cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota medan,
Sumatera utara
INDONESIA
JURNAL SIMBOLIKA: Research and Learning in Communication Study
Published by Universitas Medan Area
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Education,
Arjuna Subject : -
Articles 252 Documents
Membangun Ketahanan Keluarga dengan Komunikasi Interpersonal Thariq, Muhammad
JURNAL SIMBOLIKA: Research and Learning in Communication Study Vol 3, No 1 (2017): Jurnal Simbolika April
Publisher : Communication Sciences Department Faculty of Social and Political Sciences Medan Area Univ

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31289/simbollika.v3i1.1204

Abstract

Penelitian bermaksud mengetahui bagaimana komunikasi interpersonal dapat membangun ketahanan keluarga dalam menghadapi tantangan yang semakin berat. Penulis menggunakan metode kualitatif-deskriptif dan menggunakan tiga teknik, yakni observasi, wawancara mendalam dan telaah dokumentasi. Hasil penelitian menemukan, komunikasi interpersonal berperan penting membentuk ketahanan keluarga dan menguatkan fungsi keluarga menghadapi tantangan semakin berat. Komunikasi interpersonal antara orangtua dan anak melalui pemberian  pernyataan-pernyataan seperti  “kenalilah keluargamu dan ingat siapa dirimu”, “kita hidup tidak sendiri” dan “ingat tetangga, ingat keluarga” dapat membentuk konsep diri/karakter  anak dan keluarga di tengah masyarakat seperti yang dilakukan para orangtua kepada anak/keluarga di Lingkungan 1 Pasar 6 Kelurahan Tanjungsari Kecamatan Medan Selayang. Terdapat relasi dan tindakan keluarga yang positif atas dasar percakapan, konformitas, ketergantungan serta distribusi kekuasaan yang berasal dari orangtua dan anak sehingga terbangun relasi hangat dan suportif dicirikan dengan saling menghormati, memperhatikan satu sama lain. Komunikasi interpersonal dapat berfungsi membangun relasi antar-keluarga dan relasi sosial dalam bentuk arisan berusia 20 tahun. Komunikasi keluarga di Lingkungan ini (keluarga lama) menjunjung tinggi rahasia keluarga dan pembatasan pada hal yang tabu. Pesan itu disampaikan orangtua kepada anak-anak terutama antar-keluarganya, sehingga keluarga dapat memelihara topik yang tidak lazim disampaikan dalam arisan keluarga. Sikap itu sebagai pengikatan, evaluasi, pemeliharaan, privasi, pertahanan serta komunikasi antar -keluarga.
Mengenal Teori Kultivasi dalam Ilmu Komunikasi Junaidi, Junaidi
JURNAL SIMBOLIKA: Research and Learning in Communication Study Vol 4, No 1 (2018): Jurnal Simbolika April
Publisher : Communication Sciences Department Faculty of Social and Political Sciences Medan Area Univ

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31289/simbollika.v4i1.1461

Abstract

Teori kultivasi memusatkan perhatian pada dampak menonton tayangan televisi pada perilaku penonton televisi dalam jangka waktu yang panjang. Teori ini beranggapan bahwa manusia yang selalu menonton tayangan tertentu dengan waktu yang lama maka akan memiliki sebuah pemahaman bahwa dunia di sekelilingnya seperti yang ditayangkan di televisi. Misalnya saja seseorang yang selalu menonton acara-acara yang mengandung tayangan kekerasan (baik film maupun berita) dengan durasi lama dan frekuensi yang sering, maka akan memiliki pola pikir bahwa perilaku kekerasan seperti yang ditunjukkan di televisi mencerminkan kejadian di sekitarnya. Kekerasan yang dipresentasikan di televisi dianggap sebagai kekerasan yang terjadi di dunia.
Lembaga Swadaya Masyarakat, Media Massa dan Hak Anak Rizky, Rafieqah Nalar
JURNAL SIMBOLIKA: Research and Learning in Communication Study Vol 3, No 2 (2017): Jurnal Simbolika Oktober
Publisher : Communication Sciences Department Faculty of Social and Political Sciences Medan Area Univ

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31289/simbollika.v3i2.1454

Abstract

Tulisan ini ingin mengkaji tentang peran LSM dalam memperjuangkan hak anak dilihat dari perspektif HAM dan demokrasi (dilihat dalam ranah wacana, pembuatan kebijakan dan implementasinya) Penulis mengambil studi komparatif antara Sumatera Utara dengan Jawa Tengah. Dalam hal ini, penulis ingin mengkaji tentang sejauh mana peran LSM mulai dari pembentukan wacana tentang Hak Anak, keterlibatan dalam proses pembuatan perda sampai pada ranah implementasi perda. Tentunya hal ini tidak terlepas dari peran besar media massa untuk mendorong terbentuknya isu menjadi wacana di masyarakat. Hadirnya LSM tidak lepas dari tidakmampunya lembaga publik/lembaga pemerintah untuk menangani berbagai permasalahan yang ada di masyarakat. Kemunculan organisasi-organisasi non pemerintah atau lembaga swadaya masyarakat tidak hanya ada di negara berkembang, hal ini menandakan bahwa LSM memainkan peran yang diterima oleh masyarakat luas tidak hanya di negara-negara yang demokrasinya belum mapan yang ditandai oleh kapasitas negara yang masih terbatas, tetapi di negara-negara yang organisasi negaranya memiliki sejarah panjang dan lebih maju. Dengan kata lain, kelahiran LSM disebabkan karena semakin dirasakannya keterbatasan kapasitas negara dalam mengurusi kepentingan publik yang semakin kompleks.
Kompetensi Komunikasi Fasilitator Kecamatan dalam Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat Mandiri Pedesaan di Langkat Adha, Syamsul
JURNAL SIMBOLIKA: Research and Learning in Communication Study Vol 3, No 1 (2017): Jurnal Simbolika April
Publisher : Communication Sciences Department Faculty of Social and Political Sciences Medan Area Univ

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31289/simbollika.v3i1.1218

Abstract

Penelitian ini berjudul kompetensi komunikasi fasilitator kecamatan dalam program nasional pemberdayaan masyarakat mandiri pedesaan (PNPM-MP) di Kabupaten Langkat. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui kompetensi komunikasi Fasilitator dan aktivitas program pemberdayaan masyarakat dalam PNPM-MP di Kabupaten Langkat. Metode yang digunakan penelitian ini adalah metode korelasional. Populasi pada penelitian ini adalah fasilitator dan pengelola anggaran PNPM-MP pada tahun 2014 di Kecamatan Secanggang yang berjumlah 1310 orang. Penarikan sampel menggunakan rumus Slovin dan didapat sampel penelitian ini berjumlah 93 responden. Teknik analisa data yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisa tabel tunggal, analisa tabel silang, dan uji hipotesis. Dari uji hipotesis koefisien korelasi tata jenjang (Rank-Order Corelation) Spearman diperoleh hasil 0.411 untuk kompetensi komunikasi fasiltator. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa hipotesis dalam penelitian ini diterima dan hubungannya signifikan. Hasil penelitian ini menyimpulkan bahwa Kompetensi komunikasi fasilitator kecamatan pada program PNPM-MP di kecamatan Secanggang dapat dilihat dari bagaimana fasilitator menjalin hubungan yang baik dengan masyarakat, memobilisasi setiap kelompok masyarakat, melakukan perubahan, menentukan prioritas, melakukan pelatihan, dan pengembangan lembaga desa, dimana hal tersebut mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat, meningkatkan kinerja institusi lokal, dan meningkatkan kinerja pemerintah daerah dalam upaya penanggulangan kemiskinan
Persepsi Kontributor Televisi Tentang Keberadaan Citizen Journalism Hasanah, Nurul; Pohan, Ramdeswati
JURNAL SIMBOLIKA: Research and Learning in Communication Study Vol 4, No 1 (2018): Jurnal Simbolika April
Publisher : Communication Sciences Department Faculty of Social and Political Sciences Medan Area Univ

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31289/simbollika.v4i1.1463

Abstract

Tujuan dari penelitian ini, yang pertama adalah untuk mengetahui bagaimana persepsi  dan komunikasi yang terbentuk antara kontributor televisi dan Citizen Journalism. Kedua adalah untuk mengetahui bagaimana faktor dan dampak yang ditimbulkan dari keberadaan Citizen Journalism, dan bagaimana etika Citizen Journalism di lapangan peliputan. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif desktiftif dengan pengumpulan data berupa wawancara, observasi, dokumentasi, serta studi kepustakaan. Penelitian ini menggunakan teori Behaviorisme dari Gage dan Berliner,  dimana teori Behaviorisme ini mendasarkan perubahan tingkah laku pada pengalaman, perilaku, dan respon. Pada dasarnya inti pemikiran Behaviorisme adalah bagaimana memahami perilaku yang dikendalikan oleh faktor-faktor lingkungan. Selain itu peneliti juga menggunakan teori Persepsi, yang mengkaji bagaimana komunikasi terjalin berdasarkan penginderaan, atensi dan interpretasi. Teori ini berasumsi bahwa persepsi menentukan seseorang bagaimana sikapnya berkomunikasi, semakin tinggi derajat kesamaan persepsi antar individu maka semakin mudah dan sering mereka berkomunikasi yang kemudian memiliki pengaruh yang instrumental  terhadap hasil-hasil kesimpulan. Hasil penelitian yang didapat adalah faktor-faktor yang terjadi dengan keberadaan Citizen Journalism yang di peroleh dari  informasi berupa pengalaman dan pengetahuan melalui kesadaran mereka dan bagaimana mereka memaknai pengalaman tersebut dalam berinteraksi.
Peran Stasiun Televisi dalam Pengembangan Demokrasi, Ekonomi dan Politik di Indonesia AB, Subhan
JURNAL SIMBOLIKA: Research and Learning in Communication Study Vol 3, No 2 (2017): Jurnal Simbolika Oktober
Publisher : Communication Sciences Department Faculty of Social and Political Sciences Medan Area Univ

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31289/simbollika.v3i2.1455

Abstract

Dewasa ini televisi, sebagai bagian dari komunikasi massa di asumsikan memegang posisi penting dalam masyarakat. Peranan penting televise telah menjadikan media ini berkembang pesat dalam 20 tahun ini. Televisi hadir sebagai alat sosial, politik, budaya, bahkan sebagai sebuah industri informasi dari sebuah perusahaan. Sebagai industri, televisi menjanjikan keuntungan cukup besar bagi pemiliknya, bersaing secara kompetitif.Kini televisi tidak lagi menjadi media yang berorientasi untuk memenuhi kebutuhan masyarakat dalam hal informasi dan hiburan yang sehat, melainkan lebih dominan pada keuntungan ekonomi kapitalis, kekuatan pasar secara kompetitif. Dampaknya masyarakat ‘kering’ informasi yang ditampilkan secara both of side dan aktual. Pemberitaan media televisi dikemas sedemikian rupa dengan metode agenda setting. Hal ini menjadi dilematis tersendiri bagi para penggiat jurnalistik: antara publik atau kepentingan pemilik? Berita-berita yang disajikan dan ditayangkan oleh media televisi lebih berorientasi kepada pentingan pemilik, bukan kepentingan publik. Sementara itu, kapitalisasi dalam industri media televisi terus menggurita. Ada pemilik tunggal untuk beberapa stasiun televisi yang menyalahi regulasi dari penyiaran di Indonesia. Kendati sudah diatur sedemikian baiknya, namun konglomerasi dalam industri pertelevisian di Indonesia belum dibenahi. Politik dan ekonomi menjadi alasan utama sehingga regulasi penyiaran di Indonesia belum mampu diterapkan seperti di Eropa dan Amerika Serikat.
Hubungan Tayangan MasterChef Indonesia terhadap Persepsi Profesi dan Minat Masyarakat menjadi Chef lubis, Agnes
JURNAL SIMBOLIKA: Research and Learning in Communication Study Vol 3, No 1 (2017): Jurnal Simbolika April
Publisher : Communication Sciences Department Faculty of Social and Political Sciences Medan Area Univ

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31289/simbollika.v3i1.1233

Abstract

Penelitian bertujuan mengetahui hubungan tayangan MasterChef Indonesia terhadap persepsi mengenai profesi chef dan minat masyarakat menjadi chef. Penelitian menggunakan teori kultivasi, dengan pendekatan kuantitatif yang bersifat korelasional. Pengumpulan data menggunakan kuesioner, wawancara bebas dan studi kepustakaan. Responden berjumlah 123 orang yang diperoleh dari teknik accidental sampling dengan sampel yang dibagi menjadi dua yaitu 100 orang masyarakat umum Kota Medan dan 23 orang mahasiswa Program Studi Tata Boga Akademi Pariwisata Medan. Uji hipotesis menggunakan rumus Rank Spearman dan diolah dengan menggunakan SPSS. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: 1) terdapat hubungan yang positif antara tayangan MasterChef Indonesia terhadap persepsi masyarakat umum mengenai profesi chef dengan nilai koefisien korelasi sebesar 0,634 dengan nilai signifikan sebesar 0,000, 2) terdapat hubungan yang positif antara tayangan MasterChef Indonesia terhadap minat masyarakat menjadi chef dengan nilai koefisien korelasi sebesar 0,501 dan nilai signifikan sebesar 0,000,3) terdapat hubungan yang positif anatara tayangan MasterChef Indonesia dengan persepsi mahasiswa mengenai profesi chef dengan nilai korelasi sebesar 0,429 dan nilai signifikan sebesar 0,41,4) terdapat hubungan yang positif antara tayangan MasterChef Indonesia dengan minat mahasiswa untuk menjadi chef dengan nilai korelasi sebesar 0,517 dan nilai signifikan 0,012.
Analisis Deiksis Waktu Pada Tuturan Dosen yang Berlatar Belakang Budaya Berbeda Effendi, Desy Irafadillah; Safhida, Maya; Hariadi, Joko
JURNAL SIMBOLIKA: Research and Learning in Communication Study Vol 4, No 1 (2018): Jurnal Simbolika April
Publisher : Communication Sciences Department Faculty of Social and Political Sciences Medan Area Univ

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31289/simbollika.v4i1.1465

Abstract

Tuturan dosen FKIP Universitas Samudra yang mengandung deiksis sering salah ditafsirkan oleh mahasiswa. Kesalahtafsiran tersebut berkaitan dengan pemahaman makna tuturan/ujaran dengan acuannya. Salah satu faktor penyebab kesalahtafsiran itu adalah latar belakang budaya yang berbeda sehingga mempengaruhi bentuk-bentuk bahasa yang digunakan. Hal ini mengakibatkan komunikasi tidak berjalan sesuai dengan yang diharapkan. Berdasarkan hal tersebut, permasalahan dalam penelitian ini adalah mengetahui bagaimanakah deiksis waktu pada tuturan dosen FKIP yang berlatar belakang budaya berbeda di Universitas Samudra. Sumber data dalam penelitian ini adalah dosen FKIP yang memiliki latar belakang budaya berbeda dan data yang mengandung diambil pada saat proses perkuliahan berlangsung dan didokumentasikan dalam bentuk rekaman. Adapun tuturan dosen yang dimaksud adalah tuturan dosen yang berlatar budaya Minangkabau, Tapanuli Selatan, dan Jawa Tengah. Selanjutnya, data tersebut diklasifikasi berdasarkan deiksis waktu, kemudian dianalisis dan disimpulkan. Dari hasil penelitian ini  ditemukan bentuk deiksis waktu dosen Minangkabau adalah kemarin itu, nanti siang, munggu lalu, minggu yang lalu, tadi, nanti, kemarin, dan sekarang. Dosen yang berlatar belakang budaya Tapanuli Selatan adalah sekarang, nanti, hari ini, bulan depan, minggu depan, dan kemarin sore. Dosen yang berlatar belakang budaya Jawa adalah hari ini, kemarin, nanti, sekarang, minggu depan, dan dari tadi.
Pengelolaan Kesan Citra Diri Pekerja Seks Komersial Pinggir Jalan Di Kota Medan Putri, Angelia
JURNAL SIMBOLIKA: Research and Learning in Communication Study Vol 3, No 1 (2017): Jurnal Simbolika April
Publisher : Communication Sciences Department Faculty of Social and Political Sciences Medan Area Univ

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31289/simbollika.v3i1.1328

Abstract

Penelitian ini berjudul Pengelolaan KesanCitra Diri Pekerja Seks Komersial Pinggir Jalan di Kota Medan. Tujuan penelitian ini adalah untuk menggambarkan pengelolaan kesan citra diri pekerja seks komersial pada pelanggan, keluarga dan lingkungan sekitar. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dan unit analisis pekerja seks komersial pinggir jalan di Kota Medan dengan menggunakan metode purposive sampling. Pengumpulan data dilakukan kurang lebih selama 2 bulan. Temuan penting penelitian ini adalah pengelolaan kesanCitra Diri Pekerja Seks Komersial Pinggir Jalan di Kota Medan. Gambaran dari pengelolaan kesan pekerja seks komersial yaitu untuk menarik pelanggan, menutupi diri dari keluarga dan lingkungan sekitar yang tidak mengetahui pekerjaannya. Kelima informan mengungkapkan bahwa menjadi PSK bukanlah pilihan yang sebenarnya tetapi ketidakmampuan mereka untuk melakukan pekerjaan lain yang lebih menguntungkan menjadikan PSK adalah lebih baik.
Komunikasi Antar Budaya pada Etnis Gayo dengan Etnis Jawa Hasibuan, Effiati Juliana; Muda, Indra
JURNAL SIMBOLIKA: Research and Learning in Communication Study Vol 3, No 2 (2017): Jurnal Simbolika Oktober
Publisher : Communication Sciences Department Faculty of Social and Political Sciences Medan Area Univ

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31289/simbollika.v3i2.1456

Abstract

Komunikasi antar budaya adalah komunikasi yang melibatkan peserta komunikasi yang mewakili pribadi, antarpribadi atau kelompok dengan tekanan pada perbedaan latar belakang kebudayaan yang mempengaruhi perilaku komunikasi para pesertanya.  Adanya perbedaan latar belakang budaya seringkali mengakibatkan terjadinya perbedaan dalam memaknai suatu peristiwa maupun dalam menanggapi isi pesan. Namun perbedaan itu tidak berarti ketika etnis Jawa menunjukkan sikap yang menghargai dan menghormati etnis Gayo demikianpun sebaliknya. Mereka mampu hidup berdampingan secara harmonis serta saling menerima kelebihan dan kekurangan masing-masing. Karakter etnis Jawa sebagai etnis pendatang yang cenderung rendah hati, nrimo ,sopan santun dalam pergaulan, gemar bergotong royong dalam kehidupan bermasyarakat menjadi  daya tarik yang menimbulkan rasa aman dan penerimaan dari etnis Gayo sebagai penduduk setempat. Meskipun dalam beberapa hal kedua etnis tetap mempertahankan adat budayanya masing masing, namun hal tersebut tidak sampai menimbulkan perasaan etnosentrime yang menganggap budaya dan etnis lain lebih rendah dari budayanya. Sesungguhnya perbedaan antar etnis di Indonesia justru menjadi kekayaan budaya yang senantiasa perlu ditelaah dan dikelola kunci pemersatunya agar keharmonisan antar etnis senantiasa terjaga dan terpelihara.

Page 5 of 26 | Total Record : 252