cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Desain Interior
ISSN : 25272853     EISSN : 25492985     DOI : -
Jurnal Desain Interior (pISSN 2527-2853 eISSN 2549-2985) menerima artikel penelitian penuh di bidang desain interior dan lingkupnya dari bidang subjek sebagai berikut: Sejarah Desain, Sejarah Interior, Budaya Visual Interior, Metodologi Desain, Proses Desain, Wacana Desain, Desain Interior dan Budaya, Sosiologi Desain, Manajemen Desain, interior dan seni kritik, Antropologi dari desain interior, Artifact desain, desain Industri, desain interior, Kerajinan, Arsitektur, Industri Kreatif, Kebijakan desain, psikologis, Perilaku Meruang, Psikologi Desain, Ergonomi, Sain Interior, pendidikan dan konseptual lainnya di interior Desain.
Arjuna Subject : -
Articles 5 Documents
Search results for , issue "Vol 6, No 2 (2021)" : 5 Documents clear
Sudut Virtual dalam Interior Hunian sebagai Presentasi Diri Digital Yasmin Zainul Mochtar; Prasetyo Wahyudie; Susy Budi Astuti; Lea Kristina Anggraeni
Jurnal Desain Interior Vol 6, No 2 (2021)
Publisher : Pusat Publikasi Ilmiah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j12345678.v6i2.11788

Abstract

Wabah Covid-19 telah mendorong banyak perubahan gaya hidup dari masyarakat. Kegiatan pembelajaran dan bekerja yang dahulu dilakukan secara tatap muka dari sekolah dan kantor, kini bergeser menggunakan media video conference dan dilakukan dari dalam rumah. Dengan fenomena ini, rumah yang pada awalnya adalah bersifat privat akhirnya bisa diakses secara visual oleh publik secara digital. Penelitian ini bermaksud mengkaji sudut virtual yang digunakan untuk kepentingan video conference dan melihat bagaimana pengguna menyesuaikan diri dengan kebutuhan ruang yang baru tersebut, hubungan pilihan latar interior yang ditampilkan dengan presentasi diri secara digital. Mahasiswa diambil sebagai sampel untuk penelitian ini dengan pengambilan data dengan kuesioner dan foto latar interior video conference. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode analisis dengan survei dan metode visual dengan menggunakan autofotografi.The Covid-19 pandemic has pushed many lifestyle changes. Learning and working activities that were previously carried out face-to-face from schools and offices have now shifted by using video conference media and is carried out from inside the home. With this phenomenon, a house that is originally a private area, can be accessed visually by the public digitally. This study intends to examine the virtual spot used for video conferencing and see how users adapt to the needs of the new space, the relationship between the choice of interior background and digital self-presentation. Students were taken as samples for this research by collecting data with questionnaires and interior background photos for video conference. The method used in this research is analytical by survey and visual method by using autophotography.
Perancangan Jendela dan Partisi Pembatas Dengan Pertimbangan Kenyamanan Termal Daffa Aditya Pratama; Irwana Zulfia Budiono
Jurnal Desain Interior Vol 6, No 2 (2021)
Publisher : Pusat Publikasi Ilmiah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j12345678.v6i2.10747

Abstract

Pemanasan global menjadi isu yang semakin sering diperbincangkan selama beberapa tahun terakhir. Pemanasan global telah mempengaruhi semua negara termasuk Indonesia. Akibat yang ditimbulkan dari pemanasan global adalah naiknya temperatur rata-rata yang pada akhirnya berdampak pada kenyamanan termal. Kenyamanan termal dibutuhkan dalam semua ruang yang dihuni manusia termasuk bangunan masjid. Dalam kasus masjid SMA Muslimin Rongga, kenyamanan termal tidak berjalan dengan baik karena kurangnya perhatian pada perancangan jendela. Fasilitas yang ada juga tidak mendukung untuk proses belajar-mengajar yang berlangsung dalam masjid bagi siswa SMA Muslimin Rongga. Fasilitas utama yang tidak ditemukan dalam masjid adalah partisi pembatas antara laki-laki dan perempuan. Tantangan yang dihadapi adalah untuk membuat furnitur yang dapat meningkatkan kelancaran aktivitas dalam masjid tanpa mengganggu kenyamanan termal terlalu banyak. Kondisi kenyamanan termal yang kurang baik tidak akan berjalan dengan baik jika furnitur yang ada dalam masjid juga terlalu banyak. Dalam perancangan ini perancang membuat desain jendela dengan mempertimbangkan kenyamanan termal dan sebuah partisi pembatas antara laki-laki dan perempuan yang dapat diubah menjadi meja dan kompartemen penyimpananan barang, buku, dan/atau mukena kaum perempuan. Partisi bekerja dengan sistem bongkar pasang dilengkapi dengan anyaman bambu yang berperan sebagai akses udara agar tidak terkumpul di satu sisi ruang. Metode penelitian yang digunakan adalah metode penelitian kualitatif dengan pendekatan deskriptif yang dibantu dengan studi literatur terkait pemanasan global, kenyamanan termal manusia serta studi ergonomi dan antropometri. Penulis dan tim abdi masyarakat melakukan kunjungan lokasi untuk menganalisa ruangan dan mengumpulkan data-data yang dibutuhkan seperti temperatur rata-rata, tingkat kelembaban, dan arah angin. Dengan hasil analisa dan studi yang telah dilakukan diharapkan perancangan ini dapat meningkatkan tingkat kenyamanan termal masjid serta dapat memenuhi kekurangan fasilitas masjid yang sesuai dengan standar dan kebutuhan manusia tanpa mengganggu tingkat kenyamanan termal masjid.Global warming became one of the most spoken issue for the last few years. Global warming has affected all nations including Indonesia. One of the phenomena caused by global warming is the increasing of annual mean temperature, which eventually affected human thermal comfort. Thermal comfort is a necessity in a room which human being is its inhabitant, including a building such as mosque. In the case of Masjid SMA Muslimin Rongga, thermal comfort is barely achieved due to its lack of planning in window and ventilation design. The existing facility is also quite unsupportive to accommodate learning activity for students inside the mosque properly. One of the main facilities that is missing is physical separator between men and women. The main challenge to this study is to build a furniture that can to not only accommodate various activity but also do not worsen the thermal comfort inside the building. Thermal comfort would hardly be achieved if there are too many furniture inside the building. In this study, designer has made a window design with thermal comfort consideration and a separator partition that can be transformed to a desk and a compartment for students’ belongings. The partition works with knock-down system and provided with a woven bamboo as an access for wind to circulate around the building. The research method used in this study is qualitative method with descriptive approach supported by literature study regarding global warming, thermal comfort, and ergonomic study. Writer and abdi masyarakat team went to SMA Muslimin Rongga to analyse the building and to gather data such as mean temperature, humidity level, and wind direction. With all the study and analysis, the increment in thermal comfort is to be expected whilst the completeness of the required primary facility is nevertheless considered. 
Analisa Pemilihan Material pada Bangunan Gudang Atag di Desa Karanganyar Kabupaten Jember Chen Ie Chin
Jurnal Desain Interior Vol 6, No 2 (2021)
Publisher : Pusat Publikasi Ilmiah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j12345678.v6i2.10917

Abstract

Kabupaten Jember dan perkebunan tembakau merupakan dua hal yang tidak terpisahkan. Tembakau telah menjadi komoditas ekspor terkenal di Jember. Kabupaten Jember merupakan salah satu dari tiga wilayah penghasil tembakau jenis na-oogst di Indonesia. Tembakau na-oogst yang merupakan bahan dasar pembuatan cerutu ini melalui proses pengeringan yang berbeda dengan tembakau jenis lain, sehingga memerlukan tempat pengeringan, kondisi, dan perlakuan yang berbeda pula. Tembakau berjenis na-oogst biasanya dikeringkan dengan bantuan gudang pengeringan atau yang biasa disebut dengan gudang atag sehingga pada wilayah-wilayah penghasil tembakau na- oogst biasanya kerap dijumpai bangunan gudang ini. Gudang yang memiliki fungsi utama sebagai tempat mengeringkan tembakau ini dibangun dengan material-material yang mendukung fungsinya. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk membahas dan memberi pengertian lebih mendalam kepada masyarakat berkenaan dengan pertimbangan dalam pemilihan material pembentuk gudang atag, termasuk didalamnya kekurangan dan kelebihan dari masing-masing material.  Material pembentuk gudang atag menjadi fokus dalam  tulisan ini karena perannya yang sangat signifikan terhadap keberhasilan proses pengeringan dan mutu tembakau yang dihasilkan serta dampaknya bagi lingkungan alam dan manusia.Jember Regency and tobacco plantations are two inseparable things. Tobacco has become a well-known export commodity in Jember. Jember Regency is one of the three regions in Indonesia that produce na-oogst tobacco. Na-oogst tobacco, which is the main ingredient for cigars manufacture, goes through a different drying process from other types of tobacco, so it requires different drying place, conditions, and treatments. Na-oogst tobacco is usually dried with the help of a drying tobacco barn or commonly known as gudang atag, so in areas that produce this type of tobacco, buildings like these are often found. Gudang atag, which has the main function as a place to dry tobacco, was built with materials that support its function. The purpose of this study is to discuss and provide a deeper understanding to the public regarding considerations in the selection of materials that form gudang atag, which include the advantages and disadvantages of each material that are being used. Materials that form gudang atag is the main focus of this paper because of its very significant role in the success of the drying process and the quality of the tobacco produced also its impact on human and environment.
Penerapan Teknologi Modular Dalam Konsep Perancangan Arsitektur Dian Kusumowardani
Jurnal Desain Interior Vol 6, No 2 (2021)
Publisher : Pusat Publikasi Ilmiah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j12345678.v6i2.11714

Abstract

Seiring dengan perkembangan teknologi di dunia saat ini telah mengubah pola hidup manusia, yang menuntut manusia untuk menggunakan teknologi dalam mewujudkan tuntutan kehidupan manusia yang lebih efisien, terampil dan lebih cerdas. Seiring dengan perkembangan teknologi pada rancang bangun arsitektur bangunan di dunia pada umumnya dan  juga di Indonesia menjadi hal yang sangat menarik  dengan modernisasi dan adanya adaptasi dari teknologi yang bersifat tradisional menuju penerapan teknologi yang modern sesuai tuntutan pemenuhan kebutuhan manusia akan kepraktisan dan efisiensi dalam dunia rancang bangun. Teknologi Modular pada rancang bangun arsitektur yaitu penerapan dimensi atau ukuran dasar berupa modul dasar yang digunakan sebagai dasar-pada perencanaan, sehingga dalam perancangannya modul dasar tersebut dapat berkembang menjadi dimensi modular yang merupakan kelipatan dari modul dasar menjadi jalan keluar akan tuntutan bangunan yang  efisien, terampil dan lebih cerdas tersebut.Along with the development of technology, the world has that has been enforced on us has changed our lives fundamentally to use technology to be more efficient and smarter in our interaction to live efficient. With the advancement of technologies in common architecture designs in the world as well as in Indonesia. Such advancements are essential with the modernisation and adaptation of technologies derivative from traditional roots through its application in the modern world, accompanying and appetizing the continuous demands of practicality and efficiency within architecture design. The modular technology in architecture design is the application of dimension and basic measurements in the form of a basic module that’s us as a groundwork and core integral part of designing. So that in the process, it could be developed into a dimensional modular that’s double the original module as a solution for the outpouring demand for it.
Produk Interior Modular Berbasis Budaya Nusantara Dengan Memanfaatkan Material Rotan Untuk Interior Cafe Onesimus Bonar Naibaho
Jurnal Desain Interior Vol 6, No 2 (2021)
Publisher : Pusat Publikasi Ilmiah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j12345678.v6i2.8125

Abstract

Semakin meningkatnya pertumbuhan penduduk di dunia, maka semakin banyak produk yang di butuhkan untuk menjalani hari. Kayu merupakan material yang paling banyak dipakai untuk membuat sebuah produk. Dari waktu ke waktu penggunaan material ini menjadi berlebihan dan berujung pada kerusakan lingkungan, hal ini dikarenakan pengolahan hutan yang buruk menjadikan ekologi hutan dan alam terganggu. Maka dari itu melalui produk ini saya mengajak masyarakat beralih untuk memanfaatkan rotan di mana rotan sendiri memiliki banyak keunggulan seperti lebih ekonomis dan mudah dibentuk. Rotan merupakan material yang mudah didapat khususnya di indonesia, hal itu adalah wajar karena indonesia sendiri merupakan penghasil rotan terbesar di dunia. Produk yang akan didesain yaitu satu set furniture yang akan di tempatkan pada interior sebuah cafe, hal ini dipertimbangkan dengan perkembangan trend cafe yang terus meningkat maka saya melihat adanya peluang yang baik untuk membuat produk interior untuk cafe. Desain produk menggunakan desain modular yang merupakan sebuah rancangan desain yang terdiri atas beberapa modul terpisah yang dapat dengan mudah dibongkar pasang serta di konfigurasi. Tidak lupa akan konsep Budaya Nusantara yang ingin ditekankan pada produk ini, di mana budaya lokal seringkali dianggap sebelah mata dan tidak keren sehingga kurang disegani. Melalui produk ini diharapkan dapat menginspirasi masyarakat bahwa konsep Budaya Nusantara juga bisa keren dan bersaing , baik secara estetika yang unik/indah, maupun secara fungsi.The increasing population growth in the world, the more products needed to get through the day. Wood is the material most widely used to make a product. From time to time the use of this material becomes excessive and leads to environmental damage, this is because poor forest processing has disturbed the ecology of the forest and nature. Therefore, through this product, I invite people to switch to utilizing rattan where rattan itself has many advantages such as being more economical and easy to shape. Rattan is a material that is easily available, especially in Indonesia, it is natural because Indonesia itself is the largest producer of rattan in the world. The product to be designed is a set of furnitur that will be placed in the interior of a cafe. This is considered by the increasing trend of cafe developments, so I see a good opportunity to make interior products for cafes. The product design uses a modular design which is a design that consists of several separate modules that can be easily assembled and configured. Do not forget the concept of Nusantara Culture that you want to emphasize in this product, where local culture is often underestimated and uncool so that it is less respected. Through this product, it is hoped that it can inspire the public that the concept of Nusantara Culture can also be cool and competitive, both aesthetically which is unique / beautiful, as well as functionally.

Page 1 of 1 | Total Record : 5