cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota bandung,
Jawa barat
INDONESIA
EDUHUMANIORA: Jurnal Pendidikan Dasar
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Eduhumaniora is a peer-reviewed scientific journal that publishes different kinds of scientific articles based on the research-article and ideas-article. All topics that we received only articles relating to elementary education fields. For research category, articles can be written using quantitative and qualitative approaches, and can be made in a variety of research designs, such as action research, experiments, and case studies. This journal was published since 2009 twice a year every January and July, and published by the collaboration between Elementary Teacher Education Program, Kampus UPI di Cibiru and Himpunan Dosen PGSD Indonesia.
Arjuna Subject : -
Articles 12 Documents
Search results for , issue "Vol 2, No 2: Juli 2010" : 12 Documents clear
Pendekatan Pembelajaran Berbasis Masalah Untuk Meningkatkan Pemecahan Masalah Matematis Yuniarti, Yeni
EduHumaniora | Jurnal Pendidikan Dasar Kampus Cibiru Vol 2, No 2: Juli 2010
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/eh.v2i2.2768

Abstract

AbstrakPembelajaran matematika yang berpusat pada guru, kurang memberikan kesempatan kepada siswa untuk mengungkapkan pendapat berupa gagasan atau ide-idenya. Matematika bukanlah sebuah pengetahuan yang terpisah dari dunia nyata, atau dengan kata lain matematika merupakan sebuah aktivitas manusia (a human activity). Melalui pembelajaran berbasis masalah siswa memahami konsep suatu materi dimulai dari situasi masalah yang tidak terstruktur. Untuk sampai pada tahap pemecahan masalah, siswa melakukan investigasi, inkuiri, eksploitasi terhadap situasi masalah yang diberikan. Dengan demikian dapat dikatakan bahwa siswa belajar mengalami dan mengaitkan pengetahuan sebelumnya ke dalam materi yang sedang dipelajari, mengkomunikasikan sendiri pemahaman, tidak sekedar menghafal dan diberi orang lain (guru). Guru bertindak sebagai pembimbing, motivator dan fasilitator yang artinya bahwa guru membantu siswa pada permulaan dan pada saat-saat diperlukan saja apabila siswa mengalami kesulitan (scaffolding).Kata Kunci: Matematika, pembelajaran berbasis masalah, pemecahan masalah
Menggugah Kepedulian Siswa Terhadap Satwa Liar Melalui pendidikan IPA Di Sekolah Dasar Irianto, Dede Margo
EduHumaniora | Jurnal Pendidikan Dasar Kampus Cibiru Vol 2, No 2: Juli 2010
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/eh.v2i2.2759

Abstract

Abstrak Kepedulian terhadap satwa liar ini harus ditanamkan sejak dini, agar dalam setiap gerak kehidupan sesuai dengan perkembangan usia manusia, mereka selalu menaruh perhatian terhadap satwa liar dalam bentuk tindakan kongkrit, yang dapat ikut mencegah kepunahan satwa liar. Penanam kepedulian terhadap satwa liar sejak usia dini dapat dilakukan dengan berbagai cara. Salah satu cara yang menurut penulis tepat adalah dengan pendidikan, khususnya melalui pendidikan IPA di sekolah dasar. Pendidikan IPA di Sekolah Dasar dapat digunakan untuk menanamkan kepedulian siswa terhadap satwa liar sejak dini. Kepedulian terhadap satwa liar tersebut dapat dimasukkan dalam bahan ajar yang menyangkut tentang Makhluk hidup dan proses kehidupannya, yaitu manusia, hewan, tumbuhan, dan interaksinya. Permasalahannya adalah, tindakan konkrit apa yang harus dilakukan oleh para praktisi pendidikan dalam melaksanakan kegiatan pembelajaran IPA di sekolah dasar, dalam materi-materi terkait, sehingga dapat menanamkan kepedulian siswa terhadap satwa liar sejak usia dini. Kata Kunci : Kepedulian Siswa, Satwa Liar, Pendidikan IPA, Sekolah Dasar
Tinjauan Terhadap Pelaksanaan Pendidikan Jasmani Di sekolah Dasar Kecamatan Cimahi Utara Kabupaten Bandung M. Arifin, Robandi Roni
EduHumaniora | Jurnal Pendidikan Dasar Kampus Cibiru Vol 2, No 2: Juli 2010
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/eh.v2i2.2764

Abstract

Abstrak Tujuan penelitian ini untuk mengetahui sejauh mana pelaksanaan pembelajaran pendidikan jasmani di SD, yang meliputi sarana dan peralatan yang digunakan, pencapaian materi progtam pendidikan, dan metoda pengajaran. Metoda yang digunakan adalah metoda deskriftif, dengan teknik observasi langsung kelapangan melalui pengukuran berupa kuestioner. Penelitian dilakukan kepada guru bidang studi Pendidikan Jasmani yang mengajar pada kelas tiga dan empat SD. Di kecamatan Cimahi Utara Kabupaten Bandung, diperoleh 15 SD. Dengan demikian penelitian ini menggunakan sampel random dan data yang terkumpul hanya 15 eksmplar. Hasil dari pengukuran dikumpulkan dan dianalisis dengan menggunakan prosentase. Dari hasil pengolahan data diperoleh; (1) Pencapaian program pendidikan jasmani di SD relatif kecil pada umumnya hanya mencapai 75%. Faktor kurangnya sarana dan peralatan, menjadi salah satu indikator kekurang berhasilanya program pendidikan jasmani di SD. (2) Sebagian besar guru pendidikan jasmani sudah melaksanakan program intrakurikuler sesuai dengan kurikulum. (3) Kreatifitas guru pendidikan jasmani, dalam menyajikan materi pelajaran pada umumnya sudah baik.Kata kunci: Tinjauan, Pelaksanaan, Pendidikan Jasmani, Sekolah Dasar.
Media Komik Pada Pelajaran IPA Untuk Meningkatkan Multiple Intelligences Siswa SD Yuliariatiningsih, Margaretha Sri
EduHumaniora | Jurnal Pendidikan Dasar Kampus Cibiru Vol 2, No 2: Juli 2010
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/eh.v2i2.2769

Abstract

AbstractThis study was grounded on the students’ hobby in reading comics. The result of the literature study showed that comic used as media in learning Physics was very effective as learning media and attractive to be read. One of the supporting factors of this success in improving the students’ multiple intelligences was the integration of art and craft activities in the science learning process. Moreover, the theory of multiple intelligences accomodated students with various way of learning thinking. The developed training model in this study consisted of five stages that were orientation, presentation, structured excersice, guided excersice and individual excersice. In each Science class, the learning process was always started with the elicitation of students’ prior knowledge. Then each student got one comic to be read. After the reading session, the teacher asked them about the contents of the comics either classically or individually. In the next step the students were invited to observe the demonstration done by the teacher only if the instruments or materials were not safe for them, (e.g hot water). Nevertheless, if they were safe enough for the students, they were allowed to do the experiment by themselves. Students’ worksheets (LKS) were done by the students in group to develop their interpersonal and verbal-linguistic intelligences. Based on observation during experiments and drawing activities, the students’ visual-spatial intelligences were developed. Every learning process was always ended with knowledge test individually which would be discussed later. The study concluded that: 1) the training model improved PGSD students’ skills in developing comic as teaching media, 2) comics are proven to improve the elementary school students’ motivation in learning science, 3) comic enhanced elementary school students’ understanding in science knowledge which was indicated by the achievement of the students’ test score (85 point grade). Comic also developed elementary school students’ multiple intelligences in the aspects of verbal-linguistic, logical-mathematic, visual-spatial, naturalist, and interpersonal. It is recommended that comic should be developed as teaching media especially in elementary school. Comis can be used as one alternative of learning medias that can motivate students to learn something as well as improving their reading hobby. Key Word: comic, motivation, learning science, achievement
Pembelajaran Matematika Berbasis Keunggulan GlobalUntuk Anak di Kelas Awal Pendidikan Dasar Priatna, Dudung
EduHumaniora | Jurnal Pendidikan Dasar Kampus Cibiru Vol 2, No 2: Juli 2010
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/eh.v2i2.2760

Abstract

AbstrakSetiap anak mempunyai pemahaman pribadi (personal) yang unik tentang dunia. Interaksi fisik dengan objek-objek dan interaksi sosial dengan anak-anak yang telah dewasa dan teman sebayanya memberikan dasar yang kuat untuk membangun pengetahuan linguistik, sosial, ilmu pengetahuan (ilmiah) dan pengetahuan matematika. Anak-anak di kelas awal pendidikan dasar suka sekali untuk menjatuhkan segala sesuatu yang dia pegang, mengatakan tidak, membuka dan menutup pintu, dan mengerjakan sesuatu yang sama atau serupa yang mungkin bagi orang lain kurang begitu menyukai. Pengalaman aksi (tindakan) dan reaksi merupakan dasar dalam belajar anak tentang bagaimana dunianya. Mengembangkan kegiatan anak memerlukan kecukupan waktu untuk mengeksplorasi, mengembangkan gagasan dan menyelesaikan pekerjaan atas dasar gagasannya. Kegiatan berdasarkan pada pengalaman pertama ynag mendorong anak untuk bereksplorasi, mengamati, memecahkan masalah, memprediksi, berpikir kritis, dan diskusi. Anak yang terbiasa dengan berbagai kegiatan yang terfokus pada perkembangan matematis, logik, teknologis dalam kehidupan sehari-hari akan mengembangkan sensori motorik dan sekaligus pembentukan karakter anak. Pembelajaran matematika berbasis keunggulan global untuk anak di kelas awal pendidikan dasar dimulai oleh kebanyakan anak-anak sebelum mereka memulai sekolah; pengalaman-pengalaman awal mereka memberikan satu dasar untuk pembelajaran berikutnya; sehingga mereka harus mendapatkan aktivitas yang hampir serupa dengan permainan yang telah disampaikan di kelas awal pendidikan dasar. Pengalaman informal demikian membangun kemampuan berpikir dan pemahaman yang sangat fundamental dalam belajar matematika, baik dengan manipulatif material khusus maupun manipulatif material yang terus menerus ada.Kata Kunci: Pembelajaran Metmetika, Keunggulan Global, Kelas Awal SD
Pembelajaran Matematika Realistik Untuk Meningkatkan PemahamanSiswa Tentang Bangun Datar Hermawan, Roni
EduHumaniora | Jurnal Pendidikan Dasar Kampus Cibiru Vol 2, No 2: Juli 2010
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/eh.v2i2.2765

Abstract

AbstrakPermasalahan dalam penelitian ini adalah bagaimana pembelajaran matematika realistik untuk meningkatkan pemahaman siswa tentang bangun datar?. Tujuan dan manfaat penelitian ini adalah meningkatkan motivasi, aktivitas, hasil belajar siswa, dan perbaikan proses pembelajaran terutama dalam kegiatan pembelajaran bangun datar. metode penelitian yang digunakan adalah metode Penelitian Tindakan Kelas (PTK) dengan tiga siklus yang masing-masing setiap siklusnya terdiri dari empat tindakan atau terdapat 12 tindakan. Teknik pengumpulan datanya diperoleh melalui lembar observasi, lembar wawancara, catatan lapangan, lembar kerja siswa, dan lembar evaluasi. PTK ini dilaksanakan di kelas III SD Negeri Bukatanah Kecamatan Kertasari Kabupaten Bandung dengan jumlah siswa 20 orang. Dalam PTK ini menggunakan pendekatan matematika realistik dengan metode mengajar tanya jawab dan penemuan (discovery). Pendekatan matematika realistik adalah suatu pendekatan matematika yang dalam pembelajarannya mengunakan konteks “dunia nyata”, model-model, produksi dan konstruksi siswa, interaktif, dan keterkaitan (intertwinment). Teori belajar yang digunakan dalam PTK ini adalah (1) teori belajar Piaget, bahwa siswa SD berada pada tahap perkembangan operasional konkret, (2) teori Bruner, bahwa perkembangan kognitif seseorang terbagi ke dalam tiga tahap yang ditentukan oleh caranya ia melihat lingkungan, yaitu tahap enactive, ikonic, dan symbolic, dan (3) teori Van Hiele, bahwa pengajaran geometri untuk siswa SD adalah sampai pada tahap ke tiga, yaitu pengenalan, analisis, dan pengurutan. Data yang diperoleh dianalisis serta direfleksi dengan menggunakan metode deskriptif kualitatif. Hasil penelitian yang telah dilaksanakan menunjukkan bahwa pembelajaran bangun datar dengan menggunakan pendekatan matematika realistik ada peningkatan dalam motivasi, aktivitas belajar, dan hasil belajar siswa dengan rata-rata nilai pada LKS dan lembar evaluasi, pada siklus I rata-rata nilai kelas 7.5 dan 7,4; siklus II 8,2 dan 8,3; dan siklus III 8,6 dan 8,6. Sebagai rekomendasi untuk guru SD dalam melaksanakan kegiatan pembelajaran bangun datar, hendaknya guru menggunakan pendekatan matematika realistik dengan metode tanya jawab, dan metode penemuan (discovery). Sehubungan pendekatan ini dapat meningkatkan motivasi, aktivitas, dan hasil belajar siswa dalam pembelajaran matematika khususnya materi bangun datar (sifat-sifat bangun datar).Kata Kunci : Pembelajaran Matematika, Realistik, Bangun Datar
Pembelajaran Quantum Teaching Untuk Meningkatkan Kreativitas Belajar Siswa Pada Pelajaran IPS Rubiherlan, Yusup
EduHumaniora | Jurnal Pendidikan Dasar Kampus Cibiru Vol 2, No 2: Juli 2010
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/eh.v2i2.2770

Abstract

AbstrakRumusan masalah yang dikemukakan dalam penelitian ini yaitu bagaimana kreativitas dan hasil belajar siswa dalam membuat peta konsep serta proses pembelajaran yang dikembangkan guru dan siswa dengan model Quantum Teaching, karena pembelajaran Quantum Teaching menekankan kerjasama antara siswa dan guru untuk mencapai tujuan bersama. Model pembelajaran ini juga efektif karena memungkinkan siswa dapat belajar secara optimal, yang pada gilirannya akan dapat meningkatkan kreativitas belajar siswa secara signifikan. Tujuan penelitian ini adalah ingin mengetahui peningkatan kreativitas belajar siswa melalui pembelajaran Quantum Teaching bagi siswa SD Negeri Pasirhonje Kecamatan Ciranjang Kabupaten Cianjur.Penelitian dilakukan di SD Negeri Pasirhonje Kecamatan Ciranjang Kabupaten Cianjur. Penelitian ini menggunakan penelitian tindakan kelas, yang terdiri dari 3 siklus, setiap siklus terdiri dari 2 tindakan. Adapun yang menjadi subjek penelitian adalah siswa kelas VI SD dengan materi gejala alam. Data diambil menggunakan hasil observasi, hasil formatif dan penilaian kreativitas melalui penilaian scoring rubrik.Kata Kunci : Quantum Teaching, Kreativitas Belajar, IPS
Penerapan Model Bengkel Sastra Untuk Meningkatkan Kemampuan Mahasiswa Menulis Dan Mengapresiasi Sastra Rohayati, Etty; Abidin, Yunus
EduHumaniora | Jurnal Pendidikan Dasar Kampus Cibiru Vol 2, No 2: Juli 2010
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/eh.v2i2.2761

Abstract

Abstrak Some mistake are finding in teaching and learning literature at the schools until today. This condition happened because there is some mistake in teaching and learning literature at the university. Because of that, the process of teaching and learning literature at university must be change by using the effective models of teaching and leaning which can improve student ability in appreciation and writing poetry. One of the models for teaching and learning appreciation and writing poetry at the students university is bengkel sastra model. The problems of this research are (1) how to using bengkel sastra model in teaching and learning process of appreciation and writing poetry?; and (2) how can bengkel sastra model improve student ability in appreciation and writing poetry? The aims of this research are to know (1) the using of bengkel sastra model in teaching and learning process of appreciation and writing poetry; and (2) student ability in appreciation and writing poetry by using bengkel sastra model. Method of this research is classroom action research. The subject of this research is student in Indonesia Language concentration at PGSD Department, UPI Cibiru Campus. Measurement utilizes test and observation. The trigonometry analysis technique is using to analysis the date. Result of this research concludes that (1) bengkel sastra model can improve student ability in appreciation poetry and (2) bengkel sastra model can improve student ability in writing poetry. Thus, bengkel sastra model can using to improving student ability in appreciation poetry by using reader responds approach. Bengkel sastra model can using to improving student ability in writing poetry especially in diction, imagination, sense, and rime, but cannot optimal functions to improve student ability in choosing theme, making message, tone, and felling.Key Word: bengkel sastra model, writing, appreciation poetry
Metode Bercerita Dalam Pembelajaran Menyimak Di Kelas V Sekolah Dasar Kartini, Sinsin
EduHumaniora | Jurnal Pendidikan Dasar Kampus Cibiru Vol 2, No 2: Juli 2010
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/eh.v2i2.2766

Abstract

AbstrakPenelitian ini dilatarbelakangi oleh hasil studi pendahuluan yang menunjukan kemampuan menyimak siswa kelas V SD Negeri Mekarsari yang hanya mencapai nilai rata-rata 55 dalam tes kemampuan menyimak. Sedangkan Standar Kemampuan Minimal untuk mata pelajaran bahasa Indonesia adalah 65. Hal tersebut disebabakan oleh beberapa faktor, diantaranya, guru kurang tepat memilih metode, materi yang disampaikan kurang menarik, dan siswa kurang memahami perbendaharaan kata dalam bahasa Indonesia. Berdasarkan masalah tersebut, penelitian ini bertujuan untuk (1) memperoleh gambaran pelaksanaan pembelajaran menyimak dengan menggunakan metode bercerita, (2) mengetahui aaktivitas pembelajaran menyimak melalui penggunaan metode bercerita, dan (3) memperoleh gambaran hasil menyimak siswa kelas V SD Negeri Mekarsari setelah menggunakan metode bercerita. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan pendekatan penelitian tindakan kelas (PTK) model Elliot, yang disusun secara berdaur dalam tiap siklusnya yang meliputi perencanaan, pelaksanaan, pemantauan, dan refleksi. Data yang diperoleh dari hasil penelitian ini menyangkut prilaku siswa kelas V sebanyak 28 orang. Instrumen yang digunakan dalam penelitian adalah lembar catatan lapangan,lembar observasi, pedoman wawancara, dan evaluasi. Evaluasi hasil dipokuskan pada hasil kemampuan menyimak siswa setelah pelaksanaan pembelajaran. Pelaksanaanpembelajaran menyimak dengan metode bercerita pada siswa kelas V SD Negeri Mekarsari ini dilaksanakan dalam tiga siklus. Setiap siklus terdiri dari satu tindakan. Setiap tindakan pembelajaran dipokuskan pada menceritakan kembali isi cerita. Evaluasi hasil pelaksanaan tindakan siklus I memperoleh nilai rata-rata kelas 72. Pelaksanaan tindakan siklus II memperoleh nilai rata-rata kelas 79. Pelaksanaan tindakan siklus III memperoleh nilai rata-rata kelas 86. Evaluasi hasil pelaksanaan tindakan tersebut menunjukkan adanya peningkatan nilai siswa pada setiap siklusnya.Kata Kunci: Metode Bercerita; Pembelajaran Menyimak
Penerapan Pendekatan Kontektual Untuk Meningkatkan Sikap Ilmiah Pada Pembelajaran Gaya Di Kelas V Sekolah Dasar Hindasah, Iin
EduHumaniora | Jurnal Pendidikan Dasar Kampus Cibiru Vol 2, No 2: Juli 2010
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/eh.v2i2.2762

Abstract

AbstrakPenelitian ini dilaksanakan berdasarkan permasalahan yang ditemui di ruang kelas. Pada saat belajar, motivasi belajar siswa terhadap materi IPA kurang sehingga pemahaman siswa rendah. Oleh karena itu dilaksanakan penelitian tindakan kelas (PTK) kelas V SDN Sindanglaya 4 sebagai upaya untuk meningkatkan sikap ilmiah dan pemahaman siswa pada pembelajaran IPA pokok bahasan gaya dengan menggunakan pendekatan kontekstual yang dilaksanakan melalui diskusi dan menempuh tujuh langkah kontekstual. Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk meningkatkan sikap ilmiah dan pemahaman siswa dalam pelajaran IPA di sekolah dasar. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah pedoman observasi, catatan lapangan, lembar wawancara, lembar evaluasi dan kamera. Data yang diperoleh dianalisis dan direfleksi dengan menggunakan metode deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan Dari hasil penelitian, diperoleh kesimpulan bahwa sikap ilmiah dan pemahaman siswa pada pembelajaran IPA pokok bahasan gaya di kelas V Sekolah Dasar dapat ditingkatkan melalui penerapan pendekatan kontekstual. Dengan demikian direkomendasikan kepada peneliti selanjutnya dalam melaksanakan pembelajaran kontekstual, hendaknya pembelajaran lebih menekankan pada proses sehingga dapat mengembangkan sikap ilmiah siswa.Kata Kunci: Pendekatan Kontekstual, Sikap Ilmiah, Gaya, Pembelajaran Gaya

Page 1 of 2 | Total Record : 12