cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota medan,
Sumatera utara
INDONESIA
JURNAL SIMBOLIKA: Research and Learning in Communication Study
Published by Universitas Medan Area
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Education,
Arjuna Subject : -
Articles 252 Documents
Dialog sebagai Kunci dalam Komunikasi Pemasaran melalui Internet Tambunan, Sarah Rouli
JURNAL SIMBOLIKA: Research and Learning in Communication Study Vol 3, No 2 (2017): Jurnal Simbolika Oktober
Publisher : Communication Sciences Department Faculty of Social and Political Sciences Medan Area Univ

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31289/simbollika.v3i2.1451

Abstract

Aktivitas komunikasi pemasaran tidak hanya sebatas pada kegiatan promosi tetapi lebih kepada dialog. Dialog penting untuk membangun komunikasi antara pemasar dengan para konsumen. Kehadiran teknologi internet web 2.0 juga mendorong aktivitas komunikasi pemasaran menjadi lebih interaktif, yang menuntut para pemasar untuk lebih intens berdialog dengan konsumen. Dialog juga penting untuk mengkontrol arus informasi yang berkembang sangat cepat di dunia maya. Website perusahaan dan berbagai media sosial dapat memfasilitasi proses dialog antara para pemasar dengan konsumen.
Dampak Perkembangan Teknologi Informasi dan Komunikasi Terhadap Budaya Setiawan, Daryanto
JURNAL SIMBOLIKA: Research and Learning in Communication Study Vol 4, No 1 (2018): Jurnal Simbolika April
Publisher : Communication Sciences Department Faculty of Social and Political Sciences Medan Area Univ

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31289/simbollika.v4i1.1474

Abstract

Teknologi Komunikasi dan Informasi adalah aplikasi pengetahuan dan keterampilan yang digunakan manusia dalam mengalirkan informasi atau pesan dengan tujuan untuk membantu menyelesaikan permasalahan manusia agar tercapai tujuan komunikasi. Perkembangan teknologi informasi berawal dari kemajuan dibidang komputerisasi. Pengguanaan komputer pada masa awal untuk sekedar menulis, membuat grafik dan gambar serta alat menyimpan data yang luar biasa telah berubah menjadi alat komunikasi dengan jaringan yang lunak dan bisa mencakup seluruh dunia. Dengan kemajuan teknologi maka proses interaksi antar manusia mampu menjangkau lapisan masyarakat dibelahan dunia manapun menjadi semakin terbuka. Internet sebagai salah satu dampak dari perkembangan teknologi baru pada dasarnya tidak hanya bisa menjadi pintu untuk mengetahui bagaimana budaya yang ada pada masyarakat di daerah tertentu, melainkan menjadi perangkat dalam ekspresi budaya itu sendiri. Karena begitu cepatnya perkembangan Teknologi Informasi dan Komunikasi mangakibatkan dampak dan pengaruh terhadap budaya pada masyarakat, baik berupa dampak positif maupun dampak negatif. Salah satu aspek kehidupan yang paling terpengaruh dengan perkembangan ini adalah aspek kebudayaan masyarakat yang sedikit demi sedikit mengalami pergeseran.
Dampak Ketergantungan Remaja terhadap Media Sosial dan Upaya Mengantisipasi kurniawati, dewi
JURNAL SIMBOLIKA: Research and Learning in Communication Study Vol 3, No 1 (2017): Jurnal Simbolika April
Publisher : Communication Sciences Department Faculty of Social and Political Sciences Medan Area Univ

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31289/simbollika.v3i1.1247

Abstract

Media sosial memberikan kemudahan menyebarkan informasi dan memperluas jaringan sehingga bisa terhubung dengan siapapun yang ada di seluruh dunia tanpa ada batasan. Media sosial yang berkembang pesat disertai dengan perangkat smartphone yang canggih serta akses internet yang mudah dan cepat memungkinkan adanya bullying yang dilakukan di dunia maya. Perkembangan internet dan smartphone yang cukup pesat disertai dengan minat yang besar dari remaja dapat memberikan dampak baik maupun buruk, tergantung dari aktivitas online mereka. Dampak baik dan buruk tergantung dari lingkungan remaja yang nantinya akan mengubah perilaku pelajar kepada cara penggunaan internet dan smartphone dengan lebih bijak. Media sosial memang baik untuk remaja, karena di media sosial mereka akan mendapatkan banyak teman informasi dan sebagainya, tetapi, bagi orangtua wajib untuk selalu mendampingi atau mengetahui perkembangan kehidupan sosial remaja agar tidak terjerumus kepada hal yang negatif.
Persepsi Masyarakat Terhadap Program Acara Pesbukers Di Antv Ginting, Rini Syafrida; Pohan, Ramdeswati
JURNAL SIMBOLIKA: Research and Learning in Communication Study Vol 4, No 1 (2018): Jurnal Simbolika April
Publisher : Communication Sciences Department Faculty of Social and Political Sciences Medan Area Univ

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31289/simbollika.v4i1.1459

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk menjelaskan persepsi serta faktor-faktor yang mempengaruhi masyarakatdi Kelurahan Asam Kumbang, Kecamatan Medan Selayang, Kota Medan, terhadap kekerasan verbal dan nonverbal program acara Pesbukers di ANTV. Ruang lingkup penelitian ini adalah seluruh kata-kata atau kalimat yang termasuk dalam kategori persepsi masyarakat terhadap kekerasan verbal dan nonverbal.Metode penelitian kualitatif deskriptif dan teori Uses and Gratification serta teori kultivasi yangdigunakan untuk dijadikan landasan penelitian.Hasil wawancara dari keempat informan mengungkapkan bahwakekerasan verbal dan nonverbalterjadi, dan hanya informan kedua yang memperhatikan hiburannya saja. Keempat informan sepakat bahwa hal itu tidak patut dijadikan bahan hiburan, sedangkan informan ketiga setuju apabila hal tersebut tidak menyakiti orang lain dan sudah ada kesepakatan sebelumnya.Kelima informan menyatakan bahwa program acara Pesbukerslebih banyak memiliki dampak negatif daripada positifnya dan tidak baik untuk ditonton anak-anak. Persepsi kelima informan menyatakan acara tersebut bagus tetapi ada beberapa hal yang harus diperbaiki seperti, cara berpakaian danpenyampaikan komedi disesuaikan dengan norma masyarakat.Faktor-faktor yang mempengaruhi perbedaan jawaban informan adalah usia, pendidikan, motif, pengetahuan, suka atau tidak sukanya pada program tersebut dan lingkungan. Hasil wawancara menyatakan tiga dari lima informan merasa tidak terhibur dengan penyajian lelucon yang diberikan oleh para pemain Pesbukers.
Analisis Tokoh (Najwa Shihab) Berdasarkan Teori Komunikasi Antarpribadi Ritonga, Syaira
JURNAL SIMBOLIKA: Research and Learning in Communication Study Vol 3, No 2 (2017): Jurnal Simbolika Oktober
Publisher : Communication Sciences Department Faculty of Social and Political Sciences Medan Area Univ

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31289/simbollika.v3i2.1452

Abstract

Najwa Shihab adalah seorang news anchor dan pembawa acara di stasiun televisi Metro TV. Adapun beberapa acara yang pernah dibawakannya di stasiun televisi Metro TV yaitu program berita prime time Metro Hari Ini, Suara Anda, serta program talkshow Today’s Dialogue dan Mata Najwa. Sebagai seorang presenter talkshow profesional, Najwa Shihab melakukan komunikasi antarpribadi yang baik kepada semua narasumbernya. Hal inilah yang dilakukan Najwa untuk membuat para narasumbernya merasa nyaman dan tidak merasa terintimidasi dengan pertanyaan-pertanyaan yang diberikan oleh Najwa sehingga komunikasi di antara mereka dapat terjalin dengan baik dan lancar. Najwa Shihab memiliki kompetensi komunikasi yang sangat baik ketika melakukan praktik komunikasi antarpribadi. Cara Najwa menghidupkan suasana ketika di atas panggung membawakan program acara “Mata Najwa” sangat baik. Mulai dari cara ia mendengarkan orang lain, memberikan respon terhadap pernyataan yang diberikan narasumbernya, serta proses tatap muka yang intens namun tidak memberikan kesan intimidasi, mampu diorganisirnya dengan cara yang bijak sehingga tidak menimbulkan misunderstanding di antara kedua belah pihak.
Pengaruh Komunikasi Massa Terhadap Audiens Tambunan, Nurhalima
JURNAL SIMBOLIKA: Research and Learning in Communication Study Vol 4, No 1 (2018): Jurnal Simbolika April
Publisher : Communication Sciences Department Faculty of Social and Political Sciences Medan Area Univ

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31289/simbollika.v4i1.1475

Abstract

Perkembangan tekhnologi telah mempengaruhi pola kehidupan manusia baik secara negative maupun positif. Dengan beraneka ragamnya jenis tekhnologi komunikasi massa pada manusiasaat ini telah mampu mempengaruhi khalayak dan individu. Pengaruh media massa terhadap individu dapat melaui jalur satu tahap (one step folow) dan jalur dua tahap. Pengaruh komunikasi melalui satu tahap (one step follow) dimana komunikasi massa dapat mempengaruhi individu secara langsung tampa melaui pemuka pendapat atau opinion leader. Sedangkan komunikasi melalui dua tahap (Two step Flow) adalah dimana media massa mempengaruhi individu melalui open leader atau pemuka pendapat. Model aliran dua tahap sebagai suatu studi tentang bagaimana memilih berorientasi pada efek. Model aliran dua tahap berpendapat, efektivitas komunikasi massa terjadi setelah tahap pertama yang melalui opinion leader. Tanpa opinion leader, komunikasi massa terbatas sekali efektivitasnya terhadap masa audience. Tahap-tahap terjadinya model komunikasi aliran dua tahap adalah sebagai Seseorang yang memperoleh suatu ide atau gagasan baru dari media massa akan terjalin dalam suatu interaksi dengan orang lain. Adanya peranan aktif dari pemuka–pemuka pendapat dengan cara berkomunikasi. Tatap muka khusunya bagi masyarakat desa ataupun masyarakat yang sedang membangun maupun masyarakat pasif.
Kebijakan Komunikasi Internasional Indonesia setiawan, daryanto
JURNAL SIMBOLIKA: Research and Learning in Communication Study Vol 3, No 1 (2017): Jurnal Simbolika April
Publisher : Communication Sciences Department Faculty of Social and Political Sciences Medan Area Univ

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31289/simbollika.v3i1.1210

Abstract

Kebijakan komunikasi merupakan bagian yang terintegrasi dengan kebijakan pembangunan lainnya, seperti halnya pendidikan, kebudayaan, dan kependudukan. Komunikasi dapat memberikan kontribusinya dalam mendukung pelaksanaan program-program pembangunan nasional di setiap negara. Konsep kebijakan komunikasi internasional baru muncul pada tahun 1970-an setelah para pakar dari negara-negara yang sedang berkembang mengeluhkan adanya ketidakseimbangan dan tidak berkadilan dari negara-negara maju mengenai pengaliran informasi di dunia. Negara-negara maju tersebut cenderung memberitakan hal-hal yang berkaitan dengan kerusuhan dan kemiskinan yang terjadi di negara-negara yang berkembang. Ketidakseimbangan pengaliran informasi dari negara-negara maju ke negara-negara yang berkembang membuat negara-negara yang bekembang kurang mampu untuk membeli teknologi informasi. Akhirnya negara-negara berkembang merespon kejadian tersebut. Berdasarkan Pancasila sila kedua, UUD 1945 (Alinea I dan IV) dan batang tubuh (pasal 11 dan 13), Indonesia sebagai salah satu negara berkembang akhirnya juga merespon kejadian tersebut dengan ikut terlibat langsung dalam hubungan internasiona melalui kebijakan politik luar negeri Indonesia yang bebas dan aktif. Bebas, bahwa Indonesia tidak memihak pada kekuatan-kekuatan yang tidak sesuai dengan kepribadian bangsa sebagaimana tercermin dalam Pancasila. Aktif, bahwa dalam menjalankan kebijakan luar negerinya, Indonesia tidak bersikap pasif atas berbagai kejadian internasional, melainkan bersikaf aktif. Juga aktif dalam mendukung usaha-usaha yang diarahkan bagi terciptanya masyarakat dunia yang damai, aman dan tentram.
Teori Agenda Setting dalam Ilmu Komunikasi Ritonga, Elfi Yanti
JURNAL SIMBOLIKA: Research and Learning in Communication Study Vol 4, No 1 (2018): Jurnal Simbolika April
Publisher : Communication Sciences Department Faculty of Social and Political Sciences Medan Area Univ

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31289/simbollika.v4i1.1460

Abstract

Komunikasi massa merupakan sumber kajian potensial yang memiliki bidang bahasan yang cukup luas dan mendalam, dan juga didukung oleh teori yang lumayan banyak jumlahnya. Hal ini bisa dipahami sebab ilmu komunikasi yang kita kenal sekarang ini, merupakan proses evaluasi panjang dari ilmu komunikasi massa, yang awalnya hanya dikenal sebagai ilmu media massa atau ilmu pers yang juga merupakan hasil elaborasi dari ilmu publisistik (ilmu persurat-kabaran) yang berpusat di Jerman dan ilmu Jurnalistik yang berbasis di AS. Baru dinamakan ilmu komunikasi pasca Perang Dunia II oleh para ilmuan Barat, tujuan utamanya adalah untuk mencover semua bidang kajian dalam komunikasi yang semakin luas dan berkembang. Komunikasi massa sendiri kerap didefinisikan sebagai komunikasi melalui media massa (modern) pada awalnya hanya mencakup media cetak (surat kabar, majalah atau tabloid) dan media elektronik (TV dan radio), baru belakangan termasuk kajian multimedia yang juga sering disebut media dot com (internet). Pada era ini, kajian komunikasi massa berkembang menjadi semakin luas, selain mencakup tiga jenis media (media cetak, media elektronik, dan multimedia), peran dan proses komunikasi massa,  juga efek media bagi masyarakat dan budaya, sehingga semakin banyak dijadikan sebagai objek studi.  Dalam tinjauan komunikasi massa, paling tidak teori-teori yang muncul dapat dikelompokkan ke dalam 4 (empat) bidang, yaitu teori-teori awal komunikasi massa, pengaruh komunikasi massa terhadap individu, pengaruh komunikasi massa terhadap masyarakat dan  budaya, dan audiens pengaruhnya terhadap komunikasi massa. Teori Agenda Setting misalnya, masih saja sangat relevan hingga saat ini sekalipun dengan catatan-catatan tertentu harus dibubuhkan di sana, seperti pada masyarakat dan budaya seperti apa, atau pada kondisi kapan, dan seterusnya. Komunikasi massa merupakan sumber kajian potensial yang memiliki bidang bahasan yang cukup luas dan mendalam, dan juga didukung oleh teori yang lumayan banyak jumlahnya. Hal ini bisa dipahami sebab ilmu komunikasi yang kita kenal sekarang ini, merupakan proses evaluasi panjang dari ilmu komunikasi massa, yang awalnya hanya dikenal sebagai ilmu media massa atau ilmu pers yang juga merupakan hasil elaborasi dari ilmu publisistik (ilmu persurat-kabaran) yang berpusat di Jerman dan ilmu Jurnalistik yang berbasis di AS. Baru dinamakan ilmu komunikasi pasca Perang Dunia II oleh para ilmuan Barat, tujuan utamanya adalah untuk mencover semua bidang kajian dalam komunikasi yang semakin luas dan berkembang. Komunikasi massa sendiri kerap didefinisikan sebagai komunikasi melalui media massa (modern) pada awalnya hanya mencakup media cetak (surat kabar, majalah atau tabloid) dan media elektronik (TV dan radio), baru belakangan termasuk kajian multimedia yang juga sering disebut media dot com (internet). Pada era ini, kajian komunikasi massa berkembang menjadi semakin luas, selain mencakup tiga jenis media (media cetak, media elektronik, dan multimedia), peran dan proses komunikasi massa,  juga efek media bagi masyarakat dan budaya, sehingga semakin banyak dijadikan sebagai objek studi.  Dalam tinjauan komunikasi massa, paling tidak teori-teori yang muncul dapat dikelompokkan ke dalam 4 (empat) bidang, yaitu teori-teori awal komunikasi massa, pengaruh komunikasi massa terhadap individu, pengaruh komunikasi massa terhadap masyarakat dan  budaya, dan audiens pengaruhnya terhadap komunikasi massa. Teori Agenda Setting misalnya, masih saja sangat relevan hingga saat ini sekalipun dengan catatan-catatan tertentu harus dibubuhkan di sana, seperti pada masyarakat dan budaya seperti apa, atau pada kondisi kapan, dan seterusnya.
Manajemen Pemberitaan Kriminal pada Program Tangkis di iNews TV dalam Memenuhi Kepuasan Pemirsa Nurleli, Nurleli
JURNAL SIMBOLIKA: Research and Learning in Communication Study Vol 3, No 2 (2017): Jurnal Simbolika Oktober
Publisher : Communication Sciences Department Faculty of Social and Political Sciences Medan Area Univ

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31289/simbollika.v3i2.1453

Abstract

Manajemen pemberitaan kriminal di televisi sangat menentukan kualitas dari pemberitaan.Mengacu kepada prinsip manajemen yang terdiri dari Planning, Organizing, Actuating dan controling dalam pemberitaan kriminal, sumber daya manusia yang ada melaksanakan tugas secara sistematis pada setiap tahapan manajemen pemberitaan kriminal.Melalui manajemen yang baik, berita kriminal yang dihasilkan relatif dapat memenuhi kepuasan pemirsa berdasarkan motif-motif yang mendorong mereka menggunakan media dan mengkonsumsi berita kriminal yang ditayangkan di iNews TV.
Perilaku Bullying di Kalangan Gamers Online pada Remaja Sekolah Menengah Pertama Irma, Sofia Rizki
JURNAL SIMBOLIKA: Research and Learning in Communication Study Vol 4, No 2 (2018): Jurnal Simbolika Oktober
Publisher : Universitas Medan Area

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (795.52 KB)

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengamati dan menganalisis fenomena perilaku bullying di kalangan gamers online pada remaja SMP Perguruan Taman Siswa. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan fenomenologi. Informan pada penelitian ini berjumlah enam orang terdiri dari lima orang remaja dan satu orang guru bimbingan konseling. Metode pengumpulan data menggunakan wawancara mendalam, observasi dan dokumentasi. Metode analisis data yang digunakan adalah analisis tematik dan keabsahan datanya menggunakan triangulasi. Berdasarkan hasil temuan di lapangan, diketahui bahwa kelima informan yang merupakan gamers onlinemelakukan bullyingkepada orang lain dalam bentuk fisik, verbal dan psikologis. Bagi informan disarankan agar mengisi waktu luangnya dengan kegiatan positif dan bermanfaat seperti mengikuti kegiatan ektra kulikuler di sekolahnya. Dengan itu, intensitas bermain game online informan menjadi berkurang, sehingga perilaku bullying bisa dihindari.

Page 6 of 26 | Total Record : 252