JPPUMA: Jurnal Ilmu Pemerintahan dan Sosial Politik Universitas Medan Area
JPPUMA: Jurnal Ilmu Pemerintahan dan Sosial Politik UMA (Journal of Governance and Political UMA), publish by Universitas Medan Area, for information and communication resources for academics, and observers of Governance Sciences, Social Sciences, Political Sciences, Methodology of Social Sciences and Social Work. The published paper is the result of research, reflection, and actual critical study with respect to the themes of governance, social, and political science.
Articles
519 Documents
The Place of the Local Government in Nigeria’s Federal Arrangement
Abubakar Oladeji
JPPUMA: Jurnal Ilmu Pemerintahan dan Sosial Politik UMA (Journal of Governance and Political Social UMA) Vol. 10 No. 2 (2022): JPPUMA: Jurnal Ilmu Pemerintahan dan Sosial Politik UMA (Journal of Governance
Publisher : Universitas Medan Area
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31289/jppuma.v10i2.8210
Multi-level government arrangements-federal, state/provincial and local government-are common to all federal systems. However, the place and role of local government in those systems vary markedly. In some, local government is a constitutionally recognised sphere of government, while in others it is merely a competence of the state/provincial government, or an administrative unit of a higher order of government. In some federal systems where it is recognised, like Nigeria, the local governments are principally established for socio-economic and political development at the grassroots. Thus, local governance is the prerogative of the local governments in Nigeria. This tier of government established by Section 7 of the 1999 constitution of the Federal Republic of Nigeria (as amended) has some of its functions detailed in the fourth schedule of the same constitution. The overall objective of this paper is the analysis of the current status of the local government within the Nigerian federal system, and a critical examination of what the future holds for the third tier of government in Nigeria. Using essentially secondary documentary method, with content and thematic analysis, the paper recommends incremental constitutional review (as against mega constitutional renewal), the need to enhance political and economic autonomy of local government through frequent elections, and adopting new strategies for generating internal revenues for the local government in Nigeria.
The United States Foreign Intervention and African Command (AFRICOM): Implications for Nigeria
Hakeem Olatunji Tijani
JPPUMA: Jurnal Ilmu Pemerintahan dan Sosial Politik UMA (Journal of Governance and Political Social UMA) Vol. 10 No. 2 (2022): JPPUMA: Jurnal Ilmu Pemerintahan dan Sosial Politik UMA (Journal of Governance
Publisher : Universitas Medan Area
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31289/jppuma.v10i2.8220
United States African Command is a unified combatant, which means that it combines both civilian and military functions with its area of responsibility totally dedicated to Africa. Putting the civilian functions such as aids, building of schools and other civil functions hitherto performed by such agencies as USAID and State Department into the operational obligations of Department of Defence suggests that AFRICOM’s utilitarian value in terms of its benefits to Nigeria is nil. Nigeria cannot benefit from AFRICOM. This is because AFRICOM is militarily structured with less capability to deal with issues of development in Nigeria. As a result of this, Nigeria should see AFRICOM as an extension of the American foreign policy of militarism. This paper considers that Nigeria should not accommodate AFRICOM on its territory. The theory that AFRICOM would bring cooperation between America and African countries on one hand and between Nigeria and America on the other is a hoax as far as difficulties of cooperation in international politics are concerned. Such impediments as the Problem of cheating, Problem of relative gains, Problem of absolute gains and Problem of interdependence are distinct quandary to cooperation between United States and Nigeria. The assumed cooperation is a unidirectional relationship that will tend towards favouring America and creating problems for Nigeria. Such problems include the recycling of terrorism in Nigeria and encircling Nigeria with terrorists. Intuitively, in an era of globalization, national governments do not have much influence in shaping their own destiny. In this light, therefore, Nigeria needs to refocus its external relations within the context of globalization.
Peran Dinas Pasar Kabupaten Deli Serdang dalam Meningkatkan Kebersihan Pasar Galang
Sarimah S.Sos;
Irwan Nasution;
Muhammad Aswin Hasibuan
JPPUMA: Jurnal Ilmu Pemerintahan dan Sosial Politik UMA (Journal of Governance and Political Social UMA) Vol. 4 No. 2 (2016): JPPUMA: Jurnal Ilmu Pemerintahan dan Sosial Politik UMA (Journal of Governance
Publisher : Universitas Medan Area
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31289/jppuma.v4i2.451
Permasalahan yang diangkat dalam penelitian ini adalah: (1) Kurangnya kesadaran pedagang sekitar Pasar Galang dalam menciptakan kebersihan, (2) Peran Dinas Pasar kurang berkoordinasi dalam penanggulangan kebersihan, (3) Sosialisasi kebersihan yang dilakukan Dinas Pasar kurang mendapat respon positif dari masyarakat dan pedagang pasar Galang. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif explanatory yang bermaksud menjelaskan kedudukan variabel-variabel yang diteliti serta hubungannya antara satu variabel dengan variabel yang lain. Lokasi penelitian adalah pada Kantor Dinas Pasar Kabupaten Deli Serdang. Dari hasil penelitian ini menunjukkan bahwa: tingkat kesadaran penjual dan pembeli di Pasar Galang tentang kebersihan pasar masih sangat rendah, peran pemerintah Kabupaten Deli Serdang melalui Dinas Pasar untuk kebersihan pasar adalah sebagai koordinator yang mengatur pengelolaan sarana dan prasarana kebersihan Pasar Galang. Usaha-usaha yang dilakukan pemerintah dalam hal ini melalui Dinas Pasar Kabupaten Deli Serdang dalam penanganan kebersihan pasar Galang yaitu: (1) Menyediakan armada pengangkut sampah, (2) Mendirikan Tempat-tempat Pembuangan Sampah (TPS) di tempat yang sudah ditentukan, (3) Memperkerjakan petugas-petugas kebersihan sesuai pada tempat dan waktu yang sudah ditentukan.
Pengaruh Penggunaan Aplikasi Blackberry Messenger terhadap Interaksi Sosial di Kalangan Pelajar
Ayu Trisuci;
Syafruddin Ritonga
JPPUMA: Jurnal Ilmu Pemerintahan dan Sosial Politik UMA (Journal of Governance and Political Social UMA) Vol. 4 No. 2 (2016): JPPUMA: Jurnal Ilmu Pemerintahan dan Sosial Politik UMA (Journal of Governance
Publisher : Universitas Medan Area
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31289/jppuma.v4i2.452
Black Berry Massenger atau kerap dipanggil BBM ini adalah suatu aplikasi yang terdapat di handphone blackberry dan juga smartphone yang berfungsi mengirimakan pesan singkat dengan kualitas yang tinggi. Dalam blackberry messenger juga terdapat berbagai informasi yang mengetahui seorang individu membaca pesan singkat blackberry messenger tersebut, terkirim pesan singkat blackberry massenger, aktif atau tidaknya blackberry messenger individu lain, memberikan peristiwa dan kabar penting lewat blackberry messenger. Pelitian ini bertujuan untuk pengaruh pengguna aplikasi blackberry messenger (BBM) terhadap interaksi sosial di kalangan Sekolah Menengah Pertama (SMP) Swasta Krakatau Medan kecamatan Medan Timur. Jenis penelitian ini adalah penelitian kuantitatif. Populasi dari penelitian ini adalah seluruh siswa SMP Swasta Krakatau yang duduk di kelas IX sebanyak 3 kelas yaitu 90 orang sampel penelitian menggunakan sampling jenuh maka dapat diambil sampel penelitian yaitu 90 siswa. Hasil penelitian yang telah dilakukan terhadap 90 responden menunjukkan bahwa terdapat pengaruh Pengguna Aplikasi Blackbery dengan varaibel terikat Interaksi Sosial adalah signifikan dengan hasil Korelasi Product Moment adalah sebesar 0,97 sedengakan berdasarkan r tabel product moment untuk N=90 pada taraf signifikan 5% adalah diperoleh nilai 0,207 karena r hitung 0,9 lebih besar dari pada r tabel yaitu 0,207.
Latar Belakang Wanita Melakukan Perkawinan Usia Dini
Anggreni Atmei Lubis
JPPUMA: Jurnal Ilmu Pemerintahan dan Sosial Politik UMA (Journal of Governance and Political Social UMA) Vol. 4 No. 2 (2016): JPPUMA: Jurnal Ilmu Pemerintahan dan Sosial Politik UMA (Journal of Governance
Publisher : Universitas Medan Area
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31289/jppuma.v4i2.453
Tulisan ini bertujuan untuk mengetahui apakah faktor penyebab wanita melakukan perkawinan pada usia dini. Faktor utama wanita melakukan perkawinan pada usia dini adalah kematangan seks secara fisik. Wanita-wanita pelaku perkawinan usia dini tersebut telah matang dalam seks secara fisik sehingga memungkinkan mereka untuk melakukan aktivitas seksual. Karena kematangan inilah mereka ingin melakukan aktivitas seksual yang semestinya belum boleh mereka lakukan. Disusul faktor pendidikan yang dalam hal ini wanita-wanita pelaku perkawinan usia dini tesebut sudah tidak berminat lagi untuk melanjutkan sekolahnya sehingga memilih untuk menikah di usia dini. Aktivitas belajar yang tadinya mereka gemari sudah tidak menarik lagi dan membosankan bagi mereka. Menurut mereka kehidupan rumah tangga lebih menarik dan lebih menyenangkan.
Peran Badan Permusyawaratan Desa dalam Penyusunan dan Penetapan Peraturan Desa
Situ Khoiriyah Ngarsiningtyas;
Walid Mustafa Sembiring
JPPUMA: Jurnal Ilmu Pemerintahan dan Sosial Politik UMA (Journal of Governance and Political Social UMA) Vol. 4 No. 2 (2016): JPPUMA: Jurnal Ilmu Pemerintahan dan Sosial Politik UMA (Journal of Governance
Publisher : Universitas Medan Area
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31289/jppuma.v4i2.454
Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui peran Badan Permusyawaratan Desa (BPD) dalam penyusunan Peraturan Desa (Perdes) di Desa Pasar V Kebun Kelapa Kec. Beringin. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini ialah deskriptif kualitatif. Teknik pengumpulan data yang digunakan lebih banyak pada observasi, wawancara dan dokumentasi. Kesimpulan dari hasil penelitian di atas adalah (1) Peran Badan Permusyawaratan Desa Pasar V Kebun Kelapa dalam menjalankan fungsi pengawasan Peraturan Desa masih belum dilaksanakan dengan optimal, hal ini dilihat dari hasil penelitian ditemukan kendala seperti kurangnya fasilitas dan sosialisasi, serta pedoman teknis yang seharusnya diberikan oleh Pemerintah Kabupaten Deli Serdang (2) Faktor-Faktor penghambat yang paling besar dalam pelaksanaan pengawasan BPD terhadap Pemerintahan Desa Pasar V Kebun Kelapa adalah: Tunjangan dari anggota BPD, fasilitas, dan pemahaman tentang tugas dan fungsi BPD dalam penyelenggaraan Pemerintahan Desa, serta faktor-faktor lainnya, seperti sikap mental, dan faktor adat/kekeluargaan yang ada.
Peran Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kota Medan dalam Penanggulangan Bencana Alam
Ilham Ramadhan;
Armansyah Matondang
JPPUMA: Jurnal Ilmu Pemerintahan dan Sosial Politik UMA (Journal of Governance and Political Social UMA) Vol. 4 No. 2 (2016): JPPUMA: Jurnal Ilmu Pemerintahan dan Sosial Politik UMA (Journal of Governance
Publisher : Universitas Medan Area
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31289/jppuma.v4i2.455
Penanggulangan bencana merupakan salah satu bagian dari pembangunan nasional yaitu serangkaian kegiatan penanggulangan bencana sebelum pada saat maupun sesudah terjadinya bencana. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana sebenarnya peranan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) dalam penanggulangan kasus bencana di Medan dan mencari kepastian dan kebenaran masalah tersebut di atas dan sekaligus mencari jalan untuk pemecahannya berdasarkan pengetahuan ilmiah, sehingga dapat diterapkan secara sederhana mungkin. Penelitian ini menggunakan metode deskripsi kualitatif sebagai metode analisis data yang mengambil lokasi penelitian di Medan Medan. Data dikumpulkan berdasarkan dengan wawancara dan dokumentasi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa Peristiwa bencana alam seperti kebakaran, Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kota Medan (BPBD) telah menunjukkan tugas dan fungsinya dengan memberikan bantuan logistik. Kebakaran yang sering terjadi di Medan yang dipicu kepadatan rumah yang cukup tinggi, padatnya jumlah penduduk dan tertumpu pada satu lokasi juga penyebab kebakaran diakibatkan sarana-prasarana yang dimiliki oleh umumnya penduduk. Pemicu kebakaran yang terjadi adalah hubungan arus pendek atau korsleting listrik dan penyebab lain seperti kompor gas.
Pusat Aktivitas Ritual Ugamo Malim di Huta Tinggi Laguboti Toba Samosir
Agung Suharyanto
JPPUMA: Jurnal Ilmu Pemerintahan dan Sosial Politik UMA (Journal of Governance and Political Social UMA) Vol. 4 No. 2 (2016): JPPUMA: Jurnal Ilmu Pemerintahan dan Sosial Politik UMA (Journal of Governance
Publisher : Universitas Medan Area
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31289/jppuma.v4i2.456
Tulisan ini membicarakan tentang latar belakang masuknya Ugamo Malim, Huta Tinggi sebagai pusat aktivitas ritual dan Aspek – aspek yang menyebabkannya dapat berkembang dan berpusat serta diterima masyarakat sekitar. Pusat aktivitas ritual Ugamo Malim di Huta Tinggi Laguboti Toba Samosir adalah sebuah amanah dari Sisingamangaraja XII kepada Raja Mulia Naipospos. Beliau berpesan agar pusat kegiatan Ugamo Malim kelak dibangun di tempat kelahiran Raja Mulia Naipospos yakni Huta Tinggi. Raja Mulia Naipospos diserahi tugas mempertahankan dan melanjutkan penyiaran Ugamo Malim untuk masa selanjutnya. Pemeluk Ugamo Malim saat ini berjumlah 1600 Kepala Keluarga yang tersebar di wilayah Indonesia seperti wilayah Kabupaten Simalungun, kepulauan Riau, Kabupaten Toba Samosir, Kabupaten Asahan, Kabupaten Serdang Bedagai, Kabupaten Bengkalis, Kabupaten Samosir, Kotamadya Jakarta Timur, Kabupaten Tapanuli Tengah, Kabupaten Batubara, Kabupaten Singkil, Kotamadya Medan, Kabupaten Labuhan Batu, Kabupaten Deli Serdang, dan Banten. Dalam perayaan Sipaha Sada pada bulan Maret dan Sipaha Lima pada bulan Juli maka ruas (pengikut) Parmalim yang berasal dari daerah tersebut diatas berkumpul di Huta Tinggi. Penganut Ugamo Malim berkumpul ke Huta Tinggi semenjak Huta Tinggi dijadikan pusat aktivitas ritual kepercayaan Parmalim yaitu tahun 1921 hingga saat ini.
Usaha Usaha yang dilakukan Pemerintah dalam Pembangunan Sektor Pertanian
Lisken Rosda Silaban;
Sugiharto ,M.Si
JPPUMA: Jurnal Ilmu Pemerintahan dan Sosial Politik UMA (Journal of Governance and Political Social UMA) Vol. 4 No. 2 (2016): JPPUMA: Jurnal Ilmu Pemerintahan dan Sosial Politik UMA (Journal of Governance
Publisher : Universitas Medan Area
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31289/jppuma.v4i2.458
Penelitian ini bertujan untuk mengetahui bagaimana usaha usaha yang dilakukan pemerintah dalam pembangunan sektor pertanian di Desa Silaban Kecamatan Lintong Ni Huta Kabupaten Humbang Hasundutan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian kualitatif dengan metode deskriptif analisis. Populasi penelitian ini adalah seluruh petani yang ada di Desa Silaban Kecamatan Lintong Ni Huta Kabupaten Humbang Hasundutan yang berjumlah kurang lebih 1400 orang. Dan sampel penelitian ini adalah sebagian dari petani yang berjumlah kurang lebih 38 KK. Teknik pengumpulan data melalui observasi, angket, study documenter. Teknik analisa data adalah analisis deskriptif dengan menggunakan rumus tabel frekwensi yang kemudian dihitung persentasenya. Berdasarkan hasil penelitian, dapat diperoleh bahwa pembangunan pertanian saat ini yang berorientasi pada bidang teknologi karena teknologi merupakan salah satu dari syarat mutlak pertumbuhan pertanian. Teknologi pertanian yang disarankan pemerintah bertujuan untuk meningkatkan pembangunan pertanian yaitu melalui, penyuluhan yang diberikan Dinas Pertanian, pemakaian dan penggunaan alat, pemakaian bibit unggul, pemakaian pestisida atau pemberantasan hama dan alat pengolahan lahan. Jika pemamfaatan teknologi pertanian meningkat maka akan bermamfaat terhadap hasil produksi pertanian. Setelah adanya perubahan dari teknologi pertanian hendaknya para petani memperoleh alat-alat baru baik itu bibit unggul, pemupukan, pemberantasan hama dan yang lainnya. Demi peningkatan produktivitas pertaniannya agar lebih meningkat semaksimal mungkin.
Pemahaman Penanaman Empat Pilar Kebangsaan terdahap Siswa SMA Negeri 4 Medan
JPPUMA: Jurnal Ilmu Pemerintahan dan Sosial Politik UMA (Journal of Governance and Political Social UMA) Vol. 5 No. 1 (2017): JPPUMA: Jurnal Ilmu Pemerintahan dan Sosial Politik UMA (Journal of Governance
Publisher : Universitas Medan Area
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31289/jppuma.v5i1.935
This research is to explain the understanding of four pillars of nationality with students' attitudes facing the development of the growing era. The formulation of the problem of this research is how the relationship of understanding the four pillars of nationality with the attitude of students. The research method used in this research is correlational descriptive method. The sample of research is 44 respondents. Data collection techniques used in this study are interviews and documentation. Based on the results of research that has been done can be seen that there is degree flatness.Â