Claim Missing Document
Check
Articles

Found 22 Documents
Search

Perancangan Jendela dan Partisi Pembatas Dengan Pertimbangan Kenyamanan Termal Daffa Aditya Pratama; Irwana Zulfia Budiono
Jurnal Desain Interior Vol 6, No 2 (2021)
Publisher : Pusat Publikasi Ilmiah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j12345678.v6i2.10747

Abstract

Pemanasan global menjadi isu yang semakin sering diperbincangkan selama beberapa tahun terakhir. Pemanasan global telah mempengaruhi semua negara termasuk Indonesia. Akibat yang ditimbulkan dari pemanasan global adalah naiknya temperatur rata-rata yang pada akhirnya berdampak pada kenyamanan termal. Kenyamanan termal dibutuhkan dalam semua ruang yang dihuni manusia termasuk bangunan masjid. Dalam kasus masjid SMA Muslimin Rongga, kenyamanan termal tidak berjalan dengan baik karena kurangnya perhatian pada perancangan jendela. Fasilitas yang ada juga tidak mendukung untuk proses belajar-mengajar yang berlangsung dalam masjid bagi siswa SMA Muslimin Rongga. Fasilitas utama yang tidak ditemukan dalam masjid adalah partisi pembatas antara laki-laki dan perempuan. Tantangan yang dihadapi adalah untuk membuat furnitur yang dapat meningkatkan kelancaran aktivitas dalam masjid tanpa mengganggu kenyamanan termal terlalu banyak. Kondisi kenyamanan termal yang kurang baik tidak akan berjalan dengan baik jika furnitur yang ada dalam masjid juga terlalu banyak. Dalam perancangan ini perancang membuat desain jendela dengan mempertimbangkan kenyamanan termal dan sebuah partisi pembatas antara laki-laki dan perempuan yang dapat diubah menjadi meja dan kompartemen penyimpananan barang, buku, dan/atau mukena kaum perempuan. Partisi bekerja dengan sistem bongkar pasang dilengkapi dengan anyaman bambu yang berperan sebagai akses udara agar tidak terkumpul di satu sisi ruang. Metode penelitian yang digunakan adalah metode penelitian kualitatif dengan pendekatan deskriptif yang dibantu dengan studi literatur terkait pemanasan global, kenyamanan termal manusia serta studi ergonomi dan antropometri. Penulis dan tim abdi masyarakat melakukan kunjungan lokasi untuk menganalisa ruangan dan mengumpulkan data-data yang dibutuhkan seperti temperatur rata-rata, tingkat kelembaban, dan arah angin. Dengan hasil analisa dan studi yang telah dilakukan diharapkan perancangan ini dapat meningkatkan tingkat kenyamanan termal masjid serta dapat memenuhi kekurangan fasilitas masjid yang sesuai dengan standar dan kebutuhan manusia tanpa mengganggu tingkat kenyamanan termal masjid.Global warming became one of the most spoken issue for the last few years. Global warming has affected all nations including Indonesia. One of the phenomena caused by global warming is the increasing of annual mean temperature, which eventually affected human thermal comfort. Thermal comfort is a necessity in a room which human being is its inhabitant, including a building such as mosque. In the case of Masjid SMA Muslimin Rongga, thermal comfort is barely achieved due to its lack of planning in window and ventilation design. The existing facility is also quite unsupportive to accommodate learning activity for students inside the mosque properly. One of the main facilities that is missing is physical separator between men and women. The main challenge to this study is to build a furniture that can to not only accommodate various activity but also do not worsen the thermal comfort inside the building. Thermal comfort would hardly be achieved if there are too many furniture inside the building. In this study, designer has made a window design with thermal comfort consideration and a separator partition that can be transformed to a desk and a compartment for students’ belongings. The partition works with knock-down system and provided with a woven bamboo as an access for wind to circulate around the building. The research method used in this study is qualitative method with descriptive approach supported by literature study regarding global warming, thermal comfort, and ergonomic study. Writer and abdi masyarakat team went to SMA Muslimin Rongga to analyse the building and to gather data such as mean temperature, humidity level, and wind direction. With all the study and analysis, the increment in thermal comfort is to be expected whilst the completeness of the required primary facility is nevertheless considered. 
Perancangan Ulang Halte Bus Pada Kawasan Urban dengan Pendekatan Parametrik Bentuk Belah Ketupat dengan Daun Pegagan (Studi Kasus: Halte Bus City Tour Sarinah) Widya Rachma; Irwana Zulfia Budiono; Sherina Putri; Suci Asri Dwiforessa
Jurnal Desain Interior Vol 7, No 1 (2022)
Publisher : Pusat Publikasi Ilmiah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j12345678.v7i1.12110

Abstract

Kota Jakarta merupakan kotanya pusat perbelanjaan yang membuat area tersebut memerlukan layanan transportasi, salah satunya Bus City Tour. Oleh sebab itu, area ini harus memiliki fasilitas yang memadai agar dapat menarik para turis untuk berkunjung ke Jakarta, yaitu dengan cara meningkatkan fasilitas halte bus agar pengguna halte merasa aman dan nyaman pada saat berada di Halte bus tersebut. Namun Halte Bus City Tour yang terdapat di Sarinah memiliki desain yang tidak sesuai dengan lingkungan sekitar berupa banyak gedung yang sudah maju dan berkembang. Oleh karena itu, perancangan ulang halte bus ini dilakukan untuk menciptakan halte bus yang sesuai dengan lingkungan sekitar agar menarik para wisatawan untuk berwisata dengan menikmati fasilitas transportasi umum dengan aman dan nyaman. Metode penelitian yang digunakan merupakan metode Parametrik Kualitatif yang mencakup kajian pustaka, observasi, kuesioner, dokumentasi, analisa, dan studi banding serta menggunakan computational design thinking dengan menggunakan metode abstraksi bentuk daun pegagan yang dikombinasikan dengan bentuk belah ketupat yang ada pada Gedung Sarinah. Media yang dipakai berupa software sketchup beserta plug-in nya. Perancangan ini bermanfaat untuk meningkatkan fasilitas dari segi keamanan, kenyamanan dan estetika pada halte serta penelitian juga bisa menjadi sumber pembelajaran dan sebagai acuan studi interior. Sehingga hasil perancangan ulang halte bus dapat memberikan desain halte yang menarik para wisatawan serta dapat berfungsi lebih optimal.
Fasilitas Aktivitas Fisik sebagai Sarana Treatment Kesehatan pada Kawasan Perumahan Ariesa Farida; Irwana Zulfia Budiono; Widyanesti Liritantri; Angryani Sipayung; Rizqa Amalia Khusna
RUANG: Jurnal Lingkungan Binaan (SPACE: Journal of the Built Environment) Vol 9 No 2 (2022): October 2022
Publisher : Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (498.692 KB) | DOI: 10.24843/JRS.2022.v09.i02.p05

Abstract

The development of well-targeted physical activity facilities, especially in residential areas, can improve the function of physical activity facilities not only as a means to maintain public health but also as a means of disease management. Designers, as subjects who can manipulate the human-built environment have a significant influence on how the built environment or the place where humans move can meet health requirements to improve well-being. Physical activity is significant to maintain health and improving immunity, besides that, physical activity has also been proven to be used as a means of treating various diseases. Recommendations for appropriate physical activity for certain diseases must be explicitly planned and in accordance with the conditions of each city area. This study uses qualitative and quantitative methods to examine the suitability of data on chronic diseases that develop in the city of Bandung to be able to plan appropriate physical activity facilities for residential areas. The results showed that the physical activity facilities provided had to be varied in terms of aerobic, anaerobic, interval training, and balance training, which could be adapted to people's preferences. Keywords: physical activity; health; treatment; residential area Abstrak Pembangunan sarana aktivitas fisik yang tepat sasaran terutama pada kawasan perumahan dapat meningkatkan fungsi fasilitas aktivitas fisik bukan hanya sebagai sarana untuk menjaga kesehatan masyarakat namun juga menjadi sarana penanganan penyakit. Desainer sebagai subjek yang dapat memanipulasi lingkungan binaan manusia mempunyai pengaruh yang besar akan bagaimana lingkungan terbangun atau tempat manusia beraktivitas dapat memenuhi persyaratan kesehatan guna meningkatkan kualitas hidup manusia. Aktivitas fisik sangat penting untuk menjaga kesehatan dan meningkatkan immunitas, selain itu aktivitas fisik juga sudah terbukti dapat digunakan sebagai sarana treatment berbagai penyakit. Rekomendasi aktvitas fisik yang sesuai untuk penyakit tertentu harus direncanakan secara spesifik dan sesuai dengan kondisi masing-masing kawasan kota. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dan kuantitatif mengkaji kesesuaian data penyakit kronis yang berkembang pada Kota Bandung agar dapat merencanakan fasilitas aktifitas fisik yang tepat untuk kawasan perumahan. Hasil penelitian menunjukan bahwa fasilitas aktivitas fisik yang disediakan harus beragam baik dari jenis aerobik, anaerobik, latihan interval dan latihan keseimbangan yang jenisnya dapat disesuaikan dengan preferensi masyarakat. Kata kunci: aktivitas fisik; Kesehatan; treatment; perumahan
Evaluasi Kenyamanan Aktivitas Kerja para pegawai Berdasarkan Indikator KenyamananTermal irwana zulfia budiono; luthfia nisa amira; allifiana dhea syafii; ariesa farida; reza hambali wilman abdulhadi
Jurnal Desain Interior Vol 7, No 2 (2022)
Publisher : Pusat Publikasi Ilmiah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j12345678.v7i2.15367

Abstract

Bandung Techno Park merupakan pusat pengembangan inovasi di bidang industry teknologi dan sains yang dibangun pada kawasan kampus Telkom University. Menyesuaikan visi dari Kemenperin yang menginginkan kemajuan para entrepreneur muda, maka Bandung Techno Park dengan bangunan utama yang dirancang dengan konsep modern dan Edutainment. Namun sayangnya, dari visi desain yang sudah dikembangkan, terdapat terdapat beberapa penyesuaian pembangunan dengan pertimbangan jumlah sumber daya manusia di bidang inovasi teknologi yang belum siginifikan. Pada penelitian kali ini, para peneliti akan mereview bentuk bangunan yang ada dan bagaimana responnya terhadap produktivitas aktivitas bekerja para pegawai Bandung Techno Park berdasarkan indikator kenyamanan termal. Diharapkan dengan adanya penelitian review yang dilakukan, akan menjadi potensi pengembangan working space lainnya dengan indikator kenyamanan termal agar mendapat produktivitas yang maksimal.
SPACE EFFICIENCY BY IMPLEMENTING MULTIFUNCTIONAL FURNITURE IN TYPE 33 HOUSING Farida, Ariesa; Amalia, Kiki Putri; Liritantri, Widyanesti; Budiono, Irwana Zulfia; Laksitarini, Niken
Ide dan Dialog Desain Indonesia (Idealog) Vol 9 No 1 (2024): Jurnal Idealog Vol 9 No 1
Publisher : Universitas Telkom

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25124/idealog.v9i1.6388

Abstract

Housing is a basic human need, the more dense urban areas result in the ef ectiveness of landas aresidential area must be carried out. Currently, the development of type 33 housing has resulted in the need for multifunctional furniture to save space for activities, which is a growing trend. Based on the results of discussions with the developer on residential type 33, it is planned that there is a need for appropriate planning and research on the use of multifunctional furniture as a space saving solution. The object of studyto be studied is in Bogor City, West Java Province with a residential area of 33m2 and a land area of 60m2consisting of a living room, dining room and pantry, two bedrooms and one bathroom. Based on the problemsabove, the purpose of this study is to examine the design of multifunctional furniture that can accommodatethe activities and behavior of occupants, where multifunctional furniture is one of the solutions to maximizelimited space in dwellings. The purpose of this research is to produce the right solution for the choiceof multifunctional furniture that is felt to be most needed to accommodate user activity and maximize space. The research method used is a qualitative method by examining primary data from survey results and questionnaires as well as secondary data from literature studies to be able to produce the right multifunctional furniture designs for type 33 housing. Keyword : Interior Design, Multifunctional Furniture, Type 33 Housing
PERENCANAAN DESAIN TAMAN LAYAK ANAK DI PERUMAHAN PUTERACO INDAH BANDUNG Anwar, Hendi; Rusyda, Hana Faza; Budiono, Irwana Zulfia
Prosiding Konferensi Nasional Pengabdian Kepada Masyarakat dan Corporate Social Responsibility (PKM-CSR) Vol 6 (2023): INOVASI PERGURUAN TINGGI & PERAN DUNIA INDUSTRI DALAM PENGUATAN EKOSISTEM DIGITAL & EK
Publisher : Asosiasi Sinergi Pengabdi dan Pemberdaya Indonesia (ASPPI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37695/pkmcsr.v6i0.2186

Abstract

Taman merupakan salah satu Ruang Terbuka Hijau (RTH) yang juga berfungsi sebagai paru-paru pada wilayah tersebut. Selain itu taman juga digunakan sebagai area untuk rekreasi warga yakni berkumpul, berjalan kaki, bermain, dan sebagainya. Seperti halnya pada taman di Perumahan Puteraco Indah. Taman ini memiliki area bermain dan biasanya memang banyak dilakukan oleh anak-anak dan warga sekitar. Namun berdasarkan survey yang telah dilakukan pada taman ini memiliki berbagai permasalahan, antara lain adalah zonasi area taman yang tidak terawat, kurangnya area hijau, serta furniture penunjang taman yang sangat minim khususnya untuk anak. Pemerintah setempat mengusulkan taman ini sebagai taman layak anak, dimana taman dapat mewadahi aktivitas dan kreativitas yang ramah terhadap anak. Sehingga tim Pengabdian Masyarakat bekerja sama bersama mitra untuk memberikan rancangan desain taman layak anak guna untuk mengembangkan ruang terbuka sehingga memberikan kenyamanan pada warga sekitar khususnya untuk anak. Perancangan ini diawali dengan survey dan diskusi mendalam yang terkait dengan solusi terhadap masalah yang ada. Setelah mendapatkan feedback dari warga tim pengabdian akan mengolah menjadi suatu desain yang efektif dan solutif yang juga berdasarkan pada prinsip desain yang berkelanjutan.
FASILITAS PENUNJANG AKTIVITAS FISIK SEBAGAI SARANA KESEHATAN PADA KAWASAN PERUMAHAN Farida, Ariesa; Rachmawati, Rizka; Budiono, Irwana Zulfia
Jurnal Arsitektur ZONASI Vol 6, No 2 (2023): Vol 6, No 2 (2023): Jurnal Arsitektur Zonasi juni 2023
Publisher : KBK Peracangan Arsitektur dan Kota Program Studi Arsitektur Fakultas Pendidikan Teknologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/jaz.v6i2.33121

Abstract

Kesehatan sebagai kebutuhan dasar merupakan faktor yang sangat penting sebagai parameter kualitas hidup manusia. Oleh karena itu pembangunan akan sarana kesehatan yang berkualitas menjadi sangat penting untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat kota. Pada masa pandemic covid-19 dimana mayoritas masyarakat beraktivitas di rumah, maka pengolahan sarana kesehatan yang memadai pada kawasan perumahan menjadi faktor utama untuk menjaga kondisi kesehatan dan meningkatkan kualitas hidup penghuni perumahan. Salah satu sarana kesehatan pada kawasan perumahan adalah sarana aktivitas fisik. Pada kawasan perumahan perencanaan yang tepat akan fasilitas aktivitas fisik akan menjadi sarana kesehatan yang memiliki banyak manfaat bagi penghuninya. Metoda penelitian yang akan digunakan pada penelitian ini adalah metoda kuantitatif dan kualitatif. Penelitian ini mengkaji data penghuni kawasan perumahan dan analisa dari studi literatur untuk menentukan kebutuhan aktivitas fisik yang sesuai untuk setiap rentang usia. Melalui penelitian ini diharapkan dapat menambah wawasan desainer dan arsitek akan perencanaan aktivitas fisik yang sesuai untuk kawasan perumahan Kata Kunci: Aktivitas Fisik, Fasilitas, Kesehatan, Perumahan.
PERANCANGAN BARU KONSERVATORIUM MUSIK DI KOTA BANDUNG DENAGN PENDEKATAN TEKNOLOGI AKUSTIK Putri, Nadhilah; Akhmadi, Akhmadi; Budiono, Irwana Zulfia
eProceedings of Art & Design Vol. 12 No. 2 (2025): April 2025
Publisher : Telkom University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak : Konservatorium musik merupakan institusi pendidikan tinggi yang berfokuspada pengembangan bakat musik, berperan penting dalam mendukungperkembangan industri musik, khususnya di Indonesia. Di Bandung, meskipunpendidikan musik di institusi seperti Sekolah Tinggi Musik Bandung (STiMB),Universitas Pendidikan Indonesia (UPI), dan Universitas Pasundan (UNPAS) telahmemberikan kontribusi, masih terdapat banyak tantangan dalam interior, khususnyaterkait kualitas akustik , Hasil survei menunjukkan bahwa kualitas akustik yang burukmenjadi masalah utama yang menghambat kenyamanan dan efisiensi pembelajaran.Selain itu, sirkulasi ruang yang kurang memadai dan fasilitas untuk penyandangdisabilitas juga masih terbatas, sementara permintaan untuk pendidikan musiksemakin meningkat. Dengan lokasi perancangan yang berada di daerah padat lalulintas, kebutuhan akan desain konservatorium musik yang dapat mengatasikebisingan dan menciptakan lingkungan belajar yang optimal menjadi sangatpenting. Oleh karena itu, perancangan konservatorium musik baru denganpendekatan teknologi akustik diharapkan dapat memberikan kontribusi besarterhadap pengembangan pendidikan musik di Bandung, menciptakan ruang yangmendukung pembelajaran, latihan, dan pengembangan bakat musisi masa depan. Kata kunci: konservatorium musik, teknologi akustik, interior
PERANCANGAN BARU PERPUSTAKAAN UMUM DI KOTA BANDUNG DENGAN PENDEKATAN PSIKOLOGI RUANG Batara, Muhammad Gigih; Gunawan, Ahmad Nur Sheha; Budiono, Irwana Zulfia
eProceedings of Art & Design Vol. 12 No. 2 (2025): April 2025
Publisher : Telkom University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak: Perpustakaan umum adalah fasilitas publik yang menyediakan akses informasi,pengetahuan, dan hiburan bagi masyarakat tanpa memandang usia, latar belakang, ataustatus sosial. Selain berfungsi sebagai pusat literasi, perpustakaan juga menjadi tempatbelajar, berkumpul, dan berinteraksi sosial. Namun, perilaku dan ak琀椀vitas pengunjungsaat ini semakin beragam, 琀椀dak hanya membaca atau meminjam buku, tetapi jugabekerja, berdiskusi, atau mencari ruang untuk relaksasi. Hal ini membuat desain interiorperpustakaan menjadi faktor pen琀椀ng dalam menarik minat masyarakat. Banyakpengunjung lebih memilih perpustakaan dengan desain yang menarik, nyaman secara昀椀sik, dan mendukung kesehatan psikologis. Di Kota Bandung, yang dikenal sebagai kotakrea琀椀f dengan masyarakat yang dinamis, kebutuhan akan perpustakaan umum yangmodern dan adap琀椀f semakin meningkat. Sayangnya, banyak perpustakaan umum saat inibelum sepenuhnya memenuhi kebutuhan tersebut. Oleh karena itu, proposal tugas akhirini bertujuan untuk merancang ulang Perpustakaan Umum Kota Bandung denganpendekatan psikologi ruang, guna menciptakan ruang yang 琀椀dak hanya fungsional tetapijuga memberikan kenyamanan emosional, meningkatkan produk琀椀vitas, sertamemperkuat koneksi pengguna dengan ruang. Diharapkan rancangan ini dapatmenjadikan perpustakaan sebagai tempat yang lebih inklusif, relevan, dan menarik bagimasyarakat Kota Bandung.Kata kunci: perpustakaan, perilaku, psikologi
PERANCANGAN BARU HOTEL WHIZ PRIME DEZON N.V DENGAN PENDEKATAN BRAND IDENTITY Lorensya, Venia; Rusyda, Hana Faza Surya; Budiono, Irwana Zulfia
eProceedings of Art & Design Vol. 10 No. 3 (2023): Juni 2023
Publisher : Telkom University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Hotel Whiz Prime Dezon N.V. merupakan usaha perhotelan yang dikelola oleh PTIntiwhiz International. Hotel ini merupakan hotel bisnis bintang 3 yang berlokasi di JalanAsia-Afrika No. 39, Kota Bandung, Jawa Barat. Berdasarkan, hasil observasi lokasiperancangan. Jalan Asia- Afrika merupakan jalur utama bagi para wisatawan. Jalan inimerupakan jalan satu arah yang di sekitarnya terdapat bangunan – bangunan publik danruang publik, serta dikelilingi pula oleh beberapa hotel sejenis. Oleh karena itu, diperlukanbranding yang kuat pada interior Hotel Whiz Prime Dezon N.V. guna memperjelasidentitas dan karakteristik hotel agar dapat bersaing dengan hotel sejenis yang adadisekitarnya. Hal tersebut sejalan dengan visi atau tujuan dari hotel Whiz Prime, yaituuntuk menjadikan hotelnya sebagai hotel yang paling diminati dan berkembang pesat diIndonesia. Namun, berdasarkan hasil observasi terhadap Hotel Whiz Prime PajajaranBogor. Ditemukan beberapa permasalahan yang berkaitan dengan penerapan brandingpada interior hotel. Sehingga, diperlukan perancangan baru dengan pendekatan brandidentity yang diharapkan dapat memperkuat branding hotel serta, meningkatkankepuasan pengunjung terkait kualitas dan fasilitas ruang hotel.Kata kunci: hotel bisnis, bintang 3, branding