p-Index From 2021 - 2026
5.103
P-Index
This Author published in this journals
All Journal Indonesian Journal of Dialectics Sosiohumaniora Jurnal Penelitian Komunikasi Jurnal Ilmu Komunikasi Dharmakarya : Jurnal Aplikasi Ipteks Untuk Masyarakat Jurnal Kajian Komunikasi Jurnal The Messenger Jurnal Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Jurnal Studi Komunikasi PRofesi Humas SINERGI: Jurnal Ilmiah Ilmu Manajemen Jurnal Komunikasi Ikatan Sarjana Komunikasi Indonesia Nyimak: Journal of Communication The Spirit of Society Journal : International Journal of Society Development and Engagement Al Qalam: Jurnal Ilmiah Keagamaan dan Kemasyarakatan Bina Hukum Lingkungan Jurnal Agregasi Pena Justisia: Media Komunikasi dan Kajian Hukum Jurnal Manajemen Komunikasi JURNAL PUSTAKA KOMUNIKASI JURNAL LENSA MUTIARA KOMUNIKASI Jurnal Pendidikan dan Konseling KAIBON ABHINAYA : JURNAL PENGABDIAN MASYARAKAT Jurnal Praksis dan Dedikasi Sosial Jurnal Komunikasi Nusantara Jurnal Komunikasi Nusantara Jurnal Bakti Masyarakat Indonesia Jurnal Pewarta Indonesia Jurnal Ilmiah Wahana Pendidikan Prima Abdika: Jurnal Pengabdian Masyarakat Asean Journal of Science and Engineering (AJSE) Journal of Scientific Communication (JSC) Nautical: Jurnal Ilmiah Multidisiplin Indonesia Jurnal Pendidikan Dasar dan Sosial Humaniora Jurnal Ilmiah Multidisiplin (JUKIM) Jurnal Signal Bina Hukum Lingkungan International Journal of Agriculture System Jurnal Inovasi Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat Filosofi: Publikasi Ilmu Komunikasi, Desain, Seni Budaya INJECT Interdisciplinary Journal of Communication
Claim Missing Document
Check
Articles

Faktor-Faktor yang Memengaruhi Konflik Sosial Sumartias, Suwandi; Rahmat, Agus
Jurnal Penelitian Komunikasi Vol 16, No 1 (2013): Jurnal Penelitian Komunikasi Vol. 16 No. 1 Tahun 2013
Publisher : Jurnal Penelitian Komunikasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (17.805 KB)

Abstract

Konflik sosial yang terjadi di beberapa daerah di Indonesia akhir-akhir ini, salah satunya disebabkan lemahnya kepastian hukum. Hal ini dikhawatirkan akan mengancam integrasi Negara Kesatuan Republik Indonesia. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang memengaruhi konflik sosial di desa Manis Lor Kabupaten Kuningan. Metode penelitian yang digunakan yakni metode kuantitatif eksplanatoris, dengan uji statistik Analisis Jalur. Populasi penelitian adalah tokoh masyarakat formal dan informal (Kepala desa, ulama, dan pemuda), dan masyarakat yang terlibat konflik sosial di desa Manis Lor Kabupaten Kuningan. Hasil penelitian menunjukkan: a) Tidak terdapat pengaruh yang signifikan antara faktor identitas sosial dengan konflik sosial anarkis. b) Terdapat pengaruh yang signifikan antara faktor sosial-ekonomi dengan konflik sosial anarkis. c) Tidak terdapat pengaruh yang signifikan antara faktor kredibilitas tokoh dengan konflik sosial anarkis. d) Tidak terdapat pengaruh yang signifikan antara faktor motif dengan konflik sosial anarkis. e) Terdapat pengaruh yang signifikan antara faktor kepribadian/keyakinan dengan konflik sosial anarkis. f) Terdapat pengaruh yang signifikan antara faktor perilaku komunikasi dengan konflik sosial anarkis.
TRANSFORMASI PT ASKES (PERSERO) MENJADI BADAN PENYELENGGARA JAMINAN SOSIAL KESEHATAN Afrilia, Veny; Sumartias, Suwandi; Erdinaya, Lukiati Komala
Jurnal Kajian Komunikasi Vol 5, No 2 (2017): Accredited by Kemenristekdikti RI SK No. 48a/E/KPT/2017
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (546.599 KB) | DOI: 10.24198/jkk.v5i2.8481

Abstract

PT ASKES (PERSERO) diterpa berbagai persoalan dalam melayani urusan kesehatan. Tata kelola PT ASKES dinilai buruk dari layanan kesehatan masyarakat. Namun, setelah enam tahun berubah menjadi BPJS, dan terbitnya UU BPJS No 24 tahun 2011, masih ditemui berbagai hal menyimpang dari tujuan pembentukan UU tersebut. Selain diwarnai dengan ketidakjelasan mekanisme pelayanan dan pertanggungjawaban di tingkat dinas, juga lemahnya pengawasan serta buruknya sistem pelayanan di beberapa rumah sakit. Kini, pemegang kartu BPJS masih merasa “warga” kelas dua dalam memperolah layanan kesehatan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis alasan yang melatarbelakangi transformasi PT Askes (Persero) menjadi BPJS Kesehatan. Metode yang digunakan dalam penelitian adalah metode kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan wawancara, observasi, dan Studi Kepustakaan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa alasan PT Askes (Persero) melakukan transformasi karena adanya keinginan dari pemerintah Indonesia untuk memenuhi kebutuhan masyarakat akan jaminan kesehatan yang terjangkau, dan memberikan manfaat serta tidak memberatkan masyarakat terutama dari segi finansial. Untuk pemahaman staf divisi pemasaran mengenai transformasi dari PT Askes (Persero) menjadi BPJS Kesehatan pada umumnya staf divisi pemasaran memahami transformasi sebagai upaya pemerintah dalam memajukan tingkat kesehatan dan taraf hidup masyarakat secara keseluruhan yang menjadi visi dan misi BPJS kesehatan. Sedangkan mengenai tanggapan peserta mengenai BPJS Kesehatan, peserta BPJS Kesehatan masih menganggap BPJS Kesehatan masih kalah bersaing atau kurang efektif jika dibandingkan dengan perusahaan-perusahaan asuransi swasta.
KOMUNIKASI POLITIK PARTAI KEADILAN SEJAHTERA (PKS) DALAM KETERBUKAAN IDEOLOGI Sumartias, Suwandi
Jurnal Kajian Komunikasi Vol 5, No 1 (2017)
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (348.825 KB) | DOI: 10.24198/jkk.v5i1.8522

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis komunikasi politik Partai Keadilan Sejahtera (PKS) dalam keterbukaan ideologi yang dilakukan DPW PKS Jawa Barat. Untuk menjawab permasalahan tersebut,dilakukan analisis terhadap pokok pertanyaan penelitian, yaitu: komunikasi politik DPW PKS Jawa Barat dalam keterbukaan ideologi. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif dengan studi etnografi komunikasi. Subjek penelitian adalah DPW PKS Jawa Barat. Dalam penelitian ini narasumber wawancara dibagi menjadi dua yaitu internal dan eksternal, yang dipilih secara purposive sampling (sampel bertujuan) dengan jumlah narasumber internal 5 orang dan narasumber eksternal 4 orang. Data penelitian diperoleh melalui wawancara mendalam, observasi, dokumentasi, studi pustaka. Adapun teknis analisis data dengan mereduksi data, mengumpulkan data, menyajikan data, menarik kesimpulan, dan evaluasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa, komunikasi politik yang berlangsung dalam keterbukaan ideologi DPW PKS Jawa Barat melibatkan komunikator-komunikator politik dari dalam dan luar PKS. Selain itu, komunikasi juga melibatkan kader, simpatisan, masyarakat Jawa Barat serta tamu undangan sebagai komunikannya. Komunikasi politik yang terjadi dalam keterbukaan ideologi melalui pesan verbal dan nonverbal yang disampaikan dalam beberapa kegiatan DPW PKS Jawa Barat seperti; Muswil, Rakerwil dan Rakorwil. Komunikasi politik dalam keterbukaan ideologi DPW PKS Jawa Barat terjadi melalui pola komunikasi organisasi, dengan penyampaian pesan berupa pidato serta arahan. Dalam komunikasi politik, kegiatan tersebut merupakan bentuk dari retorika, propaganda, public relations, kampanye politik, serta lobi politik
PENGALAMAN KOMUNIKASI PELAKU BISNIS KELUARGA DALAM MENGEMBANGKAN BISNIS KULINER DI KOTA SUKABUMI Sukma, Rima Nurani; Sumartias, Suwandi; Sjafirah, Nuryah Asri
Jurnal Kajian Komunikasi Vol 4, No 1 (2016)
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (805.112 KB) | DOI: 10.24198/jkk.v4i1.7853

Abstract

Keluarga sebagai sistem lebih bersifat emosional, karena disatukan oleh ikatan mendalam yang mempengaruhinya dalam berbisnis. Komunikasi bisnis keluarga memiliki hubungan yang erat dengan pertentangan, perbedaan serta penolakan pendapat atau ide, ketidakpercayaan antara sesama anggota, bahkan memicu konflik. Penelitian ini menggunakan pendekatan jenis penelitian kualitatif dengan metode penelitian fenomenologi. Penentuan sumber data penelitian, menggunakan teknik purposive dengan 5 informan yang mengelola bisnis keluarga dibidang kuliner yang telah berkembang. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi motif-motif yang mendorong pelaku melakukan bisnis keluarga, mendeskripsikan makna komunikasi bisnis keluarga serta mendeskripsikan aktivitas komunikasi bisnis yang dilakukan oleh pelaku bisnis keluarga dalam menjalankan bisnis kulinernya. Hasil penelitian ini adalah motif yang mendorong pelaku untuk melakukan bisnis keluarga diantaranya: motif kepatuhan (obedience motive), motif aktualisasi diri (self actualization motive), motif ekonomi (economic motive) dan motif bakat (aptitude motive). Makna komunikasi bisnis keluarga bagi pelaku adalah sebuah tantangan dan kepatuhan. Makna yang dikonstruksi tersebut, dapat dinetralisir dengan melakukan obrolan ringan, pertemuan bisnis keluarga, rapat keluarga yang dapat menghasilkan beberapa point, seperti pengambilan keputusan yang dapat dilakukan secara diskusi dan professional, melakukan pelaporan kegiatan bisnis, dan pemecahan dari perbedaan pendapat bahkan konflik. Aktivitas Komunikasi pelaku bisnis keluarga mencakup promosi, membangun hubungan dengan karyawan, supliyer dan memfasilitasi pelanggan restoran dengan acara karaoke, happy hours, nonton bareng, serta membina hubungan dengan partner bisnis dengan membangun perjanjian kerjasama pembukaan cabang baru. DOI: 10.24198/jkk.vol4n1.3 
Analisis framing pemberitaan korupsi massal di media online detik.com Ananda, Muhammad Fairuz Satria; Nugraha, Aat Ruchiat; Sumartias, Suwandi
Jurnal Studi Komunikasi Vol 3, No 2 (2019)
Publisher : Faculty of Communications Science, Dr. Soetomo University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (151.386 KB) | DOI: 10.25139/jsk.v3i2.1464

Abstract

This research aims to determine the construction of PDIP's image from the news framing on them as the party who has the most corrupted fraction members in the event of mass coruption case if the People’s Legislative Council (DPRD) of Malang City by the online media, Detik.com. This research is conducted through constructivism paradigm with the sudty of framing analysis by Robert M. Entman as a conceptual foundation with the framing concept of Entman, namely, define problems, diagnose causes, make moral judgement, and treatment recommendation from journalist side; using the theory of the social mass media as a theoretical foundation. The results of the framing carried out by the online media, Detik.com tend to be neutral in delivering their news on the mass corruption case of the DPRD of Malang City in construction the image of PDIP as the most corrupted party. This is because the media deliver both side cover, even Detik.com’s journalists already included opinions in the titles and selecting images in the news. Although Detik.com tends to be neutral, becase Detik.com just deliver the facts. The bad image construction of PDIP has been constructed already, as the news is considered to be a bad news model.
PELATIHAN STORYTELLING DALAM MEMBANGUN EKONOMI KREATIF BIDANG PARIWISATA DI DESA CINTARATU KECAMATAN PARIGI KABUPATEN PANGANDARAN Bakti, Iriana; Sumartias, Suwandi; Damayanti, Trie; Nugraha, Aat Ruchiat
Jurnal Bakti Masyarakat Indonesia Vol 1, No 1 (2018): Jurnal Bakti Masyarakat Indonesia
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (675.362 KB) | DOI: 10.24912/jbmi.v1i1.1874

Abstract

Pangandaran is one of many tourist attractions in the South Eastern region of West Java that continues to be developed by the local government. All this time, well known tourist destinations in the Pangandaran district are limited to the beaches (Pangandaran Beach, Pasir Putih Beach, Batu Karas Beach, Karang Nini Beach, and Batu Hiu Beach), and nature reserves, even though there are other high potential tourist destinations in the form of cultural tourism, both in the coastal areas as well as in cultural activities in hillside areas such as Sunda Buhun sites and rituals. The combination of natural and cultural tourist destination areas has the potential to be developed into a geopark-based tourist destination in Pangandaran district. To realize this geopark tourism destination in Pangandaran district, it is necessary to educate tourism activists, especially those who are concerned for the development of geopark-based tourism destinations, with tourism knowledge and communication skills, because the knowledge and communication skills of tourism is an added value of the community that prioritizes the concept of harmony between stakeholders , i.e. government, community and investors. To accomplish this, members of the tourism activist group should gain knowledge and skills in the form of tourism communication training activities with basic capital already in place, which is a diverse marine ecosystem. Based on the initial problems observed and those faced by members of the tourism activists group in the Parigi district of Pangandaran Regency that have been described previously, the urgent problem of this community service was formulated, namely how tourism services can be carried out by members of the tourism activists group through tourism communication training, which is information and communication technology-based, in the Parigi district of Pangandaran regency. The tourism communication service is implemented with a presentation of information that is told in a coherent manner (story telling) starting from the history of objects to the potential attraction of objects that can attract tourists in accordance with tourism news. The results of this training show that storytelling training can build understanding, affection, and willingness in Kompepar members to learn and work to popularize tourist destinationsABSTRAK: Pangandaran merupakan salah satu kawasan wisata di wilayah Timur Jawa Barat bagian Selatan yang terus dikembangkan oleh pemerintah daerahnya. Selama ini, destinasi wisata di kabupaten Pangandaran yang terkenal hanya berupa wisata pantai (Pantai Pangandaran, Pantai Pasir Putih, Pantai Batu Karas, Pantai Karang Nini, dan Pantai Batu Hiu), dan cagar alam saja, pada hal selain itu terdapat pula destinasi wisata yang sangat potensial berupa wisata budaya, baik yang ada di wilayah pantainya maupun di aktivitas budaya di kawasan perbukitan berupa situs-stus dan ritual-ritual sunda buhun. Perpaduan kawasan destinasi wisata alam dan budaya ini yang sangat potensial untuk dikembangkan menjadi kawasan detinasi wisata berbasis geopark di kabupaten Pangandaran. Untuk mewujudkan destinasi wisata geopark di kabupaten Pangandaran tersebut diperlukan peningkatan pengetahuan dan keterampilan komunikasi pariwisata khusunya bagi penggiat wisata yang memiliki kepedulian terhadap pengembangan destinasi wisata berbasis geopark, karena kemampuan dan keterampilan komunikasi pariwisata menjadi nilai tambah yang dimiliki oleh masyarakat yang mengedepankan konsep keselarasan antara para stakeholders, yaitu pemerintah, masyarakat, dan investor. Untuk itu, anggota kelompok penggiat wisata tersebut mendapatkan pengetahuan dan keterampilan dalam bentuk kegiatan pelatihan komunikasi pariwisata dengan modal dasar sudah ada yaitu kekayaan alam bahari yang cukup beragam. Berdasarkan permasalahan awal dari hasil pengamatan di lapangan dan yang dihadapi oleh anggota kelompok penggiat wisata di wilayah kecamatan Parigi kabupaten Pangandaran yang telah dipaparkan sebelumnya, maka dirumuskan permasalahan yang menjadi urgensi kegiatan pengabdian ini, yaitu bagaimana pelayanan pariwisata yang dilakukan oleh anggota kelompok penggiat wisata melalui pelatihan komunikasi pariwisata yang berbasiskan teknologi informasi dan komunikasi di wilayah kecamatan Parigi kabupaten Pangandaran. Pelayanan komunikasi pariwisata tersebut diimplementasikan dengan sajian informasi yang diceritakan secara runtut (story telling) mulai dari sejarah obyek sampai dengan potensi daya tarik obyek yang dapat menarik minat wisatawan yang sesuai dengan penulisan berita wisata. Hasil dari pelatihan ini menunjukkan bahwa Pelatihan storytelling dapat membangun pemahaman anggota Kompepar, membangkitakn perasaan suka, dan membangun kesediaan anggota Kompepar untuk belajar dan berkarya mensosialisakian destinasi wisata.
Analisis framing pemberitaan korupsi massal di media online detik.com Ananda, Muhammad Fairuz Satria; Nugraha, Aat Ruchiat; Sumartias, Suwandi
Jurnal Studi Komunikasi Vol. 3 No. 2 (2019)
Publisher : Faculty of Communications Science, Dr. Soetomo University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25139/jsk.v3i2.1464

Abstract

This research aims to determine the construction of PDIP's image from the news framing on them as the party who has the most corrupted fraction members in the event of mass coruption case if the People’s Legislative Council (DPRD) of Malang City by the online media, Detik.com. This research is conducted through constructivism paradigm with the sudty of framing analysis by Robert M. Entman as a conceptual foundation with the framing concept of Entman, namely, define problems, diagnose causes, make moral judgement, and treatment recommendation from journalist side; using the theory of the social mass media as a theoretical foundation. The results of the framing carried out by the online media, Detik.com tend to be neutral in delivering their news on the mass corruption case of the DPRD of Malang City in construction the image of PDIP as the most corrupted party. This is because the media deliver both side cover, even Detik.com’s journalists already included opinions in the titles and selecting images in the news. Although Detik.com tends to be neutral, becase Detik.com just deliver the facts. The bad image construction of PDIP has been constructed already, as the news is considered to be a bad news model.
SOCIAL INTERPRETATION OF “WAJAH OTT” IN POLITICAL COMMUNICATION MANAGEMENT CONTEXT OF PAUL RICOUER ANALYSIS (HAND CATCH OPERATION KPK -“OTT’S FACE”) Sumartias, Suwandi; Amina, Nurtyasih Wibawanti Ratna
Sinergi : Jurnal Ilmiah Ilmu Manajemen Vol. 8 No. 2 (2018)
Publisher : Economic and Bussiness Faculty, Dr Soetomo University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (253.902 KB) | DOI: 10.25139/sng.v8i2.1060

Abstract

The writing purpose to understand and criticize Social Text "Facial OTT (The Face of Hand Catch Operation "KPK (Corruption Eradication Commission). Using research method “Hermeneutic Analysis of Paul Ricouer”, it seeks to understand behind the text as representation and  multi-interpretation. The results showed that two heads of areas whose  gotthe KPK ‘s Hand Catch Operation (OTT), Jambi Governor and West Bandung Regent were "smiling" in front of journalistscoverage. Facial expression (non-verbal communication) of human has a very closely related with its attitude, thoughts and behavior. Body language (especially, facial expression) is an inseparable representation of what is in the mind and heart.  “Wajah OTT” as an important part of language, signs, and symbols and representations require fundamental and comprehensive interpretation. The social interpretation of the smiling of “OTT's face” is increasingly asserted as a representation of the existence of space-time, experience and reference (history) and culture of society, which are mutually related and inseparable. Recommendation, as long as we do not intend or dare to open the meaning behind the social "mask" on the text of "OTT's face" itself through understanding as "the way " and or the "being" of the whole human being as dasein (its history, ideals and habits), so corruption will forever be part of the culture of society.
KONSTRUKSI SOSIAL BURUH DALAM HUBUNGAN INDUSTRIAL DAN PUBLIC RELATIONS: KASUS UNJUK RASA BURUH TEKSTIL DI KABUPATEN BANDUNG Suwandi Sumartias
Indonesian Journal of Dialectics Vol 1, No 1 (2011)
Publisher : Sekolah PascaSarjana Unpad

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The  aim of the research  to create the model of social construction of textile labor about  Demonstration and view of labor relations that is expected.The method used is  qualitative method with phenomenology tradition.  The research subjects are  10 labor consist of 4 textile labor and 6  labor activists in  Kabupaten  Bandung, in  criteria that the informant have ever and always get  involved  in every demonstration. Through  depth interviews and observation, gained the informant ‘s statements  of experiences, comprehension, behavior and  communication meaning The research has been being carried out  since  2006. The result of the research  indicates that labor’s comprehension about demonstration is not only the secret and main weapon to  fight for their better fate. The labor realize that demonstration is important but it is not the only way to express of  their aspiration. Bipartite communication (labor-industrialist)  in form of  negotiation is better way. Demonstration is done  when  there is a deadlock  situation in  communication and negotiation between labor and industrialist. Demonstration  also happen  when the governments on the industrialist side or it ignore the labor’s need. Labor demonstration is   social link of a long history: Class politic; exploitation; domination of bourgeois; fight of practical interest, ideology and culture in productive relations. The reason of the textile labor demonstration is caused of wage system and  basic needs as human being, family and collective. Industrialist’s awareness of labor’s  life improvement is still low. Communication meaning  of demonstration: communication gap, exploitation, discrimination, pressure and powerlessness of labor.
PROMOSI KESEHATAN HIV-AIDS DAN STIGMA TERHADAP PENGGUNA NARKOBA SUNTIK (PENASUN) DI KABUPATEN SUMEDANG Evie Ariadne Shintadewi; Suwandi Sumartias
Sosiohumaniora Vol 19, No 2 (2017): SOSIOHUMANIORA, JULI 2017
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (615.978 KB) | DOI: 10.24198/sosiohumaniora.v19i2.11403

Abstract

Di Indonesia, cara penularan HIV-AIDS melalui Injecting Drug User (IDU) atau  Pengguna Narkoba Suntik(Penasun) yang merupakan populasi beresiko dan sulit dijangkau (hard to reach) mencapai angka 40,4%. Salah satunya penyebab mereka sulit dijangkau adalah  sikap menstigma oleh masyarakat, karena stigma dapat mempersulit upaya intervensi pemerintah (melalui promosi kesehatan) dalam pengendalian HIV-AIDS.Tujuan penelitian ini adalah  : 1) untuk memperoleh gambaran tentang pelaksanaan kegiatan promosi kesehatan penanggulangan HIV-AIDS oleh KPA Kabupaten Sumedang 2) untuk memperoleh gambaran mendalam tentang makna stigma bagi Penasun dan 3) untuk mengetahui makna promosi kesehatan dalam menghapuskan stigma bagi Penasun.Metode penelitian adalah kualitatif deskriptif dengan pendekatan Studi Kasus, serta teknikpengumpulandata melalui:a) wawancaramendalam(indepthInterview), b) observasi, c) studipustaka, dan d)focus   group   discussion. Hasil Penelitian menunjukkan Komisi Penanggulangan AIDS (KPA) Kabupaten Sumedang melaksanakan kegiatan promosi kesehatan sebagai upaya pencegahanpenularan HIV-AIDS menggunakan beberapa strategi secara simultan untuk sasaran yang berbeda. Di sisi lain, Penasun memaknai stigma secara positif dan negatif. Makna negatif melahirkan sikap menarik diri dari kehidupan sosial, masa bodoh, apatis, tidak peduli dan putus asa dalam menjalani sisa hidupnya, sedangkan makna postif justru memberikan sisa hidupnya untuk dapat berkontribusi di masyarakat dengan ikut menyampaikan informasi tentang bahayanya HIV-AIDS. Penasun juga memaknai kegiatan promosi kesehatan yang dilakukan KPA Sumedang dalam tiga kategori, yaitu bagus untuk ranah kognitif, cukup untuk ranah afeksi dan masih kurang untuk ranah konasi. Kata Kunci : Stigma, Penasun, HIV-AIDS, Promosi Kesehatan.
Co-Authors Aang Koswara Aat Ruchiat Nugraha Adi, Achwan Noorlistyo Aditia, Nico Afrilia, Veny agus rahmat Agus Rusmana Ali Djamhuri Alvin, Alvin Iqbal Baihaqi Amina, Nurtyasih Wibawanti Ratna Ananda, Muhammad Fairuz Satria Ananda, Muhammad Fairuz Satria Andi Alimuddin Unde Anwar Sani Ari Agung Prastowo, Ari Agung ARIADNE, EVIE Asep Suryana Diah Fatma Sjoraida Diana Permatasari Diandra, Mikha Puan Duddy Zein Dwia Aries Tina Pulubuhu Dwia Aries Tina Pulubuhu Edwin Rizal Engkus Kuswarno Erfina Nurussa'adah Evie Ariadne Shinta Dewi Fajar Syuderajat Feliza Zubair Firmansyah, Mas Agus Fitria Adianti Putri FX. Ari Agung Prastowo Geuit Septiani Ghassani, Alvenia Azzah Hanny Hafiar Harriadi, Ibrahim Hasna Athifa Hadaina Hendra Hermawan Henny Sri Mulyani Rohayati Herlina Agustin Ilham Gemiharto Inayah Zahra Zahirah Indrayani, Heni Ira Mirawati Iriana Bakti Ismail, Nurzali Iwan Koswara IZZAH, NURUL Jamilah Ahmad Jaya, Joana Karina Putri Hanifah Kholidil Amin Kristin Engjelima Julwinda Nomleni Limilia, Putri Lukiati Komala Erdinaya Mas Agus Firmansyah Nindi Aristi Novitasari, Ai Nuning Kurniasih Nurtyasih Wibawanti Ratna Amina Nurul Fadhillah Nuryah Asri Sjafirah Nuryah Asri Sjafirah, Nuryah Asri Nurzali Ismail Paisal Paisal Priyo Subekti Priyo Subekti Priyo Subekti Purwanti Hadisiwi Putra, Wisma Ramadhan, Ryan Ratnasari, Eny Restianty, Ajani Retasari Dewi Rima Nurani Sukma Rizana, Aulia Holaw Rosnandar Romli Ryan Ramadhan Santi Susanti Santi Susanti, Santi Seniwati Seniwati Sherica Rafa Almira Siti Jamilah Az Zahra Siti Karlinah Siti Karlinah Sudarmo Sudarmo Sudarmono Sudarmono Sufa, Siska Armawati Susie Perbawasari Trie Damayanti Veny Afrilia Wawan Setiawan Wina Erwina Yanti Setianti Yustikasari Zulfiningrum, Rahmawati