EDUHUMANIORA: Jurnal Pendidikan Dasar
Eduhumaniora is a peer-reviewed scientific journal that publishes different kinds of scientific articles based on the research-article and ideas-article. All topics that we received only articles relating to elementary education fields. For research category, articles can be written using quantitative and qualitative approaches, and can be made in a variety of research designs, such as action research, experiments, and case studies. This journal was published since 2009 twice a year every January and July, and published by the collaboration between Elementary Teacher Education Program, Kampus UPI di Cibiru and Himpunan Dosen PGSD Indonesia.
Articles
12 Documents
Search results for
, issue
"Vol 3, No 1: Januari 2011"
:
12 Documents
clear
Peningkatan Keterampilan Menyimak Dan Menulis Melalui Sistem Pembelajaran Modul Dengan Media Audio Visual Dalam Pembelajaran Bahasa Indonesia Di Sekolah Dasar
Suparno, -
EduHumaniora | Jurnal Pendidikan Dasar Kampus Cibiru Vol 3, No 1: Januari 2011
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.17509/eh.v3i1.2802
AbstrakPenelitian ini bertolak dari keresahan penulis terhadap pelaksanaan pembelajaran bahasa Indonesia khususnya menyimak dan menulis yang sampai saat ini belum sepenuhnya didukung oleh pemahaman guru yang memadai. Padahal pembelajaran menyimak dan menulis telah menjadi tuntutan kurikulum maupun tujuan pembelajaran Bahasa Indonesia. Saat ini pelaksanaan kegiatan pembelajaran Bahasa Indonesia di SD khusus menyimak dan menulis masih dilakukan secara tradisional. Dampak dari pelaksanaan pembelajaran yang tradisional ini antara lain adalah rendahnya mutu proses pembelajaran di kelas, sehingga kemampuan siswa berbahasa khususnya menyimak dan menulis pun menjadi rendah. Sejalan dengan permasalahan di atas, rumusan masalah dalam penelitian ini adalah (1) bagaimanakah kemampuan menyimak dan menulis siswa kelas V SD yang mendapatkan pembelajaran Bahasa Indonesia dengan menggunakan sistem modul melalui media audio visual?; (2) bagaimanakah kemampuan menyimak dan menulis siswa kelas V SD yang tidak mendapatkan pembelajaran Bahasa Indonesia dengan menggunakan sistem modul melalui media audio visual?; (3) apakah terdapat perbedaan yang siginifikan antara kemampuan menyimak dan menulis antara siswa kelas V SD yang mendapatkan pembelajaran Bahasa Indonesia dengan menggunakan sistem modul melalui media audio visual dengan yang tidak mendapatkan pembelajaran dengan menggunakan sistem modul melalui media audio visual? Penelitian ini menggunakan pendekatan aplikatif kuantitatif dengan metode penelitian eksperimen (quasi eksperiment). Teknik pengumpulan data yang penulis gunakan adalah teknik tes, observasi, dan kuesioner. Sampel penelitian adalah siswa kelas V SD Negeri Argasunya Cirebon. Data penelitian diolah dengan menggunakan teknik analisis data dengan menggunakan uji statistik. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa (1) terdapat perbedaan yang siginifikan antara kemampuan menyimak antara siswa kelas V SD yang mendapatkan pembelajaran dengan menggunakan sistem modul melalui media audio visual dengan yang tidak mendapatkan pembelajaran dengan menggunakan sistem modul melalui media audio visual; (2) terdapat perbedaan yang siginifikan antara kemampuan menulis antara siswa kelas V SD yang mendapatkan pembelajaran dengan menggunakan sistem modul melalui media audio visual dengan yang tidak mendapatkan pembelajaran dengan menggunakan sistem modul melalui media audio visual.Kata Kunci: Menyimak, Menulis, Medi Audio Visual, Sistem Pembelajaran Modul
Pengembangan Model Pembinaan Profesionalisasi Guru Pendidikan Jasmani Di Sekolah Dasar Melalui Lesson Study Berbasis Kelompok Kerja Guru
Safari, Indra
EduHumaniora | Jurnal Pendidikan Dasar Kampus Cibiru Vol 3, No 1: Januari 2011
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.17509/eh.v3i1.2798
AbstrakLesson study dilaksanakan melalui tiga tahapan yaitu perencanaan, observasi, dan refleksi. Lesson study adalah salah satu bentuk pembinaan guru (in-service) yang dapat dilakukan untuk meningkatkan profesionalisme guru yang pelaksanaannya dapat berbasis sekolah maupun MGMP/KKG. Mengingat lesson study adalah suatu model pembinaan profesi guru yang baru diimplementasikan di KKG/MGMP. Secara khusus ada beberapa tujuan penelitian sehubungan dengan permasalahan penelitian, antara lain sebagai berikut: 1) Mengembangkan model pembinaan profesionalisasi guru pendidikan jasmani SD melalui lesson studi yang berbasis KKG yang meliputi: desain perencanaan, implementasi, dan evaluasi hasil model pembinaan. 2) Menyusun program model pembinaan profesionalisasi guru pendidikan jasmani SD melalui lesson study berbasis KKG, terutama dalam hal: menyusun program perencanaan, pedoman pelaksanaan, dan pedoman penilaian, dan 3) Mengetahui keunggulan dan kelemahan pengembangan model pembinaan profesionalisasi guru pendidikan jasmani melalui lesson study berbasis kelompok kerja guru baik dari segi perencanaan model pembinaan, pelaksanaan model pembinaan maupun penilaian model pembinaan. Kesimpulan kegiatan Lesson Study materi melompat ini dapat tergambar menjadi : 1) Untuk lebih mengetahui perencanaan dalam upaya meningkatkan penguasaan keterampilan gerak dasar lompat jauh gaya jongkok pada siswa SDN Salamjajar Kecamatan Cisitu maka rancangan pembelajaran dikemas dalam bentuk kegiatan lompat kardus dan papan kayu dengan berbagai macam variasi bentuk atau formasi kegiatan. 2) Pelaksanaan proses pembelajaran lesson study untuk meningkatkan keterampilan gerak dasar lompat jauh gaya jongkok dilaksanakan melalui kegiatan lompat kardus, juga diberi tambahan papan kayu sebagai landasan untuk melakukan tolakan. Apabila masih belum berhasil juga maka proses pembelajaran dilaksanakan dengan bentuk permainan berpos, yang terdiri dari empat pos. 3) Hambatan-hambatan yang ditemui selama proses pembelajaran lesson study materi lompat jauh gaya jongkok melalui kegiatan lompat kardus dan papan kayu, hanya terdapat hambatan kecil yang tidak berarti, seperti kardus banyak yang rusak karena terinjak. 4) Pelaksanaan evaluasi dalam pembelajaran lompat jauh gaya jongkok dilakukan dalam bentuk tes keterampilan proses berdasarkan deskriptor yang telah disusun, dan tes keterampilan produk pada pertemuan terakhir.Kata Kunci : Lesson Study, pembinaan, profesi.
Storyteling In Teaching Vocabulary ( an EFL Seting In Indonesia Primary School Context)
Ananthia, Winti
EduHumaniora | Jurnal Pendidikan Dasar Kampus Cibiru Vol 3, No 1: Januari 2011
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.17509/eh.v3i1.2803
AbstrakBahasa Inggris telah menjadi salah satu bahasa yang memegang peranan penting pada pergaulan tingkat global, baik didalam konteks personal maupun profesional. Di Indonesia, hal ini berpengaruh terhadap kebijakan diberlakukannya pembelajaran bahasa Inggris di tingkat sekolah dasar sejak tahun 1994. Akan tetapi, kebijakan memasukkan pelajaran bahasa Inggris pada kurikulum SD bukan tanpa masalah. Masalah yang sering dihadapi pada konteks tersebut diantaranya adalah ketersediaan guru bahasa Inggris SD yang berkualitas, yang dapat menjalankan pembelajaran bahasa Inggris sesuai dengan karakteristik siswa SD. Penggunaan metode bercerita (storytelling) dalam pembelajaran bahasa Inggris sebagai bahasa asing telah direkomendasikan sebagai salah satu metode untuk membelajarkan vocabulary oleh para ahli di bidang English as a Second/Foreign Language (ESL/EFL). Brewster, Ellis dan Girard (2002) menyatakan bahwa penggunaan storytelling dapat memotivasi siswa SD untuk belajar bahasa asing, khususnya bahasa Inggris. Artikel ini membahas tentang penggunaan storytelling dalam membelajarkan vocabulary bagi siswa sekolah dasar, khususnya di kelas rendah dikaitkan dengan the four strands approach yang dicetuskan oleh Nation (2001). Selain itu artikel ini memuat pula contoh singkat kegiatan pembelajaran bahasa Inggris yang membelajarkan vocabulary pada siswa SD kelas 1 dengan mengadopsi cerita The Very Hungry Caterpillar karya Eric Carle.Kata Kunci: storytelling, vocabulary, Primary School
Pengembangan Model Pembelajaran Whole Languege Untuk Menumbuh Kembangkan Kemampuan Berbahasa Tulis Siswa Sekolah Dasar
Halimah, Lely;
Syahrudin, Didin;
Abidin, Yunus
EduHumaniora | Jurnal Pendidikan Dasar Kampus Cibiru Vol 3, No 1: Januari 2011
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.17509/eh.v3i1.2799
AbstractSome mistake are finding in teaching and learning language at the schools until today. This condition happened because there is some mistake in teaching and learning language at the schools. Because of that, the process of teaching and learning literature at schools must be change by using the effective models of teaching and learning language which can improve student literacy. One of the models for teaching and learning literacy is Whole Language Model. The problems of this research are (1) what is real condition of learning and teaching language process in the schools? (2) how to development whole language models which can improve student’s literacy? (3) are there influence in using whole language model toward student’s literacy improvement? .Method of this research is research and development. The subject of this research is student in Primary School Laboratory UPI Cibiru Campus. Measurement utilizes test and observation. The statistic analysis technique is using to analysis the date. Result of this research concludes that (1) teacher needs the good model of learning and teaching language to improving student’s literacy in the school; (2) whole language model can implementating by three step that is introduction step, process step, and closing step; (3) implementation of whole language model of teaching and learning language can improving student’s literacy in the primary school.Key Word: Whole Language, Elementary Student, Literacy
Pendidikan Karakter Di Sekolah
Rohendi, Edi
EduHumaniora | Jurnal Pendidikan Dasar Kampus Cibiru Vol 3, No 1: Januari 2011
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.17509/eh.v3i1.2795
AbstrakPendidakan karakter tiba-tiba menjadi wacana hangat di dunia pendidikanIndonesiWa laupun gagasan ihwal karakter adalah gagasan tua setua sejarahpendidikan, namun kemunculan gagasan “pendidikan karakter “(characterbuilding)menginterupsi bangsa kita khususnya yang sedang melanda bangsaIndonesia. Masalah-masalah yang terjadi seperti kekerasan, korupsi, manipulasi,praktek-praktek kebohongan dalam dunia pendidikan mulai dari menyontekdalamujian sampai plagiat,kurang keteladanan dikalangan para pemimpin bangsa, dan sebagainya, sebenarnya menyangkut masalah karakter. Walaupun sudah terlambat dalam menerapkan pendidikan karakter disekolah, “But late than neverâ€, masih banyak generasi kita para peserta didik yang duduk dibangku sekolah dan butuh pendidikan karakter agar dimasa depannya menjadi orang yang tidak hanya cerdas secara intelek tapi juga memiliki karakter. Dunia pendidikan diharapkan menjadi motor penggerak sebagaimana telah dikemukakan oleh Mendinas Muhammad Nuh dalam peringatan Hardiknas tahun2010 yang lalu bahwa “ Pembangunan dan Pendidikan Karakter menjadi keharusan karena pendidikan tidak hanya menjadikan peserta didik cerdas. Pendidikan juga untuk membangun budi pekerti dan sopan santun dalam kehidupan “. Batasan karakter berada dalam dua wilayah. Ia diyakini ada sebagai sifat fitri manusia, sementara pada sisi lain ia diyakini harus “dibentukâ€melalui pendidikan , salah satunya melalui pendidikan karakterdisekolah. Pelaksanaan Pendidikan karakter disekolah sebagai alternativedikemukakan dalam makalah ini adalah: melalui Pembidanan dengan formula 4M (mengetaqhui, mencintai, menginginkan dan mengerjakan, juga dengan metode pembiasaan . Selain itu melalui metode : mengajarkan, keteladanan, mmenentukan prioritas dan praksis prioriotas. Kata Kunci : Pendidikian Karakter, pendidikan Akhlak dan pendidikan Moral.Â
Model Sinektik Dalam Pengajaran Pengukuran Waktu Untuk Meningkatkan Kreativitas Siswa Sekolah Dasar
Rostika, Deti
EduHumaniora | Jurnal Pendidikan Dasar Kampus Cibiru Vol 3, No 1: Januari 2011
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.17509/eh.v3i1.2786
AbstrakModel synectics merupakan salah satu model pembelajaran yangdirancang untuk mengembangkan kreativitas siswa. Pemecahan masalahmemerlukan penelitian secara ilmiah, dan sekaligus memerlukan kreativitas, baikdalam proses maupun dalam cara-cara pemecahan. Ada dua strategi atau modelpembelajaran yang mendasari prosedur sinektik, yaitu Strategi Pertama:Menciptakan sesuatu yang baru. Strategi ini dirancang untuk mengenal keanehan,akan membantu para siswa memahami masalah, ide, atau produk dalam sesuatu yang baru yang akhirnya memperjelas kreatif. Strategi Kedua: Memperkenalkan keanehan. Strategi ini dirancang untuk membuat sesuatu yang baru, ide-ide yang tidak dikenal akan lebih berarti, kita melaksanakannya dengan analogi yang telah dikenal siswa.Pengukuran secara tradisional dipasangkan dengan geometri dalamkurikulum, tetapi pengukuran sebenarnya lebih dekat dengan topic matematikalainnya. Agar siswa dapat meluangkan waktu lebih banyak untuk terlibat dalamkegiatan pengukuran secara seksama,pengukuran sebaiknya diintegrasikansepanjang kurikulum matematika dan juga kurikulum ilmu pengetahuan alam. Dalam tulisan ini akan dicontohkan bagaimana mengajarkan pengukuran menggunakan model sinektik. Kata Kunci Model Sinektik, Pembelajaran Pengukuran Waktu, KreativitasÂ
Pengaruh Implementasi Pendekatan Tematik Terhadap Pemahaman Konsep Dan Kreativitas Siswa Dalam Pembelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial
Setiana, Nana
EduHumaniora | Jurnal Pendidikan Dasar Kampus Cibiru Vol 3, No 1: Januari 2011
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.17509/eh.v3i1.2800
Penelitian ini bertolak dari keresahan penulis terhadap pelaksanaan pembelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial berbasis tematik belum sepenuhnya didukung oleh pemahaman guru yang memadai. Padahal pembelajaran tematik telah menjadi tuntutan kurikulum maupun tujuan pembelajaran IPS. Bahkan pembelajaran tematik sesuai dengan karakteristik siswa. Saat ini pelaksanaan kegiatan pembelajaran di SD khusus kelas rendah untuk setiap mata pelajaran masih dilakukan secara terpisah/fragmetaris. Dampak dari pelaksanaan pembelajaran yang terpisah ini antara lain adalah rendahnya mutu proses pembelajaran di kelas rendah, sehingga penguasaan konsep dan kreativitas siswa pun menjadi rendah. Keyataan ini mendorong perlunya penerapan pendekatan pembelajaran tematik di SD yang lebih memadai, khususnya dalam peningkatan pemahaman konsep dan kreativitas siswa dalam pelajaran IPS. Sejalan dengan permasalahan di atas, rumusan masalah dalam penelitian ini adalah (1) seberapa besar pengaruh implementasi pendekatan pembelajaran tematik terhadap peningkatan pemahaman konsep oleh siswa kelas III dalam pembelajaran IPS SD?; dan (2) seberapa besar pengaruh implementasi pendekatan pembelajaran tematik terhadap peningkatan kreativitas siswa kelas III dalam pembelajaran IPS SD? Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode penelitian eksperimen (class control design). Teknik pengumpulan data yang penulis gunakan adalah teknik tes, observasi, dan kuesioner. Populasi penelitian adalah siswa kelas III seluruh SD di Kecamatan Cileunyi Kabupaten Bandung. Sampel penelitian dipilih dengan teknik random yakni siswa kelas III SDN I Cinunuk ditetapkan sebagai kelas eksperimen dan kelas III SDN III Cinunuk ditetapkan sebagai kelas kontrol. Data penelitian diolah dengan menggunakan teknik analisis data dengan menggunakan uji statistik. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa (1) implementasi pendekatan pembelajaran tematik berpengaruh secara signifikan terhadap peningkatan pemahaman konsep siswa dalam pembelajaran IPS SD, (2) peningkatan pemahaman konsep sebagai dampak dari implementasi pembelajaran tematik masih terbatas pada konsep konkret yang mencapai penguasaan 80% sedangkan pada konkret abstrak penguasaannya hanya mencapai 40%, (3) Implementasi pendekatan pembelajaran tematik berpengaruh secara signifikan terhadap peningkatan kreativitas siswa dalam pembelajaran IPS SD, dan (4) peningkatan kreativitas siswa sebagai dampak atas implementasi pembelajaran tematik masih terbatas pada tahap, tingkat, dan derajat kreativitas tertentu.Kata Kunci: Pendekatan Tematik, Pemahaman Konsep, Kreativitas
Pendekatan Keterampilan Proses Untuk Meningkatkan Sikap Ilmiah Pada Mata Pelajaran IPA Siswa Kelas III SD "X" Serpong
Karli, Hilda
EduHumaniora | Jurnal Pendidikan Dasar Kampus Cibiru Vol 3, No 1: Januari 2011
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.17509/eh.v3i1.2796
Abtsrak Tujuan dari penelitian ini mendeskripsikan penerapan pendekatan keterampilan proses untuk meningkatkan sikap ilmiah pada mata pelajaran IPA siswa kelas III SDâ€X†Serpong. Penelitian Tindakan Kelas dilakukan dalam 2 siklus. Topik pada siklus I adalah energi panas dan siklus II energi gerak. Pada siklus I dan II keterampilan proses yang dilakukan adalah mengamati dan mengkomunikasikan. Sikap ilmiah yang ingin dikembangkan adalah sikap ingin tahu, berpikiran terbuka dan kerjasama serta sikap peka terhadap lingkungan sekitar. Instrumen yang digunakan adalah kuesioner, lembar pengamatan, dan LKS. Berdasarkan data yang diperoleh sikap ilmiah siswa meningkat. Sikap ingin tahu meningkat 30%, sikap berpikiran terbuka dan kerjasama meningkat 51%, sikap peka terhadap lingkungan meningkat 9%. Secara keseluruhan sikap ilmiah siswa rata-rata meningkat 84,6 %.Kata kunci: Pendekatan Keterampilan Proses, Sikap Ilmiah, Mata Pelajaran IPA
Meningkatkan Kemampuan Problem Posing Matematika Mahasiswa Calon Guru SD Melalui Model Pembelajaran SCPBL
S, Dina Mayadiana
EduHumaniora | Jurnal Pendidikan Dasar Kampus Cibiru Vol 3, No 1: Januari 2011
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.17509/eh.v3i1.2787
AbstrakPenelitian ini bertujuan untuk menganalisis dan mendeskripsikan strategipenyelesaian mahasiswa untuk menjawab tugas dan tingkat kemampuan problem posing matematika (KPPM) setelah model pembelajaran SCPBL berlangsung. Penelitian didasari oleh problem posing sebagai komponen penting dalam doing matematika (Brown Walter, 1993) dan rendahnya TKPPM nahasiswa (Mayadiana, 2010). Model pembelajaran SCPBL dapat didesain oleh dosen sehingga mahasiswa terbiasa untuk menyelesaikan tugas TKPPM bila dipahami dari awal, inti, tujuan, dan sumber belajarnya.Penelitian ini adalah penelitian eksperimen dengan sampel mahasiswa S-1PGSD B UPI sebanyak 47 mahasiswa kelas eksperimen dan 47 mahasiswa kelaskontrol (KK). Instrumen yang digunakan pada penelitian ini tes essay TKPPMterkait konsep Aljabar. Hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi enyelesaianmahasiswa KE (Kelas Eksperimen) secara signifikan lebih baik dari pada mahasiswa KK. Selanjutnya untuk Tugas 1 dan 2, tingkat KPPM mahasiswa KEsecara signifikan lebih baik daripada mahasiswa KK yaitu pada tingkat 4. Khususuntuk Tugas 3, mahasiswa KE dan KK keduanya berada pada Tingkat 5. Kata Kunci: Model Pembelajaran SCPBL, Problem Posing, dan Matematika.
Pendidikan Pertama Pada Anak
Herawati, Nenden Ineu
EduHumaniora | Jurnal Pendidikan Dasar Kampus Cibiru Vol 3, No 1: Januari 2011
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.17509/eh.v3i1.2801
AbstrakPendidikan selalu berkaitan dengan pembelajaran, sebagaimana yang tercantum dalam undang-undang RI No. 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional bahwa pendidikan adalah usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran agar peserta didik secara aktif mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki kekuatan sepiritual keagamaan, pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan, akhlak mulia, serta keterampilan yang diperlukan dirinya, masyarakat, bangsa dan Negara. Dengan demikian, dalam pendidikan ada pembelajaran, tempat anak mendapatkan pendidikan dan pembelajaran, tentu anak memperoleh pengetahuan seperti belajar membaca, menulis dan berhitung. Oleh karena itu, belajar dapat didefinisikan adanya perubahan perilaku oleh kernanya kita sering mendengar di masyarakat bahwa pendidikan awal atau pertama anak adalah di sekolah taman kanak-kanak atau di sekolah dasar. Tokoh pendidikan terdahulu yakni Ki Hadjar Dewantara, mengatakan pendidikan yang pertama dan utama pada anak adalah di lingkungan keluarga. Pernyataan tersebut benar, sebab di lingkungan keluarga bagi anak merupakan peletak pembentukan perilaku.Kata Kunci :Pendidikan, Anak