cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
,
INDONESIA
Jurnal Penelitian Kesehatan Suara Forikes
Published by Forum Ilmiah Kesehatan
ISSN : 20863098     EISSN : 25027778     DOI : -
Core Subject : Health,
Journal of Health Research "Forikes Voice" is a medium for the publication of articles on research and review of the literature. We accept articles in the areas of health such as public health, medicine, nursing, midwifery, nutrition, pharmaceutical, environmental health, health technology, clinical laboratories, health education, and health popular.
Arjuna Subject : -
Articles 1,733 Documents
Prenatal Gentle Yoga Sebagai Strategi Nonfarmakologis untuk Mempercepat Kala I Fase Aktif Persalinan Primigravida Hardika, Mufida Dian; Sari, Wida Rahma Arwiyanta; Sari, Rury Narulita; Ardhianingtyas, Nisa
Jurnal Penelitian Kesehatan SUARA FORIKES Vol 16, No 3 (2025): Juli-September 2025
Publisher : FORIKES

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33846/sf16303

Abstract

 The active phase of the first stage of labor is a critical stage of labor, characterized by cervical dilation from 4 cm to 10 cm. This phase generally lasts for 6 to 8 hours. A long duration of this phase increases the risk of medical intervention and maternal and neonatal complications, especially in primigravidas. The purpose of this study was to evaluate the effectiveness of prenatal gentle yoga in accelerating the active phase of labor in primigravidas. This study used a post-test only design with a control group. A total of 20 pregnant women underwent prenatal gentle yoga for at least 4 weeks, and 20 pregnant women served as the control group. The intervention was carried out twice a week, consisting of breathing exercises, pelvic muscle stretching, and relaxation techniques. The duration of the active phase was measured using a partograph. Data analysis was performed using the Chi-square test. The results showed that 80% of women in the yoga group experienced an active phase of ≤5 hours, while only 35% of the control group experienced an active phase. The p-value of the Chi-square test was 0.014, indicating that the yoga group had a shorter duration of the active phase of labor. The odds ratio was 4.98, indicating that yoga participation nearly fivefold increased the likelihood of premature labor. Furthermore, it was concluded that prenatal gentle yoga is an effective non-pharmacological intervention for accelerating the active phase of labor in primigravida mothers.Keywords: prenatal gentle yoga; labor; active phase of labor; primigravida ABSTRAK Kala I fase aktif merupakan tahap persalinan yang kritis, ditandai dengan pembukaan serviks dari 4 cm menuju 10 cm. Kala ini umumnya berlangsung selama 6 hingga 8 jam. Durasi yang lama pada fase ini meningkatkan risiko intervensi medis serta komplikasi maternal dan neonatal, terutama pada primigravida. Tujuan penelitian ini adalah mengevaluasi efektivitas prenatal gentle yoga dalam mempercepat kala I fase aktif persalinan pada primigravida. Penelitian ini menggunakan desain post-test only with control group. Sejumlah 20 ibu hamil menjalani prenatal gentle yoga selama minimal 4 minggu, dan 20 ibu hamil sebagai kelompok kontrol. Intervensi dilakukan dua kali seminggu, terdiri dari latihan pernapasan, peregangan otot panggul, dan teknik relaksasi. Durasi fase aktif diukur menggunakan partograf. Analisis data dilakukan menggunakan uji Chi-square. Hasil analisis menunjukkan bahwa 80% ibu dalam kelompok yoga mengalami fase aktif ≤5 jam, sedangkan kelompok kontrol hanya 35%. Nilai p dari uji Chi-square adalah 0,014 yang berarti bahwa kelompok yoga memiliki durasi kala I fase aktif yang lebih cepat. Odds ratio adalah 4,98 yang menunjukkan bahwa partisipasi dalam yoga meningkatkan kemungkinan persalinan lebih cepat hampir lima kali lipat. Selanjutnya disimpulkan bahwa prenatal gentle yoga merupakan intervensi nonfarmakologis yang efektif untuk mempercepat kala I fase aktif persalinan pada ibu primigravida.Kata kunci: prenatal gentle yoga; persalinan; kala 1 fase aktif; primigravida
Optimalisasi Pendaftaran Pasien di Rumah Sakit Menggunakan WhatsApp API Putro, Edi Utomo; Hariez, Tsalits Maulidah; Yuswanto, Tri Johan Agus
Jurnal Penelitian Kesehatan SUARA FORIKES Vol 16, No 2 (2025): April-Juni 2025 (up coming)
Publisher : FORIKES

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33846/sf16202

Abstract

Digitizing the patient registration system can improve service efficiency, but still faces obstacles such as lack of human resource readiness, limited technological infrastructure, and user resistance to switching to a new system. This study aimed to design and further develop the application of WhatsApp API in automating the health service system for patients such as auto-reply and integration with the hospital queue system. This study was a qualitative study with a System Development Life Cycle (SDLC) approach, starting from system requirements analysis, system design, prototype development and system testing. Needs identification was carried out using the PIECES Framework including performance, information, economy, control, efficiency, and service. At the system design stage, a framework was created with architectural, program, and database designs. Data Flow Diagram (DFD), Entity Relationship Diagram (ERD), and Table Relationship Diagram (TRD) were used for visual representations that help understand data flow and database structure. This study involved 3 informants from the patient registration, public relations and marketing units at health care facilities. The results of the prototype development were made according to the needs of users who can be used to facilitate patient registration, inform doctor schedules, remind patients about return visit schedules, as well as patient education and queue services. The software was tested using blackbox testing, which showed valid results on the 5 indicators used. It could be concluded that with the designed WhatsApp API system, hospitals can facilitate patient registration faster, provide information on doctor schedules and queue status automatically, provide health education services and revisit reminders, and save operational costs by reducing the use of paper forms and brochures.Keywords: WhatsApp API; patient registration; hospital ABSTRAK Digitalisasi sistem pendaftaran pasien dapat meningkatkan efisiensi layanan, namun masih menghadapi kendala seperti kurangnya kesiapan sumber daya manusia, keterbatasan infrastruktur teknologi, serta resistensi pengguna untuk beralih ke sistem baru. Penelitian ini bertujuan untuk merancang dan mengembangkan lebih lanjut penerapan WhatsApp API dalam mengotomatisasi sistem pelayanan kesehatan kepada pasien seperti auto-reply dan integrasi dengan sistem antrian rumah sakit. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan pendekatan System Development Life Cycle (SDLC), mulai dari analisis kebutuhan sistem, desain sistem, pengembangan prototipe dan uji coba sistem. Identifikasi kebutuhan dilakukan menggunakan PIECES Framework meliputi performance, information, economy, control, efficiency, dan service. Pada tahap desain sistem, kerangka dibuat dengan desain arsitektur, program, dan database. Data Flow Diagram (DFD), Entity Relationship Diagram (ERD), dan Table Relationship Diagram (TRD) digunakan untuk representasi visual yang membantu memahami aliran data dan struktur basis data. Penelitian ini melibatkan 3 informan dari unit pendaftaran pasien, hubungan masyarakat dan pemasaran di fasilitas pelayanan kesehatan. Hasil pengembangan prototipe dibuat sesuai dengan kebutuhan dari pengguna yang dapat digunakan untuk memfasilitasi pendaftaran pasien, menginformasikan jadwal dokter, mengingatkan pasien tentang jadwal kunjungan ulang, serta layanan edukasi dan antrian pasien. Perangkat lunak diuji menggunakan blackbox testing, yang menunjukkan hasil valid pada 5 indikator yang digunakan. Dapat disimpulkan bahwa dengan sistem WhatsApp API yang sudah dirancang, rumah sakit dapat memfasilitasi pendaftaran pasien dengan lebih cepat, memberikan informasi jadwal dokter dan status antrian secara otomatis, menyediakan layanan edukasi kesehatan dan pengingat kunjungan ulang, dan menghemat biaya operasional dengan mengurangi penggunaan formulir kertas dan brosur.Kata kunci: WhatsApp API; pendaftaran pasien; rumah sakit
Faktor Risiko Stres Kerja pada Perawat di Rumah Sakit Purwaningsih, Septia Tri; Erwandi, Dadan
Jurnal Penelitian Kesehatan SUARA FORIKES Vol 16, No 3 (2025): Juli-September 2025
Publisher : FORIKES

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33846/sf16341

Abstract

Nurses are at the forefront of healthcare, yet this profession is often perceived as challenging and stressful. Numerous studies have shown that working in nursing can cause stress, negatively impacting physical and mental health, as well as professional performance. The purpose of this study was to comprehensively identify risk factors for occupational stress in hospital nurses. This study is a systematic literature review. Literature was obtained from Scopus, PubMed, and Google Scholar using the keywords "work stress," "job stress," "occupational stress," "risk factors," "determinant," "nurses," and "nursing staff." Inclusion criteria included articles published between 2020 and 2025 and articles that matched the keywords. Exclusion criteria included articles that were not full text, not in Indonesian or English, not quantitative research, and not relevant to the research theme. The search yielded 462 articles, and then systematically selected seven relevant articles from Scopus, PubMed, and Google Scholar for synthesis. The study identified 21 risk factors for occupational stress in hospital nurses: workload, career development, management style, tenure, shift work, overtime, physical environment, death and dying, emotional preparedness, treatment uncertainty, conflict with physicians, problems with coworkers, problems with supervisors, problems with patients and families, dual role conflict, social support, education, gender, personality, age, and marital status. Furthermore, it was concluded that the risk factors for occupational stress in nurses are complex and vary widely. Therefore, hospitals should implement comprehensive stress management for nurses, involving various parties, such as hospital management, the medical team, and the nurses' families.Keywords: occupational stress; risk factors; nurses ABSTRAK Perawat merupakan garda terdepan dalam pelayanan kesehatan, namun profesi ini sering dipandang sulit dan penuh tekanan. Berbagai penelitian menunjukkan bahwa bekerja di bidang keperawatan dapat menimbulkan stres yang berdampak buruk terhadap kesehatan fisik dan mental serta kinerja profesionalnya. Tujuan dari studi ini adalah mengidentifikasi secara komprehensif faktor risiko stres kerja pada perawat di rumah sakit. Studi ini merupakan tinjauan literatur sistematis. Literatur diperoleh dari Scopus, PubMed, dan Google Scholar menggunakan kata kunci yaitu “work stress”, “job stress”, “occupational stress”, “risk factors”, “determinant”, “nurses”, dan “nursing staff”. Kriteria inklusi yang digunakan yaitu publikasi artikel tahun 2020-2025 dan artikel sesuai dengan kata kunci. Sedangkan kriteria ekslusi adalah artikel tidak full text, tidak berbahasa Indonesia atau Bahasa Inggris, bukan penelitian kuantitatif, dan tidak sesuai dengan tema penelitian. Pencarian mendapatkan 462 artikel, lalu pemilihan secara sistematis mendapatkan 7 artikel yang relevan dari Scopus, PubMed, dan Google Scholar untuk disintesis. Hasil studi menemukan 21 faktor risiko stres kerja pada perawat di rumah sakit yaitu beban kerja, pengembangan karier, gaya manajemen, masa kerja, shift kerja, bekerja lembur, lingkungan fisik, kematian dan sekarat, kesiapan emosional, ketidakpastian pengobatan, konflik dengan dokter, masalah dengan rekan kerja, masalah dengan supervisor, masalah dengan pasien dan keluarga, konflik peran ganda, dukungan sosial, pendidikan, jenis kelamin, kepribadian, usia, dan status pernikahan. Selanjutnya disimpulkan bahwa faktor risiko stress kerja perawat sangat kompleks dan memiliki variasi yang sangat banyak. Oleh karena itu, sebaiknya rumah sakit menerapkan manajemen stres secara komprehensif pada perawat dengan melibatkan berbagai pihak seperti manajemen rumah sakit, tim medis, dan keluarga perawat.Kata kunci: stres kerja; faktor risiko; perawat
fast track: Program 1000 HPK Dan Kejadian Stunting Berbasis Register Kohort Ibu Hamil Di Wilayah Kecamatan ‎Jangka Kabupaten Bireuen Mursal, Mursal; Aramico, Basri; Maidar, Maidar; Abdullah, Asnawi; Hermansyah, Hermanyah
Jurnal Penelitian Kesehatan SUARA FORIKES Vol 16, No 2 (2025): April-Juni 2025 (up coming)
Publisher : FORIKES

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33846/sf.v16i2.6016

Abstract

Stunting is a global health issue of major concern, with the World Health Assembly (WHA) targeting a reduction in global prevalence from 7.8% to 5%. In Indonesia, data from the Basic Health Research (Riskesdas) indicate a decline in stunting prevalence from 37.2% in 2013 to 30.8% in 2018, although it remains above the threshold set by the WHO. The First 1,000 Days of Life (HPK) program serves as a key strategy in accelerating stunting reduction through interventions such as maternal nutrition fulfillment, complication prevention, child growth monitoring, and community education on nutrition and health. This study is a quantitative observational approach with a cross-sectional design, utilizing retrospective data collection from secondary sources, including the Maternal Cohort Database, Maternal and Child Health (KIA) Records, the Community-Based Electronic Nutrition Reporting System (EPPGBM), and the Indonesia Healthy Program with a Family Approach (PIS-PK). The study population comprises 480 mothers with children aged 24 months in 2024, selected through purposive sampling. To assess variable relationships, chi-square statistical analysis was applied as the primary method. The results indicate that several factors significantly correlate with stunting incidence, including maternal age during pregnancy (OR = 166.30; 95% CI = 64.03–431.92; p < 0.001), maternal nutritional status (OR = 168.15; 95% CI = 72.70–388.88; p < 0.001), iron-folic acid supplementation (OR = 658.41; 95% CI = 188.89–2294.93; p < 0.001), antenatal care (ANC) visits (OR = 1351.92; 95% CI = 299.94–6093.25; p < 0.001), pregnancy complications (p < 0.001), low birth weight (OR = 93.03; 95% CI = 46.32–186.83; p < 0.001), short birth length (OR = 2.62; 95% CI = 1.40–4.91; p = 0.003), exclusive breastfeeding (OR = 2.20; 95% CI = 1.28–3.78; p = 0.004), history of infectious diseases (OR = 4876; 95% CI = 880–26988; p < 0.001), and access to basic sanitation (OR = 1136.86; 95% CI = 53–8418; p < 0.001). Conversely, complete basic immunization (OR = 1.26; 95% CI = 0.35–4.53; p = 0.715), access to clean water (OR = 2.62; 95% CI = 0.57–11.92; p = 0.210), and household smoking habits (OR = 2.38; 95% CI = 0.53–10.52; p = 0.252) did not show significant associations with stunting. Maternal, neonatal, and environmental factors play a crucial role in stunting prevention, emphasizing the need for integrated health interventions to reduce stunting prevalence in the region. Additionally, evaluating the effectiveness of the First 1,000 Days of Life (HPK) Program and conducting community-based intervention trials, along with policy research at the local level, are essential for assessing the impact of government interventions.Keywords: 1000 HPK Program; Stunting; Maternal Cohort Database; EPPGBM‎
Kualitas Lingkungan Fisik Rumah Kasus Malaria Berbasis Pendekatan Spasial Hidayati, Fitni; Ayunda, Kalasta; Wahyuningrum, Diah Retno; Rahmadini, Fathia
Jurnal Penelitian Kesehatan SUARA FORIKES Vol 16, No 3 (2025): Juli-September 2025
Publisher : FORIKES

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33846/sf16301

Abstract

Kaligesing is a malaria-endemic area in Purworejo Regency that has experienced a significant increase in cases in the past two years. The quality of the home environment is suspected to be a significant factor influencing the spread of this disease. This study aimed to spatially map the physical environmental quality of homes in the Kaligesing area and identify villages with the highest environmental risk levels for the potential spread of malaria. This study used an observational approach with data collection through field surveys of 10 houses in each village. House coordinates were taken using a Garmin Map 78S GPS, then analyzed spatially using ArcMap 10.3 software. Environmental parameters observed included the physical condition of buildings that have the potential to become habitats for Anopheles vectors. The results showed variations in environmental quality risk levels between villages. Several villages showed a high accumulation of physical environmental risks, particularly in the parameters of ventilation without wire mesh, the presence of bushes around houses, and the condition of non-permanent house walls. Villages with the highest risk were identified through the integration of attribute and spatial data. Sudorogo Village was identified as a village with high-risk environmental quality, which is in line with the highest number of malaria cases in the region. It was concluded that spatial mapping provides accurate visualization for identifying priority villages in malaria control efforts.Keywords: spatial mapping; environmental quality; malaria; geographic information systems ABSTRAK Kaligesing merupakan wilayah endemis malaria di Kabupaten Purworejo yang mengalami peningkatan kasus signifikan dalam dua tahun terakhir. Kualitas lingkungan rumah diduga menjadi salah satu faktor penting yang mempengaruhi penyebaran penyakit ini. Penelitian ini bertujuan untuk memetakan kualitas lingkungan fisik rumah secara spasial di wilayah Kaligesing serta mengidentifikasi desa dengan tingkat risiko lingkungan tertinggi terhadap potensi penyebaran malaria. Penelitian ini menggunakan pendekatan observasional dengan pengambilan data melalui survei lapangan pada 10 rumah pada masing-masing desa. Titik koordinat rumah diambil menggunakan GPS Garmin Map 78S, kemudian dianalisis secara spasial menggunakan perangkat lunak ArcMap 10.3. Parameter lingkungan yang diamati meliputi kondisi fisik bangunan yang berpotensi menjadi habitat vektor Anopheles. Hasil penelitian menunjukkan adanya variasi tingkat risiko kualitas lingkungan antar desa. Beberapa desa menunjukkan akumulasi risiko lingkungan fisik yang tinggi, terutama pada parameter ventilasi tanpa kawat kasa, keberadaan semak-semak di sekitar rumah, dan kondisi dinding rumah yang tidak permanen. Desa dengan risiko tertinggi teridentifikasi melalui integrasi data atribut dan spasial. Desa Sudorogo teridentifikasi sebagai desa dengan kualitas lingkungan berisiko tinggi, yang sejalan dengan jumlah kasus malaria tertinggi di wilayah tersebut. Disimpulkan bahwa Pemetaan spasial memberikan visualisasi yang akurat untuk mengidentifikasi desa prioritas dalam upaya pengendalian malaria.Kata kunci: pemetaan spasial; kualitas lingkungan; malaria; sistem informasi geografis  
Psikoedukasi Merupakan Strategi Efektif dalam Mendukung Caregiver Pasien Kronis Simbolon, Citra Nasrani Natalia Br; Nuraini, Tuti; Allenidekania, Allenidekania; Gayatri, Dewi
Jurnal Penelitian Kesehatan SUARA FORIKES Vol 16, No 2 (2025): April-Juni 2025 (up coming)
Publisher : FORIKES

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33846/sf16248

Abstract

 The role of caregivers in caring for patients with chronic diseases often results in significant physical, emotional, and psychological burdens. Psychoeducation has been widely used as an intervention to help reduce this burden, but its effectiveness still requires further review. The purpose of this study was to determine the effectiveness of psychoeducation in reducing caregiver burden in patients with chronic diseases. This study used a systematic review method of articles published between 2018 and 2024. Article searches were conducted through the ScienceDirect, PubMed, and Google Scholar databases. Article selection followed the PRISMA guidelines with inclusion criteria in the form of experimental studies on caregivers of patients with chronic diseases, involving psychoeducational interventions. The results of the study showed that 12 articles that met the criteria reported that psychoeducational interventions consistently had a positive impact on reducing the level of caregiver burden. The approaches used included stress management training, increasing knowledge about the disease, and coping strategies. The conclusion of this study is that psychoeducation has been proven effective in reducing caregiver burden in caregivers of patients with chronic diseases.Keywords: caregiver burden; psychoeducation; chronic disease patients ABSTRAK Peran caregiver dalam merawat pasien dengan penyakit kronis sering menimbulkan beban fisik, emosional, dan psikologis yang signifikan. Psikoedukasi telah banyak digunakan sebagai intervensi untuk membantu mengurangi beban ini, namun efektivitasnya masih memerlukan peninjauan lebih lanjut. Tujuan studi ini adalah mengetahui efektivitas psikoedukasi dalam mengurangi caregiver burden pada pasien dengan penyakit kronis. Studi ini menggunakan metode tinjauan sistematis terhadap artikel-artikel yang dipublikasikan antara tahun 2018 hingga 2024. Pencarian artikel dilakukan melalui database ScienceDirect, PubMed, dan Google Scholar. Seleksi artikel mengikuti pedoman PRISMA dengan kriteria inklusi berupa studi eksperimental pada caregiver pasien dengan penyakit kronis, yang melibatkan intervensi psikoedukasi. Hasil studi menunjukkan bahwa 12 artikel yang memenuhi kriteria melaporkan bahwa intervensi psikoedukasi secara konsisten memberikan dampak positif terhadap penurunan tingkat caregiver burden. Pendekatan yang digunakan meliputi pelatihan manajemen stres, peningkatan pengetahuan tentang penyakit, serta strategi koping. Kesimpulan studi ini adalah bahwa psikoedukasi terbukti efektif dalam mengurangi beban caregiver pada caregiver pasien dengan penyakit kronis.Kata kunci: caregiver burden; psikoedukasi; pasien penyakit kronis
Analisis Efektivitas Biaya Sebagai Startegi Optimalisasi Penemuan Kasus dan Case Detection Rate TB Paru di Kabupaten Jember Tahun 2024 Denisa, Adhittana Ganes
Jurnal Penelitian Kesehatan SUARA FORIKES Vol 16, No 2 (2025): April-Juni 2025 (up coming)
Publisher : FORIKES

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penemuan kasus secara aktif melalui investigasi kontak dan skrining kelompok berisiko merupakan strategi penting dalam mendukung eliminasi Tuberkulosis (TB) Paru. Namun, keterbatasan sumber daya menuntut evaluasi efektivitas biaya dari masing-masing pendekatan untuk memastikan pemanfaatan anggaran yang efisien. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi program ACF dengan investigasi kontak, program ACF dengan kelompok berisiko, biaya program ACF, efektifitas biaya program ACF, serta menganalisis hubungan besaran anggaran dengan capaian CDR TB Paru di Kabupaten Jember. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain analisis ekonomi kesehatan melalui metode Cost Effectiveness Analysis (CEA). Data sekunder diperoleh dari Dinas Kesehatan Jember laporan program TB di 50 puskesmas tahun 2024 dan uji Pearson digunakan untuk melihat hubungan antara anggaran dan capaian CDR. Hasil penelitian menunjukkan bahwa metode investigasi kontak menghasilkan 103 kasus TB dengan anggaran Rp1.154.212.608, sedangkan metode skrining kelompok berisiko mengidentifikasi 3.225 kasus dengan anggaran Rp7.992.292.308. Analisis CEA menunjukkan bahwa biaya per kasus pada investigasi kontak sebesar Rp11.205.947, sedangkan pada skrining kelompok berisiko hanya Rp5.858.905 menjadikan skrining kelompok berisiko 4,5 kali lebih efisien. Uji Pearson menunjukkan adanya hubungan yang signifikan antara besaran anggaran skrining dan capaian CDR (p = 0,019). Hasil ini menunjukkan bahwa semakin besar alokasi anggaran, semakin tinggi capaian CDR yang dapat diperoleh. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa skrining kelompok berisiko merupakan metode penemuan kasus TB yang lebih cost-effective dibanding investigasi kontak, dan alokasi anggaran yang memadai berkontribusi langsung terhadap peningkatan capaian CDR TB Paru di Kabupaten Jember.Kata kunci: investigasi kontak; skrining kelompok berisiko; analisis efektivitas biaya; tingkat deteksi kasus
APC-Pengaruh Pemberian Blastocystis sp. Terhadap Jumlah Leukosit Pada Tikus Febriyanti, Rizka; Nofita, Eka; Afriani, Nita; Adrial, Adrial; Asri, Aswiyanti; Almurdi, Almurdi
Jurnal Penelitian Kesehatan SUARA FORIKES Vol 16, No 2 (2025): April-Juni 2025 (up coming)
Publisher : FORIKES

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33846/sf.v16i2.3590

Abstract

Blastocystis sp. are the most common intestinal protists in human and animal faeces. Blastocystis sp infection associated with inhibition of celluler immunity due to an increase in cytokines resulting in an increase in the number of leukocytes. This study was conducted to determine the correlation between Blastocystis sp infection and leukocyte count. This experimental study with a post test only control group design, used male Wistar white rats (Rattus norvegicus). Blastocystis sp infection in rats assessed by performing microscopic examination of rat faeces and culture. Leukocytes count examination was carried out using a counting chamber. Data analysis was carried out using the One Way Anova Test. The final results obtained were the mean number of leukocytes in treatment group 1 (P1), treatment 2 (P2) negative control (K-) respectively, 6171.43 cells/mm3, 6866.67 cells/mm3 , and 7742.86 cells/mm3 mm3. The p value of One Way Anova p = 0.7 (p > 0.05). The conclusion is the administration of Blastocystis sp. did not significantly influence the number of rat leukocytes.Keywords: blastocystis sp; leukocyte count; rattus norvegicus
Prevalensi Nyeri Kepala pada Mahasiswa Keperawatan Anestesiologi Ningsih, Santi Wiwitia; Burhan, Asmat; Yanti, Linda
Jurnal Penelitian Kesehatan SUARA FORIKES Vol 16, No 3 (2025): Juli-September 2025
Publisher : FORIKES

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33846/sf16300i

Abstract

Headaches in college students can be caused by stress arising from high study loads, tight assignment deadlines, and increasingly complex academic demands. Emotional increases can trigger headaches. Primary headaches can impact adult students in education, thus affecting engagement in activities and academic achievement. The purpose of this study was to determine the prevalence of headaches in anesthesiology nursing students. This study used a quantitative descriptive method, involving 123 students selected using a simple random sampling technique. Data were collected using the Headache Screening Questionnaire-Dutch Version (HSQ-DV) questionnaire and analyzed descriptively in the form of frequencies and proportions. The results showed that the most common type of headache was Tension-Type Headache (TTH) with a prevalence of 23.6% (probable TTH) and 3.3% (TTH). Meanwhile, the prevalence of migraine was recorded at 8.9% (probable migraine) and 1.6% (migraine). Meanwhile, headaches were more often experienced by women aged 17-25 years, with a frequency of 1-4 headaches once a month. It was further concluded that tension-type headaches (TTH) are more common among anesthesiology nursing students, especially females. Improved academic stress management, such as psychological interventions and health education, can prevent negative impacts on students and support academic success.Keywords: headache; students; anesthesiology nursing; tension-type headache ABSTRAK Nyeri kepala pada mahasiswa dapat disebabkan oleh stress yang timbul akibat beban studi yang tinggi, tenggat waktu tugas yang ketat, serta tuntutan akademik yang semakin kompleks. Peningkatan emosional dapat memicu nyeri kepala. Nyeri kepala primer dapat berdampak pada mahasiswa dewasa yang sedang dalam pendidikan, sehingga dapat memengaruhi keterlibatan dalam aktivitas dan prestasi akademik. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui prevalensi nyeri kepala pada mahasiswa keperawatan anestesiologi. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kuantitatif, yang melibatkan 123 mahasiswa yang dipilih dengan teknik simple random sampling. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner Headache Screening Questionnaire-Dutch Version (HSQ-DV) dan dianalisis secara deskriptif berupa frekuensi dan proporsi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa jenis nyeri kepala yang paling sering ditemukan adalah Tension-Type Headache (TTH) dengan prevalensi 23,6% (probable TTH) dan 3,3% (TTH). Sementara itu, prevalensi migrain tercatat sebesar 8,9% (probable migrain) dan 1,6% (migrain).  Sedangkan, nyeri kepala lebih sering dialami oleh perempuan usia 17-25 tahun, dengan frekuensi nyeri kepala 1-4 sekali sebulan. Selanjutnya disimpulkan bahwa nyeri kepala TTH lebih sering dialami oleh mahasiswa keperawatan anestesiologi, terutama perempuan. Pengelolaan stress akademik yang lebih baik, seperti intervensi psikologi dan edukasi kesehatan, untuk mencegah dampak negatif pada mahasiswa dan mendukung keberhasilan akademik.Kata kunci: nyeri kepala; mahasiswa; keperawatan anestesiologi; tension-type headache
Optimalisasi Penekanan Sinyal Lemak pada Regio Lidah dan Kompatibilitas Kontras Gadolinium dalam Protokol Pemeriksaan Magnetic Resonance Imaging pada Lidah Larashati, Ni Luh Putu Citra; Juliantara, I Putu Eka; Sugiantara, I Wayan Ariec
Jurnal Penelitian Kesehatan SUARA FORIKES Vol 16, No 2 (2025): April-Juni 2025 (up coming)
Publisher : FORIKES

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33846/sf16210

Abstract

Squamous cell carcinoma of the tongue is one of the most prevalent oral cancers, particularly in the anterior two-thirds of the tongue. Accurate imaging is crucial in establishing the diagnosis and determining the lesion boundaries. Magnetic resonance imaging of the tongue using contrast media can be used to confirm the diagnosis of squamous cell carcinoma. The spectral presaturation inversion recovery technique in magnetic resonance imaging can be used as an effective fat suppression method to display detailed images of the pathology and anatomy of the oral cavity and its structures, including the tongue and oropharynx. This study was conducted at Sanjiwani Regional General Hospital, Gianyar, using 1.5 Tesla magnetic resonance imaging. This involved three patients diagnosed with squamous cell carcinoma, two radiologists, and one radiographer. The examination was performed using the spectral presaturation inversion recovery method in the pre- and post-contrast phases. The image results demonstrated the effectiveness of spectral presaturation inversion recovery for fat suppression with optimal tissue contrast and the ability to display infiltration into the surrounding tissue well. Based on the research results, it was concluded that the spectral presaturation inversion recovery method is an effective technique for assessing squamous cell carcinoma due to its excellent fat suppression and compatibility with gadolinium contrast, thus assisting radiologists in determining lesion boundaries.Keywords: squamous cell carcinoma; spectral presaturation inversion recovery; magnetic resonance imaging ABSTRAK Karsinoma sel skuamosa pada lidah merupakan salah satu kanker rongga mulut dengan prevalensi tinggi, terutama di bagian dua pertiga anterior lidah. Evaluasi pencitraan yang akurat sangat penting dalam menegakkan diagnosis dan menentukan batas lesi. Magnetic Resonance Imaging lidah dengan menggunakan kontras media dapat digunakan untuk menegakkan diagnosis karsinoma sel skuamosa. Teknik spectral presaturation inversion recovery pada magnetic resonance imaging dapat digunakan sebagai metode supresi lemak yang efektif untuk menampilkan gambaran detail patologi dan anatomi rongga mulut serta struktur di dalamnya termasuk lidah dan orofaring. Studi ini dilakukan di Rumah Sakit Umum Daerah Sanjiwani Gianyar menggunakan magnetic resonance imaging 1,5 Tesla, yang melibatkan 3 pasien dengan diagnosis karsinoma sel skuamosa, 2 dokter spesialis radiologi, dan 1 radiografer. Pemeriksaan dilakukan menggunakan metode spectral presaturation inversion recovery pada fase pra dan pasca pemberian kontras. Hasil citra menunjukkan efektivitas spectral presaturation inversion recovery untuk supresi lemak dengan kontras jaringan yang optimal serta mampu menampilkan infiltrasi ke jaringan sekitarnya dengan baik. Berdasarkan hasil penelitian, disimpulkan bahwa metode spectral presaturation inversion recovery merupakan teknik yang efektif untuk menilai karsinoma sel skuamosa karena mampu mensupresi lemak dengan baik serta kompatibel dengan penggunaan kontras gadolinium sehingga membantu dokter spesialis radiologi dalam menentukan batas lesi.Kata kunci: karsiona sel skuamosa; spectral presaturation inversion recovery; magnetic resonance imaging

Filter by Year

2010 2026


Filter By Issues
All Issue Vol 17, No 1 (2026): January 2026 (up coming) Vol 16, No 4 (2025): Oktober-Desember 2025 Vol 16, No 3 (2025): Juli-September 2025 Vol 16, No 2 (2025): April-Juni 2025 Vol 16, No 2 (2025): April-Juni 2025 (up coming) Vol 16, No 1 (2025): Januari-Maret 2025 Vol 15, No 4 (2024): Oktober-Desember 2024 Vol 15, No 3 (2024): Juli-September 2024 Vol 15, No 2 (2024): April-Juni 2024 Vol 15, No 1 (2024): Januari-Maret 2024 2024 Vol 14, No 4 (2023): Oktober - Desember 2023 Vol 14, No 3 (2023): Juli - September 2023 Vol 14, No 2 (2023): April 2023 Vol 14, No 1 (2023): Januari 2023 2023 Vol 13, No 4 (2022): Oktober 2022 Vol 13, No 3 (2022): Juli 2022 Vol 13, No 2 (2022): April 2022 Vol 13, No 1 (2022): Januari 2022 Vol 13 (2022): Nomor Khusus Februari 2022 Vol 13 (2022): Nomor Khusus Januari 2021 2022 Vol 12, No 4 (2021): Oktober 2021 Vol 12, No 3 (2021): Juli 2021 Vol 12, No 2 (2021): April 2021 Vol 12 (2021): Nomor Khusus Januari 2021 Vol 12 (2021): Nomor Khusus April 2021 Vol 12 (2021): Nomor Khusus November 2021 Vol 12, No 1 (2021): Januari Vol 11, No 3 (2020): Juli 2020 Vol 11, No 2 (2020): April 2020 Vol 11, No 1 (2020): Januari 2020 Vol 11 (2020): Nomor Khusus Maret-April 2020 Vol 11 (2020): Nomor Khusus November-Desember 2020 Vol 11 (2020): Nomor Khusus Januari-Februari 2020 Vol 11 (2020): Nomor Khusus Mei-Juni 2020 Vol 11, No 4 (2020): Oktober Vol 10, No 4 (2019): Oktober 2019 Vol 10, No 3 (2019): Juli 2019 Vol 10, No 2 (2019): April 2019 Vol 10, No 2 (2019): April 2019 Vol 10, No 1 (2019): Januari 2019 Vol 9, No 4 (2018): Oktober 2018 Vol 9, No 3 (2018): Juli 2018 Vol 9, No 2 (2018): April 2018 Vol 9, No 1 (2018): Januari 2018 Vol 8, No 4 (2017): Oktober 2017 Vol 8, No 3 (2017): Juli 2017 Vol 8, No 2 (2017): April 2017 Vol 8, No 1 (2017): Januari 2017 Vol 7, No 4 (2016): Oktober 2016 Vol 7, No 3 (2016): Juli 2016 Vol 7, No 2 (2016): April 2016 Vol 7, No 1 (2016): Januari 2016 Vol 6 (2015): Nomor Khusus Hari Kesehatan Nasional 2010: Template More Issue