cover
Contact Name
Anggi
Contact Email
tiasenja91@gmail.com
Phone
+6281215055579
Journal Mail Official
tiasenja91@gmail.com
Editorial Address
Universitas Padjajaran
Location
Kota bandung,
Jawa barat
INDONESIA
PRofesi Humas
ISSN : -     EISSN : -     DOI : DOI jurnal: https://doi.org/10.24198/prh
PRofesi Humas published by LP3 Fakultas Ilmu Komunikasi, Universitas Padjadjaran. ISSN 2528-6927 (printed), ISSN 2541-3678 (Online). Incorporate with IPRAHUMAS. PRofesi Humas publish selected paper under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License. Publishes twice a year. PRofesi Humas provide an open access to public for reading abstract and full papers. PRofesi Humas focused on Public Relations studies. Each edition. PRofesi Humas received manuscripts that had focus on the following issues below with interdisciplinary and multidisciplinary approach. Every article that goes to the chief editorial will be send to section editor through Initial Review processes. Then, the articles will be sent to the peer reviewers to get Double Blind Peer Review Process. Then, the articles will be returned to the authors to revise. These processes take few months. In the each manuscript, peer reviewer will be rated from the substantial and technical aspects. The peer reviews have expertise in Political Public Relations, Public Relations Management, Public Relations Crisis, Public Relations and Publics, Public Relations Audit, Marketing Public Relations, Corporate Social Responsibility (CSR), and Human Relations. They were also experienced in the prestigious journal management and publication that was spread around the national and abroad. Jurnal PRofesi Humas accredited by Kemenristekdikti RI (Sinta 2) based on SK No. 10/E/KPT/2019
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 7 Documents
Search results for , issue "Vol 2, No 2 (2018): PRofesi Humas" : 7 Documents clear
Program Corporate Social Responsibility (CSR) Pada PT Indocement Tunggal Prakarsa Tbk. Rully Rahmayani; Hana Silvana
PRofesi Humas Vol 2, No 2 (2018): PRofesi Humas
Publisher : LP3 Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (327.767 KB) | DOI: 10.24198/prh.v2i2.13115

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan Program Corporate social responsibility (CSR) yang dilaksanakan oleh PT Indocement Tunggal Perkasa. Jenis penelitian yang digunakan yaitu explanatory research, dengan pendekatan kuantitatif. Sampel dari penelitian ini adalah penerima program Pendampingan Kelompok Batik Pewarna Alam Ciwaringin yang berjumlah 77 orang responden. Teknik pengambilan sampel dalam penelitian ini menggunakan teknik total sampling. Teknik pengumpulan data menggunakan kuesioner, wawancara, dan studi pustaka. Uji hipotesis yang digunakan adalah uji F-test. Hasil Penelitian menunjukkan bahwa program corporate social responsibility pada dimensi memperoleh skor rata-rata tertinggi yaitu directionary, hal tersebut menunjukan bahwa masyarakat mengganggap bahwa keberadaan perusahaan memberikan manfaat bagi mereka. Sedangkan dimensi yang memperoleh skor rata-rata terendah adalah personality yang berarti masyarakat belum memahami perusahaan seperti perusahaan dapat dipercaya. Maka dari itu, semakin baik program corporate social responsibility maka semakin baik pula citra perusahaan di masyarakat. oleh karena itu, Perusahaan diharapkan untuk terus mempertahankan program pendampingan kelompok batik pewarna alam Ciwaringin dan meningkatkan komunikasi kepada publiknya, sehingga upaya penyampaian program corporate social responsibility untuk membentuk citra positif perusahaan akan tercapai dengan baik. Sebagai dampak dari CSR yang dilakukan oleh perusahaan kegiatan ini mendapat respons yang positif dari masyarakat sekitar.
Strategi Personal Branding Selebgram Non Selebriti Christhoper Rafael Butar Butar; Dini Salmiyah Fithrah Ali
PRofesi Humas Vol 2, No 2 (2018): PRofesi Humas
Publisher : LP3 Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (408.297 KB) | DOI: 10.24198/prh.v2i2.12029

Abstract

Media sosial Instagram saat ini telah menjadi media alternatif dalam bidang pemasaran maupun promosi. Secara personal, pribadi dapat melakukan bisnis melalui Instagram. Saat ini, selebgram sedang menjadi tren di kalangan pengguna Instagram di Indonesia. Menjadi seorang selebgram harus memiliki keunikan tersendiri untuk dapat berbeda dengan selebgram kompetitor lainnya. Dalam membangunnya, dibutuhkan personal branding yang baik untuk dapat bertahan dalam dunia selebgram di Instagram. Ohim dengan akun @ibrhmrsyd tanpa adanya latar belakang sebagai selebriti turut memperoleh gelar selebgram. Personal branding yang dilakukan Ohim menarik perhatian produk-produk ternama dengan hanya menggunakan Instagram sebagai alat penyampaian pesan komunikasinya. Dirinya dapat dilirik dan menarik perhatian brand ternama di Indonesia dan menjadikannya seorang endorser dalam selebgram. Dirinya menjadi salah satu selebgram di Kota Bandung yang mewakili produk ternama tersebut. Penelitian ini membahas tentang bagaimana strategi personal branding selebgram non selebriti. Metode yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan indikator terdiri dari kesebelas karakteristik authentic personal branding oleh Rampersad. Hasil penelitian menyebutkan bahwa strategi personal branding Ohim ialah memiliki nilai, karakter, kode perilaku dan moral, berfokus pada satu bidang, konsisten, memiliki relevansi, memiliki visibilitas, mendapatkan pengakuan, menerapkan hal positif, serta menjadi diri sendiri dengan tetap menjaga eksistensinya dan selalu memelihara hubungan yang terjalin baik dalam akun Instagram @ibrhmrsyd maupun kesehariannya.
Proses Rebranding Mal Grand Indonesia Oleh Departemen Marketing Communication PT Grand Indonesia Fitria Adianti Putri; Suwandi Sumartias; Diah Fatma Sjoraida
PRofesi Humas Vol 2, No 2 (2018): PRofesi Humas
Publisher : LP3 Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (831.88 KB) | DOI: 10.24198/prh.v2i2.9063

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui proses repositioning, renaming, redesigning, dan relaunching Grand Indonesia oleh Departemen Marketing Communication PT Grand Indonesia. Metode yang digunakan adalah deskriptif kualitatif. Teknik pengumpulan data yang dilakukan melalui observasi, wawancara dan studi dokumen. Penelitian ini dilaksanakan di Grand Indonesia yang terletak di Menara BCA Lantai 37, Jalan MH. Thamrin No. 1 Jakarta Pusat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Grand Indonesia dalam melakukan proses rebranding melalui empat tahap. Pertama, repositioning dengan perubahan target market dan konsep mal. Kedua, renaming perusahaan yang semula Grand Indonesia Shopping Town menjadi Grand Indonesia. Ketiga, redesigning elemen tangible dan visual lainnya, seperti logo, iklan, alat tulis kantor, merchandise, dan interior serta eksterior mal. Keempat, relaunching konsep dan brand baru berupa publikasi secara implisit kepada publik. Simpulan dari penelitian ini adalah pada tahap repositioning, perubahan target market yang menjadi fokus rebranding direncanakan dengan matang dengan upaya pergantian tenant dan konsep mal. Pada tahap renaming dan redesigning yang berupa perubahan nama dan logo disesuaikan dengan baik berdasarkan konsep baru mal. Namun, tahap relaunching yang menjadi akhir dari proses rebranding belum optimal, dikarenakan masih banyak publik yang belum mengetahui proses rebranding Grand Indonesia tersebut. Saran pada penelitian ini adalah agar manajemen segera merampungkan pergantian tenant yang sesuai dengan target market baru, membenahi persepsi publik mengenai nama dan logo baru Grand Indonesia yang kerap masih salah, dan mengadakan tahap relaunching secara resmi agar publik mengetahui secara pasti mengenai proses rebranding yang dilakukan, serta dibutuhkan publikasi yang menarik dan konsisten agar mampu meningkatkan awareness publik terhadap perusahaan.
Aktivitas Public Relations Angkasa Pura II Dalam Menangani Pemberitaan Negatif Terminal 3 Bandara Soekarno-Hatta Sarah Jessica; Ayub Ilfandy
PRofesi Humas Vol 2, No 2 (2018): PRofesi Humas
Publisher : LP3 Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (284.916 KB) | DOI: 10.24198/prh.v2i2.12087

Abstract

Salah satu bandara yang memiliki aktivitas cukup padat di Indonesia adalah Bandara Internasional Soekarno – Hatta. PT Angkasa Pura II sebagai pengelola Bandara Internasional Soekarno-Hatta melakukan pengembangan Terminal 3 untuk menangani lonjakan penumpang yang terjadi tiap periode libur panjang. Namun, beberapa saat setelah beroperasi, masyarakat dan media kerap melaporkan beberapa keluhan terhadap fasilitas sarana dan prasarana di Terminal 3 seperti listrik mati, banjir, dan kritik dari publik figur Indonesia. Pelaporan dari masyarakat dan media menuntut adanya tindakan nyata dari seorang praktisi public relations PT Angkasa Pura II. Metode yang digunakan pada penelitian ini yaitu metode deskriptif kualitatif dengan menggunakan teknik in-depth interview, observasi, dan dokumentasi. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengetahui bagaimana aktivitas public relations PT Angkasa Pura II dalam menangani pemberitaan negatif pada awal pembukaan Terminal 3 Bandara Internasional Soekarno-Hatta. Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan, diketahui bahwa PT Angkasa Pura II telah menjalankan aktivitas public relations dengan 5 tahapan krisis untuk mengetahui daur hidup krisis diantaranya (1) tahap pre-crisis, (2) tahap warning, (3) tahap acute crisis, (4) tahap clean-up, dan (5) tahap post-crisis. Selain itu public relations PT Angkasa Pura II juga melakukan tindakan korektif sebagai upaya mengelola krisis diantaranya (1) identifikasi krisis, (2) analisa krisis, (3) isolasi krisis, (4) pilihan strategi, dan (5) program pengendalian. Dimana dengan melakukan tindakan terhadap suatu krisis berarti PT Angkasa Pura II telah bertanggung jawab terhadap stakeholdernya sekaligus untuk melihat sejauh mana perkembangan krisis itu dalam masyarakat.
Proses Public Relations Kegiatan Open House PT. Dirgantara Indonesia Dalam Membangun Brand Awareness Firna Grania; Yanti Setianti; Heru Ryanto Budiana
PRofesi Humas Vol 2, No 2 (2018): PRofesi Humas
Publisher : LP3 Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (279.412 KB) | DOI: 10.24198/prh.v2i2.16196

Abstract

Krisis yang dialami PT. Dirgantara Indonesia (PTDI) memengaruhi keberlangsungan perusahaan. Tidak sedikit masyarakat yang mengira bahwa PTDI sudah tidak beroperasi lagi. Masyarakat masih kurang mengetahui mengenai perkembangan yang terjadi dengan PTDI sekarang ini. Baik mengenai perusahaannya, maupun mengenai produk-produk apa saja yang dihasilkan oleh PTDI sendiri. Masyarakat umum hanya mengetahui PTDI secara general saja yaitu, sebuah industri pesawat terbang di Indonesia yang merupakan Badan Usaha Milik Negara. Pada kenyataannya PTDI masih aktif beroperasi dalam bidang aircraft service, engineering service, dan pembuatan komponen-komponen pesawat walaupun belum kembali aktif dalam pembuatan pesawat. Namun dengan kurangnya pengetahuan masyarakat mengenai keberadaan dan perkembangan PTDI yang sekarang, keadaan tersebut menyulitkan PTDI dalam memperkenalkan produk-produknya sehingga PTDI mengadakan kegiatan open house dalam membangun kembali awareness. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana Divisi Humas dan Divisi Protokol PTDI melakukan riset, perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi sebagai panitia pelaksana kegiatan open house dalam membangun kembali awareness masyarakat Bandung terhadap PTDI. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode penelitian deskriptif dengan jenis data kualitatif. Metode pengumpulan data yang digunakan adalah wawancara mendalam, observasi, dan studi pustaka. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa Divisi Humas dan Divisi Protokol PTDI melaksanakan kegiatan open house, karena ingin memberikan edukasi mengenai perusahaan Kedirgantaraan sekaligus memperlihatkan keaktifan perusahaan dengan memperkenalkan produk baru N219 kepada masyarakat Bandung. Kesimpulan yang diperoleh dari penelitian ini adalah kegiatan open house tepat dalam membangun kembali brand awareness karena mampu memberikan edukasi baik mengenai industri pembuat pesawat terbang atau PTDI nya sendiri, memperlihatkan bentuk produk secara nyata, dan memperkenalkan aktifitas PTDI kepada masyarakat Bandung. Melalui penelitian ini peneliti menyarankan agar keseluruhan proses mulai dari riset hingga evaluasi dilakukan oleh kedua divisi sebagai panitia pelaksana kegiatan open house atau kedua divisi dapat melakukan konfirmasi terhadap setiap progres perancangan kegiatan.
Motivasi Wartawan Menjadi Anggota Kelompok Kerja Pemerintah Provinsi Jawa Barat Kadia Sandi; Reni Nuraeni
PRofesi Humas Vol 2, No 2 (2018): PRofesi Humas
Publisher : LP3 Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (312.331 KB) | DOI: 10.24198/prh.v2i2.12618

Abstract

Wartawan adalah orang yang melakukan pekerjaan kewartawanan dan atau tugas-tugas jurnalistik secara rutin. Dalam menjalankan tugas sebagai pencari berita, seorang wartawan biasanya ikut bergabung ke dalam sebuah kelompok kerja wartawan. Salah satu kelompok kerja wartawan adalah kelompok kerja (POKJA) wartawan Gedung Sate yang sengaja dibentuk dalam instansi pemerintahan. Kegiatan Pokja wartawan Gedung Sate akan mengacu kepada pemberitaan tentang roda pemerintahan maupun kegiatan pemerintahan, yang disebarluaskan demi kepentingan masyarakat. Anggota kelompok kerja wartawan pemerintah provinsi terbanyak saat ini adalah kelompok kerja Gedung Sate yaitu sebanyak 53 anggota. Hal ini didasari dengan adanya motivasi yang berasal dari individu baik melalui internal maupun eksternal. Motivasi individu yang berasal dari internal merupakan keinginan seseorang untuk mendapatkan sesuatu yang berasal dari dalam diri individu tersebut. Penelitian ini dilakukan untuk menganalisis permasalahan tentang motivasi yang diberikan oleh pemerintahan Gedung Sate dalam sebuah kelompok kerja mempengaruhi wartawan untuk bergabung ke dalam kelompok kerja wartawan Gedung Sate. Metode yang digunakan dalam penelitian ini yakni metode deskriptif kualitatif. Teknik pengumpulan data yakni berasal dari berbagai sumber baik observasi langsung kelapangan, wawancara dengan narasumber, studi dokumentasi yang berasal langsung dari sumber serta arsip kepustakaan seperti mengumpulkan berbagai tulisan yang terkait. Paradigma yang digunakan adalah paradigma postpositivisme mengharuskan hubungan antara pengamat atau peneliti dengan objek atau realitas yang diteliti tidaklah bisa dipisahkan. Penelitian ini akan ditelaah melalui teori motivasi Mashlow terdapat lima kebutuhan yang berasal dari internal manusia yaitu kebutuhan psikologis, kebutuhan kemanan, kebutuhan sosial, kebutuhan penghargaan, dan kebutuhan aktualisasi diri.
City Branding Sawahlunto Kota Wisata Tambang Yang Berbudaya Melalui Event Sawahlunto International Songket Carnival (Sisca) 2016 Nurkhalila Fajrini; Iriana Bakti; Evi Novianti
PRofesi Humas Vol 2, No 2 (2018): PRofesi Humas
Publisher : LP3 Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (445.683 KB) | DOI: 10.24198/prh.v2i2.12861

Abstract

Songket Silungkang merupakan produk andalan hasil kerajinan masyarakat kota Sawahlunto. Sejarah songket dan sejarah tambang memperkuat city branding Sawahlunto dalam mewujudkan visi “Kota Wisata Tambang Yang Berbudaya” yang tertuang dalam Peraturan Daerah No. 2 Tahun 2001 pada event SISCa. Pada SISCa 2016, transformasi Kota Wisata Tambang Yang Berbudaya direalisasikan melalui konsep dan desain penampilan peserta karnaval. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui alasan dan latar belakang penyelenggara menjadikan Sawahlunto International Songket Carnival (SISCa) 2016 dalam city branding Sawahlunto Kota Wisata Tambang yang Berbudaya, pemahaman penyelenggara terkait SISCa 2016 dan tindakan komunikasi yang dilakukan penyelenggara SISCa 2016 dalam rangka city branding Sawahlunto. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif dengan jenis penelitian studi kasus. Teori konstruksi sosial atas realitas dan konsep city branding menjadi landasan dalam membahas hasil penelitian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa alasan penyelenggara menjadikan SISCa 2016 dalam city branding Sawahlunto adalah adanya keterkaitan dampak yang ditimbulkan dari SISCa 2016 tersebut yakni, dampak ekonomi dan dampak pariwisata. Pemahaman penyelenggara SISCa 2016 terkait city branding kota Sawahlunto tertuang dalam Misi SISCa 2016 sebagai bentuk transformasi visi kota dengan mengangkat konsep wisata tambang. Tindakan komunikasi yang dilakukan penyelenggara melalui tiga tahapan komunikasi, yakni (1) komunikasi tahap awal SISCa antara pemerintah dengan pihak internal dan eksternal, (2) komunikasi saat berlangsungnya SISCa 2016 secara verbal dan non verbal, dan (3) komunikasi pasca SISCa 2016 dilakukan untuk menjalin hubungan baik dalam persiapan SISCa selanjutnya. Dengan demikian, penyelenggaraan SISCa 2016 dianggap sebagai salah satu bentuk promosi daerah sebagai perwujudan visi kota Sawahlunto.

Page 1 of 1 | Total Record : 7