cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota bandung,
Jawa barat
INDONESIA
EDUHUMANIORA: Jurnal Pendidikan Dasar
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Eduhumaniora is a peer-reviewed scientific journal that publishes different kinds of scientific articles based on the research-article and ideas-article. All topics that we received only articles relating to elementary education fields. For research category, articles can be written using quantitative and qualitative approaches, and can be made in a variety of research designs, such as action research, experiments, and case studies. This journal was published since 2009 twice a year every January and July, and published by the collaboration between Elementary Teacher Education Program, Kampus UPI di Cibiru and Himpunan Dosen PGSD Indonesia.
Arjuna Subject : -
Articles 6 Documents
Search results for , issue "Vol 5, No 2: Juli 2013" : 6 Documents clear
Pengaruh Quantum Learning Terhadap Penalaran Matematis Siswa Sekolah Dasar Firdaus, Fery Muhammad
EduHumaniora | Jurnal Pendidikan Dasar Kampus Cibiru Vol 5, No 2: Juli 2013
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/eh.v5i2.2839

Abstract

Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui pengaruh quantum learning terhadap penalaran matematis siswa sekolah dasar. Penelitian dilakukan pada semester 2 tahun akademik 2012-2013 di Sekolah Dasar Negeri Cipaku 03 sebagai kelompok eksperimen, dan di Sekolah Dasar Negeri Nangela sebagai kelompok kontrol. Sampel penelitian yaitu 20 siswa dari masing-masing kelompok. Selama proses penelitian, kelompok eksperimen diberikan quantum learning, sedangkan kelompok kontrol diberikan pembelajaran konvensional. Pendekatan penelitian yang digunakan yaitu pendekatan kuantitatif dengan metode eksperimen kuasi desain nonequivalent groups pretest-posttests. Analisis data dilakukan dengan uji-t. Tingkat signifikansi 0,05. Hasil penelitian menunjukkan perbedaan yang signifikan antara skor penalaran matematis siswa dari kelompok eksperimen dan kelompok kontrol. Hal ini juga menemukan bahwa quantum learning lebih efektif dalam meningkatkan penalaran matematis siswa dibandingkan dengan pembelajaran konvensional, sehingga quantum learning dapat menjadi alternatif pembelajaran yang dapat diterapkan dalam upaya meningkatkan penalaran matematis siswa sekolah dasar.Kata Kunci: Quantum Learning, Penalaran Matematis, Pendidikan Matematika, Kelas IV, Sekolah Dasar.
Tes Diagnostik Kesulitan Belajar Dan Pengajaran Remedial Untuk Meningkatkan Hasil Belajar Matemetika Di SDN 7 Serang Tiurlina, -
EduHumaniora | Jurnal Pendidikan Dasar Kampus Cibiru Vol 5, No 2: Juli 2013
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/eh.v5i2.2844

Abstract

Pada pembelajaran matematika di SD guru dapat mengetahui letak kesulitan belajar siswa dengan menggunakan tes diagnostik kesulitan belajar. Berdasarkan tes diagnostik guru dapat mengetahui materi-materi matematika yang belum dipahami siswa dan kemudian melakukan pengajaran remedial pada materi-materi matematika tersebut. Penelitian ini bertujuan agar guru dapat membuat tes diagnostik kesulitan belajar yang sesuai standar dan untuk memperoleh data kesulitan belajar siswa pada matematika dengan menggunakan tes diagnostik kesulitan belajar serta untuk mengetahui perbedaan hasil belajar antara siswa sebelum mendapatkan pengajaran remedial dengan siswa sesudah mendapatkan pengajaran remedial. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif eksperimen yang dilakukan pada siswa kelas 4 sebanyak 40 orang. Data dikumpulkan melalui tes. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pembuatan tes diagnostik kesulitan belajar dimulai dengan membuat kisi-kisi soal pada pecahan yang mewakili topik penjumlahan dan pengurangan berpenyebut tidak sama, kemudian tes diagnostik diuji validitas dan reabilitasnya. Berdasarkan hasil tes diagnostik ternyata siswa masih kesulitan dalam menyelesaikan soal cerita penjumlahan berpenyebut tidak sama sebesar 75 % dan menyelesaikan soal cerita pengurangan berpenyebut tidak sama sebesar 84 %. Rata-rata hasil belajar siswa sebelum mendapatkan pengajaran remedial : 42,33 dan sesudah mendapatkan pengajaran remedial : 82,08. Setelah dilakukan perhitungan dengan uji t, diperoleh t hitung t tabel, berarti ada perbedaan hasil belajar antara siswa sebelum mendapatkan pengajaran remedial dengan siswa sesudah mendapatkan pengajaran remedial.Kata kunci : Tes diagnostik, kesulitan belajar, pengajaran remedial hasil belajar matematika.
Penggunaan Lembar Kerja Seting Komik Dalam Meingkatkan Prestasi Belajar Matematika Siswa Sekolah Dasar Windayana, Husen; Priatna, Dudung; Kartika, Entang
EduHumaniora | Jurnal Pendidikan Dasar Kampus Cibiru Vol 5, No 2: Juli 2013
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/eh.v5i2.2840

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh rendahnya prestasi belajar serta kurangnya minat siswa sekolah dasar dalam belajar matematika. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui seberapa besar Lembar Kerja Seting Komik dapat meningkatkan prestasi belajar matematika siswa dan mendorong sikap belajar siswa terhadap matematika, mengingat siswa sekolah dasar senang dengan buku-buku bergambar. Penelitian menggunakan metode kuasi eksperimen dengan kelas kontrol. Instrumen penelitian yang dipakai menggunakan soal tes dan skala sikap Lickert yang diujicoba terlebih dahulu. Hasil penelitian menunjukan bahwa Lembar Kerja Seting Komik meningkatkan prestasi belajar matematika siswa. Secara signifikan terdapat perbedaan prestasi belajar antara siswa yang belajarnya dengan Lembar Kerja Seting Komik dengan yang basa. Hal tersebut ditunjukkan oleh rerata nilai postes kelompok eksperimen sebesar 80,94 dan hanya sebesar 67,03 pada kelompok kontrolnya. Kemudian ada perbedaan sikap belajar yang signifikan antara kelompok siswa yang belajarnya menggunakan Lembar Kerja Seting Komik dibandingkan kelompok siswa yang belajarnya biasa. Kelompok siswa yang belajarnya dengan Lembar Kerja Seting Komik memiliki sikap belajar yang lebih baik dibandingkan kelompok siswa yang belajarnya biasa.Kata kunci: lembar kerja seting komik, prestasi belajar, dan sikap belajar
Dampak Kondisi Penggunaan Bahasa Indonesia Dalam Kegiatan Belajar-Mengajar Pendidikan Bahasa Indonesia Di Kelas Rendah Sekolah Dasar Terhadap Penggunaan Bahasa Indonesia Di Kalangan Remaja Kurniawati, -
EduHumaniora | Jurnal Pendidikan Dasar Kampus Cibiru Vol 5, No 2: Juli 2013
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/eh.v5i2.2841

Abstract

Mata pelajaran bahasa Indonesia merupakan mata pelajaran wajib di semua jenjang pendidikan. Pembelajaran bahasa Indonesia di kelas rendah sekolah dasar merupakan pondasi dasar bagi kemampuan penggunaan bahasa Indonesia di tingkatan selanjutnya. Kebiasaan-kebiasaan penggunaan bahasa Indonesia dalam kegiatan belajar-mengajar Pendidikan Bahasa Indonesia di kelas rendah selanjutya dapat berpengaruh terhadap penggunaan bahasa Indonesia di kalangan remaja dalam tataran fonologi dan morfologi.Kata kunci: penggunaan bahasa, interferensi fonologi, interferensi morfologi, bahasa daerah, setempat, afiks, pelafalan.
Model Pembelajaran Berbasis Lingkungan Untuk Meningkatkan Kecakapan Hidup Mahasiswa Melalui Pembuatan Kompor Biogas Wuryastuti, Sri; Ni'mah, Ima
EduHumaniora | Jurnal Pendidikan Dasar Kampus Cibiru Vol 5, No 2: Juli 2013
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/eh.v5i2.2842

Abstract

Latar belakang dari penelitian ini diawali dengan adanya permasalahan yang berkaitan dengan didesa lingkungan kasemen yaitu banyaknya kotoran sapi sehingga mencemari lingkungan. Permasalahan seperti itu sangat penting untuk dibahas dalam materi perkuliahan di UPI Kampus Serang terutama pada matakuliah Konsep Dasar Biologi, agar Mahasiswa peka terhadap permasalahan lingkungan dan mempunyai solusi untuk mengatasinya. Selain permasalahan tersebut diatas kebutuhan akan pendidikan kecakapan hidup bagi mahasiswa juga menjadi latar belakang dalam penelitian ini. Tujuan dari penelitian ini adalah : 1) Membuat Model Pembelajaran Biologi Berbasis Lingkungan dengan Pendekatan STM ; 2) Mengembangkan kecakapan hidup bagi mahasiswa melalui pembelajaran Biologi Berbasis Lingkungan dengan Pendekatan STM. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah Research and Development (Penelitian dan Pengembangan terhadap tiga metode yang digunakan Pendekatan STM. Hasil penelitian dapat dikemukakan sebagai berikut : 1). Model Pembelajaran Berbasis Lingkungan dengan Pendekatan STM berhasil dilaksanakan dengan tahap-tahap : a) Invitasi, b) Eksplorasi, c) penjelasan dan Solusi , d) pengambilan tindakan. 2). Kecakapan hidup Mahasiswa yang terdiri dari a. Personil Skill : disiplin dengan X skor 4,18 ; semangat 4,36 ; tanggung jawab 4, pemecahan masalah 3,72 b.Social Skill : kerjasama dengan X skor 4, kecakapan komunikasi 3,64 c. Vocational Skill : mengenal bahan dengan X skor 3,27 ; menggunakan alat dalam bahan pembuatan kompor biogas 3,2 ; mengoperasikan kompor biogas 3,91.) d.academic skill dengan nilai rata-rata X pada pre tes 42,84 dan X pada pos tes 71,62 Kesimpulan dalam penelitian ini adalah: 1). Model Pembelajaran Biologi Berbasis Lingkungan dengan Pendekatan STM sudah berhasil dilaksanakan dengan cukup optimal. 2). Pembelajaran Biologi Berbasis Lingkungan dengan Pendekatan STM dapat meningkatkan kecakapan hidup Mahasiswa dengan kualifikasi sangat baik, baik dan cukup.Kata kunci : Kompor Biogas, Pembelajaran Berbasis Lingkungan Hidup, Kecakapan Hidup
Contextual Teaching And Learning (CTL) Untuk Meningkatkan Kreativitas Berpendapat Siswa Pada Pembelajaran IPS Oktapiani, Rani; Rustini, Tin
EduHumaniora | Jurnal Pendidikan Dasar Kampus Cibiru Vol 5, No 2: Juli 2013
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/eh.v5i2.2843

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh rendahnya kreativitas berpendapat siswa, sehingga pembelajaran menjadi pasif dan tidak adanya interaksi antara guru dengan siswa, pembelajaran hanya berpusat pada guru. PTK ini menggunakan metode yang dikembangkan oleh kemmis dan McTaggart. Penulis menerapkan pendekatan CTL sebagai pembaharuan dalam pembelajaran IPS di kelas IV. Hasil evaluasi kreativitas berpendapat siswa dengan menggunakan pendekatan CTL mengalami peningkatan setiap siklusnya, rata-rata hasil evaluasi kreativitas berpendapat siswa pada siklus I adalah 63, siklus II adalah 72, dan siklus III adalah 76. Rata-rata hasil evaluasi individu siklus I adalah 68, rata-rata hasil evaluasi kelompok siklus I adalah 74, ratarata nilai evaluasi individu siklus II adalah 72, rata-rata hasil evaluasi kelompok siklus II adalah 76, rata-rata hasil evaluasi individu siklus III adalah 83, dan rata-rata hasil evaluasi kelompok siklus III adalah 82. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa penggunaan pendekatan CTL pada pembelajaran IPS dapat meningkatkan kreativitas berpendapat siswa dan hasil belajar siswa.Kata kunci: Contextual Teaching and Learrning (CTL), kreativitas berpendapat siswa

Page 1 of 1 | Total Record : 6