cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota palu,
Sulawesi tengah
INDONESIA
Iqra: Jurnal Ilmu Kependidikan dan Keislaman
ISSN : 02164949     EISSN : 26154870     DOI : -
Arjuna Subject : -
Articles 7 Documents
Search results for , issue "Vol 15 No 2: Juli 2020" : 7 Documents clear
Peran Akreditasi Sekolah dalam Meningkatkan Kualitas Pendidikan di SMP Muhammadiyah Lakea Sriwati R. Saad; Asnidar
IQRA JURNAL ILMU KEPENDIDIKAN & KEISLAMAN Vol 15 No 2: Juli 2020
Publisher : Fakultas Agama Islam, Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56338/iqra.v15i2.1570

Abstract

Penelitian menggunakan pendekatan metode kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi, serta menggunakan teknik analisis data melalui reduksi data, penyajian data, verifikasi data dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian ini adalah 1. Peranan akreditasi sekolah dalam peningkatan mutu pendidikan di SMP Muhammadiyah Lakea, yang diarahkan pada penilaian penyelenggara pendidikan yang dilaksanakan oleh sekolah yang mencakup 8 standar pendidikan. Dalam pelaksanaan akreditasi ini, sekolah berupaya menunjukkan bukti pelaksanaan pendidikan yang mengarah pada 8 standar serta standar penilaian yang dilakukan oleh tim akreditasi yaitu, standar isi, standar proses, standar kompetensi lulusan, pendidik dan pendidikan. standar, standar sarana dan prasarana, standar pengelolaan, standar pembiayaan dan standar penilaian. 2. Implikasi pelaksanaan akreditasi sekolah dalam peningkatan mutu pendidikan di SMP Muhammadiyah Lakea, yaitu: 1). Sekolah berupaya meningkatkan penyelenggaraan pendidikan yang meliputi 8 Standar Nasional Pendidikan sesuai dengan rekomendasi Tim Akreditasi, 2). Berbagai persiapan yang dilakukan sekolah sebelum Tim Akreditasi datang, dapat dimanfaatkan oleh sekolah untuk menjaga mutu pendidikan, 3). Memberikan bimbingan kepada guru untuk memperbaiki proses pembelajaran yang menurut Tim Akreditasi belum memadai.
Pola Pembinaan Pendidikan Islam terhadap Masyarakat Korban Likufaksi di Kelurahan Petobo Nur Reformawati; Muh. Rizal Masdul; Fatmah Fatmah
IQRA JURNAL ILMU KEPENDIDIKAN & KEISLAMAN Vol 15 No 2: Juli 2020
Publisher : Fakultas Agama Islam, Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56338/iqra.v15i2.1571

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui Deskripsi pola pembinaan pendidikan islam terhadap masyarakat korban likuifaksi dikelurahan Petobo. Dan untuk mengetahui Implikasi pola pembinaan pendidikan islam terhadap masyarakat korban likuifaksi dikelurahan Petobo. Metode yang diajukan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif yang digunakan sebagai pendekatan penelitian ini yang mana berorientasi pada fenomena atau gejala yang bersifat alami dan dilakukan untuk menghasilkan data yang objektif dengan kejadian-kejadian yang terjadi dilokasi penelitian serta tidak memerlukan hipotesis yang sifatnya menduga-duga. Teknik pengumpulan data melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi, teknik analisis data dan reduksi data, serta penarikan kesimpulan. Hasil penelitian ini menunjukkan pola pembinaan pendidikan islam terhadap masyarakat korban likuifaksi dikelurahan Petobo sangat baik tentu saja dengan adanya kerja sama dari pihak sekolah, pemerintah, dan relawan. karena dengan melakukan upaya seperti : Pendekatan Psikologis, dengan diadakannya Trauma healing, mengenali emosional masyarakat, memberikan arahan, membimbing, dan mengadakan kegiatan keagamaan Dzikir bersama, membaca al-Quran bersama, dapat mehilangkan trauma yang dialami akibat Bencana Alam sehingga mempermudah pembina dalam meningkatkan pembinaan yang lebih menyenangkan dan dalam mengembangkan pembinaan pendidikan islam yang baik, maka dengan hal tersebut akan mencapai hasil yang sesuai tujuan salah satunya masyarakat memiliki pola pembinaan pendidikan islam yang baik.  Kesimpulan yang peniliti ambil dari pola pembinaan pendidikan islam terhadap masyarakat korban likuifaksi adalah pembina mampu memberikan pembinaan yang besar meskipun dalam keadaan yang masih sangat memprihatinkan  melalui pola-pola yang pembina lakukan serta kerja sama dari kementrian Agama, kelompok remaja-remaja islami, dan pihak lainnya yang sangat berpengaruh kepada pembinaan pendidikan islam.
Problematika Keluarga bagi Pembentukan Kepribadian Anak di Desa Ngatabaru Kecamatan Sigi Biromaru Nurul Hidayah; Muh. Rizal Masdul; Rahmawati Rahmawati
IQRA JURNAL ILMU KEPENDIDIKAN & KEISLAMAN Vol 15 No 2: Juli 2020
Publisher : Fakultas Agama Islam, Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56338/iqra.v15i2.1572

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana problematika keluarga di desa Ngatabaru, dan bagaimana implikasi problematika keluarga bagi pembentukan kepribadian anak di desa Ngatabaru. Metode penelitian ini adalah metode kualitatif yang digunakan sebagai pendekatan penelitian ini yang mana berorientasi pada fenomena atau gejala yang bersifat alami dan dilakukan untuk menghasilkan data yang objektif dengan kejadian-kejadian yang terjadi dilokasi penelitian serta tidak memerlukan hipotesis yang sifatnya menduga-duga. Teknik pengumpulan data melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi, teknik analisis data dan reduksi data, serta penarikan kesimpulan. Hasil penelitian ini menunjukkan kepribadian pada anak di Desa Ngatabaru cukup baik, hanya saja terdapat 2 macam problematika dalam keluarga yaitu disebabkan pendidikan orang tua yang cenderung rendah dan juga faktor ekonomi yang rendah. Masalah keluarga ini kemudian akan berdampak terhadap kepribadian anak dimasa depan. Banyaknya anak yang tidak melanjutkan sekolah dan lebih memilih untuk menikah muda, kurangnya perhatian orang tua menjadi figur teladan bagi  anaknya. Namun ada sebagian orang tua di desa Ngatabaru ini yang memiliki pendidikan menengah cenderung ingin menjadikan anaknya memiliki kepribadian yang baik dengan menyekolahkannya ke jenjang yang lebih tinggi dengan tujuan ingin merubah desa Ngatabaru kearah yang lebih maju. Hal ini harus menjadi perhatian bersama baik dari orang tua, anak dan juga tokoh masyarakat lainnya yang dapat mendukung lahirnya para pemuda yang berkepribadian baik dan juga beriman. Penelitian ini dalam deskriptif kualitatif yang bertujuan untuk mengungkapkan sesuatu apa adanya. Dan penelitian ini diharapkan juga mampu memberikan pengertian tentang pentingnya pendidikan bagi orang tua dan juga ekonomi yang dapat mendukung anak mempunyai kepribadian yang baik.
Penerapan Metode Pembelajaran Simulasi pada Mata Pelajaran Akidah Akhlak ii Madrasah Aliyah DDI Bonde Sutrisna Sutrisna; Normawati Normawati; Adhriansyah A. Lasawali
IQRA JURNAL ILMU KEPENDIDIKAN & KEISLAMAN Vol 15 No 2: Juli 2020
Publisher : Fakultas Agama Islam, Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56338/iqra.v15i2.1573

Abstract

Tujuan dari penelitian skripsi ini yaitu: Untuk mengetahui peroses pembelajaran dengan penerapan metode simulasi pada pembelajaran Akidah Akhlak di Madrasah Aliyah DDI Bonde. Untuk mengetahui implikasi dari penerapan metode simulasi pada pembelajaran Akidah Akhlak di Madrasah Aliyah DDI Bonde. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara dan dokumentasi, serta menggunakan teknik analisis data melalui reduksi data, penyajian data, verifikasi data dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian skripsi ini yaitu : Prosedur pelaksanaan metode pembelajaran simulasi pada pelajaran akidah akhlak di Madrasah Aliyah DDI Bonde, yaitu pertama langkah-langkah penggunakan metode simulasi, kedua melakukan persiapan yang diperlukan dalam penerapan metode simulasi, ketiga melaksanakan penerapan metode simulasi pada mata pelajaran akidah akhlak, keempat melaksanakan pengelolaan pembelajaran agar dapat mengaktifkan siswa didalam kelas, kelima melakukan evaluasi pembelajaran dan tindak lanjut, ke enam observasi setelah pertemuan I dan II, ketujuh refleksi, ke delapan revisi perencanaan. Implikasi dari penerapan metode simulasi pada pembelajaran Akidah Akhlak di Madrasah Aliyah DDI Bonde yaitu: pertama penerapan metode simulasi pada pembelajaran Akidah Akhlak dapat meningkatkan keaktifan siswa dalam mengikuti pelajaran di dalam kelas. Ke dua meningkatkan kemampuan siswa dalam memahami materi pelajaran Akidah Akhlak. Ke tiga mengajarkan siswa untuk bekerja sama dalam hal memecahkan masalah secara bersama-sama. Ke empat mempengaruhi semangat belajar siswa terhadap pelajaran Akidah Akhlak. Ke lima meningkatkan prestasi belajar siswa pada pelajaran Akidah Akhlak.
Urgensi Pembelajaran Akidah Akhlak dalam Menumbuhkan Minat Berbusana Muslimah di luar Sekolah Siswi MTS Al Khairaat Palapi Muliati Muliati; Muhammad Rizal Masdul; Adhriansyah A. Lasawali; Rina Purnamawaty
IQRA JURNAL ILMU KEPENDIDIKAN & KEISLAMAN Vol 15 No 2: Juli 2020
Publisher : Fakultas Agama Islam, Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56338/iqra.v15i2.1574

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah: untuk mengetahui Urgensi Pembelajaran Akidah Akhlak dalam Menumbuhkan Minat Berbusana Muslimah di luar sekolah siswi MTs Al-Khairaat Palapi dan Implikasi Pembelajaran Akidah Akhlak dalam Menumbuhkan Minat Berbusana Muslimah di luar Sekolah siswi MTs Al Khairaat palapi. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian kualitatif dan pengumpulan data dilakukan melalui observasi, dokumentasi dan wawancara.Bardasarkan hasil penelitian yang telah penulis laksanakan di Madrasah Tsanawiyah Al Khairaat Palapi memang sangat penting adanya pembelajaran Akidah Akhlak karena didalam pembelajaran akidah akhlak diharapkan dapat memberikan pengetahuan dan bimbingan kepada siswi agar mau menghayati dan mengamalkan ajaran Agama Islam termasuk dalam menumbuhkan minat berbusana muslimah di luar sekolah adapun hasil yang didapat bahwa: 1. Urgensi pembelajaran Akidah Akhlak dalam menumbuhkan minat Berbusana Muslimah yaitu melalui upaya guru dan peran guru bukan hanya sekedar mengajar tetapi senantiasa mendidik siswi dengan cara mengarahkan, membimbing, dan membina akhlak siswi termasuk dalam berbusana muslimah di luar sekolah. Dalam hal ini upaya yang dilakukan guru akidah akhlak yaitu dalam pembelajaran akidah akhlak guru mengajarkan pentingnya berbusana muslimah, Memberikan contoh busana muslimah pada pribadi guru, Guru mengajarkan adab busana muslimah, Guru Mendidik siswi dengan memberikan hukuman bagi yang tidak berbusana muslimah di luar sekolah, Mengajarkan kepada Siswi sifat disiplin 2.Implikasi Pembelajaran Akidah Akhlak dalam Menumbuhkan Minat Berbusana Muslimah siswi MTs Al-Khairaat Palapi yaitu: Sadar akan kewajiban menjadi seorang Muslimah, Menjadikan guru sebagai contoh teladan, dapat membedakan bagaimana berbusana muslimah yang sesuai dengan syariat islam, siswa menjadi jera dan konsisten mengenakan busana muslimah, siswi menjadi tepat waktu dalam mengerjakan shalat dan siswi dapat menghargai waktu yang ada.
Fenomena Jilbab Funky (Jilbab Gaul) di Kalangan Remaja Desa Samalili Kecamatan Sojol Nirmala Paputungan; Asmaul Husna
IQRA JURNAL ILMU KEPENDIDIKAN & KEISLAMAN Vol 15 No 2: Juli 2020
Publisher : Fakultas Agama Islam, Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56338/iqra.v15i2.1575

Abstract

Penelitian ini membahas tentang Fenomena jilbab Funky (Jilbab Gaul ) di kalangan remaja desa Samalili Kecamatan Sojol. Untuk mendapatkan data penelitian yang dapat dipertanggung jawabkan secara ilmiah, maka penulis menggunakan metode-metode penelitian yang pada prinsipnya adalah suatu kerja yang dipergunakan untuk dapat memahami obyek tertentu Oleh karena itu penulis akan mengemukakan beberapa langkah dan metode yang digunakan dalam penelitian, yaitu:(1)Pendekatan dan Jenis Penelitian, (2) Kehadiran Penelitian, (3) Lokasi penelitian, (4) Sumber Data, (5) Persedur Pengumpulan Data, (6) Analisis Data, (7) Pengecekan Keabsahan Data. Adapun tujuan yang ingin dicapai pada penelitian ini adalah:(1)untuk mendeskripsikan fenomena jilbab funky (Jilbab Gaul) di kalangan remaja Desa Samalili Kecamatan Sojol? (2) Untuk mengetahui pendapat orang tua terhadap Fenomena berjilbab funky Di Desa Samalili Kecamatan Sojol ? Adapun Hasil penelitian di sini yaitu: (1) Sangat sedikit sekali remaja di desa Samalili yang mau memakai jilbab syar’I mulai dari alasan yang masuk akal sampai dengan alasan yang tidak wajar,macam-macam alasan yang mereka ungkapkan yaitu, belum siap, belum dapat hidayah, tidak yakin berhijab itu kewajiban, sampai dengan alasan yang tidak wajar yaitu menunggu jika kelak sudah tua. (2) Sebagian besar orang tua di Desa Samalili Mendukung Adanya jilbab Funky ini mereka menganggap usia remaja memakai jilbab adalah suatu awal dari proses hijrah ke yang lebih baik, sebagian besar dari mereka menganggap itu suatu hal yang enteng dan biasa mereka menganggap memakai jilbab Funky lebih baik dari pada tidak sama sekali dan yang terpenting bagi mereka dapat membedakan mana muslim dan non muslim.
Sudut Pandang Sosiologi Islam dalam Pelaksanaan Budaya Pompaura Masyarakat Suku Kaili Surni Kadir; Nuranisa Nuranisa; Asnidar Asnidar; Afdal Zainal
IQRA JURNAL ILMU KEPENDIDIKAN & KEISLAMAN Vol 15 No 2: Juli 2020
Publisher : Fakultas Agama Islam, Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56338/iqra.v15i2.1576

Abstract

Fenomena kehidupan masyarakat Suku Kaili dilihat dari aspek agama dan budaya yang memiliki keterkaitan satu sama lain  terkadang banyak disalah artikan oleh sebagian orang yang belum memahami bagaimana menempatkan posisi agama dan posisi budaya dalam suatu kehidupan masyarakat. Dalam kehidupan manusia, agama dan budaya jelas tidak berdiri sendiri, keduanya memiliki hubungan yang sangat erat dalam dialektikanya; selaras menciptakan dan kemudian saling menegasikan. Agama sebagai pedoman hidup manusia yang diciptakan oleh Tuhan, dalam menjalani kehidupannya. Sedangkan kebudayaan adalah sebagai kebiasaan tata cara hidup manusia yang diciptakan oleh manusia itu sendiri dari hasil daya cipta, rasa dan karsanya yang diberikan oleh Tuhan. Agama dan kebudayaan saling mempengaruhi satu sama lain. Agama mempengaruhi kebudayaan, kelompok masyarakat, dan suku bangsa. Kebudayaan cenderung berubah-ubah yang berimplikasi pada keaslian agama sehingga menghasilkan penafsiran berlainan. Salah satu agenda besar dalam kehidupan masyarakat, berbangsa dan bernegara adalah menjaga persatuan dan kesatuan dan membangun kesejahteraan hidup bersama seluruh warga negara dan umat beragama. Hambatan yang cukup berat untuk mewujudkan kearah keutuhan dan kesejahteraan adalah masalah kerukunan sosial, termasuk di dalamnya hubungan antara agama dan kerukunan hidup umat beragama. Persoalan ini semakin kursial karena terdapat serangkaian kondisi sosial yang menyuburkan konflik, sehingga terganggu kebersamaan dalam membangun keadaan yang lebih dinamis dan kondusif. Demikian pula kebanggaan terhadap kerukunan dirasakan selama bertahun-tahun mengalami degradasi, bahkan menimbulkan kecemasan terjadinya disintegrasi bangsa.

Page 1 of 1 | Total Record : 7