cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota adm. jakarta selatan,
Dki jakarta
INDONESIA
JURNAL KONVERSI
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Jurnal Konversi Jurusan Teknik Kimia Fakultas Teknik Universitas Muhammadiyah Jakarta adalah jurnal nasional berbasis penelitian ilmiah, secara rutin diterbitkan oleh Jurusan Teknik Kimia Fakultas Teknik Universitas Muhammadiyah Jakarta
Arjuna Subject : -
Articles 6 Documents
Search results for , issue "Vol 11, No 2 (2022)" : 6 Documents clear
IDENTIFIKASI DINI PENYAKIT BUSUK PANGKAL BATANG (BPB) YANG DISEBABKAN OLEH JAMUR GANODERMA sp. PADA TANAMAN KELAPA SAWI Elina Olivia; Bayu Wiyantoko; Ismiyati Ismiyati
Jurnal Konversi Vol 11, No 2 (2022)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24853/konversi.11.2.7

Abstract

Telah dilakukan penelitian tentang identifikasi dini penyakit busuk pangkal batang atau yang sering disebut dengan BPB yang disebabkan oleh jamur Ganoderma pada tanaman kelapa sawit. Hasil komoditas tanaman kelapa sawit memiliki prospek pengembangan yang cukup tinggi bagi industri terkait, sehingga beberapa upaya dilakukan guna untuk meningkatkan hasil produksi perkebunan. Akan tetapi produktivitasnya dipengaruhi oleh beberapa faktor salah satunya penyakit busuk pangkal batang atau yang sering disebut dengan penyakit BPB. Penyakit ini disebabkan oleh jamur patogenik Ganoderma sp, untuk ituperlu adanya identifikasi dini sebaran dari penyakit BPB. Identifikasi sebaran penyakit BPB dilakukan dengan dua metode yaitu Analisa secara kualitatif dan kuantitatif. Berdasarkan uji kualitatif dilakukan dengan cara menguji sampel pada instrument NIRS (Near Infrared Spectroscopy), sedangkan uji kuantitatifmenggunakan metode gravimetri yang tujuannya untuk mengetahui kadar selulosa dan lignin pada sampel. Sampel berupa batang dari tanaman kelapa sawit yang mana ada dua kategori yaitu batang yang terserang penyakit BPB (batang sakit) dengan yang tidak terserang BPB (batang sehat). Berdasarkan identifikasi bentuk spektrum NIRS menyatakan bahwa terdapat perbedaan spektrum yang signifikan didaerah bilangan 4200-4400 cm-1, 5500-7000 cm-1 dan 7300-10000. Terdapat persamaan bentuk spektrum di daerah bilangan gelombang 5250 cm-1 7190 cm-1. Hasil penentuan kadar menggunakan metode gravimetri menyatakan bahwa rata-rata kadar selulosa dan lignin pada sampel batang sehat sebesar 45,30% dan 9,36%, sedangkan pada sampel batang sakit sebesar 37,89% dan 11,15%. Berdasarkan Independent T-test yang dilakukan dapat disimpulkan bahwa hasil pengujian pada perbedaan sampel memberikan hasil kadar yang berbeda secara signifikan, karena nilai sig 2-tailed < 0,05 dan menggunakan selang kepercayaan sebesar 95%.
INOVASI VARIAN HEAT STABILIZER DENGAN PENAMBAHAN EPOXIDIZED CANOLA OIL Mayang Rizqi Ayu Armadani; Reza Mulyawan; Athiek Sri Redjeki
Jurnal Konversi Vol 11, No 2 (2022)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24853/konversi.11.2.7

Abstract

Heat stabilizer adalah antioksidan yang digunakan untuk melindungi polimer dari degradasi yang disebabkan oleh adanya panas selama proses pembuatan maupun saat pemakaian. Heatstabilizer diaplikasikan sebagai bahan aditif dalam pembuatan polyvinyl chloride (PVC). Penambahan heat stabilizer dapat membuat polimer memiliki long-term stability dan initial colourstability yang baik pada saat pengujian ketahanan panas pada suhu tinggi. Heat stabilizer murni memiliki harga yang cukup mahal karena biaya produksinya yang tinggi. Salah satu cara untuk mendapatkan produk heat stabilizer yang harga jualnya lebih terjangkau, diminati di pasar lokal, dan mendukung kualitas yang baik adalah dengan mennyampur heat stabilizer murni dengan minyak epoksi. Minyak epoksi berasal dari minyak nabati yang telah dilakukan proses epoksidasi. Minyak nabati dapat digunakan menjadi produk pengganti petrokimia yang murah dan ramah lingkungan, sehingga banyak digunakan sebagai plasticizer dan stabilizer PVC. Salah satu minyak nabati terepoksidasi yang dapat digunakan adalah epoxidized canola oil. Tujuan penelitian ini adalah untuk membuat inovasi varian heat stabilizer dengan menggunakan epoxidized canola oil. Heat stabilizer murni dicampurkan dengan epoxidized canola oil, kemudian dilakukan pengamatan pada visual sample serta dilakukan percobaan dengan alat roll mill untuk mengetahui formulasi manakah yangpaling baik dijadikan sebagai varian baru heat stabilizer dan memiliki initial colour yang menyerupai heat stabilizer murni. Berdasarkan hasil pengujian, formulasi optimum yang dapat dijadikan varian baru heat stabilizer adalah konsentrasi 10% dan 15%, karena memiliki initial colour yang baik dan menyerupai heat stabilizer murni berdasarkan hasil sampling trial roll mill.
PEMBUATAN PELET PROBIOTIK DARI LIMBAH AMPAS TAHU UNTUK MENINGKATKAN KUALITAS PAKAN TERNAK Mabrur Mabrur; Nurul Hidayati Fithriyah
Jurnal Konversi Vol 11, No 2 (2022)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24853/konversi.11.2.4

Abstract

Tahu merupakan makanan khas di Indonesia yang terbuat dari kedelai. Makanan ini terkenal meluas di lingkungan masyarakat karena harganya yang terjangkau, mudah diperoleh dan memiliki kandungan gizi yang tinggi. Tahu diproduksi dengan memanfaatkan sifat protein, yaitu menggumpal saat bereaksi dengan asam. Penggumpalan protein oleh asam cuka berlangsungbegitu cepat sehingga sebagian air yang semula tercampur akan terperangkap didalamnya. Pengeluaran air yang terperangkap didalamnya menggunakan tekanan. Semakin besar tekananyang diberikan, semakin banyak air yang dikeluarkan dari gumpalan protein. Gumpalan protein itulah yang kemudian disebut sebagai tahu. Dari hasil proses pembuatan tahu ini menghasilkan limbah dari filtrasi berupa limbah cair dan padat, limbah padat dikenal dengan ampas tahu yang masih memiliki kandungan protein yang tinggi. Penggunaan probiotik telah lama digunakan dan dirasakan manfaatnya oleh para petani ikan dalam pemanfaatan pakan yang efisien. Pemberian probiotik dalam pakan dimaksudkan untuk meningkatkan daya cerna ikan terhadap pakan dengan meningkatkan enzim pencernaan yang dapat menghidrolisis protein menjadi senyawa lebih sederhana sehingga mudah diserap dan digunakan sebagai deposit untuk pertumbuhan. Melalui percobaan ini, dibuat pemanfaatan ampas tahu yang masih memiliki kandungan protein yang cukup tinggi sebagai pelet pakan ternak khususnya ikan lele tanpa penambahan probiotik dan dengan penambahan probiotik dengan berbagai variasi dosis untuk mengetahui perbandinganperkembangan berat dan panjang ikan lele. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan P15 terhadap ikan lele memberikan hasil yang optimal dengan penambahan berat 0,67 gram dan panjang 22,4 cm.
PENGARUH PENAMBAHAN THICKENER POLY URETHANE PADA PRODUK POLIMER DISPERSI TERHADAP PARTIKEL DISTRIBUSI POLIMER Wahid Arinanto Nugroho; Cheppy Asnadi; Yustinah Yustinah
Jurnal Konversi Vol 11, No 2 (2022)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24853/konversi.11.2.8

Abstract

Polimer adalah suatu molekul besar yang tersusun secara berulang dari unit molekul (disebut monomer). Dispersi polimer didefinisikan sebagai sistem yang memiliki fase kontinu berupaliquid dan fase terdispersi berupa padatan, dalam hal ini polimer merupakan fasa terdispersi. Ukuran partikel memengaruhi sifat suatu polimer dispersi dan dapat menjadi indikator kualitas suatumaterial, sedangkan thickener response merupakan nilai respon sampel setelah ditambahkan thickener atau pengental yang diukur menggunakan alat viskometer Brookfield. Pada penilitianmenyajikan analisa pengaruh penambahan thickener dengan variasi ukuran partikel distribusi polimer. Berdasarkan hasil pengujian, ukuran partikel dispersi polimer mempengaruhi thickener response. Semakin besar ukuran partikel dispersi polimer maka nilai thickener response semakin kecil, jika ukuran partikel dispersi polimernya kecil maka nilai thickener response akan semakin besar. Pada sampel A1 memiliki ukuran partikel 141 nm dengan nilai thickener response 27156 mPa.s sedangkan pada sampel A10 memiliki ukuran partikel 124 nm dengan nilai thickener response 52450 mPa.s. Dengan demikian nilai ukuran partikel berbanding terbalik dengan nilai thickener response.
ANALISIS CEMARAN MIKROBA DALAM SEDIAAN OBAT BENTUK LARUTAN ORAL Ananda Kinanty; Priyanto Dwi Nugroho; Ratri Ariatmi Nugrahani
Jurnal Konversi Vol 11, No 2 (2022)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24853/konversi.11.2.14

Abstract

Obat sediaan larutan adalah sediaan cair yang mengandung satu atau lebih zat kimia yang terlarut. Kontaminasi bakteri pada obat dapat terjadi pada prosespengolahan bahan awal, produksi dan penyimpanan. Pengujian secara mikrobiologi perlu sekali dilakukan untuk menjamin obat bebas dari cemaran mikroba. Analisis cemaran mikroba kali ini mengunakan 3 parameter. Parameter pertama yaitu uji Total Aerobic Microbial Count (TAMC) dengan metode pour plate menggunakan media TSA (Trypticase Soy Agar) , parameter kedua yaitu Total Yeasts and Molds Count (TYMC) dengan metode poure plate menggunakanmedia SDA(Sabouraud Dextrose Agar) dan parameter ketiga yaitu identifikasi Escherichia coli dimana kontrol positif akan dilanjutkan pengujian dengan metode vitek setelah dilakukan proses pewarnaan Gram. Pengujian ini dilakukan di Laboratorium Quality Control bagian Mikrobiologi QC PT. Kalbe Farma, Tbk. dari tanggal 3 Maret-12 Maret 2020. Berdasarkan hasil pengujian, dapat disimpulkan bahwa sampel tidak mengandung mikroba, kapang, dan khamir serta negatif Escherichia coli sesuai dengan persyaratan metode analisa PT. Kalbe Farma, Tbk
PENGARUH SURFAKTAN TERHADAP SIFAT WATER RESISTANT PADA PRODUK POLIMER EMULSI UNTUK BAHAN BAKU CAT Indra Hidayat; Athiek Sri Redjeki; Ummul Habibah Hasyim
Jurnal Konversi Vol 11, No 2 (2022)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24853/konversi.11.2.12

Abstract

Penelitian ini membahas tentang penggunaan surfaktan yang tepat pada bahan baku cat. Perbedaan jenis surfaktan yang terkandung dalam komponen utama mempengaruhi hasil pengujian sifat water resistant produk polimer. Pengujian sifat water resistant dilakukan untuk menjamin kualitas danmengetahui ketahanan cat terhadap air dengan pengujian berbagai jenis surfaktan.. Percobaan ini bertujuan mengetahui pengaruh dari surfaktan terhadap sifat water resistant-nya.. Percobaan dilakukan dengan menguji kualitas polimer emulsi dari berbagai jenis penambahan surfaktan. Pengujian sampel dilakukan pada beberapa parameter yaitu uji pemerian, pengukuran nilai pH, pengukuran viskositas, penetapan solid content, analisis ukuran partikel, pengaplikasian film dan whitening appearance. Hasil pengujian kemudian dibandingkan dengan spesifikasi perusahaan yang mengacu pada metode internal. Berdasarkan percobaan dapat disimpulkan bahwa produk polimer emulsi pada standar, formula 1 sampai 4 secara berturut-turut memiliki nilai pH 7,78; 7,79; 8,01; 7,84; dan 7,84. Hasil pengukuran viskositas (1340; 1725, 560, 3450, dan 1150)cP. Hasil penetapan solid content (54,22; 55,85; 55,6454,56; dan 58,52)%. Hasil pengukuran ukuran partikel (125,6; 190,5; 176,5; 126,1; dan 152,7)nm. Hasil dari penarikan film untuk formula 1 didapat hazy dan untuk standar, formula 2, 3 dan 4 hasil yang didapat clear. Hasil dari whittening appearance pada standar dan formula 3 menunjukkan perubahan warna menjadi putih di hari ke-5, pada formula 2 dan 4 perubahan warna putih kebiruan di hari ke-5 dan pada formula 1 mampu mempertahankan warna kebiruan-nya hingga hari ke-7. Berdasarkan hasil pengujian parameter pH, solid content, ukuran partikel, dan whitening appearance telah memenuhispesifikasi. Parameter viskositas menunjukkan hasil yang tidak sesuai dengan spesifikasi yang ditetapkan. Berdasarkan hasil pengujian terhadap standar dan empat formula surfaktan yang diuji, dapat disimpulkan bahwa jenis surfaktan yang digunakan pada formula 1 dapat digunakan sebagai pengganti dari surfaktan standar. Hal ini merujuk pada hasil formula 1 dihasilkan data pengujian yang lebih baik dari jenis surfaktan lainnya.

Page 1 of 1 | Total Record : 6