cover
Contact Name
Mahmudi Siwi
Contact Email
Mahmudi Siwi
Phone
-
Journal Mail Official
mahmudisiwi@apps.ipb.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kota bogor,
Jawa barat
INDONESIA
Jurnal Sains Komunikasi dan Pengembangan Masyarakat [JSKPM]
ISSN : 23388021     EISSN : 23388269     DOI : -
JURNAL SAINS KOMUNIKASI DAN PENGEMBANGAN MASYARAKAT [JSKPM] merupakan jurnal ilmiah nasional yang menyajikan artikel-artikel hasil penelitian, review dan editorial dalam ilmu sosiologi, antropologi, politik, komunikasi, ekologi manusia, psikologi sosial, agraria, kependudukan, pendidikan, penyuluhan, tatakelola sumberdaya alam, pengembangan masyarakat dan corporate social responsibility.
Arjuna Subject : -
Articles 6 Documents
Search results for , issue "Vol 3, No 1 (2019)" : 6 Documents clear
STRATEGI NAFKAH PENDUDUK DESA SEKITAR HUTAN Hizbullah, Abdul Wafa; Sihaloho, Martua; Sunito, Satyawan
Jurnal Sains Komunikasi dan Pengembangan Masyarakat [JSKPM] Vol 3, No 1 (2019)
Publisher : Departemen Sains Komunikasi dan Pengembangan Masyarakat, Fakultas Ekologi Manusia, IPB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/jskpm.3.1.%p

Abstract

Forests become a resource that has more meaning to the forest villagers living in the vicinity. Provision of livelihoods by forest areas becomes an option for the population to meet the needs of life and make a living strategy for their households. Therefore, the purpose of this study is to analyze the role of forests as a source of livelihood and livelihood strategies used by Sukawangi villagers. This research uses quantitative approach supported by qualitative data by taking 45 respondents. The results of this study indicate that the characteristics of households that use the livelihoods of forest areas are the population with the characteristics of middle age, low education level, and land control. People who use livelihoods in forest areas are more dominant in livelihood strategies in livelihood engineering compared to livelihoods and migration strategies. Characteristics of households that use non-forest area livelihoods are those with middle-age characteristics, low education level, and no land ownership. People who use non-forest area livelihoods are more dominant in livelihood strategies in multiple livelihood strategies.Keywords: forest, livelihood strategy, villagersABSTRAKHutan menjadi sebuah sumber daya yang memiliki arti lebih pada penduduk desa hutan yang tinggal di sekitarnya. Penyediaan akan sumber nafkah oleh kawasan hutan menjadi pilihan bagi penduduk untuk memenuhi kebutuhan hidup dan melakukan strategi nafkah bagi rumahtangganya. Oleh karena itu, tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis peran hutan sebagai sumber nafkah dan strategi nafkah yang digunakan oleh penduduk Desa Sukawangi. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif didukung dengan data kualitatif dengan mengambil 45 orang responden. Hasil dari penelitian ini menunjukan bahwa karakteristik rumahtangga yang menggunakan sumber nafkah kawasan hutan adalah penduduk dengan karakteristik usia menengah, tingkat pendidikan rendah, dan menguasai lahan. Penduduk yang menggunakan sumber nafkah kawasan hutan lebih dominan melakukan strategi nafkah pada rekayasa sumber nafkah dibandingkan dengan strategi pola nafkah dan migrasi. Karakteristik rumahtangga yang menggunakan sumber nafkah kawasan non-hutan adalah penduduk dengan karakteristik usia menengah, tingkat pendidikan rendah, dan tidak menguasai lahan. Penduduk yang menggunakan sumber nafkah kawasan non-hutan lebih dominan melakukan strategi nafkah pada strategi pola nafkah ganda.Kata kunci: hutan, penduduk desa, strategi nafkah
Pengaruh Jenis Perubahan Fungsi Rumah terhadap Taraf Hidup dan Kondisi Sosial Budaya Masyarakat Maulida, Qonita Ayu; Sunito, Melani Abdulkadir
Jurnal Sains Komunikasi dan Pengembangan Masyarakat [JSKPM] Vol 3, No 1 (2019)
Publisher : Departemen Sains Komunikasi dan Pengembangan Masyarakat, Fakultas Ekologi Manusia, IPB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/jskpm.3.1.%p

Abstract

The growth of Bogor Agricultural University marked by the increasing number of students has an impact on student settlements. This causes the community around the campus to change the function of their houses from private dwellings into rental housings. The purpose of this study was to: (1) analyze the regional changes due to the increase of student settlements (2) analyze the influence of type of change in house function the living standard of the owners; and (3) analyze the influence of type of change in house function to the socio-cultural conditions of the community. This research interviewed 30 local house owners. The regional changes due to the increasing number of student settlements were decreasing area for wet-rice and dry-land agricultural. Type of change in house function affects owners’ living standard. Further, the condition socio-cultural of the change in aspects of increasing criminalities, economic competition among locals and between locals to migrants, changes in traditions and change of lifestyle.Keywords: the type function change, living standard, socio cultural conditions.ABSTRAKPerkembangan kampus Institut Pertanian Bogor yang ditandai pertambahan jumlah mahasiswa berdampak pada meningkatnya jumlah permukiman mahasiswa. Hal ini membuat masyarakat sekitar kampus mengubah fungsi rumah dari hunian pribadi menjadi hunian mahasiswa. Tujuan penelitian ini adalah untuk: (1) menganalisis perubahan wilayah yang terjadi akibat berkembangnya permukiman mahasiswa, (2) menganalisis pengaruh jenis perubahan fungsi rumah terhadap perubahan taraf hidup masyarakat; dan (3) menganalisis pengaruh jenis perubahan fungsi rumah terhadap perubahan kondisi sosial-budaya dalam masyarakat. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode survei didukung dengan data kualitatif. Lokasi penelitian dilaksanakan di Kelurahan Balumbang Jaya dengan sempel berjumlah 30 masyarakat asli pemilik permukiman mahasiswa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perubahan wilayah di Kelurahan Balumbang Jaya akibat pertumbuhan permukiman mahasiswa membuat semakin sempitnya wilayah persawahan dan tegalan. Jenis perubahan fungsi rumah yang berbeda membuat perbedaan perubahan taraf hidup masyarakat. Selain itu masuknya pendatang membawa perubahan pada kehidupan sosial-budaya dalam hal peningkatan kejadian kriminalitas, persaingan ekonomi, perubahan tradisi serta perubahan gaya hidup.Kata kunci: jenis fungsi rumah, taraf hidup, kondisi sosial budaya
Dampak Penyaluran Zakat terhadap Pemberdayaan dan Peningkatan Taraf Hidup Masyarakat Pedesaan Kamelia, Dina Syaila; Siwi, Mahmudi
Jurnal Sains Komunikasi dan Pengembangan Masyarakat [JSKPM] Vol 3, No 1 (2019)
Publisher : Departemen Sains Komunikasi dan Pengembangan Masyarakat, Fakultas Ekologi Manusia, IPB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/jskpm.3.6.%p

Abstract

Empowerment is one of many ways to raise someone’s level to be more confident in applying the skills it possesses. The distribution of zakat maal in the form of business capital loan is one of many forms of sustainable empowerment. Empowerment, in this case, could affect the community’s participation and community’s living standard. The purpose of this research was to identify the impact of empowerment in the distribution of zakat maal in the form of a business capital loan to the community’s participation and living standard using a quantitative approach with survey method. The results of this research showed that empowerment through zakat maal distribution of the mosque succeeded to increase knowledge and awareness of the community about productive zakat so that improved the participation of the community to use business loan service from the baitul maal mosque. The majority of the people who participated in the distribution of zakat maal in this mosque can improve their living standards as income and residential facilities. Keywords: Community empowerment, living standards, zakat maal ABSTRAK Pemberdayaan merupakan salah satu cara untuk mengangkat derajat seseorang untuk lebih percaya diri dalam menerapkan keterampilan yang dimilikinya. Penyaluran zakat maal dengan bentuk pinjaman modal usaha merupakan salah satu bentuk pemberdayaan yang berkelanjutan. Pemberdayaan dalam hal ini dapat berpengaruh terhadap partisipasi dan tingkat taraf hidup masyarakat. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi dampak  pemberdayaan dalam penyaluran zakat maal berupa modal usaha terhadap partisipasi dan tingkat taraf hidup masyarakat melalui pendekatan kuantitatif dengan metode survei. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pemberdayaan melalui penyaluran zakat maal masjid berhasil meningkatkan pengetahuan dan kesadaran masyarakat mengenai zakat produktif sehingga memunculkan adanya partisipasi masyarakat untuk menggunakan pelayanan pinjaman modal usaha dari baitul maal masjid. Mayoritas masyarakat yang berpartisipasi dalam penyaluran zakat maal masjid ini dapat meningkatkan taraf hidupnya seperti pendapatan, dan fasilitas tempat tinggal.Kata Kunci : Pemberdayaan masyarakat, taraf hidup, zakat maal
ANALISIS STRUKTUR NAFKAH DAN KECEPATAN EKSPANSI LAHAN RUMAH TANGGA PETANI KELAPA SAWIT Putri, Rachmi Wildan Aghnia Meutia; Dharmawan, Arya Hadi
Jurnal Sains Komunikasi dan Pengembangan Masyarakat [JSKPM] Vol 3, No 1 (2019)
Publisher : Departemen Sains Komunikasi dan Pengembangan Masyarakat, Fakultas Ekologi Manusia, IPB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/jskpm.3.1.%p

Abstract

The expansion of oil palm plantations is an effort to improve peoples' welfare through land clearing. This expansion led to changes in household livelihood strategies around the plantation area. Various tactics and mechanism are conducted by a household to adapt to changes in order to maintain and improve their life. The expansion of forest areas into oil palm plantations leads to changes in livelihoods structures in all layers of the farm household. Widespread of palm oil plantations cause a shock to farm household. Shock is able to be faced by utilizing file livelihood assets (natural capital, human capital, social capital, physical capital, financial capital). The purpose of this paper is to identify the expansion of plantations occurring in farm households and to livelihood structure of farm households. The method used this research is a quantitative method supported by qualitative data. The result of this research shows that the higher economic level of a farmer household, the faster expansion of oil palm farmland. The palm oil on the farm sector contributes the most income of oil palm household.Key words: expansion plantations, livelihood strategy, livelihood structureABSTRAK Ekspansi perkebunan sawit merupakan upaya peningkatan kesejahteraan masyarakat melalui pembukaan lahan. Ekspansi ini menyebabkan perubahan strategi nafkah rumah tangga sekitar kawasan. Ekspansi kawasan hutan menjadi perkebunan kelapa sawit mengakibatkan perubahan struktur nafkah pada semua lapisan rumah tangga petani. Perkebunan kelapa sawit yang meluas menimbulkan kesulitan bagi rumah tangga petani. Kesulitan tersebut dihadapi oleh rumah tangga petani dengan cara memanfaatkan lima modal nafkah (modal alam, SDM, sosial, fisik dan finansial). Tujuan dari penulisan ini adalah untuk mengidentifikasi ekspansi perkebunan yang terjadi pada rumah tangga petani sawit dan menganalisis struktur nafkah rumah tangga petani sawit. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kuantitatif yang didukung oleh data kualitatif. Hasil dari penelitian ini adalah semakin tinggi lapisan ekonomi rumah tangga petani sawit, maka semakin cepat ekspansi lahan yang dilakukan. Sektor on farm kelapa sawit menyumbang pendapatan paling tinggi pada struktur pendapatan rumah tangga petani kelapa sawit.Kata Kunci : ekspansi perkebunan, strategi nafkah, struktur nafkah
Pengaruh Konversi Lahan Terhadap Strategi nafkah Rumah Tangga Petani Pratiwi, Andini Wulan; Murdianto, Murdianto
Jurnal Sains Komunikasi dan Pengembangan Masyarakat [JSKPM] Vol 3, No 1 (2019)
Publisher : Departemen Sains Komunikasi dan Pengembangan Masyarakat, Fakultas Ekologi Manusia, IPB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/jskpm.3.1.1-14

Abstract

Land conversion is a phenomenon of the use of agricultural to non agricultural. This phenomenon appears cause the increase growth of suburban population and the demand for land. It can brings the impact for the community to decrease farmer’s income, the lowering of family food security, the subside employment oppurtunities in agriculture, and the difficulties farmer’s access to land. The farmer in improving household economy do a livelihood strategy that is diversification of livelihood, circular migration, and the transition of livelihood. This paper aim to examine the factors that encourage land conversion and to examine farmer’s livelihood strategies due to land conversion. The method used in this research is quantitive approach with the main instrument questionnaire supported by qualitative approach with in-depth interviews. The results of the research in Palasari village indicate that there are aspects that encourage land conversion in the form of urgent economic needs, low land productivity, external pressure, and knowledge aspects owned by farmers regarding government policy. In addition, for most farmers who have converted agricultural land prefer to switch livelihoods to other sectors. Livelihood transition occurs due to the increasingly narrow land of their farms.Keywords : farm households, land conversion, livelihood strategies ABSTRAK Konversi lahan merupakan suatu fenomena pemanfaatan lahan terhadap lahan pertanian menjadi non pertanian. Fenomena ini muncul disebabkan pertumbuhan penduduk pinggiran kota yang semakin tinggi serta tingginya permintaan terhadap lahan. Hal tersebut tentunya dapat memberikan dampak kepada masyarakat terhadap penurunan pendapatan petani. Petani dalam meningkatkan ekonomi rumah tangga melakukan strategi nafkah yaitu diversifikasi nafkah, migrasi sirkuler, dan peralihan mata pencaharian. Tujuan penelitian ini untuk mengkaji faktor-faktor yang mendorong terjadinya konversi lahan serta mengkaji strategi nafkah rumah tangga petani akibat adanya konversi lahan. Metode yang digunakan yaitu pendekatan kuantitatif dengan kuesioner dan didukung oleh data kualitatif dengan wawancara. Hasil penelitian di Desa Palasari menunjukkan bahwa terdapat aspek-aspek yang mendorong terjadinya konversi lahan berupa kebutuhan ekonomi yang mendesak, produktivitas lahan, tekanan pihak luar, dan aspek pengetahuan petani. Sebagian besar petani yang telah mengkonversi lahan pertaniannya lebih memilih untuk beralih mata pencaharian ke sektor lain. Peralihan mata pencaharian terjadi disebabkan oleh luas lahan pertanian mereka yang semakin sempit.Kata Kunci : konversi lahan, rumah tangga petani, strategi nafkah
Kewirausahaan Sosial dan Taraf Hidup Masyarakat Tunagrahita Nurfiani, Sari; Kolopaking, Lala M
Jurnal Sains Komunikasi dan Pengembangan Masyarakat [JSKPM] Vol 3, No 1 (2019)
Publisher : Departemen Sains Komunikasi dan Pengembangan Masyarakat, Fakultas Ekologi Manusia, IPB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (270.118 KB) | DOI: 10.29244/jskpm.3.1.%p

Abstract

This research aimed to analyze the correlation between the capacity of social entrepreneurship institutions with the living standard of mental-retardation people in Karangpatihan Village. The method used a quantitative method and supported by qualitative data that involved mental-retardation people as respondent. Rumah Harapan was able to improve the economic and social welfare of the mental-retardation people through rags doormat business (73.3%). These research found were supported by a quantitative test that indicates a significant correlation between the capacity of Rumah Harapan and the standards of living of mental-retardation people. This condition was inseparable from the existence of internal and external factors that encouraged Rumah Harapan. It is necessary to figure the social entrepreneur. Without an entrepreneurial-minded individual, the community approach did not work. In addition, social problems could not only be complemented by providing 'ministration' but also driving competencies or capabilities through a community approach.Keywords: community empowerment, community welfare, institution ABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara kapasitas lembaga  kewirausahaan sosial lokal dengan taraf hidup masyarakat tunagrahita di Desa Karangpatihan. Metode yang digunakan adalah metode kuantitatif dan didukung dengan data kualitatif yang melibatkan responden warga tunagrahita. Rumah Harapan mampu meningkatkan kesejahteraan ekonomi dan sosial warga tunagrahita dengan usaha keset kain perca (73,3%) meskipun indeks taraf hidup mereka paling rendah di masyarakat. Temuan ini didukung uji kuantitatif yang menunjukkan adanya korelasi signifikan antara kapasitas lembaga Rumah Harapan dan taraf hidup warga tunagrahita. Hal ini tidak terlepas dari adanya faktor internal dan eksternal yang mendorong Rumah Harapan. Sehingga penting untuk menemukan sosok wirausahawan sosial karena pendekatan komunitas tidak akan berhasil. Persoalan sosial tidak hanya bisa diselesaikan dengan memberi ‘bantuan’ tetapi  memberikan kompetensi atau kemampuan melalui pendekatan komunitas.Kata Kunci:  kesejahteraan masyarakat, lembaga, pemberdayaan masyarakat

Page 1 of 1 | Total Record : 6


Filter by Year

2019 2019