cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota adm. jakarta selatan,
Dki jakarta
INDONESIA
JURNAL KONVERSI
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Jurnal Konversi Jurusan Teknik Kimia Fakultas Teknik Universitas Muhammadiyah Jakarta adalah jurnal nasional berbasis penelitian ilmiah, secara rutin diterbitkan oleh Jurusan Teknik Kimia Fakultas Teknik Universitas Muhammadiyah Jakarta
Arjuna Subject : -
Articles 5 Documents
Search results for , issue "Vol 9, No 2 (2020)" : 5 Documents clear
OPTIMASI WAKTU MASERASI DAN KONSENTRASI EKSTRAK DAUN SIRIH HIJAU (PIPER BETLE LINN) DALAM PEMBUATAN GEL ANTISEPTIK KULIT Sri Haryanti; Riski Danira Larasati; Harini Agusta
JURNAL KONVERSI Vol 9, No 2 (2020)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24853/konversi.9.2.8

Abstract

Dewasa ini, antiseptik kulit sering digunakan dalam proses pengobatan atau perawatan luka. Dan telah diketahui bahwa daun sirih hijau (piper betle linn) mengandung minyak atsiri yang berkhasiat sebagai antioksidan dan antibakteri. Dalam penelitian ini, diharapkan dengan mencampurkan ekstrak daun sirih hijau kedalam sediaan gel antiseptik kulit dapat memberikan manfaat yang baik didalam pemakaian obat luka. Tahapan pada penelitian ini dimulai dari proses maserasi daun sirih hijau dengan pelarut etanol 70% selama selang waktu: 24 jam, 72 jam, dan 120 jam. Hasil ekstrak minyak daun sirih hijau ini kemudian dibuat dalam sediaan gel antiseptik kulit dengan variasi kandungan ekstrak 1%, 2%, 3%, 4% dan 5%. Masing-masing formula ini selanjutnya dianalisa mengenai pH, viskositas, dan efektivitas daya hambat bakteri. Dalam penelitian ini, diperoleh hasil optimal adalah lama maserasi 120 jam, konsentrasi 3% ekstrak dan memberikan nilai PH  4,59, viskositas 24960, dan daya hambat bakteri 11,32.Kata kunci: ekstrak piper betle linn, gel antiseptik kulit, daya hambat bakteri, viskositas dan PH.
PEMANFAATAN ENCENG GONDOK SEBAGAI BIO-ADSORBEN PADA PEMURNIAN MINYAK GORENG BEKAS Syamsudin Abdullah; Yustinah Yustinah
JURNAL KONVERSI Vol 9, No 2 (2020)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24853/konversi.9.2.8

Abstract

Penggunaan minyak goreng secara kontinyu dan berulang-ulang pada suhu tinggi (160-180 oC) akan mengakibatkan terjadinya reaksi degradasi dan menghasilkan barbagai senyawa hasil reaksi. Minyak goreng juga mengalami perubahan warna dari kuning menjadi warna gelap. Produk reaksi degradasi akan menurunkan kualitas bahan pangan yang digoreng dan menimbulkan pengaruh buruk bagi kesehatan. Penelitian ini mempelajari kemampuan enceng gondok sebagai bio-adsorben untuk menurunkan kadar asam lemak bebas (FFA), bilangan peroksida (PV) dan warna gelap minyak goreng bekas (jelantah). Pengolahan dengan bio-adsorben diharapkan dapat meningkatkan kualitas minyak goreng bekas, sehingga umur pemakaian minyak goreng dapat diperpanjang. Enceng gondok diambil batangnya dan dikeringkan, selanjutnya digiling dijadikan serbuk. kemudiandilakukan proses delignifikasi  menggunakan NaOH dan dinetralkan dengan HCl. Campuran disaring diambil padatannya dan dicuci dengan aquades, selanjutnya padatan dikeringkan sehingga diperoleh bio-adsorben. Proses adsorbsi minyak goreng bekas  dilakukan dengan variabel massa bio-adsorben 2 sampai 10 gram. Minyak goreng bekas dan bio-adsorben dicampur dan diaduk pada temperatur konstan 110oC selama satu jam. Setelah itu minyak goreng disaring dengan vakum, dan minyak goreng yang sudah bersih dianalisa kadar FFA, bilangan peroksida, dan warnanya.Hasil analisis hasil berupa  kadar asam lemak bebas didapat kandungan FFA terendah terjadi pada massa 4 gram sebesar 0.64 %, bilangan peroksida terendah terjadi pada massa 6 gram sebesar 5 miligrek/milligram, nilai adsorbansi terendah terjadi pada massa 4 gram sebesar  0.5569 adsorbansi dan  bilangan penyabunan didapat kandungan NaOH terendah terjadi pada massa 4 - 10 gram sebesar 0.798Kata Kunci : minyak goreng bekas, enceng gondok, bio-adsorben, pemurnian
IDENTIFKASI KENAIKAN TITIK DIDIH PADA PROSES EVAPORASI, TERHADAP KONSENTRASI LARUTAN SARI JAHE Ismiyati Ismiyati; Fatmasari Lubis
JURNAL KONVERSI Vol 9, No 2 (2020)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24853/konversi.9.2.7

Abstract

Evaporasi adalah suatu operasi dimana sebagian fluida berubah dari fasa cairan menjadi fasa uap. Teknologi evaporasi vakum banyak digunakan pada industri pangan terutama pada pengolahan bahan pangan pasta atau cairan kental seperti pembuatan saos tomat, kecap, pengolahan susu, juga ekstrak sari jahe. Penguapan pada evaporator dapat dihitung dengan mengetahui tekanan absolut yang terjadi di ruang penguapan. Dimana suhu penguapan merupakan suhu uap jenuh pada tekanan absolut di dalam ruang penguapan tersebut. Larutan yang dipekatkan akan menunjukkan kenaikan titik didihnya, sesuai dengan konsentrasi larutan yang diinginkan. Tujuan peneltian adalah mengidentifikasi perilaku kenaikan titik didih larutan sari jahe pada berbagai tekanan dan suhu operasi, sehingga dapat dibuat formula (rumus) persamaan konsentrasi larutan berkorelasi dengan kenaikan titik didih tekanan. Metode yang digunakan pada penentuan formula kenaikan titik didih adalah menggunakan rancangan Response Surface Method.  Rancangan percobaan yang dilakukan dengan memvariasikan tekanan dan suhu didih.  Perlakuan yang diberikan terdiri dari 5 taraf uji yaitu dengan dilakukan 5 kelompok rentan tekanan. Hasil penelitian menunjukkan terdapat hubungan yang signifikan antara tekanan evaporasi, kenaikan titik didih larutan terhadap konsentrasi larutan sari Jahe. Dengan kondisi optimum terjadi pada tekanan optimum  21,720 mmbar dan kenaikan titik didih optimum  13,8816 oC, diperoleh konsentrasi  optimum  49,7267 %.Keyword: evaporasi, konsentrasi, kenaikan titk didih, sari jahe.
PENGARUH KOMPOSISI ZEOLIT SERTA ZINC OXIDE TERHADAP MEMBRAN KERAMIK PADA ADSORBSI I2S DARI GAS ALAM DENGAN TITRASI IODOMETRI Kiagus Ahmad Roni
JURNAL KONVERSI Vol 9, No 2 (2020)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24853/konversi.9.2.6

Abstract

Senyawa H2S yang terdapat di gas alam yang seharusnya dihilangkan, Karena senyawa H2S adalah zat pengotor yang mampu merusak katalis serta bersifat korosif. Membran keramik dapat digunakan untuk menurunkan kadar H2S yang terdapat didalam gas alam. Penelitian ini diharapkan dapat mengetahui kondisi optimal dalam komposisi membran  keramik, sehingga mampu menurunkan konsentrasi dari H2S yang terkandung didalam gas alam. Komposisi zeolit dan zinc oxide pada membran keramik yang digunakan untuk menurunkan konsentrasi dari H2S, antara lain sampel A dengan komposisi zeolit sebesar 5% dan zinc oxide sebesar 25%, sampel B dengan komposisi zeolit sebesar 10% dan zinc oxide sebesar 20%, sampel C dengan komposisi zeolit sebesar 15% dan zinc oxide sebesar 15%, sampel D dengan komposisi zeolit sebesar 20% dan zinc oxide sebesar 10%, serta sampel E dengan komposisi zeolit sebesar 25% dan zinc oxide sebesar 5. Dengan menggunakan varian waktu kontak selama 10 sampai 60 menit dengan rentang waktu per 10 menit, dengan laju alir gas sebesar 3000mL/min. Untuk mendapatkan konsentrasi H2S setelah perlakuan, digunakan metode titrasi iodometri. Berdasarkan hasil analisa H2S yang memiliki kandungan paling rendah yaitu sebesar 0,3618 ppm atau 95,83%, yaitu pada sampel E dengan kandungan zeolit sebesar 25% dan zinc oxide sebesar 5% dengan waktu kontak selama 60 menit.
EFEKTIVITAS LIMBAH KULIT MANGGA (Mangifera indica.L) UNTUK PEMBUATAN BIOSTERNO GEL SEBAGAI BAHAN BAKAR Lubena Lubena; Nur Kholilah; Dilla Septiana Daniarissa
JURNAL KONVERSI Vol 9, No 2 (2020)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24853/konversi.9.2.10

Abstract

Pemanfaatan kandungan etanol untuk sterno gel dari limbah Kulit Buah mangga (Mangifera indica L)  merupakan sumber energi alternatif yang dapat digunakan sebagai bahan bakar pemanas yang mudah dibawa berpergian,   yang  dapat dimanfaatkan  pada   industri   katering   serta   rumah   makan. Banyaknya Limbah Kulit Buah Mangga yang tersebar di pedesaan maupun di perkotaan terutama para penjual makananan dan minuman yang memanfaatkan buah mangga memudahkan kami   untuk menjadikannya sebagai bahan alternatif untuk membuat Bioethanol. Proses pembuatan  bioetanol  dari  kulit  buah  mangga  yang  dikeringkan menggunakan proses fermentasi anaerob dengan Saccharimyces cereviciae dengan variabel waktu 1,2,3,4,5,6, dan 7 hari dan proses distilasi untuk memisahkan etanol dengan air yang terkandung di dalamnya. Hasil yang didapat pada kadar bioetanol tertinggi adalah hari ke-5 yaitu sebesar 56% dengan yield 0,013333%. Kemudian bioethanol dibuat menjadi gel dengan   menambahkan   bahan   kimia   CMC   (Carboksimetil   cellulosa) sebanyak 3 gr per 150 ml bioetanol, diaduk dengan kecepatan 1500 rpm selama kurang lebih 30 menit. Dari hasil penelitian didapat biosterno gel dengan lama waktu nyala api selama 1,5 menit per 3 gr cmc. Hal ini terbukti bahwa limbah kulit mangga bermanfaat sebagai sterno gel.Kata kunci : bioethanol, fermentasi, limbah kulit buah manga, sterno gel.

Page 1 of 1 | Total Record : 5