cover
Contact Name
Mahmudi Siwi
Contact Email
Mahmudi Siwi
Phone
-
Journal Mail Official
mahmudisiwi@apps.ipb.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kota bogor,
Jawa barat
INDONESIA
Jurnal Sains Komunikasi dan Pengembangan Masyarakat [JSKPM]
ISSN : 23388021     EISSN : 23388269     DOI : -
JURNAL SAINS KOMUNIKASI DAN PENGEMBANGAN MASYARAKAT [JSKPM] merupakan jurnal ilmiah nasional yang menyajikan artikel-artikel hasil penelitian, review dan editorial dalam ilmu sosiologi, antropologi, politik, komunikasi, ekologi manusia, psikologi sosial, agraria, kependudukan, pendidikan, penyuluhan, tatakelola sumberdaya alam, pengembangan masyarakat dan corporate social responsibility.
Arjuna Subject : -
Articles 10 Documents
Search results for , issue "Vol. 2 No. 5 (2018)" : 10 Documents clear
Ketahanan Pangan di Kampung Adat dan Non-Kampung Adat Fauzi Perdanaputra; Nuraini Wahyuning Prasodjo
Jurnal Sains Komunikasi dan Pengembangan Masyarakat [JSKPM] Vol. 2 No. 5 (2018)
Publisher : Departemen Sains Komunikasi dan Pengembangan Masyarakat, Fakultas Ekologi Manusia, IPB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/jskpm.2.5.567-580

Abstract

The aims of this research are to analyze the differences of local wisdom and food security household in an indigenous village and non-indigenous village and to analyze the correlation between local wisdom and food security. Research respondents are housewives or housewives who also act as head of household. The research method used a quantitative approach with questionnaire instruments supported by qualitative data with in-depth interview. The results show that there are the difference of food security in Ciptagelar Village and Tonjong II Village which the level of household local wisdom and food security in Kampung Ciptagelar is higher than in Kampung Tonjong II. In addition, from the three dimensions of local wisdom tested, there are two dimensions that have a positive and quite strong relationship with food security, that is the dimensions of local knowledge and community solidarity and compliance with rules and leaders.Keywords: Food Security, Indigenous Village, Local Wisdom, Non-Indigenouse VillageABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk menganalisis perbedaan kearifan lokal dan ketahanan pangan rumah tangga di Kampung adat dan non-kampung adat serta menganalisis hubungan antara kearifan lokal dengan ketahanan pangan. Responden penelitian merupakan ibu rumah tangga atau ibu rumah tangga yang juga berperan sebagai kepala rumah tangga. Metode penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan instrumen kuesioner yang didukung dengan data kualitatif dengan metode wawancara mendalam. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat perbedaan tingkat ketahanan pangan di Kampung Ciptagelar dan Kampung Tonjong II yang mana tingkat kearifan lokal dan tingkat ketahanan pangan rumah tangga di Kampung Ciptagelar lebih tinggi dibandingkan dengan Kampung Tonjong II. Selain itu, dari tiga dimensi kearifan lokal yang diuji, terdapat dua dimensi yang memiliki hubungan positif dan cukup kuat dengan ketahanan pangan yakni dimensi pengetahuan lokal dan solidaritas masyarakat dan kepatuhan pada aturan serta pemimpin. Kata kunci: Kampung Adat, Kearifan Lokal, Ketahanan Pangan, Non-kampung Adat
Peran Gender dalam Perekonomian Rumah Tangga Petani pada Masyarakat Adat Alifa Nugrahayuningtyas; Ekawati Sri Wahyuni
Jurnal Sains Komunikasi dan Pengembangan Masyarakat [JSKPM] Vol. 2 No. 5 (2018)
Publisher : Departemen Sains Komunikasi dan Pengembangan Masyarakat, Fakultas Ekologi Manusia, IPB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/jskpm.2.5.581-602

Abstract

Ethnic communities in Indonesia mostly live in rural areas by making use of natural resources and agriculture as the main livelihood. The typical ordinance determines the gender division of labour carried out ethnic communities on the farming system. One of the ethnic communities in Central Java who live in rural areas and make use of natural resources for agricultural activity is community Samin. The purpose of this research, in general, is to analyzing the pattern of the division of gender roles in the household economy of the farmers in the indigenous communities. The research uses quantitative methods supported by qualitative methods. The research shows the principle of the sareng-sareng (together) is used on the farmer households in sedulur sikep. Division of labor in farmers houseolds of communities sedulur sikep is more flexible compared to the division of labor in farmers household of non sedulur sikep because work is done mostly in agriculture that makes it easy to switch roles in the division of laborKeywords: Ethnic communities, farming households, gender ABSTRAK Komunitas etnis di Indonesia sebagian besar hidup di daerah pedesaan dengan memanfaatkan sumberdaya alam dan menjadikan pertanian sebagai mata pencaharian utama. Tata cara yang khas menentukan pembagian kerja gender yang dilakukan komunitas etnis pada sistem pertanian. Salah satu komunitas etnis di Jawa Tengah yang hidup di pedesaan serta memanfaatkan sumberdaya alam untuk aktivitas pertanian adalah komunitas Samin. Tujuan penelitian ini secara umum yaitu menganalisis pola pembagian peran gender dalam perekonomian rumah tangga petani di masyarakat adat. Penelitian dilakukan dengan metode kuantitatif didukung dengan metode kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa prinsip sareng-sareng (bersama-sama) digunakan pada rumah tangga petani di sedulur sikep. Pekerjaan yang dilakukan sedulur sikep sebagian besar di bidang pertanian memudahkan untuk penggantian peran dalam pembagian kerja sehingga pembagian kerja rumah tangga petani di komunitas sedulur sikep  lebih fleksibel dibandingkan dengan pembagian kerja rumah tangga petani di non sedulur sikep.Kata Kunci : Gender, komunitas etnis, rumah tangga petani
Hubungan Dinamika Kelompok dan Keberdayaan Peternak dengan Keberhasilan Program Kelompok Peternak Sapi Potong Muhammad Romadhon; Amiruddin Saleh
Jurnal Sains Komunikasi dan Pengembangan Masyarakat [JSKPM] Vol. 2 No. 5 (2018)
Publisher : Departemen Sains Komunikasi dan Pengembangan Masyarakat, Fakultas Ekologi Manusia, IPB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/jskpm.2.5.603-616

Abstract

A group approach having an excess because its scope broader, and in accordance with communal culture of the people. Group dynamics and independency farmers become a yardstick to judge whether the programs the government (the course of development) involving group cattle farmers cut is sustainable or not, so that it can be evaluated for sustainability the next. The purpose of research are (1) analyze group dynamics formed in the group spr mega jaya, (2) analyzed levels of independency of farmers in the farmers spr mega jaya, (3) analyze relations group dynamics and independency of farmers with the success kejar farmers spr mega jaya. Data analysis of analysis descriptive statistics (a frequency, the percentage, on the average), and statistic analysis inferential by test a correlation coefficient rank the spearman. The research results show that group dynamics spr mega jaya tends in category high, and independency of farmers spr mega jaya tends in category enough, while test relations shows that there is a positive connection welfare between group dynamics the cattle farmer and independency of farmers with the success kejar cattle farmers cut. This means that the more dynamic group spr mega jaya and independency of felt farmers high, so the success of the program group farmers who reached the higher.Keywords: group dynamics, independency of groups, sekolah peternakan rakyatABSTRAKPendekatan kelompok memiliki kelebihan karena cakupannya yang lebih luas, dan sesuai dengan budaya masyarakat komunal. Dinamika kelompok dan keberdayaan peternak menjadi tolok ukur untuk menilai apakah program pemerintah (program pembangunan) yang melibatkan kelompok peternak sapi potong bersifat sustainable atau tidak, sehingga dapat dievaluasi untuk keberlanjutan program selanjutnya. Tujuan dari penelitian adalah (1) menganalisis dinamika kelompok yang terbentuk dalam kelompok SPR Mega Jaya, (2) menganalisis tingkat keberdayaan peternak pada kelompok peternak SPR Mega Jaya, (3) menganalisis hubungan dinamika kelompok dan keberdayaan peternak dengan keberhasilan program kelompok peternak SPR Mega Jaya. Analisis data berupa analisis statistik deskriptif (frekuensi, persentase, rata-rata), dan analisis statistik inferensial dengan uji koefisien korelasi rank Spearman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dinamika kelompok SPR Mega Jaya cenderung pada kategori tinggi, dan keberdayaan peternak SPR Mega Jaya cenderung pada kategori cukup, sedangkan uji hubungan menunjukkan bahwa terdapat hubungan positif signifikan antara dinamika kelompok peternak dan keberdayaan peternak dengan keberhasilan program kelompok peternak sapi potong. Hal ini berarti bahwa semakin dinamis kelompok SPR Mega Jaya dan keberdayaan yang dirasakan peternak tinggi, maka keberhasilan program kelompok peternak yang tercapai semakin tinggi.Kata kunci: dinamika kelompok, keberdayaan kelompok, sekolah peternakan rakyat
Kapasitas Adaptasi dan Resiliensi Komunitas Menghadapi Bencana Erupsi Gunung Merapi Nyimas Ayu Dillashandy; Nurmala K Panjaitan
Jurnal Sains Komunikasi dan Pengembangan Masyarakat [JSKPM] Vol. 2 No. 5 (2018)
Publisher : Departemen Sains Komunikasi dan Pengembangan Masyarakat, Fakultas Ekologi Manusia, IPB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/jskpm.2.5.617-626

Abstract

Mount Merapi eruption has occurred several times in Indonesia and the biggest eruption that last occurred in 2010. The community were suffered losses and were affected by eruptions. The purposes of this research are to analyze community resilience, to analyze the level of vulnerability, and to analize the community adaptive capacity. The research using a quantitative approach supported by qualitative data. Simple random sampling technique is used as the sampling method and the informant was taken purposively. The results of this research showed that when the eruption occurred the community has a high vulnerability. The adaptive capacity is also high with innovative learning based on institutional memory and supported by the connectedness. Communities achieve resilience and can adapt to changes with high adaptive capacity.  Keywords: adaptive capacity, community resilience, eruption, vulnerability ABSTRAK Erupsi Gunung Merapi sudah terjadi beberapa kali di Indonesia dan erupsi terbesar yang terjadi terakhir kalinya yaitu pada tahun 2010. Komunitas mengalami berbagai kerugian dan terkena dampak dari erupsi. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis resiliensi komunitas, menganalisis tingkat kerentanan komunitas, dan menganalisis kapasitas adaptasi komunitas. Penelitian ini dilaksanakan dengan menggunakan pendekatan kuantitatif yang didukung oleh data kualitatif. Pemilihan responden dilakukan dengan teknik sampel acak sederhana sedangkan pemilihan terhadap informan dilakukan secara sengaja. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa saat erupsi terjadi komunitas memiliki kerentanan yang tinggi. Kapasitas adaptasi komunitas tinggi dengan adanya innovative learning yang didasari oleh pengetahuan dan pengalaman dan didukung oleh jaringan yang dimiliki. Komunitas berhasil mencapai resiliensi dan dapat beradaptasi dengan perubahan-perubahan dengan kapasitas adaptasi yang tinggi.Kata kunci : kapasitas adaptasi, kerentanan, erupsi, resiliensi komunitas
Dampak Industrialisasi Pedesaan terhadap Kesejahteraan Rumah Tangga Meliza Eka Adianty; Murdianto Murdianto
Jurnal Sains Komunikasi dan Pengembangan Masyarakat [JSKPM] Vol. 2 No. 5 (2018)
Publisher : Departemen Sains Komunikasi dan Pengembangan Masyarakat, Fakultas Ekologi Manusia, IPB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/jskpm.2.5.627-638

Abstract

Rural industrialization is one of the development steps to increase economic growth. Indonesia has a huge opportunity in the development of industrialization. Nowadays, industrial activity has grown in rural areas. The entry of industry into the rural area is expected to create employment and business opportunities for the local community. Then it is expected to increase incomes and affect household welfare level. This study uses a quantitative approach with survey method supported by qualitative data. The result of this research will show how the impact of rural industrialization which characterized by employment and business opportunity towards community welfare between them who have a livelihood in industrial and non-industrial sectors.Keywords: job opportunities, business opportunities, industrial group, non-industrial group ABSTRAKIndustrialiasasi pedesaan merupakan salah satu langkah pembangunan untuk mendorong pertumbuhan ekonomi. Indonesia memiliki peluang besar dalam perkembangan industrialisasi. Kegiatan industri pada masa kini telah merambah wilayah pedesaan. Masuknya industri ke pedesaan diharapkan mampu menciptakan kesempatan bekerja dan kesempatan berusaha bagi warga sekitar. Hal tersebut kemudian diharapkan mampu meningkatkan pendapatan warga dan pada akhirnya berpengaruh terhadap kesejahteraan tingkat rumah tangga. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode survei di dukung dengan data kualitatif. Hasil penelitian ini akan menunjukan bagaimana dampak industrialisasi pedesaan yang dicirikan dengan peluang bekerja dan peluang berusaha terhadap kesejahteraan masyarakat antara kelompok industri dan non industri.Kata Kunci : peluang bekerja, peluang berusaha, kelompok industri, kelompok non industri
Analisis Konflik Pengelolaan Sumberdaya Alam di Kawasan Taman Nasional Gunung Gede Pangrango Anugerah Muhammad Zulfikar; Fredian Tonny Nasdian
Jurnal Sains Komunikasi dan Pengembangan Masyarakat [JSKPM] Vol. 2 No. 5 (2018)
Publisher : Departemen Sains Komunikasi dan Pengembangan Masyarakat, Fakultas Ekologi Manusia, IPB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/jskpm.2.5.639-652

Abstract

Conflict can’t be separated from the activity of community life and both are integrated. Humans will make efforts in order to fulfil their needs, including in terms of natural resources. Conservation areas or better known as the national park is one of the areas most prone to conflict over natural resources. This study aimed to analyze the reality of conflict, the factors causing conflicts, the impact of conflict, the relationship of factors causing conflict with the intensity of emerging conflict and the forms of conflict resolution in the park area. This research is quantitative research was supported by qualitative data with the instrument questionnaires and in-depth interview guide. The problem between farmers and the park is caused by the change of status of Perhutani area into Gunung Gede Pangrango National Park. This transformation changed the rules of the people who initially worked on the land in the region to be stalled. The conflicts natural resource issues until 2016 increasingly complex due to intimidation received by farmers every year. In resolving conflicts, researchers provide the idea of Community Based Conflict Management (CBCM) as a method of reducing conflict.Keywords: Analysis of conflict, natural resources, national parksABSTRAKKonflik tidak bisa dipisahkan dari aktivitas kehidupan bermasyarakat dan keduanya saling berintegrasi. Manusia akan melakukan berbagai usaha agar kebutuhan hidupnya dapat tercukupi termasuk dalam hal sumberdaya alam. Kawasan konservasi atau yang lebih dikenal dengan sebagai taman nasional merupakan salah satu daerah yang paling rawan terjadi konflik sumberdaya alam. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis realitas konflik, faktor-faktor penyebab konflik, hubungan faktor-faktor penyebab konflik dengan intensitas konflik emerging dan gagasan penyelesaian konflik di kawasan Taman Nasional Gunung Gede Pangrango. Jenis penelitian ini adalah penelitian kuantitatif didukung oleh data kualitatif dengan instrumen kuesioner dan panduan wawancara mendalam. Permasalahan antara petani penggarap dengan pihak taman nasional disebabkan oleh adanya perubahan status kawasan Perhutani menjadi Taman Nasional Gunung Gede Pangrango. Perubahan ini merubah landasan pijak masyarakat yang awalnya menggarap lahan di kawasan menjadi terhenti. Konflik permasalahan sumber daya alam hingga Tahun 2016 semakin kompleks akibat adanya intimidasi yang diterima petani setiap tahunnya. Dalam menyelesaikan konflik, peneliti memberikan gagasan Manajemen Konflik Berbasis Komunitas (CBCM) sebagai metode peredam konflik.Kata Kunci: Analisis konflik, sumberdaya alam, taman nasional 
Keragaan Praktik Kearifan Lokal dan Keberlanjutan Hutan Nagari Aditya Muhammad; Saharuddin Saharuddin
Jurnal Sains Komunikasi dan Pengembangan Masyarakat [JSKPM] Vol. 2 No. 5 (2018)
Publisher : Departemen Sains Komunikasi dan Pengembangan Masyarakat, Fakultas Ekologi Manusia, IPB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/jskpm.2.5.667-680

Abstract

Local wisdom is very influential in forest conservation, for indigenous forest communities to have sustainable functions either from the environmental or ecological, economic and socio-cultural fields. The objectives of this study were to: (1) analyze the nagari forest management practices, (2) Analyze the values and practices of local wisdom on the management of nagari forests, (3) analyze the sustainability of nagari forests, (4) to analyze the relation of nagari forest management practices to the sustainability of forests nagari. Research methods used to explore facts, data, and information in this study used a quantitative approach with a questionnaire supported by in-depth interviews and observation. The results of this study indicate that there is a unidirectional relationship between the indicators of the characteristics of the Nagari forest and the sustainability of the Nagari forest consisting of ecological, socio-cultural and economic sustainability. On the other hand, the management practices of nagari forests are linked to the sustainability of nagari forests but not significant. Keywords: Forest sustainability, Local wisdom ABSTRAK Kearifan lokal sangat berpengaruh didalam pelestarian hutan, bagi masyarakat adat hutan memiliki fungsi yang berkelanjutan baik itu dari bidang lingkungan atau ekologi, ekonomi dan sosial-budaya. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk : (1) menganalisis praktik pengelolaan hutan nagari, (2) Menganalisis nilai dan praktik kearifan lokal pada pengelolaan hutan nagari, (3) menganalisis keberlanjutan hutan nagari, (4) menganalisis hubungan praktik pengelolaan hutan nagari dengan keberlanjutan hutan nagari. Metode penelitian yang digunakan untuk menggali fakta, data, dan informasi dalam penelitian ini digunakan pendekatan kuantitatif dengan kuesioner yang didukung dengan wawancara mendalam dan observasi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang tidak searah antara indikator-indikator karakteristik hutan nagari dengan keberlanjutan hutan nagari yang terdiri dari keberlanjutan ekologi, sosial-budaya dan ekonomi. Di sisi lain, praktik pengelolaan hutan nagari memiliki hubungan dengan keberlanjutan hutan nagari namun tidak signifikan.Kata Kunci : Kearifan lokal, Keberlanjutan hutan
Hubungan antara Karakteristik dan Peran Kerja Istri Nelayan dengan Kontribusinya dalam Pendapatan Rumah Tangga Yunicha Khairiyah; Melani Abdulkadir Sunito
Jurnal Sains Komunikasi dan Pengembangan Masyarakat [JSKPM] Vol. 2 No. 5 (2018)
Publisher : Departemen Sains Komunikasi dan Pengembangan Masyarakat, Fakultas Ekologi Manusia, IPB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/jskpm.2.5.653-666

Abstract

Fishermen’s work is characterized by low and fluctuating income due to weather and season factors. Therefore, the wife’s productive work and income is important contribution to household income. The objectives of this study are to (1) Describe the fisherman wife’s characteristics, working roles, and income contribution ; (2) Analyze the relationship between characteristics and working roles of fisherman’s wife; and (3) Analyze the relationship between characteristics and working role of fisherman’s wife with their contribution to the household income. The research was conducted in Cidadap Village in Sukabumi using survey method and supported by qualitative data, and using a Chi-Square analysis test. Forty respondents were chosen purposively. The statistic test indicated that there is no relation between the characteristic of fisherman’s wife with their working role, but both the type of wife’s work and the type of husband’s work were significantly related to the contribution of women’s income to the household.Key words: fisherman, fisherman wife’s working role ; wife’s contribution  to household incomeABSTRAKMasyarakat nelayan sampai saat ini identik dengan kemiskinan dan pendapatan tidak menentu karena faktor cuaca dan musim, sehingga istri perlu bekerja produktif dan memberi kontribusi pendapatan untuk mencukupi kebutuhan rumah tangga. Tujuan penelitian ini adalah untuk (1) Mendeskripsikan karakteristik, peran kerja, dan kontribusi pendapatan istri nelayan; (2) Menganalisis hubungan antara karakteristik dengan peran kerja istri nelayan; serta (3) Menganalisis hubungan antara karakteristik dan peran kerja istri nelayan dengan kontribusi pendapatan rumah tangga. Penelitian ini dilaksanakan di Desa Cidadap dengan metode kuantitatif yaitu survei yang didukung data kualitatif, dan menggunakan uji analisis Chi Square. Responden sebanyak 40 orang dipilih secara purposive. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa karakteristik istri nelayan dengan peran kerja perempuan tidak memiliki hubungan, sedangkan karakteristik dan peran kerja istri nelayan yang berhubungan dengan kontribusi pendapatan perempuan adalah jenis pekerjaan perempuan dan pekerjaan suami.Kata kunci: Nelayan, Peran Kerja Istri Nelayan, Kontribusi Istri dalam Pendapatan Rumah Tangga
Akses Masyarakat dalam Pemanfaatan Sumber Daya Air Amelia Ari Putri; Martua Sihaloho
Jurnal Sains Komunikasi dan Pengembangan Masyarakat [JSKPM] Vol. 2 No. 5 (2018)
Publisher : Departemen Sains Komunikasi dan Pengembangan Masyarakat, Fakultas Ekologi Manusia, IPB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/jskpm.2.5.681-692

Abstract

The existence of Constitution Number 7 the Year 2004 on Water Resources become the foundation of open opportunity for water commercialization and commodification. The private sector has opportunity in water concessions through the granting of entitlements that lead to changes in resource ownership regimes. The establishment of water company makes the abundance of water resources that can be utilized by the community to fulfil their socio-economic needs being reduced. Villagers often mean that the presence of the private sector will reduce water utilization in their area, thus feeling their access to water use will be limited. This study aims to analyze the influence of community access in utilizing water resources to socio-economic conditions of society. This research is located in Sukamantri Village, Tamansari District, Bogor Regency, West Java. The method used to extract facts, data, and information in the research is the quantitative approach through survey method with questionnaires and supported by qualitative data through interview and literature study until obtained by analysis result that access of water resources utilization by society influence their socioeconomic.Keywords: Access, regime property, socio-economic, water resources ABSTRAKAdanya UU Nomor 7 Tahun 2004 tentang Sumber Daya Air menjadikan landasan terbukanya kesempatan bagi upaya komersialisasi dan komodifikasi air. Sektor swasta berkesempatan dalam pengusahaan air lewat pemberian hak guna usaha yang menyebabkan terjadinya perubahan rezim kepemilikan sumber daya. Berdirinya Perusahaan air membuat kelimpahan sumber daya air yang dapat dimanfaatkan oleh masyarakat untuk memenuhi kebutuhan sosial ekonominya menjadi berkurang. Masyarakat desa sering memaknai bahwa kehadiran pihak swasta akan mengurangi pemanfaatan air di wilayah mereka, sehingga merasa akses mereka dalam pemanfaatan air akan terbatasi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh akses masyarakat dalam memanfaatkan sumber daya air terhadap kondisi sosial ekonomi masyarakat. Penelitian ini berlokasi di Desa Sukamantri, Kecamatan Tamansari, Kabupaten Bogor, Jawa Barat. Metode yang digunakan untuk menggali fakta, data, dan informasi dalam penelitian adalah pendekatan kuantitatif melalui metode survei dengan kuesioner, dan didukung oleh data kualtitatif melalui wawancara dan studi literatur hingga diperoleh hasil analisis bahwa akses pemanfaatan sumber daya air oleh masyarakat mempengaruhi kondisi sosial ekonomi masyarakat.Kata kunci: Akses, rezim kepemilikan, sumber daya air, sosial ekonomi
Hubungan Tingkat Partisipasi dengan Kemandirian Anggota Program Koperasi Pembiayaan Ekonomi Kelurahan Posdaya M Khoirun Najib; Rilus A Kinseng
Jurnal Sains Komunikasi dan Pengembangan Masyarakat [JSKPM] Vol. 2 No. 5 (2018)
Publisher : Departemen Sains Komunikasi dan Pengembangan Masyarakat, Fakultas Ekologi Manusia, IPB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/jskpm.2.5.693-702

Abstract

Village Economic Financing Cooperative (KPEK) is one of the Posdaya programs that aimed at empowerment in economic development through entrepreneurship training and savings-and-loans activities to members of the program. This research aims to analyze the relationship of internal and external support factors with the level of participation, also to analyze relationship between participation level with the level of independence KPEK Posdaya members. This research uses quantitative methods and supported by qualitative data. The results showed that internal factors such as age, education level, income level were the significantly negative relationship with the level of participation, but length became of a member of KPEK were a significantly positive relationship with the level of participation. The external factor; the quality of managerial interaction with members has a moderate relationship with the participation level of KPEK members, while service quality of manager to members has a weak relationship with participation level. The result of the statistical test also shows that the level of participation related to the level of independence KPEK Posdaya participant.Keywords: empowerment, independence, KPEK Program, participation, Posdaya ABSTRAK Koperasi Pembiayaan Ekonomi Kelurahan (KPEK) merupakan salah satu program Posdaya yang bertujuan untuk pemberdayaan dalam pengembangan di bidang ekonomi melalui kegiatan pelatihan kewirausahaan dan simpan pinjam kepada masyarakat anggota program. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan faktor pendukung internal dan eksternal dengan tingkat partisipasi serta hubungan tingkat partisipasi dengan tingkat kemandirian anggota KPEK Posdaya. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif yang didukung dengan data kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa faktor internal yaitu usia, tingkat pendidikan, tingkat pendapatan berhubungan nyata negatif dengan tingkat partisipasi, namun lama menjadi anggota KPEK berhubungan nyata positif dengan tingkat partisipasi. Faktor eksternal, yaitu kualitas interaksi pengelola dengan anggota memiliki hubungan moderat dengan tingkat partisipasi anggota KPEK Posdaya, sedangkan pada kualitas pelayanan pengelola terhadap anggota memiliki hubungan yang lemah dengan tingkat partisipasi.  Hasil uji statistik juga menunjukkan tingkat partisipasi berhubungan dengan tingkat kemandirian anggota KPEK Posdaya.Kata Kunci : kemandirian, partisipasi, pemberdayaan, Posdaya, Program KPEK

Page 1 of 1 | Total Record : 10


Filter by Year

2018 2018