 Vol 11 (2020): Nomor Khusus Januari-Februari 2020 Vol 11 (2020): Nomor Khusus Mei-Juni 2020 Vol 11, No 4 (2020): Oktober Vol 10, No 4 (2019): Oktober 2019 Vol 10, No 3 (2019): Juli 2019 Vol 10, No 2 (2019): April 2019 Vol 10, No 2 (2019): April 2019 Vol 10, No 1 (2019): Januari 2019 Vol 9, No 4 (2018): Oktober 2018 Vol 9, No 3 (2018): Juli 2018 Vol 9, No 2 (2018): April 2018 Vol 9, No 1 (2018): Januari 2018 Vol 8, No 4 (2017): Oktober 2017 Vol 8, No 3 (2017): Juli 2017 Vol 8, No 2 (2017): April 2017 Vol 8, No 1 (2017): Januari 2017 Vol 7, No 4 (2016): Oktober 2016 Vol 7, No 3 (2016): Juli 2016 Vol 7, No 2 (2016): April 2016 Vol 7, No 1 (2016): Januari 2016 Vol 6 (2015): Nomor Khusus Hari Kesehatan Nasional 2010: Template More Issue