cover
Contact Name
Mahmudi Siwi
Contact Email
Mahmudi Siwi
Phone
-
Journal Mail Official
mahmudisiwi@apps.ipb.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kota bogor,
Jawa barat
INDONESIA
Jurnal Sains Komunikasi dan Pengembangan Masyarakat [JSKPM]
ISSN : 23388021     EISSN : 23388269     DOI : -
JURNAL SAINS KOMUNIKASI DAN PENGEMBANGAN MASYARAKAT [JSKPM] merupakan jurnal ilmiah nasional yang menyajikan artikel-artikel hasil penelitian, review dan editorial dalam ilmu sosiologi, antropologi, politik, komunikasi, ekologi manusia, psikologi sosial, agraria, kependudukan, pendidikan, penyuluhan, tatakelola sumberdaya alam, pengembangan masyarakat dan corporate social responsibility.
Arjuna Subject : -
Articles 7 Documents
Search results for , issue "Vol 4, No 3 (2020)" : 7 Documents clear
Perhutanan Sosial dan Langgengnya Ketimpangan Penguasaan Lahan Hutan Oktaviani, Ananda Diah; Soetarto, Endriatmo
Jurnal Sains Komunikasi dan Pengembangan Masyarakat [JSKPM] Vol 4, No 3 (2020)
Publisher : Departemen Sains Komunikasi dan Pengembangan Masyarakat, Fakultas Ekologi Manusia, IPB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/jskpm.4.3.309-324

Abstract

Hutan merupakan kesatuan ekosistem yang vital perannya bagi masyarakat sekitar hutan. Dalam upaya mengurangi ketimpangan penguasaan, pemerintah melegalisasi penguasaan yang dilakukan oleh masyarakat di wilayah kerja Perhutani dengan Perhutanan Sosial skema IPHPS. Peraturan tersebut merubah sistem tenurial yang telah ada dan menciptakan kapital-kapital dalam lapisan sosial paling atas pada masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan sistem tenurial pasca Perhutanan Sosial IPHPS dengan stratifikasi sosial baru dalam masyarakat serta implementasi Perhutanan Sosial dengan skema IPHPS mengubah sistem tenurial yang mengarah pada pemerataan dan keadilan agraria. Lokasi penelitian ini yaitu Dusun Patrol, Desa Dano, Kecamatan Leles, Kabupaten Garut. Metode yang digunakan untuk menggali fakta, data, dan informasi dalam penelitian adalah pendekatan kuantitatif melalui metode survei dengan kuesioner dan didukung data kualitatif dengan teknik wawancara mendalam. Pengambilan sampel dilakukan dengan teknik accidental sampling dan snowball. Data dianalisis menggunakan uji korelasi Rank Spearman dan uji Paired T-test. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang lemah diantara sistem tenurial pasca Perhutanan Sosial dengan stratifikasi sosial yaitu dengan P-value dari korelasi 0,048 dan nilai koefiesien Rank Spearman sebesar 0.261. Adapun perubahan sistem tenurial pasca Perhutanan Sosial meliputi penguasan lahan yang lebih luas oleh elit petani, durasi penguasaan yang diperpanjang, penguasaan moda produksi lebih dimiliki oleh elit, dan menurunnya intensitas relasi dengan Perhutani.Kata Kunci: penguasaan lahan, perhutanan sosial, stratifikasi sosial masyarakat======ABSTRACTThe forest is a vital ecosystem for the community around the forest. In an effort to reduce tenure inequality, the government legalized the tenure carried out by communities in the Perhutani working area with Social Forestry requiring IPHPS. The regulation changes the existing tenure system and creates capital in the upper social layer of society. This study aims to analyze the relationship between the post-Social Forestry IPHPS tenure system with new social stratification in the community and the implementation of Social Forestry by implementing IPHPS to change the tenure system that is directed at agrarian equality and agrarian. The location of this research is Patroli Hamlet, Dano Village, Leles District, Garut Regency. The method used to support facts, data, and information in research is quantitative through survey methods with questionnaires and supported by qualitative data with advanced interview techniques. Sampling was done by accidental sampling and snowball techniques. Data were analyzed using the Spearman Rank trial and Paired T-test. The results showed that there was a weak relationship between the post-social Forestry tenure system and social stratification, with a P-value of 0.048 and a Spearman Rating coefficient of 0.261. Related to changes in the tenure system post-Social Attention Regarding broader land tenure by the peasant elite, increased extended tenure, more dominant modes of production demanded by the elite, and increasing intensity of relations with Perhutani.Keywords: community social stratification, land tenure, social forestry
Analisis Sosial Ekonomi dan Ekologi Program Pengelolaan Hutan Bersama Masyarakat (PHBM) Fazayanti, Qori Nur; Wahyuni, Ekawati Sri; Nurdinawati, Dina
Jurnal Sains Komunikasi dan Pengembangan Masyarakat [JSKPM] Vol 4, No 3 (2020)
Publisher : Departemen Sains Komunikasi dan Pengembangan Masyarakat, Fakultas Ekologi Manusia, IPB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/jskpm.4.3.377-390

Abstract

Pengelolaan Hutan Bersama Masyarakat dimaksudkan untuk memberikan arah pengelolaan sumberdaya hutan dengan memadukan aspek ekonomi, ekologi, dan sosial. Masyarakat yang terlibat dalam PHBM tergabung dalam Kelompok Tani Hutan (KTH). Penelitian ini dilaksanakan di Desa Tugu Utara, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bogor. Tujuan umum dari penelitian ini adalah untuk menganalisis perbedaan kondisi sosial ekonomi anggota dan non anggota KTH Cibulao Hijau serta kondisi ekologi berdasarkan persepsi responden. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan data kuantitatif yang didukung oleh data kualitatif. Data dianalisis dengan cara uji independent sample T-test. Hasil penelitian menunjukkan bahwa PHBM telah memberikan perbedaan kondisi sosial yang signifikan antara anggota dan non anggota. Tidak ada perbedaan signifikan pada kondisi ekonomi, tetapi PHBM berkontribusi terhadap pendapatan rumah tangga anggota KTH yang sudah panen kopi sebesar 47.81 persen dan sebesar 23.90 persen bagi pendapatan rumah tangga anggota KTH yang belum panen kopi. Kondisi ekologi saat ini berada pada kategori sedang berdasarkan persepsi responden.Kata Kunci: kondisi ekologi, kondisi sosial ekonomi, KTH, PHBM=====ABSTRACTCommunity Based Forest Management (CBFM) is intended to provide the direction of forest resources management by integrating economic, ecological, and social. Communities who involve in CBFM join into the Forest Farmer Group (FFG). This research was conducted in Tugu Utara Village, Cisarua Subdistrict, Bogor Regency. The general objective of this research is to analyze the differences in socio-economic condition of members and non-members of FFG Cibulao Hijau and ecological conditions based on the respondent perceptions. The method used in this research is quantitative data approach supported by qualitative data. The data were analyzed by independent sample T-test. The results of the study indicate that CBFM has provided significant differences in social conditions between members and non-members. There is no significant difference in economic conditions, but CBFM contributed to the household income of KTH members who had harvested coffee by 47.81 percent and by 23.90 percent for the income of households of KTH members who had not harvested coffee. The current ecological conditions are in the medium category based on the respondent perceptions.Keywords: CBFM, FFG, ecological impact, socio-economic condition
Sistem Pengelolaan Ekowisata dan Dampaknya terhadap Kesejahteraan Anggota Komunitas Selaras Alam Fauziah, Piranti Dwi; Kinseng, Rilus A
Jurnal Sains Komunikasi dan Pengembangan Masyarakat [JSKPM] Vol 4, No 3 (2020)
Publisher : Departemen Sains Komunikasi dan Pengembangan Masyarakat, Fakultas Ekologi Manusia, IPB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/jskpm.4.3.325-340

Abstract

Ekowisata merupakan suatu bentuk wisata yang bertanggung jawab terhadap kelestarian lingkungan serta dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat setempat. Ekowisata Istana Rakyat memiliki dampak positif yaitu meningkatnya kesejahteraan anggota komunitas Selaras Alam. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis sistem pengelolaan dan partisipasi Komunitas Selaras Alam dalam Ekowisata Istana Rakyat, menganalisis peningkatan kesejahteraan anggota secara keseluruhan sebelum dan setelah bergabung dengan Komunitas Selaras Alam dalam kegiatan ekowisata, dan menganalisis hubungan partisipasi dalam pengelolaan Ekowisata Istana Rakyat dengan peningkatan kesejahteraan anggota dalam kegiatan ekowisata. Teknik pengambilan data pada penelitian ini menggunakan metode sensus dengan pendekatan kuantitatif yang didukung dengan kualitatif. Hasil penelitian yang diperoleh menunjukkan bahwa adanya hubungan yang cukup kuat antara tingkat partisipasi dengan tingkat kesejahteraan anggota komunitas Selaras Alam. Hal ini dikarenakan tingkat kesejahteraan yang maningkat dapat menambah kemauan anggota untuk berpartisipasi. Selanjutnya, secara statistik terdapat perbedaan yang bermakna antara tingkat kesejahteraan anggota sebelum dan setelah bergabung dengan komunitas Selaras Alam.Kata kunci: ekowisata, dampak, kesejahteraan masyarakat=======ABSTRACTEcotourism is a form of tourism that is responsible for environmental sustainability and also can improve the welfare of the local community. Istana Rakyat Ecotourism has a positive impact, namely the increased welfare of members of the Selaras Alam community. This research aims to analyze management system and participation of Selaras Alam Community in the Istana Rakyat Ecotourism, analyzing the improvement of the welfare in overall the members before and after joining Selaras Alam Community in ecotourism activities and  Analyzing the relationship of participation in the management of the Istana Rakyat Ecotourism with improvement welfare of members in the activities of ecotourism. Data collection technique in this research used the census with a quantitative approach supported by qualitative. The result obtained indicate that there is a strong correlation between the levels of participation and the level of welfare of members Selaras Alam community. This is because a high level of welfare can increase the willingness of members to participate. Then, with statistical analysis, there are significant differences between the level of welfare of members before and after the joining the Selaras Alam community.Keywords: ecotourism, impact, community’s welfare
Analisis Strategi Adaptasi dan Kerentanan Nafkah Rumahtangga Petani di Kawasan Pasang Surut Liantiame, Liantiame; Dharmawan, Arya Hadi
Jurnal Sains Komunikasi dan Pengembangan Masyarakat [JSKPM] Vol 4, No 3 (2020)
Publisher : Departemen Sains Komunikasi dan Pengembangan Masyarakat, Fakultas Ekologi Manusia, IPB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/jskpm.4.3.341-360

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis struktur, strategi adaptasi, dan kerentanan nafkah petani penduduk transmigran dan lokal. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian survei dengan menggunakan kuesioner dan didukung oleh data kualitatif melalui wawancara mendalam. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa dua komunitas yang berbeda memiliki ekosistem yang sama dan menghadapi tekanan yang sama tetapi merespon krisis dengan cara yang berbeda. Pendapatan struktur nafkah dari sektor on farm pada rumah tangga petani transmigran lebih banyak daripada masyarakat lokal. Strategi adaptasi rumah tangga petani transmigran lebih tinggi daripada masyarakat lokal sehingga memiliki kerentanan nafkah yang rendah. Rumah tangga petani lokal lebih rentan terpapar oleh pengaruh air pasang karena melakukan strategi adaptasi yang lebih sedikit. Kata kunci: kerentanan nafkah, strategi adaptasi, struktur nafkah=====ABSTRACTThis study aims to analyze the structure, adaptation strategies, and vulnerability of transmigrants and local residents. The research method used was survey research using a questionnaire and supported by qualitative data through in-depth interviews. The results of this study show that two different communities have the same ecosystem and face the same pressure but respond to the crisis in different ways. The income structure of livelihoods from the on-farm sector in transmigrant farmer households is more than the local community. The adaptation strategy of transmigrant farmer households is higher than that of the local community and thus has a low livelihood vulnerability. The households of local farmers are more susceptible to exposure to the influence of the tide because they carry out fewer adaptation strategies.Keywords: Livelihood vulnerability, adaptation strategy, livelihood structure
Pengaruh Pengelolaan Hutan berbasis Kearifan Lokal terhadap Kelestarian Keanekaragaman Hayati Maulida, Mawar; Mardiana, Rina
Jurnal Sains Komunikasi dan Pengembangan Masyarakat [JSKPM] Vol 4, No 3 (2020)
Publisher : Departemen Sains Komunikasi dan Pengembangan Masyarakat, Fakultas Ekologi Manusia, IPB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/jskpm.4.3.361-376

Abstract

Hutan Adat Kasepuhan Karang merupakan salah satu hutan adat yang telah diakui keberadaannya oleh negara. Masyarakat Adat Kasepuhan Karang merupakan masyarakat yang tinggal di wilayah hutan adat tersebut karena memiliki ikatan pada lingkungan alam. Berdasarkan sejarah hidupnya, mereka meyakini kearifan lokal dalam mengelola hutan yang telah diwariskan oleh leluhur. Kearifan lokal tersebut berbentuk anjuran dan larangan yang diyakini dapat memberikan dampak pada kondisi hutan termasuk kelestarian keanekaragaman hayatinya. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh kepatuhan masyarakat adat pada anjuran dan larangan terhadap kelestarian keanekaragaman hayati di Hutan Adat Kasepuhan Karang. Metode penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif menggunakan kuisioner yang didukung dengan data kualitatif melalui wawancara mendalam. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kepatuhan masyarakat menjalankan anjuran berpengaruh terhadap kelestarian keanekaragaman hayati. Sementara itu kepatuhan menjauhi larangan tidak berpengaruh terhadap kelestarian keanekaragaman hayati. Hal ini disebabkan karena masyarakat memandang larangan tidak berdampak langsung pada kondisi hutan.Kata kunci: kearifan lokal, hutan adat, kelestarian keanekaragaman hayati=====ABSTRACTKasepuhan Karang Customary Forest is one of the customary forests that has been approved by the government. Kasepuhan Karang Community is a community that lives in the customary forest that bonded with the environment. Based on their history, they believe in local wisdom to manage the forest that has been inherited by the ancestor. The local wisdom consists of suggestion and prohibition which is believed can affect the forest including the biodiversity. This research goal is to analyze the effect of conformity of community to suggestion and prohibition towards the preservation of biodiversity in Kasepuhan Karang Customary Forest. The methods used in this research is a quantitative approach by using a questionnaire supported with qualitative data by an in-depth interview. Results from this research are conformity of community to suggestion effect on the preservation of biodiversity, meanwhile conformity of community to avoid prohibition not effect on the preservation of biodiversity.Keywords: Customary forest, local wisdom, preservation of biodiversity
Pengaruh Program Hutan Kemasyarakatan terhadap Sistem Tenurial dan Pendapatan Petani Pratama, Muhammad Aldy Ilham; Adiwibowo, Soeryo
Jurnal Sains Komunikasi dan Pengembangan Masyarakat [JSKPM] Vol 4, No 3 (2020)
Publisher : Departemen Sains Komunikasi dan Pengembangan Masyarakat, Fakultas Ekologi Manusia, IPB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/jskpm.4.3.275-288

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh program Hutan Kemasyarakatan terhadap perubahan sistem tenurial, strategi nafkah, dan pendapatan petani sebagai peserta program. Penelitian ini dilakukan pada Hutan Kemasyarakatan (HKm) yang dilaksanakan di dalam kawasan Hutan Lindung Bukit Daun Register 5, khususnya Kelompok Tani Hutan Kemasyarakatan (KTHKm) Hutan Lestari, Desa Air Lanang, Bengkulu. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif (metode sensus) yang didukung oleh data kualitatif. Data kuantitatif diperoleh dengan cara melakukan wawancara menggunakan kuesioner terstruktur kepada seluruh anggota kelompok. Hasil penelitian menunjukkan, pertama, program HKm mengubah sistem tenurial petani sebelumnya, terutama pada aspek status penguasaan lahan (hak), lama penguasaan lahan, dan pola bagi hasil. Kedua, program HKm mengubah strategi nafkah petani. Sebelum program HKm, sektor off farm dan non farm merupakan nafkah utama petani terutama mereka yang penguasaan lahannya terbatas/sempit di luar kawasan hutan. Namun, setelah program berjalan sektor on farm merupakan nafkah utama. Ketiga, program HKm mengubah secara signifikan pendapatan rumah tangga petani. Rata-rata pendapatan meningkat dari Rp18.390.000/rumah tangga/tahun sebelum mengikuti program, menjadi Rp31.683.000/rumah tangga/tahun setelah mengikuti program HKm.Kata kunci: Hutan Kemasyarakatan, sistem tenurial, strategi nafkah, pendapatan rumah tangga=============ABSTRACTThis study aims to analyze the effect of the Community Forestry Program on the tenurial systems, livelihood strategies, and farmers' household income. The above-mentioned effect is observed at the Community Forest Farmer Group (KTHKm) namely Hutan Lestari located at the Bukit Daun Protected Forest Register 5, Bengkulu. A quantitative approach (sensus method) supported by qualitative data collection is applied. The data obtained through interviews using a structured questionnaire to all member of the mentioned farmer group. The results show that, first, the HKm program change significantly the land tenure system, in particular the land rights, length of tenure, as well as the profit sharing. Secondly, the program changes significantly the livelihood strategy of the farmers. Before the program, the livelihood of the farmer rest upon the non farm and off farm sectors particularly the small farmers. After the HKm, the livelihood of the small farmers shifts to on farm sector.  Third, the average farmer’s income increased significantly from Rp. 18,390,000/household/year before the program; to Rp. 31,683,000/household/year after follow the HKm program.Keywords: Community Forest Program, tenurial system, livelihood strategy, income
Pengaruh Konversi Lahan terhadap Strategi Pemanfaatan Modal Nafkah Rumah Tangga Buruh Tani Prastiwi, Hesti; Sihaloho, Martua
Jurnal Sains Komunikasi dan Pengembangan Masyarakat [JSKPM] Vol 4, No 3 (2020)
Publisher : Departemen Sains Komunikasi dan Pengembangan Masyarakat, Fakultas Ekologi Manusia, IPB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/jskpm.4.3.407-420

Abstract

Lahan merupakan salah satu sumber daya agraria yang sangat penting bagi petani dikarenakan lahan merupakan salah satu sumber untuk bertahan hidup. Sesuai dengan Undang-Undang Dasar Nomor 41 Tahun 2009 tentang Perlindungan Lahan Pertanian Pangan Berkelanjutan. Pembangunan yang terjadi di Indonesia semakin masif, menimbulkan konversi lahan bersifat permanen ketika lahan sawah beririgasi berubah menjadi kawasan pemukiman atau industri. Konversi lahan yang terjadi menyebabkan hilangnya beberapa atau seluruh modal nafkah yang ada. Perubahan modal nafkah ini akan mengakibatkan perubahan strategi nafkah petani. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dampak konversi lahan terhadap strategi nafkah dan pengaruh pemanfaatan  modal nafkah  terhadap strategi nafkah rumah tangga. Lokasi penelitian ini yaitu Desa Pasirgaok, Kecamatan Rancabungur, Kabupaten Bogor. Metode yang digunakan untuk menggali fakta, data, dan informasi dalam penelitian adalah pendekatan kuantitatif melalui metode survei dengan kuesioner yang didukung oleh data kualitatif melalui wawancara dan studi literatur hingga diperoleh hasil bahwa dampak konversi lahan mempengaruhi modal dan strategi nafkah.Kata Kunci: buruh tani, konversi lahan, modal nafkah, strategi nafkah=====ABSTRACTLand is one of the most important agrarian resources for farmers because land is one source of livelihood survival. According to Constitution Number 41 Year 2009 on concerning The Protection of Sustainable Food Agriculture. The development that is taking place in Indonesia is increasingly massive leading to permanent land conversion when technical irrigated rice fields change into residential or industrial areas. The land conversion that occurs causes a loss of some or all existing livelihood asset. This change in livelihood asset will result in a change in farmers livelihood strategies. This study aims to analyze the influence of the impact of land conversion towards livelihood strategies and the influence of the utilization of livelihood asset towards the livelihood strategies households. The location of this research is Pasirgaok Village, Rancabungur District, Bogor Regency. The method used to extract facts, data, and information in the research is the quantitative approach through survey method with questionnaires supported by qualitative data through interview and literature study until it is obtained that the impact of land conversion towards landless farmer household’s assets and livelihood strategies.Keywords: land conversion, landless farmer, livelihood asset, livelihood strategies

Page 1 of 1 | Total Record : 7


Filter by Year

2020 2020